Lompat ke isi

Sitronelol: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29583630; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sitronelol''' atau '''dihidrogeraniol''' adalah mono[[terpenoid]] asiklik alami. Kedua [[enantiomer]] terdapat di alam. (+)-Sitronelol, yang ditemukan dalam [[minyak serai]] (termasuk dari [[serai wangi]] sebesar 50%), adalah isomer yang lebih umum. (−)-Sitronelol tersebar luas, tetapi sangat melimpah dalam [[minyak mawar]] (18–55%) dan [[geranium]] ''[[Pelargonium]]''.
[[File:Citronellol_enantiomers.svg|thumb|right|280px|Citronellol enantiomers]]
 
'''Sitronelol''' atau '''dihidrogeraniol''' adalah mono[[terpenoid]] asiklik alami. Kedua [[enantiomer]] terdapat di alam. (+)-Sitronelol, yang ditemukan dalam [[minyak serai]] (termasuk dari [[serai wangi]] sebesar 50%), adalah isomer yang lebih umum. (−)-Sitronelol tersebar luas, tetapi sangat melimpah dalam [[minyak mawar]] (18–55%) dan [[geranium]] ''[[Pelargonium]]''.<ref>J. Lawless. [https://archive.org/details/isbn_9780760717301 The Illustrated Encyclopedia of Essential Oils]. 1995. ISBN 978-1-85230-661-8.</ref>


==Preparasi==
==Preparasi==
Beberapa juta kilogram sitronelol diproduksi setiap tahun. Senyawa ini terutama diperoleh melalui [[hidrogenasi]] parsial [[geraniol]] atau [[nerol]] menggunakan katalis [[tembaga kromit]]. Hidrogenasi kedua ikatan C=C menggunakan katalis nikel menghasilkan tetrahidrogeraniol, wewangian komersial lainnya.
Beberapa juta kilogram sitronelol diproduksi setiap tahun. Senyawa ini terutama diperoleh melalui [[hidrogenasi]] parsial [[geraniol]] atau [[nerol]] menggunakan katalis [[tembaga kromit]].<ref>Charles S. Sell. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.</ref> Hidrogenasi kedua ikatan C=C menggunakan katalis nikel menghasilkan tetrahidrogeraniol, wewangian komersial lainnya.<ref>Johannes Panten. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2015. hlm. 1–55. doi:10.1002/14356007.t11_t01. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref>


Katalis homogen telah diteliti untuk produksi [[enantiomer]].
Katalis homogen telah diteliti untuk produksi [[enantiomer]].<ref>Robert H. Morris. ''The Handbook of Homogeneous Hydrogenation''. Wiley-VCH. 2007. ISBN 978-3-527-31161-3.</ref><ref>M. Ait Ali. [https://archive.org/details/sim_tetrahedron-asymmetry_1995-02_6_2/page/369 Catalytic Synthesis of (''R'')- and (''S'')-citronellol by homogeneous hydrogenation over amidophosphinephosphinite and diaminodiphosphine rhodium complexes]. ''Tetrahedron: Asymmetry''. 1995. Vol. 6 (2). hlm. 369. doi:10.1016/0957-4166(95)00015-H.</ref>


==Penggunaan==
==Penggunaan==
Sitronelol digunakan dalam parfum dan sebagai pewangi dalam produk pembersih. Dalam banyak penggunaan, salah satu [[enantiomer]] lebih disukai. Ini merupakan komponen minyak serai, suatu penolak serangga.
Sitronelol digunakan dalam parfum dan sebagai pewangi dalam produk pembersih. Dalam banyak penggunaan, salah satu [[enantiomer]] lebih disukai. Ini merupakan komponen minyak serai, suatu penolak serangga.<ref>Charles S. Sell. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.</ref>


Sitronelol digunakan sebagai bahan baku untuk produksi mawar oksida. Senyawa ini juga merupakan prekursor untuk banyak wewangian komersial dan potensial seperti sitronelol asetat, sitronelil oksiasetaldehida, sitronelil metil asetal, dan etil sitronelil oksalat.
Sitronelol digunakan sebagai bahan baku untuk produksi mawar oksida.<ref>Charles S. Sell. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.</ref><ref>Paul L. Alsters. ''"Dark" Singlet Oxygenation of β-Citronellol: A Key Step in the Manufacture of Rose Oxide''. ''Organic Process Research & Development''. 2010. Vol. 14. hlm. 259–262. doi:10.1021/op900076g.</ref> Senyawa ini juga merupakan prekursor untuk banyak wewangian komersial dan potensial seperti sitronelol asetat, sitronelil oksiasetaldehida, sitronelil metil asetal, dan etil sitronelil oksalat.<ref>Charles S. Sell. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.</ref>


==Kesehatan dan keselamatan==
==Kesehatan dan keselamatan==
FDA Amerika Serikat menganggap sitronelol sebagai "[[umumnya diakui aman]]" (GRAS) untuk penggunaan makanan. Sitronelol tunduk pada pembatasan penggunaannya dalam pembuatan parfum,  karena beberapa orang mungkin menjadi sensitif terhadapnya, tetapi tingkat sejauh mana sitronelol dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia masih diperdebatkan.
FDA Amerika Serikat menganggap sitronelol sebagai "[[umumnya diakui aman]]" (GRAS) untuk penggunaan makanan.<ref>[http://www.epa.gov/pesticides/biopesticides/ingredients/factsheets/factsheet_167004.htm Redirect]. ''epa.gov''.</ref> Sitronelol tunduk pada pembatasan penggunaannya dalam pembuatan parfum,<ref>[http://www.ifraorg.org/en-us/standards_restricted/s3/p3 Standards Restricted - IFRA International Fragrance Association].</ref> karena beberapa orang mungkin menjadi sensitif terhadapnya, tetapi tingkat sejauh mana sitronelol dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia masih diperdebatkan.<ref>[http://www.leffingwell.com/Cropwatch%20Claims%20Victory%20Over%2026%20Allergens.pdf Cropwatch Report April 2008].</ref><ref>[http://www2.mst.dk/common/Udgivramme/Frame.asp?pg=http://www2.mst.dk/udgiv/publications/2006/87-7052-278-2/html/kap07_eng.htm Survey and health assessment of chemical substances in massage oils]</ref>


Dalam hal keamanan kulit, sitronelol telah dievaluasi sebagai penolak serangga.
Dalam hal keamanan kulit, sitronelol telah dievaluasi sebagai penolak serangga.<ref>W. G. Taylor. [https://zenodo.org/record/1229253 Chiral-phase capillary gas chromatography and mosquito repellent activity of some oxazolidine derivatives of (+)- and (−)-citronellol]. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. 1985. Vol. 74 (5). hlm. 534–539. doi:10.1002/jps.2600740508.</ref>


==Lihat juga==
==Lihat juga==
Baris 23: Baris 25:
* [[Intoleransi parfum]] (alergi)
* [[Intoleransi parfum]] (alergi)


==Referensi==
== Referensi ==
 
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sitronelol&oldid=29583630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583630 (2026-08-15T15:34:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sitronelol&oldid=29583630 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29583630 (2026-08-15T15:34:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 03.59

Berkas:Citronellol enantiomers.svg
Citronellol enantiomers

Sitronelol atau dihidrogeraniol adalah monoterpenoid asiklik alami. Kedua enantiomer terdapat di alam. (+)-Sitronelol, yang ditemukan dalam minyak serai (termasuk dari serai wangi sebesar 50%), adalah isomer yang lebih umum. (−)-Sitronelol tersebar luas, tetapi sangat melimpah dalam minyak mawar (18–55%) dan geranium Pelargonium.[1]

Preparasi

Beberapa juta kilogram sitronelol diproduksi setiap tahun. Senyawa ini terutama diperoleh melalui hidrogenasi parsial geraniol atau nerol menggunakan katalis tembaga kromit.[2] Hidrogenasi kedua ikatan C=C menggunakan katalis nikel menghasilkan tetrahidrogeraniol, wewangian komersial lainnya.[3]

Katalis homogen telah diteliti untuk produksi enantiomer.[4][5]

Penggunaan

Sitronelol digunakan dalam parfum dan sebagai pewangi dalam produk pembersih. Dalam banyak penggunaan, salah satu enantiomer lebih disukai. Ini merupakan komponen minyak serai, suatu penolak serangga.[6]

Sitronelol digunakan sebagai bahan baku untuk produksi mawar oksida.[7][8] Senyawa ini juga merupakan prekursor untuk banyak wewangian komersial dan potensial seperti sitronelol asetat, sitronelil oksiasetaldehida, sitronelil metil asetal, dan etil sitronelil oksalat.[9]

Kesehatan dan keselamatan

FDA Amerika Serikat menganggap sitronelol sebagai "umumnya diakui aman" (GRAS) untuk penggunaan makanan.[10] Sitronelol tunduk pada pembatasan penggunaannya dalam pembuatan parfum,[11] karena beberapa orang mungkin menjadi sensitif terhadapnya, tetapi tingkat sejauh mana sitronelol dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia masih diperdebatkan.[12][13]

Dalam hal keamanan kulit, sitronelol telah dievaluasi sebagai penolak serangga.[14]

Lihat juga

Referensi

  1. J. Lawless. The Illustrated Encyclopedia of Essential Oils. 1995. ISBN 978-1-85230-661-8.
  2. Charles S. Sell. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.
  3. Johannes Panten. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2015. hlm. 1–55. doi:10.1002/14356007.t11_t01. ISBN 978-3-527-30673-2.
  4. Robert H. Morris. The Handbook of Homogeneous Hydrogenation. Wiley-VCH. 2007. ISBN 978-3-527-31161-3.
  5. M. Ait Ali. Catalytic Synthesis of (R)- and (S)-citronellol by homogeneous hydrogenation over amidophosphinephosphinite and diaminodiphosphine rhodium complexes. Tetrahedron: Asymmetry. 1995. Vol. 6 (2). hlm. 369. doi:10.1016/0957-4166(95)00015-H.
  6. Charles S. Sell. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.
  7. Charles S. Sell. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.
  8. Paul L. Alsters. "Dark" Singlet Oxygenation of β-Citronellol: A Key Step in the Manufacture of Rose Oxide. Organic Process Research & Development. 2010. Vol. 14. hlm. 259–262. doi:10.1021/op900076g.
  9. Charles S. Sell. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.
  10. Redirect. epa.gov.
  11. Standards Restricted - IFRA International Fragrance Association.
  12. Cropwatch Report April 2008.
  13. Survey and health assessment of chemical substances in massage oils
  14. W. G. Taylor. Chiral-phase capillary gas chromatography and mosquito repellent activity of some oxazolidine derivatives of (+)- and (−)-citronellol. Journal of Pharmaceutical Sciences. 1985. Vol. 74 (5). hlm. 534–539. doi:10.1002/jps.2600740508.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29583630 (2026-08-15T15:34:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.