Lompat ke isi

Oligonukleotida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29599786; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


Oligo DNA (deoksioligonukleotida, mengandung [[timin]] dan gula deoksiribosa) sering digunakan sebagai primer dalam teknik [[PCR]] untuk menghasilkan berkas DNA yang lebih panjang. Dalam teknik ini, oligo berdiri atau dipasangi zat detektor tergantung alat yang dipakai (seperti [[M-13]] sehingga dapat memantulkan [[laser]]).
Oligo DNA (deoksioligonukleotida, mengandung [[timin]] dan gula deoksiribosa) sering digunakan sebagai primer dalam teknik [[PCR]] untuk menghasilkan berkas DNA yang lebih panjang. Dalam teknik ini, oligo berdiri atau dipasangi zat detektor tergantung alat yang dipakai (seperti [[M-13]] sehingga dapat memantulkan [[laser]]).


== Sumber ==
== Sumber ==
PIERCE, "GENETICS: A Conceptual Approach" 2005
PIERCE, "GENETICS: A Conceptual Approach" 2005


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oligonukleotida&oldid=29599786 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599786 (2026-08-19T10:24:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oligonukleotida&oldid=29599786 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29599786 (2026-08-19T10:24:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.04

Oligonukleotida (umumnya disingkat "oligo" dalam percakapan sehari-hari di laboratorium, dan digunakan dalam artikel ini) merupakan seberkas pendek polimer nukleotida (DNA atau RNA) yang sering digunakan sebagai primer atau sebagai penuntun probe pada berbagai teknik analisis deteksi dalam biologi molekular. Ukurannya biasanya antara 5 sampai 20 basa N (biasa ditulis 10-mer untuk oligo dengan 10 basa, "-mer" kependekan dari "primer").

Dalam analisis deteksi, oligo yang telah disambung dengan zat penghasil signal (probe) akan mengenali urutan DNA atau RNA komplemennya. Dengan kombinasi enzim serta lingkungan reaksi yang sesuai (biasanya tersedia sebagai "kit reaksi"), probe akan menghasilkan signal bagi peneliti mengenai keberadaan suatu sekuens tertentu yang menjadi target. Beberapa teknik yang menggunakan oligo adalah DNA-microarray, Southern blot, FISH, dan sintesis gen buatan.

Oligo DNA (deoksioligonukleotida, mengandung timin dan gula deoksiribosa) sering digunakan sebagai primer dalam teknik PCR untuk menghasilkan berkas DNA yang lebih panjang. Dalam teknik ini, oligo berdiri atau dipasangi zat detektor tergantung alat yang dipakai (seperti M-13 sehingga dapat memantulkan laser).

Sumber

PIERCE, "GENETICS: A Conceptual Approach" 2005

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29599786 (2026-08-19T10:24:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.