Lompat ke isi

P21: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22700710; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''p21''' () merupakan salah satu [[senyawa organik|senyawa]] penghambat [[kinase CD|CDK]] yang memiliki berkas [[gen]]etik [[CDKN1A]], dan aktivator yaitu [[faktor transkripsi]] [[SREBP-1a]].
'''p21''' () merupakan salah satu [[senyawa organik|senyawa]] penghambat [[kinase CD|CDK]] yang memiliki berkas [[gen]]etik [[CDKN1A]],<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/gene/1026 CDKN1A cyclin-dependent kinase inhibitor 1A (p21, Cip1) [ Homo sapiens ]]. ''Entrez Gene''.</ref> dan aktivator yaitu [[faktor transkripsi]] [[SREBP-1a]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1265776 Lipid Synthetic Transcription Factor SREBP-1a Activates p21 WAF1/CIP1 , a Universal Cyclin-Dependent Kinase Inhibitor]. ''Department of Internal Medicine, Institute of Clinical Medicine, Center for Tsukuba Advanced Research Alliance, University of Tsukuba, Department of Applied Biological Chemistry, Graduate School of Agricultural and Life Sciences, University of Tokyo; Noriyuki Inoue, Hitoshi Shimano, Masanori Nakakuki, Takashi Matsuzaka, Yoshimi Nakagawa, Takashi Yamamoto, Ryuichiro Sato, Akimitsu Takahashi, Hirohito Sone, Naoya Yahagi, Hiroaki Suzuki, Hideo Toyoshima, dan Nobuhiro Yamada''.</ref>


p21 menghambat aktivitas CDK-2 dan CDK-4 dibawah regulasi [[p53]], dan menghentikan [[siklus sel]] pada fase G<sub>1</sub>. p21 merupakan salah satu penemuan penting pada awal tahun 1990 yang menjelaskan mekanisme terhentinya siklus sel setelah terpapar kerusakan [[DNA]], seperti yang disebabkan oleh [[radiasi]].
p21 menghambat aktivitas CDK-2 dan CDK-4 dibawah regulasi [[p53]], dan menghentikan [[siklus sel]] pada fase G<sub>1</sub>. p21 merupakan salah satu penemuan penting pada awal tahun 1990 yang menjelaskan mekanisme terhentinya siklus sel setelah terpapar kerusakan [[DNA]], seperti yang disebabkan oleh [[radiasi]].
Pada tahun 2006, ditemukan korelasi antara kandungan p21, yang tinggi di dalam [[sitoplasma]] [[sel punca]] hematopoietik dan resistansi terhadap [[infeksi]] seluler dari [[virus]] [[HIV-1]].
== Rujukan ==




== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=P21&oldid=22700710 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22700710 (2023-01-21T06:28:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=P21&oldid=22700710 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22700710 (2023-01-21T06:28:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.40

p21 () merupakan salah satu senyawa penghambat CDK yang memiliki berkas genetik CDKN1A,[1] dan aktivator yaitu faktor transkripsi SREBP-1a.[2]

p21 menghambat aktivitas CDK-2 dan CDK-4 dibawah regulasi p53, dan menghentikan siklus sel pada fase G1. p21 merupakan salah satu penemuan penting pada awal tahun 1990 yang menjelaskan mekanisme terhentinya siklus sel setelah terpapar kerusakan DNA, seperti yang disebabkan oleh radiasi.


Referensi

  1. CDKN1A cyclin-dependent kinase inhibitor 1A (p21, Cip1) [ Homo sapiens ]. Entrez Gene.
  2. Lipid Synthetic Transcription Factor SREBP-1a Activates p21 WAF1/CIP1 , a Universal Cyclin-Dependent Kinase Inhibitor. Department of Internal Medicine, Institute of Clinical Medicine, Center for Tsukuba Advanced Research Alliance, University of Tsukuba, Department of Applied Biological Chemistry, Graduate School of Agricultural and Life Sciences, University of Tokyo; Noriyuki Inoue, Hitoshi Shimano, Masanori Nakakuki, Takashi Matsuzaka, Yoshimi Nakagawa, Takashi Yamamoto, Ryuichiro Sato, Akimitsu Takahashi, Hirohito Sone, Naoya Yahagi, Hiroaki Suzuki, Hideo Toyoshima, dan Nobuhiro Yamada.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22700710 (2023-01-21T06:28:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.