Asam hidrazoat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 20514951; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Hydrogen-azide-3D-vdW.png|thumb|right|280px|Hydrogen-azide-3D-vdW]] | |||
Asam hidrazoat larut dalam air. Asam hidrazoat yang tidak diencerkan memiliki bahaya ledakan dengan [[entalpi standar pembentukan]] Δ<sub>f</sub>H<sup>o</sup> (l, 298K) = +264 kJmol<sup>−1</sup>). Jika diencerkan, gas dan larutan airnya (<10%) dapat ditangani dengan aman. | '''Asam hidrazoat''', dikenal juga sebagai '''hidrogen azida''' atau '''azoimida''',<ref>Vol. 3.</ref> adalah suatu senyawa dengan rumus kimia HN<sub>3</sub>.<ref>''Dictionary of Inorganic and Organometallic Compounds''. Chapman & Hall.</ref> Ia adalah cairan tak berwarna, mudah menguap, dan mudah meledak pada suhu dan tekanan ruang. Ini merupakan senyawa [[nitrogen]] dan [[hidrogen]], dan oleh karenanya merupakan [[hidrida pniktogen]]. Hidrogen azida pertama kali diisolasi pada tahun 1890 oleh [[Theodor Curtius]].<ref>Theodor Curtius. [http://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=umn.319510006827352;view=1up;seq=919 Ueber Stickstoffwasserstoffsäure (Azoimid) N 3 H]. ''Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft''. 1890. Vol. 23 (2). hlm. 3023–3033. doi:10.1002/cber.189002302232.</ref> Asam ini memiliki sedikit aplikasi, tetapi [[asam konjugat|basa konjugatnya]], ion [[azida]], bermanfaat dalam proses-proses khusus. | ||
Asam hidrazoat larut dalam air. Asam hidrazoat yang tidak diencerkan memiliki bahaya ledakan<ref>David Furman. [http://dx.doi.org/10.1021/acs.jpcc.5b10812 Reactive Force Field for Liquid Hydrazoic Acid with Applications to Detonation Chemistry]. ''The Journal of Physical Chemistry C''. 2016-03-10. Vol. 120 (9). hlm. 4744–4752. doi:10.1021/acs.jpcc.5b10812.</ref> dengan [[entalpi standar pembentukan]] Δ<sub>f</sub>H<sup>o</sup> (l, 298K) = +264 kJmol<sup>−1</sup>).<ref>Catherine E. Housecroft. ''Inorganic Chemistry, 3rd Edition''. Pearson. 2008. hlm. 449. ISBN 978-0-13-175553-6.</ref> Jika diencerkan, gas dan larutan airnya (<10%) dapat ditangani dengan aman. | |||
== Produksi == | == Produksi == | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
:<chem>NaN3 + HCl -> HN3 + NaCl</chem> | :<chem>NaN3 + HCl -> HN3 + NaCl</chem> | ||
Larutan airnya dapat juga dibuat melalui perlakuan larutan [[barium azida]] dengan [[asam sulfat]] encer, dilanjutkan penyaringan [[barium sulfat]] yang tidak larut. | Larutan airnya dapat juga dibuat melalui perlakuan larutan [[barium azida]] dengan [[asam sulfat]] encer, dilanjutkan penyaringan [[barium sulfat]] yang tidak larut.<ref>L . F. Audrieth, C. F. Gibbs Hydrogen Azide in Aqueous and Ethereal Solution" Inorganic Syntheses 1939, vol. 1, pp. 71-79.</ref> | ||
Ia awalnya disiapkan melalui reaksi larutan air [[hidrazin]] dengan [[asam nitrit]]. | Ia awalnya disiapkan melalui reaksi larutan air [[hidrazin]] dengan [[asam nitrit]]. | ||
| Baris 13: | Baris 15: | ||
:<chem>N2H5^+ + HNO2 -> HN3 + H^+ + 2H2O</chem> | :<chem>N2H5^+ + HNO2 -> HN3 + H^+ + 2H2O</chem> | ||
Oksidator lain, seperti [[hidrogen peroksida]], NOCl, NCl atau [[asam nitrat]], dapat pula digunakan. | Oksidator lain, seperti [[hidrogen peroksida]], NOCl, NCl atau [[asam nitrat]], dapat pula digunakan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+hidrazoat&oldid=20514951 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Reaksi == | == Reaksi == | ||
Sifat asam hidrazoat menunjukkan analogi dengan asam halogen, karena ia membentuk garam timbal, perak dan raksa(I) yang sukar larut (dalam air). Garam logamnya seluruhnya mengkristal dalam bentuk anhidrat dan terdekomposisi pada pemanasan, meninggalkan residu logam murni. Ia bersifat asam lemah (p''K''<sub>a</sub> = 4,75.) Garam logam beratnya mudah meledak dan mudah berinteraksi dengan [[alkil iodida]]. Azida [[logam alkali]] yang lebih berat (kecuali [[litium]]) atau [[logam alkali tanah]] tidak eksplosif, tetapi terdekomposisi secara lebih terkendali pada pemanasan, meninggalkan gas yang murni secara spektroskopis. Larutan asam hidrazoat dapat melarutkan banyak logam (misalnya, [[seng]], [[besi]]) disertai pembebasan hidrogen dan pembentukan garam, yang disebut [[azida]] (dahulu disebut azoimida atau hidrazoat). | Sifat asam hidrazoat menunjukkan analogi dengan asam halogen, karena ia membentuk garam timbal, perak dan raksa(I) yang sukar larut (dalam air). Garam logamnya seluruhnya mengkristal dalam bentuk anhidrat dan terdekomposisi pada pemanasan, meninggalkan residu logam murni. Ia bersifat asam lemah (p''K''<sub>a</sub> = 4,75.<ref>Catherine E. Housecroft. ''Inorganic Chemistry, 3rd Edition''. Pearson. 2008. hlm. 449. ISBN 978-0-13-175553-6.</ref>) Garam logam beratnya mudah meledak dan mudah berinteraksi dengan [[alkil iodida]]. Azida [[logam alkali]] yang lebih berat (kecuali [[litium]]) atau [[logam alkali tanah]] tidak eksplosif, tetapi terdekomposisi secara lebih terkendali pada pemanasan, meninggalkan gas yang murni secara spektroskopis.<ref>Egon Wiberg. ''Inorganic chemistry''. Academic Press. 2001. hlm. 625. ISBN 0-12-352651-5.</ref> Larutan asam hidrazoat dapat melarutkan banyak logam (misalnya, [[seng]], [[besi]]) disertai pembebasan hidrogen dan pembentukan garam, yang disebut [[azida]] (dahulu disebut azoimida atau hidrazoat). | ||
Pelarutan dalam asam yang paling kuat menghasilkan garam yang mudah meledak yang mengandung ion , misalnya: | Pelarutan dalam asam yang paling kuat menghasilkan garam yang mudah meledak yang mengandung ion , misalnya:<ref>Egon Wiberg. ''Inorganic chemistry''. Academic Press. 2001. hlm. 625. ISBN 0-12-352651-5.</ref> | ||
:<chem>HN=N=N + HSbCl6 -> [H2N=N=N]^+ [SbCl6]^-</chem> | :<chem>HN=N=N + HSbCl6 -> [H2N=N=N]^+ [SbCl6]^-</chem> | ||
| Baris 31: | Baris 33: | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
[[2-Furonitril]], zat antara farmasi dan pemanis buatan potensial telah dibuat dengan rendemen yang bagus melalui perlakuan [[furfural]] dengan campuran asam hidrazoat (HN<sub>3</sub>) dan [[asam perklorat]] dengan adanya magnesium perklorat dalam larutan [[benzena]] pada suhu 35 °C. | [[2-Furonitril]], zat antara farmasi dan pemanis buatan potensial telah dibuat dengan rendemen yang bagus melalui perlakuan [[furfural]] dengan campuran asam hidrazoat (HN<sub>3</sub>) dan [[asam perklorat]] dengan adanya magnesium perklorat dalam larutan [[benzena]] pada suhu 35 °C.<ref>P. A. Pavlov. ''Synthesis of 5-substituted furannitriles and their reaction with hydrazine''. ''Khimiya Geterotsiklicheskikh Soedinenii''. 1986. Vol. 2. hlm. 181–186.</ref><ref>B. Bandgar. ''Organic reactions in water. Transformation of aldehydes to nitriles using NBS under mild conditions''. ''Synthetic Communications''. 2006. Vol. 36 (10). hlm. 1347–1352. doi:10.1080/00397910500522009.</ref> | ||
[[Laser iodin fase gas]] (, AGIL) mencampur gas asam hidrazoat dengan [[klorin]] untuk menghasilkan [[nitrogen klorida]] tereksitasi, yang kemudian digunakan untuk membuat laser [[iodium]], ini menghindari kebutuhan cairan kimia [[laser COIL]]. | [[Laser iodin fase gas]] (, AGIL) mencampur gas asam hidrazoat dengan [[klorin]] untuk menghasilkan [[nitrogen klorida]] tereksitasi, yang kemudian digunakan untuk membuat laser [[iodium]], ini menghindari kebutuhan cairan kimia [[laser COIL]]. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
*[http://www.osha.gov/dts/chemicalsampling/data/CH_245950.html OSHA: Hydrazoic Acid] | *[http://www.osha.gov/dts/chemicalsampling/data/CH_245950.html OSHA: Hydrazoic Acid] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asam+hidrazoat&oldid=20514951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 20514951 (2022-02-07T10:24:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.08

Asam hidrazoat, dikenal juga sebagai hidrogen azida atau azoimida,[1] adalah suatu senyawa dengan rumus kimia HN3.[2] Ia adalah cairan tak berwarna, mudah menguap, dan mudah meledak pada suhu dan tekanan ruang. Ini merupakan senyawa nitrogen dan hidrogen, dan oleh karenanya merupakan hidrida pniktogen. Hidrogen azida pertama kali diisolasi pada tahun 1890 oleh Theodor Curtius.[3] Asam ini memiliki sedikit aplikasi, tetapi basa konjugatnya, ion azida, bermanfaat dalam proses-proses khusus.
Asam hidrazoat larut dalam air. Asam hidrazoat yang tidak diencerkan memiliki bahaya ledakan[4] dengan entalpi standar pembentukan ΔfHo (l, 298K) = +264 kJmol−1).[5] Jika diencerkan, gas dan larutan airnya (<10%) dapat ditangani dengan aman.
Produksi
Asam ini biasanya dibuat melalui asidifikasi garam azida seperti natrium azida. Larutan normal natrium azida dalam air mengandung sejumlah renik asam hidrazoat dalam kesetimbangan dengan garam azida, tetapi introduksi asam yang lebih kuat dapat mengubah spesies primer dalam larutan menjadi asam hidrazoat. Asam murninya dapat diperolah melalui distilasi fraksional sebagai cairan tak berwarna yang sangat mudah meledak dengan bau yang tidak sedap.
Larutan airnya dapat juga dibuat melalui perlakuan larutan barium azida dengan asam sulfat encer, dilanjutkan penyaringan barium sulfat yang tidak larut.[6]
Ia awalnya disiapkan melalui reaksi larutan air hidrazin dengan asam nitrit.
Oksidator lain, seperti hidrogen peroksida, NOCl, NCl atau asam nitrat, dapat pula digunakan.[7]
Reaksi
Sifat asam hidrazoat menunjukkan analogi dengan asam halogen, karena ia membentuk garam timbal, perak dan raksa(I) yang sukar larut (dalam air). Garam logamnya seluruhnya mengkristal dalam bentuk anhidrat dan terdekomposisi pada pemanasan, meninggalkan residu logam murni. Ia bersifat asam lemah (pKa = 4,75.[8]) Garam logam beratnya mudah meledak dan mudah berinteraksi dengan alkil iodida. Azida logam alkali yang lebih berat (kecuali litium) atau logam alkali tanah tidak eksplosif, tetapi terdekomposisi secara lebih terkendali pada pemanasan, meninggalkan gas yang murni secara spektroskopis.[9] Larutan asam hidrazoat dapat melarutkan banyak logam (misalnya, seng, besi) disertai pembebasan hidrogen dan pembentukan garam, yang disebut azida (dahulu disebut azoimida atau hidrazoat).
Pelarutan dalam asam yang paling kuat menghasilkan garam yang mudah meledak yang mengandung ion , misalnya:[10]
Ion bersifat isoelektronik dengan diazometana.
Dekomposisi asam hidrazoat, dipicu oleh guncangan, gesekan, percikan, dan sebagainya berlangsung sesuai reaksi berikut:
Toksisitas
Asam hidrazoat mudah menguap dan sangat beracun. Ia memiliki bau tak sedap dan uapnya dapat menyebabkan sakit kepala hebat. Senyawanya berlaku sebagai racun non-kumulatif.
Aplikasi
2-Furonitril, zat antara farmasi dan pemanis buatan potensial telah dibuat dengan rendemen yang bagus melalui perlakuan furfural dengan campuran asam hidrazoat (HN3) dan asam perklorat dengan adanya magnesium perklorat dalam larutan benzena pada suhu 35 °C.[11][12]
Laser iodin fase gas (, AGIL) mencampur gas asam hidrazoat dengan klorin untuk menghasilkan nitrogen klorida tereksitasi, yang kemudian digunakan untuk membuat laser iodium, ini menghindari kebutuhan cairan kimia laser COIL.
Pranala luar
Referensi
- ↑ Vol. 3.
- ↑ Dictionary of Inorganic and Organometallic Compounds. Chapman & Hall.
- ↑ Theodor Curtius. Ueber Stickstoffwasserstoffsäure (Azoimid) N 3 H. Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft. 1890. Vol. 23 (2). hlm. 3023–3033. doi:10.1002/cber.189002302232.
- ↑ David Furman. Reactive Force Field for Liquid Hydrazoic Acid with Applications to Detonation Chemistry. The Journal of Physical Chemistry C. 2016-03-10. Vol. 120 (9). hlm. 4744–4752. doi:10.1021/acs.jpcc.5b10812.
- ↑ Catherine E. Housecroft. Inorganic Chemistry, 3rd Edition. Pearson. 2008. hlm. 449. ISBN 978-0-13-175553-6.
- ↑ L . F. Audrieth, C. F. Gibbs Hydrogen Azide in Aqueous and Ethereal Solution" Inorganic Syntheses 1939, vol. 1, pp. 71-79.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Catherine E. Housecroft. Inorganic Chemistry, 3rd Edition. Pearson. 2008. hlm. 449. ISBN 978-0-13-175553-6.
- ↑ Egon Wiberg. Inorganic chemistry. Academic Press. 2001. hlm. 625. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ Egon Wiberg. Inorganic chemistry. Academic Press. 2001. hlm. 625. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ P. A. Pavlov. Synthesis of 5-substituted furannitriles and their reaction with hydrazine. Khimiya Geterotsiklicheskikh Soedinenii. 1986. Vol. 2. hlm. 181–186.
- ↑ B. Bandgar. Organic reactions in water. Transformation of aldehydes to nitriles using NBS under mild conditions. Synthetic Communications. 2006. Vol. 36 (10). hlm. 1347–1352. doi:10.1080/00397910500522009.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 20514951 (2022-02-07T10:24:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.