Lompat ke isi

Konservasi daerah aliran sungai: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27936865; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Konservasi Daerah Aliran Sungai''' atau '''Konservasi DAS''' adalah upaya-upaya pelestarian lingkungan yang didasari pada peran dan fungsi setiap wilayah dalam DAS, mencakup aspek perlindungan, pemeliharaan, dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ''konservasi'' berarti pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Sedangkan Daerah Aliran Sungai yang lebih sering disingkat sebagai DAS didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah atau kawasan yang dibatasi oleh punggung bukit yang berfungsi untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen, dan unsur hara, serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai hingga keluar pada satu titik (outlet) atau bermuara ke danau atau laut.
[[File:Divide.jpg|thumb|right|280px|Kesenjangan: Manusia dan Alam, hanya masalah waktu untuk perambahan. Bumi menghadapi tantangan besar: bagaimana melindungi alam kita untuk hari esok yang lebih baik. Populasi yang terus bertambah dan perambahan manusia mempercepat penghancuran alam ini]]
 
'''Konservasi Daerah Aliran Sungai''' atau '''Konservasi DAS''' adalah upaya-upaya pelestarian lingkungan yang didasari pada peran dan fungsi setiap wilayah dalam DAS, mencakup aspek perlindungan, pemeliharaan, dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan.<ref>[https://konservasidas.fkt.ugm.ac.id/2016/09/10/daerah-aliran-sungai/ Daerah Aliran Sungai – Konservasi DAS]. ''Konservasi DAS''. 2016-09-10.</ref> Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ''konservasi'' berarti pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian.<ref>Yusida Gloriani. [https://journal.uniku.ac.id/index.php/FON/article/view/717 KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA]. ''FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia''. 2017-10-28. Vol. 11 (2). doi:10.25134/fjpbsi.v11i2.717.</ref> Sedangkan Daerah Aliran Sungai yang lebih sering disingkat sebagai DAS didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah atau kawasan yang dibatasi oleh punggung bukit yang berfungsi untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen, dan unsur hara, serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai hingga keluar pada satu titik (outlet) atau bermuara ke danau atau laut.<ref>[https://konservasidas.fkt.ugm.ac.id/2016/09/10/daerah-aliran-sungai/ Daerah Aliran Sungai – Konservasi DAS]. ''Konservasi DAS''. 2016-09-10.</ref>


== Konservasi DAS di Indonesia ==
== Konservasi DAS di Indonesia ==
Isu air di Indonesia yang krusial sering kali diabaikan dalam perdebatan politik, padahal ketersediaan air bersih sangat dipengaruhi oleh sistem politik suatu negara. Depolitisasi isu air diharapkan dapat mengalihkan fokus dari kepentingan politik sesaat ke solusi berbasis bukti dan kebutuhan masyarakat untuk pengelolaan air yang berkelanjutan dan adil.
Isu air di Indonesia yang krusial sering kali diabaikan dalam perdebatan politik, padahal ketersediaan air bersih sangat dipengaruhi oleh sistem politik suatu negara. Depolitisasi isu air diharapkan dapat mengalihkan fokus dari kepentingan politik sesaat ke solusi berbasis bukti dan kebutuhan masyarakat untuk pengelolaan air yang berkelanjutan dan adil.<ref>Dias Prasongko. [https://greennetwork.id/opini/depolitisasi-isu-air-di-indonesia/ Depolitisasi Isu Air di Indonesia Green Network Asia - Indonesia]. ''Green Network Asia - Indonesia''. 2024-03-08.</ref><ref>[https://www.cifor-icraf.org/publications/downloads/Publications/PDFS/B16396.pdf Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai]. World Agroforestry Centre - ICRAF Asia Tenggara. 2009. ISBN 979-3198-45-3.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konservasi+daerah+aliran+sungai&oldid=27936865 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27936865 (2025-10-07T12:51:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konservasi+daerah+aliran+sungai&oldid=27936865 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27936865 (2025-10-07T12:51:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 30 Agustus 2026 04.16

Kesenjangan: Manusia dan Alam, hanya masalah waktu untuk perambahan. Bumi menghadapi tantangan besar: bagaimana melindungi alam kita untuk hari esok yang lebih baik. Populasi yang terus bertambah dan perambahan manusia mempercepat penghancuran alam ini

Konservasi Daerah Aliran Sungai atau Konservasi DAS adalah upaya-upaya pelestarian lingkungan yang didasari pada peran dan fungsi setiap wilayah dalam DAS, mencakup aspek perlindungan, pemeliharaan, dan pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konservasi berarti pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian.[2] Sedangkan Daerah Aliran Sungai yang lebih sering disingkat sebagai DAS didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah atau kawasan yang dibatasi oleh punggung bukit yang berfungsi untuk menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen, dan unsur hara, serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai hingga keluar pada satu titik (outlet) atau bermuara ke danau atau laut.[3]

Konservasi DAS di Indonesia

Isu air di Indonesia yang krusial sering kali diabaikan dalam perdebatan politik, padahal ketersediaan air bersih sangat dipengaruhi oleh sistem politik suatu negara. Depolitisasi isu air diharapkan dapat mengalihkan fokus dari kepentingan politik sesaat ke solusi berbasis bukti dan kebutuhan masyarakat untuk pengelolaan air yang berkelanjutan dan adil.[4][5]

Referensi

  1. Daerah Aliran Sungai – Konservasi DAS. Konservasi DAS. 2016-09-10.
  2. Yusida Gloriani. KONSERVASI DAN REVITALISASI BAHASA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA. FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 2017-10-28. Vol. 11 (2). doi:10.25134/fjpbsi.v11i2.717.
  3. Daerah Aliran Sungai – Konservasi DAS. Konservasi DAS. 2016-09-10.
  4. Dias Prasongko. Depolitisasi Isu Air di Indonesia Green Network Asia - Indonesia. Green Network Asia - Indonesia. 2024-03-08.
  5. Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. World Agroforestry Centre - ICRAF Asia Tenggara. 2009. ISBN 979-3198-45-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27936865 (2025-10-07T12:51:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.