Lompat ke isi

Kapal induk Jepang Chiyoda: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29449295; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
adalah sebuah [[kapal induk]] milik [[Angkatan Laut Kekaisaran Jepang]]. Ia sudah siap jalan pada tanggal 19 November 1937.
[[File:Japanese_seaplane_tender_Chiyoda_1938.jpg|thumb|right|280px|Japanese seaplane tender Chiyoda 1938]]
 
{|
 
|}
 
adalah sebuah [[kapal induk]] milik [[Angkatan Laut Kekaisaran Jepang]]. Ia sudah siap jalan pada tanggal 19 November 1937.


== Sebagai kapal induk pesawat laut ==
== Sebagai kapal induk pesawat laut ==
Chiyoda hampir selalu ada di mana pun kakaknya berada. Mulai sejak masa [[Perang Tiongkok-Jepang Kedua]] sampai dengan [[Pertempuran Midway]], mereka berdua selalu bertandem. Ia hanya dua kali tidak beroperasi bersama dengan Chitose. Pertama, pada saat invasi ke Hindia Belanda dan Papua Nugini (1942) karena ia masih harus menjalani latihan bersama di daratan utama. Kedua, pada saat operasi di Kepulauan Kiska di mana Chiyoda harus membantu Akitsushima. Setelah kekalahan di [[Midway]] yang menurunkan kekuatan tempur udara Kekaisaran Jepang di front Pasifik, Chitose dan Chiyoda mengalami konversi untuk menjadi kapal induk ringan.
Chiyoda hampir selalu ada di mana pun kakaknya berada. Mulai sejak masa [[Perang Tiongkok-Jepang Kedua]] sampai dengan [[Pertempuran Midway]], mereka berdua selalu bertandem. Ia hanya dua kali tidak beroperasi bersama dengan Chitose. Pertama, pada saat invasi ke Hindia Belanda dan Papua Nugini (1942) karena ia masih harus menjalani latihan bersama di daratan utama. Kedua, pada saat operasi di Kepulauan Kiska di mana Chiyoda harus membantu Akitsushima. Setelah kekalahan di [[Midway]] yang menurunkan kekuatan tempur udara Kekaisaran Jepang di front Pasifik, Chitose dan Chiyoda mengalami konversi untuk menjadi kapal induk ringan.<ref>[http://www.combinedfleet.com/Chiyoda_t.htm IJN Seaplane/Midget Submarine Carrier CHIYODA: Tabular Record of Movement]</ref>


== Sebagai kapal induk ringan ==
== Sebagai kapal induk ringan ==
Pada Maret 1944, setelah menjadi [[kapal induk ringan]], ''Chiyoda'' dan kakaknya berturut-turut dikirim ke [[Saipan]], [[Guam]], [[Palau]], [[Balikpapan]], dan [[Davao]] untuk menghadang pasukan Amerika di [[Asia Tenggara]]. ''Chiyoda'' juga ikut terlibat dalam mempertahankan [[Kepulauan Mariana]], dan juga dalam [[Pertempuran Laut Filipina]]. Pertempuran terakhirnya adalah pada peristiwa [[Pertempuran Teluk Leyte]], tepatnya di [[Tanjung Engano]], di mana ia tewas sedikit lebih terlambat daripada rekan-rekan sesama kapal induk dan juga [[Kapal induk Jepang Chitose|kakaknya]].
Pada Maret 1944, setelah menjadi [[kapal induk ringan]], ''Chiyoda'' dan kakaknya berturut-turut dikirim ke [[Saipan]], [[Guam]], [[Palau]], [[Balikpapan]], dan [[Davao]] untuk menghadang pasukan Amerika di [[Asia Tenggara]]. ''Chiyoda'' juga ikut terlibat dalam mempertahankan [[Kepulauan Mariana]], dan juga dalam [[Pertempuran Laut Filipina]]. Pertempuran terakhirnya adalah pada peristiwa [[Pertempuran Teluk Leyte]], tepatnya di [[Tanjung Engano]], di mana ia tewas sedikit lebih terlambat daripada rekan-rekan sesama kapal induk dan juga [[Kapal induk Jepang Chitose|kakaknya]].<ref>[http://www.combinedfleet.com/Chiyoda.htm IJN Chiyoda: Tabular Record of Movement]</ref>
 
Di saat semua rekannya di armada inti sudah tewas, termasuk  yang menjadi [[kapal bendera]] Armada Ozawa, hanya ''Chiyoda'' yang masih bisa hidup walaupun sudah tak bisa bergerak. memutuskan mundur dari pertempuran untuk bisa menyelamatkan ''Chiyoda'' dengan cara menariknya, tetapi terganggu oleh rentetan tembakan meriam kapal penjelajah dari Sekutu.  pun segera memerintahkan  untuk segera menyelamatkan para kru ''Chiyoda'', sembari menjadikan dirinya sendiri tameng. Namun, sampai tiga kali percobaan  tak dapat menyelamatkan satu pun kru ''Chiyoda'' karena gangguan dari para pesawat pembom di udara, kapal tempur Amerika di kejauhan, dan dari bawah laut (untuk spesialis anti-pesawat dan anti-kapal selam sepertinya, ini sangat membuatnya frustrasi). Sampai ketika Kapten Jo Eichiro memerintahkan  untuk meninggalkan ''Chiyoda'' sebagai umpan terakhir, barulah  menurut untuk menyusul semua kapal yang sudah terlebih dulu meninggalkan area pertempuran.
 
''Chiyoda'' dihabisi dengan tembakan dari empat kapal penjelajah , ,  dan  bersama sembilan kapal perusak, semuanya dibawah komando [[Laksamana Muda]] Laurence DuBose.
''Chiyoda'' merupakan satu-satunya kapal dari segala bangsa di dunia yang mencatat korban jiwa terbesar sepanjang sejarah pertempuran laut [[Perang Dunia 2]], yaitu sebanyak 1470 jiwa; dengan kata lain semua kru-nya tewas bersama dengan ''Chiyoda'' sampai titik darah terakhir ().
''Chiyoda'' dicoret dari daftar angkatan laut pada 20 Desember 1944.


== Catatan kaki ==
Di saat semua rekannya di armada inti sudah tewas, termasuk  yang menjadi [[kapal bendera]] Armada Ozawa, hanya ''Chiyoda'' yang masih bisa hidup walaupun sudah tak bisa bergerak.  memutuskan mundur dari pertempuran untuk bisa menyelamatkan ''Chiyoda'' dengan cara menariknya, tetapi terganggu oleh rentetan tembakan meriam kapal penjelajah dari Sekutu.  pun segera memerintahkan  untuk segera menyelamatkan para kru ''Chiyoda'', sembari menjadikan dirinya sendiri tameng. Namun, sampai tiga kali percobaan  tak dapat menyelamatkan satu pun kru ''Chiyoda'' karena gangguan dari para pesawat pembom di udara, kapal tempur Amerika di kejauhan, dan dari bawah laut (untuk spesialis anti-pesawat dan anti-kapal selam sepertinya, ini sangat membuatnya frustrasi). Sampai ketika Kapten Jo Eichiro memerintahkan  untuk meninggalkan ''Chiyoda'' sebagai umpan terakhir, barulah  menurut untuk menyusul semua kapal yang sudah terlebih dulu meninggalkan area pertempuran.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapal+induk+Jepang+Chiyoda&oldid=29449295 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Referensi ==
''Chiyoda'' dihabisi dengan tembakan dari empat kapal penjelajah , ,  dan <ref>[http://usssantafe.net/docs/the_leyte_operation.htm The Leyte Operation].</ref> bersama sembilan kapal perusak, semuanya dibawah komando [[Laksamana Muda]] Laurence DuBose.<ref>[http://www.combinedfleet.com/Chiyoda.htm IJN Chiyoda: Tabular Record of Movement]</ref><ref>Morison, Samuel Eliot (2007). ''The Two-Ocean War: A Short History of the United States Navy in the Second World War''. Naval Institute Press, hal. 465.</ref>
*
''Chiyoda'' merupakan satu-satunya kapal dari segala bangsa di dunia yang mencatat korban jiwa terbesar sepanjang sejarah pertempuran laut [[Perang Dunia 2]], yaitu sebanyak 1470 jiwa; dengan kata lain semua kru-nya tewas bersama dengan ''Chiyoda'' sampai titik darah terakhir ().<ref>Paul Willmont. [https://archive.org/details/battleofleytegul0000will The Battle of Leyte Gulf: The Last Fleet Action]. University of Indiana Press. 2005. ISBN 0253003512. hal. 200</ref>
*
''Chiyoda'' dicoret dari daftar angkatan laut pada 20 Desember 1944.<ref>[http://www.combinedfleet.com/Chiyoda.htm IJN Chiyoda: Tabular Record of Movement]</ref>
*
*
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.voodoo-world.cz/ww2car/ships/japan/cit_ciy.html Spesifikasi Chiyoda]
* [http://www.voodoo-world.cz/ww2car/ships/japan/cit_ciy.html Spesifikasi Chiyoda]
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapal+induk+Jepang+Chiyoda&oldid=29449295 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29449295 (2026-07-12T15:51:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapal+induk+Jepang+Chiyoda&oldid=29449295 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29449295 (2026-07-12T15:51:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.00

Berkas:Japanese seaplane tender Chiyoda 1938.jpg
Japanese seaplane tender Chiyoda 1938
adalah sebuah kapal induk milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Ia sudah siap jalan pada tanggal 19 November 1937.

Sebagai kapal induk pesawat laut

Chiyoda hampir selalu ada di mana pun kakaknya berada. Mulai sejak masa Perang Tiongkok-Jepang Kedua sampai dengan Pertempuran Midway, mereka berdua selalu bertandem. Ia hanya dua kali tidak beroperasi bersama dengan Chitose. Pertama, pada saat invasi ke Hindia Belanda dan Papua Nugini (1942) karena ia masih harus menjalani latihan bersama di daratan utama. Kedua, pada saat operasi di Kepulauan Kiska di mana Chiyoda harus membantu Akitsushima. Setelah kekalahan di Midway yang menurunkan kekuatan tempur udara Kekaisaran Jepang di front Pasifik, Chitose dan Chiyoda mengalami konversi untuk menjadi kapal induk ringan.[1]

Sebagai kapal induk ringan

Pada Maret 1944, setelah menjadi kapal induk ringan, Chiyoda dan kakaknya berturut-turut dikirim ke Saipan, Guam, Palau, Balikpapan, dan Davao untuk menghadang pasukan Amerika di Asia Tenggara. Chiyoda juga ikut terlibat dalam mempertahankan Kepulauan Mariana, dan juga dalam Pertempuran Laut Filipina. Pertempuran terakhirnya adalah pada peristiwa Pertempuran Teluk Leyte, tepatnya di Tanjung Engano, di mana ia tewas sedikit lebih terlambat daripada rekan-rekan sesama kapal induk dan juga kakaknya.[2]

Di saat semua rekannya di armada inti sudah tewas, termasuk yang menjadi kapal bendera Armada Ozawa, hanya Chiyoda yang masih bisa hidup walaupun sudah tak bisa bergerak. memutuskan mundur dari pertempuran untuk bisa menyelamatkan Chiyoda dengan cara menariknya, tetapi terganggu oleh rentetan tembakan meriam kapal penjelajah dari Sekutu. pun segera memerintahkan untuk segera menyelamatkan para kru Chiyoda, sembari menjadikan dirinya sendiri tameng. Namun, sampai tiga kali percobaan tak dapat menyelamatkan satu pun kru Chiyoda karena gangguan dari para pesawat pembom di udara, kapal tempur Amerika di kejauhan, dan dari bawah laut (untuk spesialis anti-pesawat dan anti-kapal selam sepertinya, ini sangat membuatnya frustrasi). Sampai ketika Kapten Jo Eichiro memerintahkan untuk meninggalkan Chiyoda sebagai umpan terakhir, barulah menurut untuk menyusul semua kapal yang sudah terlebih dulu meninggalkan area pertempuran.[3]

Chiyoda dihabisi dengan tembakan dari empat kapal penjelajah , , dan [4] bersama sembilan kapal perusak, semuanya dibawah komando Laksamana Muda Laurence DuBose.[5][6] Chiyoda merupakan satu-satunya kapal dari segala bangsa di dunia yang mencatat korban jiwa terbesar sepanjang sejarah pertempuran laut Perang Dunia 2, yaitu sebanyak 1470 jiwa; dengan kata lain semua kru-nya tewas bersama dengan Chiyoda sampai titik darah terakhir ().[7] Chiyoda dicoret dari daftar angkatan laut pada 20 Desember 1944.[8]

Pranala luar

Referensi

  1. IJN Seaplane/Midget Submarine Carrier CHIYODA: Tabular Record of Movement
  2. IJN Chiyoda: Tabular Record of Movement
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. The Leyte Operation.
  5. IJN Chiyoda: Tabular Record of Movement
  6. Morison, Samuel Eliot (2007). The Two-Ocean War: A Short History of the United States Navy in the Second World War. Naval Institute Press, hal. 465.
  7. Paul Willmont. The Battle of Leyte Gulf: The Last Fleet Action. University of Indiana Press. 2005. ISBN 0253003512. hal. 200
  8. IJN Chiyoda: Tabular Record of Movement

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29449295 (2026-07-12T15:51:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.