Lompat ke isi

Turki: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29609056; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[File:Flag_of_Turkey.svg|thumb|right|280px|Flag of Turkey]]
'''Turki''' (), dengan nama resmi '''Republik Turki''' (), adalah sebuah negara [[Negara kesatuan|kesatuan]] dengan [[sistem presidensial]] di kawasan [[Eurasia]]. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung [[Anatolia]] di [[Asia Barat]], dengan bagian yang relatif kecil yang disebut [[Trakia Timur]] di [[Eropa Tenggara]]. Turki berbatasan dengan [[Laut Hitam]] di utara; [[Bulgaria]] di barat laut; [[Yunani]] dan [[Laut Aegea]] di barat; [[Georgia]] di timur laut; [[Armenia]], [[Iran]], dan wilayah eksklave [[Republik Otonom Nakhchivan|Nakhchivan]] ([[Azerbaijan]]) di timur; [[Irak]] di tenggara; serta [[Suriah]] dan [[Laut Tengah]] di selatan. [[Laut Marmara]] dan [[Selat Bosporus]] yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa Turki ([[Trakia Timur]]) dan Asia Turki ([[Anatolia|Semenanjung Anatolia]]), sehingga Turki dikenal sebagai [[negara lintas benua]] karena wilayahnya yang membentang di dua benua, yaitu [[Eropa]] dan [[Asia]].
'''Turki''' (), dengan nama resmi '''Republik Turki''' (), adalah sebuah negara [[Negara kesatuan|kesatuan]] dengan [[sistem presidensial]] di kawasan [[Eurasia]]. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung [[Anatolia]] di [[Asia Barat]], dengan bagian yang relatif kecil yang disebut [[Trakia Timur]] di [[Eropa Tenggara]]. Turki berbatasan dengan [[Laut Hitam]] di utara; [[Bulgaria]] di barat laut; [[Yunani]] dan [[Laut Aegea]] di barat; [[Georgia]] di timur laut; [[Armenia]], [[Iran]], dan wilayah eksklave [[Republik Otonom Nakhchivan|Nakhchivan]] ([[Azerbaijan]]) di timur; [[Irak]] di tenggara; serta [[Suriah]] dan [[Laut Tengah]] di selatan. [[Laut Marmara]] dan [[Selat Bosporus]] yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa Turki ([[Trakia Timur]]) dan Asia Turki ([[Anatolia|Semenanjung Anatolia]]), sehingga Turki dikenal sebagai [[negara lintas benua]] karena wilayahnya yang membentang di dua benua, yaitu [[Eropa]] dan [[Asia]].


Baris 5: Baris 7:
Ibu kota Turki berada di [[Ankara]] sedangkan kota terbesar di negara ini adalah [[Istanbul]] (atau [[Konstantinopel]]) yang dahulu menjadi ibukota dari Kekaisaran Bizantium dan Kesultanan [[Kesultanan Utsmaniyah|Utsmaniyah]]. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persimpangan dua benua, [[budaya Turki]] merupakan campuran [[budaya Timur]] dan [[Budaya Barat|Barat]] yang khas yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke [[Tiongkok]] dalam jalur darat di antara [[Rusia]] dan [[India]], Turki telah memperoleh kepentingan strategis yang bertambah pesat.
Ibu kota Turki berada di [[Ankara]] sedangkan kota terbesar di negara ini adalah [[Istanbul]] (atau [[Konstantinopel]]) yang dahulu menjadi ibukota dari Kekaisaran Bizantium dan Kesultanan [[Kesultanan Utsmaniyah|Utsmaniyah]]. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persimpangan dua benua, [[budaya Turki]] merupakan campuran [[budaya Timur]] dan [[Budaya Barat|Barat]] yang khas yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke [[Tiongkok]] dalam jalur darat di antara [[Rusia]] dan [[India]], Turki telah memperoleh kepentingan strategis yang bertambah pesat.


Turki adalah sebuah [[republik]] [[konstitusional]] yang [[Demokrasi|demokratis]], [[negara kesatuan|kesatuan]] bersistem ''republik presidensial'' sejak era presiden [[Recep Tayyip Erdoğan]]. Turki telah berangsur-angsur bergabung dengan negara-negara Barat [[Uni Eropa]] tetapi keanggotaannya masih ditangguhkan, sementara pada saat yang sama menjalin hubungan dengan dunia Timur. Negara ini merupakan salah satu anggota pendiri [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]], [[Organisasi Kerja Sama Islam|Organisasi Konferensi Islam]] (OKI), [[Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi|OECD]], dan [[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]], serta anggota [[Majelis Eropa]] sejak tahun 1949, dan [[NATO]] sejak tahun 1952. Sejak tahun 2005, Turki adalah satu-satunya [[negara Islam]] pertama yang berunding menyertai [[Uni Eropa]], setelah merupakan anggota koalisi sejak tahun 1963. Turki juga merupakan anggota [[G20|negara industri G20]] yang mempertemukan 20 ekonomi terbesar di dunia.
Turki adalah sebuah [[republik]] [[konstitusional]] yang [[Demokrasi|demokratis]], [[negara kesatuan|kesatuan]] bersistem ''republik presidensial'' sejak era presiden [[Recep Tayyip Erdoğan]]. Turki telah berangsur-angsur bergabung dengan negara-negara Barat [[Uni Eropa]] tetapi keanggotaannya masih ditangguhkan, sementara pada saat yang sama menjalin hubungan dengan dunia Timur. Negara ini merupakan salah satu anggota pendiri [[Perserikatan Bangsa-Bangsa|PBB]],<ref>PBB. [http://www.un.org/Overview/growth.htm Pertumbuhan anggota PBB (1945-2005)]. PBB. 3 Juli 2006.</ref> [[Organisasi Kerja Sama Islam|Organisasi Konferensi Islam]] (OKI),<ref>OKI. [http://www.oic-oci.org/english/main/member-States.htm Keanggotaan OKI]. OKI. 2006.</ref> [[Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi|OECD]],<ref>OECD. [http://www.oecd.org/document/48/0,2340,en_2649_201185_1876912_1_1_1_1,00.html Keahlian OECD]. OECD. 2006.</ref> dan [[Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa|OSCE]],<ref>OSCE. [http://www.osce.org/about/13131.html#T Negara-negara peserta OSCE]. OSCE. 2005.</ref> serta anggota [[Majelis Eropa]] sejak tahun 1949,<ref>Dewan Eropa. [http://www.coe.int/T/E/Com/About_Coe/Member_states/e_tu.asp#TopOfPage Turki dan Dewan Eropa]. Dewan Eropa. 27 Oktober 2006.</ref> dan [[NATO]] sejak tahun 1952.<ref>NATO. [http://www.nato.int/multi/photos/1952/m520218a.htm Yunani dan Turki menyertai Pakta Pertahanan Atlantik Utara]. NATO.</ref> Sejak tahun 2005, Turki adalah satu-satunya [[negara Islam]] pertama yang berunding menyertai [[Uni Eropa]], setelah merupakan anggota koalisi sejak tahun 1963.<ref>Sekretariat Turki untuk Urusan Uni Eropa. [http://www.abgs.gov.tr/en/tur-eu_relations_dosyalar/chronology.htm Kronologi hubungan Turki-Uni Eropa]. Sekretariat Turki untuk Urusan Uni Eropa.</ref> Turki juga merupakan anggota [[G20|negara industri G20]] yang mempertemukan 20 ekonomi terbesar di dunia.


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Baris 11: Baris 13:


=== Perubahan nama resmi ===
=== Perubahan nama resmi ===
Pada bulan Januari 2020, Majelis Eksportir Turki - organisasi payung ekspor Turki- mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan "Made in Türkiye" pada semua labelnya, dalam upaya untuk menstandarkan merek dan identitas bisnis Turki di panggung internasional, dengan menggunakan istilah 'Türkiye' di semua bahasa di seluruh dunia.
Pada bulan Januari 2020, Majelis Eksportir Turki - organisasi payung ekspor Turki- mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan "Made in Türkiye" pada semua labelnya, dalam upaya untuk menstandarkan merek dan identitas bisnis Turki di panggung internasional, dengan menggunakan istilah 'Türkiye' di semua bahasa di seluruh dunia.<ref>[https://www.trtworld.com/magazine/why-turkey-is-now-turkiye-and-why-that-matters-52602 Why Turkey is now 'Turkiye', and why that matters]. ''TRT World''.</ref>


Pada bulan Desember 2021, Presiden [[Recep Tayyip Erdoğan]] mengeluarkan surat edaran yang menyerukan agar ekspor diberi label "Made in Türkiye" serta mendidik preferensi nama 'Türkiye' dalam hubungan pemerintahan. Alasan yang diberikan dalam surat edaran untuk memilih Türkiye adalah karena "mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki". Menurut lembaga penyiaran pemerintah Turki, [[TRT World]] mengatakan bahwa perubahan tersebut juga menghindari peyorasi dengan ungkapan yang berarti kalkun dalam bahasa Inggris ([[:en:Turkey (bird)]]). Dilaporkan pada Januari 2022 bahwa pemerintah berencana untuk mendaftarkan Türkiye ke [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]]. Menteri Luar Negeri [[Mevlüt Çavuşoğlu]] mengirim surat kepada PBB dan organisasi internasional lainnya pada tanggal 31 Mei 2022, meminta agar mereka menggunakan Türkiye. PBB setuju dan segera mengimplementasikan permintaan tersebut.
Pada bulan Desember 2021, Presiden [[Recep Tayyip Erdoğan]] mengeluarkan surat edaran yang menyerukan agar ekspor diberi label "Made in Türkiye" serta mendidik preferensi nama 'Türkiye' dalam hubungan pemerintahan.<ref>[https://www.hurriyetdailynews.com/exports-to-be-labeled-made-in-turkiye-169885 Exports to be labeled ‘Made in Türkiye’ - Latest News]. ''Hürriyet Daily News''.</ref><ref>[https://www.resmigazete.gov.tr/eskiler/2021/12/20211204-5.pdf Genelge 2021/24 Marka Olarak Türkiye İbaresinin Kullanımı]. ''Resmî Gazete''. 4 desember 2021.</ref> Alasan yang diberikan dalam surat edaran untuk memilih Türkiye adalah karena "mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki". Menurut lembaga penyiaran pemerintah Turki, [[TRT World]] mengatakan bahwa perubahan tersebut juga menghindari peyorasi dengan ungkapan yang berarti kalkun dalam bahasa Inggris ([[:en:Turkey (bird)]]).<ref>[https://www.trtworld.com/magazine/why-turkey-is-now-turkiye-and-why-that-matters-52602 Why Turkey is now 'Turkiye', and why that matters]. ''TRT World''.</ref> Dilaporkan pada Januari 2022 bahwa pemerintah berencana untuk mendaftarkan Türkiye ke [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]].<ref>[http://www.middleeasteye.net/news/turkey-turkiye-new-name-register-un-weeks Turkey to register its new name Türkiye to UN in coming weeks]. ''Middle East Eye''.</ref> Menteri Luar Negeri [[Mevlüt Çavuşoğlu]] mengirim surat kepada PBB dan organisasi internasional lainnya pada tanggal 31 Mei 2022, meminta agar mereka menggunakan Türkiye. PBB setuju dan segera mengimplementasikan permintaan tersebut.<ref>[https://www.trtworld.com/turkey/un-to-use-türkiye-instead-of-turkey-after-ankara-s-request-57633 UN to use 'Türkiye' instead of 'Turkey' after Ankara's request]. ''TRT World''.</ref><ref>[https://www.bbc.com/news/world-europe-61671913 Turkey wants to be called Türkiye in rebranding move]. ''BBC News''. 2022-06-02.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Anatolia Prasejarah dan Trakia Timur ===
=== Anatolia Prasejarah dan Trakia Timur ===
[[Semenanjung Anatolia]] adalah salah satu wilayah berpenduduk yang tertua di dunia. Berbagai populasi Anatolia kuno menetap di [[Anatolia]], dimulai pada periode [[Neolitikum]] hingga ditaklukkan oleh [[Aleksander Agung]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Bahasa yang digunakan adalah [[Rumpun bahasa Anatolia|bahasa Anatolia]], cabang bahasa dari [[rumpun bahasa Indo-Eropa]].<ref>[http://www.linguistics.ucla.edu/people/Melchert/The%20Position%20of%20Anatolian.pdf The Position of Anatolian].</ref> Bahkan, para peneliti telah mengusulkan Anatolia sebagai pusat hipotesis, di mana bahasa Indo-Eropa menyebar.<ref>Michael Balter. [https://archive.org/details/sim_science_2004-02-27_303_5662/page/1323 Search for the Indo-Europeans: Were Kurgan horsemen or Anatolian farmers responsible for creating and spreading the world's most far-flung language family?]. ''Science''. 27 February 2004. Vol. 303 (5662). hlm. 1323. doi:10.1126/science.303.5662.1323.</ref> Bagian wilayah Turki di Eropa disebut [[Trakia Timur]]. Wilayah ini tidak berpenduduk sejak empat ribu tahun yang lalu, dan memasuki masa Neolithikum sekitar tahun [[Milenium ke-6 SM|6000 SM]] dengan penduduknya yang mulai bercocok tanam.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


[[Göbekli Tepe]] adalah sebuah situs yang dikenal sebagai struktur tempat suci tertua yang dibuat oleh manusia sekitar 10.000 [[Sebelum Masehi|SM]],<ref>[http://www.archaeology.org/0811/abstracts/turkey.html The World's First Temple]. ''Archaeology magazine''. Nov/Dec 2008. hlm. 23.</ref> sementara Çatalhöyük yang merupakan permukiman [[Neolitikum]] dan [[Zaman tembaga|Kalkolitikum]] di Anatolia selatan, sekitar tahun 7500 SM sampai 5700 SM. Pada Juli 2012, kedua situs ini masuk dalam daftar [[Situs Warisan Dunia UNESCO]].<ref>[http://globalheritagefund.org/onthewire/blog/catalhoyuk_world_heritage_list Çatalhöyük added to UNESCO World Heritage List]. Global Heritage Fund. 3 July 2012.</ref> Permukiman di [[Troya]] dimulai pada Zaman Neolitikum dan terus berlanjut sampai [[Zaman Besi]].


[[Semenanjung Anatolia]] adalah salah satu wilayah berpenduduk yang tertua di dunia. Berbagai populasi Anatolia kuno menetap di [[Anatolia]], dimulai pada periode [[Neolitikum]] hingga ditaklukkan oleh [[Aleksander Agung]]. Bahasa yang digunakan adalah [[Rumpun bahasa Anatolia|bahasa Anatolia]], cabang bahasa dari [[rumpun bahasa Indo-Eropa]]. Bahkan, para peneliti telah mengusulkan Anatolia sebagai pusat hipotesis, di mana bahasa Indo-Eropa menyebar. Bagian wilayah Turki di Eropa disebut [[Trakia Timur]]. Wilayah ini tidak berpenduduk sejak empat ribu tahun yang lalu, dan memasuki masa Neolithikum sekitar tahun [[Milenium ke-6 SM|6000 SM]] dengan penduduknya yang mulai bercocok tanam.
Catatan penduduk Anatolia yang paling awal adalah [[Bangsa Het|Bangsa Hatti]] dan [[Bangsa Hurri|Bangsa Huri]], bangsa-bangsa non-Indo-Eropa yang menghuni Anatolia tengah dan timur, masing-masing pada awal 2300 SM. [[Bangsa Het]] datang ke Anatolia pada tahun 2000-1700 SM. Kerajaan besar pertama di daerah tersebut didirikan oleh bangsa Het, dari abad kedelapan belas hingga abad ke-13 SM. [[Asiria]] menaklukkan wilayah bagian tenggara Turki dan menetap di sana pada awal 1950 SM sampai tahun 612 SM.<ref>[http://www3.uakron.edu/ziyaret/timeline_3period.html Ziyaret Tepe – Turkey Archaeological Dig Site]. uakron.edu.</ref><ref>[http://www.aina.org/articles/assyrianidentity.pdf Assyrian Identity in Ancient Times And Today'].</ref>


[[Göbekli Tepe]] adalah sebuah situs yang dikenal sebagai struktur tempat suci tertua yang dibuat oleh manusia sekitar 10.000 [[Sebelum Masehi|SM]], sementara Çatalhöyük yang merupakan permukiman [[Neolitikum]] dan [[Zaman tembaga|Kalkolitikum]] di Anatolia selatan, sekitar tahun 7500 SM sampai 5700 SM. Pada Juli 2012, kedua situs ini masuk dalam daftar [[Situs Warisan Dunia UNESCO]]. Permukiman di [[Troya]] dimulai pada Zaman Neolitikum dan terus berlanjut sampai [[Zaman Besi]].
Setelah runtuhnya kerajaan Het pada tahun 1180 SM, [[Bangsa Frisia|Kerajaan Frigia]] berkuasa di Anatolia sampai kerajaan mereka dihancurkan oleh [[Suku Kimmeri]] pada abad ke-7 SM.<ref>The Metropolitan Museum of Art, New York. [http://www.metmuseum.org/toah/ht/03/waa/ht03waa.htm Anatolia and the Caucasus, 2000–1000 B.C. in ''Timeline of Art History.'']. New York: The Metropolitan Museum of Art. October 2000.</ref>
 
Catatan penduduk Anatolia yang paling awal adalah [[Bangsa Het|Bangsa Hatti]] dan [[Bangsa Hurri|Bangsa Huri]], bangsa-bangsa non-Indo-Eropa yang menghuni Anatolia tengah dan timur, masing-masing pada awal 2300 SM. [[Bangsa Het]] datang ke Anatolia pada tahun 2000-1700 SM. Kerajaan besar pertama di daerah tersebut didirikan oleh bangsa Het, dari abad kedelapan belas hingga abad ke-13 SM. [[Asiria]] menaklukkan wilayah bagian tenggara Turki dan menetap di sana pada awal 1950 SM sampai tahun 612 SM.
 
Setelah runtuhnya kerajaan Het pada tahun 1180 SM, [[Bangsa Frisia|Kerajaan Frigia]] berkuasa di Anatolia sampai kerajaan mereka dihancurkan oleh [[Suku Kimmeri]] pada abad ke-7 SM.


=== Antikuitas dan Periode Bizantium ===
=== Antikuitas dan Periode Bizantium ===
Sekitar tahun 1200 SM, pantai Anatolia dikuasai oleh [[suku Aiolia]] dan [[suku Ionia]] [[Yunani kuno|Yunani]]. Banyak kota-kota penting yang didirikan, seperti [[Miletos]], [[Ephesos]], [[Smirna]], dan [[Bizantium]], dan yang terakhir didirikan adalah [[Megara]] pada tahun 657 SM. Negara pertama yang disebut [[Armenia]] oleh wilayah lain adalah negara [[dinasti Orontid]] Armenia, yang termasuk bagian dari Turki timur yang dimulai pada abad ke-6 SM. Di Turki barat daya, kelompok suku yang paling berpengaruh di Trakia adalah suku Odyrisia, yang didirikan oleh Teres I.<ref>D. M. Lewis. [http://books.google.com/books?id=vx251bK988gC&pg=PA462 The Cambridge Ancient History]. Cambridge University Press. 1994. hlm. 444–. ISBN 978-0-521-23348-4.</ref>


Anatolia ditaklukkan oleh [[Kekaisaran Akhemeniyah]] dari Persia selama abad ke-6 dan ke-5 SM lalu kemudian jatuh ke tangan [[Aleksander Agung]] pada tahun 334 SM,<ref>Hooker, Richard. [http://www.wsu.edu/~dee/GREECE/PERSIAN.HTM Ancient Greece: The Persian Wars]. Washington State University, Washington, United States. 6 June 1999.</ref> yang menyebabkan meningkatnya homogenitas kebudayaan dan [[Helenisasi]] di wilayah tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Setelah kematian Aleksander pada tahun 323 SM, Anatolia kemudian dibagi menjadi beberapa [[Periode Hellenistik|kerajaan Helenistik]], yang semuanya menjadi bagian dari [[Republik Romawi]] pada pertengahan abad ke-1 SM.<ref>The Metropolitan Museum of Art, New York. [http://www.metmuseum.org/toah/ht/04/waa/ht04waa.htm Anatolia and the Caucasus (Asia Minor), 1000 B.C. – 1 A.D. in ''Timeline of Art History.'']. New York: The Metropolitan Museum of Art. October 2000.</ref> Proses [[Helenisasi]] yang dimulai dengan penaklukan Aleksander dipercepat saat berada di bawah kekuasaan Romawi, sehingga pada awal abad Masehi bahasa Anatolia dan budaya setempat telah punah digantikan oleh bahasa Yunani.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Theo van den Hout. [http://books.google.com/books?id=QDJNg5Nyef0C&pg=PA1 The Elements of Hittite]. Cambridge University Press. 27 October 2011. hlm. 1. ISBN 978-1-139-50178-1.</ref>


Sekitar tahun 1200 SM, pantai Anatolia dikuasai oleh [[suku Aiolia]] dan [[suku Ionia]] [[Yunani kuno|Yunani]]. Banyak kota-kota penting yang didirikan, seperti [[Miletos]], [[Ephesos]], [[Smirna]], dan [[Bizantium]], dan yang terakhir didirikan adalah [[Megara]] pada tahun 657 SM. Negara pertama yang disebut [[Armenia]] oleh wilayah lain adalah negara [[dinasti Orontid]] Armenia, yang termasuk bagian dari Turki timur yang dimulai pada abad ke-6 SM. Di Turki barat daya, kelompok suku yang paling berpengaruh di Trakia adalah suku Odyrisia, yang didirikan oleh Teres I.
Pada tahun 324, [[Konstantinus Agung]] memilih [[Bizantium]] menjadi ibu kota baru [[Kekaisaran Romawi]], kemudian diubah menjadi [[Roma Baru]]. Setelah kematian [[Theodosius I]] pada tahun 395 dan pembagian permanen Kekaisaran Romawi antara kedua putranya, [[Konstantinopel]] menjadi ibu kota [[Kekaisaran Romawi Timur]], yang akan memerintah sebagian besar wilayah Turki sampai [[Akhir Abad Pertengahan]].<ref>Daniel C. Waugh. [http://depts.washington.edu/silkroad/cities/turkey/istanbul/istanbul.html Constantinople/Istanbul]. University of Washington, Seattle, Washington. 2004.</ref>
 
Anatolia ditaklukkan oleh [[Kekaisaran Akhemeniyah]] dari Persia selama abad ke-6 dan ke-5 SM lalu kemudian jatuh ke tangan [[Aleksander Agung]] pada tahun 334 SM, yang menyebabkan meningkatnya homogenitas kebudayaan dan [[Helenisasi]] di wilayah tersebut. Setelah kematian Aleksander pada tahun 323 SM, Anatolia kemudian dibagi menjadi beberapa [[Periode Hellenistik|kerajaan Helenistik]], yang semuanya menjadi bagian dari [[Republik Romawi]] pada pertengahan abad ke-1 SM. Proses [[Helenisasi]] yang dimulai dengan penaklukan Aleksander dipercepat saat berada di bawah kekuasaan Romawi, sehingga pada awal abad Masehi bahasa Anatolia dan budaya setempat telah punah digantikan oleh bahasa Yunani.
 
Pada tahun 324, [[Konstantinus Agung]] memilih [[Bizantium]] menjadi ibu kota baru [[Kekaisaran Romawi]], kemudian diubah menjadi [[Roma Baru]]. Setelah kematian [[Theodosius I]] pada tahun 395 dan pembagian permanen Kekaisaran Romawi antara kedua putranya, [[Konstantinopel]] menjadi ibu kota [[Kekaisaran Romawi Timur]], yang akan memerintah sebagian besar wilayah Turki sampai [[Akhir Abad Pertengahan]].


=== Seljuk dan Kesultanan Utsmaniyah ===
=== Seljuk dan Kesultanan Utsmaniyah ===
[[Dinasti Seljuk]] adalah cabang dari ''Kinik'' [[Oguz|Oğuz]] Turki yang tinggal di [[Khagan]], Yabghu, Oğuz, sebelah utara [[Laut Kaspia]] dan [[Laut Aral]], pada abad ke-9.<ref>Andre Wink. ''Al Hind: The Making of the Indo Islamic World, Vol. 1, Early Medieval India and the Expansion of Islam, 7th–11th Centuries''. Brill Academic Publishers. 1990. ISBN 90-04-09249-8.</ref> Pada abad ke-10, bangsa Seljuk mulai bermigrasi dari tanah air leluhur mereka ke [[Persia]], yang menjadi awal dari [[Kesultanan Seljuk Raya]].




[[Dinasti Seljuk]] adalah cabang dari ''Kinik'' [[Oguz|Oğuz]] Turki yang tinggal di [[Khagan]], Yabghu, Oğuz, sebelah utara [[Laut Kaspia]] dan [[Laut Aral]], pada abad ke-9. Pada abad ke-10, bangsa Seljuk mulai bermigrasi dari tanah air leluhur mereka ke [[Persia]], yang menjadi awal dari [[Kesultanan Seljuk Raya]].
Pada tahun 1243, tentara Seljuk dikalahkan oleh [[Kekaisaran Mongolia|bangsa Mongol]], menyebabkan kekuatan [[Dinasti Seljuk]] perlahan-lahan hancur. Salah satu [[beylik]] yang diperintah oleh [[Osman I]] kelak selama 200 tahun ke depan akan mengembangkannya menjadi [[Kesultanan Utsmaniyah]], serta memperluas wilayah ke seluruh [[Anatolia]], [[Balkan]], [[Levant]] dan [[Afrika Utara]].<ref>Patrick Kinross. [https://archive.org/details/ottomancenturies0000kinr_d1b1 The Ottoman Centuries: The Rise and Fall of the Turkish Empire]. Morrow. 1977. ISBN 0-688-03093-9.</ref> Pada tahun 1453, Kesultanan Utsmaniyah di bawah pemerintahan [[Mehmed II|Sultan Mehmed II]] (Al-Fatih) menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur dengan menguasai ibu kotanya, [[Konstantinopel]].
 
Pada paruh kedua abad ke-11, Seljuk mulai menembus ke wilayah timur [[Anatolia]]. Pada 1071, Seljuk Turk mengalahkan Bizantium dalam [[Pertempuran Manzikert]], sekaligus dimulainya [[Turkiyefikasi|Turkifikasi]] di wilayah tersebut, [[bahasa Turkiye|bahasa Turki]] dan [[Islam]] diperkenalkan ke [[Anatolia]] secara bertahap menyebar dan transisi yang lambat dari Anatolia yang didominasi [[Kekristenan]] dan [[Bahasa Yunani|berbahasa Yunani]] menjadi didominasi [[Islamisme|Islam]] dan [[Bahasa Turkiye|berbahasa Turki]] yang terus berlangsung.
 
Pada tahun 1243, tentara Seljuk dikalahkan oleh [[Kekaisaran Mongolia|bangsa Mongol]], menyebabkan kekuatan [[Dinasti Seljuk]] perlahan-lahan hancur. Salah satu [[beylik]] yang diperintah oleh [[Osman I]] kelak selama 200 tahun ke depan akan mengembangkannya menjadi [[Kesultanan Utsmaniyah]], serta memperluas wilayah ke seluruh [[Anatolia]], [[Balkan]], [[Levant]] dan [[Afrika Utara]]. Pada tahun 1453, Kesultanan Utsmaniyah di bawah pemerintahan [[Mehmed II|Sultan Mehmed II]] (Al-Fatih) menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur dengan menguasai ibu kotanya, [[Konstantinopel]].


Pada tahun 1514, Sultan [[Selim I]] (1512-1520) berhasil memperluas wilayah perbatasan selatan dan timur dengan mengalahkan Shah [[Ismail I]] dari [[dinasti Safawiyah]] dalam [[Pertempuran Chaldiran]]. Pada 1517, Selim I memperluas pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah ke [[Aljazair]] dan [[Mesir]], dan menciptakan angkatan laut di [[Laut Merah]]. Selanjutnya, persaingan dimulai antara pihak Kesultanan Utsmaniyah dan [[Kerajaan Portugal]] untuk menjadi kekuatan laut yang dominan di [[Samudra Hindia]], dengan berbagai pertempuran angkatan laut di Laut Merah, [[Laut Arab]] dan [[Teluk Persia]]. Kehadiran Kerajaan Portugal di Samudera Hindia itu dianggap sebagai ancaman bagi monopoli Kesultanan Utsmaniyah atas rute perdagangan kuno antara [[Asia Timur]] dan [[Eropa Barat]] (dikenal dengan nama [[Jalan Sutera]]). Monopoli ini semakin terganggu menyusul penemuan [[Tanjung Harapan]] oleh penjelajah Portugal [[Bartolomeu Dias]] pada tahun 1488, yang berdampak cukup besar terhadap perekonomian Kesultanan Utsmaniyah.
Pada tahun 1514, Sultan [[Selim I]] (1512-1520) berhasil memperluas wilayah perbatasan selatan dan timur dengan mengalahkan Shah [[Ismail I]] dari [[dinasti Safawiyah]] dalam [[Pertempuran Chaldiran]]. Pada 1517, Selim I memperluas pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah ke [[Aljazair]] dan [[Mesir]], dan menciptakan angkatan laut di [[Laut Merah]]. Selanjutnya, persaingan dimulai antara pihak Kesultanan Utsmaniyah dan [[Kerajaan Portugal]] untuk menjadi kekuatan laut yang dominan di [[Samudra Hindia]], dengan berbagai pertempuran angkatan laut di Laut Merah, [[Laut Arab]] dan [[Teluk Persia]]. Kehadiran Kerajaan Portugal di Samudera Hindia itu dianggap sebagai ancaman bagi monopoli Kesultanan Utsmaniyah atas rute perdagangan kuno antara [[Asia Timur]] dan [[Eropa Barat]] (dikenal dengan nama [[Jalan Sutera]]). Monopoli ini semakin terganggu menyusul penemuan [[Tanjung Harapan]] oleh penjelajah Portugal [[Bartolomeu Dias]] pada tahun 1488, yang berdampak cukup besar terhadap perekonomian Kesultanan Utsmaniyah.


Kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah dan prestisi mencapai puncaknya pada abad ke-16 dan ke-17, khususnya selama pemerintahan [[Suleiman I]]. Kesultanan ini sering berseteru dengan [[Kekaisaran Romawi Suci]]. Di laut, Angkatan Laut Kesultanan Utsmaniyah berseteru dengan beberapa Liga Kudus (saat itu terdiri dari [[Spanyol Habsburg]], [[Republik Genova]], [[Republik Venesia]], Knights of St John, [[Negara Gereja]], Grand Duchy of Tuscany dan [[Kadipaten Savoy]]) untuk mengendalikannya dari [[Laut Mediterania]]. Di timur, Kesultanan Utsmaniyah yang kadang-kadang berperang dengan pihak Safawiyah Persia atas konflik yang timbul dari sengketa teritorial atau perbedaan agama antara abad ke-16 dan abad ke-18.


Dimulai pada awal abad ke-19 dan seterusnya, Kesultanan Utsmaniyah mulai melemah. Seperti wilayah, kekuatan militer dan kekayaan yang menurun, bahkan banyak Kaum Islam Balkan yang bermigrasi ke jantung Kekaisaran di Anatolia, bersama dengan bangsa Sirkassia yang melarikan diri dari penaklukan Rusia di [[Kaukasus]]. Melemahnya Kesultanan Utsmaniyah menyebabkan meningkatnya sentimen nasionalis di antara masyarakat yang menyebabkan peningkatan ketegangan etnis yang kadang-kadang berubah menjadi kekerasan, seperti pembantaian etnis Hamid.
Dimulai pada awal abad ke-19 dan seterusnya, Kesultanan Utsmaniyah mulai melemah. Seperti wilayah, kekuatan militer dan kekayaan yang menurun, bahkan banyak Kaum Islam Balkan yang bermigrasi ke jantung Kekaisaran di Anatolia,<ref>Michael Mann. [http://books.google.com/books?id=cGHGPgj1_tIC&pg=PA118 The Dark Side of Democracy: Explaining Ethnic Cleansing]. Cambridge University Press. 2005. hlm. 118. ISBN 978-0-521-53854-1.</ref><ref>Maria Todorova. [http://books.google.com/books?id=WZweAIJI0ZwC&pg=PA175 Imagining the Balkans]. Oxford University Press. 18 March 2009. hlm. 175. ISBN 978-0-19-972838-1.</ref> bersama dengan bangsa Sirkassia yang melarikan diri dari penaklukan Rusia di [[Kaukasus]]. Melemahnya Kesultanan Utsmaniyah menyebabkan meningkatnya sentimen nasionalis di antara masyarakat yang menyebabkan peningkatan ketegangan etnis yang kadang-kadang berubah menjadi kekerasan, seperti pembantaian etnis Hamid.


Kesultanan Utsmaniyah memasuki [[Perang Dunia I]] di sisi [[Blok Sentral]] dan akhirnya kalah. Selama perang, diperkirakan 1.500.000 warga Armenia dideportasi dan dibunuh saat [[Genosida Armenia]] berlangsung. Pemerintah Turki menyangkal bahwa terdapat Genosida Armenia dan mengklaim bahwa Armenia hanya dipindahkan dari zona perang timur. Pembantaian besar-besaran juga dilakukan terhadap kelompok minoritas lainnya seperti bangsa Yunani dan bangsa Assyria.
Kesultanan Utsmaniyah memasuki [[Perang Dunia I]] di sisi [[Blok Sentral]] dan akhirnya kalah. Selama perang, diperkirakan 1.500.000<ref>John G. Heidenrich. [http://books.google.com/books?id=z7SDOxidP5EC&pg=PA5 How to prevent genocide: a guide for policymakers, scholars, and the concerned citizen]. Greenwood Publishing Group. 2001. hlm. 5. ISBN 978-0-275-96987-5.</ref><ref>[http://www.britannica.com/EBchecked/topic/35323/Armenian-massacres/35323suppinfo/Supplemental-Information Encyclopædia Britannica].</ref><ref>Viscount Bryce. [https://archive.org/details/treatmentofarmen001963mbp The Treatment of Armenians in the Ottoman Empire 1915–16: Documents presented to Viscount Grey of Falloden, Secretary of State for Foreign Affairs]. GP Putnam's Sons, for His Majesty's Stationary Office. 1916.</ref><ref>Justin McCarthy, ''The End of Ottoman Anatolia'', in ''Muslims and Minorities: The Population of Ottoman Anatolia and the End of the Empire'', New York Univ. Press, 1983.</ref> warga Armenia dideportasi dan dibunuh saat [[Genosida Armenia]] berlangsung.<ref>[http://www.umd.umich.edu/dept/armenian/facts/genocide.html Fact Sheet: Armenian Genocide]. University of Michigan.</ref><ref>Totten, Samuel, Paul Robert Bartrop, Steven L. Jacobs (eds.) ''Dictionary of Genocide''. Greenwood Publishing Group, 2008, p. 19. ISBN 0-313-34642-9.</ref> Pemerintah Turki menyangkal bahwa terdapat Genosida Armenia dan mengklaim bahwa Armenia hanya dipindahkan dari zona perang timur.<ref>Patrick J. Roelle, Sr. [http://books.google.com/books?id=KL0RTx77lrwC&pg=PA33 Islam's Mandate- a Tribute to Jihad: The Mosque at Ground Zero]. AuthorHouse. 27 September 2010. hlm. 33. ISBN 978-1-4520-8018-5.</ref> Pembantaian besar-besaran juga dilakukan terhadap kelompok minoritas lainnya seperti bangsa Yunani dan bangsa Assyria.<ref>Donald Bloxham. [http://books.google.com/books?id=TSRkGNoEPFwC&pg=PA150 The Great Game of Genocide: Imperialism, Nationalism, And the Destruction of the Ottoman Armenians]. Oxford University Press. 2005. hlm. 150. ISBN 978-0-19-927356-0.</ref><ref>Mark Levene. [http://hgs.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/12/3/393 Creating a Modern 'Zone of Genocide': The Impact of Nation- and State-Formation on Eastern Anatolia, 1878–1923]. ''Holocaust and Genocide Studies''. Winter 1998. Vol. 12 (3). hlm. 393–433. doi:10.1093/hgs/12.3.393.</ref><ref>Niall Ferguson. [https://archive.org/details/warofworldhistor0000ferg_w3s6 The War of the World: Twentieth-Century Conflict and the Descent of the West]. Penguin Group (USA) Incorporated. 2007. hlm. [https://archive.org/details/warofworldhistor0000ferg_w3s6/page/180 180]. ISBN 978-0-14-311239-6.</ref>


Setelah [[Gencatan Senjata Mudros]] pada tanggal 30 Oktober 1918, kemenangan [[Blok Sekutu dalam Perang Dunia I|Pihak Sekutu]] berusaha untuk membagi wilayah Kesultanan Utsmaniyah melalui [[Persetujuan Sèvres]] pada tahun 1920.
Setelah [[Gencatan Senjata Mudros]] pada tanggal 30 Oktober 1918, kemenangan [[Blok Sekutu dalam Perang Dunia I|Pihak Sekutu]] berusaha untuk membagi wilayah Kesultanan Utsmaniyah melalui [[Persetujuan Sèvres]] pada tahun 1920.<ref>Patrick Kinross. [https://archive.org/details/ottomancenturies0000kinr_d1b1 The Ottoman Centuries: The Rise and Fall of the Turkish Empire]. Morrow. 1977. ISBN 0-688-03093-9.</ref>


=== Republik Turki ===
=== Republik Turki ===
[[Pendudukan Konstantinopel]] dan [[Smirna]] oleh Sekutu pada masa setelah Perang Dunia I mendorong pembentukan Gerakan Nasional Turki.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Di bawah kepemimpinan [[Mustafa Kemal Atatürk]], seorang komandan militer yang telah membedakan dirinya selama [[Kampanye Gallipoli|Pertempuran Gallipoli]], [[Perang Kemerdekaan Turkiye|Perang Kemerdekaan Turki]] dilancarkan dengan tujuan mencabut ketentuan [[Persetujuan Sèvres]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pada 18 September 1922, tentara pendudukan dikalahkan, dan [[Pemerintah Majelis Nasional Agung|rezim Turki yang berbasis di Ankara]], yang menyatakan diri sebagai pemerintah yang sah pada bulan April 1920, mulai meresmikan transisi hukum dari Kesultanan Utsmaniyah yang lama ke sistem politik Republik Turki yang baru. Pada tanggal 1 November, parlemen baru didirikan dan secara resmi menghapuskan sistem [[Kesultanan]], sehingga mengakhiri 623 tahun pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah. [[Perjanjian Lausanne]] tanggal 24 Juli 1923 mendapat pengakuan internasional terhadap kedaulatan negara "Republik Turki" yang baru dibentuk sebagai negara penerus dari Kesultanan Utsmaniyah, dan secara resmi dinyatakan pada tanggal 29 Oktober 1923 di [[Ankara]], ibu kota Turki yang baru.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Perjanjian Lausanne]] menetetapkan adanya pertukaran populasi antara Yunani dan Turki, di mana 1,1 juta orang Yunani meninggalkan Turki menuju Yunani dan 380.000 umat Islam dipindahkan dari Yunani ke Turki.<ref>Richard Clogg. [http://books.google.com/books?id=H5pyUIY4THYC A Concise History of Greece]. Cambridge University Press. 20 June 2002. hlm. 101. ISBN 978-0-521-00479-4.</ref>


[[Pendudukan Konstantinopel]] dan [[Smirna]] oleh Sekutu pada masa setelah Perang Dunia I mendorong pembentukan Gerakan Nasional Turki. Di bawah kepemimpinan [[Mustafa Kemal Atatürk]], seorang komandan militer yang telah membedakan dirinya selama [[Kampanye Gallipoli|Pertempuran Gallipoli]], [[Perang Kemerdekaan Turkiye|Perang Kemerdekaan Turki]] dilancarkan dengan tujuan mencabut ketentuan [[Persetujuan Sèvres]].
Mustafa Kemal Atatürk menjadi Presiden pertama dan kemudian melakukan banyak reformasi dengan tujuan mengubah negara Kesultanan Utsmaniyah-Republik Turki menjadi [[republik]] [[sekularisme]] baru.<ref>Gerhard Bowering. [http://books.google.com/books?id=JHcZlo12SGoC&pg=PA49 The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought]. Princeton University Press. 28 November 2012. hlm. 49–. ISBN 978-1-4008-3855-4.</ref> Dengan adanya UU Pemberian Julukan tahun 1934, [[Parlemen Turkiye|Parlemen Turki]] memberikan gelar ''Atatürk'' (Bapak Bangsa Turki) kepada Mustafa Kemal Atatürk.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Pada 18 September 1922, tentara pendudukan dikalahkan, dan [[Pemerintah Majelis Nasional Agung|rezim Turki yang berbasis di Ankara]], yang menyatakan diri sebagai pemerintah yang sah pada bulan April 1920, mulai meresmikan transisi hukum dari Kesultanan Utsmaniyah yang lama ke sistem politik Republik Turki yang baru. Pada tanggal 1 November, parlemen baru didirikan dan secara resmi menghapuskan sistem [[Kesultanan]], sehingga mengakhiri 623 tahun pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah. [[Perjanjian Lausanne]] tanggal 24 Juli 1923 mendapat pengakuan internasional terhadap kedaulatan negara "Republik Turki" yang baru dibentuk sebagai negara penerus dari Kesultanan Utsmaniyah, dan secara resmi dinyatakan pada tanggal 29 Oktober 1923 di [[Ankara]], ibu kota Turki yang baru. [[Perjanjian Lausanne]] menetetapkan adanya pertukaran populasi antara Yunani dan Turki, di mana 1,1 juta orang Yunani meninggalkan Turki menuju Yunani dan 380.000 umat Islam dipindahkan dari Yunani ke Turki.


Mustafa Kemal Atatürk menjadi Presiden pertama dan kemudian melakukan banyak reformasi dengan tujuan mengubah negara Kesultanan Utsmaniyah-Republik Turki menjadi [[republik]] [[sekularisme]] baru. Dengan adanya UU Pemberian Julukan tahun 1934, [[Parlemen Turkiye|Parlemen Turki]] memberikan gelar ''Atatürk'' (Bapak Bangsa Turki) kepada Mustafa Kemal Atatürk.
Turki tetap netral selama [[Perang Dunia II]], tetapi masuk pada saat akhir perang di [[Blok Sekutu dalam Perang Dunia II|Pihak Sekutu]] pada tanggal 23 Februari 1945. Pada tanggal 26 Juni 1945, Turki menjadi anggota [[piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa]].<ref>[http://www.un.org/Overview/growth.htm Growth in United Nations membership (1945–2005)]. United Nations. 3 July 2006.</ref> Setelah perang, Yunani menghadapi kesulitan dalam mengatasi [[Perang Saudara Yunani|pemberontakan komunis]], bersamaan dengan tuntutan [[Uni Soviet]] untuk membangun pangkalan militer di Selat Turki. Hal itu mendorong Amerika Serikat untuk menyatakan [[Doktrin Truman]] pada tahun 1947, untuk menjamin keamanan Turki dan Yunani.<ref>James A. Huston. [http://books.google.com/?id=ID4E3Lm8TsgC&pg=PA198&lpg=PA198&dq=turkey+cold+war Outposts and Allies: U.S. Army Logistics in the Cold War, 1945–1953]. Susquehanna University Press. 1988. hlm. 134. ISBN 0-941664-84-8.</ref> Yunani dan Turki tergabung dalam [[Rencana Marshall]] dan OEEC untuk membangun kembali ekonomi Eropa pada tahun 1948, dan kemudian menjadi anggota pendiri OECD pada tahun 1961.


Turki tetap netral selama [[Perang Dunia II]], tetapi masuk pada saat akhir perang di [[Blok Sekutu dalam Perang Dunia II|Pihak Sekutu]] pada tanggal 23 Februari 1945. Pada tanggal 26 Juni 1945, Turki menjadi anggota [[piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa]]. Setelah perang, Yunani menghadapi kesulitan dalam mengatasi [[Perang Saudara Yunani|pemberontakan komunis]], bersamaan dengan tuntutan [[Uni Soviet]] untuk membangun pangkalan militer di Selat Turki. Hal itu mendorong Amerika Serikat untuk menyatakan [[Doktrin Truman]] pada tahun 1947, untuk menjamin keamanan Turki dan Yunani. Yunani dan Turki tergabung dalam [[Rencana Marshall]] dan OEEC untuk membangun kembali ekonomi Eropa pada tahun 1948, dan kemudian menjadi anggota pendiri OECD pada tahun 1961.
Setelah ikut serta dengan pasukan PBB dalam [[Perang Korea]], Turki bergabung dengan [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara]] pada tahun 1952, dan menjadi benteng untuk melawan ekspansi Uni Soviet ke [[Laut Tengah]]. Setelah satu dekade kekerasan antarkomunitas Siprus dan kudeta di Siprus pada 15 Juli 1974 yang dilakukan organisasi paramiliter EOKA B, untuk menggulingkan Presiden [[Makarios III]] dan menerapkan pro-Enosis (persatuan dengan Yunani) dengan Nikos Sampson sebagai diktator, Turki menginvasi Siprus pada tanggal 20 Juli 1974.<ref>Nasuh Uslu. [http://books.google.com/books?id=RYHWMKL2-CQC&pg=PA119 The Cyprus question as an issue of Turkish foreign policy and Turkish-American relations, 1959–2003]. Nova Publishers. 2003. hlm. 119. ISBN 978-1-59033-847-6.</ref> Sembilan tahun kemudian, [[Siprus Utarа|Republik Turki Siprus Utara]], yang hanya diakui oleh Turki, didirikan.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/1021835.stm Timeline: Cyprus]. BBC. 12 December 2006.</ref>


Setelah ikut serta dengan pasukan PBB dalam [[Perang Korea]], Turki bergabung dengan [[Pakta Pertahanan Atlantik Utara]] pada tahun 1952, dan menjadi benteng untuk melawan ekspansi Uni Soviet ke [[Laut Tengah]]. Setelah satu dekade kekerasan antarkomunitas Siprus dan kudeta di Siprus pada 15 Juli 1974 yang dilakukan organisasi paramiliter EOKA B, untuk menggulingkan Presiden [[Makarios III]] dan menerapkan pro-Enosis (persatuan dengan Yunani) dengan Nikos Sampson sebagai diktator, Turki menginvasi Siprus pada tanggal 20 Juli 1974. Sembilan tahun kemudian, [[Siprus Utarа|Republik Turki Siprus Utara]], yang hanya diakui oleh Turki, didirikan.
Periode sistem satu partai berakhir pada tahun 1945. Hal ini diikuti oleh transisi menjadi demokrasi multipartai selama beberapa dekade mendatang, yang terganggu oleh kudeta militer pada tahun 1960, 1971, 1980 dan 1997.<ref>William Mathew Hale. [https://archive.org/details/turkishpoliticsm00hale Turkish Politics and the Military]. Routledge, UK. 1994. ISBN 0-415-02455-2.</ref> Pada tahun 1984, [[Partai Buruh Kurdistan|kelompok separatis Kurdi (PKK)]] memulai kampanye perlawanan terhadap pemerintah Turki, yang sampai saat ini telah merenggut lebih dari 40.000 jiwa.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/8352934.stm Turkey's PKK peace plan delayed]. BBC. 10 November 2009.</ref> Namun, proses perdamaian sedang berlangsung.<ref>Sebnem Arsu. [http://www.nytimes.com/2013/04/26/world/europe/kurdish-rebel-group-to-withdraw-from-turkey.html?_r=0 Kurdish Rebel Group to Withdraw From Turkey]. ''The New York Times''. 25 April 2013.</ref><ref>[http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-22293966 Murat Karayilan announces PKK withdrawal from Turkey]. 25 April 2013.</ref> Sejak liberalisasi ekonomi Turki selama tahun 1980, negara ini telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang kuat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada tahun 2013, sejumlah protes terjadi di banyak provinsi di Turki, yang dipicu oleh rencana untuk menghancurkan Taman Taksim Gezi.<ref>Jethro Mullen and Susannah Cullinane. [http://www.cnn.com/2013/06/03/world/europe/turkey-conflict-explainer/?hpt=hp_t1 What's driving unrest and protests in Turkey?]. ''CNN''. 4 June 2013.</ref>
 
Periode sistem satu partai berakhir pada tahun 1945. Hal ini diikuti oleh transisi menjadi demokrasi multipartai selama beberapa dekade mendatang, yang terganggu oleh kudeta militer pada tahun 1960, 1971, 1980 dan 1997. Pada tahun 1984, [[Partai Buruh Kurdistan|kelompok separatis Kurdi (PKK)]] memulai kampanye perlawanan terhadap pemerintah Turki, yang sampai saat ini telah merenggut lebih dari 40.000 jiwa. Namun, proses perdamaian sedang berlangsung. Sejak liberalisasi ekonomi Turki selama tahun 1980, negara ini telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang kuat. Pada tahun 2013, sejumlah protes terjadi di banyak provinsi di Turki, yang dipicu oleh rencana untuk menghancurkan Taman Taksim Gezi.


== Geografi ==
== Geografi ==
Baris 78: Baris 68:


=== Keanekaragaman hayati ===
=== Keanekaragaman hayati ===
Ada dua jenis utama dari pola vegetasi alami: padang rumput-padang rumput, yang terjadi terutama di Anatolia tengah dan tenggara tetapi juga ditemukan di dataran rendah Thrace dan lembah Anatolia Timur; dan hutan belantara dan hutan kayu, yang menutupi sebagian negara. Akan tetapi, di sebagian besar Turki, jenis vegetasi alami ini telah banyak dimodifikasi oleh tindakan manusia, baik secara langsung (melalui penebangan dan pembukaan lahan untuk pertanian) dan secara tidak langsung (melalui kegiatan hewan yang digembalakan).
Ada dua jenis utama dari pola vegetasi alami: padang rumput-padang rumput, yang terjadi terutama di Anatolia tengah dan tenggara tetapi juga ditemukan di dataran rendah Thrace dan lembah Anatolia Timur; dan hutan belantara dan hutan kayu, yang menutupi sebagian negara. Akan tetapi, di sebagian besar Turki, jenis vegetasi alami ini telah banyak dimodifikasi oleh tindakan manusia, baik secara langsung (melalui penebangan dan pembukaan lahan untuk pertanian) dan secara tidak langsung (melalui kegiatan hewan yang digembalakan).


== Politik ==
== Politik ==
Turki adalah [[republik]] [[sistem presidensial|presidensial]] sejak 9 Juli 2018. Sejak didirikan sebagai sebuah republik pada tahun 1923, Turki [[Sekularisme di Turki|telah mengembangkan tradisi kuat]] [[sekularisme]].<ref>Ali Çarkoğlu. ''Religion and Politics in Turkey''. Routledge, UK. 2004. ISBN 0-415-34831-5.</ref> [[Konstitusi Turkiye|Konstitusi Turki]] mengatur kerangka hukum negara. Ini menetapkan prinsip-prinsip utama pemerintah dan menetapkan Turki sebagai negara terpusat kesatuan. [[Daftar presiden Turkiye|Presiden dari Republik]] adalah [[kepala negara]] dan memiliki peran seremonial. Presiden dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh pemilihan langsung dan [[Recep Tayyip Erdoğan]] adalah presiden pertama yang terpilih melalui pemungutan suara langsung.


 
Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh [[Daftar Perdana Menteri Turki|Perdana Menteri]] dan Dewan Menteri yang membentuk pemerintah, sedangkan kekuasaan [[legislatif]] dipegang oleh parlemen unikameral, [[Majelis Agung Nasional Turkiye|Majelis Agung Nasional Turki]]. Peradilan independen dari eksekutif dan legislatif, dan Mahkamah Konstitusi dibebankan dengan memerintah pada kesesuaian hukum dan keputusan dengan konstitusi. Dewan Negara adalah pengadilan dari terakhir untuk kasus administrasi, dan Pengadilan Tinggi Banding untuk kasus yang lain.<ref>Turkish Directorate General of Press and Information. [http://www.byegm.gov.tr/mevzuat/anayasa/anayasa-ing.htm Turkish Constitution]. Turkish Prime Minister's Office. 17 October 2001.</ref>
Turki adalah [[republik]] [[sistem presidensial|presidensial]] sejak 9 Juli 2018. Sejak didirikan sebagai sebuah republik pada tahun 1923, Turki [[Sekularisme di Turki|telah mengembangkan tradisi kuat]] [[sekularisme]]. [[Konstitusi Turkiye|Konstitusi Turki]] mengatur kerangka hukum negara. Ini menetapkan prinsip-prinsip utama pemerintah dan menetapkan Turki sebagai negara terpusat kesatuan. [[Daftar presiden Turkiye|Presiden dari Republik]] adalah [[kepala negara]] dan memiliki peran seremonial. Presiden dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh pemilihan langsung dan [[Recep Tayyip Erdoğan]] adalah presiden pertama yang terpilih melalui pemungutan suara langsung.
 
Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh [[Daftar Perdana Menteri Turki|Perdana Menteri]] dan Dewan Menteri yang membentuk pemerintah, sedangkan kekuasaan [[legislatif]] dipegang oleh parlemen unikameral, [[Majelis Agung Nasional Turkiye|Majelis Agung Nasional Turki]]. Peradilan independen dari eksekutif dan legislatif, dan Mahkamah Konstitusi dibebankan dengan memerintah pada kesesuaian hukum dan keputusan dengan konstitusi. Dewan Negara adalah pengadilan dari terakhir untuk kasus administrasi, dan Pengadilan Tinggi Banding untuk kasus yang lain.


Perdana menteri dipilih oleh parlemen melalui mosi percaya dalam pemerintahan dan yang paling sering kepala dari partai yang memiliki kursi terbanyak di parlemen. Perdana menteri sekarang adalah [[Binali Yıldırım]], yang menggantikan [[Ahmet Davutoğlu]] pada tanggal 24 Mei 2016.
Perdana menteri dipilih oleh parlemen melalui mosi percaya dalam pemerintahan dan yang paling sering kepala dari partai yang memiliki kursi terbanyak di parlemen. Perdana menteri sekarang adalah [[Binali Yıldırım]], yang menggantikan [[Ahmet Davutoğlu]] pada tanggal 24 Mei 2016.


[[Hak pilih universal]] untuk kedua jenis kelamin telah diterapkan di seluruh Turki sejak tahun 1933, dan setiap warga negara Turki yang telah berusia 18 tahun memiliki hak untuk memilih. Ada 550 [[anggota parlemen]] yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun oleh sistem daftar-partai proporsional dari 85 daerah pemilihan. Mahkamah Konstitusi dapat menghentikan pembiayaan publik partai politik yang dianggap [[Sekularisme|anti-sekuler]] atau [[Separatisme|separatis]], atau melarang keberadaan mereka sama sekali. [[Ambang batas parlemen]] adalah 10 persen suara.
[[Hak pilih universal]] untuk kedua jenis kelamin telah diterapkan di seluruh Turki sejak tahun 1933, dan setiap warga negara Turki yang telah berusia 18 tahun memiliki hak untuk memilih. Ada 550 [[anggota parlemen]] yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun oleh sistem daftar-partai proporsional dari 85 daerah pemilihan. Mahkamah Konstitusi dapat menghentikan pembiayaan publik partai politik yang dianggap [[Sekularisme|anti-sekuler]] atau [[Separatisme|separatis]], atau melarang keberadaan mereka sama sekali.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/1466160.stm Euro court backs Turkey Islamist ban]. BBC. 31 July 2001.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/2850601.stm Turkey's Kurd party ban criticised]. BBC. 14 March 2003.</ref> [[Ambang batas parlemen]] adalah 10 persen suara.<ref>Turkish Directorate General of Press and Information. [http://www.byegm.gov.tr/REFERENCES/Structure.htm Political Structure of Turkey]. Turkish Prime Minister's Office. 24 August 2004.</ref>


Pendukung [[reformasi Atatürk]] disebut [[Kemalisme]], yang dibedakan dari [[Islamisme]], mewakili dua ekstrem pada kontinum keyakinan tentang peran yang tepat dari agama dalam kehidupan publik. Posisi Kemalis umumnya menggabungkan semacam [[demokrasi]] dengan [[konstitusi]] ''[[laïcité|laic]]'' dan gaya hidup [[Sekularisme|sekuler]] kebarat-baratan, sementara mendukung intervensi negara dalam [[ekonomi]], [[pendidikan]], dan [[pelayanan publik]] lainnya. Sejak tahun 1980, kenaikan ketimpangan pendapatan dan perbedaan kelas telah melahirkan [[Islamisme|populisme Islam]], sebuah gerakan yang dalam teori mendukung kewajiban untuk otoritas, solidaritas komunal dan keadilan sosial, meskipun apa yang mengikuti dalam praktiknya sering diperdebatkan.
Pendukung [[reformasi Atatürk]] disebut [[Kemalisme]], yang dibedakan dari [[Islamisme]], mewakili dua ekstrem pada kontinum keyakinan tentang peran yang tepat dari agama dalam kehidupan publik.<ref>Kate Fleet. ''The Cambridge History of Turkey''. Cambridge University Press. 17 April 2008. hlm. 357–358. ISBN 978-0-521-62096-3.</ref> Posisi Kemalis umumnya menggabungkan semacam [[demokrasi]] dengan [[konstitusi]] ''[[laïcité|laic]]'' dan gaya hidup [[Sekularisme|sekuler]] kebarat-baratan, sementara mendukung intervensi negara dalam [[ekonomi]], [[pendidikan]], dan [[pelayanan publik]] lainnya.<ref>Kate Fleet. ''The Cambridge History of Turkey''. Cambridge University Press. 17 April 2008. hlm. 357–358. ISBN 978-0-521-62096-3.</ref> Sejak tahun 1980, kenaikan ketimpangan pendapatan dan perbedaan kelas telah melahirkan [[Islamisme|populisme Islam]], sebuah gerakan yang dalam teori mendukung kewajiban untuk otoritas, solidaritas komunal dan keadilan sosial, meskipun apa yang mengikuti dalam praktiknya sering diperdebatkan.<ref>Kate Fleet. ''The Cambridge History of Turkey''. Cambridge University Press. 17 April 2008. hlm. 357–358. ISBN 978-0-521-62096-3.</ref>


=== Pembagian administratif ===
=== Pembagian administratif ===
Turki dibagi menjadi 81 provinsi:
Turki dibagi menjadi 81 provinsi:


== Demografi ==
== Demografi ==
Menurut ''Sistem Pencatatan Populasi Berbasis Alamat'' Turki, populasi negara tersebut 74.7 juta penduduk pada tahun 2011.<ref>[http://www.turkstat.gov.tr/PreHaberBultenleri.do?id=10736 The Results of Address Based Population Registration System, 2011]. Turkish Statistical Institute.</ref>


 
Pasal 66 [[Konstitusi Turkiye|Konstitusi Turki]] mendefinisikan "Orang Turki" sebagai "siapapun yang terikat ke negara Turki melalui ikatan kewarganegaraan", oleh karena itu, penggunaan hukum istilah "Turki" sebagai [[Kewarganegaraan|warga negara]] Turki berbeda dengan definisi [[Etnisitas|etnik]].<ref>Özlem Albayrak. [http://yenisafak.com.tr/yazarlar/OzlemAlbayrak/herkes-turk-mudur-turk-mu-olmalidir/36991 Herkes Türk müdür, Türk mü olmalıdır? – Is everyone Turk or should be Turk?]. ''yenisafak.com''.</ref> Namun, mayoritas penduduk Turki adalah [[Bangsa Turkiye|Etnis Turk]]. Mereka diperkirakan mencapai 70-75 persen.
Menurut ''Sistem Pencatatan Populasi Berbasis Alamat'' Turki, populasi negara tersebut 74.7 juta penduduk pada tahun 2011.
 
 
Pasal 66 [[Konstitusi Turkiye|Konstitusi Turki]] mendefinisikan "Orang Turki" sebagai "siapapun yang terikat ke negara Turki melalui ikatan kewarganegaraan", oleh karena itu, penggunaan hukum istilah "Turki" sebagai [[Kewarganegaraan|warga negara]] Turki berbeda dengan definisi [[Etnisitas|etnik]]. Namun, mayoritas penduduk Turki adalah [[Bangsa Turkiye|Etnis Turk]]. Mereka diperkirakan mencapai 70-75 persen.


=== Bahasa ===
=== Bahasa ===
 
Bahasa resmi dari negara ini adalah [[Bahasa Turkiye|Bahasa Turki]], yang diucapkan oleh 85.4 persen populasi sebagai [[Bahasa ibu]].<ref>[http://www.milliyet.com.tr/2007/03/22/guncel/agun.html Türkiye'nin yüzde 85'i 'anadilim Türkçe' diyor]. Milliyet.com.tr.</ref> 11.9 persen populasi berbicara dalam dialek [[Bahasa Kurdi]] yakni [[Bahasa Kurmanji|Kurmanji]].
Bahasa resmi dari negara ini adalah [[Bahasa Turkiye|Bahasa Turki]], yang diucapkan oleh 85.4 persen populasi sebagai [[Bahasa ibu]]. 11.9 persen populasi berbicara dalam dialek [[Bahasa Kurdi]] yakni [[Bahasa Kurmanji|Kurmanji]].


=== Agama ===
=== Agama ===
Turki adalah [[negara sekuler]] tanpa agama resmi, Konstitusi Turki mengatur [[kebebasan beragama]] dan hati nurani.<ref>Axel Tschentscher. [http://servat.unibe.ch/icl/tu00000_.html International Constitutional Law: Turkey Constitution]. Servat.unibe.ch.</ref><ref>[http://www.hsfk.de/downloads/prif78.pdf Turkey: Islam and Laicism Between the Interests of State, Politics, and Society]. Peace Research Institute Frankfurt.</ref>


Turki adalah [[negara sekuler]] tanpa agama resmi, Konstitusi Turki mengatur [[kebebasan beragama]] dan hati nurani.
Menurut sumber terkini oleh [[Ipsos]], pada 2016 Islam adalah agama utama di Turki yang hanya terdiri dari 82% dari keseluruhan populasi, diikuti oleh orang-orang yang tidak terafiliasi (tidak mengikuti cabang manapun), yang terdiri dari 18% populasi, dan [[Kekristenan]] dengan 2%.


=== Kuliner ===
=== Kuliner ===
Baris 124: Baris 100:


== Galeri ==
== Galeri ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Kesultanan Utsmaniyah]]
* [[Kesultanan Utsmaniyah]]
* [[Daftar tokoh Turkiye|Daftar tokoh Turki]]
* [[Daftar tokoh Turkiye|Daftar tokoh Turki]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
 
*  
*
*  
*
* Reed, Fred A. (1999). ''Anatolia Junction: a Journey into Hidden Turkey''. Burnaby, B.C.: Talonbooks [sic]. 320 p., ill. with b&w photos. ISBN 0-88922-426-9
* Reed, Fred A. (1999). ''Anatolia Junction: a Journey into Hidden Turkey''. Burnaby, B.C.: Talonbooks [sic]. 320 p., ill. with b&w photos. ISBN 0-88922-426-9
*
*  
* Roxburgh, David J. (ed.) (2005). ''Turks: A Journey of a Thousand Years, 600–1600.'' Royal Academy of Arts. ISBN 1-903973-56-2.
* Roxburgh, David J. (ed.) (2005). ''Turks: A Journey of a Thousand Years, 600–1600.'' Royal Academy of Arts. ISBN 1-903973-56-2.
* ''Turkey: A Country Study'' (1996). Federal Research Division, Library of Congress. ISBN 0-8444-0864-6.
* ''Turkey: A Country Study'' (1996). Federal Research Division, Library of Congress. ISBN 0-8444-0864-6.
*
*  
*
*
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
;Umum
;Umum
* [http://turkey.com/ turkey.com] – Topical multilingual website about Turkey.
* [http://turkey.com/ turkey.com] – Topical multilingual website about Turkey.
*
*  
* [http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-17988453 Turkey profile] from the [[BBC News]]
* [http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-17988453 Turkey profile] from the [[BBC News]]
* [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/609790/Turkey Turkey] at ''[[Encyclopædia Britannica]]''
* [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/609790/Turkey Turkey] at ''[[Encyclopædia Britannica]]''
* [http://ucblibraries.colorado.edu/govpubs/for/turkey.htm Turkey]  from ''UCB Libraries GovPubs''
* [http://ucblibraries.colorado.edu/govpubs/for/turkey.htm Turkey]  from ''UCB Libraries GovPubs''
*
*  
* [http://www.ifs.du.edu/ifs/frm_CountryProfile.aspx?Country=TR Key Development Forecasts for Turkey] from [[International Futures]]
* [http://www.ifs.du.edu/ifs/frm_CountryProfile.aspx?Country=TR Key Development Forecasts for Turkey] from [[International Futures]]
*
*  
;Pemerintahan
;Pemerintahan
* [http://www.tccb.gov.tr/pages/ Official website of the Presidency of the Republic of Turkey]
* [http://www.tccb.gov.tr/pages/ Official website of the Presidency of the Republic of Turkey]  
* [http://global.tbmm.gov.tr/index.php/EN/yd/ Official website of the Grand National Assembly of Turkey]
* [http://global.tbmm.gov.tr/index.php/EN/yd/ Official website of the Grand National Assembly of Turkey]  
;Pariwisata
;Pariwisata
*
*  
*
*  
* [http://goturkey.com/ Turkey's Official Tourism Portal]
* [http://goturkey.com/ Turkey's Official Tourism Portal]
* [http://www.kultur.gov.tr/ Official website of the Ministry of Culture and Tourism]
* [http://www.kultur.gov.tr/ Official website of the Ministry of Culture and Tourism]
Baris 171: Baris 138:
* [http://www.bluenomics.com/data#!data/country_overview/key_indicators_1/gdp_real_total/gdp_real_total_quarterly_yoy_in_sa_wda_real%7Cchart/line$countries=turkey&sorting=list//title Macroeconomic Data for Turkey Online]
* [http://www.bluenomics.com/data#!data/country_overview/key_indicators_1/gdp_real_total/gdp_real_total_quarterly_yoy_in_sa_wda_real%7Cchart/line$countries=turkey&sorting=list//title Macroeconomic Data for Turkey Online]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29609056 (2026-08-21T06:10:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Turki&oldid=29609056 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29609056 (2026-08-21T06:10:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.25

Flag of Turkey

Turki (), dengan nama resmi Republik Turki (), adalah sebuah negara kesatuan dengan sistem presidensial di kawasan Eurasia. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat, dengan bagian yang relatif kecil yang disebut Trakia Timur di Eropa Tenggara. Turki berbatasan dengan Laut Hitam di utara; Bulgaria di barat laut; Yunani dan Laut Aegea di barat; Georgia di timur laut; Armenia, Iran, dan wilayah eksklave Nakhchivan (Azerbaijan) di timur; Irak di tenggara; serta Suriah dan Laut Tengah di selatan. Laut Marmara dan Selat Bosporus yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa Turki (Trakia Timur) dan Asia Turki (Semenanjung Anatolia), sehingga Turki dikenal sebagai negara lintas benua karena wilayahnya yang membentang di dua benua, yaitu Eropa dan Asia.

Orang Turki mulai bermigrasi ke wilayah yang kini bernama Turki pada abad ke-11. Proses migrasi ini semakin dipercepat setelah kemenangan Kesultanan Seljuk melawan Kekaisaran Bizantium pada Pertempuran Manzikert. Beberapa Beylik (Emirat Turki) dan Kesultanan Seljuk Rûm menguasai Anatolia sampai dengan invasi oleh Kekaisaran Mongol pada abad ke-13. Mulai abad ke-13, beylik-beylik Utsmaniyah menyatukan Anatolia dan membentuk kekaisaran yang daerahnya merambah sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat, dan Afrika Utara. Setelah Kesultanan Utsmaniyah runtuh setelah kalah pada Perang Dunia I dan masalah internal (pemberontakan Gerakan Turki Muda dan pemberontak orang Arab) sebagian wilayahnya diduduki oleh Sekutu yang memenangkan Perang Dunia I. Mustafa Kemal Atatürk kemudian mengorganisasi gerakan perlawanan melawan Sekutu. Pada tahun 1923, gerakan perlawanan ini berhasil mendirikan Republik Turki modern dengan Mustafa Kemal Atatürk menjabat sebagai presiden pertamanya.

Ibu kota Turki berada di Ankara sedangkan kota terbesar di negara ini adalah Istanbul (atau Konstantinopel) yang dahulu menjadi ibukota dari Kekaisaran Bizantium dan Kesultanan Utsmaniyah. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persimpangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya Timur dan Barat yang khas yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke Tiongkok dalam jalur darat di antara Rusia dan India, Turki telah memperoleh kepentingan strategis yang bertambah pesat.

Turki adalah sebuah republik konstitusional yang demokratis, kesatuan bersistem republik presidensial sejak era presiden Recep Tayyip Erdoğan. Turki telah berangsur-angsur bergabung dengan negara-negara Barat Uni Eropa tetapi keanggotaannya masih ditangguhkan, sementara pada saat yang sama menjalin hubungan dengan dunia Timur. Negara ini merupakan salah satu anggota pendiri PBB,[1] Organisasi Konferensi Islam (OKI),[2] OECD,[3] dan OSCE,[4] serta anggota Majelis Eropa sejak tahun 1949,[5] dan NATO sejak tahun 1952.[6] Sejak tahun 2005, Turki adalah satu-satunya negara Islam pertama yang berunding menyertai Uni Eropa, setelah merupakan anggota koalisi sejak tahun 1963.[7] Turki juga merupakan anggota negara industri G20 yang mempertemukan 20 ekonomi terbesar di dunia.

Etimologi

Nama Turki atau Türkiye dalam bahasa Turki terdiri dari dua komponen, yaitu: etnonim Türk dan akhiran abstrak –iye yang berarti "pemilik", "tanah" (berasal dari akhiran dalam bahasa Arab –iyya yang serupa dengan akhiran –ia dalam bahasa Yunani dan Latin). Catatan awal istilah "Türk" atau "Türük" sebagai autonim terdapat dalam tulisan-tulisan Orkhon oleh kaum Göktürk (Turki Samawi) dari Asia Tengah (c. abad ke-8 M). Tu–kin dijadikan bukti pada awal tahun 177 SM sebagai nama pemberian bangsa Tiongkok kepada penduduk di wilayah selatan Pegunungan Altai di Asia Tengah. Nama Indonesia "Turki" berasal dari bahasa Latin Pertengahan iaitu Turchia (c. 1369). Nama ini berkerabat dekat dengan Tourkia dalam bahasa Yunani, yang awalnya digunakan oleh bangsa Bizantium untuk menyebut Hungaria pada abad pertengahan (karena bangsa Hungaria dan Turki mempunyai leluhur yang sama) tetapi kemudian mereka mulai menggunakan nama ini untuk menamai wilayah hasil penaklukkan Seljuk di Anatolia, ratusan tahun setelah Pertempuran Manzikert pada tahun 1071.

Perubahan nama resmi

Pada bulan Januari 2020, Majelis Eksportir Turki - organisasi payung ekspor Turki- mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan "Made in Türkiye" pada semua labelnya, dalam upaya untuk menstandarkan merek dan identitas bisnis Turki di panggung internasional, dengan menggunakan istilah 'Türkiye' di semua bahasa di seluruh dunia.[8]

Pada bulan Desember 2021, Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengeluarkan surat edaran yang menyerukan agar ekspor diberi label "Made in Türkiye" serta mendidik preferensi nama 'Türkiye' dalam hubungan pemerintahan.[9][10] Alasan yang diberikan dalam surat edaran untuk memilih Türkiye adalah karena "mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki". Menurut lembaga penyiaran pemerintah Turki, TRT World mengatakan bahwa perubahan tersebut juga menghindari peyorasi dengan ungkapan yang berarti kalkun dalam bahasa Inggris (en:Turkey (bird)).[11] Dilaporkan pada Januari 2022 bahwa pemerintah berencana untuk mendaftarkan Türkiye ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.[12] Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu mengirim surat kepada PBB dan organisasi internasional lainnya pada tanggal 31 Mei 2022, meminta agar mereka menggunakan Türkiye. PBB setuju dan segera mengimplementasikan permintaan tersebut.[13][14]

Sejarah

Anatolia Prasejarah dan Trakia Timur

Semenanjung Anatolia adalah salah satu wilayah berpenduduk yang tertua di dunia. Berbagai populasi Anatolia kuno menetap di Anatolia, dimulai pada periode Neolitikum hingga ditaklukkan oleh Aleksander Agung.[15] Bahasa yang digunakan adalah bahasa Anatolia, cabang bahasa dari rumpun bahasa Indo-Eropa.[16] Bahkan, para peneliti telah mengusulkan Anatolia sebagai pusat hipotesis, di mana bahasa Indo-Eropa menyebar.[17] Bagian wilayah Turki di Eropa disebut Trakia Timur. Wilayah ini tidak berpenduduk sejak empat ribu tahun yang lalu, dan memasuki masa Neolithikum sekitar tahun 6000 SM dengan penduduknya yang mulai bercocok tanam.[18]

Göbekli Tepe adalah sebuah situs yang dikenal sebagai struktur tempat suci tertua yang dibuat oleh manusia sekitar 10.000 SM,[19] sementara Çatalhöyük yang merupakan permukiman Neolitikum dan Kalkolitikum di Anatolia selatan, sekitar tahun 7500 SM sampai 5700 SM. Pada Juli 2012, kedua situs ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.[20] Permukiman di Troya dimulai pada Zaman Neolitikum dan terus berlanjut sampai Zaman Besi.

Catatan penduduk Anatolia yang paling awal adalah Bangsa Hatti dan Bangsa Huri, bangsa-bangsa non-Indo-Eropa yang menghuni Anatolia tengah dan timur, masing-masing pada awal 2300 SM. Bangsa Het datang ke Anatolia pada tahun 2000-1700 SM. Kerajaan besar pertama di daerah tersebut didirikan oleh bangsa Het, dari abad kedelapan belas hingga abad ke-13 SM. Asiria menaklukkan wilayah bagian tenggara Turki dan menetap di sana pada awal 1950 SM sampai tahun 612 SM.[21][22]

Setelah runtuhnya kerajaan Het pada tahun 1180 SM, Kerajaan Frigia berkuasa di Anatolia sampai kerajaan mereka dihancurkan oleh Suku Kimmeri pada abad ke-7 SM.[23]

Antikuitas dan Periode Bizantium

Sekitar tahun 1200 SM, pantai Anatolia dikuasai oleh suku Aiolia dan suku Ionia Yunani. Banyak kota-kota penting yang didirikan, seperti Miletos, Ephesos, Smirna, dan Bizantium, dan yang terakhir didirikan adalah Megara pada tahun 657 SM. Negara pertama yang disebut Armenia oleh wilayah lain adalah negara dinasti Orontid Armenia, yang termasuk bagian dari Turki timur yang dimulai pada abad ke-6 SM. Di Turki barat daya, kelompok suku yang paling berpengaruh di Trakia adalah suku Odyrisia, yang didirikan oleh Teres I.[24]

Anatolia ditaklukkan oleh Kekaisaran Akhemeniyah dari Persia selama abad ke-6 dan ke-5 SM lalu kemudian jatuh ke tangan Aleksander Agung pada tahun 334 SM,[25] yang menyebabkan meningkatnya homogenitas kebudayaan dan Helenisasi di wilayah tersebut.[26] Setelah kematian Aleksander pada tahun 323 SM, Anatolia kemudian dibagi menjadi beberapa kerajaan Helenistik, yang semuanya menjadi bagian dari Republik Romawi pada pertengahan abad ke-1 SM.[27] Proses Helenisasi yang dimulai dengan penaklukan Aleksander dipercepat saat berada di bawah kekuasaan Romawi, sehingga pada awal abad Masehi bahasa Anatolia dan budaya setempat telah punah digantikan oleh bahasa Yunani.[28][29]

Pada tahun 324, Konstantinus Agung memilih Bizantium menjadi ibu kota baru Kekaisaran Romawi, kemudian diubah menjadi Roma Baru. Setelah kematian Theodosius I pada tahun 395 dan pembagian permanen Kekaisaran Romawi antara kedua putranya, Konstantinopel menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi Timur, yang akan memerintah sebagian besar wilayah Turki sampai Akhir Abad Pertengahan.[30]

Seljuk dan Kesultanan Utsmaniyah

Dinasti Seljuk adalah cabang dari Kinik Oğuz Turki yang tinggal di Khagan, Yabghu, Oğuz, sebelah utara Laut Kaspia dan Laut Aral, pada abad ke-9.[31] Pada abad ke-10, bangsa Seljuk mulai bermigrasi dari tanah air leluhur mereka ke Persia, yang menjadi awal dari Kesultanan Seljuk Raya.


Pada tahun 1243, tentara Seljuk dikalahkan oleh bangsa Mongol, menyebabkan kekuatan Dinasti Seljuk perlahan-lahan hancur. Salah satu beylik yang diperintah oleh Osman I kelak selama 200 tahun ke depan akan mengembangkannya menjadi Kesultanan Utsmaniyah, serta memperluas wilayah ke seluruh Anatolia, Balkan, Levant dan Afrika Utara.[32] Pada tahun 1453, Kesultanan Utsmaniyah di bawah pemerintahan Sultan Mehmed II (Al-Fatih) menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur dengan menguasai ibu kotanya, Konstantinopel.

Pada tahun 1514, Sultan Selim I (1512-1520) berhasil memperluas wilayah perbatasan selatan dan timur dengan mengalahkan Shah Ismail I dari dinasti Safawiyah dalam Pertempuran Chaldiran. Pada 1517, Selim I memperluas pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah ke Aljazair dan Mesir, dan menciptakan angkatan laut di Laut Merah. Selanjutnya, persaingan dimulai antara pihak Kesultanan Utsmaniyah dan Kerajaan Portugal untuk menjadi kekuatan laut yang dominan di Samudra Hindia, dengan berbagai pertempuran angkatan laut di Laut Merah, Laut Arab dan Teluk Persia. Kehadiran Kerajaan Portugal di Samudera Hindia itu dianggap sebagai ancaman bagi monopoli Kesultanan Utsmaniyah atas rute perdagangan kuno antara Asia Timur dan Eropa Barat (dikenal dengan nama Jalan Sutera). Monopoli ini semakin terganggu menyusul penemuan Tanjung Harapan oleh penjelajah Portugal Bartolomeu Dias pada tahun 1488, yang berdampak cukup besar terhadap perekonomian Kesultanan Utsmaniyah.


Dimulai pada awal abad ke-19 dan seterusnya, Kesultanan Utsmaniyah mulai melemah. Seperti wilayah, kekuatan militer dan kekayaan yang menurun, bahkan banyak Kaum Islam Balkan yang bermigrasi ke jantung Kekaisaran di Anatolia,[33][34] bersama dengan bangsa Sirkassia yang melarikan diri dari penaklukan Rusia di Kaukasus. Melemahnya Kesultanan Utsmaniyah menyebabkan meningkatnya sentimen nasionalis di antara masyarakat yang menyebabkan peningkatan ketegangan etnis yang kadang-kadang berubah menjadi kekerasan, seperti pembantaian etnis Hamid.

Kesultanan Utsmaniyah memasuki Perang Dunia I di sisi Blok Sentral dan akhirnya kalah. Selama perang, diperkirakan 1.500.000[35][36][37][38] warga Armenia dideportasi dan dibunuh saat Genosida Armenia berlangsung.[39][40] Pemerintah Turki menyangkal bahwa terdapat Genosida Armenia dan mengklaim bahwa Armenia hanya dipindahkan dari zona perang timur.[41] Pembantaian besar-besaran juga dilakukan terhadap kelompok minoritas lainnya seperti bangsa Yunani dan bangsa Assyria.[42][43][44]

Setelah Gencatan Senjata Mudros pada tanggal 30 Oktober 1918, kemenangan Pihak Sekutu berusaha untuk membagi wilayah Kesultanan Utsmaniyah melalui Persetujuan Sèvres pada tahun 1920.[45]

Republik Turki

Pendudukan Konstantinopel dan Smirna oleh Sekutu pada masa setelah Perang Dunia I mendorong pembentukan Gerakan Nasional Turki.[46] Di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Atatürk, seorang komandan militer yang telah membedakan dirinya selama Pertempuran Gallipoli, Perang Kemerdekaan Turki dilancarkan dengan tujuan mencabut ketentuan Persetujuan Sèvres.[47]

Pada 18 September 1922, tentara pendudukan dikalahkan, dan rezim Turki yang berbasis di Ankara, yang menyatakan diri sebagai pemerintah yang sah pada bulan April 1920, mulai meresmikan transisi hukum dari Kesultanan Utsmaniyah yang lama ke sistem politik Republik Turki yang baru. Pada tanggal 1 November, parlemen baru didirikan dan secara resmi menghapuskan sistem Kesultanan, sehingga mengakhiri 623 tahun pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah. Perjanjian Lausanne tanggal 24 Juli 1923 mendapat pengakuan internasional terhadap kedaulatan negara "Republik Turki" yang baru dibentuk sebagai negara penerus dari Kesultanan Utsmaniyah, dan secara resmi dinyatakan pada tanggal 29 Oktober 1923 di Ankara, ibu kota Turki yang baru.[48] Perjanjian Lausanne menetetapkan adanya pertukaran populasi antara Yunani dan Turki, di mana 1,1 juta orang Yunani meninggalkan Turki menuju Yunani dan 380.000 umat Islam dipindahkan dari Yunani ke Turki.[49]

Mustafa Kemal Atatürk menjadi Presiden pertama dan kemudian melakukan banyak reformasi dengan tujuan mengubah negara Kesultanan Utsmaniyah-Republik Turki menjadi republik sekularisme baru.[50] Dengan adanya UU Pemberian Julukan tahun 1934, Parlemen Turki memberikan gelar Atatürk (Bapak Bangsa Turki) kepada Mustafa Kemal Atatürk.[51]

Turki tetap netral selama Perang Dunia II, tetapi masuk pada saat akhir perang di Pihak Sekutu pada tanggal 23 Februari 1945. Pada tanggal 26 Juni 1945, Turki menjadi anggota piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.[52] Setelah perang, Yunani menghadapi kesulitan dalam mengatasi pemberontakan komunis, bersamaan dengan tuntutan Uni Soviet untuk membangun pangkalan militer di Selat Turki. Hal itu mendorong Amerika Serikat untuk menyatakan Doktrin Truman pada tahun 1947, untuk menjamin keamanan Turki dan Yunani.[53] Yunani dan Turki tergabung dalam Rencana Marshall dan OEEC untuk membangun kembali ekonomi Eropa pada tahun 1948, dan kemudian menjadi anggota pendiri OECD pada tahun 1961.

Setelah ikut serta dengan pasukan PBB dalam Perang Korea, Turki bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara pada tahun 1952, dan menjadi benteng untuk melawan ekspansi Uni Soviet ke Laut Tengah. Setelah satu dekade kekerasan antarkomunitas Siprus dan kudeta di Siprus pada 15 Juli 1974 yang dilakukan organisasi paramiliter EOKA B, untuk menggulingkan Presiden Makarios III dan menerapkan pro-Enosis (persatuan dengan Yunani) dengan Nikos Sampson sebagai diktator, Turki menginvasi Siprus pada tanggal 20 Juli 1974.[54] Sembilan tahun kemudian, Republik Turki Siprus Utara, yang hanya diakui oleh Turki, didirikan.[55]

Periode sistem satu partai berakhir pada tahun 1945. Hal ini diikuti oleh transisi menjadi demokrasi multipartai selama beberapa dekade mendatang, yang terganggu oleh kudeta militer pada tahun 1960, 1971, 1980 dan 1997.[56] Pada tahun 1984, kelompok separatis Kurdi (PKK) memulai kampanye perlawanan terhadap pemerintah Turki, yang sampai saat ini telah merenggut lebih dari 40.000 jiwa.[57] Namun, proses perdamaian sedang berlangsung.[58][59] Sejak liberalisasi ekonomi Turki selama tahun 1980, negara ini telah mengalami pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang kuat.[60] Pada tahun 2013, sejumlah protes terjadi di banyak provinsi di Turki, yang dipicu oleh rencana untuk menghancurkan Taman Taksim Gezi.[61]

Geografi

Turki adalah negara transbenua. Wilayah Turki yang termasuk Asia mencakup 97 persen dari negara, wilayah ini terpisah dari Eropa Turki oleh Selat Bosporus, Laut Marmara, dan Selat Dardanella. Wilayah Eropa Turki terdiri 3 persen negara. Wilayah Turki memiliki panjang lebih dari 1.600 kilometer (990 mil) dan 800 kilometer (500 mil) luas, dengan bentuk persegi panjang kasar. Negara ini terletak antara garis lintang 35 ° dan 43 ° U, dan bujur 25 ° dan 45 lahan ° T. Turki, termasuk danau, Turki menempati lahan seluas 783.562 kilometer persegi (302.535 mil persegi), areal seluas 755.688 kilometer persegi (291.773 mil persegi) berada di Asia Barat Daya dan 23.764 kilometer persegi (9.175 mil persegi) di Eropa. [154] Turki adalah negara 37 terbesar di dunia dalam hal luas. Negara ini dikelilingi oleh lautan di tiga sisi: Laut Aegea di sebelah barat, Laut Hitam di utara dan Laut Tengah di selatan. Terdapat juga Laut Marmara di barat laut.

Bagian Eropa dari Turki, Thrace Timur (wilayah paling timur semenanjung Balkan), membentuk perbatasan Turki dengan Yunani dan Bulgaria. Bagian Asia dari negara ini sebagian besar terdiri oleh semenanjung Anatolia, yang terdiri dari dataran tinggi dengan dataran pantai sempit, antara Koroglu dan pegunungan Pontic di utara dan Pegunungan Taurus di selatan. Turki timur, terletak di wilayah dataran tinggi barat Armenia, memiliki lanskap berupa pegunungan dan merupakan hulu berbagai sungai seperti sungai Efrat, Tigris dan Aras, terdapat pula Gunung Ararat, titik tertinggi di Turki dengan ketinggian 5137 meter (16.854 kaki), dan Danau Van, danau terbesar di negara ini.

Keanekaragaman hayati

Ada dua jenis utama dari pola vegetasi alami: padang rumput-padang rumput, yang terjadi terutama di Anatolia tengah dan tenggara tetapi juga ditemukan di dataran rendah Thrace dan lembah Anatolia Timur; dan hutan belantara dan hutan kayu, yang menutupi sebagian negara. Akan tetapi, di sebagian besar Turki, jenis vegetasi alami ini telah banyak dimodifikasi oleh tindakan manusia, baik secara langsung (melalui penebangan dan pembukaan lahan untuk pertanian) dan secara tidak langsung (melalui kegiatan hewan yang digembalakan).

Politik

Turki adalah republik presidensial sejak 9 Juli 2018. Sejak didirikan sebagai sebuah republik pada tahun 1923, Turki telah mengembangkan tradisi kuat sekularisme.[62] Konstitusi Turki mengatur kerangka hukum negara. Ini menetapkan prinsip-prinsip utama pemerintah dan menetapkan Turki sebagai negara terpusat kesatuan. Presiden dari Republik adalah kepala negara dan memiliki peran seremonial. Presiden dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh pemilihan langsung dan Recep Tayyip Erdoğan adalah presiden pertama yang terpilih melalui pemungutan suara langsung.

Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh Perdana Menteri dan Dewan Menteri yang membentuk pemerintah, sedangkan kekuasaan legislatif dipegang oleh parlemen unikameral, Majelis Agung Nasional Turki. Peradilan independen dari eksekutif dan legislatif, dan Mahkamah Konstitusi dibebankan dengan memerintah pada kesesuaian hukum dan keputusan dengan konstitusi. Dewan Negara adalah pengadilan dari terakhir untuk kasus administrasi, dan Pengadilan Tinggi Banding untuk kasus yang lain.[63]

Perdana menteri dipilih oleh parlemen melalui mosi percaya dalam pemerintahan dan yang paling sering kepala dari partai yang memiliki kursi terbanyak di parlemen. Perdana menteri sekarang adalah Binali Yıldırım, yang menggantikan Ahmet Davutoğlu pada tanggal 24 Mei 2016.

Hak pilih universal untuk kedua jenis kelamin telah diterapkan di seluruh Turki sejak tahun 1933, dan setiap warga negara Turki yang telah berusia 18 tahun memiliki hak untuk memilih. Ada 550 anggota parlemen yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun oleh sistem daftar-partai proporsional dari 85 daerah pemilihan. Mahkamah Konstitusi dapat menghentikan pembiayaan publik partai politik yang dianggap anti-sekuler atau separatis, atau melarang keberadaan mereka sama sekali.[64][65] Ambang batas parlemen adalah 10 persen suara.[66]

Pendukung reformasi Atatürk disebut Kemalisme, yang dibedakan dari Islamisme, mewakili dua ekstrem pada kontinum keyakinan tentang peran yang tepat dari agama dalam kehidupan publik.[67] Posisi Kemalis umumnya menggabungkan semacam demokrasi dengan konstitusi laic dan gaya hidup sekuler kebarat-baratan, sementara mendukung intervensi negara dalam ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya.[68] Sejak tahun 1980, kenaikan ketimpangan pendapatan dan perbedaan kelas telah melahirkan populisme Islam, sebuah gerakan yang dalam teori mendukung kewajiban untuk otoritas, solidaritas komunal dan keadilan sosial, meskipun apa yang mengikuti dalam praktiknya sering diperdebatkan.[69]

Pembagian administratif

Turki dibagi menjadi 81 provinsi:

Demografi

Menurut Sistem Pencatatan Populasi Berbasis Alamat Turki, populasi negara tersebut 74.7 juta penduduk pada tahun 2011.[70]

Pasal 66 Konstitusi Turki mendefinisikan "Orang Turki" sebagai "siapapun yang terikat ke negara Turki melalui ikatan kewarganegaraan", oleh karena itu, penggunaan hukum istilah "Turki" sebagai warga negara Turki berbeda dengan definisi etnik.[71] Namun, mayoritas penduduk Turki adalah Etnis Turk. Mereka diperkirakan mencapai 70-75 persen.

Bahasa

Bahasa resmi dari negara ini adalah Bahasa Turki, yang diucapkan oleh 85.4 persen populasi sebagai Bahasa ibu.[72] 11.9 persen populasi berbicara dalam dialek Bahasa Kurdi yakni Kurmanji.

Agama

Turki adalah negara sekuler tanpa agama resmi, Konstitusi Turki mengatur kebebasan beragama dan hati nurani.[73][74]


Kuliner

Turki memiliki berbagai macam masakan, yang paling terkenal adalah Baklava, Döner kebab, Plov, dan Puding nasi.

Galeri

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

  • Reed, Fred A. (1999). Anatolia Junction: a Journey into Hidden Turkey. Burnaby, B.C.: Talonbooks [sic]. 320 p., ill. with b&w photos. ISBN 0-88922-426-9
  • Roxburgh, David J. (ed.) (2005). Turks: A Journey of a Thousand Years, 600–1600. Royal Academy of Arts. ISBN 1-903973-56-2.
  • Turkey: A Country Study (1996). Federal Research Division, Library of Congress. ISBN 0-8444-0864-6.

Pranala luar

Umum
Pemerintahan
Pariwisata
Ekonomi

Referensi

  1. PBB. Pertumbuhan anggota PBB (1945-2005). PBB. 3 Juli 2006.
  2. OKI. Keanggotaan OKI. OKI. 2006.
  3. OECD. Keahlian OECD. OECD. 2006.
  4. OSCE. Negara-negara peserta OSCE. OSCE. 2005.
  5. Dewan Eropa. Turki dan Dewan Eropa. Dewan Eropa. 27 Oktober 2006.
  6. NATO. Yunani dan Turki menyertai Pakta Pertahanan Atlantik Utara. NATO.
  7. Sekretariat Turki untuk Urusan Uni Eropa. Kronologi hubungan Turki-Uni Eropa. Sekretariat Turki untuk Urusan Uni Eropa.
  8. Why Turkey is now 'Turkiye', and why that matters. TRT World.
  9. Exports to be labeled ‘Made in Türkiye’ - Latest News. Hürriyet Daily News.
  10. Genelge 2021/24 Marka Olarak Türkiye İbaresinin Kullanımı. Resmî Gazete. 4 desember 2021.
  11. Why Turkey is now 'Turkiye', and why that matters. TRT World.
  12. Turkey to register its new name Türkiye to UN in coming weeks. Middle East Eye.
  13. UN to use 'Türkiye' instead of 'Turkey' after Ankara's request. TRT World.
  14. Turkey wants to be called Türkiye in rebranding move. BBC News. 2022-06-02.
  15. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  16. The Position of Anatolian.
  17. Michael Balter. Search for the Indo-Europeans: Were Kurgan horsemen or Anatolian farmers responsible for creating and spreading the world's most far-flung language family?. Science. 27 February 2004. Vol. 303 (5662). hlm. 1323. doi:10.1126/science.303.5662.1323.
  18. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  19. The World's First Temple. Archaeology magazine. Nov/Dec 2008. hlm. 23.
  20. Çatalhöyük added to UNESCO World Heritage List. Global Heritage Fund. 3 July 2012.
  21. Ziyaret Tepe – Turkey Archaeological Dig Site. uakron.edu.
  22. Assyrian Identity in Ancient Times And Today'.
  23. The Metropolitan Museum of Art, New York. Anatolia and the Caucasus, 2000–1000 B.C. in Timeline of Art History.. New York: The Metropolitan Museum of Art. October 2000.
  24. D. M. Lewis. The Cambridge Ancient History. Cambridge University Press. 1994. hlm. 444–. ISBN 978-0-521-23348-4.
  25. Hooker, Richard. Ancient Greece: The Persian Wars. Washington State University, Washington, United States. 6 June 1999.
  26. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  27. The Metropolitan Museum of Art, New York. Anatolia and the Caucasus (Asia Minor), 1000 B.C. – 1 A.D. in Timeline of Art History.. New York: The Metropolitan Museum of Art. October 2000.
  28. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  29. Theo van den Hout. The Elements of Hittite. Cambridge University Press. 27 October 2011. hlm. 1. ISBN 978-1-139-50178-1.
  30. Daniel C. Waugh. Constantinople/Istanbul. University of Washington, Seattle, Washington. 2004.
  31. Andre Wink. Al Hind: The Making of the Indo Islamic World, Vol. 1, Early Medieval India and the Expansion of Islam, 7th–11th Centuries. Brill Academic Publishers. 1990. ISBN 90-04-09249-8.
  32. Patrick Kinross. The Ottoman Centuries: The Rise and Fall of the Turkish Empire. Morrow. 1977. ISBN 0-688-03093-9.
  33. Michael Mann. The Dark Side of Democracy: Explaining Ethnic Cleansing. Cambridge University Press. 2005. hlm. 118. ISBN 978-0-521-53854-1.
  34. Maria Todorova. Imagining the Balkans. Oxford University Press. 18 March 2009. hlm. 175. ISBN 978-0-19-972838-1.
  35. John G. Heidenrich. How to prevent genocide: a guide for policymakers, scholars, and the concerned citizen. Greenwood Publishing Group. 2001. hlm. 5. ISBN 978-0-275-96987-5.
  36. Encyclopædia Britannica.
  37. Viscount Bryce. The Treatment of Armenians in the Ottoman Empire 1915–16: Documents presented to Viscount Grey of Falloden, Secretary of State for Foreign Affairs. GP Putnam's Sons, for His Majesty's Stationary Office. 1916.
  38. Justin McCarthy, The End of Ottoman Anatolia, in Muslims and Minorities: The Population of Ottoman Anatolia and the End of the Empire, New York Univ. Press, 1983.
  39. Fact Sheet: Armenian Genocide. University of Michigan.
  40. Totten, Samuel, Paul Robert Bartrop, Steven L. Jacobs (eds.) Dictionary of Genocide. Greenwood Publishing Group, 2008, p. 19. ISBN 0-313-34642-9.
  41. Patrick J. Roelle, Sr. Islam's Mandate- a Tribute to Jihad: The Mosque at Ground Zero. AuthorHouse. 27 September 2010. hlm. 33. ISBN 978-1-4520-8018-5.
  42. Donald Bloxham. The Great Game of Genocide: Imperialism, Nationalism, And the Destruction of the Ottoman Armenians. Oxford University Press. 2005. hlm. 150. ISBN 978-0-19-927356-0.
  43. Mark Levene. Creating a Modern 'Zone of Genocide': The Impact of Nation- and State-Formation on Eastern Anatolia, 1878–1923. Holocaust and Genocide Studies. Winter 1998. Vol. 12 (3). hlm. 393–433. doi:10.1093/hgs/12.3.393.
  44. Niall Ferguson. The War of the World: Twentieth-Century Conflict and the Descent of the West. Penguin Group (USA) Incorporated. 2007. hlm. 180. ISBN 978-0-14-311239-6.
  45. Patrick Kinross. The Ottoman Centuries: The Rise and Fall of the Turkish Empire. Morrow. 1977. ISBN 0-688-03093-9.
  46. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  47. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  48. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  49. Richard Clogg. A Concise History of Greece. Cambridge University Press. 20 June 2002. hlm. 101. ISBN 978-0-521-00479-4.
  50. Gerhard Bowering. The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought. Princeton University Press. 28 November 2012. hlm. 49–. ISBN 978-1-4008-3855-4.
  51. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  52. Growth in United Nations membership (1945–2005). United Nations. 3 July 2006.
  53. James A. Huston. Outposts and Allies: U.S. Army Logistics in the Cold War, 1945–1953. Susquehanna University Press. 1988. hlm. 134. ISBN 0-941664-84-8.
  54. Nasuh Uslu. The Cyprus question as an issue of Turkish foreign policy and Turkish-American relations, 1959–2003. Nova Publishers. 2003. hlm. 119. ISBN 978-1-59033-847-6.
  55. Timeline: Cyprus. BBC. 12 December 2006.
  56. William Mathew Hale. Turkish Politics and the Military. Routledge, UK. 1994. ISBN 0-415-02455-2.
  57. Turkey's PKK peace plan delayed. BBC. 10 November 2009.
  58. Sebnem Arsu. Kurdish Rebel Group to Withdraw From Turkey. The New York Times. 25 April 2013.
  59. Murat Karayilan announces PKK withdrawal from Turkey. 25 April 2013.
  60. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  61. Jethro Mullen and Susannah Cullinane. What's driving unrest and protests in Turkey?. CNN. 4 June 2013.
  62. Ali Çarkoğlu. Religion and Politics in Turkey. Routledge, UK. 2004. ISBN 0-415-34831-5.
  63. Turkish Directorate General of Press and Information. Turkish Constitution. Turkish Prime Minister's Office. 17 October 2001.
  64. Euro court backs Turkey Islamist ban. BBC. 31 July 2001.
  65. Turkey's Kurd party ban criticised. BBC. 14 March 2003.
  66. Turkish Directorate General of Press and Information. Political Structure of Turkey. Turkish Prime Minister's Office. 24 August 2004.
  67. Kate Fleet. The Cambridge History of Turkey. Cambridge University Press. 17 April 2008. hlm. 357–358. ISBN 978-0-521-62096-3.
  68. Kate Fleet. The Cambridge History of Turkey. Cambridge University Press. 17 April 2008. hlm. 357–358. ISBN 978-0-521-62096-3.
  69. Kate Fleet. The Cambridge History of Turkey. Cambridge University Press. 17 April 2008. hlm. 357–358. ISBN 978-0-521-62096-3.
  70. The Results of Address Based Population Registration System, 2011. Turkish Statistical Institute.
  71. Özlem Albayrak. Herkes Türk müdür, Türk mü olmalıdır? – Is everyone Turk or should be Turk?. yenisafak.com.
  72. Türkiye'nin yüzde 85'i 'anadilim Türkçe' diyor. Milliyet.com.tr.
  73. Axel Tschentscher. International Constitutional Law: Turkey Constitution. Servat.unibe.ch.
  74. Turkey: Islam and Laicism Between the Interests of State, Politics, and Society. Peace Research Institute Frankfurt.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29609056 (2026-08-21T06:10:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.