Betalain: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28587436; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Betalain''' adalah [[pigmen tumbuhan]] yang memberi warna kuning, jingga, merah, dan ungu pada bagian daun dan buah. | [[File:Beets_produce-1.jpg|thumb|right|280px|Beets produce-1]] | ||
Salah satu contohnya adalah [[betasianin]] yaitu pigmen merah [[bit]] yang termasuk kelompok pigmen betalain merah dan kuning yang sejak lama dianggap berkaitan dengan [[antosianin]], walaupun betalain mengandung [[nitrogen]] tidak seperti antosianin. | |||
Baik betasianin merah maupun pigmen betalain lainnya, yaitu [[betaxantin]] kuning, rumus bangunnya tidak berkaitan dengan antosianin, dan antosianin serta betalain tidak terdapat secara bersamaan pada tumbuhan yang sama. | '''Betalain''' adalah [[pigmen tumbuhan]] yang memberi warna kuning, jingga, merah, dan ungu pada bagian daun dan buah.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
Betalain terbatas hanya pada 10 [[Famili (biologi)|famili]] tumbuhan yang semuanya adalah anggota [[ordo]] [[Caryophyllale]] yang tidak mempunyai antosianin. | Salah satu contohnya adalah [[betasianin]] yaitu pigmen merah [[bit]] yang termasuk kelompok pigmen betalain merah dan kuning yang sejak lama dianggap berkaitan dengan [[antosianin]], walaupun betalain mengandung [[nitrogen]] tidak seperti antosianin.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
Seperti halnya antosianin, sintesis betalain ditingkatkan oleh cahaya. | Baik betasianin merah maupun pigmen betalain lainnya, yaitu [[betaxantin]] kuning, rumus bangunnya tidak berkaitan dengan antosianin, dan antosianin serta betalain tidak terdapat secara bersamaan pada tumbuhan yang sama.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
Betalain terbatas hanya pada 10 [[Famili (biologi)|famili]] tumbuhan yang semuanya adalah anggota [[ordo]] [[Caryophyllale]] yang tidak mempunyai antosianin.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5</ref> | |||
Seperti halnya antosianin, sintesis betalain ditingkatkan oleh cahaya.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5</ref> | |||
== Jenis-jenis == | == Jenis-jenis == | ||
Salah satu anggota kelompok betalain yang banyak dikaji adalah [[betanin]] yang berasal dari akar bit merah.<ref>Sybil, P Parker. ''McGraw-Hill Dictionary of Biology''. McGraw-Hill Company. 1984.</ref> Hidrolisis senyawa ini menghasilkan [[glukosa]] dan [[betanidin]]. | |||
Salah satu anggota kelompok betalain yang banyak dikaji adalah [[betanin]] yang berasal dari akar bit merah. Hidrolisis senyawa ini menghasilkan [[glukosa]] dan [[betanidin]]. | |||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Fungsi betalain salah satunya adalah dalam hal penyerbukan seperti antosianin. Kemungkinan fungsi lainnya adalah perlindungan terhadap [[patogen]]. | Fungsi betalain salah satunya adalah dalam hal penyerbukan seperti antosianin.<ref>Piatelli M. 1981. ''The betalains:Structure, Biosynthesis, and Chemical Ta\axonomy''. dalam Conn EE (editor). The bichemistry of Plants, Vol. 7. Secondary Plant Products. New York: Plenum. Hal:557-626.ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Kemungkinan fungsi lainnya adalah perlindungan terhadap [[patogen]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2''. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 16: | Baris 17: | ||
* [[Klorofil]] | * [[Klorofil]] | ||
* [[Antosianin]] | * [[Antosianin]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://hariansehat.com/manfaat-dan-khasiat-buah-bit-untuk-kesehatan/ Buah Bit] | * [http://hariansehat.com/manfaat-dan-khasiat-buah-bit-untuk-kesehatan/ Buah Bit] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Betalain&oldid=28587436 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28587436 (2025-11-21T12:13:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.13

Betalain adalah pigmen tumbuhan yang memberi warna kuning, jingga, merah, dan ungu pada bagian daun dan buah.[1] Salah satu contohnya adalah betasianin yaitu pigmen merah bit yang termasuk kelompok pigmen betalain merah dan kuning yang sejak lama dianggap berkaitan dengan antosianin, walaupun betalain mengandung nitrogen tidak seperti antosianin.[2] Baik betasianin merah maupun pigmen betalain lainnya, yaitu betaxantin kuning, rumus bangunnya tidak berkaitan dengan antosianin, dan antosianin serta betalain tidak terdapat secara bersamaan pada tumbuhan yang sama.[3] Betalain terbatas hanya pada 10 famili tumbuhan yang semuanya adalah anggota ordo Caryophyllale yang tidak mempunyai antosianin.[4] Seperti halnya antosianin, sintesis betalain ditingkatkan oleh cahaya.[5]
Jenis-jenis
Salah satu anggota kelompok betalain yang banyak dikaji adalah betanin yang berasal dari akar bit merah.[6] Hidrolisis senyawa ini menghasilkan glukosa dan betanidin.
Fungsi
Fungsi betalain salah satunya adalah dalam hal penyerbukan seperti antosianin.[7] Kemungkinan fungsi lainnya adalah perlindungan terhadap patogen.[8]
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Sybil, P Parker. McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. 1984.
- ↑ Piatelli M. 1981. The betalains:Structure, Biosynthesis, and Chemical Ta\axonomy. dalam Conn EE (editor). The bichemistry of Plants, Vol. 7. Secondary Plant Products. New York: Plenum. Hal:557-626.ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:153. ISBN 979-8591-27-5
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28587436 (2025-11-21T12:13:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.