Racun botulinum: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29578950; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Botulinum_toxin_3BTA.png|thumb|right|280px|Botulinum toxin 3BTA]] | |||
'''Racun botulinum''' atau '''botox''' adalah [[protein]] [[neurotoksin]] yang dihasilkan oleh [[bakteri]] ''[[Clostridium botulinum]]'' dan spesies yang terkait.<ref>''Botulinal neurotoxins: revival of an old killer''. ''Current Opinion in Pharmacology''. June 2005. Vol. 5 (3). hlm. 274–79. doi:10.1016/j.coph.2004.12.006.</ref> Racun ini menghentikan pelepasan [[neurotransmiter]] [[asetilkolin]] dari ujung [[akson]] di [[sambungan neuromuskular]], sehingga mengakibatkan penyakit [[botulisme]]. Racun ini merupakan racun paling mematikan dengan [[median dosis letal]] (LD<sub>50</sub>) sebesar 1,3–2,1 [[nanogram|ng]]/kg jika masuk secara [[intravena]] atau [[intermuskular]] dan 10–13 ng/kg jika dihirup.<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_2001-02-28_285_8/page/1059 Botulinum toxin as a biological weapon: medical and public health management]. ''JAMA''. February 2001. Vol. 285 (8). hlm. 1059–70. doi:10.1001/jama.285.8.1059.</ref> Namun demikian, racun ini juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran, kosmetik, dan penelitian. | |||
Terdapat delapan jenis racun botulinum, yaitu tipe A, B, C, D, E, F, G dan H. Tipe A dan B dapat mengakibatkan penyakit pada manusia dan juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran.<ref>American Society of Health-System Pharmacists. [https://www.drugs.com/monograph/botulinum-toxin-type-a.html Botulinum Toxin Type A]. ''drugs.com''. October 27, 2011.</ref> Tipe C–G lebih jarang ditemui; tipe E dan F dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, sementara tipe-tipe lainnya dapat mengakibatkan penyakit pada hewan lain.<ref>[http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs270/en/ Fact Sheet: Botulism]. World Health Organization.</ref> Tipe H dianggap yang paling mematikan di dunia - penyuntikan 2 [[nanogram]] saja akan menewaskan orang dewasa.<ref>Chris Weller. [http://www.medicaldaily.com/new-botulinum-toxin-deemed-deadliest-substance-ever-sniffing-13-billionths-gram-can-kill-259889 New Botulinum Toxin Deemed Deadliest Substance Ever: Sniffing 13-Billionths of a Gram Can Kill]. ''Medical Daily''. 15 October 2013.</ref> Racun tipe A dan B digunakan dalam bidang kedokteran untuk mengobati [[kejang otot]] dan penyakit yang memiliki gejala otot yang terlalu aktif. | |||
Racun ini dipasarkan dengan merk dagang '''Botox'''.<ref>Matt Egan. [http://money.cnn.com/2014/11/17/investing/allergan-actavis-merger-boom/ Botox maker bought for $66 billion in biggest deal of 2014]. ''cnn.com''. 17 November 2014.</ref><ref>[http://www.actavis.com/NEWS/News/Thomson-Reuters/Actavis-plc-is-now-Allergan-plc Actavis plc is now Allergan plc]. ''Allergan''. 15 June 2015.</ref> | |||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Racun+botulinum&oldid=29578950 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578950 (2026-08-14T22:21:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.01
Racun botulinum atau botox adalah protein neurotoksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum dan spesies yang terkait.[1] Racun ini menghentikan pelepasan neurotransmiter asetilkolin dari ujung akson di sambungan neuromuskular, sehingga mengakibatkan penyakit botulisme. Racun ini merupakan racun paling mematikan dengan median dosis letal (LD50) sebesar 1,3–2,1 ng/kg jika masuk secara intravena atau intermuskular dan 10–13 ng/kg jika dihirup.[2] Namun demikian, racun ini juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran, kosmetik, dan penelitian.
Terdapat delapan jenis racun botulinum, yaitu tipe A, B, C, D, E, F, G dan H. Tipe A dan B dapat mengakibatkan penyakit pada manusia dan juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran.[3] Tipe C–G lebih jarang ditemui; tipe E dan F dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, sementara tipe-tipe lainnya dapat mengakibatkan penyakit pada hewan lain.[4] Tipe H dianggap yang paling mematikan di dunia - penyuntikan 2 nanogram saja akan menewaskan orang dewasa.[5] Racun tipe A dan B digunakan dalam bidang kedokteran untuk mengobati kejang otot dan penyakit yang memiliki gejala otot yang terlalu aktif.
Racun ini dipasarkan dengan merk dagang Botox.[6][7]
Referensi
- ↑ Botulinal neurotoxins: revival of an old killer. Current Opinion in Pharmacology. June 2005. Vol. 5 (3). hlm. 274–79. doi:10.1016/j.coph.2004.12.006.
- ↑ Botulinum toxin as a biological weapon: medical and public health management. JAMA. February 2001. Vol. 285 (8). hlm. 1059–70. doi:10.1001/jama.285.8.1059.
- ↑ American Society of Health-System Pharmacists. Botulinum Toxin Type A. drugs.com. October 27, 2011.
- ↑ Fact Sheet: Botulism. World Health Organization.
- ↑ Chris Weller. New Botulinum Toxin Deemed Deadliest Substance Ever: Sniffing 13-Billionths of a Gram Can Kill. Medical Daily. 15 October 2013.
- ↑ Matt Egan. Botox maker bought for $66 billion in biggest deal of 2014. cnn.com. 17 November 2014.
- ↑ Actavis plc is now Allergan plc. Allergan. 15 June 2015.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29578950 (2026-08-14T22:21:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.