Lompat ke isi

Alembik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29465113; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Alembik''' (;, al-anbīḳ dari ;,
'''Alembik''' (;, al-anbīḳ dari ;,
ambikh, "cangkir, piala") adalah suatu [[distilasi|penyuling]] [[alkimia]] yang terdiri dari dua bejana yang dihubungkan dengan tabung, yang digunakan untuk mendistilasi bahan kimia.
ambikh, "cangkir, piala")<ref>M. Ullmann. ''The Encyclopaedia of Islam''. Brill. 1986. Vol. 5. hlm. 111b. ISBN 90-04-07819-3.</ref><ref>E. Wiedemann. ''The Encyclopaedia of Islam''. Brill. 1986. Vol. 1. hlm. 486a. ISBN 90-04-08114-3.</ref><ref>''A Greek–English Lexicon''. Harper & Brothers. 1897. hlm. 73.</ref> adalah suatu [[distilasi|penyuling]] [[alkimia]] yang terdiri dari dua bejana yang dihubungkan dengan tabung, yang digunakan untuk mendistilasi bahan kimia.


== Deskripsi ==
== Deskripsi ==
Alat [[distilasi]] lengkap terdiri dari tiga bagian: "labu" (Arab ḳarʿa, Yunani βίκος), suatu panci penyuling yang mengandung cairan yang akan didistilasi, yang mana dipanaskan dengan api; "kepala" atau "topi" (Arab anbiḳ, Yunani ἄμβιξ) yang pas dengan mulut labu untuk menerima [[uap]], dengan suatu "tabung" yang terpasang miring ke bawah (Yunani σωλήν), menuju wadah "penerima" (Arab ḳābila, Yunani ἄγγος atau φιάλη). [[Retort]] memiliki "topi" dan "labu" yang disatukan. Anbik juga disebut sebagai ''ra'' (kepala) dari labu. [[Cairan]] dalam labu dipanaskan atau direbus; uap kemudian naik ke anbik, yang mendingin akibat kontak dengan dinding dan mengembun, mengalir menyusuri moncong ke penerima. Sebuah keturunan modern alembik adalah [[panci penyuling]], yang digunakan untuk menghasilkan [[minuman suling]].
Alat [[distilasi]] lengkap terdiri dari tiga bagian: "labu" (Arab ḳarʿa, Yunani βίκος), suatu panci penyuling yang mengandung cairan yang akan didistilasi, yang mana dipanaskan dengan api; "kepala" atau "topi" (Arab anbiḳ, Yunani ἄμβιξ) yang pas dengan mulut labu untuk menerima [[uap]], dengan suatu "tabung" yang terpasang miring ke bawah (Yunani σωλήν), menuju wadah "penerima" (Arab ḳābila, Yunani ἄγγος atau φιάλη). [[Retort]] memiliki "topi" dan "labu" yang disatukan. Anbik juga disebut sebagai ''ra'' (kepala) dari labu. [[Cairan]] dalam labu dipanaskan atau direbus; uap kemudian naik ke anbik, yang mendingin akibat kontak dengan dinding dan mengembun, mengalir menyusuri moncong ke penerima. Sebuah keturunan modern alembik adalah [[panci penyuling]], yang digunakan untuk menghasilkan [[minuman suling]].


Baris 10: Baris 8:
Ambix [[Dioscorides]] (dijelaskan dalam ''[[De materia medica]]'') merupakan sebuah penutup berbentuk helm untuk mengumpulkan [[raksa]] kental. Bagi [[Athenaeus]] (~ 225 C.E.) hal ini merupakan suatu botol atau labu. Bagi kimiawan kemudian hal ini menandakan berbagai bagian dari perangkat [[penyulingan minyak|penyulingan]] [[minyak mentah]].
Ambix [[Dioscorides]] (dijelaskan dalam ''[[De materia medica]]'') merupakan sebuah penutup berbentuk helm untuk mengumpulkan [[raksa]] kental. Bagi [[Athenaeus]] (~ 225 C.E.) hal ini merupakan suatu botol atau labu. Bagi kimiawan kemudian hal ini menandakan berbagai bagian dari perangkat [[penyulingan minyak|penyulingan]] [[minyak mentah]].


Gambar alembik terdapat dalam karya-karya [[Cleopatra the Alchemist]], [[Synesius (alkemis)|Synesius]], dan [[Zosimos dari Panopolis]]. Terdapat alembik dengan dua (dibikos) dan tiga (tribikos) penerima. Menurut [[Zosimos dari Panopolis]], alembik ditemukan oleh [[Mary the Jewess]].
Gambar alembik terdapat dalam karya-karya [[Cleopatra the Alchemist]], [[Synesius (alkemis)|Synesius]], dan [[Zosimos dari Panopolis]]. Terdapat alembik dengan dua (dibikos) dan tiga (tribikos) penerima.<ref>Marcellin Berthelot. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3815b Introduction à l'étude de la chimie des anciens et du moyen âge]. Steinheil. 1889. hlm. 132, 135-142, 161-164.</ref> Menurut [[Zosimos dari Panopolis]], alembik ditemukan oleh [[Mary the Jewess]].<ref>Edmund Lippmann. [https://archive.org/details/entstehungundaus00lippuoft Entstehung und Ausbreitung der Alchemie]. Springer. 1919. hlm. 48–49.</ref>


Anbik dideskripsikan oleh [[Ibn al-Awwam]] dalam bukunya ''Kitab al-Filaha'' (''Book of Agriculture''), di mana ia menjelaskan bagaimana [[air mawar]] didistilasi. Antara lain, disebutkan dalam ''Mafatih al-Ulum'' (''Key of Sciences'') darif [[Muhammad bin Ahmad al-Khwarizmi|Khwarizmi]] dan ''Kitab al-Asrar'' (''Book of Secrets'') dari [[Muhammad bin Zakariya al-Razi|Al-Razi]]. Beberapa ilustrasi muncul dalam terjemahan Latin dari karya-karya yang dihubungkan dengan [[Pseudo-Geber|Geber]].
Anbik dideskripsikan oleh [[Ibn al-Awwam]] dalam bukunya ''Kitab al-Filaha'' (''Book of Agriculture''), di mana ia menjelaskan bagaimana [[air mawar]] didistilasi. Antara lain, disebutkan dalam ''Mafatih al-Ulum'' (''Key of Sciences'') darif [[Muhammad bin Ahmad al-Khwarizmi|Khwarizmi]] dan ''Kitab al-Asrar'' (''Book of Secrets'') dari [[Muhammad bin Zakariya al-Razi|Al-Razi]]. Beberapa ilustrasi muncul dalam terjemahan Latin dari karya-karya yang dihubungkan dengan [[Pseudo-Geber|Geber]].<ref>E. Wiedemann. ''The Encyclopaedia of Islam''. Brill. 1986. Vol. 1. hlm. 486a. ISBN 90-04-08114-3.</ref>


== Galeri ==
== Galeri ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Aludel]]
* [[Aludel]]
* [[Balneum Mariae]]
* [[Balneum Mariae]]


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alembik&oldid=29465113 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29465113 (2026-07-16T09:58:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alembik&oldid=29465113 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29465113 (2026-07-16T09:58:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.03

Alembik (;, al-anbīḳ dari ;, ambikh, "cangkir, piala")[1][2][3] adalah suatu penyuling alkimia yang terdiri dari dua bejana yang dihubungkan dengan tabung, yang digunakan untuk mendistilasi bahan kimia.

Deskripsi

Alat distilasi lengkap terdiri dari tiga bagian: "labu" (Arab ḳarʿa, Yunani βίκος), suatu panci penyuling yang mengandung cairan yang akan didistilasi, yang mana dipanaskan dengan api; "kepala" atau "topi" (Arab anbiḳ, Yunani ἄμβιξ) yang pas dengan mulut labu untuk menerima uap, dengan suatu "tabung" yang terpasang miring ke bawah (Yunani σωλήν), menuju wadah "penerima" (Arab ḳābila, Yunani ἄγγος atau φιάλη). Retort memiliki "topi" dan "labu" yang disatukan. Anbik juga disebut sebagai ra (kepala) dari labu. Cairan dalam labu dipanaskan atau direbus; uap kemudian naik ke anbik, yang mendingin akibat kontak dengan dinding dan mengembun, mengalir menyusuri moncong ke penerima. Sebuah keturunan modern alembik adalah panci penyuling, yang digunakan untuk menghasilkan minuman suling.

Sejarah

Ambix Dioscorides (dijelaskan dalam De materia medica) merupakan sebuah penutup berbentuk helm untuk mengumpulkan raksa kental. Bagi Athenaeus (~ 225 C.E.) hal ini merupakan suatu botol atau labu. Bagi kimiawan kemudian hal ini menandakan berbagai bagian dari perangkat penyulingan minyak mentah.

Gambar alembik terdapat dalam karya-karya Cleopatra the Alchemist, Synesius, dan Zosimos dari Panopolis. Terdapat alembik dengan dua (dibikos) dan tiga (tribikos) penerima.[4] Menurut Zosimos dari Panopolis, alembik ditemukan oleh Mary the Jewess.[5]

Anbik dideskripsikan oleh Ibn al-Awwam dalam bukunya Kitab al-Filaha (Book of Agriculture), di mana ia menjelaskan bagaimana air mawar didistilasi. Antara lain, disebutkan dalam Mafatih al-Ulum (Key of Sciences) darif Khwarizmi dan Kitab al-Asrar (Book of Secrets) dari Al-Razi. Beberapa ilustrasi muncul dalam terjemahan Latin dari karya-karya yang dihubungkan dengan Geber.[6]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. M. Ullmann. The Encyclopaedia of Islam. Brill. 1986. Vol. 5. hlm. 111b. ISBN 90-04-07819-3.
  2. E. Wiedemann. The Encyclopaedia of Islam. Brill. 1986. Vol. 1. hlm. 486a. ISBN 90-04-08114-3.
  3. A Greek–English Lexicon. Harper & Brothers. 1897. hlm. 73.
  4. Marcellin Berthelot. Introduction à l'étude de la chimie des anciens et du moyen âge. Steinheil. 1889. hlm. 132, 135-142, 161-164.
  5. Edmund Lippmann. Entstehung und Ausbreitung der Alchemie. Springer. 1919. hlm. 48–49.
  6. E. Wiedemann. The Encyclopaedia of Islam. Brill. 1986. Vol. 1. hlm. 486a. ISBN 90-04-08114-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29465113 (2026-07-16T09:58:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.