Penyulingan ekstraktif: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29490235; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Penyulingan ekstraktif''' atau '''distilasi ekstraktif''' didefinisikan sebagai proses [[penyulingan]] yang dilakukan dengan adanya suatu komponen yang [[Ketercampuran|dapat bercampur]] sempurna, bertitik didih tinggi, dan relatif [[keteruapan|tidak mudah menguap]], yang disebut [[pelarut]]. Pelarut ini tidak membentuk [[azeotrop]] dengan komponen lain dalam campuran. Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran yang memiliki [[keteruapan relatif]] yang rendah atau mendekati satu. Campuran semacam ini tidak dapat dipisahkan secara efektif dengan penyulingan sederhana karena keteruapan kedua komponennya hampir sama, sehingga keduanya menguap pada suhu yang hampir sama dengan laju yang hampir serupa. Akibatnya, penyulingan biasa menjadi tidak praktis. | [[File:Distil_extract.svg|thumb|right|280px|Distil extract]] | ||
'''Penyulingan ekstraktif''' atau '''distilasi ekstraktif''' didefinisikan sebagai proses [[penyulingan]] yang dilakukan dengan adanya suatu komponen yang [[Ketercampuran|dapat bercampur]] sempurna, bertitik didih tinggi, dan relatif [[keteruapan|tidak mudah menguap]], yang disebut [[pelarut]]. Pelarut ini tidak membentuk [[azeotrop]] dengan komponen lain dalam campuran. Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran yang memiliki [[keteruapan relatif]] yang rendah atau mendekati satu. Campuran semacam ini tidak dapat dipisahkan secara efektif dengan penyulingan sederhana karena keteruapan kedua komponennya hampir sama, sehingga keduanya menguap pada suhu yang hampir sama dengan laju yang hampir serupa. Akibatnya, penyulingan biasa menjadi tidak praktis.<ref>Treybal Robert E. ''MASS-TRANSFER OPERATIONS''. McGraw-Hill. 1981. hlm. 457–460. ISBN 0-07-066615-6.</ref> | |||
Metode penyulingan ekstraktif menggunakan pelarut pemisah yang umumnya bersifat tidak mudah menguap, memiliki titik didih tinggi, dan dapat bercampur dengan campuran yang akan dipisahkan, tetapi tidak membentuk campuran azeotrop. Pelarut tersebut berinteraksi secara berbeda dengan masing-masing komponen dalam campuran sehingga mengubah keteruapan relatifnya. Perubahan ini memungkinkan campuran baru yang terdiri atas tiga komponen dipisahkan melalui penyulingan biasa. Komponen asli yang memiliki keteruapan paling tinggi akan terpisah sebagai produk atas (distilat). Sementara itu, produk bawah terdiri atas campuran pelarut dan komponen lainnya, yang kemudian dapat dipisahkan dengan mudah karena pelarut tidak membentuk azeotrop dengan komponen tersebut. Produk bawah ini dapat dipisahkan menggunakan salah satu metode pemisahan yang tersedia. | Metode penyulingan ekstraktif menggunakan pelarut pemisah yang umumnya bersifat tidak mudah menguap, memiliki titik didih tinggi, dan dapat bercampur dengan campuran yang akan dipisahkan, tetapi tidak membentuk campuran azeotrop. Pelarut tersebut berinteraksi secara berbeda dengan masing-masing komponen dalam campuran sehingga mengubah keteruapan relatifnya. Perubahan ini memungkinkan campuran baru yang terdiri atas tiga komponen dipisahkan melalui penyulingan biasa. Komponen asli yang memiliki keteruapan paling tinggi akan terpisah sebagai produk atas (distilat). Sementara itu, produk bawah terdiri atas campuran pelarut dan komponen lainnya, yang kemudian dapat dipisahkan dengan mudah karena pelarut tidak membentuk azeotrop dengan komponen tersebut. Produk bawah ini dapat dipisahkan menggunakan salah satu metode pemisahan yang tersedia. | ||
Pemilihan pelarut pemisah yang sesuai sangat penting dalam penyulingan jenis ini. Pelarut harus mampu mengubah keteruapan relatif dalam kisaran yang cukup besar agar proses pemisahan berhasil. Selain itu, jumlah, biaya, dan ketersediaan pelarut juga perlu dipertimbangkan. Pelarut sebaiknya mudah dipisahkan kembali dari produk bawah, tidak bereaksi secara kimia dengan komponen atau campuran yang dipisahkan, serta tidak menyebabkan [[korosi]] pada peralatan. Contoh klasik penyulingan ekstraktif adalah pemisahan campuran azeotrop [[benzena]] dan [[sikloheksana]], dengan [[anilina]] sebagai salah satu pelarut yang sesuai. | Pemilihan pelarut pemisah yang sesuai sangat penting dalam penyulingan jenis ini. Pelarut harus mampu mengubah keteruapan relatif dalam kisaran yang cukup besar agar proses pemisahan berhasil. Selain itu, jumlah, biaya, dan ketersediaan pelarut juga perlu dipertimbangkan. Pelarut sebaiknya mudah dipisahkan kembali dari produk bawah, tidak bereaksi secara kimia dengan komponen atau campuran yang dipisahkan, serta tidak menyebabkan [[korosi]] pada peralatan. Contoh klasik penyulingan ekstraktif adalah pemisahan campuran azeotrop [[benzena]] dan [[sikloheksana]], dengan [[anilina]] sebagai salah satu pelarut yang sesuai.<ref>Vincent Gerbaud. [https://hal.archives-ouvertes.fr/hal-02161920/file/Gerbaud_23894.pdf Review of extractive distillation. Process design, operation, optimization and control]. ''Chemical Engineering Research and Design''. 2019. Vol. 141. hlm. 229. doi:10.1016/j.cherd.2018.09.020.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Penyulingan tumpak]] | * [[Penyulingan tumpak]] | ||
* [[Heteroazeotrop]] | * [[Heteroazeotrop]] | ||
* [[Pelat teoretis]] | * [[Pelat teoretis]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.cheresources.com/extrdist.shtml Penyulingan Ekstraktif] | * [http://www.cheresources.com/extrdist.shtml Penyulingan Ekstraktif] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyulingan+ekstraktif&oldid=29490235 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29490235 (2026-07-24T05:53:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.07
Penyulingan ekstraktif atau distilasi ekstraktif didefinisikan sebagai proses penyulingan yang dilakukan dengan adanya suatu komponen yang dapat bercampur sempurna, bertitik didih tinggi, dan relatif tidak mudah menguap, yang disebut pelarut. Pelarut ini tidak membentuk azeotrop dengan komponen lain dalam campuran. Metode ini digunakan untuk memisahkan campuran yang memiliki keteruapan relatif yang rendah atau mendekati satu. Campuran semacam ini tidak dapat dipisahkan secara efektif dengan penyulingan sederhana karena keteruapan kedua komponennya hampir sama, sehingga keduanya menguap pada suhu yang hampir sama dengan laju yang hampir serupa. Akibatnya, penyulingan biasa menjadi tidak praktis.[1]
Metode penyulingan ekstraktif menggunakan pelarut pemisah yang umumnya bersifat tidak mudah menguap, memiliki titik didih tinggi, dan dapat bercampur dengan campuran yang akan dipisahkan, tetapi tidak membentuk campuran azeotrop. Pelarut tersebut berinteraksi secara berbeda dengan masing-masing komponen dalam campuran sehingga mengubah keteruapan relatifnya. Perubahan ini memungkinkan campuran baru yang terdiri atas tiga komponen dipisahkan melalui penyulingan biasa. Komponen asli yang memiliki keteruapan paling tinggi akan terpisah sebagai produk atas (distilat). Sementara itu, produk bawah terdiri atas campuran pelarut dan komponen lainnya, yang kemudian dapat dipisahkan dengan mudah karena pelarut tidak membentuk azeotrop dengan komponen tersebut. Produk bawah ini dapat dipisahkan menggunakan salah satu metode pemisahan yang tersedia.
Pemilihan pelarut pemisah yang sesuai sangat penting dalam penyulingan jenis ini. Pelarut harus mampu mengubah keteruapan relatif dalam kisaran yang cukup besar agar proses pemisahan berhasil. Selain itu, jumlah, biaya, dan ketersediaan pelarut juga perlu dipertimbangkan. Pelarut sebaiknya mudah dipisahkan kembali dari produk bawah, tidak bereaksi secara kimia dengan komponen atau campuran yang dipisahkan, serta tidak menyebabkan korosi pada peralatan. Contoh klasik penyulingan ekstraktif adalah pemisahan campuran azeotrop benzena dan sikloheksana, dengan anilina sebagai salah satu pelarut yang sesuai.[2]
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Treybal Robert E. MASS-TRANSFER OPERATIONS. McGraw-Hill. 1981. hlm. 457–460. ISBN 0-07-066615-6.
- ↑ Vincent Gerbaud. Review of extractive distillation. Process design, operation, optimization and control. Chemical Engineering Research and Design. 2019. Vol. 141. hlm. 229. doi:10.1016/j.cherd.2018.09.020.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29490235 (2026-07-24T05:53:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.