Lompat ke isi

Elektrolit: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28724478; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Galvanic_Cell-Id.svg|thumb|right|280px|Galvanic Cell-Id]]
'''Elektrolit''' adalah suatu [[zat]] yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya [[larutan]] menjadi [[konduktor]] [[elektrik]], ion-ion merupakan [[atom]]-atom bermuatan [[elektrik]]. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa [[kimia]] lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk [[asam]], [[basa]] atau [[garam]]. Beberapa [[gas]] tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan [[asam]], [[basa]], dan [[garam]] kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh [[Ikatan ionik|ikatan ion]] NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi elektrolit.
'''Elektrolit''' adalah suatu [[zat]] yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya [[larutan]] menjadi [[konduktor]] [[elektrik]], ion-ion merupakan [[atom]]-atom bermuatan [[elektrik]]. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa [[kimia]] lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk [[asam]], [[basa]] atau [[garam]]. Beberapa [[gas]] tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan [[asam]], [[basa]], dan [[garam]] kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh [[Ikatan ionik|ikatan ion]] NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi elektrolit.


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Kata ''elektrolit'' berasal dari [[bahasa Yunani Kuno]] yakni ήλεκτρο- (''ēlectro''-), sebuah awalan yang berkaitan dengan listrik, dan λυτός (''lytos'') yang berarti "dapat dilepaskan atau dilonggarkan".
Kata ''elektrolit'' berasal dari [[bahasa Yunani Kuno]] yakni ήλεκτρο- (''ēlectro''-), sebuah awalan yang berkaitan dengan listrik, dan λυτός (''lytos'') yang berarti "dapat dilepaskan atau dilonggarkan".<ref>[https://www.oxfordlearnersdictionaries.com/definition/english/electrolyte electrolyte noun - Definition, pictures, pronunciation and usage notes Oxford Advanced Learner's Dictionary at OxfordLearnersDictionaries.com]. ''www.oxfordlearnersdictionaries.com''.</ref>


== Pembentukan ==
== Pembentukan ==
Baris 9: Baris 11:
Zat lain juga dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan ion, contohnya [[karbondioksida]]. Apabila gas karbondioksida dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk sebuah larutan yang mengandung ion [[hidronium]], [[karbonat]], dan [[asam karbonat]].
Zat lain juga dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan ion, contohnya [[karbondioksida]]. Apabila gas karbondioksida dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk sebuah larutan yang mengandung ion [[hidronium]], [[karbonat]], dan [[asam karbonat]].


[[Garam cair]] juga dapat menjadi elektrolit. Contohnya, ketika garam NaCl dilelehkan, bentuk cairnya dapat menghantarkan listrik. [[Cairan ionik]] yang berupa garam cair dengan [[Titik lebur|titik leleh]] di bawah 100&nbsp;°C, merupakan elektrolit nonakueous kuat yang sering diaplikasikan dalam baterai dan sel bahan bakar.
[[Garam cair]] juga dapat menjadi elektrolit. Contohnya, ketika garam NaCl dilelehkan, bentuk cairnya dapat menghantarkan listrik. [[Cairan ionik]] yang berupa garam cair dengan [[Titik lebur|titik leleh]] di bawah 100&nbsp;°C,<ref>Michael Freemantle. ''An Introduction to Ionic Liquids''. Royal Society of Chemistry. 2009. ISBN 978-1-84755-161-0.</ref> merupakan elektrolit nonakueous kuat yang sering diaplikasikan dalam baterai dan sel bahan bakar.<ref>Jiangshui Luo. ''Protic ionic liquid and ionic melts prepared from methanesulfonic acid and 1H-1,2,4-triazole as high temperature PEMFC electrolytes''. ''Journal of Materials Chemistry''. 2011. Vol. 21 (28). hlm. 10426–10436. doi:10.1039/C0JM04306K.</ref>


Apabila sebagian besar zat terlarut terdisosiasi menjadi ion bebas, maka elektrolit tersebut merupakan elektrolit kuat. Sebaliknya, apabila sebagian besar zat terlarut tidak terdisosiasi menjadi ion, maka elektrolit tersebut merupakan elektrolit lemah. Sifat dari elektrolit biasa dimanfaatkan dalam proses [[elektrolisis]] untuk mendapatkan unsur atau campuran tertentu pada sebuah larutan.
Apabila sebagian besar zat terlarut terdisosiasi menjadi ion bebas, maka elektrolit tersebut merupakan elektrolit kuat. Sebaliknya, apabila sebagian besar zat terlarut tidak terdisosiasi menjadi ion, maka elektrolit tersebut merupakan elektrolit lemah. Sifat dari elektrolit biasa dimanfaatkan dalam proses [[elektrolisis]] untuk mendapatkan unsur atau campuran tertentu pada sebuah larutan.
== Elektrolit dan nonelektrolit ==
== Elektrolit dan nonelektrolit ==
Larutan adalah yang antar [[zat]] penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogen di setiap bagian campuran. Komponen [[larutan]] dalah pelarut dan zat terlarut. ''Elektrolit'' merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghasilkan arus listrik. ''Nonelektrolit'' adalah tidak dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Semakin banyak jumlah ion, semakin kuat daya hantarnya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebabkan karena zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral yang tidak bermuatan
Larutan adalah yang antar [[zat]] penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogen di setiap bagian campuran. Komponen [[larutan]] dalah pelarut dan zat terlarut. ''Elektrolit'' merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghasilkan arus listrik. ''Nonelektrolit'' adalah tidak dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air.<ref>Chang,Raymond.2004.''Kimia Dasar jilid 1.'' Jakarta : Penerbit Erlanngga</ref> Semakin banyak jumlah ion, semakin kuat daya hantarnya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebabkan karena zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral yang tidak bermuatan<ref>Haryanto,U.T.2010.''Kimia untuk SMA Kelas X.'' Jawa Tengah : Viva Pakarindo</ref>
 
Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu elektrolit kuat dengan daya hantar yang besar. Contohnya larutan asam kuat, basa kuat dan garam. yang kedua elektrolit lemah, yaitu larutan dengan daya hantar yang lemah.


Tabel contoh larutan [[elektrolit kuat]], [[elektrolit lemah]] dan nonelektrolit.
Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu elektrolit kuat dengan daya hantar yang besar. Contohnya larutan asam kuat, basa kuat dan garam. yang kedua elektrolit lemah, yaitu larutan dengan daya hantar yang lemah.<ref>Hikmat.web.id</ref>


Tabel contoh larutan [[elektrolit kuat]], [[elektrolit lemah]] dan nonelektrolit.<ref>Chang,Raymond.2004.''Kimia Dasar jilid 1.'' Jakarta : Penerbit Erlanngga</ref>
{| class="wikitable"
! Elektrolit kuat
! Elektrolit lemah
! Nonelektrolit
|-
|HCl ([[asam klorida]])
| ([[asam asetat]])
| ([[metanol]])
|-
| ([[asam sulfat]])
|HF ([[asam fluorida]])
| ([[etanol]])
|-
| ([[asam nitrat]])
| ([[asam nitrit]])
| ([[sukrosa]])
|-
| ([[asam perklorat]])
| ([[amonia]])
| ([[glukosa]])
|}


== Sifat daya hantar listrik ==
== Sifat daya hantar listrik ==
Larutan tergolong ke dalam [[campuran]] homogen yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Pelarut -pelarut yang biasa digunakan adalah air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa [[ion]] maupun kovalen. sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui dengan uji nyala
Larutan tergolong ke dalam [[campuran]] homogen yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Pelarut -pelarut yang biasa digunakan adalah air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa [[ion]] maupun kovalen. sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui dengan uji nyala


Gambaran bentuk molekul elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit
Gambaran bentuk molekul elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit<ref>Hikmat.web.id</ref>
{| class="wikitable"
! Jenis larutan
! Sifat dan pengamatan lain
! Contoh senyawa
! Reaksi ionisasi
|-
! Elektrolit kuat
|
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Terionisasi sempurna</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menghantarkan arus listrik</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Lampu menyala terang</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Terdapat gelembung gas</nowiki>
|
NaCl, NaOH, H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>, HCl, dan KCl
|
NaCl —> Na<sup>+</sup>&nbsp;+ Cl<sup>-</sup>
 
NaOH —> Na<sup>+</sup>&nbsp;+ OH<sup>-</sup>
 
H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>&nbsp;—> H<sup>+</sup>&nbsp;+ SO<sub>4</sub><sup>2-</sup>
 
HCl —> H<sup>+</sup>&nbsp;+ Cl<sup>-</sup>
 
KCl —> K<sup>+</sup>&nbsp;+ Cl<sup>-</sup>
 
|-
! Elektolit lemah
|
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Terionisasi sebagian</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menghantarkan arus listrik</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Lampu menyala redup</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Terdapat gelembung gas</nowiki>
|
CH<sub>3</sub>COOH, N<sub>4</sub>OH, HCN, dan Al(OH)<sub>3</sub>
|
CH<sub>3</sub>COOH –> H<sup>+</sup>&nbsp;+ CH<sub>3</sub>COO<sup>-</sup>
 
HCN –> H<sup>+</sup>&nbsp;+ CN<sup>-</sup>
 
Al(OH)<sub>3</sub>&nbsp;–> Al<sup>3+</sup>&nbsp;+ OH<sup>-</sup>
 
|-
! Nonelektrolit
|
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tidak terionisasi</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tidak menghantarkan arus listrik</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Lampu tidak menyala</nowiki>
 
<nowiki>-&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tidak terdapat gelembung gas</nowiki>
|
C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>O<sub>6</sub>
 
C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11</sub>
 
CO(NH<sub>2</sub>)<sub>2</sub>
 
C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OH
|
C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>O<sub>6</sub>


C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11</sub>
CO(NH<sub>2</sub>)<sub>2</sub>
C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OH
|}


== Penghantaran arus listrik ==
== Penghantaran arus listrik ==
Baris 33: Baris 128:


=== Senyawa ion ===
=== Senyawa ion ===
Senyawa ion tersusun dari ion-ion yang bentuknya padat dan kering. Ion-ion penyusun senyawa ion dalam pelarutnya akan bergerak bebas sehingga larutan ion dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa ion dalam bentuk [[kristal]], ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ion adalah [[NaCl]], KCl, NaOH dan KOH.
Senyawa ion tersusun dari ion-ion yang bentuknya padat dan kering. Ion-ion penyusun senyawa ion dalam pelarutnya akan bergerak bebas sehingga larutan ion dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa ion dalam bentuk [[kristal]], ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ion adalah [[NaCl]], KCl, NaOH dan KOH.<ref>Haryanto,U.T.2010.''Kimia untuk SMA Kelas X.'' Jawa Tengah : Viva Pakarindo</ref>


=== Senyawa kovalen polar ===
=== Senyawa kovalen polar ===
Senyawa kovalen polar apabila dilarutkan dalam air, maka akan terurai menjadi ion-ion. Hal tersebut disebabkan oleh [[ikatan kovalen]] pada senyawa tersebut mudah putus dalam pelarut air dan menghasilkan ion-ion. Contohnya asam klorida (HCl), [[Amonia]] (NH3).
Senyawa kovalen polar apabila dilarutkan dalam air, maka akan terurai menjadi ion-ion. Hal tersebut disebabkan oleh [[ikatan kovalen]] pada senyawa tersebut mudah putus dalam pelarut air dan menghasilkan ion-ion. Contohnya asam klorida (HCl), [[Amonia]] (NH3).<ref>Haryanto,U.T.2010.''Kimia untuk SMA Kelas X.'' Jawa Tengah : Viva Pakarindo</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://scitation.aip.org/content/aip/journal/jcp/32/4/10.1063/1.1730863 electrolyte mixtures]
* [http://scitation.aip.org/content/aip/journal/jcp/32/4/10.1063/1.1730863 electrolyte mixtures]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrolit&oldid=28724478 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28724478 (2025-12-21T15:05:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrolit&oldid=28724478 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28724478 (2025-12-21T15:05:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.08

Galvanic Cell-Id

Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi elektrolit.

Etimologi

Kata elektrolit berasal dari bahasa Yunani Kuno yakni ήλεκτρο- (ēlectro-), sebuah awalan yang berkaitan dengan listrik, dan λυτός (lytos) yang berarti "dapat dilepaskan atau dilonggarkan".[1]

Pembentukan

Larutan elektrolit normalnya terbentuk ketika garam dilarutkan dengan sebuah zat pelarut (contohnya air). Komponen individual dari garam kemudian terdisosiasi akibat proses interaksi termodinamis antara molekul pelarut dan terlarut yang disebut "solvasi". Salah satu contoh solvasi adalah ketika garam NaCl dilarutkan dalam air, kemudian garam yang berwujud padat akan larut dan mengalami disosiasi:

NaCl(s) → Na+(aq) + Cl(aq)

Zat lain juga dapat bereaksi dengan air dan menghasilkan ion, contohnya karbondioksida. Apabila gas karbondioksida dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk sebuah larutan yang mengandung ion hidronium, karbonat, dan asam karbonat.

Garam cair juga dapat menjadi elektrolit. Contohnya, ketika garam NaCl dilelehkan, bentuk cairnya dapat menghantarkan listrik. Cairan ionik yang berupa garam cair dengan titik leleh di bawah 100 °C,[2] merupakan elektrolit nonakueous kuat yang sering diaplikasikan dalam baterai dan sel bahan bakar.[3]

Apabila sebagian besar zat terlarut terdisosiasi menjadi ion bebas, maka elektrolit tersebut merupakan elektrolit kuat. Sebaliknya, apabila sebagian besar zat terlarut tidak terdisosiasi menjadi ion, maka elektrolit tersebut merupakan elektrolit lemah. Sifat dari elektrolit biasa dimanfaatkan dalam proses elektrolisis untuk mendapatkan unsur atau campuran tertentu pada sebuah larutan.

Elektrolit dan nonelektrolit

Larutan adalah yang antar zat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogen di setiap bagian campuran. Komponen larutan dalah pelarut dan zat terlarut. Elektrolit merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghasilkan arus listrik. Nonelektrolit adalah tidak dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air.[4] Semakin banyak jumlah ion, semakin kuat daya hantarnya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebabkan karena zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral yang tidak bermuatan[5]

Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu elektrolit kuat dengan daya hantar yang besar. Contohnya larutan asam kuat, basa kuat dan garam. yang kedua elektrolit lemah, yaitu larutan dengan daya hantar yang lemah.[6]

Tabel contoh larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit.[7]

Elektrolit kuat Elektrolit lemah Nonelektrolit
HCl (asam klorida) (asam asetat) (metanol)
(asam sulfat) HF (asam fluorida) (etanol)
(asam nitrat) (asam nitrit) (sukrosa)
(asam perklorat) (amonia) (glukosa)

Sifat daya hantar listrik

Larutan tergolong ke dalam campuran homogen yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Pelarut -pelarut yang biasa digunakan adalah air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa ion maupun kovalen. sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui dengan uji nyala

Gambaran bentuk molekul elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit[8]

Jenis larutan Sifat dan pengamatan lain Contoh senyawa Reaksi ionisasi
Elektrolit kuat

-   Terionisasi sempurna

-   Menghantarkan arus listrik

-   Lampu menyala terang

-   Terdapat gelembung gas

NaCl, NaOH, H2SO4, HCl, dan KCl

NaCl —> Na+ + Cl-

NaOH —> Na+ + OH-

H2SO4 —> H+ + SO42-

HCl —> H+ + Cl-

KCl —> K+ + Cl-

Elektolit lemah

-   Terionisasi sebagian

-   Menghantarkan arus listrik

-   Lampu menyala redup

-   Terdapat gelembung gas

CH3COOH, N4OH, HCN, dan Al(OH)3

CH3COOH –> H+ + CH3COO-

HCN –> H+ + CN-

Al(OH)3 –> Al3+ + OH-

Nonelektrolit

-   Tidak terionisasi

-   Tidak menghantarkan arus listrik

-   Lampu tidak menyala

-   Tidak terdapat gelembung gas

C6H12O6

C12H22O11

CO(NH2)2

C2H5OH

C6H12O6

C12H22O11

CO(NH2)2

C2H5OH

Penghantaran arus listrik

Larutan elektrolit terdapat ion-ion yang berbeda muatan dan bergerak bebas. Bila arus listrik dihubungkan, kation bergerak menuju katode dan anion bergerak menuju anode sehingga arus listrik mengalir dalam sistem tersebut.

Senyawa pembentuk larutan elektrolit

Senyawa yang dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar, karena senyawa-senyawa tersebut dapat terionisasi saat dilarutkan dalam air.

Senyawa ion

Senyawa ion tersusun dari ion-ion yang bentuknya padat dan kering. Ion-ion penyusun senyawa ion dalam pelarutnya akan bergerak bebas sehingga larutan ion dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa ion dalam bentuk kristal, ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ion adalah NaCl, KCl, NaOH dan KOH.[9]

Senyawa kovalen polar

Senyawa kovalen polar apabila dilarutkan dalam air, maka akan terurai menjadi ion-ion. Hal tersebut disebabkan oleh ikatan kovalen pada senyawa tersebut mudah putus dalam pelarut air dan menghasilkan ion-ion. Contohnya asam klorida (HCl), Amonia (NH3).[10]

Pranala luar

Referensi

  1. electrolyte noun - Definition, pictures, pronunciation and usage notes Oxford Advanced Learner's Dictionary at OxfordLearnersDictionaries.com. www.oxfordlearnersdictionaries.com.
  2. Michael Freemantle. An Introduction to Ionic Liquids. Royal Society of Chemistry. 2009. ISBN 978-1-84755-161-0.
  3. Jiangshui Luo. Protic ionic liquid and ionic melts prepared from methanesulfonic acid and 1H-1,2,4-triazole as high temperature PEMFC electrolytes. Journal of Materials Chemistry. 2011. Vol. 21 (28). hlm. 10426–10436. doi:10.1039/C0JM04306K.
  4. Chang,Raymond.2004.Kimia Dasar jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlanngga
  5. Haryanto,U.T.2010.Kimia untuk SMA Kelas X. Jawa Tengah : Viva Pakarindo
  6. Hikmat.web.id
  7. Chang,Raymond.2004.Kimia Dasar jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlanngga
  8. Hikmat.web.id
  9. Haryanto,U.T.2010.Kimia untuk SMA Kelas X. Jawa Tengah : Viva Pakarindo
  10. Haryanto,U.T.2010.Kimia untuk SMA Kelas X. Jawa Tengah : Viva Pakarindo

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28724478 (2025-12-21T15:05:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.