Lompat ke isi

Efek pemanasan global pada mamalia laut: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26406077; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Efek pemanasan global pada mamalia laut''' terjadi karena lautan menyerap sebagian besar kelebihan panas dari [[emisi gas rumah kaca]], sehingga menyebabkan [[suhu]] laut meningkat drastis dibandingkan dengan suhu normalnya. Berdasarkan laporan ''Fifth Assessment Report'' yang diterbitkan oleh [[Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim]] (IPCC) pada tahun 2013, yang mengungkapkan bahwa lautan menyerap lebih dari 93% kelebihan panas yang dihasilkan dari [[emisi gas rumah kaca]] sejak tahun 1970-an. Kenaikan suhu laut tersebut secara tidak langsung berdampak pada [[Mamalia laut|mamalia]] yang ada di laut.
'''Efek pemanasan global pada mamalia laut''' terjadi karena lautan menyerap sebagian besar kelebihan panas dari [[emisi gas rumah kaca]], sehingga menyebabkan [[suhu]] laut meningkat drastis dibandingkan dengan suhu normalnya. Berdasarkan laporan ''Fifth Assessment Report'' yang diterbitkan oleh [[Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim]] (IPCC) pada tahun 2013,<ref>[https://www.ipcc.ch/report/ar5/syr/ AR5 Synthesis Report: Climate Change 2014 — IPCC].</ref><ref>[https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2018/02/SYR_AR5_FINAL_full.pdf www.ipcc.ch]. ''Climate Change 2014 Synthesis Report''.</ref> yang mengungkapkan bahwa lautan menyerap lebih dari 93% kelebihan panas yang dihasilkan dari [[emisi gas rumah kaca]] sejak tahun 1970-an. Kenaikan suhu laut tersebut secara tidak langsung berdampak pada [[Mamalia laut|mamalia]] yang ada di laut.<ref>[https://www.iucn.org/resources/issues-briefs/ocean-warming Ocean warming]. ''IUCN''. 2017-11-01.</ref><ref>[https://eos.org/articles/global-warming-hits-marine-life-hardest Global Warming Hits Marine Life Hardest]. ''Eos''.</ref><ref>Camille Albouy. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6969058/ Global vulnerability of marine mammals to global warming]. ''Scientific Reports''. 2020-01-17. Vol. 10. doi:10.1038/s41598-019-57280-3.</ref>


== Dampak terhadap mamalia laut ==
== Dampak terhadap mamalia laut ==
=== Penguin Adélie ===
=== Penguin Adélie ===
Penelitian yang dilakukan oleh [[Universitas Delaware]] mengungkapkan bahwa [[pemanasan global]] yang terjadi pada abad ke-21 dapat menimbulkan ancaman bagi [[eksistensi]] banyak [[koloni]] yang ada di benua [[Antarktika|Antartika]]. Salah satu yang terkena efek tersebut adalah [[Penguin Adélie]] (''Pygoscelis adeliae'' ). Padahal diperkirakan bahwa Penguin Adélie telah bertahan di [[Antarktika|Antartika]] selama hampir 45.000 tahun. Mereka juga telah beradaptasi dengan adanya ekspansi [[gletser]] dan fluktuasi [[es laut]] selama ribuan tahun akibat adanya perubahan iklim.<ref>[https://wwf.panda.org/our_work/oceans/problems/climate_change/ Marine problems: climate change WWF]. ''wwf.panda.org''.</ref>


Penelitian yang dilakukan oleh [[Universitas Delaware]] mengungkapkan bahwa [[pemanasan global]] yang terjadi pada abad ke-21 dapat menimbulkan ancaman bagi [[eksistensi]] banyak [[koloni]] yang ada di benua [[Antarktika|Antartika]]. Salah satu yang terkena efek tersebut adalah [[Penguin Adélie]] (''Pygoscelis adeliae'' ). Padahal diperkirakan bahwa Penguin Adélie telah bertahan di [[Antarktika|Antartika]] selama hampir 45.000 tahun. Mereka juga telah beradaptasi dengan adanya ekspansi [[gletser]] dan fluktuasi [[es laut]] selama ribuan tahun akibat adanya perubahan iklim.
Pemanasan global yang terjadi pada abad ke-21 menyebabkan ancaman terhadap pasokan makanan Penguin Adélie karena populasi ikan sebagai makanan utama mereka yang ada di beberapa daerah telah menurun hingga satu ton. Selain itu, pemanasan global mengakibatkan es laut mencair sebelum waktunya sehingga menciptakan genangan air di tanah. Hal tersebut dapat berdampak buruk bagi [[Penguin Adélie]] karena tanah yang seharusnya menjadi tempat [[telur]] mereka menetas menjadi basah, sehingga telur mereka tidak bisa bertahan hidup.<ref>[https://www.nationalgeographic.com/news/2016/06/adelie-penguins-antarctica-climate-change-population-decline-refugia/ Antarctica Could Lose Most of Its Penguins to Climate Change]. ''National Geographic News''. 2016-06-29.</ref><ref>[https://blog.epa.gov/ The EPA Blog].</ref>
 
Pemanasan global yang terjadi pada abad ke-21 menyebabkan ancaman terhadap pasokan makanan Penguin Adélie karena populasi ikan sebagai makanan utama mereka yang ada di beberapa daerah telah menurun hingga satu ton. Selain itu, pemanasan global mengakibatkan es laut mencair sebelum waktunya sehingga menciptakan genangan air di tanah. Hal tersebut dapat berdampak buruk bagi [[Penguin Adélie]] karena tanah yang seharusnya menjadi tempat [[telur]] mereka menetas menjadi basah, sehingga telur mereka tidak bisa bertahan hidup.


=== Singa laut California ===
=== Singa laut California ===
Pemanasan global juga dapat menyebabkan [[suhu]] air laut meningkat sehingga banyak [[ikan]] yang menyelam lebih dalam dan lebih jauh untuk menemukan air yang lebih dingin. Hal tersebut mengakibatkan beberapa masalah bagi sebagian mamalia laut, misalnya [[singa laut]]. Bagi [[singa laut California]] (''Zalophus californianus''), ikan merupakan makanan favorit mereka, tapi karena jarak ekstra tersebut, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama dan lebih banyak energi untuk bepergian maupun berburu ikan dibandingkan sebelumnya. Suhu air laut laut yang ada di California pada tahun 2015 mengalami kenaikan. Akibatnya ribuan singa laut sakit dan terdampar di pantai. Hal tersebut terjadi ketika para ibu singa laut pergi meninggalkan anak-anaknya lebih awal karena lingkungan mencari makan yang lebih sulit.<ref>[https://www.nationalgeographic.com/news/2015/2/150211-sea-lions-pups-stranding-starving-california/ Mysterious Sea Lion Die-Off Strikes Again on California Coast]. ''National Geographic News''. 2015-02-13.</ref><ref>Greentumble. [https://greentumble.com/harmful-effects-of-global-warming-on-marine-life/ Harmful Effects of Global Warming on Marine Life Greentumble]. 2016-09-08.</ref>


Pemanasan global juga dapat menyebabkan [[suhu]] air laut meningkat sehingga banyak [[ikan]] yang menyelam lebih dalam dan lebih jauh untuk menemukan air yang lebih dingin. Hal tersebut mengakibatkan beberapa masalah bagi sebagian mamalia laut, misalnya [[singa laut]]. Bagi [[singa laut California]] (''Zalophus californianus''), ikan merupakan makanan favorit mereka, tapi karena jarak ekstra tersebut, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama dan lebih banyak energi untuk bepergian maupun berburu ikan dibandingkan sebelumnya. Suhu air laut laut yang ada di California pada tahun 2015 mengalami kenaikan. Akibatnya ribuan singa laut sakit dan terdampar di pantai. Hal tersebut terjadi ketika para ibu singa laut pergi meninggalkan anak-anaknya lebih awal karena lingkungan mencari makan yang lebih sulit.
Selain itu, pengaruh dari pemanasan global ini dapat mengancam jumlah [[spesies]] singa laut yang tinggal di daerah subartik. Hal tersebut terjadi karena tanah yang seharusnya mereka gunakan untuk reproduksi dan membesarkan anak-anaknya menjadi berkurang. Ditambah lagi mereka akan kesulitan untuk mencari tempat berjemur di bawah [[sinar matahari]].<ref>[https://www.sealion-world.com/sea-lions-and-global-warming/ Sea Lions and Global Warming - Sea Lion Facts and Information].</ref><ref>Sarah Emerson. [https://www.vice.com/en_us/article/3daa8v/climate-change-is-stranding-hundreds-of-dying-baby-sea-lions-in-california Climate Change Is Stranding Hundreds of Dying Baby Sea Lions in California]. ''Vice''. 2016-04-26.</ref><ref>[https://www.aquablog.ca/2019/07/california-sea-lions-face-global-warming-threats/ California Sea Lions Face Global Warming Threats]. ''Ocean Wise's AquaBlog''. 2019-07-26.</ref>
 
Selain itu, pengaruh dari pemanasan global ini dapat mengancam jumlah [[spesies]] singa laut yang tinggal di daerah subartik. Hal tersebut terjadi karena tanah yang seharusnya mereka gunakan untuk reproduksi dan membesarkan anak-anaknya menjadi berkurang. Ditambah lagi mereka akan kesulitan untuk mencari tempat berjemur di bawah [[sinar matahari]].
 
== Referensi ==
 


== Lihat Pula ==
== Lihat Pula ==
* [[Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim]]
* [[Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim]]


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://www.mmc.gov/ Marine Mammal Commission]
* [https://www.mmc.gov/ Marine Mammal Commission]
* [https://wayback.archive-it.org/all/20080510062944/http://www.unep-wcmc.org/climate/default.aspx United Nations Environment Programme World Conservation Monitoring Centre]
* [https://wayback.archive-it.org/all/20080510062944/http://www.unep-wcmc.org/climate/default.aspx United Nations Environment Programme World Conservation Monitoring Centre]
Baris 30: Baris 22:
* [https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2018/05/SYR_AR5_FINAL_full_wcover.pdf AR5 Synthesis Report - Climate Change 2014 - IPCC]
* [https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2018/05/SYR_AR5_FINAL_full_wcover.pdf AR5 Synthesis Report - Climate Change 2014 - IPCC]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+pemanasan+global+pada+mamalia+laut&oldid=26406077 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26406077 (2024-10-11T05:53:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+pemanasan+global+pada+mamalia+laut&oldid=26406077 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26406077 (2024-10-11T05:53:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.05

Efek pemanasan global pada mamalia laut terjadi karena lautan menyerap sebagian besar kelebihan panas dari emisi gas rumah kaca, sehingga menyebabkan suhu laut meningkat drastis dibandingkan dengan suhu normalnya. Berdasarkan laporan Fifth Assessment Report yang diterbitkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada tahun 2013,[1][2] yang mengungkapkan bahwa lautan menyerap lebih dari 93% kelebihan panas yang dihasilkan dari emisi gas rumah kaca sejak tahun 1970-an. Kenaikan suhu laut tersebut secara tidak langsung berdampak pada mamalia yang ada di laut.[3][4][5]

Dampak terhadap mamalia laut

Penguin Adélie

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Delaware mengungkapkan bahwa pemanasan global yang terjadi pada abad ke-21 dapat menimbulkan ancaman bagi eksistensi banyak koloni yang ada di benua Antartika. Salah satu yang terkena efek tersebut adalah Penguin Adélie (Pygoscelis adeliae ). Padahal diperkirakan bahwa Penguin Adélie telah bertahan di Antartika selama hampir 45.000 tahun. Mereka juga telah beradaptasi dengan adanya ekspansi gletser dan fluktuasi es laut selama ribuan tahun akibat adanya perubahan iklim.[6]

Pemanasan global yang terjadi pada abad ke-21 menyebabkan ancaman terhadap pasokan makanan Penguin Adélie karena populasi ikan sebagai makanan utama mereka yang ada di beberapa daerah telah menurun hingga satu ton. Selain itu, pemanasan global mengakibatkan es laut mencair sebelum waktunya sehingga menciptakan genangan air di tanah. Hal tersebut dapat berdampak buruk bagi Penguin Adélie karena tanah yang seharusnya menjadi tempat telur mereka menetas menjadi basah, sehingga telur mereka tidak bisa bertahan hidup.[7][8]

Singa laut California

Pemanasan global juga dapat menyebabkan suhu air laut meningkat sehingga banyak ikan yang menyelam lebih dalam dan lebih jauh untuk menemukan air yang lebih dingin. Hal tersebut mengakibatkan beberapa masalah bagi sebagian mamalia laut, misalnya singa laut. Bagi singa laut California (Zalophus californianus), ikan merupakan makanan favorit mereka, tapi karena jarak ekstra tersebut, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama dan lebih banyak energi untuk bepergian maupun berburu ikan dibandingkan sebelumnya. Suhu air laut laut yang ada di California pada tahun 2015 mengalami kenaikan. Akibatnya ribuan singa laut sakit dan terdampar di pantai. Hal tersebut terjadi ketika para ibu singa laut pergi meninggalkan anak-anaknya lebih awal karena lingkungan mencari makan yang lebih sulit.[9][10]

Selain itu, pengaruh dari pemanasan global ini dapat mengancam jumlah spesies singa laut yang tinggal di daerah subartik. Hal tersebut terjadi karena tanah yang seharusnya mereka gunakan untuk reproduksi dan membesarkan anak-anaknya menjadi berkurang. Ditambah lagi mereka akan kesulitan untuk mencari tempat berjemur di bawah sinar matahari.[11][12][13]

Lihat Pula

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26406077 (2024-10-11T05:53:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.