Beruang kutub: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29470967; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Polar_Bear_-_Alaska_(cropped).jpg|thumb|right|280px|Polar Bear - Alaska (cropped)]] | |||
'''Beruang kutub''' ('''''Ursus maritimus''''') adalah [[beruang]] berukuran besar yang berasal dari kawasan [[Arktik]] dan wilayah sekitarnya. Spesies ini berkerabat dekat dengan [[beruang coklat]], dan keduanya dapat [[Hibrida (biologi)|saling kawin silang]]. Beruang kutub merupakan spesies beruang yang masih hidup terbesar sekaligus [[karnivora]] darat terbesar berdasarkan massa tubuh, dengan jantan dewasa memiliki berat . Spesies ini memiliki [[dimorfisme seksual]], karena betina dewasa berukuran jauh lebih kecil. Beruang kutub memiliki bulu berwarna putih atau kekuningan, kulit hitam, dan lapisan lemak tebal. Tubuhnya lebih ramping daripada beruang coklat, dengan tengkorak yang lebih sempit, leher lebih panjang, serta punuk bahu yang lebih rendah. Giginya lebih tajam dan lebih terspesialisasi untuk mengoyak daging. Telapak kakinya besar dan memungkinkannya berjalan di atas es serta mengayuh di dalam air. | '''Beruang kutub''' ('''''Ursus maritimus''''') adalah [[beruang]] berukuran besar yang berasal dari kawasan [[Arktik]] dan wilayah sekitarnya. Spesies ini berkerabat dekat dengan [[beruang coklat]], dan keduanya dapat [[Hibrida (biologi)|saling kawin silang]]. Beruang kutub merupakan spesies beruang yang masih hidup terbesar sekaligus [[karnivora]] darat terbesar berdasarkan massa tubuh, dengan jantan dewasa memiliki berat . Spesies ini memiliki [[dimorfisme seksual]], karena betina dewasa berukuran jauh lebih kecil. Beruang kutub memiliki bulu berwarna putih atau kekuningan, kulit hitam, dan lapisan lemak tebal. Tubuhnya lebih ramping daripada beruang coklat, dengan tengkorak yang lebih sempit, leher lebih panjang, serta punuk bahu yang lebih rendah. Giginya lebih tajam dan lebih terspesialisasi untuk mengoyak daging. Telapak kakinya besar dan memungkinkannya berjalan di atas es serta mengayuh di dalam air. | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
==Taksonomi== | ==Taksonomi== | ||
[[Carl Linnaeus]] mengklasifikasikan beruang kutub sebagai salah satu jenis [[beruang coklat]] (''Ursus arctos''), dan menandainya sebagai ''Ursus maritimus albus-major, arcticus'' (‘beruang laut berwarna hampir putih, arktik’) dalam [[Edisi ke-10 Systema Naturae|edisi 1758]] dari karyanya ''[[Systema Naturae]]''. [[Constantine John Phipps]] kemudian mendeskripsikan secara resmi beruang kutub sebagai spesies yang berbeda, ''Ursus maritimus'', pada 1774, setelah [[Ekspedisi Phipps 1773 menuju Kutub Utara|pelayarannya tahun 1773 menuju Kutub Utara]]. Karena adaptasinya terhadap lingkungan laut, beberapa pakar taksonomi seperti Theodore Knottnerus-Meyer menempatkan beruang kutub dalam genus tersendiri, ''Thalarctos''. Namun, ''Ursus'' secara luas dianggap sebagai genus yang sah bagi spesies ini berdasarkan rekaman fosil serta fakta bahwa ia [[Hibrida grizzly–beruang kutub|dapat kawin silang]] dengan beruang coklat. | [[Carl Linnaeus]] mengklasifikasikan beruang kutub sebagai salah satu jenis [[beruang coklat]] (''Ursus arctos''), dan menandainya sebagai ''Ursus maritimus albus-major, arcticus'' (‘beruang laut berwarna hampir putih, arktik’) dalam [[Edisi ke-10 Systema Naturae|edisi 1758]] dari karyanya ''[[Systema Naturae]]''. [[Constantine John Phipps]] kemudian mendeskripsikan secara resmi beruang kutub sebagai spesies yang berbeda, ''Ursus maritimus'', pada 1774, setelah [[Ekspedisi Phipps 1773 menuju Kutub Utara|pelayarannya tahun 1773 menuju Kutub Utara]].<ref>John Phipps. [https://www.biodiversitylibrary.org/page/628763 A voyage towards the North Pole undertaken by His Majesty's command, 1773]. W. Bowyer and J. Nicols, for J. Nourse. 1774. hlm. 185.</ref> Karena adaptasinya terhadap lingkungan laut, beberapa pakar taksonomi seperti Theodore Knottnerus-Meyer menempatkan beruang kutub dalam genus tersendiri, ''Thalarctos''.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Namun, ''Ursus'' secara luas dianggap sebagai genus yang sah bagi spesies ini berdasarkan rekaman fosil serta fakta bahwa ia [[Hibrida grizzly–beruang kutub|dapat kawin silang]] dengan beruang coklat.<ref>B. Kurtén. [https://helda.helsinki.fi/handle/10138/37762 The evolution of the polar bear, ''Ursus maritimus'' Phipps]. ''Acta Zoologica Fennica''. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.</ref> | ||
Beragam [[subspesies]] pernah diusulkan, termasuk ''Ursus maritimus maritimus'' dan ''U. m. marinus''. Namun, subspesies tersebut tidak didukung, dan beruang kutub dianggap sebagai [[takson monofiletik|monotipe]]. Satu kemungkinan subspesies fosil, ''[[Ursus maritimus tyrannus|U. m. tyrannus]]'', diajukan pada 1964 oleh [[Björn Kurtén]], yang merekonstruksi subspesies tersebut dari satu fragmen tulang ulna yang kira-kira 20 persen lebih besar daripada ukuran yang diharapkan untuk beruang kutub. Namun, peninjauan ulang pada abad ke-21 menunjukkan bahwa fragmen tersebut kemungkinan berasal dari beruang coklat berukuran raksasa. | Beragam [[subspesies]] pernah diusulkan, termasuk ''Ursus maritimus maritimus'' dan ''U. m. marinus''.<ref>Don E. Wilson. ''Cranial variation in polar bears''. ''Bears: Their Biology and Management''. 1976. Vol. 3. hlm. 447–453. doi:10.2307/3872793.</ref> Namun, subspesies tersebut tidak didukung, dan beruang kutub dianggap sebagai [[takson monofiletik|monotipe]].<ref>Committee on Taxonomy. [https://www.marinemammalscience.org/species-information/list-of-marine-mammal-species-subspecies/ List of Marine Mammal Species & Subspecies]. The Society for Marine Mammalogy. October 2014.</ref> Satu kemungkinan subspesies fosil, ''[[Ursus maritimus tyrannus|U. m. tyrannus]]'', diajukan pada 1964 oleh [[Björn Kurtén]], yang merekonstruksi subspesies tersebut dari satu fragmen tulang ulna yang kira-kira 20 persen lebih besar daripada ukuran yang diharapkan untuk beruang kutub.<ref>B. Kurtén. [https://helda.helsinki.fi/handle/10138/37762 The evolution of the polar bear, ''Ursus maritimus'' Phipps]. ''Acta Zoologica Fennica''. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.</ref> Namun, peninjauan ulang pada abad ke-21 menunjukkan bahwa fragmen tersebut kemungkinan berasal dari beruang coklat berukuran raksasa.<ref>C. R. Harington. ''The evolution of Arctic marine mammals''. ''Ecological Applications''. 2008. Vol. 18 (sp2). hlm. S23–S40. doi:10.1890/06-0624.1.</ref> | ||
===Evolusi=== | ===Evolusi=== | ||
Beruang kutub merupakan salah satu dari delapan spesies beruang yang masih hidup dalam keluarga [[beruang]], Ursidae, dan termasuk dalam enam spesies yang masih ada dalam subfamili [[Ursinae]] | Beruang kutub merupakan salah satu dari delapan spesies beruang yang masih hidup dalam keluarga [[beruang]], Ursidae, dan termasuk dalam enam spesies yang masih ada dalam subfamili [[Ursinae]]. | ||
Fosil beruang kutub jarang ditemukan.<ref>B. Kurtén. [https://helda.helsinki.fi/handle/10138/37762 The evolution of the polar bear, ''Ursus maritimus'' Phipps]. ''Acta Zoologica Fennica''. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.</ref><ref>C. R. Harington. ''The evolution of Arctic marine mammals''. ''Ecological Applications''. 2008. Vol. 18 (sp2). hlm. S23–S40. doi:10.1890/06-0624.1.</ref> Fosil tertua yang diketahui berupa tulang rahang berumur antara 130.000–110.000 tahun, ditemukan di [[Prince Charles Foreland]], Norwegia, pada 2004.<ref>Ólafur Ingólfsson. ''Late Pleistocene fossil find in Svalbard: the oldest remains of a polar bear (''Ursus maritimus'' Phipps, 1744) ever discovered''. ''Polar Research''. 2009. Vol. 28 (3). hlm. 455–462. doi:10.3402/polar.v28i3.6131.</ref><ref>C. Lindqvist. ''Complete mitochondrial genome of a Pleistocene jawbone unveils the origin of polar bear''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2010. Vol. 107 (11). hlm. 5053–5057. doi:10.1073/pnas.0914266107.</ref> Para ilmuwan pada abad ke-20 menduga bahwa beruang kutub berasal langsung dari populasi beruang coklat, kemungkinan di timur [[Siberia]] atau [[Alaska]].<ref>B. Kurtén. [https://helda.helsinki.fi/handle/10138/37762 The evolution of the polar bear, ''Ursus maritimus'' Phipps]. ''Acta Zoologica Fennica''. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.</ref><ref>C. R. Harington. ''The evolution of Arctic marine mammals''. ''Ecological Applications''. 2008. Vol. 18 (sp2). hlm. S23–S40. doi:10.1890/06-0624.1.</ref> Studi [[DNA mitokondria]] pada 1990-an dan 2000-an mendukung status beruang kutub sebagai turunan beruang coklat, menunjukkan bahwa beberapa populasi beruang coklat memiliki kekerabatan lebih dekat dengan beruang kutub dibandingkan dengan beruang coklat lainnya, terutama [[beruang Kepulauan ABC]] di [[Alaska Tenggara]].<ref>C. Lindqvist. ''Complete mitochondrial genome of a Pleistocene jawbone unveils the origin of polar bear''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2010. Vol. 107 (11). hlm. 5053–5057. doi:10.1073/pnas.0914266107.</ref><ref>S. L. Talbot. ''Phylogeography of brown bears (''Ursus arctos'') of Alaska and paraphyly within the Ursidae''. ''Molecular Phylogenetics and Evolution''. 1996. Vol. 5 (3). hlm. 477–494. doi:10.1006/mpev.1996.0044.</ref><ref>G. F. Shields. ''Phylogeography of mitochondrial DNA variation in brown bears and polar bears''. ''Molecular Phylogenetics and Evolution''. 2000. Vol. 15 (2). hlm. 19–26. doi:10.1006/mpev.1999.0730.</ref> Sebuah studi pada 2010 memperkirakan bahwa garis keturunan beruang kutub berpisah dari beruang coklat sekitar 150.000 tahun lalu.<ref>C. Lindqvist. ''Complete mitochondrial genome of a Pleistocene jawbone unveils the origin of polar bear''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2010. Vol. 107 (11). hlm. 5053–5057. doi:10.1073/pnas.0914266107.</ref> | |||
Studi genetik yang lebih luas membantah pendapat bahwa beruang kutub merupakan turunan langsung beruang coklat dan menemukan bahwa keduanya adalah [[kelompok saudara]] yang terpisah. Kemiripan genetik antara beruang kutub dan beberapa beruang coklat ternyata merupakan hasil [[kawin silang]]. Sebuah studi pada 2012 memperkirakan pemisahan antara beruang kutub dan beruang coklat terjadi sekitar 600.000 tahun lalu. Studi pada 2022 memperkirakan divergensi lebih awal lagi, lebih dari satu juta tahun lalu. Peristiwa [[glasiasi]] selama ratusan ribu tahun berperan dalam asal-usul beruang kutub serta interaksi dan hibridisasi selanjutnya dengan beruang coklat. | Studi genetik yang lebih luas membantah pendapat bahwa beruang kutub merupakan turunan langsung beruang coklat dan menemukan bahwa keduanya adalah [[kelompok saudara]] yang terpisah. Kemiripan genetik antara beruang kutub dan beberapa beruang coklat ternyata merupakan hasil [[kawin silang]].<ref>F. Hailer. [https://archive.org/details/sim_science_2012-04-20_336_6079/page/344 Nuclear genomic sequences reveal that polar bears are an old and distinct bear lineage]. ''Science''. 2012. Vol. 336 (6079). hlm. 344–347. doi:10.1126/science.1216424.</ref><ref>T. Lan. ''Insights into bear evolution from a Pleistocene polar bear genome''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2022. Vol. 119 (14). doi:10.1073/pnas.2200016119.</ref> Sebuah studi pada 2012 memperkirakan pemisahan antara beruang kutub dan beruang coklat terjadi sekitar 600.000 tahun lalu.<ref>F. Hailer. [https://archive.org/details/sim_science_2012-04-20_336_6079/page/344 Nuclear genomic sequences reveal that polar bears are an old and distinct bear lineage]. ''Science''. 2012. Vol. 336 (6079). hlm. 344–347. doi:10.1126/science.1216424.</ref> Studi pada 2022 memperkirakan divergensi lebih awal lagi, lebih dari satu juta tahun lalu.<ref>T. Lan. ''Insights into bear evolution from a Pleistocene polar bear genome''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2022. Vol. 119 (14). doi:10.1073/pnas.2200016119.</ref> Peristiwa [[glasiasi]] selama ratusan ribu tahun berperan dalam asal-usul beruang kutub serta interaksi dan hibridisasi selanjutnya dengan beruang coklat.<ref>Alexandre Hassanin. [https://comptes-rendus.academie-sciences.fr/biologies/item/10.1016/j.crvi.2015.04.008.pdf The role of Pleistocene glaciations in shaping the evolution of polar and brown bears. Evidence from a critical review of mitochondrial and nuclear genome analyses]. ''Comptes Rendus Biologies''. 2015. Vol. 338 (7). hlm. 494–501. doi:10.1016/j.crvi.2015.04.008.</ref> | ||
Studi pada 2011 dan 2012 menyimpulkan bahwa terjadi [[aliran gen]] dari beruang coklat ke beruang kutub selama hibridisasi. Secara khusus, studi tahun 2011 menyimpulkan bahwa populasi beruang kutub modern memperoleh garis [[matriline|keturunan maternal]] dari beruang coklat Irlandia yang kini telah punah. Studi-studi selanjutnya menjelaskan bahwa aliran gen terjadi dari beruang kutub ke beruang coklat, bukan sebaliknya. Hingga 9 persen genom beruang ABC berasal dari beruang kutub, sementara beruang Irlandia memiliki hingga 21,5 persen asal-usul genetik dari beruang kutub. Hibridisasi massal antara kedua spesies tampaknya berhenti sekitar 200.000 tahun lalu. [[Hibrida grizzly–beruang kutub|Hibrida modern]] relatif jarang ditemukan di alam liar. | Studi pada 2011 dan 2012 menyimpulkan bahwa terjadi [[aliran gen]] dari beruang coklat ke beruang kutub selama hibridisasi.<ref>F. Hailer. [https://archive.org/details/sim_science_2012-04-20_336_6079/page/344 Nuclear genomic sequences reveal that polar bears are an old and distinct bear lineage]. ''Science''. 2012. Vol. 336 (6079). hlm. 344–347. doi:10.1126/science.1216424.</ref><ref>C. J. Edwards. ''Ancient hybridization and an Irish origin for the modern polar bear matriline''. ''Current Biology''. 2011. Vol. 21 (15). hlm. 1251–1258. doi:10.1016/j.cub.2011.05.058.</ref> Secara khusus, studi tahun 2011 menyimpulkan bahwa populasi beruang kutub modern memperoleh garis [[matriline|keturunan maternal]] dari beruang coklat Irlandia yang kini telah punah.<ref>C. J. Edwards. ''Ancient hybridization and an Irish origin for the modern polar bear matriline''. ''Current Biology''. 2011. Vol. 21 (15). hlm. 1251–1258. doi:10.1016/j.cub.2011.05.058.</ref> Studi-studi selanjutnya menjelaskan bahwa aliran gen terjadi dari beruang kutub ke beruang coklat, bukan sebaliknya.<ref>Alexandre Hassanin. [https://comptes-rendus.academie-sciences.fr/biologies/item/10.1016/j.crvi.2015.04.008.pdf The role of Pleistocene glaciations in shaping the evolution of polar and brown bears. Evidence from a critical review of mitochondrial and nuclear genome analyses]. ''Comptes Rendus Biologies''. 2015. Vol. 338 (7). hlm. 494–501. doi:10.1016/j.crvi.2015.04.008.</ref><ref>J. A. Cahill. ''Genomic evidence of widespread admixture from polar bears into brown bears during the last ice age''. ''Molecular Biology and Evolution''. 2018. Vol. 35 (5). hlm. 1120–1129. doi:10.1093/molbev/msy018.</ref><ref>M-S Wang. ''A polar bear paleogenome reveals extensive ancient gene flow from polar bears into brown bears''. ''Nature Ecology & Evolution''. 2022. Vol. 6 (7). hlm. 936–944. doi:10.1038/s41559-022-01753-8.</ref> Hingga 9 persen genom beruang ABC berasal dari beruang kutub,<ref>J. A. Cahill. ''Genomic evidence of geographically widespread effect of gene flow from polar bears into brown bears''. ''Molecular Phylogenetics and Evolution''. 2015. Vol. 24 (6). hlm. 1205–1217. doi:10.1111/mec.13038.</ref> sementara beruang Irlandia memiliki hingga 21,5 persen asal-usul genetik dari beruang kutub.<ref>J. A. Cahill. ''Genomic evidence of widespread admixture from polar bears into brown bears during the last ice age''. ''Molecular Biology and Evolution''. 2018. Vol. 35 (5). hlm. 1120–1129. doi:10.1093/molbev/msy018.</ref> Hibridisasi massal antara kedua spesies tampaknya berhenti sekitar 200.000 tahun lalu. [[Hibrida grizzly–beruang kutub|Hibrida modern]] relatif jarang ditemukan di alam liar.<ref>T. Lan. ''Insights into bear evolution from a Pleistocene polar bear genome''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2022. Vol. 119 (14). doi:10.1073/pnas.2200016119.</ref> | ||
Analisis [[variasi jumlah salinan gen]] pada beruang kutub dibandingkan dengan beruang coklat dan [[beruang hitam Amerika]] menunjukkan sejumlah adaptasi yang khas. Beruang kutub memiliki keragaman yang lebih rendah pada gen [[reseptor penciuman]], akibat lebih sedikitnya ragam bau di habitat Arktik. Dengan pola makan karnivor tinggi lemak, spesies ini memiliki lebih sedikit salinan gen penghasil [[amilase]], enzim pemecah [[pati]], serta seleksi lebih kuat terhadap gen pemecah asam lemak dan sistem [[peredaran darah|peredaran]] yang lebih efisien. Bulu beruang kutub yang lebih tebal merupakan hasil lebih banyaknya salinan gen pembentuk protein [[keratin]]. | Analisis [[variasi jumlah salinan gen]] pada beruang kutub dibandingkan dengan beruang coklat dan [[beruang hitam Amerika]] menunjukkan sejumlah adaptasi yang khas. Beruang kutub memiliki keragaman yang lebih rendah pada gen [[reseptor penciuman]], akibat lebih sedikitnya ragam bau di habitat Arktik. Dengan pola makan karnivor tinggi lemak, spesies ini memiliki lebih sedikit salinan gen penghasil [[amilase]], enzim pemecah [[pati]], serta seleksi lebih kuat terhadap gen pemecah asam lemak dan sistem [[peredaran darah|peredaran]] yang lebih efisien. Bulu beruang kutub yang lebih tebal merupakan hasil lebih banyaknya salinan gen pembentuk protein [[keratin]].<ref>D. C. Rink. ''Polar bear evolution is marked by rapid changes in gene copy number in response to dietary shift''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2019. Vol. 116 (27). hlm. 13446–13451. doi:10.1073/pnas.1901093116.</ref> | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
Beruang kutub adalah spesies beruang dan [[karnivora]] darat terbesar yang masih hidup, meskipun beberapa subspesies beruang cokelat seperti [[beruang kodiak]] dapat menyaingi ukurannya. Pejantan umumnya memiliki panjang dengan berat . Betina lebih kecil dengan ukuran dan berat .<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> [[Dimorfisme seksual]] pada spesies ini sangat tinggi dibandingkan dengan sebagian besar mamalia lain. Beruang kutub jantan juga memiliki kepala yang secara proporsional lebih besar daripada betina. Berat beruang kutub berfluktuasi sepanjang tahun, karena mereka dapat menimbun lemak dan meningkatkan massa tubuhnya hingga 50 persen. Seekor betina hamil yang telah menggemuk bisa mencapai berat hingga . Beruang dewasa dapat berdiri setinggi pada bagian bahu. Ekornya memiliki panjang .<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Beruang kutub terbesar yang pernah tercatat, dilaporkan memiliki berat , adalah seekor pejantan yang ditembak di [[Kotzebue Sound]] di barat laut Alaska pada tahun 1960.<ref>G. L. Wood. [https://archive.org/details/guinnessbookofan00wood/page/27/mode/2up?q=polar+bear The Guinness Book of Animal Records]. Guinness Superlatives. 1983. hlm. [https://archive.org/details/guinnessbookofan00wood/page/27/mode/2up?q=polar+bear 28]. ISBN 978-0-85112-235-9.</ref> | |||
Dibandingkan dengan beruang cokelat, spesies ini memiliki perawakan yang lebih ramping, dengan tengkorak yang lebih sempit, datar, dan kecil, leher yang lebih panjang, serta punuk bahu yang lebih rendah.<ref>G. J. Slater. ''Biomechanical consequences of rapid evolution in the polar bear lineage''. ''PLOS ONE''. 2010. Vol. 5 (11). doi:10.1371/journal.pone.0013870.</ref> Profil moncongnya melengkung, menyerupai "[[Hidung Romawi]]". Mereka memiliki 34–42 gigi termasuk 12 [[gigi seri]], 4 [[Gigi taring|taring]], 8–16 [[Gigi geraham depan|premolar]], dan 10 [[Gigi geraham|molar]]. Gigi-gigi tersebut beradaptasi untuk diet yang lebih karnivora dibandingkan beruang cokelat, dengan taring yang lebih panjang, tajam, dan berjarak, serta [[gigi pipi]] (premolar dan molar) yang lebih kecil dan runcing.<ref>G. J. Slater. ''Biomechanical consequences of rapid evolution in the polar bear lineage''. ''PLOS ONE''. 2010. Vol. 5 (11). doi:10.1371/journal.pone.0013870.</ref> Spesies ini memiliki celah besar atau [[diastema]] antara taring dan gigi pipi, yang memungkinkan mereka menggigit mangsa dengan lebih baik.<ref>B. Figueirido. ''Ecomorphological correlates of craniodental variation in bears and paleobiological implications for extinct taxa: an approach based on geometric morphometrics''. ''Journal of Zoology''. 2009. Vol. 277 (1). hlm. 70–80. doi:10.1111/j.1469-7998.2008.00511.x.</ref> Karena biasanya memangsa hewan yang jauh lebih kecil darinya, beruang kutub tidak memiliki gigitan yang terlalu kuat.<ref>B. Figueirido. ''Ecomorphological correlates of craniodental variation in bears and paleobiological implications for extinct taxa: an approach based on geometric morphometrics''. ''Journal of Zoology''. 2009. Vol. 277 (1). hlm. 70–80. doi:10.1111/j.1469-7998.2008.00511.x.</ref> Beruang kutub memiliki cakar yang besar, dengan cakar depan lebih lebar daripada cakar belakang. Kaki mereka lebih berbulu dibandingkan spesies beruang lainnya, memberikan kehangatan dan gesekan saat melangkah di atas salju dan es laut. Kukunya kecil namun tajam dan bengkok, digunakan untuk menyambar mangsa dan memanjat ke atas es. | |||
Mantel bulunya terdiri dari [[bulu bawah]] yang lebat sepanjang sekitar dan [[rambut pelindung]] sepanjang sekitar .<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Pejantan memiliki rambut panjang di kaki depan mereka, yang diperkirakan sebagai sinyal [[Kebugaran (biologi)|kebugaran]] mereka kepada betina.<ref>Andrew E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_journal-of-mammalogy_2005-10_86_5/page/894 Sexual dimorphism of polar bears]. ''Journal of Mammalogy''. 2005. Vol. 86 (5). hlm. 895–901. doi:10.1644/1545-1542(2005)86[895:SDOPB]2.0.CO;2.</ref> Permukaan luar rambut memiliki tampilan bersisik, dan rambut pelindungnya berongga, yang memungkinkan hewan ini memerangkap panas dan mengapung di air. Rambut pelindung yang transparan melakukan [[hamburan ke depan]] terhadap sinar [[ultraviolet]] di antara bulu bawah dan kulit, menyebabkan siklus penyerapan dan emisi ulang yang menjaga kehangatan mereka.<ref>M. Q. Khattab. ''Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results''. ''Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering''. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.</ref> Bulunya tampak putih karena [[hamburan balik]] dari [[Sinar (optika)#Interaksi dengan permukaan|cahaya datang]] dan ketiadaan pigmen.<ref>M. Q. Khattab. ''Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results''. ''Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering''. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.</ref> Beruang kutub mendapatkan warna kekuningan seiring dengan semakin seringnya terpapar sinar matahari. Warna ini akan kembali normal setelah mereka [[Ganti kulit|berganti bulu]]. Bulu mereka juga bisa berwarna keabu-abuan atau kecokelatan.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Bulu terang mereka memberikan [[kamuflase]] di lingkungan bersalju. Setelah keluar dari air, beruang dapat dengan mudah mengibaskan tubuhnya hingga kering karena rambutnya tahan kusut saat basah. Sekresi minyak mencegah rambut membeku.<ref>J Carolan. ''Anti-icing properties of polar bear fur''. ''Science Advances''. 2025. Vol. 11 (5). doi:10.1126/sciadv.ads7321.</ref> Kulitnya, termasuk hidung dan bibir, berwarna hitam dan menyerap panas.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref><ref>M. Q. Khattab. ''Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results''. ''Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering''. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.</ref> Beruang kutub memiliki lapisan lemak setebal di bawah kulit,<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> yang memberikan kehangatan sekaligus energi. Beruang kutub mempertahankan suhu inti tubuh sekitar .<ref>R. C. Best. ''Thermoregulation in resting and active polar bears''. ''Journal of Comparative Physiology A''. 1982. Vol. 146. hlm. 63–73. doi:10.1007/BF00688718.</ref> Panas berlebih diatasi oleh lapisan [[jaringan otot lurik]] yang sangat tervaskularisasi dan pembuluh darah yang terkontrol dengan baik. Beruang juga mendinginkan diri dengan masuk ke dalam air.<ref>M. Q. Khattab. ''Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results''. ''Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering''. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.</ref><ref>H. Tributsch. ''Light collection and solar sensing through the polar bear pelt''. ''Solar Energy Materials''. 1990. Vol. 21 (2–3). hlm. 219–236. doi:10.1016/0165-1633(90)90056-7.</ref> | |||
Mata beruang kutub terletak di dekat bagian atas kepala, yang memungkinkan mereka untuk tetap berada di luar air saat berenang di permukaan. Matanya relatif kecil, yang mungkin merupakan adaptasi terhadap tiupan salju dan [[Fotokeratitis|kebutaan salju]]. Beruang kutub adalah [[Dikromasi|dikromat]], dan tidak memiliki [[sel kerucut]] untuk melihat panjang gelombang menengah, terutama hijau. Mereka memiliki banyak [[sel batang]], yang memungkinkan mereka melihat di malam hari. Telinganya kecil, memungkinkan mereka menahan panas dengan lebih baik dan tidak [[Radang dingin|terkena radang dingin]]. Beruang kutub dapat mendengar paling baik pada frekuensi 11,2–22,5 kHz, rentang frekuensi yang lebih luas dari yang diperkirakan mengingat mangsa mereka sebagian besar mengeluarkan suara berfrekuensi rendah.<ref>P. E. Nachtigall. ''Polar bear ''Ursus maritimus'' hearing measured with auditory evoked potentials''. ''Journal of Experimental Biology''. 2007. Vol. 210 (7). hlm. 1116–1122. doi:10.1242/jeb.02734.</ref> [[Konka hidung]] menciptakan area permukaan yang luas, sehingga lebih banyak udara hangat dapat bergerak melalui saluran hidung. [[Sistem penciuman]] mereka juga besar dan beradaptasi untuk mencium mangsa dari jarak yang sangat jauh.<ref>P. A. Green. ''Respiratory and olfactory turbinal size in canid and arctoid carnivorans''. ''Journal of Anatomy''. 2012. Vol. 221 (6). hlm. 609–621. doi:10.1111/j.1469-7580.2012.01570.x.</ref> Hewan ini memiliki [[ginjal renikulata]] yang menyaring garam dalam makanan mereka. | |||
Mata beruang kutub terletak di dekat bagian atas kepala, yang memungkinkan mereka untuk tetap berada di luar air saat berenang di permukaan. Matanya relatif kecil, yang mungkin merupakan adaptasi terhadap tiupan salju dan [[Fotokeratitis|kebutaan salju]]. Beruang kutub adalah [[Dikromasi|dikromat]], dan tidak memiliki [[sel kerucut]] untuk melihat panjang gelombang menengah, terutama hijau. Mereka memiliki banyak [[sel batang]], yang memungkinkan mereka melihat di malam hari. Telinganya kecil, memungkinkan mereka menahan panas dengan lebih baik dan tidak [[Radang dingin|terkena radang dingin]]. Beruang kutub dapat mendengar paling baik pada frekuensi 11,2–22,5 kHz, rentang frekuensi yang lebih luas dari yang diperkirakan mengingat mangsa mereka sebagian besar mengeluarkan suara berfrekuensi rendah. [[Konka hidung]] menciptakan area permukaan yang luas, sehingga lebih banyak udara hangat dapat bergerak melalui saluran hidung. [[Sistem penciuman]] mereka juga besar dan beradaptasi untuk mencium mangsa dari jarak yang sangat jauh. Hewan ini memiliki [[ginjal renikulata]] yang menyaring garam dalam makanan mereka. | |||
==Persebaran dan habitat== | ==Persebaran dan habitat== | ||
Beruang kutub mendiami [[Arktika]] dan wilayah sekitarnya. Daerah jelajah mereka mencakup Greenland, Kanada, Alaska, Rusia, dan [[Kepulauan Svalbard]] milik Norwegia.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Beruang kutub pernah tercatat berada sedekat dari [[Kutub Utara]].<ref>R. van Meurs. ''Letter to the editor: farthest north polar bear''. ''Arctic''. 1993. Vol. 56 (3). hlm. 309. doi:10.14430/arctic626.</ref> Batas selatan daerah jelajah mereka meliputi [[Teluk James]] dan [[Newfoundland dan Labrador]] di Kanada serta [[Pulau St. Matthew]] dan [[Kepulauan Pribilof]] di Alaska.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Mereka bukan penghuni tetap Islandia namun tercatat pernah berkunjung ke sana jika bisa mencapainya melalui es laut. Karena minimnya perambahan manusia terhadap habitat terpencil beruang ini, mereka masih dapat ditemukan di sebagian besar daerah jelajah aslinya, lebih banyak dibandingkan karnivora darat besar lainnya.<ref>Andrew E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_integrative-and-comparative-biology_2004-04_44_2/page/162 Polar bears in a warming climate]. ''Integrative and Comparative Biology''. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.</ref> | |||
Beruang kutub | Beruang kutub telah dibagi menjadi setidaknya 18 subpopulasi yang dilabeli sebagai populasi Greenland Timur (ES), [[Laut Barents]] (BS), [[Laut Kara]] (KS), [[Laut Laptev]] (LVS), [[Laut Chukchi]] (CS), [[Laut Beaufort]] bagian utara dan selatan (SBS dan NBS), [[Teluk Viscount Melville|Viscount Melville]] (VM), [[Selat M'Clintock]] (MC), [[Teluk Boothia]] (GB), [[Selat Lancaster]] (LS), [[Teluk Norwegia]] (NB), [[Cekungan Kane]] (KB), [[Teluk Baffin]] (BB), [[Selat Davis]] (DS), [[Cekungan Foxe]] (FB), serta [[Teluk Hudson]] bagian barat dan selatan (WHB dan SHB).<ref>[https://www.iucn-pbsg.org/wp-content/uploads/2021/11/July-2021-Status-Report-Web.pdf Status Report on the World's Polar Bear Subpopulations: July 2021 Status Report]. IUCN/SSC Polar Bear Specialist Group. July 2021.</ref><ref>E. Peacock. ''Implications of the circumpolar genetic structure of polar bears for their conservation in a rapidly warming Arctic''. ''PLOS ONE''. 2015. Vol. 10 (1). doi:10.1371/journal.pone.0112021.</ref> Beruang di dalam dan sekitar [[Kepulauan Ratu Elizabeth]] telah diusulkan sebagai subpopulasi tersendiri namun hal ini tidak diterima secara universal.<ref>[https://www.iucn-pbsg.org/wp-content/uploads/2021/11/July-2021-Status-Report-Web.pdf Status Report on the World's Polar Bear Subpopulations: July 2021 Status Report]. IUCN/SSC Polar Bear Specialist Group. July 2021.</ref> Sebuah studi tahun 2022 menyarankan agar beruang di Greenland tenggara dianggap sebagai subpopulasi yang berbeda berdasarkan isolasi geografis dan genetika mereka.<ref>K. L. Laidre. [https://repository.library.noaa.gov/view/noaa/53746 Glacial ice supports a distinct and undocumented polar bear subpopulation persisting in late 21st-century sea-ice conditions]. ''Science''. 2022. Vol. 376 (6599). hlm. 1333–1338. doi:10.1126/science.abk2793.</ref> Populasi beruang kutub juga dapat dibagi menjadi empat [[gugus gen]]: Kanada Selatan, [[Kepulauan Arktik|Kepulauan Kanada]], Cekungan Barat (Kanada barat laut ke arah barat hingga [[Timur Jauh Rusia]]), dan Cekungan Timur (Greenland ke arah timur hingga Siberia).<ref>E. Peacock. ''Implications of the circumpolar genetic structure of polar bears for their conservation in a rapidly warming Arctic''. ''PLOS ONE''. 2015. Vol. 10 (1). doi:10.1371/journal.pone.0112021.</ref> | ||
Beruang kutub sangat bergantung pada laut sehingga dianggap sebagai [[mamalia laut]].<ref>Committee on Taxonomy. [https://www.marinemammalscience.org/species-information/list-of-marine-mammal-species-subspecies/ List of Marine Mammal Species & Subspecies]. The Society for Marine Mammalogy. October 2014.</ref> Hewan ini bersifat [[pagofilik]] dan terutama mendiami [[es laut]] tahunan yang menutupi [[landas kontinen]] dan di antara pulau-pulau di [[kepulauan]]. Daerah-daerah ini, yang dikenal sebagai "Cincin Kehidupan Arktik", memiliki [[Produktivitas (ekologi)|produktivitas biologis]] yang tinggi.<ref>Andrew E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_integrative-and-comparative-biology_2004-04_44_2/page/162 Polar bears in a warming climate]. ''Integrative and Comparative Biology''. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.</ref> Spesies ini cenderung sering berada di area pertemuan es laut dan air, seperti [[polynya]] dan [[celah es (es laut)|celah es]], untuk memburu [[Pinnipedia|anjing laut]] yang merupakan bagian terbesar dari dietnya.<ref>Ian Stirling. [https://archive.org/details/sim_journal-of-marine-systems_1997-01_10_1-4/page/9 The importance of polynyas, ice edges, and leads to marine mammals and birds]. ''Journal of Marine Systems''. 1997. Vol. 10 (1–4). hlm. 9–21. doi:10.1016/S0924-7963(96)00054-1.</ref> Beruang kutub melakukan perjalanan sebagai respons terhadap perubahan tutupan es sepanjang tahun. Mereka terpaksa naik ke daratan pada musim panas ketika es laut menghilang. Habitat darat yang digunakan oleh beruang kutub meliputi hutan, pegunungan, daerah berbatu, tepian danau, dan anak sungai. Di laut Chukchi dan Beaufort, tempat es laut pecah dan hanyut ke utara selama musim panas, beruang kutub umumnya tetap berada di atas es, meskipun sebagian besar populasi (15–40%) telah diamati menghabiskan seluruh musim panas di daratan sejak tahun 1980-an.<ref>Karyn D. Rode. ''Observed and forecasted changes in land use by polar bears in the Beaufort and Chukchi Seas, 1985–2040''. ''Global Ecology and Conservation''. December 2022. Vol. 40. doi:10.1016/j.gecco.2022.e02319.</ref> Beberapa daerah memiliki es [[Es laut#Es laut tua|multitahun]] tebal yang tidak mencair sepenuhnya dan beruang dapat tinggal di sana sepanjang tahun,<ref>D. Vongraven. ''A circumpolar monitoring framework for polar bears''. ''Ursus: Monograph Series Number 5''. 2012. Vol. 23 (2). hlm. 1–66. doi:10.2192/URSUS-D-11-00026.1.</ref> meskipun jenis es ini memiliki lebih sedikit anjing laut dan produktivitas air yang lebih rendah. | |||
Beruang kutub sangat bergantung pada laut sehingga dianggap sebagai [[mamalia laut]]. Hewan ini bersifat [[pagofilik]] dan terutama mendiami [[es laut]] tahunan yang menutupi [[landas kontinen]] dan di antara pulau-pulau di [[kepulauan]]. Daerah-daerah ini, yang dikenal sebagai "Cincin Kehidupan Arktik", memiliki [[Produktivitas (ekologi)|produktivitas biologis]] yang tinggi. Spesies ini cenderung sering berada di area pertemuan es laut dan air, seperti [[polynya]] dan [[celah es (es laut)|celah es]], untuk memburu [[Pinnipedia|anjing laut]] yang merupakan bagian terbesar dari dietnya. Beruang kutub melakukan perjalanan sebagai respons terhadap perubahan tutupan es sepanjang tahun. Mereka terpaksa naik ke daratan pada musim panas ketika es laut menghilang. Habitat darat yang digunakan oleh beruang kutub meliputi hutan, pegunungan, daerah berbatu, tepian danau, dan anak sungai. Di laut Chukchi dan Beaufort, tempat es laut pecah dan hanyut ke utara selama musim panas, beruang kutub umumnya tetap berada di atas es, meskipun sebagian besar populasi (15–40%) telah diamati menghabiskan seluruh musim panas di daratan sejak tahun 1980-an. Beberapa daerah memiliki es [[Es laut#Es laut tua|multitahun]] tebal yang tidak mencair sepenuhnya dan beruang dapat tinggal di sana sepanjang tahun, meskipun jenis es ini memiliki lebih sedikit anjing laut dan produktivitas air yang lebih rendah. | |||
==Perilaku dan ekologi== | ==Perilaku dan ekologi== | ||
Beruang kutub dapat menjelajahi area sekecil hingga seluas dalam setahun, sementara es yang hanyut memungkinkan mereka bergerak lebih jauh. Bergantung pada kondisi es, seekor beruang dapat menempuh perjalanan rata-rata per hari. Pergerakan ini disokong oleh asupan makanan mereka yang kaya energi. Beruang kutub bergerak dengan cara berjalan dan [[Galop|menderap]], serta tidak [[Lari kecil|berlari kecil]]. Saat berjalan, beruang memiringkan cakar depan mereka ke arah dalam. Mereka dapat berlari dengan kecepatan yang diperkirakan mencapai | Beruang kutub dapat menjelajahi area sekecil hingga seluas dalam setahun, sementara es yang hanyut memungkinkan mereka bergerak lebih jauh.<ref>M. Auger-Méthé. ''Home ranges in moving habitats: polar bears and sea ice''. ''Ecography''. 2016. Vol. 32 (1). hlm. 26–35. doi:10.1111/ecog.01260.</ref> Bergantung pada kondisi es, seekor beruang dapat menempuh perjalanan rata-rata per hari.<ref>S. H. Ferguson. [https://archive.org/details/sim_arctic_2001-03_54_1/page/48 Activity and movement patterns of polar bears inhabiting consolidated versus active pack ice]. ''Arctic''. 2001. Vol. 54 (1). hlm. 49–54. doi:10.14430/arctic763.</ref> Pergerakan ini disokong oleh asupan makanan mereka yang kaya energi. Beruang kutub bergerak dengan cara berjalan dan [[Galop|menderap]], serta tidak [[Lari kecil|berlari kecil]].<ref>J-P Gasc. ''Kinematic analysis of the locomotion of the polar bear (''Ursus maritimus'', Phipps, 1774) in natural and experimental conditions''. ''Netherlands Journal of Zoology''. 1997. Vol. 48 (2). hlm. 145–167. doi:10.1163/156854298X00156.</ref> Saat berjalan, beruang memiringkan cakar depan mereka ke arah dalam. Mereka dapat berlari dengan kecepatan yang diperkirakan mencapai <ref>R. K. Brook. [https://archive.org/details/sim_arctic_2002-06_55_2/page/192 Observations of polar bear predatory behaviour toward caribou]. ''Arctic''. 2002. Vol. 55 (2). hlm. 193–196. doi:10.14430/arctic703.</ref> namun biasanya bergerak dengan kecepatan sekitar . Beruang kutub juga merupakan perenang yang andal dan dapat berenang dengan kecepatan hingga . Sebuah studi menemukan bahwa mereka dapat berenang selama rata-rata 3,4 hari sekaligus dan menempuh jarak rata-rata .<ref>A. M. Pagano. [https://zenodo.org/record/1235909 Long-distance swimming by polar bears (''Ursus maritimus'') of the southern Beaufort Sea during years of extensive open water]. ''Canadian Journal of Zoology''. 2012. Vol. 90 (5). hlm. 663–676. doi:10.1139/Z2012-033.</ref> Mereka dapat menyelam hingga selama tiga menit.<ref>Ian Stirling. ''Longest recorded underwater dive by a polar bear''. ''Polar Biology''. 2015. Vol. 38 (8). hlm. 1301–1304. doi:10.1007/s00300-015-1684-1.</ref> Saat berenang, cakar depan yang lebar berfungsi untuk mengayuh, sementara kaki belakang berperan dalam mengemudi dan menyelam.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> | ||
Sebagian besar beruang kutub aktif sepanjang tahun. [[Hibernasi]] hanya terjadi pada betina yang sedang hamil. Beruang yang tidak berhibernasi biasanya memiliki [[Ritme sirkadian|siklus 24 jam]] normal bahkan selama hari-hari [[Malam kutub|gelap total]] atau [[Matahari tengah malam|terang terus-menerus]], meskipun siklus yang kurang dari sehari lebih umum terjadi selama periode gelap total. Spesies ini umumnya bersifat [[Diurnalitas|diurnal]], yaitu paling aktif pada awal hari. Rata-rata, beruang kutub tidur hampir delapan jam sehari. Mereka tidur dalam berbagai posisi, termasuk meringkuk, duduk, berbaring miring, telentang dengan tungkai terentang, atau tengkurap dengan bagian pantat yang ditinggikan. Di atas es laut, beruang kutub tidur sejenak di [[Punggungan tekanan (es)|punggungan tekanan]], tempat mereka menggali di sisi yang terlindung dan berbaring. Setelah badai salju, seekor beruang mungkin beristirahat di bawah tumpukan salju selama berjam-jam atau berhari-hari. Di daratan, beruang mungkin menggali tempat istirahat di kerikil atau pantai berpasir. Mereka juga akan tidur di singkapan berbatu. Di daerah pegunungan di pesisir, induk dan beruang sub-dewasa akan tidur di lereng tempat mereka dapat lebih mudah melihat kedatangan beruang lain. Pejantan dewasa memiliki risiko lebih kecil terhadap ancaman beruang lain dan dapat tidur hampir di mana saja. | Sebagian besar beruang kutub aktif sepanjang tahun. [[Hibernasi]] hanya terjadi pada betina yang sedang hamil. Beruang yang tidak berhibernasi biasanya memiliki [[Ritme sirkadian|siklus 24 jam]] normal bahkan selama hari-hari [[Malam kutub|gelap total]] atau [[Matahari tengah malam|terang terus-menerus]], meskipun siklus yang kurang dari sehari lebih umum terjadi selama periode gelap total.<ref>J. V. Ware. ''The clock keeps ticking: circadian rhythms of free-ranging polar bears''. ''Journal of Biological Rhythms''. 2020. Vol. 35 (2). hlm. 180–194. doi:10.1177/0748730419900877.</ref> Spesies ini umumnya bersifat [[Diurnalitas|diurnal]], yaitu paling aktif pada awal hari.<ref>I. Stirling. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1974-09_52_9/page/1190 Midsummer observations on the behavior of wild polar bears (''Ursus maritimus'')]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1974. Vol. 52 (9). hlm. 1191–1198. doi:10.1139/z74-157.</ref> Rata-rata, beruang kutub tidur hampir delapan jam sehari. Mereka tidur dalam berbagai posisi, termasuk meringkuk, duduk, berbaring miring, telentang dengan tungkai terentang, atau tengkurap dengan bagian pantat yang ditinggikan. Di atas es laut, beruang kutub tidur sejenak di [[Punggungan tekanan (es)|punggungan tekanan]], tempat mereka menggali di sisi yang terlindung dan berbaring. Setelah badai salju, seekor beruang mungkin beristirahat di bawah tumpukan salju selama berjam-jam atau berhari-hari. Di daratan, beruang mungkin menggali tempat istirahat di kerikil atau pantai berpasir. Mereka juga akan tidur di singkapan berbatu. Di daerah pegunungan di pesisir, induk dan beruang sub-dewasa akan tidur di lereng tempat mereka dapat lebih mudah melihat kedatangan beruang lain. Pejantan dewasa memiliki risiko lebih kecil terhadap ancaman beruang lain dan dapat tidur hampir di mana saja. | ||
===Kehidupan sosial=== | ===Kehidupan sosial=== | ||
Beruang kutub biasanya hidup soliter, kecuali induk dengan anaknya dan pasangan kawin. Di darat, mereka ditemukan saling berdekatan dan berkumpul di sekitar sumber makanan. Pejantan dewasa, khususnya, lebih toleran satu sama lain di lingkungan darat dan di luar musim kawin.<ref>A. E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1990-07_68_7/page/1390 Observations of aggregating behaviour in adult male polar bears (''Ursus maritimus'')]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1990. Vol. 68 (7). hlm. 1390–1394. doi:10.1139/z90-207.</ref><ref>S. H. Ferguson. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1997-10_75_10/page/1584 Space use by polar bears in and around Auyuittuq National Park, Northwest Territories, during the ice-free period]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1997. Vol. 75 (10). hlm. 1585–1594. doi:10.1139/z97-785.</ref> Mereka tercatat pernah membentuk "aliansi" yang stabil, bepergian, beristirahat, dan bermain bersama. [[Hierarki dominasi]] ada di antara beruang kutub dengan pejantan dewasa terbesar menempati peringkat teratas. Betina dewasa mengungguli beruang sub-dewasa dan remaja, serta pejantan muda mengungguli betina seusianya. Selain itu, anak beruang yang bersama induknya mengungguli mereka yang sendirian.<ref>N. G. Ovsyanikov. [https://www.arlis.org/docs/vol1/E/Walrus/Russian/Ovsyanikov.2005.BehaviorPolarBearCoastalCongreg.ZoolZhurnal.pdf Behavior of polar bears in coastal congregations]. ''Zoologicheskiĭ Zhurnal''. 2005. Vol. 84 (1). hlm. 94–103.</ref> Betina dengan anak yang masih bergantung cenderung menjauhi pejantan,<ref>S. H. Ferguson. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1997-10_75_10/page/1584 Space use by polar bears in and around Auyuittuq National Park, Northwest Territories, during the ice-free period]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1997. Vol. 75 (10). hlm. 1585–1594. doi:10.1139/z97-785.</ref> tetapi terkadang berasosiasi dengan unit betina-anak lainnya, menciptakan "keluarga komposit".<ref>N. G. Ovsyanikov. [https://www.arlis.org/docs/vol1/E/Walrus/Russian/Ovsyanikov.2005.BehaviorPolarBearCoastalCongreg.ZoolZhurnal.pdf Behavior of polar bears in coastal congregations]. ''Zoologicheskiĭ Zhurnal''. 2005. Vol. 84 (1). hlm. 94–103.</ref> | |||
Beruang kutub umumnya pendiam tetapi dapat menghasilkan berbagai suara. [[Dengusan]] lembut, sebuah panggilan berirama lembut, dibuat oleh induk beruang diduga untuk menjaga kontak dengan anak-anaknya.<ref>C. Wemmer. ''An analysis of the chuffing vocalization in the polar bear (''Ursus maritimus'')''. ''Journal of Zoology''. 1976. Vol. 180 (3). hlm. 425–439. doi:10.1111/j.1469-7998.1976.tb04686.x.</ref> Selama musim kawin, pejantan dewasa akan mendengus pada calon pasangannya. Berbeda dengan hewan lain di mana dengusan dikeluarkan melalui lubang hidung, pada beruang kutub suara ini dikeluarkan melalui mulut yang sedikit terbuka.<ref>C. Wemmer. ''An analysis of the chuffing vocalization in the polar bear (''Ursus maritimus'')''. ''Journal of Zoology''. 1976. Vol. 180 (3). hlm. 425–439. doi:10.1111/j.1469-7998.1976.tb04686.x.</ref> Anak beruang akan menangis untuk meminta perhatian dan mengeluarkan suara senandung saat menyusu.<ref>A. E. Derocher. ''Nursing vocalization of a polar bear cub''. ''Ursus''. 2010. Vol. 21 (2). hlm. 189–191. doi:10.2192/09SC025.1.</ref> Katupan gigi, letupan rahang, embusan napas, dengusan kasar, erangan, [[geraman]], dan [[auman]] terdengar dalam pertemuan yang lebih bermusuhan. Beruang kutub berkomunikasi secara visual menggunakan mata, telinga, hidung, dan bibirnya.<ref>N. G. Ovsyanikov. [https://www.arlis.org/docs/vol1/E/Walrus/Russian/Ovsyanikov.2005.BehaviorPolarBearCoastalCongreg.ZoolZhurnal.pdf Behavior of polar bears in coastal congregations]. ''Zoologicheskiĭ Zhurnal''. 2005. Vol. 84 (1). hlm. 94–103.</ref> Beruang juga berkomunikasi melalui komunikasi kimiawi dengan mengeluarkan aroma dari bantalan kaki ke jejak mereka, yang memungkinkan antarindividu untuk melacak keberadaan satu sama lain.<ref>Owen, M. A. ''An experimental investigation of chemical communication in the polar bear''. ''Journal of Zoology''. 2014. Vol. 295 (1). hlm. 36–43. doi:10.1111/jzo.12181.</ref> | |||
Beruang kutub umumnya pendiam tetapi dapat menghasilkan berbagai suara. [[Dengusan]] lembut, sebuah panggilan berirama lembut, dibuat oleh induk beruang diduga untuk menjaga kontak dengan anak-anaknya. Selama musim kawin, pejantan dewasa akan mendengus pada calon pasangannya. Berbeda dengan hewan lain di mana dengusan dikeluarkan melalui lubang hidung, pada beruang kutub suara ini dikeluarkan melalui mulut yang sedikit terbuka. Anak beruang akan menangis untuk meminta perhatian dan mengeluarkan suara senandung saat menyusu. Katupan gigi, letupan rahang, embusan napas, dengusan kasar, erangan, [[geraman]], dan [[auman]] terdengar dalam pertemuan yang lebih bermusuhan. Beruang kutub berkomunikasi secara visual menggunakan mata, telinga, hidung, dan bibirnya. Beruang juga berkomunikasi melalui komunikasi kimiawi dengan mengeluarkan aroma dari bantalan kaki ke jejak mereka, yang memungkinkan antarindividu untuk melacak keberadaan satu sama lain. | |||
===Makanan dan perburuan=== | ===Makanan dan perburuan=== | ||
Beruang kutub adalah [[hiperkarnivora]],<ref>T. Sacco. ''Ecomorphological indicators of feeding behaviour in the bears (Carnivora: Ursidae)''. ''Journal of Zoology''. 2004. Vol. 263 (1). hlm. 41–54. doi:10.1017/S0952836904004856.</ref> dan spesies beruang paling karnivora.<ref>G. J. Slater. ''Biomechanical consequences of rapid evolution in the polar bear lineage''. ''PLOS ONE''. 2010. Vol. 5 (11). doi:10.1371/journal.pone.0013870.</ref> Ia adalah [[predator puncak]] di Arktika, memangsa [[anjing laut es]] dan mengonsumsi [[Lemak (mamalia laut)|lemak]] mereka yang kaya energi. Spesies yang paling umum ditangkap adalah [[anjing laut cincin]], tetapi mereka juga memangsa [[anjing laut berjanggut]] dan [[anjing laut harpa]].<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Anjing laut cincin adalah mangsa ideal karena jumlahnya melimpah dan cukup kecil untuk ditaklukkan bahkan oleh beruang kecil. Anjing laut berjanggut dewasa berukuran lebih besar dan lebih mungkin membebaskan diri dari serangan beruang, sehingga beruang jantan dewasalah yang lebih sukses memburu mereka. Mangsa yang kurang umum adalah [[anjing laut bertudung]], [[anjing laut bintik]], [[anjing laut pita]], dan [[anjing laut pelabuhan]] yang hidup di daerah yang lebih hangat. Beruang kutub, sebagian besar jantan dewasa, kadang-kadang akan memburu [[walrus]] baik di darat maupun di es. Mereka terutama menargetkan walrus muda, karena walrus dewasa, dengan kulit tebal dan gading panjangnya, terlalu besar dan tangguh. | |||
Selain anjing laut, beruang juga memangsa spesies [[cetacea]] seperti [[paus beluga]] dan [[narwhal]], serta [[rusa kutub]], burung dan telurnya, ikan, dan [[invertebrata laut]]. Mereka jarang memakan materi tumbuhan karena sistem pencernaan mereka terlalu terspesialisasi untuk materi hewani,<ref>M. A. Ramsay. [https://archive.org/details/sim_oecologia_1991-05_86_4/page/598 Polar bears make little use of terrestrial food webs: evidence from stable-carbon isotope analysis]. ''Oecologia''. May 1991. Vol. 86 (4). hlm. 598–600. doi:10.1007/BF00318328.</ref> meskipun mereka tercatat pernah memakan buah beri, lumut, rumput, dan [[rumput laut]]. Di wilayah persebaran selatan mereka, terutama di dekat Teluk Hudson dan Teluk James, beruang kutub bertahan sepanjang musim panas tanpa es laut sebagai tempat berburu dan harus lebih banyak bergantung pada makanan darat.<ref>Richard H. Russell. [https://archive.org/details/sim_arctic_1975-06_28_2/page/116 The food habits of polar bears of James Bay and Southwest Hudson Bay in summer and autumn]. ''Arctic''. 1975. Vol. 28 (2). hlm. 117–129. doi:10.14430/arctic2823.</ref> Cadangan lemak memungkinkan beruang kutub bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makan. [[Kanibalisme]] diketahui terjadi pada spesies ini.<ref>M. Taylor. [https://archive.org/details/sim_arctic_1985-12_38_4/page/302 Observations of intraspecific aggression and cannibalism in polar bears (''Ursus maritimus'')]. ''Arctic''. 1985. Vol. 38 (4). hlm. 303–309. doi:10.14430/arctic2149.</ref> | |||
Selain anjing laut, beruang juga memangsa spesies [[cetacea]] seperti [[paus beluga]] dan [[narwhal]], serta [[rusa kutub]], burung dan telurnya, ikan, dan [[invertebrata laut]]. Mereka jarang memakan materi tumbuhan karena sistem pencernaan mereka terlalu terspesialisasi untuk materi hewani, meskipun mereka tercatat pernah memakan buah beri, lumut, rumput, dan [[rumput laut]]. Di wilayah persebaran selatan mereka, terutama di dekat Teluk Hudson dan Teluk James, beruang kutub bertahan sepanjang musim panas tanpa es laut sebagai tempat berburu dan harus lebih banyak bergantung pada makanan darat. Cadangan lemak memungkinkan beruang kutub bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makan. [[Kanibalisme]] diketahui terjadi pada spesies ini. | |||
Beruang kutub memburu mangsanya dengan beberapa cara berbeda. Ketika seekor beruang melihat anjing laut yang sedang [[Hauling-out|naik ke atas es]] di es laut, ia mengendap-endap perlahan dengan kepala dan leher diturunkan, kemungkinan agar hidung dan matanya yang gelap tidak terlalu terlihat. Saat semakin dekat, beruang semakin merunduk dan akhirnya menyerang dengan kecepatan tinggi, berusaha menangkap anjing laut itu sebelum ia bisa melarikan diri ke dalam lubang esnya. Beberapa beruang yang mengintai perlu bergerak melalui air; melintasi rongga air di es saat mendekati anjing laut atau berenang menuju anjing laut di atas gumpalan es. Beruang kutub dapat tetap berada di dalam air dengan hidung terbuka. Ketika sudah cukup dekat, hewan ini menerjang dari air untuk menyerang. | Beruang kutub memburu mangsanya dengan beberapa cara berbeda. Ketika seekor beruang melihat anjing laut yang sedang [[Hauling-out|naik ke atas es]] di es laut, ia mengendap-endap perlahan dengan kepala dan leher diturunkan, kemungkinan agar hidung dan matanya yang gelap tidak terlalu terlihat. Saat semakin dekat, beruang semakin merunduk dan akhirnya menyerang dengan kecepatan tinggi, berusaha menangkap anjing laut itu sebelum ia bisa melarikan diri ke dalam lubang esnya. Beberapa beruang yang mengintai perlu bergerak melalui air; melintasi rongga air di es saat mendekati anjing laut atau berenang menuju anjing laut di atas gumpalan es. Beruang kutub dapat tetap berada di dalam air dengan hidung terbuka. Ketika sudah cukup dekat, hewan ini menerjang dari air untuk menyerang. | ||
Selama waktu yang terbatas di musim semi, beruang kutub akan mencari anak anjing laut cincin di sarang kelahiran mereka di bawah es. Begitu beruang menangkap aroma anak anjing laut yang bersembunyi dan menentukan lokasinya, ia mendekati sarang itu dengan tenang agar tidak menyiagakan mangsanya. Ia menggunakan kaki depannya untuk menghancurkan es dan kemudian menjulurkan kepalanya ke dalam untuk menangkap anak anjing laut itu sebelum bisa melarikan diri. Sarang anjing laut cincin bisa berada lebih dari di bawah permukaan es sehingga beruang yang lebih besar memiliki kemampuan lebih baik untuk membobolnya. Beberapa beruang mungkin hanya diam di dekat lubang pernapasan atau tempat lain di dekat air dan [[Predator penyergap|menunggu]] mangsa lewat. Ini bisa berlangsung berjam-jam dan ketika anjing laut muncul ke permukaan, beruang akan mencoba menariknya keluar dengan kaki dan cakarnya. Taktik ini adalah metode berburu utama dari musim dingin hingga awal musim semi. | Selama waktu yang terbatas di musim semi, beruang kutub akan mencari anak anjing laut cincin di sarang kelahiran mereka di bawah es. Begitu beruang menangkap aroma anak anjing laut yang bersembunyi dan menentukan lokasinya, ia mendekati sarang itu dengan tenang agar tidak menyiagakan mangsanya. Ia menggunakan kaki depannya untuk menghancurkan es dan kemudian menjulurkan kepalanya ke dalam untuk menangkap anak anjing laut itu sebelum bisa melarikan diri. Sarang anjing laut cincin bisa berada lebih dari di bawah permukaan es sehingga beruang yang lebih besar memiliki kemampuan lebih baik untuk membobolnya. Beberapa beruang mungkin hanya diam di dekat lubang pernapasan atau tempat lain di dekat air dan [[Predator penyergap|menunggu]] mangsa lewat. Ini bisa berlangsung berjam-jam dan ketika anjing laut muncul ke permukaan, beruang akan mencoba menariknya keluar dengan kaki dan cakarnya. Taktik ini adalah metode berburu utama dari musim dingin hingga awal musim semi.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> | ||
Beruang memburu kelompok walrus dengan memprovokasi mereka hingga panik dan berlarian, lalu mencari anak walrus yang tergencet atau terpisah dari induknya selama kekacauan tersebut. Terdapat laporan tentang beruang yang mencoba membunuh atau melukai walrus dengan melemparkan batu dan bongkahan es ke arah mereka. Beluga dan narwhal rentan terhadap serangan beruang ketika mereka terdampar di air dangkal atau terjebak di lubang pernapasan yang terisolasi di es. Saat mengintai rusa kutub, beruang kutub akan bersembunyi di vegetasi sebelum menyergap. Pada beberapa kesempatan, beruang mungkin mencoba menangkap mangsa di perairan terbuka, berenang di bawah anjing laut atau [[burung air]]. Namun, anjing laut khususnya lebih lincah daripada beruang di dalam air. Beruang kutub mengandalkan kekuatan kasar saat mencoba membunuh mangsanya, dan akan menggunakan gigitan serta pukulan cakar. Mereka memiliki kekuatan untuk menarik anjing laut berukuran sedang keluar dari air atau menyeret bangkai beluga cukup jauh. Beruang kutub hanya sesekali [[Penimbunan (perilaku hewan)|menyimpan]] makanan untuk nanti, menguburnya di bawah salju, dan hanya dalam jangka pendek. | Beruang memburu kelompok walrus dengan memprovokasi mereka hingga panik dan berlarian, lalu mencari anak walrus yang tergencet atau terpisah dari induknya selama kekacauan tersebut. Terdapat laporan tentang beruang yang mencoba membunuh atau melukai walrus dengan melemparkan batu dan bongkahan es ke arah mereka.<ref>I. Stirling. ''Do wild polar bears (''Ursus maritimus'') use tools when hunting walruses (''Odobenus rosmarus'')?''. ''Arctic''. 2021. Vol. 74 (2). hlm. 175–187. doi:10.14430/arctic72532.</ref> Beluga dan narwhal rentan terhadap serangan beruang ketika mereka terdampar di air dangkal atau terjebak di lubang pernapasan yang terisolasi di es. Saat mengintai rusa kutub, beruang kutub akan bersembunyi di vegetasi sebelum menyergap.<ref>R. K. Brook. [https://archive.org/details/sim_arctic_2002-06_55_2/page/192 Observations of polar bear predatory behaviour toward caribou]. ''Arctic''. 2002. Vol. 55 (2). hlm. 193–196. doi:10.14430/arctic703.</ref> Pada beberapa kesempatan, beruang mungkin mencoba menangkap mangsa di perairan terbuka, berenang di bawah anjing laut atau [[burung air]]. Namun, anjing laut khususnya lebih lincah daripada beruang di dalam air. Beruang kutub mengandalkan kekuatan kasar saat mencoba membunuh mangsanya, dan akan menggunakan gigitan serta pukulan cakar.<ref>T. Sacco. ''Ecomorphological indicators of feeding behaviour in the bears (Carnivora: Ursidae)''. ''Journal of Zoology''. 2004. Vol. 263 (1). hlm. 41–54. doi:10.1017/S0952836904004856.</ref> Mereka memiliki kekuatan untuk menarik anjing laut berukuran sedang keluar dari air atau menyeret bangkai beluga cukup jauh. Beruang kutub hanya sesekali [[Penimbunan (perilaku hewan)|menyimpan]] makanan untuk nanti, menguburnya di bawah salju, dan hanya dalam jangka pendek.<ref>I. Stirling. ''The ecological and behavioral significance of short-term food caching in polar bears (''Ursus maritimus'')''. ''Arctic Science''. 2020. Vol. 6 (1). hlm. 41–52. doi:10.1139/as-2019-0008.</ref> | ||
[[Rubah arktik]] secara rutin mengikuti beruang kutub dan memakan sisa-sisa hasil buruan mereka. Beruang biasanya mentoleransi mereka tetapi akan menyerang rubah yang terlalu dekat saat mereka sedang makan. Beruang kutub sendiri juga memakan bangkai. Beruang sub-dewasa akan memakan sisa-sisa yang ditinggalkan oleh beruang lain. Betina dengan anak sering meninggalkan bangkai ketika melihat pejantan dewasa mendekat, meskipun kemungkinannya lebih kecil jika mereka sudah lama tidak makan. Bangkai paus adalah sumber makanan yang berharga, terutama di darat dan setelah es laut mencair, serta menarik perhatian beberapa beruang. Di satu area di timur laut Alaska, beruang kutub tercatat bersaing dengan [[beruang grizzly]] untuk memperebutkan bangkai paus. Meskipun ukurannya lebih kecil, grizzly lebih agresif dan beruang kutub cenderung mengalah kepada mereka dalam perkelahian. Beruang kutub juga akan mencari makan di tempat pembuangan sampah selama periode bebas es. | [[Rubah arktik]] secara rutin mengikuti beruang kutub dan memakan sisa-sisa hasil buruan mereka. Beruang biasanya mentoleransi mereka tetapi akan menyerang rubah yang terlalu dekat saat mereka sedang makan. Beruang kutub sendiri juga memakan bangkai. Beruang sub-dewasa akan memakan sisa-sisa yang ditinggalkan oleh beruang lain. Betina dengan anak sering meninggalkan bangkai ketika melihat pejantan dewasa mendekat, meskipun kemungkinannya lebih kecil jika mereka sudah lama tidak makan. Bangkai paus adalah sumber makanan yang berharga, terutama di darat dan setelah es laut mencair, serta menarik perhatian beberapa beruang.<ref>A. E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1990-07_68_7/page/1390 Observations of aggregating behaviour in adult male polar bears (''Ursus maritimus'')]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1990. Vol. 68 (7). hlm. 1390–1394. doi:10.1139/z90-207.</ref> Di satu area di timur laut Alaska, beruang kutub tercatat bersaing dengan [[beruang grizzly]] untuk memperebutkan bangkai paus. Meskipun ukurannya lebih kecil, grizzly lebih agresif dan beruang kutub cenderung mengalah kepada mereka dalam perkelahian.<ref>S. Miller. [https://archive.org/details/sim_journal-of-mammalogy_2015-12_96_6/page/1316 Polar bear–grizzly bear interactions during the autumn open-water period in Alaska]. ''Journal of Mammalogy''. 2015. Vol. 96 (6). hlm. 1317–1325. doi:10.1093/jmammal/gyv140.</ref> Beruang kutub juga akan mencari makan di tempat pembuangan sampah selama periode bebas es.<ref>N. J. Lunn. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1985-10_63_10/page/2290 The significance of supplemental food to polar bears during the ice-free period of Hudson Bay]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1985. Vol. 63 (10). hlm. 2291–2297. doi:10.1139/z85-340.</ref> | ||
===Reproduksi dan perkembangan=== | ===Reproduksi dan perkembangan=== | ||
Perkawinan beruang kutub berlangsung di atas es laut pada musim semi, sebagian besar antara bulan Maret dan Mei.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref><ref>M. A. Ramsay. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1986-10_64_10/page/2142 On the mating system of polar bears]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1986. Vol. 64 (10). hlm. 2142–2151. doi:10.1139/z86-329.</ref><ref>A. E. Derocher. ''Sexual dimorphism and the mating ecology of polar bears (Ursus maritimus) at Svalbard (''Ursus maritimus'') at Svalbard''. ''Behavioral Ecology and Sociobiology''. 2010. Vol. 64 (6). hlm. 939–946. doi:10.1007/s00265-010-0909-0.</ref> Pejantan mencari betina yang sedang [[estrus]] dan sering melakukan perjalanan dengan jalur berliku yang mengurangi kemungkinan mereka bertemu pejantan lain namun tetap memungkinkan mereka menemukan betina. Pergerakan betina tetap linier dan mereka menjelajah lebih luas.<ref>K. L. Laidre. ''Females roam while males patrol: divergence in breeding season movements of pack-ice polar bears (''Ursus maritimus'')''. ''Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences''. 2013. Vol. 280 (1752). doi:10.1098/rspb.2012.2371.</ref> Sistem perkawinan ini dapat disebut sebagai [[Poligini pada hewan|poligini]] pertahanan-betina, [[monogami seri]], atau [[Promiskuitas#Hewan lain|promiskuitas]].<ref>A. E. Derocher. ''Sexual dimorphism and the mating ecology of polar bears (Ursus maritimus) at Svalbard (''Ursus maritimus'') at Svalbard''. ''Behavioral Ecology and Sociobiology''. 2010. Vol. 64 (6). hlm. 939–946. doi:10.1007/s00265-010-0909-0.</ref><ref>E. Zeyl. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_2009-12_87_12/page/1194 The mating system of polar bears: a genetic approach]. ''Canadian Journal of Zoology''. 2009. Vol. 87 (12). hlm. 1195–1209. doi:10.1139/Z09-107.</ref> | |||
Setelah menemukan betina, pejantan akan mencoba mengisolasi dan menjaganya. Pencumbuannya bisa agak agresif, dan pejantan akan mengejar betina jika ia mencoba melarikan diri. Bisa memakan waktu berhari-hari bagi pejantan untuk kawin dengan betina yang [[Ovulasi terinduksi (hewan)|menginduksi ovulasi]]. Setelah kopulasi pertama, pasangan tersebut menjalin ikatan. Pasangan beruang kutub yang tidak terganggu biasanya bertahan sekitar dua minggu di mana mereka akan tidur bersama dan kawin berulang kali. Persaingan untuk mendapatkan pasangan bisa sangat ketat dan hal ini menyebabkan [[seleksi seksual]] bagi pejantan yang lebih besar. Beruang kutub jantan sering memiliki bekas luka akibat perkelahian.<ref>M. A. Ramsay. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_1986-10_64_10/page/2142 On the mating system of polar bears]. ''Canadian Journal of Zoology''. 1986. Vol. 64 (10). hlm. 2142–2151. doi:10.1139/z86-329.</ref><ref>A. E. Derocher. ''Sexual dimorphism and the mating ecology of polar bears (Ursus maritimus) at Svalbard (''Ursus maritimus'') at Svalbard''. ''Behavioral Ecology and Sociobiology''. 2010. Vol. 64 (6). hlm. 939–946. doi:10.1007/s00265-010-0909-0.</ref> Pejantan dan betina yang sudah berikatan akan melarikan diri bersama ketika pejantan lain datang. Seekor betina kawin dengan beberapa pejantan dalam satu musim dan satu kelahiran dapat memiliki lebih dari satu ayah.<ref>E. Zeyl. [https://archive.org/details/sim_canadian-journal-of-zoology_2009-12_87_12/page/1194 The mating system of polar bears: a genetic approach]. ''Canadian Journal of Zoology''. 2009. Vol. 87 (12). hlm. 1195–1209. doi:10.1139/Z09-107.</ref> | |||
Setelah menemukan betina, pejantan akan mencoba mengisolasi dan menjaganya. Pencumbuannya bisa agak agresif, dan pejantan akan mengejar betina jika ia mencoba melarikan diri. Bisa memakan waktu berhari-hari bagi pejantan untuk kawin dengan betina yang [[Ovulasi terinduksi (hewan)|menginduksi ovulasi]]. Setelah kopulasi pertama, pasangan tersebut menjalin ikatan. Pasangan beruang kutub yang tidak terganggu biasanya bertahan sekitar dua minggu di mana mereka akan tidur bersama dan kawin berulang kali. Persaingan untuk mendapatkan pasangan bisa sangat ketat dan hal ini menyebabkan [[seleksi seksual]] bagi pejantan yang lebih besar. Beruang kutub jantan sering memiliki bekas luka akibat perkelahian. Pejantan dan betina yang sudah berikatan akan melarikan diri bersama ketika pejantan lain datang. Seekor betina kawin dengan beberapa pejantan dalam satu musim dan satu kelahiran dapat memiliki lebih dari satu ayah. | |||
Ketika musim kawin berakhir, betina akan menimbun lebih banyak cadangan lemak untuk menopang dirinya sendiri dan anak-anaknya. Antara bulan Agustus dan Oktober, betina membangun dan memasuki [[sarang bersalin]] untuk musim dingin. Tergantung pada daerahnya, sarang bersalin dapat ditemukan di es laut tepat di lepas pantai atau lebih jauh ke pedalaman dan mungkin digali di bawah salju, tanah, atau kombinasi keduanya. Bagian dalam tempat perlindungan ini bisa selebar sekitar dengan tinggi langit-langit , sementara pintu masuknya mungkin sepanjang dan selebar . Suhu sarang bisa jauh lebih tinggi daripada di luar. Betina berhibernasi dan melahirkan anak-anaknya di dalam sarang. Beruang yang berhibernasi [[Puasa|berpuasa]] dan mendaur ulang limbah tubuh secara internal. Beruang kutub mengalami [[implantasi tertunda]] dan embrio yang telah dibuahi tidak mulai berkembang sampai musim gugur, antara pertengahan September dan pertengahan Oktober. Dengan implantasi tertunda, [[Masa kehamilan|gestasi]] pada spesies ini berlangsung tujuh hingga sembilan bulan tetapi kehamilan sebenarnya hanya dua bulan. | Ketika musim kawin berakhir, betina akan menimbun lebih banyak cadangan lemak untuk menopang dirinya sendiri dan anak-anaknya. Antara bulan Agustus dan Oktober, betina membangun dan memasuki [[sarang bersalin]] untuk musim dingin. Tergantung pada daerahnya, sarang bersalin dapat ditemukan di es laut tepat di lepas pantai atau lebih jauh ke pedalaman dan mungkin digali di bawah salju, tanah, atau kombinasi keduanya. Bagian dalam tempat perlindungan ini bisa selebar sekitar dengan tinggi langit-langit , sementara pintu masuknya mungkin sepanjang dan selebar . Suhu sarang bisa jauh lebih tinggi daripada di luar. Betina berhibernasi dan melahirkan anak-anaknya di dalam sarang. Beruang yang berhibernasi [[Puasa|berpuasa]] dan mendaur ulang limbah tubuh secara internal. Beruang kutub mengalami [[implantasi tertunda]] dan embrio yang telah dibuahi tidak mulai berkembang sampai musim gugur, antara pertengahan September dan pertengahan Oktober. Dengan implantasi tertunda, [[Masa kehamilan|gestasi]] pada spesies ini berlangsung tujuh hingga sembilan bulan tetapi kehamilan sebenarnya hanya dua bulan. | ||
Induk beruang kutub biasanya melahirkan dua anak per kelahiran. Seperti spesies beruang lainnya, beruang kutub yang baru lahir berukuran sangat kecil dan bersifat [[Prekosial dan altrisial|altrisial]]. Bayi yang baru lahir memiliki rambut seperti wol dan kulit merah muda, dengan berat sekitar . Mata mereka tetap tertutup selama sebulan. Susu induk yang berlemak memicu pertumbuhan mereka, dan anak-anak beruang tetap hangat oleh panas tubuh induk dan sarangnya. Induk muncul dari sarang antara akhir Februari dan awal April, dan anak-anaknya sudah berkembang dengan baik serta mampu berjalan bersamanya. Pada saat ini mereka memiliki berat . Keluarga beruang kutub tinggal di dekat sarang selama kurang lebih dua minggu; selama waktu ini anak-anak beruang akan bergerak dan bermain-main sementara induknya sebagian besar beristirahat. Mereka akhirnya menuju ke es laut. | Induk beruang kutub biasanya melahirkan dua anak per kelahiran. Seperti spesies beruang lainnya, beruang kutub yang baru lahir berukuran sangat kecil dan bersifat [[Prekosial dan altrisial|altrisial]]. Bayi yang baru lahir memiliki rambut seperti wol dan kulit merah muda, dengan berat sekitar .<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Mata mereka tetap tertutup selama sebulan. Susu induk yang berlemak memicu pertumbuhan mereka, dan anak-anak beruang tetap hangat oleh panas tubuh induk dan sarangnya. Induk muncul dari sarang antara akhir Februari dan awal April, dan anak-anaknya sudah berkembang dengan baik serta mampu berjalan bersamanya. Pada saat ini mereka memiliki berat .<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Keluarga beruang kutub tinggal di dekat sarang selama kurang lebih dua minggu; selama waktu ini anak-anak beruang akan bergerak dan bermain-main sementara induknya sebagian besar beristirahat. Mereka akhirnya menuju ke es laut. | ||
Anak beruang di bawah satu tahun tinggal dekat dengan induknya. Ketika induk berburu, mereka diam dan mengamati sampai induk memanggil mereka kembali. Mengamati dan meniru induk membantu anak-anak beruang mengasah keterampilan berburu mereka. Setelah tahun pertama, mereka menjadi lebih mandiri dan menjelajah. Pada usia sekitar dua tahun, mereka mampu berburu sendiri. Anak-anak menyusu pada induknya saat ia berbaring miring atau duduk. Betina yang [[Laktasi|menyusui]] tidak dapat hamil dan melahirkan, dan anak beruang disapih antara usia dua hingga dua setengah tahun. Ia mungkin meninggalkan anaknya yang sudah disapih begitu saja atau mereka mungkin diusir oleh pejantan yang sedang merayu. Beruang kutub mencapai kematangan seksual pada usia sekitar empat tahun untuk betina dan enam tahun untuk pejantan. Betina mencapai ukuran dewasa pada usia 4 atau 5 tahun sementara pejantan tumbuh sepenuhnya pada usia dua kali lipatnya. | Anak beruang di bawah satu tahun tinggal dekat dengan induknya. Ketika induk berburu, mereka diam dan mengamati sampai induk memanggil mereka kembali. Mengamati dan meniru induk membantu anak-anak beruang mengasah keterampilan berburu mereka. Setelah tahun pertama, mereka menjadi lebih mandiri dan menjelajah. Pada usia sekitar dua tahun, mereka mampu berburu sendiri. Anak-anak menyusu pada induknya saat ia berbaring miring atau duduk. Betina yang [[Laktasi|menyusui]] tidak dapat hamil dan melahirkan, dan anak beruang disapih antara usia dua hingga dua setengah tahun.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Ia mungkin meninggalkan anaknya yang sudah disapih begitu saja atau mereka mungkin diusir oleh pejantan yang sedang merayu. Beruang kutub mencapai kematangan seksual pada usia sekitar empat tahun untuk betina dan enam tahun untuk pejantan. Betina mencapai ukuran dewasa pada usia 4 atau 5 tahun sementara pejantan tumbuh sepenuhnya pada usia dua kali lipatnya. | ||
===Mortalitas=== | ===Mortalitas=== | ||
Beruang kutub dapat hidup hingga 30 tahun. Rentang hidup beruang yang panjang dan kemampuannya untuk menghasilkan keturunan secara konsisten mengimbangi tingkat kematian anak dalam suatu populasi. Beberapa anak mati di dalam sarang atau di dalam kandungan jika kondisi induk betina tidak prima. Meskipun demikian, induk betina memiliki peluang untuk melahirkan anak yang mampu bertahan hidup pada musim semi berikutnya jika ia mendapatkan asupan makanan yang lebih baik pada tahun mendatang. Anak-anak beruang pada akhirnya akan mati kelaparan jika induknya tidak dapat membunuh cukup mangsa. Anak beruang juga menghadapi ancaman dari [[serigala]] dan beruang jantan dewasa. Pejantan [[Infantisida (zoologi)|membunuh anak beruang]] agar induknya kembali mengalami estrus, tetapi juga membunuh beruang muda di luar musim kawin untuk dimangsa. Seekor betina dan anak-anaknya dapat melarikan diri dari pejantan yang lebih lambat. Jika pejantan berhasil mendekati anak beruang, induknya mungkin mencoba melawannya, terkadang dengan mengorbankan nyawanya sendiri. | Beruang kutub dapat hidup hingga 30 tahun.<ref>Douglas P. DeMaster. ''''Ursus maritimus''''. ''Mammalian Species''. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.</ref> Rentang hidup beruang yang panjang dan kemampuannya untuk menghasilkan keturunan secara konsisten mengimbangi tingkat kematian anak dalam suatu populasi. Beberapa anak mati di dalam sarang atau di dalam kandungan jika kondisi induk betina tidak prima. Meskipun demikian, induk betina memiliki peluang untuk melahirkan anak yang mampu bertahan hidup pada musim semi berikutnya jika ia mendapatkan asupan makanan yang lebih baik pada tahun mendatang. Anak-anak beruang pada akhirnya akan mati kelaparan jika induknya tidak dapat membunuh cukup mangsa. Anak beruang juga menghadapi ancaman dari [[serigala]]<ref>E. S. Richardson. [https://archive.org/details/sim_arctic_2006-09_59_3/page/322 Wolf (''Canis lupus'') predation of a polar bear (''Ursus maritimus'') cub on the sea ice off northwestern Banks Island, Northwest Territories, Canada]. ''Arctic''. 2006. Vol. 59 (3). hlm. 322–324. doi:10.14430/arctic318.</ref> dan beruang jantan dewasa. Pejantan [[Infantisida (zoologi)|membunuh anak beruang]] agar induknya kembali mengalami estrus, tetapi juga membunuh beruang muda di luar musim kawin untuk dimangsa.<ref>M. Taylor. [https://archive.org/details/sim_arctic_1985-12_38_4/page/302 Observations of intraspecific aggression and cannibalism in polar bears (''Ursus maritimus'')]. ''Arctic''. 1985. Vol. 38 (4). hlm. 303–309. doi:10.14430/arctic2149.</ref> Seekor betina dan anak-anaknya dapat melarikan diri dari pejantan yang lebih lambat. Jika pejantan berhasil mendekati anak beruang, induknya mungkin mencoba melawannya, terkadang dengan mengorbankan nyawanya sendiri. | ||
Beruang subdewasa, yang sudah mandiri tetapi belum cukup dewasa, mengalami masa-masa yang sangat sulit karena mereka belum menjadi pemburu sesukses beruang dewasa. Bahkan ketika mereka berhasil, hasil buruan mereka kemungkinan akan dicuri oleh beruang yang lebih besar. Oleh karena itu, beruang sub-dewasa harus memakan bangkai dan seringkali kekurangan berat badan serta berisiko kelaparan. Saat dewasa, beruang kutub memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, meskipun pejantan dewasa menderita cedera akibat perkelahian memperebutkan pasangan. Beruang kutub sangat rentan terhadap ''[[Trichinella]]'', [[Nematoda|cacing gilig]] parasit yang menjangkiti mereka melalui kanibalisme. | Beruang subdewasa, yang sudah mandiri tetapi belum cukup dewasa, mengalami masa-masa yang sangat sulit karena mereka belum menjadi pemburu sesukses beruang dewasa. Bahkan ketika mereka berhasil, hasil buruan mereka kemungkinan akan dicuri oleh beruang yang lebih besar. Oleh karena itu, beruang sub-dewasa harus memakan bangkai dan seringkali kekurangan berat badan serta berisiko kelaparan. Saat dewasa, beruang kutub memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, meskipun pejantan dewasa menderita cedera akibat perkelahian memperebutkan pasangan. Beruang kutub sangat rentan terhadap ''[[Trichinella]]'', [[Nematoda|cacing gilig]] parasit yang menjangkiti mereka melalui kanibalisme.<ref>Thor Larsen. ''''Trichinella'' sp. in polar bears from Svalbard, in relation to hide length and age''. ''Polar Research''. 1983. Vol. 1 (1). hlm. 89–96. doi:10.1111/j.1751-8369.1983.tb00734.x.</ref> | ||
==Status konservasi== | ==Status konservasi== | ||
Pada tahun 2015, [[Daftar Merah IUCN]] mengategorikan beruang kutub sebagai spesies ''[[Spesies rentan|rentan]]'' karena "penurunan area hunian, tingkat kejadian, dan/atau kualitas habitat". Diperkirakan total populasinya antara 22.000 hingga 31.000, dan tren populasi saat ini tidak diketahui. Ancaman terhadap populasi beruang kutub meliputi [[perubahan iklim]], polusi, dan pengembangan energi.<ref>Wiig, Ø. ''''Ursus maritimus''''. 2015. Vol. 2015. doi:10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T22823A14871490.en.</ref> | |||
Pada tahun 2021, Kelompok Spesialis Beruang Kutub IUCN/SSC melabeli empat subpopulasi (Laut Barents dan Chukchi, Cekungan Foxe, dan Teluk Boothia) sebagai "kemungkinan stabil", dua (Cekungan Kane dan Selat M'Clintock) sebagai "kemungkinan meningkat", dan tiga (Laut Beaufort Selatan, Teluk Hudson Selatan dan Barat) sebagai "kemungkinan menurun" selama periode tertentu antara tahun 1980-an dan 2010-an. Sepuluh subpopulasi sisanya tidak memiliki cukup data.<ref>[https://www.iucn-pbsg.org/wp-content/uploads/2021/11/July-2021-Status-Report-Web.pdf Status Report on the World's Polar Bear Subpopulations: July 2021 Status Report]. IUCN/SSC Polar Bear Specialist Group. July 2021.</ref> Sebuah studi tahun 2008 memperkirakan dua pertiga beruang kutub di dunia mungkin menghilang pada tahun 2050, berdasarkan [[Penyusutan es laut Arktik|pengurangan es laut]], dan hanya satu populasi yang kemungkinan akan bertahan dalam 50 tahun.<ref>S. C. Amstrup. ''A Bayesian network modeling approach to forecasting the 21st century worldwide status of polar bears''. ''Geophysical Monograph Series''. 2008. Vol. 180. hlm. 213–268. doi:10.1029/180GM14. ISBN 978-1-118-66647-0.</ref> Sebuah studi tahun 2016 memproyeksikan kemungkinan penurunan jumlah beruang kutub lebih dari 30 persen selama tiga generasi. Studi tersebut menyimpulkan bahwa penurunan lebih dari 50 persen kemungkinannya jauh lebih kecil.<ref>E. V. Regehr. ''Conservation status of polar bears (''Ursus maritimus'') in relation to projected sea-ice declines''. ''Biology Letters''. 2016. Vol. 12 (12). doi:10.1098/rsbl.2016.0556.</ref> Tinjauan tahun 2012 menunjukkan bahwa beruang kutub mungkin akan punah secara regional di wilayah selatan pada tahun 2050 jika tren ini berlanjut, menyisakan Kepulauan Kanada dan Greenland utara sebagai benteng pertahanan.<ref>I. Stirling. ''Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence''. ''Global Change Biology''. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.</ref> Sebuah studi tahun 2020 menyimpulkan bahwa [[Jalur Konsentrasi Representatif#RCP 8.5|jalur skenario terburuk]] akan menyebabkan sebagian besar subpopulasi menghilang pada tahun 2100, sementara [[Jalur Konsentrasi Representatif#RCP 4.5|jalur menengah]] masih akan menyebabkan kepunahan lokal beberapa subpopulasi dalam periode waktu yang sama.<ref>P. K. Molnár. ''Fasting season length sets temporal limits for global polar bear persistence''. ''Nature Climate Change''. 2020. Vol. 10 (8). hlm. 732–738. doi:10.1038/s41558-020-0818-9.</ref> Namun, sebuah studi tahun 2025 memperingatkan bahwa "pendekatan yang diterbitkan sebelumnya terlalu sensitif terhadap asumsi pemodelan dan pilihan aturan keputusan untuk mengevaluasi secara akurat dampak emisi GRK [gas rumah kaca] terhadap tingkat demografis beruang kutub".<ref>R. R. Wilson. ''Model sensitivity limits attribution of greenhouse gas emissions to polar bear demographic rates''. ''Scientific Reports''. 2025. Vol. 15 (1). doi:10.1038/s41598-025-89218-3.</ref> | |||
Bahaya utama dari perubahan iklim adalah malnutrisi atau kelaparan akibat [[kerusakan habitat|hilangnya habitat]]. Beruang kutub memburu anjing laut di atas es laut, dan kenaikan suhu menyebabkan es mencair lebih awal, mendorong beruang ke pantai sebelum mereka membangun cadangan lemak yang cukup untuk bertahan hidup pada masa kelangkaan makanan pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Es laut yang lebih tipis cenderung lebih mudah pecah, yang menyulitkan beruang kutub untuk mengakses anjing laut. Gizi yang tidak mencukupi menyebabkan tingkat reproduksi yang lebih rendah pada betina dewasa dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah pada anak beruang serta beruang remaja. Kurangnya akses ke anjing laut juga menyebabkan beruang mencari makan di darat yang meningkatkan risiko konflik dengan manusia.<ref>Andrew E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_integrative-and-comparative-biology_2004-04_44_2/page/162 Polar bears in a warming climate]. ''Integrative and Comparative Biology''. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.</ref><ref>I. Stirling. ''Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence''. ''Global Change Biology''. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.</ref> Studi tahun 2024 menyimpulkan bahwa konsumsi makanan darat yang lebih besar selama periode hangat yang lebih panjang tidak mungkin memberikan gizi yang cukup, sehingga meningkatkan risiko kelaparan selama periode bebas es. Beruang sub-dewasa menjadi kelompok yang paling rentan.<ref>A. M. Pagano. ''Polar bear energetic and behavioral strategies on land with implications for surviving the ice-free period''. ''Nature Communications''. 2024. Vol. 15 (1). hlm. 947. doi:10.1038/s41467-023-44682-1.</ref> | |||
Bahaya utama dari perubahan iklim adalah malnutrisi atau kelaparan akibat [[kerusakan habitat|hilangnya habitat]]. Beruang kutub memburu anjing laut di atas es laut, dan kenaikan suhu menyebabkan es mencair lebih awal, mendorong beruang ke pantai sebelum mereka membangun cadangan lemak yang cukup untuk bertahan hidup pada masa kelangkaan makanan pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Es laut yang lebih tipis cenderung lebih mudah pecah, yang menyulitkan beruang kutub untuk mengakses anjing laut. Gizi yang tidak mencukupi menyebabkan tingkat reproduksi yang lebih rendah pada betina dewasa dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah pada anak beruang serta beruang remaja. Kurangnya akses ke anjing laut juga menyebabkan beruang mencari makan di darat yang meningkatkan risiko konflik dengan manusia. Studi tahun 2024 menyimpulkan bahwa konsumsi makanan darat yang lebih besar selama periode hangat yang lebih panjang tidak mungkin memberikan gizi yang cukup, sehingga meningkatkan risiko kelaparan selama periode bebas es. Beruang sub-dewasa menjadi kelompok yang paling rentan. | |||
Pengurangan tutupan es laut juga memaksa beruang untuk berenang jarak yang lebih jauh, yang semakin menguras cadangan energi mereka dan terkadang menyebabkan tenggelam. Peningkatan mobilitas es dapat mengakibatkan lokasi sarang yang kurang stabil atau jarak tempuh yang lebih jauh bagi induk yang bepergian dari dan ke sarang di darat. Pencairan [[ibun abadi]] akan menyebabkan atap yang lebih rentan runtuh bagi beruang yang bersarang di bawah tanah. Sedikitnya salju dapat memengaruhi isolasi suhu, sementara curah hujan yang lebih tinggi dapat menyebabkan lebih banyak keruntuhan. Kapasitas pengikatan kortikosteroid maksimum dari [[globulin pengikat kortikosteroid]] dalam serum beruang kutub berkorelasi dengan stres pada beruang kutub, dan hal ini meningkat seiring dengan pemanasan iklim. [[Bakteri]] dan [[parasit]] penyebab penyakit akan berkembang lebih mudah di iklim yang lebih hangat. | Pengurangan tutupan es laut juga memaksa beruang untuk berenang jarak yang lebih jauh, yang semakin menguras cadangan energi mereka dan terkadang menyebabkan tenggelam. Peningkatan mobilitas es dapat mengakibatkan lokasi sarang yang kurang stabil atau jarak tempuh yang lebih jauh bagi induk yang bepergian dari dan ke sarang di darat. Pencairan [[ibun abadi]] akan menyebabkan atap yang lebih rentan runtuh bagi beruang yang bersarang di bawah tanah. Sedikitnya salju dapat memengaruhi isolasi suhu, sementara curah hujan yang lebih tinggi dapat menyebabkan lebih banyak keruntuhan.<ref>Andrew E. Derocher. [https://archive.org/details/sim_integrative-and-comparative-biology_2004-04_44_2/page/162 Polar bears in a warming climate]. ''Integrative and Comparative Biology''. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.</ref><ref>I. Stirling. ''Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence''. ''Global Change Biology''. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.</ref> Kapasitas pengikatan kortikosteroid maksimum dari [[globulin pengikat kortikosteroid]] dalam serum beruang kutub berkorelasi dengan stres pada beruang kutub, dan hal ini meningkat seiring dengan pemanasan iklim.<ref>R. Boonstra. ''The stress of Arctic warming on polar bears''. ''Global Change Biology''. 2020. Vol. 26 (8). hlm. 4197–4214. doi:10.1111/gcb.15142.</ref> [[Bakteri]] dan [[parasit]] penyebab penyakit akan berkembang lebih mudah di iklim yang lebih hangat.<ref>I. Stirling. ''Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence''. ''Global Change Biology''. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.</ref> | ||
Pengembangan minyak dan gas juga memengaruhi habitat beruang kutub. Area Perencanaan Laut Chukchi di barat laut Alaska, yang memiliki banyak sewa pengeboran, ditemukan sebagai lokasi penting bagi beruang betina yang tidak sedang bersarang. [[Tumpahan minyak]] juga merupakan risiko. Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa sepuluh persen atau kurang dari habitat utama beruang di Laut Chukchi rentan terhadap potensi tumpahan, tetapi tumpahan dalam jangkauan penuh dapat berdampak pada hampir 40 persen populasi beruang kutub. Beruang kutub [[Bioakumulasi|mengakumulasi]] tingkat tinggi [[pencemar organik yang persisten]] seperti [[poliklorinabifenil]] (PCB) dan [[pestisida]] terklorinasi, karena posisi mereka di puncak [[piramida ekologi]]. Banyak dari bahan kimia ini telah dilarang secara internasional sebagai akibat dari pengakuan akan bahayanya terhadap lingkungan. Jejak bahan kimia tersebut perlahan berkurang pada beruang kutub tetapi tetap ada dan bahkan meningkat pada beberapa populasi. | Pengembangan minyak dan gas juga memengaruhi habitat beruang kutub. Area Perencanaan Laut Chukchi di barat laut Alaska, yang memiliki banyak sewa pengeboran, ditemukan sebagai lokasi penting bagi beruang betina yang tidak sedang bersarang.<ref>R. R. Wilson. ''Identifying polar bear resource selection patterns to inform offshore development in a dynamic and changing Arctic''. ''Ecosphere''. 2014. Vol. 5 (10). hlm. 1–24. doi:10.1890/ES14-00193.1.</ref> [[Tumpahan minyak]] juga merupakan risiko. Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa sepuluh persen atau kurang dari habitat utama beruang di Laut Chukchi rentan terhadap potensi tumpahan, tetapi tumpahan dalam jangkauan penuh dapat berdampak pada hampir 40 persen populasi beruang kutub.<ref>R. R. Wilson. [https://digitalcommons.unl.edu/usfwspubs/524 Potential impacts of offshore oil spills on polar bears in the Chukchi Sea]. ''Environmental Pollution''. 2018. Vol. 235. hlm. 652–659. doi:10.1016/j.envpol.2017.12.057.</ref> Beruang kutub [[Bioakumulasi|mengakumulasi]] tingkat tinggi [[pencemar organik yang persisten]] seperti [[poliklorinabifenil]] (PCB) dan [[pestisida]] terklorinasi, karena posisi mereka di puncak [[piramida ekologi]]. Banyak dari bahan kimia ini telah dilarang secara internasional sebagai akibat dari pengakuan akan bahayanya terhadap lingkungan. Jejak bahan kimia tersebut perlahan berkurang pada beruang kutub tetapi tetap ada dan bahkan meningkat pada beberapa populasi.<ref>H. Routti. ''State of knowledge on current exposure, fate and potential health effects of contaminants in polar bears from the circumpolar Arctic''. ''Science of the Total Environment''. 2019. Vol. 664. hlm. 1063–1083. doi:10.1016/j.scitotenv.2019.02.030.</ref> | ||
Beruang kutub mendapatkan perlindungan hukum di semua negara yang mereka huni. Spesies ini telah dilabeli sebagai ''terancam'' di bawah [[Undang-Undang Spesies Terancam Punah 1973|Undang-Undang Spesies Terancam Punah AS]] sejak 2008, sementara [[Komite Status Satwa Liar Terancam Punah di Kanada]] mencantumkannya sebagai spesies dengan 'Kekhawatiran khusus' sejak 1991. Pada tahun 1973, [[Persetujuan tentang Konservasi Beruang Kutub]] ditandatangani oleh kelima negara yang memiliki populasi beruang kutub, yaitu Kanada, Denmark (di mana Greenland adalah wilayah otonomnya), Rusia (saat itu Uni Soviet), Norwegia, dan AS. Perjanjian ini melarang sebagian besar perburuan beruang kutub, mengizinkan perburuan masyarakat adat menggunakan metode tradisional, dan mempromosikan pelestarian habitat beruang. [[CITES|Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar Terancam Punah]] mencantumkan spesies ini dalam Apendiks II, yang memungkinkan perdagangan yang diatur. | Beruang kutub mendapatkan perlindungan hukum di semua negara yang mereka huni. Spesies ini telah dilabeli sebagai ''terancam'' di bawah [[Undang-Undang Spesies Terancam Punah 1973|Undang-Undang Spesies Terancam Punah AS]] sejak 2008,<ref>[https://www.fws.gov/pb-interaction-guidelines#:~:text=Polar%20bears%20are%20protected%20under,is%20necessary%20for%20human%20safety Polar Bear Interaction Guidelines]. ''U.S. Fish & Wildlife Service''.</ref> sementara [[Komite Status Satwa Liar Terancam Punah di Kanada]] mencantumkannya sebagai spesies dengan 'Kekhawatiran khusus' sejak 1991.<ref>[https://www.canada.ca/en/environment-climate-change/services/species-risk-public-registry/cosewic-assessments-status-reports/polar-bear-2018.html COSEWIC Assessment and Status Report on the Polar Bear (''Ursus maritimus'') in Canada 2018]. ''Government of Canada''. 25 November 2019.</ref> Pada tahun 1973, [[Persetujuan tentang Konservasi Beruang Kutub]] ditandatangani oleh kelima negara yang memiliki populasi beruang kutub, yaitu Kanada, Denmark (di mana Greenland adalah wilayah otonomnya), Rusia (saat itu Uni Soviet), Norwegia, dan AS. Perjanjian ini melarang sebagian besar perburuan beruang kutub, mengizinkan perburuan masyarakat adat menggunakan metode tradisional, dan mempromosikan pelestarian habitat beruang.<ref>P. Prestrud. [https://www.researchgate.net/publication/285729154 The International Polar Bear Agreement and the current status of polar bear conservation]. ''Aquatic Mammals''. 1994. Vol. 20 (3). hlm. 113–124.</ref> [[CITES|Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar Terancam Punah]] mencantumkan spesies ini dalam Apendiks II,<ref>[https://cites.org/eng/app/appendices.php Appendices]. ''cites.org''.</ref> yang memungkinkan perdagangan yang diatur.<ref>[https://cites.org/eng/disc/how.php How CITES works]. ''CITES.org''.</ref> | ||
==Hubungan dengan manusia== | ==Hubungan dengan manusia== | ||
| Baris 106: | Baris 99: | ||
===Eksploitasi=== | ===Eksploitasi=== | ||
Beruang kutub telah diburu sejak 8.000 tahun yang lalu, sebagaimana ditunjukkan oleh sisa-sisa arkeologis di [[Pulau Zhokhov]] di [[Laut Siberia Timur]]. Penggambaran grafis tertua dari beruang kutub menunjukkan hewan itu sedang diburu oleh seorang pria dengan tiga ekor anjing. [[Seni cadas]] ini termasuk di antara beberapa [[petroglif]] yang ditemukan di [[Pegtymel]] di Siberia dan berasal dari abad kelima hingga kedelapan. Sebelum adanya akses ke senjata api, penduduk asli menggunakan tombak, busur, dan anak panah serta berburu dalam kelompok yang ditemani oleh anjing. Meskipun perburuan biasanya dilakukan dengan berjalan kaki, beberapa orang membunuh beruang yang sedang berenang dari perahu menggunakan harpun. Beruang kutub terkadang dibunuh di dalam sarangnya. Membunuh beruang kutub dianggap sebagai [[ritus peralihan]] bagi anak laki-laki dalam beberapa budaya. Penduduk asli menghormati hewan tersebut dan perburuan tunduk pada ritual yang ketat. Beruang diambil bulu, daging, lemak, tendon, tulang, dan giginya. Bulunya dipakai dan dijadikan alas tidur, sedangkan tulang dan giginya dibuat menjadi peralatan. Bagi orang Netsilik, individu yang akhirnya membunuh beruang itu memiliki hak atas bulunya sementara dagingnya dibagikan kepada semua orang dalam kelompok tersebut. Beberapa orang memelihara anak dari beruang yang terbunuh. | Beruang kutub telah diburu sejak 8.000 tahun yang lalu, sebagaimana ditunjukkan oleh sisa-sisa arkeologis di [[Pulau Zhokhov]] di [[Laut Siberia Timur]]. Penggambaran grafis tertua dari beruang kutub menunjukkan hewan itu sedang diburu oleh seorang pria dengan tiga ekor anjing. [[Seni cadas]] ini termasuk di antara beberapa [[petroglif]] yang ditemukan di [[Pegtymel]] di Siberia dan berasal dari abad kelima hingga kedelapan. Sebelum adanya akses ke senjata api, penduduk asli menggunakan tombak, busur, dan anak panah serta berburu dalam kelompok yang ditemani oleh anjing. Meskipun perburuan biasanya dilakukan dengan berjalan kaki, beberapa orang membunuh beruang yang sedang berenang dari perahu menggunakan harpun. Beruang kutub terkadang dibunuh di dalam sarangnya. Membunuh beruang kutub dianggap sebagai [[ritus peralihan]] bagi anak laki-laki dalam beberapa budaya. Penduduk asli menghormati hewan tersebut dan perburuan tunduk pada ritual yang ketat. Beruang diambil bulu, daging, lemak, tendon, tulang, dan giginya. Bulunya dipakai dan dijadikan alas tidur, sedangkan tulang dan giginya dibuat menjadi peralatan. Bagi orang Netsilik, individu yang akhirnya membunuh beruang itu memiliki hak atas bulunya sementara dagingnya dibagikan kepada semua orang dalam kelompok tersebut. Beberapa orang memelihara anak dari beruang yang terbunuh. | ||
Orang Nordik di Greenland memperdagangkan bulu beruang kutub pada Abad Pertengahan. Rusia memperdagangkan produk beruang kutub sejak tahun 1556, dengan [[Novaya Zemlya]] dan [[Franz Josef Land]] menjadi pusat komersial yang penting. Perburuan beruang skala besar di Svalbard terjadi setidaknya sejak abad ke-18, ketika tidak kurang dari 150 ekor beruang dibunuh setiap tahun oleh penjelajah Rusia. Pada abad berikutnya, lebih banyak orang Norwegia yang memburu beruang di pulau tersebut. Dari tahun 1870-an hingga 1970-an, total sekitar 22.000 hewan tersebut diburu. Lebih dari 150.000 beruang kutub secara total dibunuh atau ditangkap di Rusia dan Svalbard, dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Di Arktika Kanada, beruang diburu oleh pemburu paus komersial terutama jika mereka tidak mendapatkan cukup paus. [[Hudson's Bay Company]] diperkirakan telah menjual 15.000 mantel beruang kutub antara akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada pertengahan abad ke-20, negara-negara mulai mengatur perburuan beruang kutub, yang berpuncak pada perjanjian tahun 1973. | Orang Nordik di Greenland memperdagangkan bulu beruang kutub pada Abad Pertengahan. Rusia memperdagangkan produk beruang kutub sejak tahun 1556, dengan [[Novaya Zemlya]] dan [[Franz Josef Land]] menjadi pusat komersial yang penting. Perburuan beruang skala besar di Svalbard terjadi setidaknya sejak abad ke-18, ketika tidak kurang dari 150 ekor beruang dibunuh setiap tahun oleh penjelajah Rusia. Pada abad berikutnya, lebih banyak orang Norwegia yang memburu beruang di pulau tersebut. Dari tahun 1870-an hingga 1970-an, total sekitar 22.000 hewan tersebut diburu. Lebih dari 150.000 beruang kutub secara total dibunuh atau ditangkap di Rusia dan Svalbard, dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Di Arktika Kanada, beruang diburu oleh pemburu paus komersial terutama jika mereka tidak mendapatkan cukup paus. [[Hudson's Bay Company]] diperkirakan telah menjual 15.000 mantel beruang kutub antara akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada pertengahan abad ke-20, negara-negara mulai mengatur perburuan beruang kutub, yang berpuncak pada perjanjian tahun 1973.<ref>P. Prestrud. [https://www.researchgate.net/publication/285729154 The International Polar Bear Agreement and the current status of polar bear conservation]. ''Aquatic Mammals''. 1994. Vol. 20 (3). hlm. 113–124.</ref> | ||
===Konflik=== | ===Konflik=== | ||
Ketika es laut mencair, beruang kutub, terutama beruang sub-dewasa, berkonflik dengan manusia memperebutkan sumber daya di darat.<ref>S. Heemskerk. ''Temporal dynamics of human-polar bear conflicts in Churchill, Manitoba''. ''Global Ecology and Conservation''. 2020. Vol. 24. doi:10.1016/j.gecco.2020.e01320.</ref> Mereka tertarik pada bau makanan buatan manusia, terutama di tempat pembuangan sampah, dan mungkin ditembak ketika mereka memasuki properti pribadi.<ref>D. A. Clark. [https://cwbm.ca/polar-bear-human-conflicts-state-of-knowledge-and-research-needs/ Polar Bear-human conflicts: state of knowledge and research needs]. ''Canadian Wildlife Biology and Management''. 2012. Vol. 1 (1). hlm. 21–29.</ref> Di [[Churchill, Manitoba]], otoritas setempat mengelola sebuah "[[penjara beruang kutub]]" tempat beruang yang mengganggu ditahan sampai es laut membeku kembali.<ref>Crystal Raypole. [https://www.businessinsider.com/inside-polar-bear-jail-churchill-canada-holding-facility-2023-5 Inside Canada's polar bear 'jail' where bears go without food and are kept behind bars — but it's not what you might think]. ''Business Insider''. 13 May 2023.</ref> Perubahan iklim telah meningkatkan konflik antara kedua spesies tersebut.<ref>S. Heemskerk. ''Temporal dynamics of human-polar bear conflicts in Churchill, Manitoba''. ''Global Ecology and Conservation''. 2020. Vol. 24. doi:10.1016/j.gecco.2020.e01320.</ref> Lebih dari 50 beruang kutub [[invasi massal beruang kutub Rusia 2019|menyerbu sebuah kota]] di Novaya Zemlya pada Februari 2019, yang menyebabkan otoritas setempat mengumumkan keadaan darurat.<ref>Isaac Stanley-Becker. [https://www.washingtonpost.com/nation/2019/02/11/mass-invasion-polar-bears-is-terrorizing-an-island-town-climate-change-is-blame/?noredirect=on A 'mass invasion' of polar bears is terrorizing an island town. Climate change is to blame]. ''The Washington Post''. 11 February 2019.</ref> | |||
Dari tahun 1870 hingga 2014, diperkirakan terjadi 73 serangan beruang kutub terhadap manusia, yang menyebabkan 20 kematian. Mayoritas serangan dilakukan oleh pejantan yang lapar, biasanya sub-dewasa, sedangkan serangan betina biasanya dalam rangka mempertahankan anak-anaknya. Dibandingkan dengan beruang cokelat dan beruang hitam Amerika, serangan oleh beruang kutub lebih sering terjadi di dekat dan di sekitar tempat tinggal manusia. Hal ini mungkin disebabkan oleh beruang yang makin putus asa mencari makanan dan karenanya lebih cenderung mencari permukiman manusia. Seperti halnya dua spesies beruang lainnya, beruang kutub tidak mungkin menargetkan lebih dari dua orang sekaligus. Meskipun secara populer dianggap sebagai beruang paling berbahaya, beruang kutub tidak lebih agresif terhadap manusia dibandingkan spesies lainnya.<ref>J. M. Wilder. ''Polar bear attacks on humans: implications of a changing climate''. ''Wildlife Society Bulletin''. 2017. Vol. 41 (3). hlm. 537−547. doi:10.1002/wsb.783.</ref> | |||
Dari tahun 1870 hingga 2014, diperkirakan terjadi 73 serangan beruang kutub terhadap manusia, yang menyebabkan 20 kematian. Mayoritas serangan dilakukan oleh pejantan yang lapar, biasanya sub-dewasa, sedangkan serangan betina biasanya dalam rangka mempertahankan anak-anaknya. Dibandingkan dengan beruang cokelat dan beruang hitam Amerika, serangan oleh beruang kutub lebih sering terjadi di dekat dan di sekitar tempat tinggal manusia. Hal ini mungkin disebabkan oleh beruang yang makin putus asa mencari makanan dan karenanya lebih cenderung mencari permukiman manusia. Seperti halnya dua spesies beruang lainnya, beruang kutub tidak mungkin menargetkan lebih dari dua orang sekaligus. Meskipun secara populer dianggap sebagai beruang paling berbahaya, beruang kutub tidak lebih agresif terhadap manusia dibandingkan spesies lainnya. | |||
===Penangkaran=== | ===Penangkaran=== | ||
Beruang kutub sudah lama menjadi spesies yang sangat dicari oleh kolektor hewan eksotis, karena relatif langka, hidup terpencil, dan memiliki reputasi sebagai binatang buas yang ganas. Ini adalah satu dari sedikit mamalia laut yang dapat berkembang biak dengan baik di penangkaran.<ref>T. R. Robeck. [https://archive.org/details/encyclopediaofma0000unse_o4g9 Encyclopedia of Marine Mammals]. Academic Press. 2009. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofma0000unse_o4g9/page/178 178]. ISBN 978-0-08-091993-5.</ref> Awalnya mereka hanya dipelihara oleh bangsawan dan kaum elite. [[Menara London]] mendapatkan [[Beruang putih Henry III|seekor beruang kutub]] seawal tahun 1252 di bawah pemerintahan [[Henry III dari Inggris|Raja Henry III]]. Pada tahun 1609, [[James VI dan I]] dari Skotlandia, Inggris, dan Irlandia diberi dua anak beruang kutub oleh pelaut [[Jonas Poole]], yang mendapatkannya selama perjalanan ke [[Svalbard]]. Pada akhir abad ke-17, [[Frederick I dari Prusia]] menempatkan beruang kutub di [[menagerie]] bersama hewan liar lainnya. Ia memerintahkan agar cakar dan taring mereka dicabut untuk memungkinkan mereka melakukan pertarungan tiruan dengan aman. Sekitar tahun 1726, [[Yekaterina I dari Rusia]] menghadiahkan dua beruang kutub kepada [[Augustus II yang Kuat]] dari Polandia, yang menginginkannya untuk koleksi hewannya. Kemudian, beruang kutub dipamerkan kepada publik di [[kebun binatang]] dan [[sirkus]]. Pada awal abad ke-19, spesies ini dipamerkan di [[Exeter Exchange]] di London, serta menagerie di Wina dan Paris. Kebun binatang pertama di Amerika Utara yang memamerkan beruang kutub adalah [[Kebun Binatang Philadelphia]] pada tahun 1859. | |||
Sistem pameran beruang kutub diperbarui oleh [[Carl Hagenbeck]], yang mengganti kandang dan lubang dengan pengaturan yang meniru lingkungan alami hewan tersebut. Pada tahun 1907, ia mengungkapkan struktur [[panorama]] yang kompleks di Kebun Binatang [[Tierpark Hagenbeck]] di Hamburg yang terdiri dari pameran yang terbuat dari salju dan es buatan yang dipisahkan oleh parit. Hewan kutub yang berbeda ditampilkan di setiap anjungan, memberikan ilusi bahwa mereka hidup bersama. Mulai tahun 1975, [[Kebun Binatang Hellabrunn]] di Munich menampung beruang kutubnya dalam pameran yang terdiri dari penghalang kaca, rumah, anjungan beton yang meniru gumpalan es, dan kolam besar. Di dalam rumah tersebut terdapat sarang bersalin, dan ruangan bagi staf untuk menyiapkan dan menyimpan makanan. Pameran tersebut terhubung ke halaman luar untuk ruang tambahan. Pameran serupa yang naturalistik dan "imersif" dibuka pada awal abad ke-21, seperti "Arctic Ring of Life" di [[Kebun Binatang Detroit]] dan Habitat Beruang Kutub [[Cochrane, Ontario|Cochrane]] di Ontario. Banyak kebun binatang di Eropa dan Amerika Utara telah berhenti memelihara beruang kutub karena ukuran dan biaya pameran kompleks mereka. Di Amerika Utara, populasi beruang kutub di kebun binatang mencapai puncaknya pada tahun 1975 dengan 229 hewan dan menurun pada abad ke-21.<ref>E Curry. ''Reproductive trends of captive polar bears in North American zoos: a historical analysis''. ''Journal of Zoo and Aquarium Research''. 2015. Vol. 3 (3). hlm. 99–106. doi:10.19227/jzar.v3i3.133.</ref> | |||
Sistem pameran beruang kutub diperbarui oleh [[Carl Hagenbeck]], yang mengganti kandang dan lubang dengan pengaturan yang meniru lingkungan alami hewan tersebut. Pada tahun 1907, ia mengungkapkan struktur [[panorama]] yang kompleks di Kebun Binatang [[Tierpark Hagenbeck]] di Hamburg yang terdiri dari pameran yang terbuat dari salju dan es buatan yang dipisahkan oleh parit. Hewan kutub yang berbeda ditampilkan di setiap anjungan, memberikan ilusi bahwa mereka hidup bersama. Mulai tahun 1975, [[Kebun Binatang Hellabrunn]] di Munich menampung beruang kutubnya dalam pameran yang terdiri dari penghalang kaca, rumah, anjungan beton yang meniru gumpalan es, dan kolam besar. Di dalam rumah tersebut terdapat sarang bersalin, dan ruangan bagi staf untuk menyiapkan dan menyimpan makanan. Pameran tersebut terhubung ke halaman luar untuk ruang tambahan. Pameran serupa yang naturalistik dan "imersif" dibuka pada awal abad ke-21, seperti "Arctic Ring of Life" di [[Kebun Binatang Detroit]] dan Habitat Beruang Kutub [[Cochrane, Ontario|Cochrane]] di Ontario. Banyak kebun binatang di Eropa dan Amerika Utara telah berhenti memelihara beruang kutub karena ukuran dan biaya pameran kompleks mereka. Di Amerika Utara, populasi beruang kutub di kebun binatang mencapai puncaknya pada tahun 1975 dengan 229 hewan dan menurun pada abad ke-21. | |||
Beruang kutub telah dilatih untuk tampil di sirkus. Beruang pada umumnya, yang berukuran besar, kuat, mudah dilatih, dan berbentuk seperti manusia, tersebar luas di sirkus, dan bulu putih beruang kutub membuat mereka sangat menarik. Sirkus membantu mengubah citra beruang kutub dari monster yang menakutkan menjadi sesuatu yang lebih jenaka. Beruang kutub pertunjukan digunakan pada tahun 1888 oleh [[Circus Krone]] di Jerman dan kemudian pada tahun 1904 oleh [[Frank C. Bostock|Menagerie Bostock dan Wombwell]] di Inggris. Direktur sirkus Wilhelm Hagenbeck melatih hingga 75 beruang kutub untuk meluncur ke dalam tangki besar melalui perosotan. Dia mulai tampil bersama mereka pada tahun 1908 dan mereka memiliki pertunjukan yang diterima dengan sangat baik di [[Hippodrome, London|Hippodrome di London]]. Trik sirkus lain yang dilakukan oleh beruang kutub melibatkan tali tegang, bola, sepatu roda, dan sepeda motor. Salah satu pelatih beruang kutub paling terkenal di paruh kedua abad kedua puluh adalah Ursula Böttcher dari Jerman Timur, yang perawakannya kecil kontras dengan beruang-beruang besar itu. Mulai akhir abad ke-20, sebagian besar pertunjukan beruang kutub dipensiunkan dan penggunaan beruang ini untuk sirkus sekarang dilarang di AS. | Beruang kutub telah dilatih untuk tampil di sirkus. Beruang pada umumnya, yang berukuran besar, kuat, mudah dilatih, dan berbentuk seperti manusia, tersebar luas di sirkus, dan bulu putih beruang kutub membuat mereka sangat menarik. Sirkus membantu mengubah citra beruang kutub dari monster yang menakutkan menjadi sesuatu yang lebih jenaka. Beruang kutub pertunjukan digunakan pada tahun 1888 oleh [[Circus Krone]] di Jerman dan kemudian pada tahun 1904 oleh [[Frank C. Bostock|Menagerie Bostock dan Wombwell]] di Inggris. Direktur sirkus Wilhelm Hagenbeck melatih hingga 75 beruang kutub untuk meluncur ke dalam tangki besar melalui perosotan. Dia mulai tampil bersama mereka pada tahun 1908 dan mereka memiliki pertunjukan yang diterima dengan sangat baik di [[Hippodrome, London|Hippodrome di London]]. Trik sirkus lain yang dilakukan oleh beruang kutub melibatkan tali tegang, bola, sepatu roda, dan sepeda motor. Salah satu pelatih beruang kutub paling terkenal di paruh kedua abad kedua puluh adalah Ursula Böttcher dari Jerman Timur, yang perawakannya kecil kontras dengan beruang-beruang besar itu. Mulai akhir abad ke-20, sebagian besar pertunjukan beruang kutub dipensiunkan dan penggunaan beruang ini untuk sirkus sekarang dilarang di AS. | ||
Beberapa beruang kutub di penangkaran memperoleh status selebritas pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, terutama [[Knut (beruang kutub)|Knut]] dari [[Kebun Binatang Berlin]], yang ditolak oleh induknya dan harus dibesarkan oleh penjaga kebun binatang. Beruang lain, [[Binky (beruang kutub)|Binky]] dari [[Kebun Binatang Alaska]] di Anchorage, terkenal karena menyerang dua pengunjung yang terlalu dekat. Beruang kutub di penangkaran mungkin mondar-mandir, sebuah [[Stereotip (non-manusia)|perilaku stereotip]]. Dalam sebuah penelitian, mereka tercatat menghabiskan 14 persen hari mereka untuk mondar-mandir. [[Gus (beruang)|Gus]] dari [[Kebun Binatang Central Park]] diresepkan [[Prozac]] oleh seorang terapis karena terus-menerus berenang di kolamnya. Untuk mengurangi perilaku stereotip, penjaga kebun binatang menyediakan barang-barang pengayaan bagi beruang untuk memicu perilaku bermain mereka. Dalam kondisi yang cukup hangat, [[ganggang]] yang terkonsentrasi di medula rambut pelindung bulu mereka dapat menyebabkan beruang kutub di kebun binatang tampak hijau. | Beberapa beruang kutub di penangkaran memperoleh status selebritas pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, terutama [[Knut (beruang kutub)|Knut]] dari [[Kebun Binatang Berlin]], yang ditolak oleh induknya dan harus dibesarkan oleh penjaga kebun binatang. Beruang lain, [[Binky (beruang kutub)|Binky]] dari [[Kebun Binatang Alaska]] di Anchorage, terkenal karena menyerang dua pengunjung yang terlalu dekat. Beruang kutub di penangkaran mungkin mondar-mandir, sebuah [[Stereotip (non-manusia)|perilaku stereotip]]. Dalam sebuah penelitian, mereka tercatat menghabiskan 14 persen hari mereka untuk mondar-mandir.<ref>D. Shepherdson. ''Individual and environmental factors associated with stereotypic behavior and fecal glucocorticoid metabolite levels in zoo housed polar bears''. ''Applied Animal Behaviour Science''. 2013. Vol. 147 (3–4). hlm. 268–277. doi:10.1016/j.applanim.2013.01.001.</ref> [[Gus (beruang)|Gus]] dari [[Kebun Binatang Central Park]] diresepkan [[Prozac]] oleh seorang terapis karena terus-menerus berenang di kolamnya. Untuk mengurangi perilaku stereotip, penjaga kebun binatang menyediakan barang-barang pengayaan bagi beruang untuk memicu perilaku bermain mereka.<ref>W. Canino. ''Formal behavioral evaluation of enrichment programs on a zookeeper's schedule: a case study with a polar bear (''Ursus maritimus'') at the Bronx Zoo''. ''Zoo Biology''. 2010. Vol. 29 (4). hlm. 503–508. doi:10.1002/zoo.20247.</ref> Dalam kondisi yang cukup hangat, [[ganggang]] yang terkonsentrasi di medula rambut pelindung bulu mereka dapat menyebabkan beruang kutub di kebun binatang tampak hijau.<ref>R. A. Lewin. [https://archive.org/details/phycologia_1981-09_20_3/page/303 The algae of green polar bears]. ''Phycologia''. 1981. Vol. 20 (3). hlm. 303–314. doi:10.2216/i0031-8884-20-3-303.1.</ref> | ||
===Dalam budaya=== | ===Dalam budaya=== | ||
Beruang kutub memiliki peran penting dalam [[budaya Inuit]] dan [[Agama Inuit|agama]] mereka. Dewa [[Torngarsuk]] terkadang dibayangkan sebagai beruang kutub raksasa. Ia berdiam di bawah dasar laut di [[dunia bawah]] orang mati dan memiliki kekuasaan atas makhluk laut. Para [[Dukun|syaman]] [[Kalaallit]] memujanya melalui nyanyian dan tarian, dan diharapkan akan dibawa olehnya ke laut dan dimangsa jika ia menganggap mereka layak. Beruang kutub juga dikaitkan dengan dewi [[Nuliajuk]] yang bertanggung jawab atas penciptaan mereka, bersama dengan makhluk laut lainnya. Diyakini bahwa para syaman dapat mencapai Bulan atau dasar samudra dengan menunggangi [[Dewa penjaga|roh penjaga]] yang berwujud beruang kutub. Beberapa cerita rakyat melibatkan manusia yang berubah menjadi atau menyamar sebagai beruang kutub dengan mengenakan kulit beruang, atau sebaliknya, dengan beruang kutub yang melepaskan kulit mereka. Dalam [[astronomi Inuit]], gugus bintang [[Pleiades]] dipahami sebagai seekor beruang kutub yang terperangkap oleh anjing, sementara [[Sabuk Orion]], [[Hyades (gugus bintang)|Hyades]], dan [[Aldebaran]] masing-masing melambangkan pemburu, anjing, dan beruang yang terluka. | Beruang kutub memiliki peran penting dalam [[budaya Inuit]] dan [[Agama Inuit|agama]] mereka. Dewa [[Torngarsuk]] terkadang dibayangkan sebagai beruang kutub raksasa. Ia berdiam di bawah dasar laut di [[dunia bawah]] orang mati dan memiliki kekuasaan atas makhluk laut. Para [[Dukun|syaman]] [[Kalaallit]] memujanya melalui nyanyian dan tarian, dan diharapkan akan dibawa olehnya ke laut dan dimangsa jika ia menganggap mereka layak. Beruang kutub juga dikaitkan dengan dewi [[Nuliajuk]] yang bertanggung jawab atas penciptaan mereka, bersama dengan makhluk laut lainnya. Diyakini bahwa para syaman dapat mencapai Bulan atau dasar samudra dengan menunggangi [[Dewa penjaga|roh penjaga]] yang berwujud beruang kutub. Beberapa cerita rakyat melibatkan manusia yang berubah menjadi atau menyamar sebagai beruang kutub dengan mengenakan kulit beruang, atau sebaliknya, dengan beruang kutub yang melepaskan kulit mereka. Dalam [[astronomi Inuit]], gugus bintang [[Pleiades]] dipahami sebagai seekor beruang kutub yang terperangkap oleh anjing, sementara [[Sabuk Orion]], [[Hyades (gugus bintang)|Hyades]], dan [[Aldebaran]] masing-masing melambangkan pemburu, anjing, dan beruang yang terluka. | ||
| Baris 140: | Baris 125: | ||
Gambar beruang kutub telah ditampilkan di peta wilayah utara. Mungkin penggambaran beruang kutub paling awal di peta adalah ''[[Carta marina]]'' Swedia tahun 1539, yang memiliki beruang putih di Islandia atau "Islandia". Sebuah peta Amerika Utara tahun 1544 menyertakan dua beruang kutub di dekat [[Quebec]]. Lukisan terkenal yang menampilkan beruang kutub antara lain ''Fighting Polar Bears'' (1839) karya [[François-Auguste Biard]] dan ''[[Man Proposes, God Disposes]]'' (1864) karya [[Edwin Landseer]]. Beruang kutub juga telah difilmkan untuk sinema. Perburuan beruang kutub oleh orang Inuit direkam untuk film dokumenter tahun 1932 ''[[Igloo (film 1932)|Igloo]]'', sementara film tahun 1974 ''[[The White Dawn]]'' merekam simulasi penusukan beruang terlatih untuk sebuah adegan. Dalam film ''[[The Big Show (film 1961)|The Big Show]]'' (1961), dua karakter dibunuh oleh seekor beruang kutub sirkus. Adegan tersebut direkam menggunakan pelatih hewan, bukan aktor. Dalam sastra modern, beruang kutub telah menjadi karakter baik dalam [[Sastra anak-anak|fiksi anak-anak]], seperti ''[[The Little Polar Bear|Little Polar Bear and the Whales]]'' karya Hans Beer dan ''The Orphan and the Polar Bear'' karya Sakiasi Qaunaq, maupun novel fantasi, seperti seri ''[[His Dark Materials]]'' karya [[Philip Pullman]]. Di radio, [[Mel Blanc]] mengisi suara untuk Carmichael, beruang kutub peliharaan [[Jack Benny]] di ''[[The Jack Benny Program]]''. Beruang kutub ditampilkan pada bendera dan lambang, seperti [[lambang Greenland]], dan di banyak iklan, terutama [[Beruang kutub Coca-Cola|untuk Coca-Cola]] sejak 1922. | Gambar beruang kutub telah ditampilkan di peta wilayah utara. Mungkin penggambaran beruang kutub paling awal di peta adalah ''[[Carta marina]]'' Swedia tahun 1539, yang memiliki beruang putih di Islandia atau "Islandia". Sebuah peta Amerika Utara tahun 1544 menyertakan dua beruang kutub di dekat [[Quebec]]. Lukisan terkenal yang menampilkan beruang kutub antara lain ''Fighting Polar Bears'' (1839) karya [[François-Auguste Biard]] dan ''[[Man Proposes, God Disposes]]'' (1864) karya [[Edwin Landseer]]. Beruang kutub juga telah difilmkan untuk sinema. Perburuan beruang kutub oleh orang Inuit direkam untuk film dokumenter tahun 1932 ''[[Igloo (film 1932)|Igloo]]'', sementara film tahun 1974 ''[[The White Dawn]]'' merekam simulasi penusukan beruang terlatih untuk sebuah adegan. Dalam film ''[[The Big Show (film 1961)|The Big Show]]'' (1961), dua karakter dibunuh oleh seekor beruang kutub sirkus. Adegan tersebut direkam menggunakan pelatih hewan, bukan aktor. Dalam sastra modern, beruang kutub telah menjadi karakter baik dalam [[Sastra anak-anak|fiksi anak-anak]], seperti ''[[The Little Polar Bear|Little Polar Bear and the Whales]]'' karya Hans Beer dan ''The Orphan and the Polar Bear'' karya Sakiasi Qaunaq, maupun novel fantasi, seperti seri ''[[His Dark Materials]]'' karya [[Philip Pullman]]. Di radio, [[Mel Blanc]] mengisi suara untuk Carmichael, beruang kutub peliharaan [[Jack Benny]] di ''[[The Jack Benny Program]]''. Beruang kutub ditampilkan pada bendera dan lambang, seperti [[lambang Greenland]], dan di banyak iklan, terutama [[Beruang kutub Coca-Cola|untuk Coca-Cola]] sejak 1922. | ||
Sebagai [[megafauna karismatik]], beruang kutub telah digunakan untuk [[Peningkatan kesadaran|meningkatkan kesadaran]] akan bahaya perubahan iklim. Aurora si beruang kutub adalah [[marionette|boneka tali]] raksasa yang dibuat oleh [[Greenpeace]] untuk protes iklim. [[World Wide Fund for Nature]] telah menjual [[boneka beruang|boneka beruang kutub]] sebagai bagian dari kampanye "Arctic Home" (Rumah Arktik). Foto-foto beruang kutub telah ditampilkan di majalah ''[[National Geographic]]'' dan ''[[Time (majalah)|Time]]'', termasuk foto mereka yang berdiri di atas gumpalan es, sementara film dokumenter dan advokasi perubahan iklim ''[[An Inconvenient Truth]]'' (2006) menyertakan animasi beruang yang sedang berenang. Produsen mobil [[Nissan]] menggunakan beruang kutub di salah satu iklannya, yang memeluk seorang pria karena menggunakan mobil listrik. Untuk membuat pernyataan tentang pemanasan global, pada tahun 2009 patung es beruang kutub dengan kerangka perunggu di Kopenhagen sengaja dibiarkan mencair di bawah sinar matahari. | Sebagai [[megafauna karismatik]], beruang kutub telah digunakan untuk [[Peningkatan kesadaran|meningkatkan kesadaran]] akan bahaya perubahan iklim. Aurora si beruang kutub adalah [[marionette|boneka tali]] raksasa yang dibuat oleh [[Greenpeace]] untuk protes iklim.<ref>D. Born. ''Bearing witness? Polar bears as icons for climate change communication in ''National Geographic''''. ''Environmental Communication''. 2019. Vol. 13 (5). hlm. 649–663. doi:10.1080/17524032.2018.1435557.</ref> [[World Wide Fund for Nature]] telah menjual [[boneka beruang|boneka beruang kutub]] sebagai bagian dari kampanye "Arctic Home" (Rumah Arktik).<ref>F Dunaway. ''Seeing global warming: contemporary art and the fate of the planet''. ''Environmental History''. 2009. Vol. 14 (1). hlm. 9–31. doi:10.1093/envhis/14.1.9.</ref> Foto-foto beruang kutub telah ditampilkan di majalah ''[[National Geographic]]'' dan ''[[Time (majalah)|Time]]'', termasuk foto mereka yang berdiri di atas gumpalan es, sementara film dokumenter dan advokasi perubahan iklim ''[[An Inconvenient Truth]]'' (2006) menyertakan animasi beruang yang sedang berenang.<ref>D. Born. ''Bearing witness? Polar bears as icons for climate change communication in ''National Geographic''''. ''Environmental Communication''. 2019. Vol. 13 (5). hlm. 649–663. doi:10.1080/17524032.2018.1435557.</ref> Produsen mobil [[Nissan]] menggunakan beruang kutub di salah satu iklannya, yang memeluk seorang pria karena menggunakan mobil listrik.<ref>D. E. Martinez. ''Culture, Politics and Climate Change In 2009''. Taylor & Francis. 2014. hlm. 46. ISBN 978-1-135-10334-7.</ref> Untuk membuat pernyataan tentang pemanasan global, pada tahun 2009 patung es beruang kutub dengan kerangka perunggu di Kopenhagen sengaja dibiarkan mencair di bawah sinar matahari. | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
| Baris 150: | Baris 135: | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
==Bibliografi== | ==Bibliografi== | ||
* | * | ||
* | * | ||
| Baris 162: | Baris 141: | ||
* | * | ||
* | * | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
| Baris 168: | Baris 146: | ||
* ARKive—[https://web.archive.org/web/20060317030045/http://www.arkive.org/species/GES/mammals/Ursus_maritimus/ images and movies of the polar bear (''Ursus maritimus'')] | * ARKive—[https://web.archive.org/web/20060317030045/http://www.arkive.org/species/GES/mammals/Ursus_maritimus/ images and movies of the polar bear (''Ursus maritimus'')] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beruang+kutub&oldid=29470967 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29470967 (2026-07-18T05:11:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.41

Beruang kutub (Ursus maritimus) adalah beruang berukuran besar yang berasal dari kawasan Arktik dan wilayah sekitarnya. Spesies ini berkerabat dekat dengan beruang coklat, dan keduanya dapat saling kawin silang. Beruang kutub merupakan spesies beruang yang masih hidup terbesar sekaligus karnivora darat terbesar berdasarkan massa tubuh, dengan jantan dewasa memiliki berat . Spesies ini memiliki dimorfisme seksual, karena betina dewasa berukuran jauh lebih kecil. Beruang kutub memiliki bulu berwarna putih atau kekuningan, kulit hitam, dan lapisan lemak tebal. Tubuhnya lebih ramping daripada beruang coklat, dengan tengkorak yang lebih sempit, leher lebih panjang, serta punuk bahu yang lebih rendah. Giginya lebih tajam dan lebih terspesialisasi untuk mengoyak daging. Telapak kakinya besar dan memungkinkannya berjalan di atas es serta mengayuh di dalam air.
Beruang kutub hidup di darat sekaligus termasuk pagofilik (hidup di lingkungan es) dan dianggap sebagai mamalia laut karena ketergantungannya pada ekosistem laut. Beruang kutub lebih menyukai es laut tahunan tetapi tinggal di darat ketika es mencair pada musim panas. Beruang kutub sebagian besar bersifat karnivor dan terspesialisasi memangsa anjing laut, terutama anjing laut bercincin. Mangsa beruang kutub biasanya diperoleh dengan cara mengintai; beruang dapat membuntuti mangsanya di atas es atau di dalam air, tetapi juga dapat menunggu di lubang pernapasan atau tepi es hingga mangsa berenang melewatinya. Beruang kutub terutama memakan lemak anjing laut yang kaya energi. Mangsa lain mencakup walrus, paus beluga dan beberapa hewan darat. Beruang kutub umumnya soliter tetapi dapat ditemukan berkelompok ketika berada di darat. Pada musim kawin, beruang jantan menjaga beruang betina dan mempertahankannya dari pesaing. Induk melahirkan anak di dalam sarang kelahiran pada musim dingin. Anak-anak tetap bersama induknya hingga dua setengah tahun.
Beruang kutub dianggap sebagai spesies rentan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) dengan perkiraan populasi total 22.000 hingga 31.000 individu. Ancaman terbesar bagi spesies ini adalah perubahan iklim, polusi, dan pembangunan energi. Perubahan iklim telah menyebabkan penyusutan es laut Arktik, sehingga beruang kutub memiliki akses lebih sedikit terhadap mangsa favoritnya serta meningkatkan risiko malnutrisi dan kelaparan. Berkurangnya es laut juga berarti beruang harus menghabiskan lebih banyak waktu di darat, sehingga meningkatkan konflik dengan manusia. Beruang kutub telah lama diburu, baik oleh penduduk asli maupun pendatang, untuk diambil bulu, daging, dan bagian-bagian lainnya. Mereka juga dipelihara di kebun binatang dan sirkus serta tampil menonjol dalam seni, folklor, agama, dan budaya modern.
Penamaan
Beruang kutub memperoleh nama umumnya dari Thomas Pennant dalam karyanya A Synopsis of Quadrupeds (1771). Di Eropa antara abad ke-13 hingga ke-18, hewan ini dikenal sebagai "beruang putih", serta "beruang es", "beruang laut", dan "beruang Greenland". Bangsa Nordik menyebutnya dan . Dalam bahasa Inuit, hewan ini disebut . Budaya Netsilik juga memiliki beragam nama bagi beruang berdasarkan faktor tertentu seperti jenis kelamin dan usia, termasuk jantan dewasa (), betina dewasa tanpa anak (), betina yang sedang bunting (), anak yang baru lahir (), remaja besar (), dan beruang yang sedang dorman (). Nama ilmiah berasal dari bahasa Latin yang berarti .
Taksonomi
Carl Linnaeus mengklasifikasikan beruang kutub sebagai salah satu jenis beruang coklat (Ursus arctos), dan menandainya sebagai Ursus maritimus albus-major, arcticus (‘beruang laut berwarna hampir putih, arktik’) dalam edisi 1758 dari karyanya Systema Naturae. Constantine John Phipps kemudian mendeskripsikan secara resmi beruang kutub sebagai spesies yang berbeda, Ursus maritimus, pada 1774, setelah pelayarannya tahun 1773 menuju Kutub Utara.[1] Karena adaptasinya terhadap lingkungan laut, beberapa pakar taksonomi seperti Theodore Knottnerus-Meyer menempatkan beruang kutub dalam genus tersendiri, Thalarctos.[2] Namun, Ursus secara luas dianggap sebagai genus yang sah bagi spesies ini berdasarkan rekaman fosil serta fakta bahwa ia dapat kawin silang dengan beruang coklat.[3]
Beragam subspesies pernah diusulkan, termasuk Ursus maritimus maritimus dan U. m. marinus.[4] Namun, subspesies tersebut tidak didukung, dan beruang kutub dianggap sebagai monotipe.[5] Satu kemungkinan subspesies fosil, U. m. tyrannus, diajukan pada 1964 oleh Björn Kurtén, yang merekonstruksi subspesies tersebut dari satu fragmen tulang ulna yang kira-kira 20 persen lebih besar daripada ukuran yang diharapkan untuk beruang kutub.[6] Namun, peninjauan ulang pada abad ke-21 menunjukkan bahwa fragmen tersebut kemungkinan berasal dari beruang coklat berukuran raksasa.[7]
Evolusi
Beruang kutub merupakan salah satu dari delapan spesies beruang yang masih hidup dalam keluarga beruang, Ursidae, dan termasuk dalam enam spesies yang masih ada dalam subfamili Ursinae.
Fosil beruang kutub jarang ditemukan.[8][9] Fosil tertua yang diketahui berupa tulang rahang berumur antara 130.000–110.000 tahun, ditemukan di Prince Charles Foreland, Norwegia, pada 2004.[10][11] Para ilmuwan pada abad ke-20 menduga bahwa beruang kutub berasal langsung dari populasi beruang coklat, kemungkinan di timur Siberia atau Alaska.[12][13] Studi DNA mitokondria pada 1990-an dan 2000-an mendukung status beruang kutub sebagai turunan beruang coklat, menunjukkan bahwa beberapa populasi beruang coklat memiliki kekerabatan lebih dekat dengan beruang kutub dibandingkan dengan beruang coklat lainnya, terutama beruang Kepulauan ABC di Alaska Tenggara.[14][15][16] Sebuah studi pada 2010 memperkirakan bahwa garis keturunan beruang kutub berpisah dari beruang coklat sekitar 150.000 tahun lalu.[17]
Studi genetik yang lebih luas membantah pendapat bahwa beruang kutub merupakan turunan langsung beruang coklat dan menemukan bahwa keduanya adalah kelompok saudara yang terpisah. Kemiripan genetik antara beruang kutub dan beberapa beruang coklat ternyata merupakan hasil kawin silang.[18][19] Sebuah studi pada 2012 memperkirakan pemisahan antara beruang kutub dan beruang coklat terjadi sekitar 600.000 tahun lalu.[20] Studi pada 2022 memperkirakan divergensi lebih awal lagi, lebih dari satu juta tahun lalu.[21] Peristiwa glasiasi selama ratusan ribu tahun berperan dalam asal-usul beruang kutub serta interaksi dan hibridisasi selanjutnya dengan beruang coklat.[22]
Studi pada 2011 dan 2012 menyimpulkan bahwa terjadi aliran gen dari beruang coklat ke beruang kutub selama hibridisasi.[23][24] Secara khusus, studi tahun 2011 menyimpulkan bahwa populasi beruang kutub modern memperoleh garis keturunan maternal dari beruang coklat Irlandia yang kini telah punah.[25] Studi-studi selanjutnya menjelaskan bahwa aliran gen terjadi dari beruang kutub ke beruang coklat, bukan sebaliknya.[26][27][28] Hingga 9 persen genom beruang ABC berasal dari beruang kutub,[29] sementara beruang Irlandia memiliki hingga 21,5 persen asal-usul genetik dari beruang kutub.[30] Hibridisasi massal antara kedua spesies tampaknya berhenti sekitar 200.000 tahun lalu. Hibrida modern relatif jarang ditemukan di alam liar.[31]
Analisis variasi jumlah salinan gen pada beruang kutub dibandingkan dengan beruang coklat dan beruang hitam Amerika menunjukkan sejumlah adaptasi yang khas. Beruang kutub memiliki keragaman yang lebih rendah pada gen reseptor penciuman, akibat lebih sedikitnya ragam bau di habitat Arktik. Dengan pola makan karnivor tinggi lemak, spesies ini memiliki lebih sedikit salinan gen penghasil amilase, enzim pemecah pati, serta seleksi lebih kuat terhadap gen pemecah asam lemak dan sistem peredaran yang lebih efisien. Bulu beruang kutub yang lebih tebal merupakan hasil lebih banyaknya salinan gen pembentuk protein keratin.[32]
Karakteristik
Beruang kutub adalah spesies beruang dan karnivora darat terbesar yang masih hidup, meskipun beberapa subspesies beruang cokelat seperti beruang kodiak dapat menyaingi ukurannya. Pejantan umumnya memiliki panjang dengan berat . Betina lebih kecil dengan ukuran dan berat .[33] Dimorfisme seksual pada spesies ini sangat tinggi dibandingkan dengan sebagian besar mamalia lain. Beruang kutub jantan juga memiliki kepala yang secara proporsional lebih besar daripada betina. Berat beruang kutub berfluktuasi sepanjang tahun, karena mereka dapat menimbun lemak dan meningkatkan massa tubuhnya hingga 50 persen. Seekor betina hamil yang telah menggemuk bisa mencapai berat hingga . Beruang dewasa dapat berdiri setinggi pada bagian bahu. Ekornya memiliki panjang .[34] Beruang kutub terbesar yang pernah tercatat, dilaporkan memiliki berat , adalah seekor pejantan yang ditembak di Kotzebue Sound di barat laut Alaska pada tahun 1960.[35]
Dibandingkan dengan beruang cokelat, spesies ini memiliki perawakan yang lebih ramping, dengan tengkorak yang lebih sempit, datar, dan kecil, leher yang lebih panjang, serta punuk bahu yang lebih rendah.[36] Profil moncongnya melengkung, menyerupai "Hidung Romawi". Mereka memiliki 34–42 gigi termasuk 12 gigi seri, 4 taring, 8–16 premolar, dan 10 molar. Gigi-gigi tersebut beradaptasi untuk diet yang lebih karnivora dibandingkan beruang cokelat, dengan taring yang lebih panjang, tajam, dan berjarak, serta gigi pipi (premolar dan molar) yang lebih kecil dan runcing.[37] Spesies ini memiliki celah besar atau diastema antara taring dan gigi pipi, yang memungkinkan mereka menggigit mangsa dengan lebih baik.[38] Karena biasanya memangsa hewan yang jauh lebih kecil darinya, beruang kutub tidak memiliki gigitan yang terlalu kuat.[39] Beruang kutub memiliki cakar yang besar, dengan cakar depan lebih lebar daripada cakar belakang. Kaki mereka lebih berbulu dibandingkan spesies beruang lainnya, memberikan kehangatan dan gesekan saat melangkah di atas salju dan es laut. Kukunya kecil namun tajam dan bengkok, digunakan untuk menyambar mangsa dan memanjat ke atas es.
Mantel bulunya terdiri dari bulu bawah yang lebat sepanjang sekitar dan rambut pelindung sepanjang sekitar .[40] Pejantan memiliki rambut panjang di kaki depan mereka, yang diperkirakan sebagai sinyal kebugaran mereka kepada betina.[41] Permukaan luar rambut memiliki tampilan bersisik, dan rambut pelindungnya berongga, yang memungkinkan hewan ini memerangkap panas dan mengapung di air. Rambut pelindung yang transparan melakukan hamburan ke depan terhadap sinar ultraviolet di antara bulu bawah dan kulit, menyebabkan siklus penyerapan dan emisi ulang yang menjaga kehangatan mereka.[42] Bulunya tampak putih karena hamburan balik dari cahaya datang dan ketiadaan pigmen.[43] Beruang kutub mendapatkan warna kekuningan seiring dengan semakin seringnya terpapar sinar matahari. Warna ini akan kembali normal setelah mereka berganti bulu. Bulu mereka juga bisa berwarna keabu-abuan atau kecokelatan.[44] Bulu terang mereka memberikan kamuflase di lingkungan bersalju. Setelah keluar dari air, beruang dapat dengan mudah mengibaskan tubuhnya hingga kering karena rambutnya tahan kusut saat basah. Sekresi minyak mencegah rambut membeku.[45] Kulitnya, termasuk hidung dan bibir, berwarna hitam dan menyerap panas.[46][47] Beruang kutub memiliki lapisan lemak setebal di bawah kulit,[48] yang memberikan kehangatan sekaligus energi. Beruang kutub mempertahankan suhu inti tubuh sekitar .[49] Panas berlebih diatasi oleh lapisan jaringan otot lurik yang sangat tervaskularisasi dan pembuluh darah yang terkontrol dengan baik. Beruang juga mendinginkan diri dengan masuk ke dalam air.[50][51]
Mata beruang kutub terletak di dekat bagian atas kepala, yang memungkinkan mereka untuk tetap berada di luar air saat berenang di permukaan. Matanya relatif kecil, yang mungkin merupakan adaptasi terhadap tiupan salju dan kebutaan salju. Beruang kutub adalah dikromat, dan tidak memiliki sel kerucut untuk melihat panjang gelombang menengah, terutama hijau. Mereka memiliki banyak sel batang, yang memungkinkan mereka melihat di malam hari. Telinganya kecil, memungkinkan mereka menahan panas dengan lebih baik dan tidak terkena radang dingin. Beruang kutub dapat mendengar paling baik pada frekuensi 11,2–22,5 kHz, rentang frekuensi yang lebih luas dari yang diperkirakan mengingat mangsa mereka sebagian besar mengeluarkan suara berfrekuensi rendah.[52] Konka hidung menciptakan area permukaan yang luas, sehingga lebih banyak udara hangat dapat bergerak melalui saluran hidung. Sistem penciuman mereka juga besar dan beradaptasi untuk mencium mangsa dari jarak yang sangat jauh.[53] Hewan ini memiliki ginjal renikulata yang menyaring garam dalam makanan mereka.
Persebaran dan habitat
Beruang kutub mendiami Arktika dan wilayah sekitarnya. Daerah jelajah mereka mencakup Greenland, Kanada, Alaska, Rusia, dan Kepulauan Svalbard milik Norwegia.[54] Beruang kutub pernah tercatat berada sedekat dari Kutub Utara.[55] Batas selatan daerah jelajah mereka meliputi Teluk James dan Newfoundland dan Labrador di Kanada serta Pulau St. Matthew dan Kepulauan Pribilof di Alaska.[56] Mereka bukan penghuni tetap Islandia namun tercatat pernah berkunjung ke sana jika bisa mencapainya melalui es laut. Karena minimnya perambahan manusia terhadap habitat terpencil beruang ini, mereka masih dapat ditemukan di sebagian besar daerah jelajah aslinya, lebih banyak dibandingkan karnivora darat besar lainnya.[57]
Beruang kutub telah dibagi menjadi setidaknya 18 subpopulasi yang dilabeli sebagai populasi Greenland Timur (ES), Laut Barents (BS), Laut Kara (KS), Laut Laptev (LVS), Laut Chukchi (CS), Laut Beaufort bagian utara dan selatan (SBS dan NBS), Viscount Melville (VM), Selat M'Clintock (MC), Teluk Boothia (GB), Selat Lancaster (LS), Teluk Norwegia (NB), Cekungan Kane (KB), Teluk Baffin (BB), Selat Davis (DS), Cekungan Foxe (FB), serta Teluk Hudson bagian barat dan selatan (WHB dan SHB).[58][59] Beruang di dalam dan sekitar Kepulauan Ratu Elizabeth telah diusulkan sebagai subpopulasi tersendiri namun hal ini tidak diterima secara universal.[60] Sebuah studi tahun 2022 menyarankan agar beruang di Greenland tenggara dianggap sebagai subpopulasi yang berbeda berdasarkan isolasi geografis dan genetika mereka.[61] Populasi beruang kutub juga dapat dibagi menjadi empat gugus gen: Kanada Selatan, Kepulauan Kanada, Cekungan Barat (Kanada barat laut ke arah barat hingga Timur Jauh Rusia), dan Cekungan Timur (Greenland ke arah timur hingga Siberia).[62]
Beruang kutub sangat bergantung pada laut sehingga dianggap sebagai mamalia laut.[63] Hewan ini bersifat pagofilik dan terutama mendiami es laut tahunan yang menutupi landas kontinen dan di antara pulau-pulau di kepulauan. Daerah-daerah ini, yang dikenal sebagai "Cincin Kehidupan Arktik", memiliki produktivitas biologis yang tinggi.[64] Spesies ini cenderung sering berada di area pertemuan es laut dan air, seperti polynya dan celah es, untuk memburu anjing laut yang merupakan bagian terbesar dari dietnya.[65] Beruang kutub melakukan perjalanan sebagai respons terhadap perubahan tutupan es sepanjang tahun. Mereka terpaksa naik ke daratan pada musim panas ketika es laut menghilang. Habitat darat yang digunakan oleh beruang kutub meliputi hutan, pegunungan, daerah berbatu, tepian danau, dan anak sungai. Di laut Chukchi dan Beaufort, tempat es laut pecah dan hanyut ke utara selama musim panas, beruang kutub umumnya tetap berada di atas es, meskipun sebagian besar populasi (15–40%) telah diamati menghabiskan seluruh musim panas di daratan sejak tahun 1980-an.[66] Beberapa daerah memiliki es multitahun tebal yang tidak mencair sepenuhnya dan beruang dapat tinggal di sana sepanjang tahun,[67] meskipun jenis es ini memiliki lebih sedikit anjing laut dan produktivitas air yang lebih rendah.
Perilaku dan ekologi
Beruang kutub dapat menjelajahi area sekecil hingga seluas dalam setahun, sementara es yang hanyut memungkinkan mereka bergerak lebih jauh.[68] Bergantung pada kondisi es, seekor beruang dapat menempuh perjalanan rata-rata per hari.[69] Pergerakan ini disokong oleh asupan makanan mereka yang kaya energi. Beruang kutub bergerak dengan cara berjalan dan menderap, serta tidak berlari kecil.[70] Saat berjalan, beruang memiringkan cakar depan mereka ke arah dalam. Mereka dapat berlari dengan kecepatan yang diperkirakan mencapai [71] namun biasanya bergerak dengan kecepatan sekitar . Beruang kutub juga merupakan perenang yang andal dan dapat berenang dengan kecepatan hingga . Sebuah studi menemukan bahwa mereka dapat berenang selama rata-rata 3,4 hari sekaligus dan menempuh jarak rata-rata .[72] Mereka dapat menyelam hingga selama tiga menit.[73] Saat berenang, cakar depan yang lebar berfungsi untuk mengayuh, sementara kaki belakang berperan dalam mengemudi dan menyelam.[74]
Sebagian besar beruang kutub aktif sepanjang tahun. Hibernasi hanya terjadi pada betina yang sedang hamil. Beruang yang tidak berhibernasi biasanya memiliki siklus 24 jam normal bahkan selama hari-hari gelap total atau terang terus-menerus, meskipun siklus yang kurang dari sehari lebih umum terjadi selama periode gelap total.[75] Spesies ini umumnya bersifat diurnal, yaitu paling aktif pada awal hari.[76] Rata-rata, beruang kutub tidur hampir delapan jam sehari. Mereka tidur dalam berbagai posisi, termasuk meringkuk, duduk, berbaring miring, telentang dengan tungkai terentang, atau tengkurap dengan bagian pantat yang ditinggikan. Di atas es laut, beruang kutub tidur sejenak di punggungan tekanan, tempat mereka menggali di sisi yang terlindung dan berbaring. Setelah badai salju, seekor beruang mungkin beristirahat di bawah tumpukan salju selama berjam-jam atau berhari-hari. Di daratan, beruang mungkin menggali tempat istirahat di kerikil atau pantai berpasir. Mereka juga akan tidur di singkapan berbatu. Di daerah pegunungan di pesisir, induk dan beruang sub-dewasa akan tidur di lereng tempat mereka dapat lebih mudah melihat kedatangan beruang lain. Pejantan dewasa memiliki risiko lebih kecil terhadap ancaman beruang lain dan dapat tidur hampir di mana saja.
Kehidupan sosial
Beruang kutub biasanya hidup soliter, kecuali induk dengan anaknya dan pasangan kawin. Di darat, mereka ditemukan saling berdekatan dan berkumpul di sekitar sumber makanan. Pejantan dewasa, khususnya, lebih toleran satu sama lain di lingkungan darat dan di luar musim kawin.[77][78] Mereka tercatat pernah membentuk "aliansi" yang stabil, bepergian, beristirahat, dan bermain bersama. Hierarki dominasi ada di antara beruang kutub dengan pejantan dewasa terbesar menempati peringkat teratas. Betina dewasa mengungguli beruang sub-dewasa dan remaja, serta pejantan muda mengungguli betina seusianya. Selain itu, anak beruang yang bersama induknya mengungguli mereka yang sendirian.[79] Betina dengan anak yang masih bergantung cenderung menjauhi pejantan,[80] tetapi terkadang berasosiasi dengan unit betina-anak lainnya, menciptakan "keluarga komposit".[81]
Beruang kutub umumnya pendiam tetapi dapat menghasilkan berbagai suara. Dengusan lembut, sebuah panggilan berirama lembut, dibuat oleh induk beruang diduga untuk menjaga kontak dengan anak-anaknya.[82] Selama musim kawin, pejantan dewasa akan mendengus pada calon pasangannya. Berbeda dengan hewan lain di mana dengusan dikeluarkan melalui lubang hidung, pada beruang kutub suara ini dikeluarkan melalui mulut yang sedikit terbuka.[83] Anak beruang akan menangis untuk meminta perhatian dan mengeluarkan suara senandung saat menyusu.[84] Katupan gigi, letupan rahang, embusan napas, dengusan kasar, erangan, geraman, dan auman terdengar dalam pertemuan yang lebih bermusuhan. Beruang kutub berkomunikasi secara visual menggunakan mata, telinga, hidung, dan bibirnya.[85] Beruang juga berkomunikasi melalui komunikasi kimiawi dengan mengeluarkan aroma dari bantalan kaki ke jejak mereka, yang memungkinkan antarindividu untuk melacak keberadaan satu sama lain.[86]
Makanan dan perburuan
Beruang kutub adalah hiperkarnivora,[87] dan spesies beruang paling karnivora.[88] Ia adalah predator puncak di Arktika, memangsa anjing laut es dan mengonsumsi lemak mereka yang kaya energi. Spesies yang paling umum ditangkap adalah anjing laut cincin, tetapi mereka juga memangsa anjing laut berjanggut dan anjing laut harpa.[89] Anjing laut cincin adalah mangsa ideal karena jumlahnya melimpah dan cukup kecil untuk ditaklukkan bahkan oleh beruang kecil. Anjing laut berjanggut dewasa berukuran lebih besar dan lebih mungkin membebaskan diri dari serangan beruang, sehingga beruang jantan dewasalah yang lebih sukses memburu mereka. Mangsa yang kurang umum adalah anjing laut bertudung, anjing laut bintik, anjing laut pita, dan anjing laut pelabuhan yang hidup di daerah yang lebih hangat. Beruang kutub, sebagian besar jantan dewasa, kadang-kadang akan memburu walrus baik di darat maupun di es. Mereka terutama menargetkan walrus muda, karena walrus dewasa, dengan kulit tebal dan gading panjangnya, terlalu besar dan tangguh.
Selain anjing laut, beruang juga memangsa spesies cetacea seperti paus beluga dan narwhal, serta rusa kutub, burung dan telurnya, ikan, dan invertebrata laut. Mereka jarang memakan materi tumbuhan karena sistem pencernaan mereka terlalu terspesialisasi untuk materi hewani,[90] meskipun mereka tercatat pernah memakan buah beri, lumut, rumput, dan rumput laut. Di wilayah persebaran selatan mereka, terutama di dekat Teluk Hudson dan Teluk James, beruang kutub bertahan sepanjang musim panas tanpa es laut sebagai tempat berburu dan harus lebih banyak bergantung pada makanan darat.[91] Cadangan lemak memungkinkan beruang kutub bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makan. Kanibalisme diketahui terjadi pada spesies ini.[92]
Beruang kutub memburu mangsanya dengan beberapa cara berbeda. Ketika seekor beruang melihat anjing laut yang sedang naik ke atas es di es laut, ia mengendap-endap perlahan dengan kepala dan leher diturunkan, kemungkinan agar hidung dan matanya yang gelap tidak terlalu terlihat. Saat semakin dekat, beruang semakin merunduk dan akhirnya menyerang dengan kecepatan tinggi, berusaha menangkap anjing laut itu sebelum ia bisa melarikan diri ke dalam lubang esnya. Beberapa beruang yang mengintai perlu bergerak melalui air; melintasi rongga air di es saat mendekati anjing laut atau berenang menuju anjing laut di atas gumpalan es. Beruang kutub dapat tetap berada di dalam air dengan hidung terbuka. Ketika sudah cukup dekat, hewan ini menerjang dari air untuk menyerang.
Selama waktu yang terbatas di musim semi, beruang kutub akan mencari anak anjing laut cincin di sarang kelahiran mereka di bawah es. Begitu beruang menangkap aroma anak anjing laut yang bersembunyi dan menentukan lokasinya, ia mendekati sarang itu dengan tenang agar tidak menyiagakan mangsanya. Ia menggunakan kaki depannya untuk menghancurkan es dan kemudian menjulurkan kepalanya ke dalam untuk menangkap anak anjing laut itu sebelum bisa melarikan diri. Sarang anjing laut cincin bisa berada lebih dari di bawah permukaan es sehingga beruang yang lebih besar memiliki kemampuan lebih baik untuk membobolnya. Beberapa beruang mungkin hanya diam di dekat lubang pernapasan atau tempat lain di dekat air dan menunggu mangsa lewat. Ini bisa berlangsung berjam-jam dan ketika anjing laut muncul ke permukaan, beruang akan mencoba menariknya keluar dengan kaki dan cakarnya. Taktik ini adalah metode berburu utama dari musim dingin hingga awal musim semi.[93]
Beruang memburu kelompok walrus dengan memprovokasi mereka hingga panik dan berlarian, lalu mencari anak walrus yang tergencet atau terpisah dari induknya selama kekacauan tersebut. Terdapat laporan tentang beruang yang mencoba membunuh atau melukai walrus dengan melemparkan batu dan bongkahan es ke arah mereka.[94] Beluga dan narwhal rentan terhadap serangan beruang ketika mereka terdampar di air dangkal atau terjebak di lubang pernapasan yang terisolasi di es. Saat mengintai rusa kutub, beruang kutub akan bersembunyi di vegetasi sebelum menyergap.[95] Pada beberapa kesempatan, beruang mungkin mencoba menangkap mangsa di perairan terbuka, berenang di bawah anjing laut atau burung air. Namun, anjing laut khususnya lebih lincah daripada beruang di dalam air. Beruang kutub mengandalkan kekuatan kasar saat mencoba membunuh mangsanya, dan akan menggunakan gigitan serta pukulan cakar.[96] Mereka memiliki kekuatan untuk menarik anjing laut berukuran sedang keluar dari air atau menyeret bangkai beluga cukup jauh. Beruang kutub hanya sesekali menyimpan makanan untuk nanti, menguburnya di bawah salju, dan hanya dalam jangka pendek.[97]
Rubah arktik secara rutin mengikuti beruang kutub dan memakan sisa-sisa hasil buruan mereka. Beruang biasanya mentoleransi mereka tetapi akan menyerang rubah yang terlalu dekat saat mereka sedang makan. Beruang kutub sendiri juga memakan bangkai. Beruang sub-dewasa akan memakan sisa-sisa yang ditinggalkan oleh beruang lain. Betina dengan anak sering meninggalkan bangkai ketika melihat pejantan dewasa mendekat, meskipun kemungkinannya lebih kecil jika mereka sudah lama tidak makan. Bangkai paus adalah sumber makanan yang berharga, terutama di darat dan setelah es laut mencair, serta menarik perhatian beberapa beruang.[98] Di satu area di timur laut Alaska, beruang kutub tercatat bersaing dengan beruang grizzly untuk memperebutkan bangkai paus. Meskipun ukurannya lebih kecil, grizzly lebih agresif dan beruang kutub cenderung mengalah kepada mereka dalam perkelahian.[99] Beruang kutub juga akan mencari makan di tempat pembuangan sampah selama periode bebas es.[100]
Reproduksi dan perkembangan
Perkawinan beruang kutub berlangsung di atas es laut pada musim semi, sebagian besar antara bulan Maret dan Mei.[101][102][103] Pejantan mencari betina yang sedang estrus dan sering melakukan perjalanan dengan jalur berliku yang mengurangi kemungkinan mereka bertemu pejantan lain namun tetap memungkinkan mereka menemukan betina. Pergerakan betina tetap linier dan mereka menjelajah lebih luas.[104] Sistem perkawinan ini dapat disebut sebagai poligini pertahanan-betina, monogami seri, atau promiskuitas.[105][106]
Setelah menemukan betina, pejantan akan mencoba mengisolasi dan menjaganya. Pencumbuannya bisa agak agresif, dan pejantan akan mengejar betina jika ia mencoba melarikan diri. Bisa memakan waktu berhari-hari bagi pejantan untuk kawin dengan betina yang menginduksi ovulasi. Setelah kopulasi pertama, pasangan tersebut menjalin ikatan. Pasangan beruang kutub yang tidak terganggu biasanya bertahan sekitar dua minggu di mana mereka akan tidur bersama dan kawin berulang kali. Persaingan untuk mendapatkan pasangan bisa sangat ketat dan hal ini menyebabkan seleksi seksual bagi pejantan yang lebih besar. Beruang kutub jantan sering memiliki bekas luka akibat perkelahian.[107][108] Pejantan dan betina yang sudah berikatan akan melarikan diri bersama ketika pejantan lain datang. Seekor betina kawin dengan beberapa pejantan dalam satu musim dan satu kelahiran dapat memiliki lebih dari satu ayah.[109]
Ketika musim kawin berakhir, betina akan menimbun lebih banyak cadangan lemak untuk menopang dirinya sendiri dan anak-anaknya. Antara bulan Agustus dan Oktober, betina membangun dan memasuki sarang bersalin untuk musim dingin. Tergantung pada daerahnya, sarang bersalin dapat ditemukan di es laut tepat di lepas pantai atau lebih jauh ke pedalaman dan mungkin digali di bawah salju, tanah, atau kombinasi keduanya. Bagian dalam tempat perlindungan ini bisa selebar sekitar dengan tinggi langit-langit , sementara pintu masuknya mungkin sepanjang dan selebar . Suhu sarang bisa jauh lebih tinggi daripada di luar. Betina berhibernasi dan melahirkan anak-anaknya di dalam sarang. Beruang yang berhibernasi berpuasa dan mendaur ulang limbah tubuh secara internal. Beruang kutub mengalami implantasi tertunda dan embrio yang telah dibuahi tidak mulai berkembang sampai musim gugur, antara pertengahan September dan pertengahan Oktober. Dengan implantasi tertunda, gestasi pada spesies ini berlangsung tujuh hingga sembilan bulan tetapi kehamilan sebenarnya hanya dua bulan.
Induk beruang kutub biasanya melahirkan dua anak per kelahiran. Seperti spesies beruang lainnya, beruang kutub yang baru lahir berukuran sangat kecil dan bersifat altrisial. Bayi yang baru lahir memiliki rambut seperti wol dan kulit merah muda, dengan berat sekitar .[110] Mata mereka tetap tertutup selama sebulan. Susu induk yang berlemak memicu pertumbuhan mereka, dan anak-anak beruang tetap hangat oleh panas tubuh induk dan sarangnya. Induk muncul dari sarang antara akhir Februari dan awal April, dan anak-anaknya sudah berkembang dengan baik serta mampu berjalan bersamanya. Pada saat ini mereka memiliki berat .[111] Keluarga beruang kutub tinggal di dekat sarang selama kurang lebih dua minggu; selama waktu ini anak-anak beruang akan bergerak dan bermain-main sementara induknya sebagian besar beristirahat. Mereka akhirnya menuju ke es laut.
Anak beruang di bawah satu tahun tinggal dekat dengan induknya. Ketika induk berburu, mereka diam dan mengamati sampai induk memanggil mereka kembali. Mengamati dan meniru induk membantu anak-anak beruang mengasah keterampilan berburu mereka. Setelah tahun pertama, mereka menjadi lebih mandiri dan menjelajah. Pada usia sekitar dua tahun, mereka mampu berburu sendiri. Anak-anak menyusu pada induknya saat ia berbaring miring atau duduk. Betina yang menyusui tidak dapat hamil dan melahirkan, dan anak beruang disapih antara usia dua hingga dua setengah tahun.[112] Ia mungkin meninggalkan anaknya yang sudah disapih begitu saja atau mereka mungkin diusir oleh pejantan yang sedang merayu. Beruang kutub mencapai kematangan seksual pada usia sekitar empat tahun untuk betina dan enam tahun untuk pejantan. Betina mencapai ukuran dewasa pada usia 4 atau 5 tahun sementara pejantan tumbuh sepenuhnya pada usia dua kali lipatnya.
Mortalitas
Beruang kutub dapat hidup hingga 30 tahun.[113] Rentang hidup beruang yang panjang dan kemampuannya untuk menghasilkan keturunan secara konsisten mengimbangi tingkat kematian anak dalam suatu populasi. Beberapa anak mati di dalam sarang atau di dalam kandungan jika kondisi induk betina tidak prima. Meskipun demikian, induk betina memiliki peluang untuk melahirkan anak yang mampu bertahan hidup pada musim semi berikutnya jika ia mendapatkan asupan makanan yang lebih baik pada tahun mendatang. Anak-anak beruang pada akhirnya akan mati kelaparan jika induknya tidak dapat membunuh cukup mangsa. Anak beruang juga menghadapi ancaman dari serigala[114] dan beruang jantan dewasa. Pejantan membunuh anak beruang agar induknya kembali mengalami estrus, tetapi juga membunuh beruang muda di luar musim kawin untuk dimangsa.[115] Seekor betina dan anak-anaknya dapat melarikan diri dari pejantan yang lebih lambat. Jika pejantan berhasil mendekati anak beruang, induknya mungkin mencoba melawannya, terkadang dengan mengorbankan nyawanya sendiri.
Beruang subdewasa, yang sudah mandiri tetapi belum cukup dewasa, mengalami masa-masa yang sangat sulit karena mereka belum menjadi pemburu sesukses beruang dewasa. Bahkan ketika mereka berhasil, hasil buruan mereka kemungkinan akan dicuri oleh beruang yang lebih besar. Oleh karena itu, beruang sub-dewasa harus memakan bangkai dan seringkali kekurangan berat badan serta berisiko kelaparan. Saat dewasa, beruang kutub memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, meskipun pejantan dewasa menderita cedera akibat perkelahian memperebutkan pasangan. Beruang kutub sangat rentan terhadap Trichinella, cacing gilig parasit yang menjangkiti mereka melalui kanibalisme.[116]
Status konservasi
Pada tahun 2015, Daftar Merah IUCN mengategorikan beruang kutub sebagai spesies rentan karena "penurunan area hunian, tingkat kejadian, dan/atau kualitas habitat". Diperkirakan total populasinya antara 22.000 hingga 31.000, dan tren populasi saat ini tidak diketahui. Ancaman terhadap populasi beruang kutub meliputi perubahan iklim, polusi, dan pengembangan energi.[117]
Pada tahun 2021, Kelompok Spesialis Beruang Kutub IUCN/SSC melabeli empat subpopulasi (Laut Barents dan Chukchi, Cekungan Foxe, dan Teluk Boothia) sebagai "kemungkinan stabil", dua (Cekungan Kane dan Selat M'Clintock) sebagai "kemungkinan meningkat", dan tiga (Laut Beaufort Selatan, Teluk Hudson Selatan dan Barat) sebagai "kemungkinan menurun" selama periode tertentu antara tahun 1980-an dan 2010-an. Sepuluh subpopulasi sisanya tidak memiliki cukup data.[118] Sebuah studi tahun 2008 memperkirakan dua pertiga beruang kutub di dunia mungkin menghilang pada tahun 2050, berdasarkan pengurangan es laut, dan hanya satu populasi yang kemungkinan akan bertahan dalam 50 tahun.[119] Sebuah studi tahun 2016 memproyeksikan kemungkinan penurunan jumlah beruang kutub lebih dari 30 persen selama tiga generasi. Studi tersebut menyimpulkan bahwa penurunan lebih dari 50 persen kemungkinannya jauh lebih kecil.[120] Tinjauan tahun 2012 menunjukkan bahwa beruang kutub mungkin akan punah secara regional di wilayah selatan pada tahun 2050 jika tren ini berlanjut, menyisakan Kepulauan Kanada dan Greenland utara sebagai benteng pertahanan.[121] Sebuah studi tahun 2020 menyimpulkan bahwa jalur skenario terburuk akan menyebabkan sebagian besar subpopulasi menghilang pada tahun 2100, sementara jalur menengah masih akan menyebabkan kepunahan lokal beberapa subpopulasi dalam periode waktu yang sama.[122] Namun, sebuah studi tahun 2025 memperingatkan bahwa "pendekatan yang diterbitkan sebelumnya terlalu sensitif terhadap asumsi pemodelan dan pilihan aturan keputusan untuk mengevaluasi secara akurat dampak emisi GRK [gas rumah kaca] terhadap tingkat demografis beruang kutub".[123]
Bahaya utama dari perubahan iklim adalah malnutrisi atau kelaparan akibat hilangnya habitat. Beruang kutub memburu anjing laut di atas es laut, dan kenaikan suhu menyebabkan es mencair lebih awal, mendorong beruang ke pantai sebelum mereka membangun cadangan lemak yang cukup untuk bertahan hidup pada masa kelangkaan makanan pada akhir musim panas dan awal musim gugur. Es laut yang lebih tipis cenderung lebih mudah pecah, yang menyulitkan beruang kutub untuk mengakses anjing laut. Gizi yang tidak mencukupi menyebabkan tingkat reproduksi yang lebih rendah pada betina dewasa dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah pada anak beruang serta beruang remaja. Kurangnya akses ke anjing laut juga menyebabkan beruang mencari makan di darat yang meningkatkan risiko konflik dengan manusia.[124][125] Studi tahun 2024 menyimpulkan bahwa konsumsi makanan darat yang lebih besar selama periode hangat yang lebih panjang tidak mungkin memberikan gizi yang cukup, sehingga meningkatkan risiko kelaparan selama periode bebas es. Beruang sub-dewasa menjadi kelompok yang paling rentan.[126]
Pengurangan tutupan es laut juga memaksa beruang untuk berenang jarak yang lebih jauh, yang semakin menguras cadangan energi mereka dan terkadang menyebabkan tenggelam. Peningkatan mobilitas es dapat mengakibatkan lokasi sarang yang kurang stabil atau jarak tempuh yang lebih jauh bagi induk yang bepergian dari dan ke sarang di darat. Pencairan ibun abadi akan menyebabkan atap yang lebih rentan runtuh bagi beruang yang bersarang di bawah tanah. Sedikitnya salju dapat memengaruhi isolasi suhu, sementara curah hujan yang lebih tinggi dapat menyebabkan lebih banyak keruntuhan.[127][128] Kapasitas pengikatan kortikosteroid maksimum dari globulin pengikat kortikosteroid dalam serum beruang kutub berkorelasi dengan stres pada beruang kutub, dan hal ini meningkat seiring dengan pemanasan iklim.[129] Bakteri dan parasit penyebab penyakit akan berkembang lebih mudah di iklim yang lebih hangat.[130]
Pengembangan minyak dan gas juga memengaruhi habitat beruang kutub. Area Perencanaan Laut Chukchi di barat laut Alaska, yang memiliki banyak sewa pengeboran, ditemukan sebagai lokasi penting bagi beruang betina yang tidak sedang bersarang.[131] Tumpahan minyak juga merupakan risiko. Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa sepuluh persen atau kurang dari habitat utama beruang di Laut Chukchi rentan terhadap potensi tumpahan, tetapi tumpahan dalam jangkauan penuh dapat berdampak pada hampir 40 persen populasi beruang kutub.[132] Beruang kutub mengakumulasi tingkat tinggi pencemar organik yang persisten seperti poliklorinabifenil (PCB) dan pestisida terklorinasi, karena posisi mereka di puncak piramida ekologi. Banyak dari bahan kimia ini telah dilarang secara internasional sebagai akibat dari pengakuan akan bahayanya terhadap lingkungan. Jejak bahan kimia tersebut perlahan berkurang pada beruang kutub tetapi tetap ada dan bahkan meningkat pada beberapa populasi.[133]
Beruang kutub mendapatkan perlindungan hukum di semua negara yang mereka huni. Spesies ini telah dilabeli sebagai terancam di bawah Undang-Undang Spesies Terancam Punah AS sejak 2008,[134] sementara Komite Status Satwa Liar Terancam Punah di Kanada mencantumkannya sebagai spesies dengan 'Kekhawatiran khusus' sejak 1991.[135] Pada tahun 1973, Persetujuan tentang Konservasi Beruang Kutub ditandatangani oleh kelima negara yang memiliki populasi beruang kutub, yaitu Kanada, Denmark (di mana Greenland adalah wilayah otonomnya), Rusia (saat itu Uni Soviet), Norwegia, dan AS. Perjanjian ini melarang sebagian besar perburuan beruang kutub, mengizinkan perburuan masyarakat adat menggunakan metode tradisional, dan mempromosikan pelestarian habitat beruang.[136] Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar Terancam Punah mencantumkan spesies ini dalam Apendiks II,[137] yang memungkinkan perdagangan yang diatur.[138]
Hubungan dengan manusia
Beruang kutub telah hidup berdampingan dan berinteraksi dengan orang-orang kutub selama ribuan tahun. "Beruang putih" disebutkan sebagai barang dagangan dalam buku Jepang Nihon Shoki pada abad ketujuh. Tidak jelas apakah ini beruang kutub atau beruang cokelat yang berwarna putih. Selama Abad Pertengahan, orang Eropa menganggap beruang putih sebagai sesuatu yang unik dan lebih akrab dengan beruang berwarna cokelat dan hitam. Catatan tertulis pertama yang diketahui tentang beruang kutub di lingkungan alaminya ditemukan dalam teks Norwegia anonim abad ke-13 Konungs skuggsjá, yang menyebutkan bahwa "beruang putih Greenland mengembara sebagian besar waktu di es laut, memburu anjing laut dan paus serta memakannya" dan mengatakan beruang itu "perenang yang sama terampilnya dengan anjing laut atau paus mana pun".
Selama abad-abad berikutnya, beberapa penjelajah Eropa menyebutkan beruang kutub dan menggambarkan kebiasaan mereka. Catatan semacam itu menjadi lebih akurat setelah Pencerahan, dan spesimen baik yang hidup maupun mati dibawa kembali. Namun, beberapa laporan imajinatif terus berlanjut, termasuk gagasan bahwa beruang kutub menutupi hidung mereka saat berburu. Gambar beruang kutub yang relatif akurat ditemukan dalam karya Henry Ellis, A Voyage to Hudson's Bay (1748). Beruang kutub secara resmi diklasifikasikan sebagai spesies oleh Constantine Phipps setelah pelayarannya tahun 1773 ke Arktika. Menemaninya adalah Horatio Nelson muda, yang dikatakan ingin mendapatkan mantel beruang kutub untuk ayahnya tetapi gagal dalam perburuannya. Dalam edisi 1785 dari Histoire Naturelle, Comte de Buffon menyebutkan dan menggambarkan "beruang laut", yang jelas merupakan beruang kutub, dan "beruang darat", kemungkinan beruang cokelat dan hitam. Hal ini membantu mempromosikan gagasan tentang spesiasi. Buffon juga menyebutkan "beruang putih hutan", kemungkinan seekor beruang Kermode.
Eksploitasi
Beruang kutub telah diburu sejak 8.000 tahun yang lalu, sebagaimana ditunjukkan oleh sisa-sisa arkeologis di Pulau Zhokhov di Laut Siberia Timur. Penggambaran grafis tertua dari beruang kutub menunjukkan hewan itu sedang diburu oleh seorang pria dengan tiga ekor anjing. Seni cadas ini termasuk di antara beberapa petroglif yang ditemukan di Pegtymel di Siberia dan berasal dari abad kelima hingga kedelapan. Sebelum adanya akses ke senjata api, penduduk asli menggunakan tombak, busur, dan anak panah serta berburu dalam kelompok yang ditemani oleh anjing. Meskipun perburuan biasanya dilakukan dengan berjalan kaki, beberapa orang membunuh beruang yang sedang berenang dari perahu menggunakan harpun. Beruang kutub terkadang dibunuh di dalam sarangnya. Membunuh beruang kutub dianggap sebagai ritus peralihan bagi anak laki-laki dalam beberapa budaya. Penduduk asli menghormati hewan tersebut dan perburuan tunduk pada ritual yang ketat. Beruang diambil bulu, daging, lemak, tendon, tulang, dan giginya. Bulunya dipakai dan dijadikan alas tidur, sedangkan tulang dan giginya dibuat menjadi peralatan. Bagi orang Netsilik, individu yang akhirnya membunuh beruang itu memiliki hak atas bulunya sementara dagingnya dibagikan kepada semua orang dalam kelompok tersebut. Beberapa orang memelihara anak dari beruang yang terbunuh.
Orang Nordik di Greenland memperdagangkan bulu beruang kutub pada Abad Pertengahan. Rusia memperdagangkan produk beruang kutub sejak tahun 1556, dengan Novaya Zemlya dan Franz Josef Land menjadi pusat komersial yang penting. Perburuan beruang skala besar di Svalbard terjadi setidaknya sejak abad ke-18, ketika tidak kurang dari 150 ekor beruang dibunuh setiap tahun oleh penjelajah Rusia. Pada abad berikutnya, lebih banyak orang Norwegia yang memburu beruang di pulau tersebut. Dari tahun 1870-an hingga 1970-an, total sekitar 22.000 hewan tersebut diburu. Lebih dari 150.000 beruang kutub secara total dibunuh atau ditangkap di Rusia dan Svalbard, dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Di Arktika Kanada, beruang diburu oleh pemburu paus komersial terutama jika mereka tidak mendapatkan cukup paus. Hudson's Bay Company diperkirakan telah menjual 15.000 mantel beruang kutub antara akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada pertengahan abad ke-20, negara-negara mulai mengatur perburuan beruang kutub, yang berpuncak pada perjanjian tahun 1973.[139]
Konflik
Ketika es laut mencair, beruang kutub, terutama beruang sub-dewasa, berkonflik dengan manusia memperebutkan sumber daya di darat.[140] Mereka tertarik pada bau makanan buatan manusia, terutama di tempat pembuangan sampah, dan mungkin ditembak ketika mereka memasuki properti pribadi.[141] Di Churchill, Manitoba, otoritas setempat mengelola sebuah "penjara beruang kutub" tempat beruang yang mengganggu ditahan sampai es laut membeku kembali.[142] Perubahan iklim telah meningkatkan konflik antara kedua spesies tersebut.[143] Lebih dari 50 beruang kutub menyerbu sebuah kota di Novaya Zemlya pada Februari 2019, yang menyebabkan otoritas setempat mengumumkan keadaan darurat.[144]
Dari tahun 1870 hingga 2014, diperkirakan terjadi 73 serangan beruang kutub terhadap manusia, yang menyebabkan 20 kematian. Mayoritas serangan dilakukan oleh pejantan yang lapar, biasanya sub-dewasa, sedangkan serangan betina biasanya dalam rangka mempertahankan anak-anaknya. Dibandingkan dengan beruang cokelat dan beruang hitam Amerika, serangan oleh beruang kutub lebih sering terjadi di dekat dan di sekitar tempat tinggal manusia. Hal ini mungkin disebabkan oleh beruang yang makin putus asa mencari makanan dan karenanya lebih cenderung mencari permukiman manusia. Seperti halnya dua spesies beruang lainnya, beruang kutub tidak mungkin menargetkan lebih dari dua orang sekaligus. Meskipun secara populer dianggap sebagai beruang paling berbahaya, beruang kutub tidak lebih agresif terhadap manusia dibandingkan spesies lainnya.[145]
Penangkaran
Beruang kutub sudah lama menjadi spesies yang sangat dicari oleh kolektor hewan eksotis, karena relatif langka, hidup terpencil, dan memiliki reputasi sebagai binatang buas yang ganas. Ini adalah satu dari sedikit mamalia laut yang dapat berkembang biak dengan baik di penangkaran.[146] Awalnya mereka hanya dipelihara oleh bangsawan dan kaum elite. Menara London mendapatkan seekor beruang kutub seawal tahun 1252 di bawah pemerintahan Raja Henry III. Pada tahun 1609, James VI dan I dari Skotlandia, Inggris, dan Irlandia diberi dua anak beruang kutub oleh pelaut Jonas Poole, yang mendapatkannya selama perjalanan ke Svalbard. Pada akhir abad ke-17, Frederick I dari Prusia menempatkan beruang kutub di menagerie bersama hewan liar lainnya. Ia memerintahkan agar cakar dan taring mereka dicabut untuk memungkinkan mereka melakukan pertarungan tiruan dengan aman. Sekitar tahun 1726, Yekaterina I dari Rusia menghadiahkan dua beruang kutub kepada Augustus II yang Kuat dari Polandia, yang menginginkannya untuk koleksi hewannya. Kemudian, beruang kutub dipamerkan kepada publik di kebun binatang dan sirkus. Pada awal abad ke-19, spesies ini dipamerkan di Exeter Exchange di London, serta menagerie di Wina dan Paris. Kebun binatang pertama di Amerika Utara yang memamerkan beruang kutub adalah Kebun Binatang Philadelphia pada tahun 1859.
Sistem pameran beruang kutub diperbarui oleh Carl Hagenbeck, yang mengganti kandang dan lubang dengan pengaturan yang meniru lingkungan alami hewan tersebut. Pada tahun 1907, ia mengungkapkan struktur panorama yang kompleks di Kebun Binatang Tierpark Hagenbeck di Hamburg yang terdiri dari pameran yang terbuat dari salju dan es buatan yang dipisahkan oleh parit. Hewan kutub yang berbeda ditampilkan di setiap anjungan, memberikan ilusi bahwa mereka hidup bersama. Mulai tahun 1975, Kebun Binatang Hellabrunn di Munich menampung beruang kutubnya dalam pameran yang terdiri dari penghalang kaca, rumah, anjungan beton yang meniru gumpalan es, dan kolam besar. Di dalam rumah tersebut terdapat sarang bersalin, dan ruangan bagi staf untuk menyiapkan dan menyimpan makanan. Pameran tersebut terhubung ke halaman luar untuk ruang tambahan. Pameran serupa yang naturalistik dan "imersif" dibuka pada awal abad ke-21, seperti "Arctic Ring of Life" di Kebun Binatang Detroit dan Habitat Beruang Kutub Cochrane di Ontario. Banyak kebun binatang di Eropa dan Amerika Utara telah berhenti memelihara beruang kutub karena ukuran dan biaya pameran kompleks mereka. Di Amerika Utara, populasi beruang kutub di kebun binatang mencapai puncaknya pada tahun 1975 dengan 229 hewan dan menurun pada abad ke-21.[147]
Beruang kutub telah dilatih untuk tampil di sirkus. Beruang pada umumnya, yang berukuran besar, kuat, mudah dilatih, dan berbentuk seperti manusia, tersebar luas di sirkus, dan bulu putih beruang kutub membuat mereka sangat menarik. Sirkus membantu mengubah citra beruang kutub dari monster yang menakutkan menjadi sesuatu yang lebih jenaka. Beruang kutub pertunjukan digunakan pada tahun 1888 oleh Circus Krone di Jerman dan kemudian pada tahun 1904 oleh Menagerie Bostock dan Wombwell di Inggris. Direktur sirkus Wilhelm Hagenbeck melatih hingga 75 beruang kutub untuk meluncur ke dalam tangki besar melalui perosotan. Dia mulai tampil bersama mereka pada tahun 1908 dan mereka memiliki pertunjukan yang diterima dengan sangat baik di Hippodrome di London. Trik sirkus lain yang dilakukan oleh beruang kutub melibatkan tali tegang, bola, sepatu roda, dan sepeda motor. Salah satu pelatih beruang kutub paling terkenal di paruh kedua abad kedua puluh adalah Ursula Böttcher dari Jerman Timur, yang perawakannya kecil kontras dengan beruang-beruang besar itu. Mulai akhir abad ke-20, sebagian besar pertunjukan beruang kutub dipensiunkan dan penggunaan beruang ini untuk sirkus sekarang dilarang di AS.
Beberapa beruang kutub di penangkaran memperoleh status selebritas pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, terutama Knut dari Kebun Binatang Berlin, yang ditolak oleh induknya dan harus dibesarkan oleh penjaga kebun binatang. Beruang lain, Binky dari Kebun Binatang Alaska di Anchorage, terkenal karena menyerang dua pengunjung yang terlalu dekat. Beruang kutub di penangkaran mungkin mondar-mandir, sebuah perilaku stereotip. Dalam sebuah penelitian, mereka tercatat menghabiskan 14 persen hari mereka untuk mondar-mandir.[148] Gus dari Kebun Binatang Central Park diresepkan Prozac oleh seorang terapis karena terus-menerus berenang di kolamnya. Untuk mengurangi perilaku stereotip, penjaga kebun binatang menyediakan barang-barang pengayaan bagi beruang untuk memicu perilaku bermain mereka.[149] Dalam kondisi yang cukup hangat, ganggang yang terkonsentrasi di medula rambut pelindung bulu mereka dapat menyebabkan beruang kutub di kebun binatang tampak hijau.[150]
Dalam budaya
Beruang kutub memiliki peran penting dalam budaya Inuit dan agama mereka. Dewa Torngarsuk terkadang dibayangkan sebagai beruang kutub raksasa. Ia berdiam di bawah dasar laut di dunia bawah orang mati dan memiliki kekuasaan atas makhluk laut. Para syaman Kalaallit memujanya melalui nyanyian dan tarian, dan diharapkan akan dibawa olehnya ke laut dan dimangsa jika ia menganggap mereka layak. Beruang kutub juga dikaitkan dengan dewi Nuliajuk yang bertanggung jawab atas penciptaan mereka, bersama dengan makhluk laut lainnya. Diyakini bahwa para syaman dapat mencapai Bulan atau dasar samudra dengan menunggangi roh penjaga yang berwujud beruang kutub. Beberapa cerita rakyat melibatkan manusia yang berubah menjadi atau menyamar sebagai beruang kutub dengan mengenakan kulit beruang, atau sebaliknya, dengan beruang kutub yang melepaskan kulit mereka. Dalam astronomi Inuit, gugus bintang Pleiades dipahami sebagai seekor beruang kutub yang terperangkap oleh anjing, sementara Sabuk Orion, Hyades, dan Aldebaran masing-masing melambangkan pemburu, anjing, dan beruang yang terluka.
Cerita rakyat Nordik dan sastra Skandinavia juga menampilkan beruang kutub. Dalam Kisah Auðun dari Fjord Barat, yang ditulis sekitar tahun 1275, seorang pria miskin bernama Auðun menghabiskan semua uangnya untuk seekor beruang kutub di Greenland, tetapi akhirnya menjadi kaya setelah memberikan beruang itu kepada raja Denmark. Dalam naskah abad ke-14 Hauksbók, seorang pria bernama Odd membunuh dan memakan beruang kutub yang telah membunuh ayah dan saudaranya. Dalam kisah The Grimsey Man and the Bear (Pria Grimsey dan Beruang), seekor induk beruang menyusui dan menyelamatkan seorang petani yang terjebak di gumpalan es dan dibalas dengan daging domba. Tulisan Islandia abad ke-18 menyebutkan legenda "raja beruang kutub" yang dikenal sebagai . Binatang ini digambarkan sebagai beruang kutub dengan "pipi kemerahan" dan tanduk seperti kuda unikorn, yang bersinar dalam gelap. Raja tersebut dapat mengerti pembicaraan manusia dan dianggap sangat cerdik. Dua dongeng Norwegia, "East of the Sun and West of the Moon" (Di Timur Matahari dan di Barat Bulan) dan "White-Bear-King-Valemon" (Raja Beruang Putih Valemon), melibatkan beruang putih yang berubah menjadi manusia dan merayu wanita.
Gambar beruang kutub telah ditampilkan di peta wilayah utara. Mungkin penggambaran beruang kutub paling awal di peta adalah Carta marina Swedia tahun 1539, yang memiliki beruang putih di Islandia atau "Islandia". Sebuah peta Amerika Utara tahun 1544 menyertakan dua beruang kutub di dekat Quebec. Lukisan terkenal yang menampilkan beruang kutub antara lain Fighting Polar Bears (1839) karya François-Auguste Biard dan Man Proposes, God Disposes (1864) karya Edwin Landseer. Beruang kutub juga telah difilmkan untuk sinema. Perburuan beruang kutub oleh orang Inuit direkam untuk film dokumenter tahun 1932 Igloo, sementara film tahun 1974 The White Dawn merekam simulasi penusukan beruang terlatih untuk sebuah adegan. Dalam film The Big Show (1961), dua karakter dibunuh oleh seekor beruang kutub sirkus. Adegan tersebut direkam menggunakan pelatih hewan, bukan aktor. Dalam sastra modern, beruang kutub telah menjadi karakter baik dalam fiksi anak-anak, seperti Little Polar Bear and the Whales karya Hans Beer dan The Orphan and the Polar Bear karya Sakiasi Qaunaq, maupun novel fantasi, seperti seri His Dark Materials karya Philip Pullman. Di radio, Mel Blanc mengisi suara untuk Carmichael, beruang kutub peliharaan Jack Benny di The Jack Benny Program. Beruang kutub ditampilkan pada bendera dan lambang, seperti lambang Greenland, dan di banyak iklan, terutama untuk Coca-Cola sejak 1922.
Sebagai megafauna karismatik, beruang kutub telah digunakan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perubahan iklim. Aurora si beruang kutub adalah boneka tali raksasa yang dibuat oleh Greenpeace untuk protes iklim.[151] World Wide Fund for Nature telah menjual boneka beruang kutub sebagai bagian dari kampanye "Arctic Home" (Rumah Arktik).[152] Foto-foto beruang kutub telah ditampilkan di majalah National Geographic dan Time, termasuk foto mereka yang berdiri di atas gumpalan es, sementara film dokumenter dan advokasi perubahan iklim An Inconvenient Truth (2006) menyertakan animasi beruang yang sedang berenang.[153] Produsen mobil Nissan menggunakan beruang kutub di salah satu iklannya, yang memeluk seorang pria karena menggunakan mobil listrik.[154] Untuk membuat pernyataan tentang pemanasan global, pada tahun 2009 patung es beruang kutub dengan kerangka perunggu di Kopenhagen sengaja dibiarkan mencair di bawah sinar matahari.
Lihat pula
- Serangan beruang kutub Svalbard 2011
- Hari Beruang Kutub Internasional
- Daftar beruang individual – termasuk beruang kutub individual di penangkaran
- Polar Bears International – organisasi konservasi
- Polar Bear Shores – sebuah pameran yang menampilkan beruang kutub di Sea World di Australia
Catatan
Bibliografi
Pranala luar
Referensi
- ↑ John Phipps. A voyage towards the North Pole undertaken by His Majesty's command, 1773. W. Bowyer and J. Nicols, for J. Nourse. 1774. hlm. 185.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ B. Kurtén. The evolution of the polar bear, Ursus maritimus Phipps. Acta Zoologica Fennica. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.
- ↑ Don E. Wilson. Cranial variation in polar bears. Bears: Their Biology and Management. 1976. Vol. 3. hlm. 447–453. doi:10.2307/3872793.
- ↑ Committee on Taxonomy. List of Marine Mammal Species & Subspecies. The Society for Marine Mammalogy. October 2014.
- ↑ B. Kurtén. The evolution of the polar bear, Ursus maritimus Phipps. Acta Zoologica Fennica. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.
- ↑ C. R. Harington. The evolution of Arctic marine mammals. Ecological Applications. 2008. Vol. 18 (sp2). hlm. S23–S40. doi:10.1890/06-0624.1.
- ↑ B. Kurtén. The evolution of the polar bear, Ursus maritimus Phipps. Acta Zoologica Fennica. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.
- ↑ C. R. Harington. The evolution of Arctic marine mammals. Ecological Applications. 2008. Vol. 18 (sp2). hlm. S23–S40. doi:10.1890/06-0624.1.
- ↑ Ólafur Ingólfsson. Late Pleistocene fossil find in Svalbard: the oldest remains of a polar bear (Ursus maritimus Phipps, 1744) ever discovered. Polar Research. 2009. Vol. 28 (3). hlm. 455–462. doi:10.3402/polar.v28i3.6131.
- ↑ C. Lindqvist. Complete mitochondrial genome of a Pleistocene jawbone unveils the origin of polar bear. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2010. Vol. 107 (11). hlm. 5053–5057. doi:10.1073/pnas.0914266107.
- ↑ B. Kurtén. The evolution of the polar bear, Ursus maritimus Phipps. Acta Zoologica Fennica. 1964. Vol. 108. hlm. 1–30.
- ↑ C. R. Harington. The evolution of Arctic marine mammals. Ecological Applications. 2008. Vol. 18 (sp2). hlm. S23–S40. doi:10.1890/06-0624.1.
- ↑ C. Lindqvist. Complete mitochondrial genome of a Pleistocene jawbone unveils the origin of polar bear. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2010. Vol. 107 (11). hlm. 5053–5057. doi:10.1073/pnas.0914266107.
- ↑ S. L. Talbot. Phylogeography of brown bears (Ursus arctos) of Alaska and paraphyly within the Ursidae. Molecular Phylogenetics and Evolution. 1996. Vol. 5 (3). hlm. 477–494. doi:10.1006/mpev.1996.0044.
- ↑ G. F. Shields. Phylogeography of mitochondrial DNA variation in brown bears and polar bears. Molecular Phylogenetics and Evolution. 2000. Vol. 15 (2). hlm. 19–26. doi:10.1006/mpev.1999.0730.
- ↑ C. Lindqvist. Complete mitochondrial genome of a Pleistocene jawbone unveils the origin of polar bear. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2010. Vol. 107 (11). hlm. 5053–5057. doi:10.1073/pnas.0914266107.
- ↑ F. Hailer. Nuclear genomic sequences reveal that polar bears are an old and distinct bear lineage. Science. 2012. Vol. 336 (6079). hlm. 344–347. doi:10.1126/science.1216424.
- ↑ T. Lan. Insights into bear evolution from a Pleistocene polar bear genome. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2022. Vol. 119 (14). doi:10.1073/pnas.2200016119.
- ↑ F. Hailer. Nuclear genomic sequences reveal that polar bears are an old and distinct bear lineage. Science. 2012. Vol. 336 (6079). hlm. 344–347. doi:10.1126/science.1216424.
- ↑ T. Lan. Insights into bear evolution from a Pleistocene polar bear genome. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2022. Vol. 119 (14). doi:10.1073/pnas.2200016119.
- ↑ Alexandre Hassanin. The role of Pleistocene glaciations in shaping the evolution of polar and brown bears. Evidence from a critical review of mitochondrial and nuclear genome analyses. Comptes Rendus Biologies. 2015. Vol. 338 (7). hlm. 494–501. doi:10.1016/j.crvi.2015.04.008.
- ↑ F. Hailer. Nuclear genomic sequences reveal that polar bears are an old and distinct bear lineage. Science. 2012. Vol. 336 (6079). hlm. 344–347. doi:10.1126/science.1216424.
- ↑ C. J. Edwards. Ancient hybridization and an Irish origin for the modern polar bear matriline. Current Biology. 2011. Vol. 21 (15). hlm. 1251–1258. doi:10.1016/j.cub.2011.05.058.
- ↑ C. J. Edwards. Ancient hybridization and an Irish origin for the modern polar bear matriline. Current Biology. 2011. Vol. 21 (15). hlm. 1251–1258. doi:10.1016/j.cub.2011.05.058.
- ↑ Alexandre Hassanin. The role of Pleistocene glaciations in shaping the evolution of polar and brown bears. Evidence from a critical review of mitochondrial and nuclear genome analyses. Comptes Rendus Biologies. 2015. Vol. 338 (7). hlm. 494–501. doi:10.1016/j.crvi.2015.04.008.
- ↑ J. A. Cahill. Genomic evidence of widespread admixture from polar bears into brown bears during the last ice age. Molecular Biology and Evolution. 2018. Vol. 35 (5). hlm. 1120–1129. doi:10.1093/molbev/msy018.
- ↑ M-S Wang. A polar bear paleogenome reveals extensive ancient gene flow from polar bears into brown bears. Nature Ecology & Evolution. 2022. Vol. 6 (7). hlm. 936–944. doi:10.1038/s41559-022-01753-8.
- ↑ J. A. Cahill. Genomic evidence of geographically widespread effect of gene flow from polar bears into brown bears. Molecular Phylogenetics and Evolution. 2015. Vol. 24 (6). hlm. 1205–1217. doi:10.1111/mec.13038.
- ↑ J. A. Cahill. Genomic evidence of widespread admixture from polar bears into brown bears during the last ice age. Molecular Biology and Evolution. 2018. Vol. 35 (5). hlm. 1120–1129. doi:10.1093/molbev/msy018.
- ↑ T. Lan. Insights into bear evolution from a Pleistocene polar bear genome. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2022. Vol. 119 (14). doi:10.1073/pnas.2200016119.
- ↑ D. C. Rink. Polar bear evolution is marked by rapid changes in gene copy number in response to dietary shift. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2019. Vol. 116 (27). hlm. 13446–13451. doi:10.1073/pnas.1901093116.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ G. L. Wood. The Guinness Book of Animal Records. Guinness Superlatives. 1983. hlm. 28. ISBN 978-0-85112-235-9.
- ↑ G. J. Slater. Biomechanical consequences of rapid evolution in the polar bear lineage. PLOS ONE. 2010. Vol. 5 (11). doi:10.1371/journal.pone.0013870.
- ↑ G. J. Slater. Biomechanical consequences of rapid evolution in the polar bear lineage. PLOS ONE. 2010. Vol. 5 (11). doi:10.1371/journal.pone.0013870.
- ↑ B. Figueirido. Ecomorphological correlates of craniodental variation in bears and paleobiological implications for extinct taxa: an approach based on geometric morphometrics. Journal of Zoology. 2009. Vol. 277 (1). hlm. 70–80. doi:10.1111/j.1469-7998.2008.00511.x.
- ↑ B. Figueirido. Ecomorphological correlates of craniodental variation in bears and paleobiological implications for extinct taxa: an approach based on geometric morphometrics. Journal of Zoology. 2009. Vol. 277 (1). hlm. 70–80. doi:10.1111/j.1469-7998.2008.00511.x.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ Andrew E. Derocher. Sexual dimorphism of polar bears. Journal of Mammalogy. 2005. Vol. 86 (5). hlm. 895–901. doi:10.1644/1545-1542(2005)86[895:SDOPB]2.0.CO;2.
- ↑ M. Q. Khattab. Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results. Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.
- ↑ M. Q. Khattab. Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results. Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ J Carolan. Anti-icing properties of polar bear fur. Science Advances. 2025. Vol. 11 (5). doi:10.1126/sciadv.ads7321.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ M. Q. Khattab. Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results. Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ R. C. Best. Thermoregulation in resting and active polar bears. Journal of Comparative Physiology A. 1982. Vol. 146. hlm. 63–73. doi:10.1007/BF00688718.
- ↑ M. Q. Khattab. Fibre-optical light scattering technology in polar bear hair: A re-evaluation and new results. Journal of Advanced Biotechnology and Bioengineering. 2015. Vol. 3 (2). hlm. 38–51. doi:10.12970/2311-1755.2015.03.02.2.
- ↑ H. Tributsch. Light collection and solar sensing through the polar bear pelt. Solar Energy Materials. 1990. Vol. 21 (2–3). hlm. 219–236. doi:10.1016/0165-1633(90)90056-7.
- ↑ P. E. Nachtigall. Polar bear Ursus maritimus hearing measured with auditory evoked potentials. Journal of Experimental Biology. 2007. Vol. 210 (7). hlm. 1116–1122. doi:10.1242/jeb.02734.
- ↑ P. A. Green. Respiratory and olfactory turbinal size in canid and arctoid carnivorans. Journal of Anatomy. 2012. Vol. 221 (6). hlm. 609–621. doi:10.1111/j.1469-7580.2012.01570.x.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ R. van Meurs. Letter to the editor: farthest north polar bear. Arctic. 1993. Vol. 56 (3). hlm. 309. doi:10.14430/arctic626.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ Andrew E. Derocher. Polar bears in a warming climate. Integrative and Comparative Biology. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.
- ↑ Status Report on the World's Polar Bear Subpopulations: July 2021 Status Report. IUCN/SSC Polar Bear Specialist Group. July 2021.
- ↑ E. Peacock. Implications of the circumpolar genetic structure of polar bears for their conservation in a rapidly warming Arctic. PLOS ONE. 2015. Vol. 10 (1). doi:10.1371/journal.pone.0112021.
- ↑ Status Report on the World's Polar Bear Subpopulations: July 2021 Status Report. IUCN/SSC Polar Bear Specialist Group. July 2021.
- ↑ K. L. Laidre. Glacial ice supports a distinct and undocumented polar bear subpopulation persisting in late 21st-century sea-ice conditions. Science. 2022. Vol. 376 (6599). hlm. 1333–1338. doi:10.1126/science.abk2793.
- ↑ E. Peacock. Implications of the circumpolar genetic structure of polar bears for their conservation in a rapidly warming Arctic. PLOS ONE. 2015. Vol. 10 (1). doi:10.1371/journal.pone.0112021.
- ↑ Committee on Taxonomy. List of Marine Mammal Species & Subspecies. The Society for Marine Mammalogy. October 2014.
- ↑ Andrew E. Derocher. Polar bears in a warming climate. Integrative and Comparative Biology. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.
- ↑ Ian Stirling. The importance of polynyas, ice edges, and leads to marine mammals and birds. Journal of Marine Systems. 1997. Vol. 10 (1–4). hlm. 9–21. doi:10.1016/S0924-7963(96)00054-1.
- ↑ Karyn D. Rode. Observed and forecasted changes in land use by polar bears in the Beaufort and Chukchi Seas, 1985–2040. Global Ecology and Conservation. December 2022. Vol. 40. doi:10.1016/j.gecco.2022.e02319.
- ↑ D. Vongraven. A circumpolar monitoring framework for polar bears. Ursus: Monograph Series Number 5. 2012. Vol. 23 (2). hlm. 1–66. doi:10.2192/URSUS-D-11-00026.1.
- ↑ M. Auger-Méthé. Home ranges in moving habitats: polar bears and sea ice. Ecography. 2016. Vol. 32 (1). hlm. 26–35. doi:10.1111/ecog.01260.
- ↑ S. H. Ferguson. Activity and movement patterns of polar bears inhabiting consolidated versus active pack ice. Arctic. 2001. Vol. 54 (1). hlm. 49–54. doi:10.14430/arctic763.
- ↑ J-P Gasc. Kinematic analysis of the locomotion of the polar bear (Ursus maritimus, Phipps, 1774) in natural and experimental conditions. Netherlands Journal of Zoology. 1997. Vol. 48 (2). hlm. 145–167. doi:10.1163/156854298X00156.
- ↑ R. K. Brook. Observations of polar bear predatory behaviour toward caribou. Arctic. 2002. Vol. 55 (2). hlm. 193–196. doi:10.14430/arctic703.
- ↑ A. M. Pagano. Long-distance swimming by polar bears (Ursus maritimus) of the southern Beaufort Sea during years of extensive open water. Canadian Journal of Zoology. 2012. Vol. 90 (5). hlm. 663–676. doi:10.1139/Z2012-033.
- ↑ Ian Stirling. Longest recorded underwater dive by a polar bear. Polar Biology. 2015. Vol. 38 (8). hlm. 1301–1304. doi:10.1007/s00300-015-1684-1.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ J. V. Ware. The clock keeps ticking: circadian rhythms of free-ranging polar bears. Journal of Biological Rhythms. 2020. Vol. 35 (2). hlm. 180–194. doi:10.1177/0748730419900877.
- ↑ I. Stirling. Midsummer observations on the behavior of wild polar bears (Ursus maritimus). Canadian Journal of Zoology. 1974. Vol. 52 (9). hlm. 1191–1198. doi:10.1139/z74-157.
- ↑ A. E. Derocher. Observations of aggregating behaviour in adult male polar bears (Ursus maritimus). Canadian Journal of Zoology. 1990. Vol. 68 (7). hlm. 1390–1394. doi:10.1139/z90-207.
- ↑ S. H. Ferguson. Space use by polar bears in and around Auyuittuq National Park, Northwest Territories, during the ice-free period. Canadian Journal of Zoology. 1997. Vol. 75 (10). hlm. 1585–1594. doi:10.1139/z97-785.
- ↑ N. G. Ovsyanikov. Behavior of polar bears in coastal congregations. Zoologicheskiĭ Zhurnal. 2005. Vol. 84 (1). hlm. 94–103.
- ↑ S. H. Ferguson. Space use by polar bears in and around Auyuittuq National Park, Northwest Territories, during the ice-free period. Canadian Journal of Zoology. 1997. Vol. 75 (10). hlm. 1585–1594. doi:10.1139/z97-785.
- ↑ N. G. Ovsyanikov. Behavior of polar bears in coastal congregations. Zoologicheskiĭ Zhurnal. 2005. Vol. 84 (1). hlm. 94–103.
- ↑ C. Wemmer. An analysis of the chuffing vocalization in the polar bear (Ursus maritimus). Journal of Zoology. 1976. Vol. 180 (3). hlm. 425–439. doi:10.1111/j.1469-7998.1976.tb04686.x.
- ↑ C. Wemmer. An analysis of the chuffing vocalization in the polar bear (Ursus maritimus). Journal of Zoology. 1976. Vol. 180 (3). hlm. 425–439. doi:10.1111/j.1469-7998.1976.tb04686.x.
- ↑ A. E. Derocher. Nursing vocalization of a polar bear cub. Ursus. 2010. Vol. 21 (2). hlm. 189–191. doi:10.2192/09SC025.1.
- ↑ N. G. Ovsyanikov. Behavior of polar bears in coastal congregations. Zoologicheskiĭ Zhurnal. 2005. Vol. 84 (1). hlm. 94–103.
- ↑ Owen, M. A. An experimental investigation of chemical communication in the polar bear. Journal of Zoology. 2014. Vol. 295 (1). hlm. 36–43. doi:10.1111/jzo.12181.
- ↑ T. Sacco. Ecomorphological indicators of feeding behaviour in the bears (Carnivora: Ursidae). Journal of Zoology. 2004. Vol. 263 (1). hlm. 41–54. doi:10.1017/S0952836904004856.
- ↑ G. J. Slater. Biomechanical consequences of rapid evolution in the polar bear lineage. PLOS ONE. 2010. Vol. 5 (11). doi:10.1371/journal.pone.0013870.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ M. A. Ramsay. Polar bears make little use of terrestrial food webs: evidence from stable-carbon isotope analysis. Oecologia. May 1991. Vol. 86 (4). hlm. 598–600. doi:10.1007/BF00318328.
- ↑ Richard H. Russell. The food habits of polar bears of James Bay and Southwest Hudson Bay in summer and autumn. Arctic. 1975. Vol. 28 (2). hlm. 117–129. doi:10.14430/arctic2823.
- ↑ M. Taylor. Observations of intraspecific aggression and cannibalism in polar bears (Ursus maritimus). Arctic. 1985. Vol. 38 (4). hlm. 303–309. doi:10.14430/arctic2149.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ I. Stirling. Do wild polar bears (Ursus maritimus) use tools when hunting walruses (Odobenus rosmarus)?. Arctic. 2021. Vol. 74 (2). hlm. 175–187. doi:10.14430/arctic72532.
- ↑ R. K. Brook. Observations of polar bear predatory behaviour toward caribou. Arctic. 2002. Vol. 55 (2). hlm. 193–196. doi:10.14430/arctic703.
- ↑ T. Sacco. Ecomorphological indicators of feeding behaviour in the bears (Carnivora: Ursidae). Journal of Zoology. 2004. Vol. 263 (1). hlm. 41–54. doi:10.1017/S0952836904004856.
- ↑ I. Stirling. The ecological and behavioral significance of short-term food caching in polar bears (Ursus maritimus). Arctic Science. 2020. Vol. 6 (1). hlm. 41–52. doi:10.1139/as-2019-0008.
- ↑ A. E. Derocher. Observations of aggregating behaviour in adult male polar bears (Ursus maritimus). Canadian Journal of Zoology. 1990. Vol. 68 (7). hlm. 1390–1394. doi:10.1139/z90-207.
- ↑ S. Miller. Polar bear–grizzly bear interactions during the autumn open-water period in Alaska. Journal of Mammalogy. 2015. Vol. 96 (6). hlm. 1317–1325. doi:10.1093/jmammal/gyv140.
- ↑ N. J. Lunn. The significance of supplemental food to polar bears during the ice-free period of Hudson Bay. Canadian Journal of Zoology. 1985. Vol. 63 (10). hlm. 2291–2297. doi:10.1139/z85-340.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ M. A. Ramsay. On the mating system of polar bears. Canadian Journal of Zoology. 1986. Vol. 64 (10). hlm. 2142–2151. doi:10.1139/z86-329.
- ↑ A. E. Derocher. Sexual dimorphism and the mating ecology of polar bears (Ursus maritimus) at Svalbard (Ursus maritimus) at Svalbard. Behavioral Ecology and Sociobiology. 2010. Vol. 64 (6). hlm. 939–946. doi:10.1007/s00265-010-0909-0.
- ↑ K. L. Laidre. Females roam while males patrol: divergence in breeding season movements of pack-ice polar bears (Ursus maritimus). Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 2013. Vol. 280 (1752). doi:10.1098/rspb.2012.2371.
- ↑ A. E. Derocher. Sexual dimorphism and the mating ecology of polar bears (Ursus maritimus) at Svalbard (Ursus maritimus) at Svalbard. Behavioral Ecology and Sociobiology. 2010. Vol. 64 (6). hlm. 939–946. doi:10.1007/s00265-010-0909-0.
- ↑ E. Zeyl. The mating system of polar bears: a genetic approach. Canadian Journal of Zoology. 2009. Vol. 87 (12). hlm. 1195–1209. doi:10.1139/Z09-107.
- ↑ M. A. Ramsay. On the mating system of polar bears. Canadian Journal of Zoology. 1986. Vol. 64 (10). hlm. 2142–2151. doi:10.1139/z86-329.
- ↑ A. E. Derocher. Sexual dimorphism and the mating ecology of polar bears (Ursus maritimus) at Svalbard (Ursus maritimus) at Svalbard. Behavioral Ecology and Sociobiology. 2010. Vol. 64 (6). hlm. 939–946. doi:10.1007/s00265-010-0909-0.
- ↑ E. Zeyl. The mating system of polar bears: a genetic approach. Canadian Journal of Zoology. 2009. Vol. 87 (12). hlm. 1195–1209. doi:10.1139/Z09-107.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ Douglas P. DeMaster. 'Ursus maritimus'. Mammalian Species. 8 May 1981. hlm. 1–7. doi:10.2307/3503828.
- ↑ E. S. Richardson. Wolf (Canis lupus) predation of a polar bear (Ursus maritimus) cub on the sea ice off northwestern Banks Island, Northwest Territories, Canada. Arctic. 2006. Vol. 59 (3). hlm. 322–324. doi:10.14430/arctic318.
- ↑ M. Taylor. Observations of intraspecific aggression and cannibalism in polar bears (Ursus maritimus). Arctic. 1985. Vol. 38 (4). hlm. 303–309. doi:10.14430/arctic2149.
- ↑ Thor Larsen. 'Trichinella sp. in polar bears from Svalbard, in relation to hide length and age. Polar Research. 1983. Vol. 1 (1). hlm. 89–96. doi:10.1111/j.1751-8369.1983.tb00734.x.
- ↑ Wiig, Ø. 'Ursus maritimus'. 2015. Vol. 2015. doi:10.2305/IUCN.UK.2015-4.RLTS.T22823A14871490.en.
- ↑ Status Report on the World's Polar Bear Subpopulations: July 2021 Status Report. IUCN/SSC Polar Bear Specialist Group. July 2021.
- ↑ S. C. Amstrup. A Bayesian network modeling approach to forecasting the 21st century worldwide status of polar bears. Geophysical Monograph Series. 2008. Vol. 180. hlm. 213–268. doi:10.1029/180GM14. ISBN 978-1-118-66647-0.
- ↑ E. V. Regehr. Conservation status of polar bears (Ursus maritimus) in relation to projected sea-ice declines. Biology Letters. 2016. Vol. 12 (12). doi:10.1098/rsbl.2016.0556.
- ↑ I. Stirling. Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence. Global Change Biology. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.
- ↑ P. K. Molnár. Fasting season length sets temporal limits for global polar bear persistence. Nature Climate Change. 2020. Vol. 10 (8). hlm. 732–738. doi:10.1038/s41558-020-0818-9.
- ↑ R. R. Wilson. Model sensitivity limits attribution of greenhouse gas emissions to polar bear demographic rates. Scientific Reports. 2025. Vol. 15 (1). doi:10.1038/s41598-025-89218-3.
- ↑ Andrew E. Derocher. Polar bears in a warming climate. Integrative and Comparative Biology. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.
- ↑ I. Stirling. Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence. Global Change Biology. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.
- ↑ A. M. Pagano. Polar bear energetic and behavioral strategies on land with implications for surviving the ice-free period. Nature Communications. 2024. Vol. 15 (1). hlm. 947. doi:10.1038/s41467-023-44682-1.
- ↑ Andrew E. Derocher. Polar bears in a warming climate. Integrative and Comparative Biology. 2004. Vol. 44 (2). hlm. 163–176. doi:10.1093/icb/44.2.163.
- ↑ I. Stirling. Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence. Global Change Biology. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.
- ↑ R. Boonstra. The stress of Arctic warming on polar bears. Global Change Biology. 2020. Vol. 26 (8). hlm. 4197–4214. doi:10.1111/gcb.15142.
- ↑ I. Stirling. Effects of climate warming on polar bears: a review of the evidence. Global Change Biology. 2012. Vol. 18 (9). hlm. 2694–2706. doi:10.1111/j.1365-2486.2012.02753.x.
- ↑ R. R. Wilson. Identifying polar bear resource selection patterns to inform offshore development in a dynamic and changing Arctic. Ecosphere. 2014. Vol. 5 (10). hlm. 1–24. doi:10.1890/ES14-00193.1.
- ↑ R. R. Wilson. Potential impacts of offshore oil spills on polar bears in the Chukchi Sea. Environmental Pollution. 2018. Vol. 235. hlm. 652–659. doi:10.1016/j.envpol.2017.12.057.
- ↑ H. Routti. State of knowledge on current exposure, fate and potential health effects of contaminants in polar bears from the circumpolar Arctic. Science of the Total Environment. 2019. Vol. 664. hlm. 1063–1083. doi:10.1016/j.scitotenv.2019.02.030.
- ↑ Polar Bear Interaction Guidelines. U.S. Fish & Wildlife Service.
- ↑ COSEWIC Assessment and Status Report on the Polar Bear (Ursus maritimus) in Canada 2018. Government of Canada. 25 November 2019.
- ↑ P. Prestrud. The International Polar Bear Agreement and the current status of polar bear conservation. Aquatic Mammals. 1994. Vol. 20 (3). hlm. 113–124.
- ↑ Appendices. cites.org.
- ↑ How CITES works. CITES.org.
- ↑ P. Prestrud. The International Polar Bear Agreement and the current status of polar bear conservation. Aquatic Mammals. 1994. Vol. 20 (3). hlm. 113–124.
- ↑ S. Heemskerk. Temporal dynamics of human-polar bear conflicts in Churchill, Manitoba. Global Ecology and Conservation. 2020. Vol. 24. doi:10.1016/j.gecco.2020.e01320.
- ↑ D. A. Clark. Polar Bear-human conflicts: state of knowledge and research needs. Canadian Wildlife Biology and Management. 2012. Vol. 1 (1). hlm. 21–29.
- ↑ Crystal Raypole. Inside Canada's polar bear 'jail' where bears go without food and are kept behind bars — but it's not what you might think. Business Insider. 13 May 2023.
- ↑ S. Heemskerk. Temporal dynamics of human-polar bear conflicts in Churchill, Manitoba. Global Ecology and Conservation. 2020. Vol. 24. doi:10.1016/j.gecco.2020.e01320.
- ↑ Isaac Stanley-Becker. A 'mass invasion' of polar bears is terrorizing an island town. Climate change is to blame. The Washington Post. 11 February 2019.
- ↑ J. M. Wilder. Polar bear attacks on humans: implications of a changing climate. Wildlife Society Bulletin. 2017. Vol. 41 (3). hlm. 537−547. doi:10.1002/wsb.783.
- ↑ T. R. Robeck. Encyclopedia of Marine Mammals. Academic Press. 2009. hlm. 178. ISBN 978-0-08-091993-5.
- ↑ E Curry. Reproductive trends of captive polar bears in North American zoos: a historical analysis. Journal of Zoo and Aquarium Research. 2015. Vol. 3 (3). hlm. 99–106. doi:10.19227/jzar.v3i3.133.
- ↑ D. Shepherdson. Individual and environmental factors associated with stereotypic behavior and fecal glucocorticoid metabolite levels in zoo housed polar bears. Applied Animal Behaviour Science. 2013. Vol. 147 (3–4). hlm. 268–277. doi:10.1016/j.applanim.2013.01.001.
- ↑ W. Canino. Formal behavioral evaluation of enrichment programs on a zookeeper's schedule: a case study with a polar bear (Ursus maritimus) at the Bronx Zoo. Zoo Biology. 2010. Vol. 29 (4). hlm. 503–508. doi:10.1002/zoo.20247.
- ↑ R. A. Lewin. The algae of green polar bears. Phycologia. 1981. Vol. 20 (3). hlm. 303–314. doi:10.2216/i0031-8884-20-3-303.1.
- ↑ D. Born. Bearing witness? Polar bears as icons for climate change communication in National Geographic'. Environmental Communication. 2019. Vol. 13 (5). hlm. 649–663. doi:10.1080/17524032.2018.1435557.
- ↑ F Dunaway. Seeing global warming: contemporary art and the fate of the planet. Environmental History. 2009. Vol. 14 (1). hlm. 9–31. doi:10.1093/envhis/14.1.9.
- ↑ D. Born. Bearing witness? Polar bears as icons for climate change communication in National Geographic'. Environmental Communication. 2019. Vol. 13 (5). hlm. 649–663. doi:10.1080/17524032.2018.1435557.
- ↑ D. E. Martinez. Culture, Politics and Climate Change In 2009. Taylor & Francis. 2014. hlm. 46. ISBN 978-1-135-10334-7.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29470967 (2026-07-18T05:11:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.