Absorpsimetri: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27540842; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Dual Energi Absorptimetri''' adalah sebuah cara yang terbaik untuk memeriksa kepadatan pada [[tulang]] manusia. Menurut kamus kesehatan Dual Energi Absorptimetri adalah jenis pengujian yang menggunakan sinar-X untuk mengukur kepadatan tulang. Tes ini merupakan metode yang lebih baik, karena menggunakan [[fasilitas]] yang lengkap, apabila akan melakukan menggunakan tes ini sebelumnya lakukan tes kepadatan tulang menggunakan teknik apapun sebelumnya. Karena penafsiran pengukuran kepadatan tulang dan penentuan perlu tidaknya pengobatan mungkin jauh lebih penting ketimbang keputusan mengenai [[metode]] tes kepadatan tulang yang harus dijalani ini, apabila pasien yang menjalani pengukuran peripheral dan hasil mengenai risiko bahwa pasien terkena [[osteoporosis]] meragukan, maka [[pasien]] harus melanjutkan dengan pengukuran tulang pinggul dan tulang belakang menggunakan central DXA untuk memastikan diagonosisnya. | [[File:DEXA_scanner_in_use_ALSPAC.jpg|thumb|right|280px|Absorptimetri]] | ||
Tes kepadatan tulang biasanya melaporkan hasil pasien berupa perbandingan dengan rata-rata orang [[sehat]] yang berusia dan berjenis [[kelamin]] sama dengan pasien (Nilai-Z) serta dengan rata-rata orang muda normal yang sehat (Nilai-T). | |||
'''Dual Energi Absorptimetri''' adalah sebuah cara yang terbaik untuk memeriksa kepadatan pada [[tulang]] manusia.<ref>[http://www.medicalera.com/3/3721?thread=3721 Mitos-mitos Osteoporosis].</ref> Menurut kamus kesehatan Dual Energi Absorptimetri adalah jenis pengujian yang menggunakan sinar-X untuk mengukur kepadatan tulang.<ref>[http://kamuskesehatan.com/arti/dual-x-ray-absorptiometry-dxa/ Dual X-Ray Absorptimetry].</ref> Tes ini merupakan metode yang lebih baik, karena menggunakan [[fasilitas]] yang lengkap, apabila akan melakukan menggunakan tes ini sebelumnya lakukan tes kepadatan tulang menggunakan teknik apapun sebelumnya.<ref>Felicia Cosman. ''Osteoporosis: Panduan Lengkap agar tulang anda tetap sehat Panduan Kesehatan Wanita''. B First. 2009. hlm. 119. ISBN 9792438386.</ref> Karena penafsiran pengukuran kepadatan tulang dan penentuan perlu tidaknya pengobatan mungkin jauh lebih penting ketimbang keputusan mengenai [[metode]] tes kepadatan tulang yang harus dijalani ini, apabila pasien yang menjalani pengukuran peripheral dan hasil mengenai risiko bahwa pasien terkena [[osteoporosis]] meragukan, maka [[pasien]] harus melanjutkan dengan pengukuran tulang pinggul dan tulang belakang menggunakan central DXA untuk memastikan diagonosisnya.<ref>Felicia Cosman. ''Osteoporosis: Panduan Lengkap agar tulang anda tetap sehat Panduan Kesehatan Wanita''. B First. 2009. hlm. 119. ISBN 9792438386.</ref> | |||
Tes kepadatan tulang biasanya melaporkan hasil pasien berupa perbandingan dengan rata-rata orang [[sehat]] yang berusia dan berjenis [[kelamin]] sama dengan pasien (Nilai-Z) serta dengan rata-rata orang muda normal yang sehat (Nilai-T).<ref>Felicia Cosman. ''Osteoporosis: Panduan Lengkap agar tulang anda tetap sehat Panduan Kesehatan Wanita''. B First. 2009. hlm. 119. ISBN 9792438386.</ref> | |||
Dalam pengukuran massa dan densitas tulang hal perlu dilakukan dalam pemeriksaan tulang ini adalah sebagai berikut: | Dalam pengukuran massa dan densitas tulang hal perlu dilakukan dalam pemeriksaan tulang ini adalah sebagai berikut: | ||
# SPA (Single Phon Absorptiometry). | # SPA (Single Phon Absorptiometry).<ref>Nico A. Lumenta. ''Manajemen Hidup Sehat''. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.</ref> | ||
# DPA (dual Photon Absorpatiometry). | # DPA (dual Photon Absorpatiometry).<ref>Nico A. Lumenta. ''Manajemen Hidup Sehat''. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.</ref> | ||
# Dexa (dual energy X-ray Absorptiometry). | # Dexa (dual energy X-ray Absorptiometry).<ref>Nico A. Lumenta. ''Manajemen Hidup Sehat''. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.</ref> | ||
# Quantitative CT. | # Quantitative CT.<ref>Nico A. Lumenta. ''Manajemen Hidup Sehat''. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.osteoporosisadvice.com/testing-bone-density.php Non-invasive testing of bone density explained] | * [http://www.osteoporosisadvice.com/testing-bone-density.php Non-invasive testing of bone density explained] | ||
* [http://www.radiologyinfo.org/content/dexa.htm Information for patients], from [[Radiological Society of North America|RSNA]] | * [http://www.radiologyinfo.org/content/dexa.htm Information for patients], from [[Radiological Society of North America|RSNA]] | ||
* [http://courses.washington.edu/bonephys/opbmd.html#tz Bone Densitometry explained] | * [http://courses.washington.edu/bonephys/opbmd.html#tz Bone Densitometry explained] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Absorpsimetri&oldid=27540842 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27540842 (2025-07-14T00:13:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 18.04

Dual Energi Absorptimetri adalah sebuah cara yang terbaik untuk memeriksa kepadatan pada tulang manusia.[1] Menurut kamus kesehatan Dual Energi Absorptimetri adalah jenis pengujian yang menggunakan sinar-X untuk mengukur kepadatan tulang.[2] Tes ini merupakan metode yang lebih baik, karena menggunakan fasilitas yang lengkap, apabila akan melakukan menggunakan tes ini sebelumnya lakukan tes kepadatan tulang menggunakan teknik apapun sebelumnya.[3] Karena penafsiran pengukuran kepadatan tulang dan penentuan perlu tidaknya pengobatan mungkin jauh lebih penting ketimbang keputusan mengenai metode tes kepadatan tulang yang harus dijalani ini, apabila pasien yang menjalani pengukuran peripheral dan hasil mengenai risiko bahwa pasien terkena osteoporosis meragukan, maka pasien harus melanjutkan dengan pengukuran tulang pinggul dan tulang belakang menggunakan central DXA untuk memastikan diagonosisnya.[4] Tes kepadatan tulang biasanya melaporkan hasil pasien berupa perbandingan dengan rata-rata orang sehat yang berusia dan berjenis kelamin sama dengan pasien (Nilai-Z) serta dengan rata-rata orang muda normal yang sehat (Nilai-T).[5]
Dalam pengukuran massa dan densitas tulang hal perlu dilakukan dalam pemeriksaan tulang ini adalah sebagai berikut:
- SPA (Single Phon Absorptiometry).[6]
- DPA (dual Photon Absorpatiometry).[7]
- Dexa (dual energy X-ray Absorptiometry).[8]
- Quantitative CT.[9]
Pranala luar
- Non-invasive testing of bone density explained
- Information for patients, from RSNA
- Bone Densitometry explained
Referensi
- ↑ Mitos-mitos Osteoporosis.
- ↑ Dual X-Ray Absorptimetry.
- ↑ Felicia Cosman. Osteoporosis: Panduan Lengkap agar tulang anda tetap sehat Panduan Kesehatan Wanita. B First. 2009. hlm. 119. ISBN 9792438386.
- ↑ Felicia Cosman. Osteoporosis: Panduan Lengkap agar tulang anda tetap sehat Panduan Kesehatan Wanita. B First. 2009. hlm. 119. ISBN 9792438386.
- ↑ Felicia Cosman. Osteoporosis: Panduan Lengkap agar tulang anda tetap sehat Panduan Kesehatan Wanita. B First. 2009. hlm. 119. ISBN 9792438386.
- ↑ Nico A. Lumenta. Manajemen Hidup Sehat. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.
- ↑ Nico A. Lumenta. Manajemen Hidup Sehat. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.
- ↑ Nico A. Lumenta. Manajemen Hidup Sehat. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.
- ↑ Nico A. Lumenta. Manajemen Hidup Sehat. Elex Media Komputindo. hlm. 218. ISBN 9789792099935.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27540842 (2025-07-14T00:13:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.