Lompat ke isi

Hormon tiroid: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28017119; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hormon tiroid''' () adalah klasifikasi [[hormon]] yang mengacu pada turunan [[senyawa organik|senyawa]] [[asam amino]] [[tirosina]] yang disintesis oleh [[kelenjar tiroid]] dengan menggunakan [[yodium]]. Terdapat dua jenis hormon dari klasifikasi ini yaitu [[tetra-iodotironina]] dan [[tri-iodotironina]]. Kedua jenis hormon ini mempunyai peran yang sangat vital di dalam [[metabolisme]] [[tubuh]].
'''Hormon tiroid''' () adalah klasifikasi [[hormon]] yang mengacu pada turunan [[senyawa organik|senyawa]] [[asam amino]] [[tirosina]] yang disintesis oleh [[kelenjar tiroid]] dengan menggunakan [[yodium]]. Terdapat dua jenis hormon dari klasifikasi ini yaitu [[tetra-iodotironina]] dan [[tri-iodotironina]]. Kedua jenis hormon ini mempunyai peran yang sangat vital di dalam [[metabolisme]] [[tubuh]].


Istilah hormon tiroid juga sering digunakan untuk merujuk pada asupan senyawa organik pada terapi hormonal berupa [[levotikroksin]], atau [[isoform]] terkait; meskipun terhadap dua hormon tiroid yang lain yaitu [[kalsitonin|CT]], dan [[paratirin|PTH]]
Istilah hormon tiroid juga sering digunakan untuk merujuk pada asupan senyawa organik pada terapi hormonal berupa [[levotikroksin]], atau [[isoform]] terkait; meskipun terhadap dua hormon tiroid yang lain yaitu [[kalsitonin|CT]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12481944 Calcitonin: the other thyroid hormone]. ''Mount Sinai Bone Program, Department of Medicine, Mount Sinai School of Medicine, and Bronx Veteran's Affairs Geriatric Research Education and Clinical Center; Inzerillo AM, Zaidi M, Huang CL''.</ref> dan [[paratirin|PTH]]


Hormon tiroid merupakan pengendali utama [[metabolisme]] dan pertumbuhan dengan, [[deiodinasi]] [[tetra-iodotironina]] yang memicu [[respirasi]] pada kompleks I [[rantai transpor elektron|rantai pernapasan]] [[mitokondria]], yang menjadi salah satu faktor [[laju metabolisme basal]]; dan modulasi [[transkripsi]] [[gen]]etik melalui pencerap [[tri-iodotironina]] yang terdapat pada [[inti sel]]. Pentingnya peran TH mulai dikenali pada abad ke 19 saat sebuah kasus pembesaran [[kelenjar tiroid]] dengan [[simtoma]] [[hipertiroidisme]] mengakibatkan [[gagal jantung]], ''exophthalmos'' dan percepatan [[laju metabolisme basal]]. Studi lebih lanjut yang kemudian dilakukan, memberikan pengetahuan bahwa kedua hormon tiroid [[tetra-iodotironina|T4]] dan [[molekul]]nya yang lebih reaktif, yaitu [[tri-iodotironina|T3]] mempunyai [[efek pleiotropik]]. Konversi T4 menjadi T3, pada [[plasma darah]] disebut [[monodeiodinasi]], terjadi oleh [[enzim]] [[iodotironina deiodinase-1|ID-I]] yang banyak terdapat pada [[hati]] dan [[ginjal]], dan [[iodotironina deiodinase-2|ID-2]] yang terdapat pada [[otak]], [[hipofisis]] dan [[jaringan adiposa cokelat]]. Kedua jenis enzim [[deiodinase]] tersebut mengandung senyawa [[Selenium]], dengan [[glukokortikoid]] sebagai senyawa promoter.
Hormon tiroid merupakan pengendali utama [[metabolisme]] dan pertumbuhan dengan, [[deiodinasi]] [[tetra-iodotironina]] yang memicu [[respirasi]] pada kompleks I [[rantai transpor elektron|rantai pernapasan]] [[mitokondria]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1178193/pdf/biochemj00641-0205.pdf Deiodination of L-Thyroxine and its Activity on the Oxidation in vitro of Reduced Nicotinamide-Adenine Dinucleotide by Peroxidase plus Hydrogen Peroxide]. ''Thyroid Research Unit, Inttuto G. Marani6n, Ctentro de Investigaciones Biol6gicas, Consejo Superior de Investigaciones Cientlflcas; TRINIDAD JOLIN AND GABRIELLA MORREALE DE ESCOBAR''.</ref> yang menjadi salah satu faktor [[laju metabolisme basal]]; dan modulasi [[transkripsi]] [[gen]]etik melalui pencerap [[tri-iodotironina]] yang terdapat pada [[inti sel]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC155277 In Vivo Regulation of Human Skeletal Muscle Gene Expression by Thyroid Hormone]. ''Department of Pediatrics and Genetics, Department of Biochemistry, Howard Hughes Medical Institute, Beckman Center, Stanford University School of Medicine, Department of Statistics, Stanford University, Institut National de la Santé et de la Recherche Médicale Unit 317, Louis Bugnard Institute, Paul Sabatier University, Rangueil Hospital, Investigation Center, Purpan Hospital, Pavillon Riser, Laboratoire et Service de Médecine et Nutrition, EA Université Paris; Karine Clément, Nathalie Viguerie, Maximilian Diehn, Ash Alizadeh, Pierre Barbe, Claire Thalamas, John D. Storey, Patrick O. Brown, Greg S. Barsh, dan Dominique Langin''.</ref> Pentingnya peran TH mulai dikenali pada abad ke 19 saat sebuah kasus pembesaran [[kelenjar tiroid]] dengan [[simtoma]] [[hipertiroidisme]] mengakibatkan [[gagal jantung]], ''exophthalmos'' dan percepatan [[laju metabolisme basal]]. Studi lebih lanjut yang kemudian dilakukan, memberikan pengetahuan bahwa kedua hormon tiroid [[tetra-iodotironina|T4]] dan [[molekul]]nya yang lebih reaktif, yaitu [[tri-iodotironina|T3]] mempunyai [[efek pleiotropik]]. Konversi T4 menjadi T3, pada [[plasma darah]] disebut [[monodeiodinasi]], terjadi oleh [[enzim]] [[iodotironina deiodinase-1|ID-I]] yang banyak terdapat pada [[hati]] dan [[ginjal]], dan [[iodotironina deiodinase-2|ID-2]] yang terdapat pada [[otak]], [[hipofisis]] dan [[jaringan adiposa cokelat]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1149735/pdf/biochemj00170-0250.pdf Hepatic iodothyronine 5'-deiodinase : The role of selenium]. ''Division of Biochemical Sciences, Rowett Research Institute, University Department of Clinical Chemistry; John R. ARTHUR, Fergus NICOL dan Geoffrey J. BECKETT''.</ref> Kedua jenis enzim [[deiodinase]] tersebut mengandung senyawa [[Selenium]], dengan [[glukokortikoid]] sebagai senyawa promoter.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC425418/pdf/jcinvest00138-0372.pdf Ontogenesis of lodothyronine-5'-Deiodinase]. ''Department ofMedicine, Institute of Clinical Endocrinology, Tokyo Women's Medical College; Kanji Sato, Hisoko Mimura, Doo Chol Han, Toshio Tsushima, dan Kazuo Shizume''.</ref>


[[Ekspresi gen]]etik [[isoform]] [[miosin]] seperti Na<sup>+</sup> ATPase, K<sup>+</sup> ATPase, dan Ca<sup>2+</sup> ATPase yang terdapat pada [[retikulum sarkoplasma]], juga dikendalikan oleh TH. Kekurangan konsentrasi TH seperti yang ditunjukkan oleh [[simtoma]] [[hipotiroidisme]], merupakan akibat yang ditimbulkan dari terhambatnya [[lintasan metabolisme|lintasan]] [[oksidatif]] misalnya [[reaksi kimia|reaksi]] [[oksidasi]] [[asam piruvat]], sedangkan konsentrasi TH yang berlebih akan mempercepat laju lintasan [[glikolisis]] seperti yang ditengarai pada [[hipertiroidisme]]. Konsentrasi TH yang berlebih atau kekurangan dapat menyebabkan [[hipotonia]] akibat penumpukan [[asam laktat]] yang disebut [[laktikasidemia]].
[[Ekspresi gen]]etik [[isoform]] [[miosin]] seperti Na<sup>+</sup> ATPase, K<sup>+</sup> ATPase, dan Ca<sup>2+</sup> ATPase yang terdapat pada [[retikulum sarkoplasma]], juga dikendalikan oleh TH.<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8316532 Control of muscular bioenergetics by the thyroid hormones]. ''Service de Médecine J, Hôpitaux de Brabois; Kaminsky P, Klein M, Duc M''.</ref> Kekurangan konsentrasi TH seperti yang ditunjukkan oleh [[simtoma]] [[hipotiroidisme]], merupakan akibat yang ditimbulkan dari terhambatnya [[lintasan metabolisme|lintasan]] [[oksidatif]] misalnya [[reaksi kimia|reaksi]] [[oksidasi]] [[asam piruvat]], sedangkan konsentrasi TH yang berlebih akan mempercepat laju lintasan [[glikolisis]] seperti yang ditengarai pada [[hipertiroidisme]]. Konsentrasi TH yang berlebih atau kekurangan dapat menyebabkan [[hipotonia]] akibat penumpukan [[asam laktat]] yang disebut [[laktikasidemia]].


TH juga memiliki sifat [[hipokolesterolemik]] yang menurunkan rasio [[plasma darah|plasma]] [[kolesterol]] tanpa mempercepat laju lintasan [[katabolisme]] kolesterol menjadi [[asam empedu]], serta meningkatkan rasio [[asam kenodeoksikolat]].
TH juga memiliki sifat [[hipokolesterolemik]] yang menurunkan rasio [[plasma darah|plasma]] [[kolesterol]] tanpa mempercepat laju lintasan [[katabolisme]] kolesterol menjadi [[asam empedu]], serta meningkatkan rasio [[asam kenodeoksikolat]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6409630 Bile acid metabolism in hypothyroid subjects: response to substitution therapy]. ''Angelin B, Einarsson K, Leijd B''.</ref>


[[Waktu paruh]] T4 sekitar 5-9 hari sedangkan untuk T3 hanya sekitar 1 hari.
[[Waktu paruh]] T4 sekitar 5-9 hari sedangkan untuk T3 hanya sekitar 1 hari.<ref>[http://cerhr.niehs.nih.gov/reports/journal/BDR_thyroid.pdf Role of Thyroid Hormones in Human and Laboratory Animal Reproductive Health]. ''National Institute of Environmental Health Sciences, Research Triangle Park, et al., Neepa Y. Choksi, Gloria D. Jahnke, et al''. page 488.</ref>


Hormon ini diketahui juga berperan dalam [[sistem kekebalan komplemen]] pada peningkatan laju [[lintasan MBL]], peningkatan protein komplemen [[Komponen komplemen 3|C3]], [[komponen komplemen 4|C4]] dan [[CH50]], dan peningkatan protein [[plasma darah]] seperti:
Hormon ini diketahui juga berperan dalam [[sistem kekebalan komplemen]] pada peningkatan laju [[lintasan MBL]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16260422 Thyroid hormone increases mannan-binding lectin levels]. ''Medical Department M, Aarhus University Hospital; Riis AL, Hansen TK, Thiel S, et al''.</ref> peningkatan protein komplemen [[Komponen komplemen 3|C3]], [[komponen komplemen 4|C4]] dan [[CH50]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18404143 Correlation between serum thyroxine and complements in patients with multiple sclerosis and neuromyelitis optica]. ''Department of Neurology, the Third Affiliated Hospital of Sun Yat-Sen University; Zhang B, Jiang Y, et al''.</ref> dan peningkatan protein [[plasma darah]] seperti:<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14656206 Plasma protein regulation by thyroid hormone]. ''Department of Biochemistry, Chang-Gung University; Lin KH, Lee HY, et al''.</ref>
* [[transferin]], [[protrombin]], [[angiotensinogen]], [[haptoglobin]], rantai alfa dan beta dari [[alpha-2-HS-glycoprotein]], [[lipoprotein]] dan [[fibrinogen]]
* [[transferin]], [[protrombin]], [[angiotensinogen]], [[haptoglobin]], rantai alfa dan beta dari [[alpha-2-HS-glycoprotein]], [[lipoprotein]] dan [[fibrinogen]]
dan penurunan kadar protein serupa, antara lain:
dan penurunan kadar protein serupa, antara lain:
* [[klusterin]], [[prekursor makroglobulin-α2]], [[protimosin-alfa|protimosin-α]] dan [[Alpha fetoprotein|fetoprotein-α]].
* [[klusterin]], [[prekursor makroglobulin-α2]], [[protimosin-alfa|protimosin-α]] dan [[Alpha fetoprotein|fetoprotein-α]].
== Rujukan ==


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 25: Baris 22:
*  [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2466600 Biochemistry of hyperthyroidism and hypothyroidism]
*  [http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2466600 Biochemistry of hyperthyroidism and hypothyroidism]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hormon+tiroid&oldid=28017119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28017119 (2025-10-16T12:10:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hormon+tiroid&oldid=28017119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28017119 (2025-10-16T12:10:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.58

Hormon tiroid () adalah klasifikasi hormon yang mengacu pada turunan senyawa asam amino tirosina yang disintesis oleh kelenjar tiroid dengan menggunakan yodium. Terdapat dua jenis hormon dari klasifikasi ini yaitu tetra-iodotironina dan tri-iodotironina. Kedua jenis hormon ini mempunyai peran yang sangat vital di dalam metabolisme tubuh.

Istilah hormon tiroid juga sering digunakan untuk merujuk pada asupan senyawa organik pada terapi hormonal berupa levotikroksin, atau isoform terkait; meskipun terhadap dua hormon tiroid yang lain yaitu CT,[1] dan PTH

Hormon tiroid merupakan pengendali utama metabolisme dan pertumbuhan dengan, deiodinasi tetra-iodotironina yang memicu respirasi pada kompleks I rantai pernapasan mitokondria,[2] yang menjadi salah satu faktor laju metabolisme basal; dan modulasi transkripsi genetik melalui pencerap tri-iodotironina yang terdapat pada inti sel.[3] Pentingnya peran TH mulai dikenali pada abad ke 19 saat sebuah kasus pembesaran kelenjar tiroid dengan simtoma hipertiroidisme mengakibatkan gagal jantung, exophthalmos dan percepatan laju metabolisme basal. Studi lebih lanjut yang kemudian dilakukan, memberikan pengetahuan bahwa kedua hormon tiroid T4 dan molekulnya yang lebih reaktif, yaitu T3 mempunyai efek pleiotropik. Konversi T4 menjadi T3, pada plasma darah disebut monodeiodinasi, terjadi oleh enzim ID-I yang banyak terdapat pada hati dan ginjal, dan ID-2 yang terdapat pada otak, hipofisis dan jaringan adiposa cokelat.[4] Kedua jenis enzim deiodinase tersebut mengandung senyawa Selenium, dengan glukokortikoid sebagai senyawa promoter.[5]

Ekspresi genetik isoform miosin seperti Na+ ATPase, K+ ATPase, dan Ca2+ ATPase yang terdapat pada retikulum sarkoplasma, juga dikendalikan oleh TH.[6] Kekurangan konsentrasi TH seperti yang ditunjukkan oleh simtoma hipotiroidisme, merupakan akibat yang ditimbulkan dari terhambatnya lintasan oksidatif misalnya reaksi oksidasi asam piruvat, sedangkan konsentrasi TH yang berlebih akan mempercepat laju lintasan glikolisis seperti yang ditengarai pada hipertiroidisme. Konsentrasi TH yang berlebih atau kekurangan dapat menyebabkan hipotonia akibat penumpukan asam laktat yang disebut laktikasidemia.

TH juga memiliki sifat hipokolesterolemik yang menurunkan rasio plasma kolesterol tanpa mempercepat laju lintasan katabolisme kolesterol menjadi asam empedu, serta meningkatkan rasio asam kenodeoksikolat.[7]

Waktu paruh T4 sekitar 5-9 hari sedangkan untuk T3 hanya sekitar 1 hari.[8]

Hormon ini diketahui juga berperan dalam sistem kekebalan komplemen pada peningkatan laju lintasan MBL,[9] peningkatan protein komplemen C3, C4 dan CH50,[10] dan peningkatan protein plasma darah seperti:[11]

dan penurunan kadar protein serupa, antara lain:

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Calcitonin: the other thyroid hormone. Mount Sinai Bone Program, Department of Medicine, Mount Sinai School of Medicine, and Bronx Veteran's Affairs Geriatric Research Education and Clinical Center; Inzerillo AM, Zaidi M, Huang CL.
  2. Deiodination of L-Thyroxine and its Activity on the Oxidation in vitro of Reduced Nicotinamide-Adenine Dinucleotide by Peroxidase plus Hydrogen Peroxide. Thyroid Research Unit, Inttuto G. Marani6n, Ctentro de Investigaciones Biol6gicas, Consejo Superior de Investigaciones Cientlflcas; TRINIDAD JOLIN AND GABRIELLA MORREALE DE ESCOBAR.
  3. In Vivo Regulation of Human Skeletal Muscle Gene Expression by Thyroid Hormone. Department of Pediatrics and Genetics, Department of Biochemistry, Howard Hughes Medical Institute, Beckman Center, Stanford University School of Medicine, Department of Statistics, Stanford University, Institut National de la Santé et de la Recherche Médicale Unit 317, Louis Bugnard Institute, Paul Sabatier University, Rangueil Hospital, Investigation Center, Purpan Hospital, Pavillon Riser, Laboratoire et Service de Médecine et Nutrition, EA Université Paris; Karine Clément, Nathalie Viguerie, Maximilian Diehn, Ash Alizadeh, Pierre Barbe, Claire Thalamas, John D. Storey, Patrick O. Brown, Greg S. Barsh, dan Dominique Langin.
  4. Hepatic iodothyronine 5'-deiodinase : The role of selenium. Division of Biochemical Sciences, Rowett Research Institute, University Department of Clinical Chemistry; John R. ARTHUR, Fergus NICOL dan Geoffrey J. BECKETT.
  5. Ontogenesis of lodothyronine-5'-Deiodinase. Department ofMedicine, Institute of Clinical Endocrinology, Tokyo Women's Medical College; Kanji Sato, Hisoko Mimura, Doo Chol Han, Toshio Tsushima, dan Kazuo Shizume.
  6. Control of muscular bioenergetics by the thyroid hormones. Service de Médecine J, Hôpitaux de Brabois; Kaminsky P, Klein M, Duc M.
  7. Bile acid metabolism in hypothyroid subjects: response to substitution therapy. Angelin B, Einarsson K, Leijd B.
  8. Role of Thyroid Hormones in Human and Laboratory Animal Reproductive Health. National Institute of Environmental Health Sciences, Research Triangle Park, et al., Neepa Y. Choksi, Gloria D. Jahnke, et al. page 488.
  9. Thyroid hormone increases mannan-binding lectin levels. Medical Department M, Aarhus University Hospital; Riis AL, Hansen TK, Thiel S, et al.
  10. Correlation between serum thyroxine and complements in patients with multiple sclerosis and neuromyelitis optica. Department of Neurology, the Third Affiliated Hospital of Sun Yat-Sen University; Zhang B, Jiang Y, et al.
  11. Plasma protein regulation by thyroid hormone. Department of Biochemistry, Chang-Gung University; Lin KH, Lee HY, et al.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28017119 (2025-10-16T12:10:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.