Lompat ke isi

Reserpin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579964; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Reserpin''' adalah obat yang digunakan untuk mengobati [[tekanan darah tinggi]], biasanya dikombinasikan dengan [[diuretik]] [[tiazida]] atau [[vasodilator]]. Uji klinis berskala besar telah menunjukkan bahwa pengobatan gabungan dengan reserpin ditambah diuretik tiazida mengurangi mortalitas pada penderita [[tekanan darah tinggi|hipertensi]]. Meskipun penggunaan reserpin sebagai obat tunggal telah menurun sejak pertama kali disetujui oleh FDA pada tahun 1955, penggunaan gabungan reserpin dan diuretik tiazid atau vasodilator masih direkomendasikan pada pasien yang tidak mencapai penurunan tekanan darah yang memadai dengan pengobatan obat lini pertama saja.
[[File:Reserpine.svg|thumb|right|280px|Reserpine]]


Tindakan antihipertensi reserpin sebagian besar disebabkan oleh efek antinoradrenergiknya, yang merupakan hasil dari kemampuannya untuk menguras [[katekolamina]] (di antara neurotransmiter monoamina lainnya) dari ujung [[sistem saraf simpatis|saraf simpatik]] [[sistem saraf tepi|perifer]]. Zat-zat ini biasanya terlibat dalam mengendalikan denyut jantung, kekuatan kontraksi jantung, dan resistensi [[pembuluh darah]] perifer.
'''Reserpin''' adalah obat yang digunakan untuk mengobati [[tekanan darah tinggi]], biasanya dikombinasikan dengan [[diuretik]] [[tiazida]] atau [[vasodilator]].<ref>''Combination drug treatment in hypertension''. ''Pharmacological Research''. November 2017. Vol. 125 (Pt B). hlm. 266–271. doi:10.1016/j.phrs.2017.09.011.</ref> Uji klinis berskala besar telah menunjukkan bahwa pengobatan gabungan dengan reserpin ditambah diuretik tiazida mengurangi mortalitas pada penderita [[tekanan darah tinggi|hipertensi]]. Meskipun penggunaan reserpin sebagai obat tunggal telah menurun sejak pertama kali disetujui oleh FDA pada tahun 1955,<ref>[http://drugcentral.org/drugcard/2370 Reserpine].</ref> penggunaan gabungan reserpin dan diuretik tiazid atau vasodilator masih direkomendasikan pada pasien yang tidak mencapai penurunan tekanan darah yang memadai dengan pengobatan obat lini pertama saja.<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_2014-02-05_311_5/page/507 2014 evidence-based guideline for the management of high blood pressure in adults: report from the panel members appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8)]. ''JAMA''. February 2014. Vol. 311 (5). hlm. 507–20. doi:10.1001/jama.2013.284427.</ref><ref>''Reserpine: A New Consideration of and Old Drug for Refractory Hypertension''. ''American Journal of Hypertension''. August 2020. Vol. 33 (8). hlm. 708–710. doi:10.1093/ajh/hpaa069.</ref><ref>''Getting to goal blood pressure: why reserpine deserves a second look''. ''Journal of Clinical Hypertension''. August 2007. Vol. 9 (8). hlm. 591–4. doi:10.1111/j.1524-6175.2007.07229.x.</ref>


Pada dosis 0,05 hingga 0,2 mg per hari, reserpin dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang paling umum adalah hidung tersumbat.
Tindakan antihipertensi reserpin sebagian besar disebabkan oleh efek antinoradrenergiknya, yang merupakan hasil dari kemampuannya untuk menguras [[katekolamina]] (di antara neurotransmiter monoamina lainnya) dari ujung [[sistem saraf simpatis|saraf simpatik]] [[sistem saraf tepi|perifer]]. Zat-zat ini biasanya terlibat dalam mengendalikan denyut jantung, kekuatan kontraksi jantung, dan resistensi [[pembuluh darah]] perifer.<ref>Forney, Barbara. [http://www.wedgewoodpharmacy.com/monographs/reserpine.asp Reserpine for Veterinary Use] Wedgewood Pharmacy. 2001-2002.</ref>


Reserpin juga telah digunakan untuk meredakan gejala psikotik. Sebuah tinjauan menemukan bahwa pada orang dengan [[skizofrenia]], reserpin dan [[klorpromazin]] memiliki tingkat efek samping yang sama, tetapi reserpin kurang efektif dibandingkan klorpromazin untuk memperbaiki kondisi global seseorang.
Pada dosis 0,05 hingga 0,2 mg per hari, reserpin dapat ditoleransi dengan baik.<ref>''Treatment of hypertension in older persons: what is the evidence?''. ''Drugs & Aging''. May 2014. Vol. 31 (5). hlm. 331–7. doi:10.1007/s40266-014-0171-7.</ref> Efek samping yang paling umum adalah hidung tersumbat.
 
Reserpin juga telah digunakan untuk meredakan gejala psikotik.<ref>''Natural Medicines for Psychotic Disorders: A Systematic Review''. ''The Journal of Nervous and Mental Disease''. February 2018. Vol. 206 (2). hlm. 81–101. doi:10.1097/NMD.0000000000000782.</ref> Sebuah tinjauan menemukan bahwa pada orang dengan [[skizofrenia]], reserpin dan [[klorpromazin]] memiliki tingkat efek samping yang sama, tetapi reserpin kurang efektif dibandingkan klorpromazin untuk memperbaiki kondisi global seseorang.<ref>''Chlorpromazine versus reserpine for schizophrenia''. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. April 2016. Vol. 2016 (4). hlm. CD012122. doi:10.1002/14651858.CD012122.pub2.</ref>


==Sejarah==
==Sejarah==
Reserpin diisolasi pada tahun 1952 dari akar kering ''Rauvolfia serpentina'' ([[pule pandak]]), yang dikenal sebagai ''Sarpagandha'' dan telah digunakan selama berabad-abad di India untuk mengobati kegilaan, serta demam dan gigitan ular. [[Mahatma Gandhi]] menggunakannya sebagai [[sedatif|obat penenang]]. Reserpin pertama kali digunakan di Amerika Serikat oleh Robert Wallace Wilkins pada tahun 1950. Struktur molekulnya dijelaskan pada tahun 1953 dan konfigurasi alaminya dipublikasikan pada tahun 1955. Reserpin diperkenalkan pada tahun 1954, dua tahun setelah klorpromazin. Sintesis total pertama dilakukan oleh [[Robert Burns Woodward]] pada tahun 1958.
Reserpin diisolasi pada tahun 1952 dari akar kering ''Rauvolfia serpentina'' ([[pule pandak]]),<ref>[http://www.mercksource.com/pp/us/cns/cns_hl_dorlands.jspzQzpgzEzzSzppdocszSzuszSzcommonzSzdorlandszSzdorlandzSzdmd_r_03zPzhtm#1093125 Rauwolfia] Dorlands Medical Dictionary. Merck Source. 2002.</ref> yang dikenal sebagai ''Sarpagandha'' dan telah digunakan selama berabad-abad di India untuk mengobati kegilaan, serta demam dan gigitan ular.<ref>[http://www.bartleby.com/65/re/reserpin.html Reserpine]. Columbia University Press. 2005.</ref> [[Mahatma Gandhi]] menggunakannya sebagai [[sedatif|obat penenang]].<ref>[https://web.archive.org/web/20080627161307/http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,857672,00.html Pills for Mental Illness?], ''TIME Magazine'', November 8, 1954</ref> Reserpin pertama kali digunakan di Amerika Serikat oleh Robert Wallace Wilkins pada tahun 1950. Struktur molekulnya dijelaskan pada tahun 1953 dan konfigurasi alaminya dipublikasikan pada tahun 1955.<ref>[https://archive.org/details/classicsintotals0000nico_p5l6 Classics in Total Synthesis]. VCH. 1996. hlm. [https://archive.org/details/classicsintotals0000nico_p5l6/page/55 55]. ISBN 978-3-527-29284-4.</ref> Reserpin diperkenalkan pada tahun 1954, dua tahun setelah klorpromazin.<ref>[http://www.arsxxi.com/Revistas/mostrararticulo.php?idarticulo=411106110 [Historical approach to reserpine discovery and its introduction in psychiatry]]. ''Actas Españolas de Psiquiatría''. 2004. Vol. 32 (6). hlm. 387–95.</ref> Sintesis total pertama dilakukan oleh [[Robert Burns Woodward]] pada tahun 1958.<ref>[https://archive.org/details/classicsintotals0000nico_p5l6 Classics in Total Synthesis]. VCH. 1996. hlm. [https://archive.org/details/classicsintotals0000nico_p5l6/page/55 55]. ISBN 978-3-527-29284-4.</ref>


Reserpin berpengaruh dalam mempromosikan pemikiran hipotesis amina biogenik [[depresi (psikologi)|depresi]]. Deplesi [[neurotransmiter]] monoamina yang diinduksi reserpin di [[sinapsis]] diduga menyebabkan depresi dan dikutip sebagai bukti bahwa "ketidakseimbangan kimia", yaitu rendahnya kadar neurotransmiter monoamina, adalah penyebab [[gangguan depresi mayor|depresi klinis]] pada manusia. Tinjauan tahun 2003 menunjukkan hampir tidak ada bukti bahwa reserpin benar-benar menyebabkan depresi pada pasien manusia atau model hewan. Khususnya, reserpin adalah senyawa pertama yang pernah terbukti menjadi antidepresan yang efektif dalam uji coba terkontrol [[plasebo]] acak. [[Tinjauan sistematis]] tahun 2022 menemukan bahwa penelitian tentang pengaruh reserpin pada suasana hati sangat tidak konsisten, dengan proporsi penelitian yang sama melaporkan efek depresogenik, tidak ada pengaruh pada suasana hati, dan efek [[antidepresan]]. Kualitas bukti terbatas, dan hanya sebagian kecil penelitian yang merupakan [[uji acak terkendali]]. Meskipun reserpin sendiri tidak dapat memberikan bukti yang kuat untuk hipotesis monoamina pada depresi, bukti lain mendukung gagasan bahwa peningkatan [[serotonin]] atau [[noradrenalin|norepinefrin]] dapat secara efektif mengobati depresi, seperti yang ditunjukkan oleh [[penghambat penyerapan kembali serotonin selektif|SSRI]], [[Penghambat penyerapan kembali serotonin-norepinefrin|SNRI]], dan [[antidepresan trisiklik]].
Reserpin berpengaruh dalam mempromosikan pemikiran hipotesis amina biogenik [[depresi (psikologi)|depresi]].<ref>''Mode of action of Rauwolfia alkaloids and motor activity''. ''Biol Psychiat''. 1959. Vol. 2. hlm. 75–81.</ref><ref>''Medicinal herbs and fungi : neurotoxicity vs. neuroprotection''. Springer. 2021. ISBN 978-981-334-140-1.</ref> Deplesi [[neurotransmiter]] monoamina yang diinduksi reserpin di [[sinapsis]] diduga menyebabkan depresi dan dikutip sebagai bukti bahwa "ketidakseimbangan kimia", yaitu rendahnya kadar neurotransmiter monoamina, adalah penyebab [[gangguan depresi mayor|depresi klinis]] pada manusia. Tinjauan tahun 2003 menunjukkan hampir tidak ada bukti bahwa reserpin benar-benar menyebabkan depresi pada pasien manusia atau model hewan.<ref>''The myth of reserpine-induced depression: role in the historical development of the monoamine hypothesis''. ''Journal of the History of the Neurosciences''. June 2003. Vol. 12 (2). hlm. 207–20. doi:10.1076/jhin.12.2.207.15535.</ref> Khususnya, reserpin adalah senyawa pertama yang pernah terbukti menjadi antidepresan yang efektif dalam uji coba terkontrol [[plasebo]] acak.<ref>''Reserpine in the treatment of anxious and depressed patients''. ''Lancet''. July 1955. Vol. 269 (6881). hlm. 117–20. doi:10.1016/s0140-6736(55)92118-8.</ref><ref>Healy, David. [https://archive.org/details/antidepressanter00heal The Antidepressant Era]. Harvard University Press. 1997. ISBN 978-0-674-03958-2.</ref> [[Tinjauan sistematis]] tahun 2022 menemukan bahwa penelitian tentang pengaruh reserpin pada suasana hati sangat tidak konsisten, dengan proporsi penelitian yang sama melaporkan efek depresogenik, tidak ada pengaruh pada suasana hati, dan efek [[antidepresan]]. Kualitas bukti terbatas, dan hanya sebagian kecil penelitian yang merupakan [[uji acak terkendali]].<ref>''The effects of reserpine on depression: A systematic review''. ''J Psychopharmacol''. August 2022. Vol. 37 (3). hlm. 248–260. doi:10.1177/02698811221115762.</ref> Meskipun reserpin sendiri tidak dapat memberikan bukti yang kuat untuk hipotesis monoamina pada depresi, bukti lain mendukung gagasan bahwa peningkatan [[serotonin]] atau [[noradrenalin|norepinefrin]] dapat secara efektif mengobati depresi, seperti yang ditunjukkan oleh [[penghambat penyerapan kembali serotonin selektif|SSRI]], [[Penghambat penyerapan kembali serotonin-norepinefrin|SNRI]], dan [[antidepresan trisiklik]].


==Kegunaan medis==
==Kegunaan medis==
Reserpin direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk mengobati hipertensi oleh JNC 8. Tinjauan [[Cochrane]] tahun 2016 menemukan reserpin sama efektifnya dengan obat antihipertensi lini pertama lainnya untuk menurunkan tekanan darah. Kombinasi diuretik reserpin-tiazid adalah salah satu dari sedikit pengobatan yang terbukti mengurangi mortalitas dalam uji acak terkendali ''Hypertension Detection and Follow-up Program, Veterans Administration Cooperative Study Group in Anti-hypertensive Agents'', dan ''Systolic Hypertension in the Elderly Program''. Selain itu, reserpin dimasukkan sebagai pilihan antihipertensi sekunder untuk pasien yang tidak mencapai target penurunan tekanan darah dalam studi ALLHAT.
Reserpin direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk mengobati hipertensi oleh JNC 8.<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_2014-02-05_311_5/page/507 2014 evidence-based guideline for the management of high blood pressure in adults: report from the panel members appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8)]. ''JAMA''. February 2014. Vol. 311 (5). hlm. 507–20. doi:10.1001/jama.2013.284427.</ref> Tinjauan [[Cochrane]] tahun 2016 menemukan reserpin sama efektifnya dengan obat antihipertensi lini pertama lainnya untuk menurunkan tekanan darah.<ref>''Blood pressure-lowering efficacy of reserpine for primary hypertension''. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. December 2016. Vol. 2016 (12). hlm. CD007655. doi:10.1002/14651858.CD007655.pub3.</ref> Kombinasi diuretik reserpin-tiazid adalah salah satu dari sedikit pengobatan yang terbukti mengurangi mortalitas dalam uji acak terkendali ''Hypertension Detection and Follow-up Program,<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_1979-12-07_242_23/page/2562 Five-year findings of the hypertension detection and follow-up program. I. Reduction in mortality of persons with high blood pressure, including mild hypertension. Hypertension Detection and Follow-up Program Cooperative Group]. ''JAMA''. December 1979. Vol. 242 (23). hlm. 2562–71. doi:10.1001/jama.242.23.2562. [http://gateway.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=linkout&SEARCH=490882.ui full text at OVID]</ref> Veterans Administration Cooperative Study Group in Anti-hypertensive Agents'',<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_1967-12-11_202_11/page/1028 Effects of treatment on morbidity in hypertension. Results in patients with diastolic blood pressures averaging 115 through 129 mm Hg]. ''JAMA''. December 1967. Vol. 202 (11). hlm. 1028–34. doi:10.1001/jama.202.11.1028.</ref> dan ''Systolic Hypertension in the Elderly Program''.<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_1991-06-26_265_24/page/3255 Prevention of stroke by antihypertensive drug treatment in older persons with isolated systolic hypertension. Final results of the Systolic Hypertension in the Elderly Program (SHEP). SHEP Cooperative Research Group]. ''JAMA''. June 1991. Vol. 265 (24). hlm. 3255–64. doi:10.1001/jama.265.24.3255.</ref> Selain itu, reserpin dimasukkan sebagai pilihan antihipertensi sekunder untuk pasien yang tidak mencapai target penurunan tekanan darah dalam studi ALLHAT.<ref>ALLHAT Officers and Coordinators for the ALLHAT Collaborative Research Group. The Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial. [http://jama.ama-assn.org/cgi/content/full/288/23/2981 Major outcomes in high-risk hypertensive patients randomized to angiotensin-converting enzyme inhibitor or calcium channel blocker vs diuretic: The Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT)]. ''JAMA''. December 2002. Vol. 288 (23). hlm. 2981–97. doi:10.1001/jama.288.23.2981.</ref>


Sebelumnya, reserpin digunakan untuk mengobati gejala diskinesia pada pasien dengan [[penyakit Huntington]], tetapi [[pengobatan alternatif]] lebih disukai saat ini.
Sebelumnya, reserpin digunakan untuk mengobati gejala diskinesia pada pasien dengan [[penyakit Huntington]],<ref>Shen, Howard. ''Illustrated Pharmacology Memory Cards: PharMnemonics''. Minireview. 2008. hlm. 11. ISBN 978-1-59541-101-3.</ref> tetapi [[pengobatan alternatif]] lebih disukai saat ini.<ref>''Levodopa-induced dyskinesia in Parkinson's disease: clinical features, pathogenesis, prevention and treatment''. ''Postgraduate Medical Journal''. June 2007. Vol. 83 (980). hlm. 384–8. doi:10.1136/pgmj.2006.054759.</ref>


Dosis harian reserpin dalam pengobatan antihipertensi serendah 0,05 hingga 0,25 mg. Penggunaan reserpin sebagai obat antipsikotik hampir sepenuhnya ditinggalkan, tetapi baru-baru ini reserpin kembali digunakan sebagai pengobatan tambahan, dikombinasikan dengan antipsikotik lain, sehingga pasien yang lebih refrakter mendapatkan blokade dopamin dari antipsikotik lain, dan penipisan dopamin dari reserpin. Dosis untuk tujuan tambahan semacam ini dapat dijaga tetap rendah, sehingga menghasilkan tolerabilitas yang lebih baik. Awalnya dosis 0,5 mg hingga 40 mg setiap hari digunakan untuk mengobati penyakit psikotik.
Dosis harian reserpin dalam pengobatan antihipertensi serendah 0,05 hingga 0,25 mg. Penggunaan reserpin sebagai obat antipsikotik hampir sepenuhnya ditinggalkan, tetapi baru-baru ini reserpin kembali digunakan sebagai pengobatan tambahan, dikombinasikan dengan antipsikotik lain, sehingga pasien yang lebih refrakter mendapatkan blokade dopamin dari antipsikotik lain, dan penipisan dopamin dari reserpin. Dosis untuk tujuan tambahan semacam ini dapat dijaga tetap rendah, sehingga menghasilkan tolerabilitas yang lebih baik. Awalnya dosis 0,5 mg hingga 40 mg setiap hari digunakan untuk mengobati penyakit psikotik.
Baris 22: Baris 24:


==Efek samping==
==Efek samping==
Pada dosis kurang dari 0,2 mg/hari reserpin memiliki sedikit efek samping, yang paling umum adalah hidung tersumbat.
Pada dosis kurang dari 0,2 mg/hari reserpin memiliki sedikit efek samping, yang paling umum adalah hidung tersumbat.<ref>''Antihypertensive drug side effects in the Hypertension Detection and Follow-up Program''. ''Hypertension''. March 1988. Vol. 11 (3 Pt 2). hlm. II51-5. doi:10.1161/01.hyp.11.3_pt_2.ii51.</ref>


Reserpin dapat menyebabkan hidung tersumbat, mual, muntah, penambahan berat badan, intoleransi lambung, ulserasi lambung (akibat peningkatan aktivitas kolinergik pada jaringan lambung dan gangguan kualitas mukosa), kram perut, dan diare. Obat ini menyebabkan [[tekanan darah rendah|hipotensi]] dan [[bradikardia]] serta dapat memperburuk [[asma]]. Hidung tersumbat dan [[disfungsi ereksi]] merupakan konsekuensi lain dari blokade alfa.
Reserpin dapat menyebabkan hidung tersumbat, mual, muntah, penambahan berat badan, intoleransi lambung, ulserasi lambung (akibat peningkatan aktivitas kolinergik pada jaringan lambung dan gangguan kualitas mukosa), kram perut, dan diare. Obat ini menyebabkan [[tekanan darah rendah|hipotensi]] dan [[bradikardia]] serta dapat memperburuk [[asma]]. Hidung tersumbat dan [[disfungsi ereksi]] merupakan konsekuensi lain dari blokade alfa.<ref>AJ Giannini, HR Black. Psychiatric, Psychogenic, and Somatopsychic Disorders Handbook. Garden City, NY. Medical Examination Publishing, 1978. Pg. 233. .</ref>


Efek [[sistem saraf pusat]] pada dosis yang lebih tinggi (0,5 mg atau lebih tinggi) meliputi kantuk, [[pusing]], mimpi buruk, parkinsonisme, kelemahan umum, dan kelelahan.
Efek [[sistem saraf pusat]] pada dosis yang lebih tinggi (0,5 mg atau lebih tinggi) meliputi kantuk, [[pusing]], mimpi buruk, parkinsonisme, kelemahan umum, dan kelelahan.<ref>''Short term dietary fish oil supplementation improves motor deficiencies related to reserpine-induced parkinsonism in rats''. ''Lipids''. February 2011. Vol. 46 (2). hlm. 143–9. doi:10.1007/s11745-010-3514-0.</ref>


Studi dosis tinggi pada [[hewan pengerat]] menemukan reserpin menyebabkan fibroadenoma payudara, tumor ganas vesikula seminalis, dan lain-lain. Dugaan awal bahwa reserpin menyebabkan [[kanker payudara]] pada wanita (risikonya kira-kira dua kali lipat) belum dikonfirmasi. Obat ini juga dapat menyebabkan hiperprolaktinemia.
Studi dosis tinggi pada [[hewan pengerat]] menemukan reserpin menyebabkan fibroadenoma payudara, tumor ganas vesikula seminalis, dan lain-lain. Dugaan awal bahwa reserpin menyebabkan [[kanker payudara]] pada wanita (risikonya kira-kira dua kali lipat) belum dikonfirmasi. Obat ini juga dapat menyebabkan hiperprolaktinemia.<ref>AJ Giannini, HR Black. Psychiatric, Psychogenic, and Somatopsychic Disorders Handbook. Garden City, NY. Medical Examination Publishing, 1978. Pg. 233. .</ref>


Reserpin masuk ke dalam [[air susu ibu|ASI]] dan berbahaya bagi bayi yang disusui, oleh karena itu harus dihindari selama [[menyusui]] jika memungkinkan.
Reserpin masuk ke dalam [[air susu ibu|ASI]] dan berbahaya bagi bayi yang disusui, oleh karena itu harus dihindari selama [[menyusui]] jika memungkinkan.<ref>[http://www.kidsgrowth.org/resources/articledetail.cfm?id=471 kidsgrowth.org Drugs and Other Substances in Breast Milk] Retrieved on June 19, 2009</ref>


Reserpin dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berlebihan pada dosis yang diperlukan untuk pengobatan [[kegelisahan|kecemasan]], depresi, atau [[psikosis]].
Reserpin dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berlebihan pada dosis yang diperlukan untuk pengobatan [[kegelisahan|kecemasan]], depresi, atau [[psikosis]].<ref>[https://archive.org/details/biopsychology0000pine_s7c3 Biopsychology]. Allyn & Bacon. 2011. hlm. [https://archive.org/details/biopsychology0000pine_s7c3/page/n496 469]. ISBN 978-0-205-83256-9.</ref>


==Mekanisme kerja==
==Mekanisme kerja==
Reserpin secara ireversibel memblokir transporter monoamina vesikular yang digabungkan dengan H<sup>+</sup>, VMAT1 dan VMAT2. VMAT1 sebagian besar diekspresikan dalam sel neuroendokrin. VMAT2 sebagian besar diekspresikan dalam neuron. Jadi, blokade VMAT2 neuronal oleh reserpin menghambat penyerapan dan mengurangi penyimpanan neurotransmiter monoamina norepinefrin, [[dopamin]], [[serotonin]], dan [[histamin]] dalam vesikel sinaptik neuron. VMAT2 biasanya mengangkut norepinefrin, serotonin, dan dopamin intraseluler bebas di terminal saraf presinaptik ke dalam vesikel presinaptik untuk pelepasan selanjutnya ke celah sinaptik ("[[eksositosis]]"). Neurotransmiter yang tidak dilindungi dimetabolisme oleh oksidase monoamina (serta oleh COMT), melekat pada membran luar mitokondria dalam sitosol terminal akson, dan akibatnya tidak pernah merangsang sel pascasinaptik. Dengan demikian, reserpin meningkatkan pembuangan neurotransmiter monoamina dari neuron, sehingga mengurangi ukuran kumpulan neurotransmiter, dan dengan demikian mengurangi amplitudo pelepasan neurotransmiter. Karena tubuh membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk mengisi kembali VMAT yang terkuras, efek reserpin bertahan lama.
Reserpin secara ireversibel memblokir transporter monoamina vesikular yang digabungkan dengan H<sup>+</sup>, VMAT1 dan VMAT2. VMAT1 sebagian besar diekspresikan dalam sel neuroendokrin. VMAT2 sebagian besar diekspresikan dalam neuron. Jadi, blokade VMAT2 neuronal oleh reserpin menghambat penyerapan dan mengurangi penyimpanan neurotransmiter monoamina norepinefrin, [[dopamin]], [[serotonin]], dan [[histamin]] dalam vesikel sinaptik neuron.<ref>''The ins and outs of vesicular monoamine transporters''. ''The Journal of General Physiology''. May 2018. Vol. 150 (5). hlm. 671–682. doi:10.1085/jgp.201711980.</ref> VMAT2 biasanya mengangkut norepinefrin, serotonin, dan dopamin intraseluler bebas di terminal saraf presinaptik ke dalam vesikel presinaptik untuk pelepasan selanjutnya ke celah sinaptik ("[[eksositosis]]"). Neurotransmiter yang tidak dilindungi dimetabolisme oleh oksidase monoamina (serta oleh COMT), melekat pada membran luar mitokondria dalam sitosol terminal akson, dan akibatnya tidak pernah merangsang sel pascasinaptik. Dengan demikian, reserpin meningkatkan pembuangan neurotransmiter monoamina dari neuron, sehingga mengurangi ukuran kumpulan neurotransmiter, dan dengan demikian mengurangi amplitudo pelepasan neurotransmiter.<ref>''VMAT2: a dynamic regulator of brain monoaminergic neuronal function interacting with drugs of abuse''. ''Annals of the New York Academy of Sciences''. January 2011. Vol. 1216 (1). hlm. 86–98. doi:10.1111/j.1749-6632.2010.05906.x.</ref> Karena tubuh membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk mengisi kembali VMAT yang terkuras, efek reserpin bertahan lama.<ref>''Regulation of the Dopamine and Vesicular Monoamine Transporters: Pharmacological Targets and Implications for Disease''. ''Pharmacological Reviews''. October 2015. Vol. 67 (4). hlm. 1005–24. doi:10.1124/pr.114.010397.</ref>


==Jalur biosintesis==
==Jalur biosintesis==
Reserpin adalah salah satu dari lusinan [[alkaloid]] [[indola]] yang diisolasi dari tanaman ''[[pule pandak|Rauvolfia serpentina]]''. Pada tanaman ''[[Rauvolfia]]'', triptofan adalah bahan awal dalam jalur biosintesis reserpin, dan diubah menjadi triptamin oleh enzim triptofan dekarboksilase. Triptamin digabungkan dengan sekologanin dengan adanya enzim strikosidina sintetase dan menghasilkan strikosidina. Berbagai reaksi konversi enzimatik mengarah pada sintesis reserpin dari strikosidina.
Reserpin adalah salah satu dari lusinan [[alkaloid]] [[indola]] yang diisolasi dari tanaman ''[[pule pandak|Rauvolfia serpentina]]''.<ref>[http://waynesword.palomar.edu/chemid2.htm#indole "Indole Alkaloids"] ''Major Types Of Chemical Compounds In Plants & Animals Part II: Phenolic Compounds, Glycosides & Alkaloids.'' Wayne's Word: An On-Line Textbook of Natural History. 2005.</ref> Pada tanaman ''[[Rauvolfia]]'', triptofan adalah bahan awal dalam jalur biosintesis reserpin, dan diubah menjadi triptamin oleh enzim triptofan dekarboksilase. Triptamin digabungkan dengan sekologanin dengan adanya enzim strikosidina sintetase dan menghasilkan strikosidina. Berbagai reaksi konversi enzimatik mengarah pada sintesis reserpin dari strikosidina.<ref>Ramawat et al, 1999.[https://archive.org/details/biotechnologysec0000unse_o8n5 Medicinal Plants in Biotechnology- Secondary metabolites 2nd edition 2007]. Oxford and IBH, India. 2007-01-01. hlm. [https://archive.org/details/biotechnologysec0000unse_o8n5/page/66 66]–367. ISBN 978-1-57808-428-9.</ref>


==Kegunaan pada hewan==
==Kegunaan pada hewan==
Reserpin digunakan sebagai obat penenang jangka panjang untuk menenangkan kuda yang mudah bersemangat atau sulit diatur dan telah digunakan secara ilegal untuk menenangkan kuda pertunjukan, kuda yang dijual, dan dalam situasi lain di mana kuda yang "lebih tenang" mungkin diinginkan.
Reserpin digunakan sebagai obat penenang jangka panjang untuk menenangkan kuda yang mudah bersemangat atau sulit diatur dan telah digunakan secara ilegal untuk menenangkan kuda pertunjukan, kuda yang dijual, dan dalam situasi lain di mana kuda yang "lebih tenang" mungkin diinginkan.<ref>Forney B. Reserpine for veterinary use. Available at http://www.wedgewoodpetrx.com/learning-center/professional-monographs/reserpine-for-veterinary-use.html.</ref>


==Penelitian==
==Penelitian==
===Model hewan untuk depresi dan amotivasi===
===Model hewan untuk depresi dan amotivasi===
Mirip dengan [[tetrabenazin]], reserpin melalui penipisan neurotransmiter monoamina, menghasilkan efek seperti depresi dan kurangnya [[motivasi]] atau gejala seperti [[kelelahan]] pada hewan. Hal ini dapat berguna dalam mengevaluasi antidepresan baru dan agen seperti psiko[[stimulan]].
Mirip dengan [[tetrabenazin]], reserpin melalui penipisan neurotransmiter monoamina, menghasilkan efek seperti depresi dan kurangnya [[motivasi]] atau gejala seperti [[kelelahan]] pada hewan. Hal ini dapat berguna dalam mengevaluasi antidepresan baru dan agen seperti psiko[[stimulan]].<ref>''Animal models of fatigue in major depressive disorder''. ''Physiol Behav''. February 2019. Vol. 199. hlm. 300–305. doi:10.1016/j.physbeh.2018.11.042.</ref><ref>''Activational and effort-related aspects of motivation: neural mechanisms and implications for psychopathology''. ''Brain''. May 2016. Vol. 139 (Pt 5). hlm. 1325–1347. doi:10.1093/brain/aww050.</ref>


===Efek antibakteri===
===Efek antibakteri===
Reserpin menghambat pembentukan biofilm oleh ''[[Staphylococcus aureus]]'' dan menghambat aktivitas metabolisme [[bakteri]] yang ada dalam biofilm.
Reserpin menghambat pembentukan biofilm oleh ''[[Staphylococcus aureus]]'' dan menghambat aktivitas metabolisme [[bakteri]] yang ada dalam biofilm.<ref>''Reserpine attenuates biofilm formation and virulence of Staphylococcus aureus''. ''Microbial Pathogenesis''. January 2020. Vol. 138. hlm. 103790. doi:10.1016/j.micpath.2019.103790.</ref>
 
==Referensi==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 57: Baris 57:
* [https://www.organic-chemistry.org/Highlights/2006/01May.shtm The Stork Synthesis of (−)-Reserpine]
* [https://www.organic-chemistry.org/Highlights/2006/01May.shtm The Stork Synthesis of (−)-Reserpine]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reserpin&oldid=29579964 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579964 (2026-08-15T02:48:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reserpin&oldid=29579964 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579964 (2026-08-15T02:48:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.05

Reserpine

Reserpin adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, biasanya dikombinasikan dengan diuretik tiazida atau vasodilator.[1] Uji klinis berskala besar telah menunjukkan bahwa pengobatan gabungan dengan reserpin ditambah diuretik tiazida mengurangi mortalitas pada penderita hipertensi. Meskipun penggunaan reserpin sebagai obat tunggal telah menurun sejak pertama kali disetujui oleh FDA pada tahun 1955,[2] penggunaan gabungan reserpin dan diuretik tiazid atau vasodilator masih direkomendasikan pada pasien yang tidak mencapai penurunan tekanan darah yang memadai dengan pengobatan obat lini pertama saja.[3][4][5]

Tindakan antihipertensi reserpin sebagian besar disebabkan oleh efek antinoradrenergiknya, yang merupakan hasil dari kemampuannya untuk menguras katekolamina (di antara neurotransmiter monoamina lainnya) dari ujung saraf simpatik perifer. Zat-zat ini biasanya terlibat dalam mengendalikan denyut jantung, kekuatan kontraksi jantung, dan resistensi pembuluh darah perifer.[6]

Pada dosis 0,05 hingga 0,2 mg per hari, reserpin dapat ditoleransi dengan baik.[7] Efek samping yang paling umum adalah hidung tersumbat.

Reserpin juga telah digunakan untuk meredakan gejala psikotik.[8] Sebuah tinjauan menemukan bahwa pada orang dengan skizofrenia, reserpin dan klorpromazin memiliki tingkat efek samping yang sama, tetapi reserpin kurang efektif dibandingkan klorpromazin untuk memperbaiki kondisi global seseorang.[9]

Sejarah

Reserpin diisolasi pada tahun 1952 dari akar kering Rauvolfia serpentina (pule pandak),[10] yang dikenal sebagai Sarpagandha dan telah digunakan selama berabad-abad di India untuk mengobati kegilaan, serta demam dan gigitan ular.[11] Mahatma Gandhi menggunakannya sebagai obat penenang.[12] Reserpin pertama kali digunakan di Amerika Serikat oleh Robert Wallace Wilkins pada tahun 1950. Struktur molekulnya dijelaskan pada tahun 1953 dan konfigurasi alaminya dipublikasikan pada tahun 1955.[13] Reserpin diperkenalkan pada tahun 1954, dua tahun setelah klorpromazin.[14] Sintesis total pertama dilakukan oleh Robert Burns Woodward pada tahun 1958.[15]

Reserpin berpengaruh dalam mempromosikan pemikiran hipotesis amina biogenik depresi.[16][17] Deplesi neurotransmiter monoamina yang diinduksi reserpin di sinapsis diduga menyebabkan depresi dan dikutip sebagai bukti bahwa "ketidakseimbangan kimia", yaitu rendahnya kadar neurotransmiter monoamina, adalah penyebab depresi klinis pada manusia. Tinjauan tahun 2003 menunjukkan hampir tidak ada bukti bahwa reserpin benar-benar menyebabkan depresi pada pasien manusia atau model hewan.[18] Khususnya, reserpin adalah senyawa pertama yang pernah terbukti menjadi antidepresan yang efektif dalam uji coba terkontrol plasebo acak.[19][20] Tinjauan sistematis tahun 2022 menemukan bahwa penelitian tentang pengaruh reserpin pada suasana hati sangat tidak konsisten, dengan proporsi penelitian yang sama melaporkan efek depresogenik, tidak ada pengaruh pada suasana hati, dan efek antidepresan. Kualitas bukti terbatas, dan hanya sebagian kecil penelitian yang merupakan uji acak terkendali.[21] Meskipun reserpin sendiri tidak dapat memberikan bukti yang kuat untuk hipotesis monoamina pada depresi, bukti lain mendukung gagasan bahwa peningkatan serotonin atau norepinefrin dapat secara efektif mengobati depresi, seperti yang ditunjukkan oleh SSRI, SNRI, dan antidepresan trisiklik.

Kegunaan medis

Reserpin direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk mengobati hipertensi oleh JNC 8.[22] Tinjauan Cochrane tahun 2016 menemukan reserpin sama efektifnya dengan obat antihipertensi lini pertama lainnya untuk menurunkan tekanan darah.[23] Kombinasi diuretik reserpin-tiazid adalah salah satu dari sedikit pengobatan yang terbukti mengurangi mortalitas dalam uji acak terkendali Hypertension Detection and Follow-up Program,[24] Veterans Administration Cooperative Study Group in Anti-hypertensive Agents,[25] dan Systolic Hypertension in the Elderly Program.[26] Selain itu, reserpin dimasukkan sebagai pilihan antihipertensi sekunder untuk pasien yang tidak mencapai target penurunan tekanan darah dalam studi ALLHAT.[27]

Sebelumnya, reserpin digunakan untuk mengobati gejala diskinesia pada pasien dengan penyakit Huntington,[28] tetapi pengobatan alternatif lebih disukai saat ini.[29]

Dosis harian reserpin dalam pengobatan antihipertensi serendah 0,05 hingga 0,25 mg. Penggunaan reserpin sebagai obat antipsikotik hampir sepenuhnya ditinggalkan, tetapi baru-baru ini reserpin kembali digunakan sebagai pengobatan tambahan, dikombinasikan dengan antipsikotik lain, sehingga pasien yang lebih refrakter mendapatkan blokade dopamin dari antipsikotik lain, dan penipisan dopamin dari reserpin. Dosis untuk tujuan tambahan semacam ini dapat dijaga tetap rendah, sehingga menghasilkan tolerabilitas yang lebih baik. Awalnya dosis 0,5 mg hingga 40 mg setiap hari digunakan untuk mengobati penyakit psikotik.

Dosis yang melebihi 3 mg setiap hari sering kali memerlukan penggunaan obat antikolinergik untuk mengatasi aktivitas kolinergik yang berlebihan di banyak bagian tubuh serta parkinsonisme. Untuk pengobatan tambahan, dosis biasanya dijaga pada atau di bawah 0,25 mg dua kali sehari.

Efek samping

Pada dosis kurang dari 0,2 mg/hari reserpin memiliki sedikit efek samping, yang paling umum adalah hidung tersumbat.[30]

Reserpin dapat menyebabkan hidung tersumbat, mual, muntah, penambahan berat badan, intoleransi lambung, ulserasi lambung (akibat peningkatan aktivitas kolinergik pada jaringan lambung dan gangguan kualitas mukosa), kram perut, dan diare. Obat ini menyebabkan hipotensi dan bradikardia serta dapat memperburuk asma. Hidung tersumbat dan disfungsi ereksi merupakan konsekuensi lain dari blokade alfa.[31]

Efek sistem saraf pusat pada dosis yang lebih tinggi (0,5 mg atau lebih tinggi) meliputi kantuk, pusing, mimpi buruk, parkinsonisme, kelemahan umum, dan kelelahan.[32]

Studi dosis tinggi pada hewan pengerat menemukan reserpin menyebabkan fibroadenoma payudara, tumor ganas vesikula seminalis, dan lain-lain. Dugaan awal bahwa reserpin menyebabkan kanker payudara pada wanita (risikonya kira-kira dua kali lipat) belum dikonfirmasi. Obat ini juga dapat menyebabkan hiperprolaktinemia.[33]

Reserpin masuk ke dalam ASI dan berbahaya bagi bayi yang disusui, oleh karena itu harus dihindari selama menyusui jika memungkinkan.[34]

Reserpin dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berlebihan pada dosis yang diperlukan untuk pengobatan kecemasan, depresi, atau psikosis.[35]

Mekanisme kerja

Reserpin secara ireversibel memblokir transporter monoamina vesikular yang digabungkan dengan H+, VMAT1 dan VMAT2. VMAT1 sebagian besar diekspresikan dalam sel neuroendokrin. VMAT2 sebagian besar diekspresikan dalam neuron. Jadi, blokade VMAT2 neuronal oleh reserpin menghambat penyerapan dan mengurangi penyimpanan neurotransmiter monoamina norepinefrin, dopamin, serotonin, dan histamin dalam vesikel sinaptik neuron.[36] VMAT2 biasanya mengangkut norepinefrin, serotonin, dan dopamin intraseluler bebas di terminal saraf presinaptik ke dalam vesikel presinaptik untuk pelepasan selanjutnya ke celah sinaptik ("eksositosis"). Neurotransmiter yang tidak dilindungi dimetabolisme oleh oksidase monoamina (serta oleh COMT), melekat pada membran luar mitokondria dalam sitosol terminal akson, dan akibatnya tidak pernah merangsang sel pascasinaptik. Dengan demikian, reserpin meningkatkan pembuangan neurotransmiter monoamina dari neuron, sehingga mengurangi ukuran kumpulan neurotransmiter, dan dengan demikian mengurangi amplitudo pelepasan neurotransmiter.[37] Karena tubuh membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk mengisi kembali VMAT yang terkuras, efek reserpin bertahan lama.[38]

Jalur biosintesis

Reserpin adalah salah satu dari lusinan alkaloid indola yang diisolasi dari tanaman Rauvolfia serpentina.[39] Pada tanaman Rauvolfia, triptofan adalah bahan awal dalam jalur biosintesis reserpin, dan diubah menjadi triptamin oleh enzim triptofan dekarboksilase. Triptamin digabungkan dengan sekologanin dengan adanya enzim strikosidina sintetase dan menghasilkan strikosidina. Berbagai reaksi konversi enzimatik mengarah pada sintesis reserpin dari strikosidina.[40]

Kegunaan pada hewan

Reserpin digunakan sebagai obat penenang jangka panjang untuk menenangkan kuda yang mudah bersemangat atau sulit diatur dan telah digunakan secara ilegal untuk menenangkan kuda pertunjukan, kuda yang dijual, dan dalam situasi lain di mana kuda yang "lebih tenang" mungkin diinginkan.[41]

Penelitian

Model hewan untuk depresi dan amotivasi

Mirip dengan tetrabenazin, reserpin melalui penipisan neurotransmiter monoamina, menghasilkan efek seperti depresi dan kurangnya motivasi atau gejala seperti kelelahan pada hewan. Hal ini dapat berguna dalam mengevaluasi antidepresan baru dan agen seperti psikostimulan.[42][43]

Efek antibakteri

Reserpin menghambat pembentukan biofilm oleh Staphylococcus aureus dan menghambat aktivitas metabolisme bakteri yang ada dalam biofilm.[44]

Pranala luar

Referensi

  1. Combination drug treatment in hypertension. Pharmacological Research. November 2017. Vol. 125 (Pt B). hlm. 266–271. doi:10.1016/j.phrs.2017.09.011.
  2. Reserpine.
  3. 2014 evidence-based guideline for the management of high blood pressure in adults: report from the panel members appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8). JAMA. February 2014. Vol. 311 (5). hlm. 507–20. doi:10.1001/jama.2013.284427.
  4. Reserpine: A New Consideration of and Old Drug for Refractory Hypertension. American Journal of Hypertension. August 2020. Vol. 33 (8). hlm. 708–710. doi:10.1093/ajh/hpaa069.
  5. Getting to goal blood pressure: why reserpine deserves a second look. Journal of Clinical Hypertension. August 2007. Vol. 9 (8). hlm. 591–4. doi:10.1111/j.1524-6175.2007.07229.x.
  6. Forney, Barbara. Reserpine for Veterinary Use Wedgewood Pharmacy. 2001-2002.
  7. Treatment of hypertension in older persons: what is the evidence?. Drugs & Aging. May 2014. Vol. 31 (5). hlm. 331–7. doi:10.1007/s40266-014-0171-7.
  8. Natural Medicines for Psychotic Disorders: A Systematic Review. The Journal of Nervous and Mental Disease. February 2018. Vol. 206 (2). hlm. 81–101. doi:10.1097/NMD.0000000000000782.
  9. Chlorpromazine versus reserpine for schizophrenia. The Cochrane Database of Systematic Reviews. April 2016. Vol. 2016 (4). hlm. CD012122. doi:10.1002/14651858.CD012122.pub2.
  10. Rauwolfia Dorlands Medical Dictionary. Merck Source. 2002.
  11. Reserpine. Columbia University Press. 2005.
  12. Pills for Mental Illness?, TIME Magazine, November 8, 1954
  13. Classics in Total Synthesis. VCH. 1996. hlm. 55. ISBN 978-3-527-29284-4.
  14. [Historical approach to reserpine discovery and its introduction in psychiatry]. Actas Españolas de Psiquiatría. 2004. Vol. 32 (6). hlm. 387–95.
  15. Classics in Total Synthesis. VCH. 1996. hlm. 55. ISBN 978-3-527-29284-4.
  16. Mode of action of Rauwolfia alkaloids and motor activity. Biol Psychiat. 1959. Vol. 2. hlm. 75–81.
  17. Medicinal herbs and fungi : neurotoxicity vs. neuroprotection. Springer. 2021. ISBN 978-981-334-140-1.
  18. The myth of reserpine-induced depression: role in the historical development of the monoamine hypothesis. Journal of the History of the Neurosciences. June 2003. Vol. 12 (2). hlm. 207–20. doi:10.1076/jhin.12.2.207.15535.
  19. Reserpine in the treatment of anxious and depressed patients. Lancet. July 1955. Vol. 269 (6881). hlm. 117–20. doi:10.1016/s0140-6736(55)92118-8.
  20. Healy, David. The Antidepressant Era. Harvard University Press. 1997. ISBN 978-0-674-03958-2.
  21. The effects of reserpine on depression: A systematic review. J Psychopharmacol. August 2022. Vol. 37 (3). hlm. 248–260. doi:10.1177/02698811221115762.
  22. 2014 evidence-based guideline for the management of high blood pressure in adults: report from the panel members appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8). JAMA. February 2014. Vol. 311 (5). hlm. 507–20. doi:10.1001/jama.2013.284427.
  23. Blood pressure-lowering efficacy of reserpine for primary hypertension. The Cochrane Database of Systematic Reviews. December 2016. Vol. 2016 (12). hlm. CD007655. doi:10.1002/14651858.CD007655.pub3.
  24. Five-year findings of the hypertension detection and follow-up program. I. Reduction in mortality of persons with high blood pressure, including mild hypertension. Hypertension Detection and Follow-up Program Cooperative Group. JAMA. December 1979. Vol. 242 (23). hlm. 2562–71. doi:10.1001/jama.242.23.2562. full text at OVID
  25. Effects of treatment on morbidity in hypertension. Results in patients with diastolic blood pressures averaging 115 through 129 mm Hg. JAMA. December 1967. Vol. 202 (11). hlm. 1028–34. doi:10.1001/jama.202.11.1028.
  26. Prevention of stroke by antihypertensive drug treatment in older persons with isolated systolic hypertension. Final results of the Systolic Hypertension in the Elderly Program (SHEP). SHEP Cooperative Research Group. JAMA. June 1991. Vol. 265 (24). hlm. 3255–64. doi:10.1001/jama.265.24.3255.
  27. ALLHAT Officers and Coordinators for the ALLHAT Collaborative Research Group. The Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial. Major outcomes in high-risk hypertensive patients randomized to angiotensin-converting enzyme inhibitor or calcium channel blocker vs diuretic: The Antihypertensive and Lipid-Lowering Treatment to Prevent Heart Attack Trial (ALLHAT). JAMA. December 2002. Vol. 288 (23). hlm. 2981–97. doi:10.1001/jama.288.23.2981.
  28. Shen, Howard. Illustrated Pharmacology Memory Cards: PharMnemonics. Minireview. 2008. hlm. 11. ISBN 978-1-59541-101-3.
  29. Levodopa-induced dyskinesia in Parkinson's disease: clinical features, pathogenesis, prevention and treatment. Postgraduate Medical Journal. June 2007. Vol. 83 (980). hlm. 384–8. doi:10.1136/pgmj.2006.054759.
  30. Antihypertensive drug side effects in the Hypertension Detection and Follow-up Program. Hypertension. March 1988. Vol. 11 (3 Pt 2). hlm. II51-5. doi:10.1161/01.hyp.11.3_pt_2.ii51.
  31. AJ Giannini, HR Black. Psychiatric, Psychogenic, and Somatopsychic Disorders Handbook. Garden City, NY. Medical Examination Publishing, 1978. Pg. 233. .
  32. Short term dietary fish oil supplementation improves motor deficiencies related to reserpine-induced parkinsonism in rats. Lipids. February 2011. Vol. 46 (2). hlm. 143–9. doi:10.1007/s11745-010-3514-0.
  33. AJ Giannini, HR Black. Psychiatric, Psychogenic, and Somatopsychic Disorders Handbook. Garden City, NY. Medical Examination Publishing, 1978. Pg. 233. .
  34. kidsgrowth.org Drugs and Other Substances in Breast Milk Retrieved on June 19, 2009
  35. Biopsychology. Allyn & Bacon. 2011. hlm. 469. ISBN 978-0-205-83256-9.
  36. The ins and outs of vesicular monoamine transporters. The Journal of General Physiology. May 2018. Vol. 150 (5). hlm. 671–682. doi:10.1085/jgp.201711980.
  37. VMAT2: a dynamic regulator of brain monoaminergic neuronal function interacting with drugs of abuse. Annals of the New York Academy of Sciences. January 2011. Vol. 1216 (1). hlm. 86–98. doi:10.1111/j.1749-6632.2010.05906.x.
  38. Regulation of the Dopamine and Vesicular Monoamine Transporters: Pharmacological Targets and Implications for Disease. Pharmacological Reviews. October 2015. Vol. 67 (4). hlm. 1005–24. doi:10.1124/pr.114.010397.
  39. "Indole Alkaloids" Major Types Of Chemical Compounds In Plants & Animals Part II: Phenolic Compounds, Glycosides & Alkaloids. Wayne's Word: An On-Line Textbook of Natural History. 2005.
  40. Ramawat et al, 1999.Medicinal Plants in Biotechnology- Secondary metabolites 2nd edition 2007. Oxford and IBH, India. 2007-01-01. hlm. 66–367. ISBN 978-1-57808-428-9.
  41. Forney B. Reserpine for veterinary use. Available at http://www.wedgewoodpetrx.com/learning-center/professional-monographs/reserpine-for-veterinary-use.html.
  42. Animal models of fatigue in major depressive disorder. Physiol Behav. February 2019. Vol. 199. hlm. 300–305. doi:10.1016/j.physbeh.2018.11.042.
  43. Activational and effort-related aspects of motivation: neural mechanisms and implications for psychopathology. Brain. May 2016. Vol. 139 (Pt 5). hlm. 1325–1347. doi:10.1093/brain/aww050.
  44. Reserpine attenuates biofilm formation and virulence of Staphylococcus aureus. Microbial Pathogenesis. January 2020. Vol. 138. hlm. 103790. doi:10.1016/j.micpath.2019.103790.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579964 (2026-08-15T02:48:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.