Lompat ke isi

Anabolisme: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28521127; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Anabolisme''' adalah [[lintasan metabolisme]] yang menyusun beberapa [[senyawa organik]] sederhana menjadi senyawa kimia atau [[molekul]] kompleks. Anabolisme memproses [[sintesis]] [[senyawa]] [[kimia]] kecil menjadi besar menjadi molekul yang lebih besar, seperti yang terjadi pada [[asam amino]] yang diubah menjadi [[protein]]. Anabolisme dan [[katabolisme]] saling bertentangan, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan karena sering kali hasil dari anabolisme merupakan senyawa pemula untuk proses katabolisme. Proses ini membutuhkan [[energi]] dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi [[cahaya]] ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti [[asam amino]], [[monosakarida]], dan [[nukleotida]]. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari [[adenosina trifosfat|ATP]]. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti [[protein]], [[polisakarida]], [[lemak]], dan [[asam nukleat]]. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan [[fotosintesis]], sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.
'''Anabolisme''' adalah [[lintasan metabolisme]] yang menyusun beberapa [[senyawa organik]] sederhana menjadi senyawa kimia atau [[molekul]] kompleks.<ref>Prawirohartono, S. & Hadisumarto, S. (1997). ''Sains Biologi 3a Untuk SMU Kelas 3 Tengah Tahun Pertama Sesuai Kurikulum 1994''. Jakarta: Bumi Aksara</ref> Anabolisme memproses [[sintesis]] [[senyawa]] [[kimia]] kecil menjadi besar menjadi molekul yang lebih besar, seperti yang terjadi pada [[asam amino]] yang diubah menjadi [[protein]]. Anabolisme dan [[katabolisme]] saling bertentangan, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan karena sering kali hasil dari anabolisme merupakan senyawa pemula untuk proses katabolisme. Proses ini membutuhkan [[energi]] dari luar.<ref>Farah Diana. [http://jurnal.utu.ac.id/jptropis/article/download/51/44 Penambahan Enzim Bromelin untuk Meningkatkan Pemanfaatan Protein Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)]. ''Jurnal Perikanan Tropis''. 2017-04-01. Vol. 4 (1). hlm. 1. doi:10.35308/jpt.v4i1.51.</ref> Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi [[cahaya]] ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti [[asam amino]], [[monosakarida]], dan [[nukleotida]]. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari [[adenosina trifosfat|ATP]]. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti [[protein]], [[polisakarida]], [[lemak]], dan [[asam nukleat]]. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan [[fotosintesis]], sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.<ref>Kimbal, J. (n.d.). ''Biologi'' Edisi kelima. Alih bahasa: Siti Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.</ref>


Kemosintesis dilakukan oleh [[bakteri]] [[kemoautotrof]]. Kemosintesis biasanya dilakukan oleh [[organisme]] yang tidak tersentuh oleh [[cahaya]] [[matahari]], misalnya bakteri yang hidup di [[laut dalam]]. Contoh bakterinya adalah bakteri sulfur (''Thiobacillus''), bakteri nitrit (''Nitrosomonas'', ''Nitrosococcus''), serta bakteri nitrat (''Nitrobacter''). Bakteri-bakteri ini kemudian akan memproses senyawa organik di sekitarnya untuk menghasilkan energi kimia. Energi kimia yang dihasilkan dari [[oksidasi]] inilah yang kemudian digunakan untuk pembentukan karbohidrat.
Kemosintesis dilakukan oleh [[bakteri]] [[kemoautotrof]]. Kemosintesis biasanya dilakukan oleh [[organisme]] yang tidak tersentuh oleh [[cahaya]] [[matahari]], misalnya bakteri yang hidup di [[laut dalam]]. Contoh bakterinya adalah bakteri sulfur (''Thiobacillus''), bakteri nitrit (''Nitrosomonas'', ''Nitrosococcus''), serta bakteri nitrat (''Nitrobacter''). Bakteri-bakteri ini kemudian akan memproses senyawa organik di sekitarnya untuk menghasilkan energi kimia. Energi kimia yang dihasilkan dari [[oksidasi]] inilah yang kemudian digunakan untuk pembentukan karbohidrat.<ref>Erilia Erika. [https://tirto.id/arti-fotosintesis-dan-kemosintesis-apa-saja-perbedaannya-f8iq Arti Fotosintesis dan Kemosintesis & Apa Saja Perbedaannya]. ''Tirto.id''. 28 Desember 2020.</ref>


Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya [[glikogen]] dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, [[asam nukleat]] untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan [[karbohidrat]] menyusun struktur [[tubuh]] [[makhluk hidup]], baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka [[organisme]] akan tumbuh.
Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya [[glikogen]] dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, [[asam nukleat]] untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan [[karbohidrat]] menyusun struktur [[tubuh]] [[makhluk hidup]], baik intraselular maupun ekstraselular.<ref>Kimbal, J. (n.d.). ''Biologi'' Edisi kelima. Alih bahasa: Siti Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.</ref> Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka [[organisme]] akan tumbuh.<ref>Kimbal, J. (n.d.). ''Biologi'' Edisi kelima. Alih bahasa: Siti Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.</ref>


== Fungsi ==
== Fungsi ==
* Pembangun [[Sel (biologi)|sel-sel]] baru.
* Pembangun [[Sel (biologi)|sel-sel]] baru.
* Menjaga [[kesehatan]] [[jaringan]] di dalam tubuh.
* Menjaga [[kesehatan]] [[jaringan]] di dalam tubuh.
* Menyimpan [[energi]] untuk penggunaan di kemudian hari.
* Menyimpan [[energi]] untuk penggunaan di kemudian hari.
* Mengubah [[molekul]] simpleks menjadi bentuk yang lebih kompleks, seperti [[karbohidrat]], [[protein]], dan [[lemak]].
* Mengubah [[molekul]] simpleks menjadi bentuk yang lebih kompleks, seperti [[karbohidrat]], [[protein]], dan [[lemak]].<ref>Asmi Harismi. [https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-anabolisme-dan-gangguan-yang-mungkin-memengaruhinya Kenali Proses Anabolisme dan Penyakit yang Menyertainya]. ''SehatQ''. 27 Februari 2020.</ref>


== Fotosintesis ==
== Fotosintesis ==
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan [[karbohidrat]] dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu [[klorofil]]. Selain yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang berfotosintesis yaitu [[alga]], dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan [[karbohidrat]] dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu [[klorofil]]. Selain yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang berfotosintesis yaitu [[alga]], dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.


Baris 19: Baris 17:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anabolisme&oldid=28521127 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28521127 (2025-11-17T18:22:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anabolisme&oldid=28521127 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28521127 (2025-11-17T18:22:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.15

Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks.[1] Anabolisme memproses sintesis senyawa kimia kecil menjadi besar menjadi molekul yang lebih besar, seperti yang terjadi pada asam amino yang diubah menjadi protein. Anabolisme dan katabolisme saling bertentangan, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan karena sering kali hasil dari anabolisme merupakan senyawa pemula untuk proses katabolisme. Proses ini membutuhkan energi dari luar.[2] Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.[3]

Kemosintesis dilakukan oleh bakteri kemoautotrof. Kemosintesis biasanya dilakukan oleh organisme yang tidak tersentuh oleh cahaya matahari, misalnya bakteri yang hidup di laut dalam. Contoh bakterinya adalah bakteri sulfur (Thiobacillus), bakteri nitrit (Nitrosomonas, Nitrosococcus), serta bakteri nitrat (Nitrobacter). Bakteri-bakteri ini kemudian akan memproses senyawa organik di sekitarnya untuk menghasilkan energi kimia. Energi kimia yang dihasilkan dari oksidasi inilah yang kemudian digunakan untuk pembentukan karbohidrat.[4]

Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular.[5] Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh.[6]

Fungsi

Fotosintesis

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan karbohidrat dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu klorofil. Selain yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang berfotosintesis yaitu alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.

Rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya).

Referensi

  1. Prawirohartono, S. & Hadisumarto, S. (1997). Sains Biologi 3a Untuk SMU Kelas 3 Tengah Tahun Pertama Sesuai Kurikulum 1994. Jakarta: Bumi Aksara
  2. Farah Diana. Penambahan Enzim Bromelin untuk Meningkatkan Pemanfaatan Protein Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus). Jurnal Perikanan Tropis. 2017-04-01. Vol. 4 (1). hlm. 1. doi:10.35308/jpt.v4i1.51.
  3. Kimbal, J. (n.d.). Biologi Edisi kelima. Alih bahasa: Siti Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.
  4. Erilia Erika. Arti Fotosintesis dan Kemosintesis & Apa Saja Perbedaannya. Tirto.id. 28 Desember 2020.
  5. Kimbal, J. (n.d.). Biologi Edisi kelima. Alih bahasa: Siti Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.
  6. Kimbal, J. (n.d.). Biologi Edisi kelima. Alih bahasa: Siti Soetarmi Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.
  7. Asmi Harismi. Kenali Proses Anabolisme dan Penyakit yang Menyertainya. SehatQ. 27 Februari 2020.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28521127 (2025-11-17T18:22:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.