The Ocean Cleanup: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28649619; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:The_Ocean_Cleanup_logo.svg|thumb|right|280px|The Ocean Cleanup logo]] | |||
'''The Ocean Cleanup''' adalah [[organisasi]] [[Organisasi nirlaba|nirlaba]] rekayasa lingkungan yang berbasis di [[Belanda]], yang mengembangkan teknologi untuk mengekstraksi [[polusi plastik]] dari lautan dan mencegatnya di sungai sebelum dapat mencapai laut. Setelah pengujian awal dan pembuatan prototipe di [[Laut Utara]], Cleanup menerapkan prototipe skala penuh pertama mereka di [[Pusat sampah Pasifik Besar|Pusat Sampah Pasifik Besar]]. Namun mengalami kesulitan setelah dua bulan dan ditarik ke Hawaii untuk diperiksa dan diperbaiki. Pada Juni 2019, sistem prototipe kedua mulai digunakan.<ref>[https://www.azocleantech.com/article.aspx?ArticleID=1071 Tackling the Great Pacific Garbage Patch with The Ocean Cleanup Project]. ''AZoCleantech.com''. March 10, 2020.</ref> Cleanup juga menerapkan teknologi rekayasa sungai bernama Interceptor, di dua lokasi pada 2019. Cleanup mengumumkan proyek tersebut ke publik pada Oktober 2019. Selanjut alat yang sama dininstall pada 2020.<ref>[https://www.maritime-executive.com/article/the-ocean-cleanup-unveils-river-vessel The Ocean Cleanup Unveils River Vessel]. ''The Maritime Executive''.</ref> Pada tahun 2021, mereka mengumumkan bahwa pengujian prototipe Sistem 002 berhasil.<ref>Li Cohen. [https://www.cbsnews.com/news/trash-removed-from-great-pacific-garbage-patch/ Nearly 20,000 pounds of trash removed from one of the biggest accumulations of ocean plastic in the world]. ''CBS News''. 2021-10-16.</ref> Pada tahun 2022, Interceptor Original pertama yang digunakan di [[Amerika Serikat]] dipasang di [[Ballona Creek]] dekat [[Los Angeles, California]].<ref>[https://theoceancleanup.com/dashboard/#interceptorforlacounty Interceptor for LA County]. ''www.theoceancleanup.com''.</ref> | |||
Pada akhir Oktober 2019, organisasi ini mengumumkan inisiatif baru, Interceptor, yang bertujuan untuk secara signifikan mengurangi jumlah plastik yang mengalir ke lautan dari sungai, Slat menjelaskan bagaimana "1% sungai bertanggung jawab atas 80% polusi di lautan dunia". | Organisasi ini melakukan penelitian ilmiah tentang polusi plastik di lautan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2013 oleh [[Boyan Slat]], seorang penemu kelahiran Belanda-[[pengusaha]] dari [[Kroasia]] dan asal Belanda<ref>[http://www.jutarnji.hr/life/znanost/hrvat-koji-cisti-oceane-moj-tata-zivi-u-istri-a-ja-sam-s-ustedevinom-od-200-%E2%82%AC-ostvario-san/4632887/ Hrvat Koji Čisti Oceane – Moj tata živi u Istri, a ja sam s ušteđevinom od 200 € ostvario san]. ''jutarnji.hr''.</ref><ref>[http://www.monitor.hr/vijesti/nizozemac-hrvatskog-podrijetla-izumio-sustav-koji-elimira-plasticni-otpad-iz-mora/346501/ Nizozemac hrvatskog podrijetla izumio sustav koji elimira plastični otpad iz mora]. ''www.monitor.hr''.</ref> yang menjabat sebagai CEO-nya. Cleanup telah melakukan dua ekspedisi ke [[North Pacific Gyre]], Ekspedisi Mega dan Ekspedisi Udara, dan terus menerbitkan karya ilmiah.<ref>The Ocean Cleanup. [https://www.prnewswire.com/news-releases/the-ocean-cleanup-launches-mega-expedition-largest-research-expedition-in-history-300068351.html The Ocean Cleanup Launches Mega Expedition, Largest Research Expedition In History]. ''www.prnewswire.com''.</ref><ref>jason. [https://internationalairresponse.com/the-ocean-cleanup-aerial-expedition-all-you-need-to-know/ The Ocean Cleanup Aerial Expedition [All You Need To Know]]. ''International Air Response''. 2018-07-27.</ref><ref>Qiqing Chen. ''Pollutants in Plastics within the North Pacific Subtropical Gyre''. ''Environmental Science & Technology''. November 2017. Vol. 52 (2). hlm. 446–456. doi:10.1021/acs.est.7b04682.</ref><ref>L. Lebreton. ''Evidence that the Great Pacific Garbage Patch is rapidly accumulating plastic''. ''Scientific Reports''. March 2018. Vol. 8 (1). hlm. 4666. doi:10.1038/s41598-018-22939-w.</ref> Sistem samudra mereka terdiri dari penghalang terapung di permukaan air di [[pilin samudra]], yang mengumpulkan [[puing|puing-puing di laut]] saat sistem didorong oleh angin, ombak, dan arus, dan diperlambat dengan jangkar laut.<ref>[https://theoceancleanup.com/updates/into-the-twilight-zone/ Into the Twilight Zone]. ''The Ocean Cleanup''. 2019-08-16.</ref> The project aims to launch a total of 60 such systems, and they predict this capability could clean up 50% of the debris in the Great Pacific Garbage Patch in five years from full scale deployment.<ref>Hannah Summers. [https://www.theguardian.com/environment/2018/sep/08/scientists-get-ready-to-begin-great-pacific-garbage-patch-cleanup Scientists get ready to begin Great Pacific Garbage Patch cleanup]. ''The Guardian''. 2018-09-08.</ref><ref>CNET. [https://www.youtube.com/watch?v=nYC4Q-0wcAc&t=247s The Ocean Cleanup launches to the Great Pacific Garbage Patch]. 2018-09-10.</ref> | ||
Pada akhir Oktober 2019, organisasi ini mengumumkan inisiatif baru, Interceptor, yang bertujuan untuk secara signifikan mengurangi jumlah plastik yang mengalir ke lautan dari sungai, Slat menjelaskan bagaimana "1% sungai bertanggung jawab atas 80% polusi di lautan dunia".<ref>[https://news.yahoo.com/dutch-foundation-launches-project-tackle-184500487.html Dutch foundation launches project to tackle river plastic pollution]. ''news.yahoo.com''. 2019-10-26.</ref><ref>[https://www.youtube.com/watch?v=bm1rH70wfJo Rivers The Interceptor, Explained The Ocean Cleanup].</ref><ref>[https://www.youtube.com/watch?v=bMenLxORN6M Boyan Slat talks up his latest invention, The Interceptor].</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Boyan Slat mengusulkan proyek pembersihan dan sistem pendukung pada tahun 2012. Pada bulan Oktober, Slat menguraikan proyek tersebut dalam [[TED (konferensi)|TED-talk]]. Desain awal terdiri dari penghalang terapung yang panjang yang dipasang di dasar laut, dipasang ke platform pusat berbentuk seperti [[manta ray]] untuk stabilitas. Penghalang akan mengarahkan plastik yang mengapung ke platform pusat, yang akan menghilangkan plastik dari air. Slat tidak menentukan dimensi sistem ini dalam pembicaraan.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=ROW9F-c0kIQ How the oceans can clean themselves: Boyan Slat at Delft]. 2012-10-24.</ref> | |||
Pada tahun 2014, desain direvisi, menggantikan platform pusat dengan menara yang terlepas dari penghalang apung. Platform ini akan mengumpulkan plastik menggunakan [[conveyor belt]]. Penghalang apung diusulkan sepanjang 100 km. The Ocean juga melakukan dan menerbitkan [[studi kelayakan]] mereka.<ref>The Ocean Cleanup (2014, June 3). Feasibility Study Published https://theoceancleanup.com/updates/feasibility-study-published/</ref> Pada tahun 2015, desain ini memenangkan London [[Design Museum]] Design of the Year,<ref>[http://www.mynewsdesk.com/norshipping/pressreleases/winners-announced-for-three-nor-shipping-2015-awards-1170701 Winners announced for three Nor-Shipping 2015 Awards] Mynewsdesk.com. Retrieved 2015-10-29.</ref><ref>[https://designmuseum.org/exhibitions/designs-of-the-year-2015 Designs of the Year 2015] , Designmuseum.org. Retrieved 2015-10-29.</ref> and the [[INDEX: Award]].<ref>[http://www.globalpost.com/article/6637664/2015/08/27/ocean-cleaner-wins-top-danish-design-award Ocean cleaner wins top Danish design award]. GlobalPost.com. 2015-08-27.</ref><ref>[https://designtoimprovelife.dk/the-ocean-cleanup-array-index-award-2015-winner-community-category/ The Ocean Cleanup Array – Index: Award 2015 Winner (Community Category) – Index: Design to Improve Life®]. ''INDEX: Design to Improve Life®''. 2015-08-27.</ref> | |||
Pada tahun 2014, desain direvisi, menggantikan platform pusat dengan menara yang terlepas dari penghalang apung. Platform ini akan mengumpulkan plastik menggunakan [[conveyor belt]]. Penghalang apung diusulkan sepanjang 100 km. The Ocean juga melakukan dan menerbitkan [[studi kelayakan]] mereka. Pada tahun 2015, desain ini memenangkan London [[Design Museum]] Design of the Year, and the [[INDEX: Award]]. | |||
Pada 2015, [[model skala]] pengujian dilakukan di lingkungan yang terkendali. Pengujian dilakukan di kolam ombak di Deltares dan [[Institut Penelitian Maritim Belanda|MARIN]]. Tujuannya adalah untuk menguji dinamika dan beban penghalang, ketika terkena arus dan gelombang, dan untuk mengumpulkan data untuk pemodelan komputasi lanjutan. | Pada 2015, [[model skala]] pengujian dilakukan di lingkungan yang terkendali.<ref>[https://www.pbs.org/newshour/show/can-project-clean-millions-tons-ocean-plastic Can this project clean up millions of tons of ocean plastic?]. ''PBS NewsHour''. 2016-08-14.</ref> Pengujian dilakukan di kolam ombak di Deltares dan [[Institut Penelitian Maritim Belanda|MARIN]]. Tujuannya adalah untuk menguji dinamika dan beban penghalang, ketika terkena arus dan gelombang, dan untuk mengumpulkan data untuk pemodelan komputasi lanjutan.<ref>[https://www.dutchwatersector.com/news/ocean-cleanup-enters-new-stage-with-model-experiments-in-test-basins-of-marin-and-deltares-the Ocean Cleanup enters new stage with model experiments in test basins of Marin and Deltares, the Netherlands]. ''Dutch Water Sector''. November 23, 2015.</ref> | ||
Segmen 100 meter menjalani tes di [[Laut Utara]], lepas pantai Belanda pada musim panas 2016. Tujuannya adalah untuk menguji ketahanan material yang dipilih dan hubungan antar elemen. Pengujian menunjukkan bahwa [[Boom (containment)|boom penahanan oli]] konvensional tidak dapat bertahan di lingkungan keras yang akan dihadapi sistem. Mereka mengubah material floater menjadi pipa [[High-density polyethylene|HDPE]] berdinding keras, yang cukup fleksibel untuk mengikuti gelombang, dan cukup kaku untuk mempertahankan bentuk U terbuka. Lebih banyak prototipe dikerahkan untuk menguji daya tahan komponen. | Segmen 100 meter menjalani tes di [[Laut Utara]], lepas pantai Belanda pada musim panas 2016.<ref>[https://www.pbs.org/newshour/show/can-project-clean-millions-tons-ocean-plastic Can this project clean up millions of tons of ocean plastic?]. ''PBS NewsHour''. 2016-08-14.</ref><ref>Peter Kotecki. [https://www.businessinsider.com/great-pacific-garbage-patch-ocean-cleanup-plastic-timeline-2019-1#june-2016-the-startup-debuted-its-first-prototype-off-the-dutch-coast-8 The massive plastic-cleaning device a 25-year-old invented is finally catching some trash in the Great Pacific Garbage Patch. Take a look at its journey]. ''Business Insider''. Sep 13, 2019.</ref> Tujuannya adalah untuk menguji ketahanan material yang dipilih dan hubungan antar elemen. Pengujian menunjukkan bahwa [[Boom (containment)|boom penahanan oli]] konvensional tidak dapat bertahan di lingkungan keras yang akan dihadapi sistem. Mereka mengubah material floater menjadi pipa [[High-density polyethylene|HDPE]] berdinding keras, yang cukup fleksibel untuk mengikuti gelombang, dan cukup kaku untuk mempertahankan bentuk U terbuka. Lebih banyak prototipe dikerahkan untuk menguji daya tahan komponen.<ref>[https://www.dutchwatersector.com/news/ocean-cleanups-fully-re-engineered-plastic-recovery-prototype-nears-completion Ocean Cleanup's fully re-engineered plastic recovery prototype nears completion]. ''Dutch Water Sector''. February 21, 2018.</ref> | ||
Pada 11 Mei 2017, The Ocean Cleanup mengumumkan perubahan desain baru dan rencana mereka untuk menguji sistem drifting baru mereka di Pasifik Utara pada tahun 2017. | Pada 11 Mei 2017, The Ocean Cleanup mengumumkan perubahan desain baru dan rencana mereka untuk menguji sistem drifting baru mereka di Pasifik Utara pada tahun 2017.<ref>Peter Kotecki. [https://www.businessinsider.com/great-pacific-garbage-patch-ocean-cleanup-plastic-timeline-2019-1#june-2016-the-startup-debuted-its-first-prototype-off-the-dutch-coast-8 The massive plastic-cleaning device a 25-year-old invented is finally catching some trash in the Great Pacific Garbage Patch. Take a look at its journey]. ''Business Insider''. Sep 13, 2019.</ref> | ||
==Desain== | ==Desain== | ||
=== Ocean system === | === Ocean system === | ||
Desain Jenny terbaru menggunakan struktur yang ditarik dan mengambang. Struktur berfungsi sebagai [[Boom (containment)|boom penahanan]]. Layar permeabel di bawah pelampung menangkap serpihan sampah di bawah permukaan air.<ref>Nick Lavars. [https://newatlas.com/environment/ocean-cleanup-pacific-garbage-patch-jenny-active-propulsion/ Ocean Cleanup's biggest system sweeps into Great Pacific Garbage Patch]. ''New Atlas''. 2021-08-13.</ref> Layar dengan ukuran menjadi penghalang dan menambahkan propulsi aktif untuk memungkinkan sistem beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi. Kapal berawak menarik penghalang berbentuk U melalui air dengan kecepatan 1,5 knot. Kapal juga dapat dikemudikan ke daerah dengan kepadatan sampah yang lebih tinggi.<ref>Nick Lavars. [https://newatlas.com/environment/ocean-cleanup-pacific-garbage-patch-jenny-active-propulsion/ Ocean Cleanup's biggest system sweeps into Great Pacific Garbage Patch]. ''New Atlas''. 2021-08-13.</ref> Pada Juli 2022, sistem terapung telah menangkap 100.000 kg plastik dari Great Pacific Garbage Patch.<ref>[https://twitter.com/TheOceanCleanup/status/1551599038402805761 Today we reached an exciting milestone: over 100,000kg of plastic removed from the Great Pacific Garbage Patch]. ''twitter.com''.</ref> | |||
Desain Jenny terbaru menggunakan struktur yang ditarik dan mengambang. Struktur berfungsi sebagai [[Boom (containment)|boom penahanan]]. Layar permeabel di bawah pelampung menangkap serpihan sampah di bawah permukaan air. Layar dengan ukuran menjadi penghalang dan menambahkan propulsi aktif untuk memungkinkan sistem beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi. Kapal berawak menarik penghalang berbentuk U melalui air dengan kecepatan 1,5 knot. Kapal juga dapat dikemudikan ke daerah dengan kepadatan sampah yang lebih tinggi. Pada Juli 2022, sistem terapung telah menangkap 100.000 kg plastik dari Great Pacific Garbage Patch. | |||
=== River system === | === River system === | ||
Interceptor adalah sistem otomatis bertenaga surya yang dirancang untuk menangkap dan mengekstrak sampah dari sungai. Sistem ini mengikuti aliran air yang dioptimalkan, penghalang sampah menuju bukaan Interceptor ke sabuk konveyor, kemudian mengirimkan sampah ke panampung sampah. Panampung menyimpan sampah secara merata ke enam tempat sampah menggunakan sensor. Saat tempat sampah hampir penuh, operator lokal diberi tahu melalui pesan otomatis, yang kemudian mengosongkannya dan mengirimkan sampah ke fasilitas [[pengelolaan sampah]] setempat. Proyek Interceptor mirip dengan proyek lokal berskala lebih kecil bernama [[Mr. Trash Wheel]] dikembangkan di [[Pelabuhan Baltimore]] [[Maryland]]. Pada tahun 2021, The Ocean Cleanup mengumumkan bahwa mereka memperluas portofolio teknologi Interceptor agar dapat mengatasi sungai yang lebih luas. | Interceptor adalah sistem otomatis bertenaga surya yang dirancang untuk menangkap dan mengekstrak sampah dari sungai. Sistem ini mengikuti aliran air yang dioptimalkan, penghalang sampah menuju bukaan Interceptor ke sabuk konveyor, kemudian mengirimkan sampah ke panampung sampah. Panampung menyimpan sampah secara merata ke enam tempat sampah menggunakan sensor. Saat tempat sampah hampir penuh, operator lokal diberi tahu melalui pesan otomatis, yang kemudian mengosongkannya dan mengirimkan sampah ke fasilitas [[pengelolaan sampah]] setempat. Proyek Interceptor mirip dengan proyek lokal berskala lebih kecil bernama [[Mr. Trash Wheel]] dikembangkan di [[Pelabuhan Baltimore]] [[Maryland]]. Pada tahun 2021, The Ocean Cleanup mengumumkan bahwa mereka memperluas portofolio teknologi Interceptor agar dapat mengatasi sungai yang lebih luas.<ref>Hilde Verweij. [https://nationalpost.com/pmn/environment-pmn/dutch-foundation-launches-project-to-tackle-river-plastic-pollution Dutch foundation launches project to tackle river plastic pollution National Post]. ''National Post''. 2019-10-26.</ref><ref>[https://theoceancleanup.com/updates/expanding-the-interceptor-family/ Expanding the Interceptor Family]. ''The Ocean Cleanup''. 31 December 2021.</ref> | ||
==Penelitian== | ==Penelitian== | ||
=== Ekspedisi laut=== | === Ekspedisi laut=== | ||
Pada bulan Agustus 2015, The Ocean Cleanup melakukan Ekspedisi Mega, di mana armada sekitar 30 kapal, termasuk kapal utama [[R/V Ocean Starr|R/V ''Ocean Starr'']] , melintasi [[Tambalan Sampah Pasifik Besar]] (jalur masif sampah pasifik) dan memetakan area seluas 3,5 juta kilometer persegi. Ekspedisi mengumpulkan data tentang ukuran, konsentrasi, dan berat total plastik di jalur sampah itu. Menurut organisasi tersebut, ekspedisi ini mengumpulkan lebih banyak data tentang polusi plastik di lautan daripada gabungan penelitian 40 tahun terakhir.<ref>[https://www.theoceancleanup.com/milestones/mega-expedition/ Mega Expedition] , Theoceancleanup.com. Vittu mitä paskaa.</ref><ref>[https://www.sfgate.com/science/article/Entrepreneur-thinks-garbage-patch-is-far-6460890.php Garbage 'patch' is much worse than believed, entrepreneur says]. ''SFGate''. 2015-08-23.</ref> | |||
Pada bulan | Pada bulan September dan Oktober 2016, The Ocean Cleanup meluncurkan ''Aerial Expedition'', di mana [[Lockheed C-130 Hercules|Pesawat Hercules C-130]] melakukan serangkaian [[survei udara]] pertama ke memetakan Tambalan Sampah Pasifik Besar. Tujuannya secara khusus untuk menghitung jumlah sampah dengan ukuran besar, termasuk [[jaring hantu]] di tambalan.<ref>[https://newatlas.com/ocean-cleanup-aerial-expedition/45746/ Great Pacific Garbage Patch more awash with waste than expected]. ''New Atlas''. October 4, 2016.</ref> Slat menyatakan bahwa kru melihat lebih banyak puing dari yang diperkirakan.<ref>Oliver Milman. [https://www.theguardian.com/environment/2016/oct/04/great-pacific-garbage-patch-ocean-plastic-trash 'Great Pacific garbage patch' far bigger than imagined, aerial survey shows]. ''The Guardian''. 2016-10-04.</ref> | ||
Proyek tersebut merilis sebuah aplikasi bernama "The Ocean Cleanup Survey App", yang memungkinkan orang lain mensurvei lautan untuk mencari plastik, dan melaporkan pengamatan mereka ke The Ocean Cleanup.<ref>[https://play.google.com/store/apps/details?id=com.theoceancleanup.surveyapp The Ocean Cleanup Survey App – Apps on Google Play]. ''play.google.com''.</ref> | |||
Proyek tersebut merilis sebuah aplikasi bernama "The Ocean Cleanup Survey App", yang memungkinkan orang lain mensurvei lautan untuk mencari plastik, dan melaporkan pengamatan mereka ke The Ocean Cleanup. | |||
=== Temuan khusus === | === Temuan khusus === | ||
Pada bulan Februari 2015, tim peneliti menerbitkan sebuah studi di ''[[Biogeosciences]]'' tentang distribusi vertikal plastik, berdasarkan sampel yang dikumpulkan di [[Gyre Atlantik Utara]]. Mereka menemukan bahwa konsentrasi plastik berkurang [[Distribusi eksponensial|secara eksponensial]] dengan kedalaman, dengan konsentrasi tertinggi di permukaan, dan mendekati nol hanya beberapa meter lebih dalam. Makalah tindak lanjut diterbitkan di ''[[Laporan Ilmiah]]'' pada bulan Oktober 2016. | Pada bulan Februari 2015, tim peneliti menerbitkan sebuah studi di ''[[Biogeosciences]]'' tentang distribusi vertikal plastik, berdasarkan sampel yang dikumpulkan di [[Gyre Atlantik Utara]]. Mereka menemukan bahwa konsentrasi plastik berkurang [[Distribusi eksponensial|secara eksponensial]] dengan kedalaman, dengan konsentrasi tertinggi di permukaan, dan mendekati nol hanya beberapa meter lebih dalam.<ref>Kevin Loria. [https://www.businessinsider.com/boyan-slat-ocean-cleanup-launch-into-pacific-on-september-8-2018-7 A 24-year-old is going ahead with a controversial plan to trap plastic floating in the Great Pacific Garbage Patch. Some experts are worried]. ''Business Insider''. Sep 7, 2018.</ref><ref>J. Reisser. ''The vertical distribution of buoyant plastics at sea: an observational study in the North Atlantic Gyre''. ''Biogeosciences''. 2015-02-26. Vol. 12 (4). hlm. 1249–1256. doi:10.5194/bg-12-1249-2015.</ref> Makalah tindak lanjut diterbitkan di ''[[Laporan Ilmiah]]'' pada bulan Oktober 2016.<ref>Merel Kooi. ''The effect of particle properties on the depth profile of buoyant plastics in the ocean''. ''Scientific Reports''. 2016-10-10. Vol. 6 (1). hlm. 33882. doi:10.1038/srep33882.</ref> | ||
Pada Juni 2017, para peneliti menerbitkan sebuah makalah di ''[[Nature Communications]]'', dengan model input plastik sungai ke laut. Model mereka memperkirakan bahwa antara 1,15 dan 2,41 juta metrik ton plastik masuk ke lautan dunia setiap tahun, dengan 86% berasal dari sungai-sungai di Asia. | Pada Juni 2017, para peneliti menerbitkan sebuah makalah di ''[[Nature Communications]]'', dengan model input plastik sungai ke laut. Model mereka memperkirakan bahwa antara 1,15 dan 2,41 juta metrik ton plastik masuk ke lautan dunia setiap tahun, dengan 86% berasal dari sungai-sungai di Asia.<ref>Laurent C. M. Lebreton. ''River plastic emissions to the world's oceans''. ''Nature Communications''. 2017-06-07. Vol. 8. hlm. 15611. doi:10.1038/ncomms15611.</ref><ref>Robby Berman. [https://bigthink.com/robby-berman/where-is-the-plastic-in-the-ocean-coming-from-try-asia Where Is the Plastic in the Ocean Coming From? Try Asia]. ''Big Think''. June 17, 2017.</ref> | ||
Pada bulan Desember 2017, Cleanup menerbitkan makalah di ''[[Environmental Science & Technology]]'' tentang polutan dalam plastik laut, berdasarkan data dari ''Ekspedisi Mega''. Mereka menemukan bahwa 84% dari sampel plastik mereka memiliki setidaknya satu [[polutan organik persisten]] di dalamnya yang melebihi tingkat aman. Selain itu, mereka menemukan plastik 180 kali lebih banyak daripada biomassa alami di permukaan Great Pacific Garbage Patch. | Pada bulan Desember 2017, Cleanup menerbitkan makalah di ''[[Environmental Science & Technology]]'' tentang polutan dalam plastik laut, berdasarkan data dari ''Ekspedisi Mega''. Mereka menemukan bahwa 84% dari sampel plastik mereka memiliki setidaknya satu [[polutan organik persisten]] di dalamnya yang melebihi tingkat aman. Selain itu, mereka menemukan plastik 180 kali lebih banyak daripada biomassa alami di permukaan Great Pacific Garbage Patch.<ref>Qiqing Chen. ''Pollutants in Plastics within the North Pacific Subtropical Gyre''. ''Environmental Science & Technology''. 2017-12-21. Vol. 52 (2). hlm. 446–456. doi:10.1021/acs.est.7b04682.</ref> | ||
Pada 22 Maret 2018, The Ocean Cleanup menerbitkan sebuah makalah di Laporan Ilmiah, merangkum temuan gabungan dari Ekspedisi Mega dan Udara. Mereka memperkirakan bahwa jalur sampah tersebut mengandung 1,8 triliun keping plastik terapung, dengan total berat 79.000 metrik ton. [[Mikroplastik]] (< 0,5 cm) membentuk 94% dari potongan, terhitung 8% dari massa. Studi tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di tambalan meningkat secara meningkat secara eksponensial sejak tahun 1970. | Pada 22 Maret 2018, The Ocean Cleanup menerbitkan sebuah makalah di Laporan Ilmiah, merangkum temuan gabungan dari Ekspedisi Mega dan Udara. Mereka memperkirakan bahwa jalur sampah tersebut mengandung 1,8 triliun keping plastik terapung, dengan total berat 79.000 metrik ton. [[Mikroplastik]] (< 0,5 cm) membentuk 94% dari potongan, terhitung 8% dari massa. Studi tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di tambalan meningkat secara meningkat secara eksponensial sejak tahun 1970.<ref>L. Lebreton. ''Evidence that the Great Pacific Garbage Patch is rapidly accumulating plastic''. ''Scientific Reports''. 2018-03-22. Vol. 8 (1). hlm. 4666. doi:10.1038/s41598-018-22939-w.</ref> | ||
Pada September 2019, cleanup menerbitkan sebuah makalah di Laporan Ilmiah yang menjelaskan mengapa emisi ke lautan lebih tinggi daripada puing-puing yang terakumulasi di lapisan permukaan lautan. Mereka berpendapat bahwa dinamika sirkulasi puing-puing dapat memberikan penjelasan untuk plastik yang hilang ini dan menyarankan bahwa ada waktu yang signifikan antara emisi awal dan akumulasi lepas pantai. Studi tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik saat ini sebagian besar merupakan hasil dari degradasi plastik yang diproduksi pada tahun 1990-an atau sebelumnya. | Pada September 2019, cleanup menerbitkan sebuah makalah di Laporan Ilmiah yang menjelaskan mengapa emisi ke lautan lebih tinggi daripada puing-puing yang terakumulasi di lapisan permukaan lautan. Mereka berpendapat bahwa dinamika sirkulasi puing-puing dapat memberikan penjelasan untuk plastik yang hilang ini dan menyarankan bahwa ada waktu yang signifikan antara emisi awal dan akumulasi lepas pantai. Studi tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik saat ini sebagian besar merupakan hasil dari degradasi plastik yang diproduksi pada tahun 1990-an atau sebelumnya.<ref>Laurent Lebreton. ''A global mass budget for positively buoyant macroplastic debris in the ocean''. ''Scientific Reports''. September 12, 2019. Vol. 9 (1). hlm. 12922. doi:10.1038/s41598-019-49413-5.</ref> | ||
Pada Oktober 2019, ketika penelitian mengungkapkan sebagian besar [[polusi plastik laut]] berasal dari kapal kargo Tiongkok, seorang juru bicara dari The Ocean Cleanup berkata: "Semua orang berbicara tentang menyelamatkan lautan dengan berhenti menggunakan kantong plastik, sedotan, dan kemasan sekali pakai. Itu penting, tetapi ketika kita pergi ke laut, itu belum tentu yang kita temukan." | Pada Oktober 2019, ketika penelitian mengungkapkan sebagian besar [[polusi plastik laut]] berasal dari kapal kargo Tiongkok,<ref>Peter G. Ryan. ''Rapid increase in Asian bottles in the South Atlantic Ocean indicates major debris inputs from ships''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. September 25, 2019. Vol. 116 (42). hlm. 20892–20897. doi:10.1073/pnas.1909816116.</ref> seorang juru bicara dari The Ocean Cleanup berkata: "Semua orang berbicara tentang menyelamatkan lautan dengan berhenti menggunakan kantong plastik, sedotan, dan kemasan sekali pakai. Itu penting, tetapi ketika kita pergi ke laut, itu belum tentu yang kita temukan."<ref>[https://www.afp.com/en/news/826/ocean-plastic-waste-probably-comes-ships-report-says-doc-1kv8e91 Ocean plastic waste probably comes from ships, report says]. ''AFP.com''. 16 January 2012.</ref> | ||
Pada Mei 2020, The Ocean merilis sebuah makalah dalam Laporan Ilmiah yang menunjukkan bahwa sebagian plastik di permukaan ''Great Pacific Garbage Patch'' terurai menjadi mikroplastik dan tenggelam ke laut dalam. Sebagian besar puing masih ditemukan di permukaan, dengan 90% di 5 meter pertama. | Pada Mei 2020, The Ocean merilis sebuah makalah dalam Laporan Ilmiah yang menunjukkan bahwa sebagian plastik di permukaan ''Great Pacific Garbage Patch'' terurai menjadi mikroplastik dan tenggelam ke laut dalam. Sebagian besar puing masih ditemukan di permukaan, dengan 90% di 5 meter pertama.<ref>Matthias Egger. ''First evidence of plastic fallout from the North Pacific Garbage Patch''. ''Scientific Reports''. May 6, 2020. Vol. 10 (1). hlm. 7495. doi:10.1038/s41598-020-64465-8.</ref> | ||
==Penghargaan== | ==Penghargaan== | ||
Proyek dan pendirinya telah dikenal di banyak forum. | Proyek dan pendirinya telah dikenal di banyak forum. | ||
* 2014 [[Champions of the Earth|Champion of the Earth]] – The [[United Nations Environment Programme]]. | * 2014 [[Champions of the Earth|Champion of the Earth]] – The [[United Nations Environment Programme]].<ref>[http://web.unep.org/champions/laureates/2014/boyan-slatSlat Boyan Slat Founder – The Ocean Cleanup 2014 Champion of the Earth – Inspiration and Action] , web.unep.org. Retrieved 2015-10-29.</ref> | ||
* Salah satu dari 20 Pengusaha Muda Paling Menjanjikan di Seluruh Dunia – Intel EYE50. | * Salah satu dari 20 Pengusaha Muda Paling Menjanjikan di Seluruh Dunia – Intel EYE50.<ref>[http://www.c2montreal.com/press-releases/c2-mtl-intel-reveal-top-20-finalists-eye50-search-worlds-best-young-innovators/ C2-MTL and Intel Reveal Top 20 Finalists] , C2Montreal.com. Retrieved 2015-10-29.</ref> | ||
* 2015 Maritime Young Entrepreneur Award. | * 2015 Maritime Young Entrepreneur Award. | ||
* Pada 2015, Array dinobatkan sebagai London [[Design Museum]] Design of the Year. | * Pada 2015, Array dinobatkan sebagai London [[Design Museum]] Design of the Year.<ref>[http://www.mynewsdesk.com/norshipping/pressreleases/winners-announced-for-three-nor-shipping-2015-awards-1170701 Winners announced for three Nor-Shipping 2015 Awards] Mynewsdesk.com. Retrieved 2015-10-29.</ref><ref>[https://designmuseum.org/exhibitions/designs-of-the-year-2015 Designs of the Year 2015] , Designmuseum.org. Retrieved 2015-10-29.</ref> | ||
* 2015 [[INDEX: Award]]. | * 2015 [[INDEX: Award]].<ref>[https://designtoimprovelife.dk/the-ocean-cleanup-array-index-award-2015-winner-community-category/ The Ocean Cleanup Array – Index: Award 2015 Winner (Community Category) – Index: Design to Improve Life®]. ''INDEX: Design to Improve Life®''. 2015-08-27.</ref> | ||
* 2015 Fast Company Innovation By Design Award dalam kategori Barang Sosial | * 2015 Fast Company Innovation By Design Award dalam kategori Barang Sosial<ref>[http://www.fastcodesign.com/3049911/innovation-by-design/the-2015-innovation-by-design-awards-winners-social-good The 2015 Innovation By Design Awards Winners: Social Good] Fastcodesign.com retrieved 2015-11-17</ref> | ||
* 2015 100 Global Thinkers 0 ''[[Foreign Policy]]''. | * 2015 100 Global Thinkers 0 ''[[Foreign Policy]]''.<ref>[https://2015globalthinkers.foreignpolicy.com/ The Leading Global Thinkers of 2015]. ''Foreign Policy''.</ref> | ||
* 2016 Katerva award. | * 2016 Katerva award.<ref>[http://inhabitat.com/plastic-scooping-ocean-cleanup-project-wins-prestigious-katerva-award/ Plastic-scooping Ocean Cleanup project wins prestigious Katerva Award].</ref> | ||
* 2017 Norwegian Shipowners' Association's [[Thor Heyerdahl]] award. | * 2017 Norwegian Shipowners' Association's [[Thor Heyerdahl]] award.<ref>[http://nor-shipping.com/press-release-winner-heyerdahl-award-2017/ Press release: Winner of the Heyerdahl Award 2017 – Nor-Shipping]. ''Nor-Shipping''. 2017-05-31.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | * | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | |||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The+Ocean+Cleanup&oldid=28649619 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28649619 (2025-12-01T15:01:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.17
The Ocean Cleanup adalah organisasi nirlaba rekayasa lingkungan yang berbasis di Belanda, yang mengembangkan teknologi untuk mengekstraksi polusi plastik dari lautan dan mencegatnya di sungai sebelum dapat mencapai laut. Setelah pengujian awal dan pembuatan prototipe di Laut Utara, Cleanup menerapkan prototipe skala penuh pertama mereka di Pusat Sampah Pasifik Besar. Namun mengalami kesulitan setelah dua bulan dan ditarik ke Hawaii untuk diperiksa dan diperbaiki. Pada Juni 2019, sistem prototipe kedua mulai digunakan.[1] Cleanup juga menerapkan teknologi rekayasa sungai bernama Interceptor, di dua lokasi pada 2019. Cleanup mengumumkan proyek tersebut ke publik pada Oktober 2019. Selanjut alat yang sama dininstall pada 2020.[2] Pada tahun 2021, mereka mengumumkan bahwa pengujian prototipe Sistem 002 berhasil.[3] Pada tahun 2022, Interceptor Original pertama yang digunakan di Amerika Serikat dipasang di Ballona Creek dekat Los Angeles, California.[4]
Organisasi ini melakukan penelitian ilmiah tentang polusi plastik di lautan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2013 oleh Boyan Slat, seorang penemu kelahiran Belanda-pengusaha dari Kroasia dan asal Belanda[5][6] yang menjabat sebagai CEO-nya. Cleanup telah melakukan dua ekspedisi ke North Pacific Gyre, Ekspedisi Mega dan Ekspedisi Udara, dan terus menerbitkan karya ilmiah.[7][8][9][10] Sistem samudra mereka terdiri dari penghalang terapung di permukaan air di pilin samudra, yang mengumpulkan puing-puing di laut saat sistem didorong oleh angin, ombak, dan arus, dan diperlambat dengan jangkar laut.[11] The project aims to launch a total of 60 such systems, and they predict this capability could clean up 50% of the debris in the Great Pacific Garbage Patch in five years from full scale deployment.[12][13]
Pada akhir Oktober 2019, organisasi ini mengumumkan inisiatif baru, Interceptor, yang bertujuan untuk secara signifikan mengurangi jumlah plastik yang mengalir ke lautan dari sungai, Slat menjelaskan bagaimana "1% sungai bertanggung jawab atas 80% polusi di lautan dunia".[14][15][16]
Sejarah
Boyan Slat mengusulkan proyek pembersihan dan sistem pendukung pada tahun 2012. Pada bulan Oktober, Slat menguraikan proyek tersebut dalam TED-talk. Desain awal terdiri dari penghalang terapung yang panjang yang dipasang di dasar laut, dipasang ke platform pusat berbentuk seperti manta ray untuk stabilitas. Penghalang akan mengarahkan plastik yang mengapung ke platform pusat, yang akan menghilangkan plastik dari air. Slat tidak menentukan dimensi sistem ini dalam pembicaraan.[17]
Pada tahun 2014, desain direvisi, menggantikan platform pusat dengan menara yang terlepas dari penghalang apung. Platform ini akan mengumpulkan plastik menggunakan conveyor belt. Penghalang apung diusulkan sepanjang 100 km. The Ocean juga melakukan dan menerbitkan studi kelayakan mereka.[18] Pada tahun 2015, desain ini memenangkan London Design Museum Design of the Year,[19][20] and the INDEX: Award.[21][22]
Pada 2015, model skala pengujian dilakukan di lingkungan yang terkendali.[23] Pengujian dilakukan di kolam ombak di Deltares dan MARIN. Tujuannya adalah untuk menguji dinamika dan beban penghalang, ketika terkena arus dan gelombang, dan untuk mengumpulkan data untuk pemodelan komputasi lanjutan.[24]
Segmen 100 meter menjalani tes di Laut Utara, lepas pantai Belanda pada musim panas 2016.[25][26] Tujuannya adalah untuk menguji ketahanan material yang dipilih dan hubungan antar elemen. Pengujian menunjukkan bahwa boom penahanan oli konvensional tidak dapat bertahan di lingkungan keras yang akan dihadapi sistem. Mereka mengubah material floater menjadi pipa HDPE berdinding keras, yang cukup fleksibel untuk mengikuti gelombang, dan cukup kaku untuk mempertahankan bentuk U terbuka. Lebih banyak prototipe dikerahkan untuk menguji daya tahan komponen.[27]
Pada 11 Mei 2017, The Ocean Cleanup mengumumkan perubahan desain baru dan rencana mereka untuk menguji sistem drifting baru mereka di Pasifik Utara pada tahun 2017.[28]
Desain
Ocean system
Desain Jenny terbaru menggunakan struktur yang ditarik dan mengambang. Struktur berfungsi sebagai boom penahanan. Layar permeabel di bawah pelampung menangkap serpihan sampah di bawah permukaan air.[29] Layar dengan ukuran menjadi penghalang dan menambahkan propulsi aktif untuk memungkinkan sistem beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi. Kapal berawak menarik penghalang berbentuk U melalui air dengan kecepatan 1,5 knot. Kapal juga dapat dikemudikan ke daerah dengan kepadatan sampah yang lebih tinggi.[30] Pada Juli 2022, sistem terapung telah menangkap 100.000 kg plastik dari Great Pacific Garbage Patch.[31]
River system
Interceptor adalah sistem otomatis bertenaga surya yang dirancang untuk menangkap dan mengekstrak sampah dari sungai. Sistem ini mengikuti aliran air yang dioptimalkan, penghalang sampah menuju bukaan Interceptor ke sabuk konveyor, kemudian mengirimkan sampah ke panampung sampah. Panampung menyimpan sampah secara merata ke enam tempat sampah menggunakan sensor. Saat tempat sampah hampir penuh, operator lokal diberi tahu melalui pesan otomatis, yang kemudian mengosongkannya dan mengirimkan sampah ke fasilitas pengelolaan sampah setempat. Proyek Interceptor mirip dengan proyek lokal berskala lebih kecil bernama Mr. Trash Wheel dikembangkan di Pelabuhan Baltimore Maryland. Pada tahun 2021, The Ocean Cleanup mengumumkan bahwa mereka memperluas portofolio teknologi Interceptor agar dapat mengatasi sungai yang lebih luas.[32][33]
Penelitian
Ekspedisi laut
Pada bulan Agustus 2015, The Ocean Cleanup melakukan Ekspedisi Mega, di mana armada sekitar 30 kapal, termasuk kapal utama R/V Ocean Starr , melintasi Tambalan Sampah Pasifik Besar (jalur masif sampah pasifik) dan memetakan area seluas 3,5 juta kilometer persegi. Ekspedisi mengumpulkan data tentang ukuran, konsentrasi, dan berat total plastik di jalur sampah itu. Menurut organisasi tersebut, ekspedisi ini mengumpulkan lebih banyak data tentang polusi plastik di lautan daripada gabungan penelitian 40 tahun terakhir.[34][35]
Pada bulan September dan Oktober 2016, The Ocean Cleanup meluncurkan Aerial Expedition, di mana Pesawat Hercules C-130 melakukan serangkaian survei udara pertama ke memetakan Tambalan Sampah Pasifik Besar. Tujuannya secara khusus untuk menghitung jumlah sampah dengan ukuran besar, termasuk jaring hantu di tambalan.[36] Slat menyatakan bahwa kru melihat lebih banyak puing dari yang diperkirakan.[37]
Proyek tersebut merilis sebuah aplikasi bernama "The Ocean Cleanup Survey App", yang memungkinkan orang lain mensurvei lautan untuk mencari plastik, dan melaporkan pengamatan mereka ke The Ocean Cleanup.[38]
Temuan khusus
Pada bulan Februari 2015, tim peneliti menerbitkan sebuah studi di Biogeosciences tentang distribusi vertikal plastik, berdasarkan sampel yang dikumpulkan di Gyre Atlantik Utara. Mereka menemukan bahwa konsentrasi plastik berkurang secara eksponensial dengan kedalaman, dengan konsentrasi tertinggi di permukaan, dan mendekati nol hanya beberapa meter lebih dalam.[39][40] Makalah tindak lanjut diterbitkan di Laporan Ilmiah pada bulan Oktober 2016.[41]
Pada Juni 2017, para peneliti menerbitkan sebuah makalah di Nature Communications, dengan model input plastik sungai ke laut. Model mereka memperkirakan bahwa antara 1,15 dan 2,41 juta metrik ton plastik masuk ke lautan dunia setiap tahun, dengan 86% berasal dari sungai-sungai di Asia.[42][43]
Pada bulan Desember 2017, Cleanup menerbitkan makalah di Environmental Science & Technology tentang polutan dalam plastik laut, berdasarkan data dari Ekspedisi Mega. Mereka menemukan bahwa 84% dari sampel plastik mereka memiliki setidaknya satu polutan organik persisten di dalamnya yang melebihi tingkat aman. Selain itu, mereka menemukan plastik 180 kali lebih banyak daripada biomassa alami di permukaan Great Pacific Garbage Patch.[44]
Pada 22 Maret 2018, The Ocean Cleanup menerbitkan sebuah makalah di Laporan Ilmiah, merangkum temuan gabungan dari Ekspedisi Mega dan Udara. Mereka memperkirakan bahwa jalur sampah tersebut mengandung 1,8 triliun keping plastik terapung, dengan total berat 79.000 metrik ton. Mikroplastik (< 0,5 cm) membentuk 94% dari potongan, terhitung 8% dari massa. Studi tersebut menunjukkan bahwa jumlah plastik di tambalan meningkat secara meningkat secara eksponensial sejak tahun 1970.[45]
Pada September 2019, cleanup menerbitkan sebuah makalah di Laporan Ilmiah yang menjelaskan mengapa emisi ke lautan lebih tinggi daripada puing-puing yang terakumulasi di lapisan permukaan lautan. Mereka berpendapat bahwa dinamika sirkulasi puing-puing dapat memberikan penjelasan untuk plastik yang hilang ini dan menyarankan bahwa ada waktu yang signifikan antara emisi awal dan akumulasi lepas pantai. Studi tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik saat ini sebagian besar merupakan hasil dari degradasi plastik yang diproduksi pada tahun 1990-an atau sebelumnya.[46]
Pada Oktober 2019, ketika penelitian mengungkapkan sebagian besar polusi plastik laut berasal dari kapal kargo Tiongkok,[47] seorang juru bicara dari The Ocean Cleanup berkata: "Semua orang berbicara tentang menyelamatkan lautan dengan berhenti menggunakan kantong plastik, sedotan, dan kemasan sekali pakai. Itu penting, tetapi ketika kita pergi ke laut, itu belum tentu yang kita temukan."[48]
Pada Mei 2020, The Ocean merilis sebuah makalah dalam Laporan Ilmiah yang menunjukkan bahwa sebagian plastik di permukaan Great Pacific Garbage Patch terurai menjadi mikroplastik dan tenggelam ke laut dalam. Sebagian besar puing masih ditemukan di permukaan, dengan 90% di 5 meter pertama.[49]
Penghargaan
Proyek dan pendirinya telah dikenal di banyak forum.
- 2014 Champion of the Earth – The United Nations Environment Programme.[50]
- Salah satu dari 20 Pengusaha Muda Paling Menjanjikan di Seluruh Dunia – Intel EYE50.[51]
- 2015 Maritime Young Entrepreneur Award.
- Pada 2015, Array dinobatkan sebagai London Design Museum Design of the Year.[52][53]
- 2015 INDEX: Award.[54]
- 2015 Fast Company Innovation By Design Award dalam kategori Barang Sosial[55]
- 2015 100 Global Thinkers 0 Foreign Policy.[56]
- 2016 Katerva award.[57]
- 2017 Norwegian Shipowners' Association's Thor Heyerdahl award.[58]
Lihat juga
Bacaan lanjutan
Pranala luar
Referensi
- ↑ Tackling the Great Pacific Garbage Patch with The Ocean Cleanup Project. AZoCleantech.com. March 10, 2020.
- ↑ The Ocean Cleanup Unveils River Vessel. The Maritime Executive.
- ↑ Li Cohen. Nearly 20,000 pounds of trash removed from one of the biggest accumulations of ocean plastic in the world. CBS News. 2021-10-16.
- ↑ Interceptor for LA County. www.theoceancleanup.com.
- ↑ Hrvat Koji Čisti Oceane – Moj tata živi u Istri, a ja sam s ušteđevinom od 200 € ostvario san. jutarnji.hr.
- ↑ Nizozemac hrvatskog podrijetla izumio sustav koji elimira plastični otpad iz mora. www.monitor.hr.
- ↑ The Ocean Cleanup. The Ocean Cleanup Launches Mega Expedition, Largest Research Expedition In History. www.prnewswire.com.
- ↑ jason. The Ocean Cleanup Aerial Expedition [All You Need To Know]. International Air Response. 2018-07-27.
- ↑ Qiqing Chen. Pollutants in Plastics within the North Pacific Subtropical Gyre. Environmental Science & Technology. November 2017. Vol. 52 (2). hlm. 446–456. doi:10.1021/acs.est.7b04682.
- ↑ L. Lebreton. Evidence that the Great Pacific Garbage Patch is rapidly accumulating plastic. Scientific Reports. March 2018. Vol. 8 (1). hlm. 4666. doi:10.1038/s41598-018-22939-w.
- ↑ Into the Twilight Zone. The Ocean Cleanup. 2019-08-16.
- ↑ Hannah Summers. Scientists get ready to begin Great Pacific Garbage Patch cleanup. The Guardian. 2018-09-08.
- ↑ CNET. The Ocean Cleanup launches to the Great Pacific Garbage Patch. 2018-09-10.
- ↑ Dutch foundation launches project to tackle river plastic pollution. news.yahoo.com. 2019-10-26.
- ↑ Rivers The Interceptor, Explained The Ocean Cleanup.
- ↑ Boyan Slat talks up his latest invention, The Interceptor.
- ↑ How the oceans can clean themselves: Boyan Slat at Delft. 2012-10-24.
- ↑ The Ocean Cleanup (2014, June 3). Feasibility Study Published https://theoceancleanup.com/updates/feasibility-study-published/
- ↑ Winners announced for three Nor-Shipping 2015 Awards Mynewsdesk.com. Retrieved 2015-10-29.
- ↑ Designs of the Year 2015 , Designmuseum.org. Retrieved 2015-10-29.
- ↑ Ocean cleaner wins top Danish design award. GlobalPost.com. 2015-08-27.
- ↑ The Ocean Cleanup Array – Index: Award 2015 Winner (Community Category) – Index: Design to Improve Life®. INDEX: Design to Improve Life®. 2015-08-27.
- ↑ Can this project clean up millions of tons of ocean plastic?. PBS NewsHour. 2016-08-14.
- ↑ Ocean Cleanup enters new stage with model experiments in test basins of Marin and Deltares, the Netherlands. Dutch Water Sector. November 23, 2015.
- ↑ Can this project clean up millions of tons of ocean plastic?. PBS NewsHour. 2016-08-14.
- ↑ Peter Kotecki. The massive plastic-cleaning device a 25-year-old invented is finally catching some trash in the Great Pacific Garbage Patch. Take a look at its journey. Business Insider. Sep 13, 2019.
- ↑ Ocean Cleanup's fully re-engineered plastic recovery prototype nears completion. Dutch Water Sector. February 21, 2018.
- ↑ Peter Kotecki. The massive plastic-cleaning device a 25-year-old invented is finally catching some trash in the Great Pacific Garbage Patch. Take a look at its journey. Business Insider. Sep 13, 2019.
- ↑ Nick Lavars. Ocean Cleanup's biggest system sweeps into Great Pacific Garbage Patch. New Atlas. 2021-08-13.
- ↑ Nick Lavars. Ocean Cleanup's biggest system sweeps into Great Pacific Garbage Patch. New Atlas. 2021-08-13.
- ↑ Today we reached an exciting milestone: over 100,000kg of plastic removed from the Great Pacific Garbage Patch. twitter.com.
- ↑ Hilde Verweij. Dutch foundation launches project to tackle river plastic pollution National Post. National Post. 2019-10-26.
- ↑ Expanding the Interceptor Family. The Ocean Cleanup. 31 December 2021.
- ↑ Mega Expedition , Theoceancleanup.com. Vittu mitä paskaa.
- ↑ Garbage 'patch' is much worse than believed, entrepreneur says. SFGate. 2015-08-23.
- ↑ Great Pacific Garbage Patch more awash with waste than expected. New Atlas. October 4, 2016.
- ↑ Oliver Milman. 'Great Pacific garbage patch' far bigger than imagined, aerial survey shows. The Guardian. 2016-10-04.
- ↑ The Ocean Cleanup Survey App – Apps on Google Play. play.google.com.
- ↑ Kevin Loria. A 24-year-old is going ahead with a controversial plan to trap plastic floating in the Great Pacific Garbage Patch. Some experts are worried. Business Insider. Sep 7, 2018.
- ↑ J. Reisser. The vertical distribution of buoyant plastics at sea: an observational study in the North Atlantic Gyre. Biogeosciences. 2015-02-26. Vol. 12 (4). hlm. 1249–1256. doi:10.5194/bg-12-1249-2015.
- ↑ Merel Kooi. The effect of particle properties on the depth profile of buoyant plastics in the ocean. Scientific Reports. 2016-10-10. Vol. 6 (1). hlm. 33882. doi:10.1038/srep33882.
- ↑ Laurent C. M. Lebreton. River plastic emissions to the world's oceans. Nature Communications. 2017-06-07. Vol. 8. hlm. 15611. doi:10.1038/ncomms15611.
- ↑ Robby Berman. Where Is the Plastic in the Ocean Coming From? Try Asia. Big Think. June 17, 2017.
- ↑ Qiqing Chen. Pollutants in Plastics within the North Pacific Subtropical Gyre. Environmental Science & Technology. 2017-12-21. Vol. 52 (2). hlm. 446–456. doi:10.1021/acs.est.7b04682.
- ↑ L. Lebreton. Evidence that the Great Pacific Garbage Patch is rapidly accumulating plastic. Scientific Reports. 2018-03-22. Vol. 8 (1). hlm. 4666. doi:10.1038/s41598-018-22939-w.
- ↑ Laurent Lebreton. A global mass budget for positively buoyant macroplastic debris in the ocean. Scientific Reports. September 12, 2019. Vol. 9 (1). hlm. 12922. doi:10.1038/s41598-019-49413-5.
- ↑ Peter G. Ryan. Rapid increase in Asian bottles in the South Atlantic Ocean indicates major debris inputs from ships. Proceedings of the National Academy of Sciences. September 25, 2019. Vol. 116 (42). hlm. 20892–20897. doi:10.1073/pnas.1909816116.
- ↑ Ocean plastic waste probably comes from ships, report says. AFP.com. 16 January 2012.
- ↑ Matthias Egger. First evidence of plastic fallout from the North Pacific Garbage Patch. Scientific Reports. May 6, 2020. Vol. 10 (1). hlm. 7495. doi:10.1038/s41598-020-64465-8.
- ↑ Boyan Slat Founder – The Ocean Cleanup 2014 Champion of the Earth – Inspiration and Action , web.unep.org. Retrieved 2015-10-29.
- ↑ C2-MTL and Intel Reveal Top 20 Finalists , C2Montreal.com. Retrieved 2015-10-29.
- ↑ Winners announced for three Nor-Shipping 2015 Awards Mynewsdesk.com. Retrieved 2015-10-29.
- ↑ Designs of the Year 2015 , Designmuseum.org. Retrieved 2015-10-29.
- ↑ The Ocean Cleanup Array – Index: Award 2015 Winner (Community Category) – Index: Design to Improve Life®. INDEX: Design to Improve Life®. 2015-08-27.
- ↑ The 2015 Innovation By Design Awards Winners: Social Good Fastcodesign.com retrieved 2015-11-17
- ↑ The Leading Global Thinkers of 2015. Foreign Policy.
- ↑ Plastic-scooping Ocean Cleanup project wins prestigious Katerva Award.
- ↑ Press release: Winner of the Heyerdahl Award 2017 – Nor-Shipping. Nor-Shipping. 2017-05-31.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28649619 (2025-12-01T15:01:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.