Lompat ke isi

Pembangkitan terdistribusi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28058825; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pembangkitan terdistribusi''' atau '''pembangkitan terdesentralisasi''' (bahasa Inggris:''distributed/decentralized generation'') adalah pembangkitan listrik menggunakan sejumlah pembangkit listrik berskala kecil dan lokal yang terhubung secara langsung dengan konsumen alih-alih menggunakan sebuah pembangkit listrik berskala besar untuk satu wilayah tertentu.
'''Pembangkitan terdistribusi''' atau '''pembangkitan terdesentralisasi''' (bahasa Inggris:''distributed/decentralized generation'') adalah pembangkitan listrik menggunakan sejumlah pembangkit listrik berskala kecil dan lokal yang terhubung secara langsung dengan konsumen alih-alih menggunakan sebuah pembangkit listrik berskala besar untuk satu wilayah tertentu.<ref>Gharehpetian, Gevork B.,. [https://www.worldcat.org/oclc/987910912 Distributed generation systems : design, operation and grid integration]. ISBN 9780128042632.</ref>


Perbedaan yang umumnya ditemukan antara pembangkitan terdistribusi dengan pembangkitan konvensional ialah kapasitas terpasang pada pembangkit dan jarak dari pembangkit ke pengguna. Pada pembangkit konvensional seperti PLTU atau PLTG, daya yang dihasilkan umumnya 100 MW hingga ribuan MW. Jarak pembangkit ke pengguna juga cukup jauh karena alasan keamanan dan operasional. Sementara pada pembangkitan terdistribusi, dayanya mencapai puluhan kW hingga 100 MW dan jarak pembangkit ke pengguna tidak terlalu jauh.
Perbedaan yang umumnya ditemukan antara pembangkitan terdistribusi dengan pembangkitan konvensional ialah kapasitas terpasang pada pembangkit dan jarak dari pembangkit ke pengguna. Pada pembangkit konvensional seperti PLTU atau PLTG, daya yang dihasilkan umumnya 100 MW hingga ribuan MW. Jarak pembangkit ke pengguna juga cukup jauh karena alasan keamanan dan operasional. Sementara pada pembangkitan terdistribusi, dayanya mencapai puluhan kW hingga 100 MW dan jarak pembangkit ke pengguna tidak terlalu jauh.<ref>[https://www.dg.history.vt.edu/ch1/introduction.html Introduction to Distributed Generation]. ''www.dg.history.vt.edu''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembangkitan+terdistribusi&oldid=28058825 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28058825 (2025-10-17T08:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembangkitan+terdistribusi&oldid=28058825 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28058825 (2025-10-17T08:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.11

Pembangkitan terdistribusi atau pembangkitan terdesentralisasi (bahasa Inggris:distributed/decentralized generation) adalah pembangkitan listrik menggunakan sejumlah pembangkit listrik berskala kecil dan lokal yang terhubung secara langsung dengan konsumen alih-alih menggunakan sebuah pembangkit listrik berskala besar untuk satu wilayah tertentu.[1]

Perbedaan yang umumnya ditemukan antara pembangkitan terdistribusi dengan pembangkitan konvensional ialah kapasitas terpasang pada pembangkit dan jarak dari pembangkit ke pengguna. Pada pembangkit konvensional seperti PLTU atau PLTG, daya yang dihasilkan umumnya 100 MW hingga ribuan MW. Jarak pembangkit ke pengguna juga cukup jauh karena alasan keamanan dan operasional. Sementara pada pembangkitan terdistribusi, dayanya mencapai puluhan kW hingga 100 MW dan jarak pembangkit ke pengguna tidak terlalu jauh.[2]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28058825 (2025-10-17T08:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.