Suberin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28593674; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Suberin''' adalah lapisan pelindung bagian tumbuhan di bawah tanah, seperti akar, umbi, stolon, dan lapisan periderm. Suberin juga melindungi [[sel gabus]] yang terbentuk pada kulit pohon oleh kegiatan penghancuran dari pertumbuhan sekunder, dan ini terbentuk dari banyak sel sebagai jaringan luka setelah pelukaan (misalnya setelah gugur daun dan pada luka umbi kentang yang akan ditanam). Suberin juga terdapat pada dinding sel akar yang tak terluka sebagai [[pita Caspari]] di endodermis dan eksodermis serta di [[seludang berkas]] pembuluh pada rerumputan. | [[File:Two_models_of_suberin_structure.png|thumb|right|280px|Two models of suberin structure]] | ||
'''Suberin''' adalah lapisan pelindung bagian tumbuhan di bawah tanah, seperti akar, umbi, stolon, dan lapisan periderm.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref><ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/suberin Suberin - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref> Suberin juga melindungi [[sel gabus]] yang terbentuk pada kulit pohon oleh kegiatan penghancuran dari pertumbuhan sekunder, dan ini terbentuk dari banyak sel sebagai jaringan luka setelah pelukaan (misalnya setelah gugur daun dan pada luka umbi kentang yang akan ditanam).<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> Suberin juga terdapat pada dinding sel akar yang tak terluka sebagai [[pita Caspari]] di endodermis dan eksodermis serta di [[seludang berkas]] pembuluh pada rerumputan.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> | |||
== Proses pembentukan == | == Proses pembentukan == | ||
Suberin dapat terbentuk melalui proses suberisasi, yakni proses pertahanan anti infeksi dan penyembuhan luka dengan lapisan senyawa fenolik dan alifatik. Tumbuhan membentuk suberin bila perubahan secara fisiologis atau perubahan perkembangan, atau faktor cekaman, menyebabkan tumbuhan perlu menghambat [[difusi]]. Tapi pada tingkat molekul, kejadian yang menyebabkan terbentuknya suberin belum diketahui. Lapisan suberin bersifat kedap air, sehingga dapat membantu menguatkan dinding sel dan mencegah kehilangan air melalui luka. | Suberin dapat terbentuk melalui proses suberisasi, yakni proses pertahanan anti infeksi dan penyembuhan luka dengan lapisan senyawa fenolik dan alifatik.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/suberization Suberization - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref> Tumbuhan membentuk suberin bila perubahan secara fisiologis atau perubahan perkembangan, atau faktor cekaman, menyebabkan tumbuhan perlu menghambat [[difusi]].<ref>Kolattukudy PE. 1987. Lipid-derived defensive polymers and waxes and their role in plant-microbe interaction. dalam Stumpf (editor). The Metbolism, Structure and Function of Plant Lipids. New York & London:Plenum Press. Hal:291-314.</ref> Tapi pada tingkat molekul, kejadian yang menyebabkan terbentuknya suberin belum diketahui.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> Lapisan suberin bersifat kedap air, sehingga dapat membantu menguatkan dinding sel dan mencegah kehilangan air melalui luka.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/suberin Suberin - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref> | ||
== Komponen penyusun == | == Komponen penyusun == | ||
Bagian [[lipid]] yang berlilin (sampai dengan setengah total suberin) adalah campuran kompleks [[asam lemak]] rantai panjang, asam lemak terhidroksi, asam dikarboksilat, dan [[alkohol]] rantai panjang. Sebagian besar kelompok ini mempunyai lebih dari 16 atom karbon. Suberin selebihnya mengandung senyawa fenol dengan [[asam ferulat]] sebagai komponen utamanya. Seperti pada kutin, [[fenol]] ini diperkirakan mengikatkan fraksi lipid dari suberin ke dinding sel. Jadi suberin serupa dengan [[kutin]] karena keduanya memiliki fraksi poliester lipid utama, tetapi suberin memiliki lebih banyak fraksi fenol dalam hal jenis asam lemaknya. | Bagian [[lipid]] yang berlilin (sampai dengan setengah total suberin) adalah campuran kompleks [[asam lemak]] rantai panjang, asam lemak terhidroksi, asam dikarboksilat, dan [[alkohol]] rantai panjang.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> Sebagian besar kelompok ini mempunyai lebih dari 16 atom karbon.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> Suberin selebihnya mengandung senyawa fenol dengan [[asam ferulat]] sebagai komponen utamanya.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> Seperti pada kutin, [[fenol]] ini diperkirakan mengikatkan fraksi lipid dari suberin ke dinding sel.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> Jadi suberin serupa dengan [[kutin]] karena keduanya memiliki fraksi poliester lipid utama, tetapi suberin memiliki lebih banyak fraksi fenol dalam hal jenis asam lemaknya.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5</ref> | ||
== Lihat Pula == | == Lihat Pula == | ||
| Baris 12: | Baris 14: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suberin&oldid=28593674 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28593674 (2025-11-21T20:44:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.16

Suberin adalah lapisan pelindung bagian tumbuhan di bawah tanah, seperti akar, umbi, stolon, dan lapisan periderm.[1][2] Suberin juga melindungi sel gabus yang terbentuk pada kulit pohon oleh kegiatan penghancuran dari pertumbuhan sekunder, dan ini terbentuk dari banyak sel sebagai jaringan luka setelah pelukaan (misalnya setelah gugur daun dan pada luka umbi kentang yang akan ditanam).[3] Suberin juga terdapat pada dinding sel akar yang tak terluka sebagai pita Caspari di endodermis dan eksodermis serta di seludang berkas pembuluh pada rerumputan.[4]
Proses pembentukan
Suberin dapat terbentuk melalui proses suberisasi, yakni proses pertahanan anti infeksi dan penyembuhan luka dengan lapisan senyawa fenolik dan alifatik.[5] Tumbuhan membentuk suberin bila perubahan secara fisiologis atau perubahan perkembangan, atau faktor cekaman, menyebabkan tumbuhan perlu menghambat difusi.[6] Tapi pada tingkat molekul, kejadian yang menyebabkan terbentuknya suberin belum diketahui.[7] Lapisan suberin bersifat kedap air, sehingga dapat membantu menguatkan dinding sel dan mencegah kehilangan air melalui luka.[8]
Komponen penyusun
Bagian lipid yang berlilin (sampai dengan setengah total suberin) adalah campuran kompleks asam lemak rantai panjang, asam lemak terhidroksi, asam dikarboksilat, dan alkohol rantai panjang.[9] Sebagian besar kelompok ini mempunyai lebih dari 16 atom karbon.[10] Suberin selebihnya mengandung senyawa fenol dengan asam ferulat sebagai komponen utamanya.[11] Seperti pada kutin, fenol ini diperkirakan mengikatkan fraksi lipid dari suberin ke dinding sel.[12] Jadi suberin serupa dengan kutin karena keduanya memiliki fraksi poliester lipid utama, tetapi suberin memiliki lebih banyak fraksi fenol dalam hal jenis asam lemaknya.[13]
Lihat Pula
Referensi
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Suberin - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Suberization - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
- ↑ Kolattukudy PE. 1987. Lipid-derived defensive polymers and waxes and their role in plant-microbe interaction. dalam Stumpf (editor). The Metbolism, Structure and Function of Plant Lipids. New York & London:Plenum Press. Hal:291-314.
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Suberin - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
- ↑ Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 2. penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung:Penerbit ITB. Hal:139-140. ISBN 979-8591-27-5
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28593674 (2025-11-21T20:44:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.