Lompat ke isi

Penandaairan digital: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28696651; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:An_example_of_a_(digital)_watermark_on_an_image.png|thumb|right|280px|An example of a (digital) watermark on an image]]
'''Penandaairan digital''' adalah sejenis penanda yang terselubung terselubung dalam [[sinyal]] yang tahan kebisingan seperti data audio, video atau gambar. Biasanya digunakan untuk mengidentifikasi kepemilikan hak cipta dari sinyal tersebut. Penandaairan, atau ''watermarking'', adalah proses menyembunyikan informasi digital dalam sinyal pembawa; informasi yang disembunyikan harus, tetapi tidak perlu, mengandung hubungan dengan [[sinyal pembawa]]. Tanda air digital dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian atau integritas sinyal pembawa atau untuk menunjukkan identitas pemiliknya. Ini secara jelas digunakan untuk melacak pelanggaran [[hak cipta]] dan untuk otentikasi uang kertas.
'''Penandaairan digital''' adalah sejenis penanda yang terselubung terselubung dalam [[sinyal]] yang tahan kebisingan seperti data audio, video atau gambar. Biasanya digunakan untuk mengidentifikasi kepemilikan hak cipta dari sinyal tersebut. Penandaairan, atau ''watermarking'', adalah proses menyembunyikan informasi digital dalam sinyal pembawa; informasi yang disembunyikan harus, tetapi tidak perlu, mengandung hubungan dengan [[sinyal pembawa]]. Tanda air digital dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian atau integritas sinyal pembawa atau untuk menunjukkan identitas pemiliknya. Ini secara jelas digunakan untuk melacak pelanggaran [[hak cipta]] dan untuk otentikasi uang kertas.


Seperti [[Tanda air|tanda air fisik]] tradisional, tanda air digital sering kali hanya dapat dilihat pada kondisi tertentu, yaitu setelah menggunakan beberapa algoritma. Jika tanda air digital mendistorsi sinyal pembawa sedemikian rupa sehingga mudah dilihat, ia mungkin dianggap kurang efektif tergantung tujuannya. Tanda air tradisional dapat diterapkan ke media yang terlihat (seperti gambar atau video), sedangkan dalam tanda air digital, sinyal dapat berupa audio, gambar, video, teks atau [[model 3D]]. Suatu sinyal dapat membawa beberapa tanda air yang berbeda secara bersamaan. Tidak seperti [[metadata]] yang ditambahkan ke sinyal pembawa, tanda air digital tidak mengubah ukuran sinyal pembawa.
Seperti [[Tanda air|tanda air fisik]] tradisional, tanda air digital sering kali hanya dapat dilihat pada kondisi tertentu, yaitu setelah menggunakan beberapa algoritma.<ref>Frank Y. Shih: ''Digital watermarking and steganography: fundamentals and techniques''. Taylor & Francis, Boca Raton, FL, USA, 2008</ref> Jika tanda air digital mendistorsi sinyal pembawa sedemikian rupa sehingga mudah dilihat, ia mungkin dianggap kurang efektif tergantung tujuannya.<ref>Frank Y. Shih: ''Digital watermarking and steganography: fundamentals and techniques''. Taylor & Francis, Boca Raton, FL, USA, 2008</ref> Tanda air tradisional dapat diterapkan ke media yang terlihat (seperti gambar atau video), sedangkan dalam tanda air digital, sinyal dapat berupa audio, gambar, video, teks atau [[model 3D]]. Suatu sinyal dapat membawa beberapa tanda air yang berbeda secara bersamaan. Tidak seperti [[metadata]] yang ditambahkan ke sinyal pembawa, tanda air digital tidak mengubah ukuran sinyal pembawa.


Properti yang diperlukan dari tanda air digital tergantung pada [[kasus]] yang digunakan. Untuk menandai file media dengan informasi hak cipta, tanda air digital harus agak kuat terhadap modifikasi yang dapat diterapkan pada sinyal pembawa. Sebaliknya, jika integritas harus dipastikan, tanda air yang rapuh akan diterapkan.
Properti yang diperlukan dari tanda air digital tergantung pada [[kasus]] yang digunakan. Untuk menandai file media dengan informasi hak cipta, tanda air digital harus agak kuat terhadap modifikasi yang dapat diterapkan pada sinyal pembawa. Sebaliknya, jika integritas harus dipastikan, tanda air yang rapuh akan diterapkan.
Baris 12: Baris 14:


== Definisi ==
== Definisi ==
Tanda air pertama kali muncul di [[Italia]] pada abad ke-13, tetapi penggunaannya menyebar ke seluruh Eropa dengan cepat sebagai alat untuk mengidentifikasi serikat dagang yang memproduksi kertas. Tanda tersebut saat itu dibuat dengan menggunakan kawat yang dijahit ke cetakan kertas.<ref>A.Z.Tirkel, G.A. Rankin, R.M. Van Schyndel, W.J.Ho, N.R.A.Mee, C.F.Osborne. “Electronic Water Mark”. DICTA 93, Macquarie University. p.666-673</ref> Adapun istilah ''penandaairan digital'' diciptakan oleh [[Andrew Tirkel]] dan [[Charles Osborne]] pada Desember 1992.<ref>Siddhartha Bhattacharyya. [https://books.google.co.id/books?id=AP9oDwAAQBAJ&dq=Andrew+Tirkel+dan+Charles+Osborne+Desember+1992&hl=id&source=gbs_navlinks_s Intelligent Innovations in Multimedia Data Engineering and Management]. IGI Global. 2019. hlm. 2. ISBN 9781522571087.</ref> Situmorang di sisi lain menengarai jika istilah tersebut muncul dari salah satu cabang ilmu yang disebut dengan [[steganografi]], yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang cara menyembunyikan suatu informasi rahasia di dalam informasi lainnya.<ref>Isninda Situmorang. [http://ejournal.ust.ac.id/index.php/JTIUST/article/view/293 Implementasi Watermark dalam Citra Menggunakan Metode Spread Spectrum]. ''Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas''. Desember 2018. Vol. 3 (2). hlm. 83.</ref>


Tanda air pertama kali muncul di [[Italia]] pada abad ke-13, tetapi penggunaannya menyebar ke seluruh Eropa dengan cepat sebagai alat untuk mengidentifikasi serikat dagang yang memproduksi kertas. Tanda tersebut saat itu dibuat dengan menggunakan kawat yang dijahit ke cetakan kertas. Adapun istilah ''penandaairan digital'' diciptakan oleh [[Andrew Tirkel]] dan [[Charles Osborne]] pada Desember 1992. Situmorang di sisi lain menengarai jika istilah tersebut muncul dari salah satu cabang ilmu yang disebut dengan [[steganografi]], yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang cara menyembunyikan suatu informasi rahasia di dalam informasi lainnya.
Menurut [[Kamus Besar Bahasa Indonesia]], watermark adalah sebuah tanda di dalam kertas (misalnya manuskrip dan uang kertas), yang tampak samar-samar jika terkena sinar.<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/watermark Arti Kata Watermark]. ''Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring''.</ref> Secara umum, watermark adalah hak cipta yang dimiliki oleh seorang konten kreator agar karyanya tidak dicuri atau diklaim oleh orang lain. Sementara itu, secara bahasa, watermark berasal dari dua kata dalam [[Bahasa Inggris|bahasa inggris]], yaitu ''water'' yang berarti "air" dan ''mark'' yang berarti "tanda" atau "menandai". Adapun secara istilah, watermark adalah sebuah logo atau sama dengan identitas dari seorang pencipta karya tersebut. Tanda ini biasanya ada di uang kertas yang berfungsi sebagai penanda bahwa uang tersebut legal.<ref>Ayu Rifka Sitoresmi. [https://hot.liputan6.com/read/4705359/watermark-adalah-tanda-samar-pada-karya-ketahui-fungsi-dan-cara-membuatnya Watermark Adalah Tanda Samar dalam Karya, Ketahui Fungsi dan Cara Membuatnya]. ''Liputan 6''. 8 November 2021.</ref> Pada era digital, watermark tidak hanya digunakan sebagai tanda dalam uang kertas saja. Namun, juga digunakan di dalam sebuah karya digital, seperti foto, ilustrasi, video, dan desain-desain digital yang lainnya sebagai tanda pabrikan untuk menjaga hak cipta<ref>Yudhi Wicaksono. [https://www.google.co.id/books/edition/Spp_Membongkar_File_Pdf/_odeXvOHduYC?hl=id&gbpv=1 Membongkar File PDF]. Elex Media Komputindo. 2008. hlm. 77. ISBN 9789792733099.</ref> maupun mencegah pemalsuan.
 
Menurut [[Kamus Besar Bahasa Indonesia]], watermark adalah sebuah tanda di dalam kertas (misalnya manuskrip dan uang kertas), yang tampak samar-samar jika terkena sinar. Secara umum, watermark adalah hak cipta yang dimiliki oleh seorang konten kreator agar karyanya tidak dicuri atau diklaim oleh orang lain. Sementara itu, secara bahasa, watermark berasal dari dua kata dalam [[Bahasa Inggris|bahasa inggris]], yaitu ''water'' yang berarti "air" dan ''mark'' yang berarti "tanda" atau "menandai". Adapun secara istilah, watermark adalah sebuah logo atau sama dengan identitas dari seorang pencipta karya tersebut. Tanda ini biasanya ada di uang kertas yang berfungsi sebagai penanda bahwa uang tersebut legal. Pada era digital, watermark tidak hanya digunakan sebagai tanda dalam uang kertas saja. Namun, juga digunakan di dalam sebuah karya digital, seperti foto, ilustrasi, video, dan desain-desain digital yang lainnya sebagai tanda pabrikan untuk menjaga hak cipta maupun mencegah pemalsuan.


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Watermarking digital dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti:
Watermarking digital dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti:


Baris 28: Baris 28:
* Keamanan kartu ID;
* Keamanan kartu ID;
* Deteksi Penipuan dan Kerusakan;
* Deteksi Penipuan dan Kerusakan;
* Manajemen konten di jejaring sosial social networks.
* Manajemen konten di jejaring sosial social networks.<ref>Athanasios Zigomitros. [http://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/6296142/ Social network content management through watermarking]. 25 June 2012. hlm. 1381–1386. doi:10.1109/TrustCom.2012.264. ISBN 978-1-4673-2172-3.</ref>


== Digital watermarking fase siklus hidup ==
== Digital watermarking fase siklus hidup ==
Informasi yang akan tertanam dalam sinyal disebut tanda air digital, meskipun dalam beberapa konteks frasa tanda air digital berarti perbedaan antara sinyal tanda air dan sinyal penutup. Sinyal di mana tanda air akan tertanam disebut sinyal ''host''. Sistem watermarking biasanya dibagi menjadi tiga langkah yang berbeda, menanamkan, menyerang, dan mendeteksi. Dalam penyematan, suatu algoritma menerima host dan data yang akan disematkan, dan menghasilkan sinyal yang sesuai.
Informasi yang akan tertanam dalam sinyal disebut tanda air digital, meskipun dalam beberapa konteks frasa tanda air digital berarti perbedaan antara sinyal tanda air dan sinyal penutup. Sinyal di mana tanda air akan tertanam disebut sinyal ''host''. Sistem watermarking biasanya dibagi menjadi tiga langkah yang berbeda, menanamkan, menyerang, dan mendeteksi. Dalam penyematan, suatu algoritma menerima host dan data yang akan disematkan, dan menghasilkan sinyal yang sesuai.


Baris 40: Baris 38:


== Klasifikasi ==
== Klasifikasi ==
 
Tanda air digital disebut 'kuat' sehubungan dengan transformasi jika informasi yang tertanam dapat dideteksi dengan andal dari sinyal yang ditandai, bahkan jika terdegradasi oleh sejumlah transformasi. Degradasi gambar yang umum adalah kompresi JPEG, rotasi, pemotongan, derau tambahan, dan [[Kuantisasi (pemrosesan sinyal)|kuantisasi]]. Untuk konten video, modifikasi temporal dan kompresi MPEG sering ditambahkan ke daftar ini. Tanda air digital disebut '' tidak terlihat '' jika konten yang diberi tanda air secara ekuivalen dengan konten asli tanpa tanda air.<ref>Asifullah Khan. ''Genetic perceptual shaping: Utilizing cover image and conceivable attack information during watermark embedding''. ''Information Fusion''. October 2007. Vol. 8 (4). hlm. 354–365. doi:10.1016/j.inffus.2005.09.007.</ref> Secara umum, mudah untuk membuat tanda air yang kuat - '' 'atau' '- tanda air yang tak terlihat, tetapi pembuatan tanda air yang kuat -' 'dan' '' - tidak terlihat telah terbukti cukup menantang.<ref>Ingemar J. Cox: ''Digital watermarking and steganography''. Morgan Kaufmann, Burlington, MA, USA, 2008</ref> Tanda air yang tak terlihat jelas telah diusulkan sebagai alat untuk perlindungan konten digital, misalnya sebagai bendera '' tanpa-salinan-bolehkan '' yang tertanam dalam konten video profesional.<ref>[http://www.cptwg.org CPTWG Home Page]. ''cptwg.org''.</ref>
Tanda air digital disebut 'kuat' sehubungan dengan transformasi jika informasi yang tertanam dapat dideteksi dengan andal dari sinyal yang ditandai, bahkan jika terdegradasi oleh sejumlah transformasi. Degradasi gambar yang umum adalah kompresi JPEG, rotasi, pemotongan, derau tambahan, dan [[Kuantisasi (pemrosesan sinyal)|kuantisasi]]. Untuk konten video, modifikasi temporal dan kompresi MPEG sering ditambahkan ke daftar ini. Tanda air digital disebut '' tidak terlihat '' jika konten yang diberi tanda air secara ekuivalen dengan konten asli tanpa tanda air. Secara umum, mudah untuk membuat tanda air yang kuat - '' 'atau' '- tanda air yang tak terlihat, tetapi pembuatan tanda air yang kuat -' 'dan' '' - tidak terlihat telah terbukti cukup menantang. Tanda air yang tak terlihat jelas telah diusulkan sebagai alat untuk perlindungan konten digital, misalnya sebagai bendera '' tanpa-salinan-bolehkan '' yang tertanam dalam konten video profesional.


Teknik watermarking digital dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara.
Teknik watermarking digital dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara.


=== Kekokohan ===
=== Kekokohan ===
Tanda air digital disebut ''rapuh'' jika gagal terdeteksi setelah modifikasi sedikit pun. Tanda air rapuh umumnya digunakan untuk deteksi tamper (bukti integritas). Modifikasi pada karya asli yang jelas terlihat, umumnya tidak disebut sebagai tanda air, tetapi sebagai [[kode]] umum.
Tanda air digital disebut ''rapuh'' jika gagal terdeteksi setelah modifikasi sedikit pun. Tanda air rapuh umumnya digunakan untuk deteksi tamper (bukti integritas). Modifikasi pada karya asli yang jelas terlihat, umumnya tidak disebut sebagai tanda air, tetapi sebagai [[kode]] umum.


Baris 54: Baris 50:


=== Hal Yang Dapat Dilihat ===
=== Hal Yang Dapat Dilihat ===
Tanda air digital disebut ''tidak terlihat'' jika sinyal penutup asli dan sinyal yang ditandai tidak dapat dibedakan secara nyata.
Tanda air digital disebut ''tidak terlihat'' jika sinyal penutup asli dan sinyal yang ditandai tidak dapat dibedakan secara nyata.


Baris 62: Baris 57:


=== Kapasitas ===
=== Kapasitas ===
Panjang pesan yang disematkan menentukan dua kelas utama skema watermarking digital:
Panjang pesan yang disematkan menentukan dua kelas utama skema watermarking digital:


* Pesan secara konseptual panjang nol-bit dan sistem dirancang untuk mendeteksi ada atau tidaknya tanda air di objek yang ditandai. Skema watermarking semacam ini biasanya disebut sebagai ''zero-bit'' atau ''skema watermarking keberadaan''. Kadang-kadang, jenis skema watermarking ini disebut watermark 1-bit, karena 1 menunjukkan keberadaan (dan tidak adanya 0) watermark.
* Pesan secara konseptual panjang nol-bit dan sistem dirancang untuk mendeteksi ada atau tidaknya tanda air di objek yang ditandai. Skema watermarking semacam ini biasanya disebut sebagai ''zero-bit'' atau ''skema watermarking keberadaan''. Kadang-kadang, jenis skema watermarking ini disebut watermark 1-bit, karena 1 menunjukkan keberadaan (dan tidak adanya 0) watermark.
* Pesan adalah aliran n-bit-long <math>\left(m=m_1\ldots m_n,\; n\in\N\right.</math>, with <math>\left.n=|m|\right)</math> or <math>M=\{0,1\}^n</math> dan dimodulasi dalam tanda air. Jenis skema ini biasanya disebut sebagai skema watermarking multi-bit atau non-zero-bit.
* Pesan adalah aliran n-bit-long <math>\left(m=m_1\ldots m_n,\; n\in\N\right.</math>, with <math>\left.n=|m|\right)</math> or <math>M=\{0,1\}^n</math> dan dimodulasi dalam tanda air. Jenis skema ini biasanya disebut sebagai skema watermarking multi-bit atau non-zero-bit.


=== Metode penanaman ===
=== Metode penanaman ===
Metode watermarking digital disebut sebagai '' [[Spread Spectrum|spread-spectrum]]'' jika sinyal yang ditandai diperoleh dengan modifikasi tambahan. Tanda air spektrum luas dikenal cukup kuat, tetapi juga memiliki kapasitas informasi yang rendah karena host [[Interferensi (komunikasi)|interferensi]].
Metode watermarking digital disebut sebagai '' [[Spread Spectrum|spread-spectrum]]'' jika sinyal yang ditandai diperoleh dengan modifikasi tambahan. Tanda air spektrum luas dikenal cukup kuat, tetapi juga memiliki kapasitas informasi yang rendah karena host [[Interferensi (komunikasi)|interferensi]].


Baris 78: Baris 70:


== Evaluasi dan pembandingan ==
== Evaluasi dan pembandingan ==
Evaluasi skema watermarking digital dapat memberikan informasi terperinci untuk perancang watermark atau untuk pengguna akhir, oleh karena itu, ada berbagai strategi evaluasi. Sering digunakan oleh perancang watermark adalah evaluasi sifat tunggal untuk menunjukkan, misalnya, peningkatan. Sebagian besar, pengguna akhir tidak tertarik pada informasi terperinci. Mereka ingin tahu apakah algoritma watermarking digital yang diberikan dapat digunakan untuk skenario aplikasi mereka, dan jika demikian, set parameter mana yang tampaknya menjadi yang terbaik.
Evaluasi skema watermarking digital dapat memberikan informasi terperinci untuk perancang watermark atau untuk pengguna akhir, oleh karena itu, ada berbagai strategi evaluasi. Sering digunakan oleh perancang watermark adalah evaluasi sifat tunggal untuk menunjukkan, misalnya, peningkatan. Sebagian besar, pengguna akhir tidak tertarik pada informasi terperinci. Mereka ingin tahu apakah algoritma watermarking digital yang diberikan dapat digunakan untuk skenario aplikasi mereka, dan jika demikian, set parameter mana yang tampaknya menjadi yang terbaik.


== Kamera ==
== Kamera ==
 
[[Epson]] dan [[Kodak]] telah menghasilkan kamera dengan fitur keamanan seperti Epson PhotoPC 3000Z dan Kodak DC-290. Kedua kamera menambahkan fitur yang tidak dapat dihapus ke gambar yang mendistorsi gambar asli, membuatnya tidak dapat diterima untuk beberapa aplikasi seperti [[bukti forensik]] di pengadilan. Menurut Blythe dan Fridrich, "salah satu kamera dapat memberikan bukti yang tak terbantahkan tentang asal gambar atau pembuatnya".<ref>Paul BLYTHE. [http://www.ws.binghamton.edu/fridrich/Research/DFRWSfinal.pdf Secure digital camera]. ''Digital Forensic Research Workshop''. August 2004. hlm. 11–13.</ref>
[[Epson]] dan [[Kodak]] telah menghasilkan kamera dengan fitur keamanan seperti Epson PhotoPC 3000Z dan Kodak DC-290. Kedua kamera menambahkan fitur yang tidak dapat dihapus ke gambar yang mendistorsi gambar asli, membuatnya tidak dapat diterima untuk beberapa aplikasi seperti [[bukti forensik]] di pengadilan. Menurut Blythe dan Fridrich, "salah satu kamera dapat memberikan bukti yang tak terbantahkan tentang asal gambar atau pembuatnya".
Kamera digital aman (SDC) diusulkan oleh Saraju Mohanty, dkk. pada tahun 2003 dan diterbitkan pada bulan Januari 2004. Ini bukan pertama kali diusulkan.<ref>Saraju P. Mohanty. [https://dl.acm.org/citation.cfm?id=963537 VLSI Implementation of Visible Watermarking for a Secure Digital Still Camera Design]. IEEE Computer Society. 5 January 2004. hlm. 1063–1068. doi:10.1109/ICVD.2004.1261070. ISBN 0-7695-2072-3.</ref> Blythe dan Fridrich juga telah bekerja di SDC pada tahun 2004 <ref>Paul BLYTHE. [http://www.ws.binghamton.edu/fridrich/Research/DFRWSfinal.pdf Secure digital camera]. ''Digital Forensic Research Workshop''. August 2004. hlm. 11–13.</ref> untuk [[kamera digital]] yang akan menggunakan watermarking tanpa kerugian untuk menanamkan pengidentifikasi [[biometrik]] bersama dengan [[hash kriptografi]].<ref>Toshikazu Wada. [https://books.google.com/?id=zHGHCDLIg1oC&pg=PA340 Advances in Image and Video Technology]. 2009. hlm. 340–341. ISBN 978-3-540-92956-7.</ref>
Kamera digital aman (SDC) diusulkan oleh Saraju Mohanty, dkk. pada tahun 2003 dan diterbitkan pada bulan Januari 2004. Ini bukan pertama kali diusulkan. Blythe dan Fridrich juga telah bekerja di SDC pada tahun 2004 untuk [[kamera digital]] yang akan menggunakan watermarking tanpa kerugian untuk menanamkan pengidentifikasi [[biometrik]] bersama dengan [[hash kriptografi]].


== Menyembunyikan data yang dapat dibalik ==
== Menyembunyikan data yang dapat dibalik ==
 
'' Penyembunyian data yang dapat dibalik '' adalah teknik yang memungkinkan gambar untuk diautentikasi dan kemudian dikembalikan ke bentuk aslinya dengan menghapus tanda air digital dan mengganti data gambar yang telah ditimpa. Ini akan membuat gambar dapat diterima untuk tujuan hukum. Angkatan Darat AS juga tertarik pada teknik ini untuk otentikasi gambar [[pengintaian]].<ref>[http://www.economist.com/sciencetechnology/tq/displayStory.cfm?story_id=E1_TQSGSPP Unretouched by human hand]. The Economist. December 12, 2002.</ref><ref>[https://media.economist.com/news/technology-quarterly/1476733-need-protect-photographic-images-being-tampered-finally-being Unretouched by human hand]. ''Technology Quarterly''. The Economist. December 12, 2002.</ref>
'' Penyembunyian data yang dapat dibalik '' adalah teknik yang memungkinkan gambar untuk diautentikasi dan kemudian dikembalikan ke bentuk aslinya dengan menghapus tanda air digital dan mengganti data gambar yang telah ditimpa. Ini akan membuat gambar dapat diterima untuk tujuan hukum. Angkatan Darat AS juga tertarik pada teknik ini untuk otentikasi gambar [[pengintaian]].


== Watermarking untuk database relasional ==
== Watermarking untuk database relasional ==
Digital watermarking untuk [[database relasional]] telah muncul sebagai solusi kandidat untuk memberikan perlindungan hak cipta, deteksi kerusakan, [[penelusuran pengkhianat]], dan menjaga integritas data relasional. Banyak teknik watermarking telah diusulkan dalam literatur untuk mengatasi tujuan ini. Sebuah survei dari state-of-the-art saat ini dan klasifikasi teknik yang berbeda sesuai dengan niat mereka, cara mereka mengekspresikan tanda air, tipe penutup, tingkat granularitas, dan verifikasi diterbitkan pada 2010 oleh Halder et al. dalam [[Jurnal Ilmu Komputer Universal]].
Digital watermarking untuk [[database relasional]] telah muncul sebagai solusi kandidat untuk memberikan perlindungan hak cipta, deteksi kerusakan, [[penelusuran pengkhianat]], dan menjaga integritas data relasional. Banyak teknik watermarking telah diusulkan dalam literatur untuk mengatasi tujuan ini. Sebuah survei dari state-of-the-art saat ini dan klasifikasi teknik yang berbeda sesuai dengan niat mereka, cara mereka mengekspresikan tanda air, tipe penutup, tingkat granularitas, dan verifikasi diterbitkan pada 2010 oleh Halder et al. dalam [[Jurnal Ilmu Komputer Universal]].<ref>Raju Halder. ''Watermarking Techniques for Relational Databases: Survey, Classification and Comparison''. ''Journal of Universal Computer Science''. 2010. Vol. 16 (21). hlm. 3164–3190, 2010.hell0.</ref>
 
== Rujukan ==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penandaairan+digital&oldid=28696651 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28696651 (2025-12-13T23:56:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penandaairan+digital&oldid=28696651 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28696651 (2025-12-13T23:56:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 23.03

An example of a (digital) watermark on an image

Penandaairan digital adalah sejenis penanda yang terselubung terselubung dalam sinyal yang tahan kebisingan seperti data audio, video atau gambar. Biasanya digunakan untuk mengidentifikasi kepemilikan hak cipta dari sinyal tersebut. Penandaairan, atau watermarking, adalah proses menyembunyikan informasi digital dalam sinyal pembawa; informasi yang disembunyikan harus, tetapi tidak perlu, mengandung hubungan dengan sinyal pembawa. Tanda air digital dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian atau integritas sinyal pembawa atau untuk menunjukkan identitas pemiliknya. Ini secara jelas digunakan untuk melacak pelanggaran hak cipta dan untuk otentikasi uang kertas.

Seperti tanda air fisik tradisional, tanda air digital sering kali hanya dapat dilihat pada kondisi tertentu, yaitu setelah menggunakan beberapa algoritma.[1] Jika tanda air digital mendistorsi sinyal pembawa sedemikian rupa sehingga mudah dilihat, ia mungkin dianggap kurang efektif tergantung tujuannya.[2] Tanda air tradisional dapat diterapkan ke media yang terlihat (seperti gambar atau video), sedangkan dalam tanda air digital, sinyal dapat berupa audio, gambar, video, teks atau model 3D. Suatu sinyal dapat membawa beberapa tanda air yang berbeda secara bersamaan. Tidak seperti metadata yang ditambahkan ke sinyal pembawa, tanda air digital tidak mengubah ukuran sinyal pembawa.

Properti yang diperlukan dari tanda air digital tergantung pada kasus yang digunakan. Untuk menandai file media dengan informasi hak cipta, tanda air digital harus agak kuat terhadap modifikasi yang dapat diterapkan pada sinyal pembawa. Sebaliknya, jika integritas harus dipastikan, tanda air yang rapuh akan diterapkan.

Baik steganografi dan digital watermarking menggunakan teknik steganografi untuk menanamkan data secara diam-diam dalam sinyal yang bising. Sementara steganografi bertujuan untuk tidak terlihat oleh indera manusia, watermarking digital mencoba untuk mengontrol ketahanan sebagai prioritas utama.

Karena salinan data digital sama dengan aslinya, digital watermarking adalah alat perlindungan pasif. Itu hanya menandai data, tetapi tidak menurunkannya atau mengontrol akses ke data.

Salah satu aplikasi watermarking digital adalah pelacakan sumber. Tanda air tertanam ke dalam sinyal digital di setiap titik distribusi. Jika salinan karya ditemukan kemudian, maka tanda air dapat diambil dari salinan dan sumber distribusinya diketahui. Teknik ini dilaporkan telah digunakan untuk mendeteksi sumber film yang disalin secara ilegal.

Definisi

Tanda air pertama kali muncul di Italia pada abad ke-13, tetapi penggunaannya menyebar ke seluruh Eropa dengan cepat sebagai alat untuk mengidentifikasi serikat dagang yang memproduksi kertas. Tanda tersebut saat itu dibuat dengan menggunakan kawat yang dijahit ke cetakan kertas.[3] Adapun istilah penandaairan digital diciptakan oleh Andrew Tirkel dan Charles Osborne pada Desember 1992.[4] Situmorang di sisi lain menengarai jika istilah tersebut muncul dari salah satu cabang ilmu yang disebut dengan steganografi, yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang cara menyembunyikan suatu informasi rahasia di dalam informasi lainnya.[5]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, watermark adalah sebuah tanda di dalam kertas (misalnya manuskrip dan uang kertas), yang tampak samar-samar jika terkena sinar.[6] Secara umum, watermark adalah hak cipta yang dimiliki oleh seorang konten kreator agar karyanya tidak dicuri atau diklaim oleh orang lain. Sementara itu, secara bahasa, watermark berasal dari dua kata dalam bahasa inggris, yaitu water yang berarti "air" dan mark yang berarti "tanda" atau "menandai". Adapun secara istilah, watermark adalah sebuah logo atau sama dengan identitas dari seorang pencipta karya tersebut. Tanda ini biasanya ada di uang kertas yang berfungsi sebagai penanda bahwa uang tersebut legal.[7] Pada era digital, watermark tidak hanya digunakan sebagai tanda dalam uang kertas saja. Namun, juga digunakan di dalam sebuah karya digital, seperti foto, ilustrasi, video, dan desain-desain digital yang lainnya sebagai tanda pabrikan untuk menjaga hak cipta[8] maupun mencegah pemalsuan.

Aplikasi

Watermarking digital dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti:

  • Perlindungan hak cipta;
  • Pelacakan sumber (penerima yang berbeda mendapatkan konten watermark yang berbeda);
  • Pemantauan siaran (berita televisi sering kali berisi video yang diberi watermark dari agensi internasional);
  • Otentikasi video;
  • Perangkat lunak melumpuhkan pada casting layar dan perangkat lunak pengeditan video program, untuk mendorong pengguna untuk membeli versi lengkap untuk menghapusnya;
  • Keamanan kartu ID;
  • Deteksi Penipuan dan Kerusakan;
  • Manajemen konten di jejaring sosial social networks.[9]

Digital watermarking fase siklus hidup

Informasi yang akan tertanam dalam sinyal disebut tanda air digital, meskipun dalam beberapa konteks frasa tanda air digital berarti perbedaan antara sinyal tanda air dan sinyal penutup. Sinyal di mana tanda air akan tertanam disebut sinyal host. Sistem watermarking biasanya dibagi menjadi tiga langkah yang berbeda, menanamkan, menyerang, dan mendeteksi. Dalam penyematan, suatu algoritma menerima host dan data yang akan disematkan, dan menghasilkan sinyal yang sesuai.

Kemudian sinyal digital watermark ditransmisikan atau disimpan, biasanya ditransmisikan ke orang lain. Jika orang ini membuat modifikasi, ini disebut serangan. Meskipun modifikasi mungkin tidak berbahaya, istilah serangan muncul dari aplikasi perlindungan hak cipta, di mana pihak ketiga dapat berupaya menghapus tanda air digital melalui modifikasi. Ada banyak kemungkinan modifikasi, misalnya, kompresi data yang hilang (di mana resolusi berkurang), memotong gambar atau video, atau dengan sengaja menambahkan suara.

Deteksi (sering disebut ekstraksi) adalah algoritma yang diterapkan pada sinyal yang diserang untuk mencoba mengekstraksi watermark darinya. Jika sinyal tidak dimodifikasi selama transmisi, maka tanda air masih ada dan dapat diekstraksi. Dalam aplikasi watermarking digital yang kuat, algoritma ekstraksi harus dapat menghasilkan watermark dengan benar, bahkan jika modifikasi kuat. Dalam watermarking digital rapuh, algoritma ekstraksi akan gagal jika ada perubahan pada sinyal.

Klasifikasi

Tanda air digital disebut 'kuat' sehubungan dengan transformasi jika informasi yang tertanam dapat dideteksi dengan andal dari sinyal yang ditandai, bahkan jika terdegradasi oleh sejumlah transformasi. Degradasi gambar yang umum adalah kompresi JPEG, rotasi, pemotongan, derau tambahan, dan kuantisasi. Untuk konten video, modifikasi temporal dan kompresi MPEG sering ditambahkan ke daftar ini. Tanda air digital disebut tidak terlihat jika konten yang diberi tanda air secara ekuivalen dengan konten asli tanpa tanda air.[10] Secara umum, mudah untuk membuat tanda air yang kuat - 'atau' '- tanda air yang tak terlihat, tetapi pembuatan tanda air yang kuat -' 'dan' - tidak terlihat telah terbukti cukup menantang.[11] Tanda air yang tak terlihat jelas telah diusulkan sebagai alat untuk perlindungan konten digital, misalnya sebagai bendera tanpa-salinan-bolehkan yang tertanam dalam konten video profesional.[12]

Teknik watermarking digital dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara.

Kekokohan

Tanda air digital disebut rapuh jika gagal terdeteksi setelah modifikasi sedikit pun. Tanda air rapuh umumnya digunakan untuk deteksi tamper (bukti integritas). Modifikasi pada karya asli yang jelas terlihat, umumnya tidak disebut sebagai tanda air, tetapi sebagai kode umum.

Tanda air digital disebut semi-rapuh jika menolak transformasi jinak, tetapi gagal deteksi setelah transformasi ganas. Tanda air semi rapuh umumnya digunakan untuk mendeteksi transformasi ganas.

Tanda air digital disebut kuat jika menolak kelas transformasi yang ditunjuk. Tanda air yang kuat dapat digunakan dalam aplikasi perlindungan salinan untuk membawa salinan dan tidak ada informasi kontrol akses.

Hal Yang Dapat Dilihat

Tanda air digital disebut tidak terlihat jika sinyal penutup asli dan sinyal yang ditandai tidak dapat dibedakan secara nyata.

Tanda air digital disebut dapat dipahami jika keberadaannya dalam sinyal yang ditandai dapat terlihat (mis. Grafis Digital pada Layar seperti Logo Jaringan, Bug Konten, Kode, Gambar buram). Pada video dan gambar, beberapa dibuat transparan / transparan untuk kenyamanan bagi konsumen karena fakta bahwa mereka memblokir sebagian dari tampilan; oleh karena itu merendahkannya.

Ini tidak boleh disamakan dengan persepsi, yaitu, watermarking yang menggunakan keterbatasan persepsi manusia menjadi tidak terlihat.

Kapasitas

Panjang pesan yang disematkan menentukan dua kelas utama skema watermarking digital:

  • Pesan secara konseptual panjang nol-bit dan sistem dirancang untuk mendeteksi ada atau tidaknya tanda air di objek yang ditandai. Skema watermarking semacam ini biasanya disebut sebagai zero-bit atau skema watermarking keberadaan. Kadang-kadang, jenis skema watermarking ini disebut watermark 1-bit, karena 1 menunjukkan keberadaan (dan tidak adanya 0) watermark.
  • Pesan adalah aliran n-bit-long (m=m1mn,n, with n=|m|) or M={0,1}n dan dimodulasi dalam tanda air. Jenis skema ini biasanya disebut sebagai skema watermarking multi-bit atau non-zero-bit.

Metode penanaman

Metode watermarking digital disebut sebagai spread-spectrum jika sinyal yang ditandai diperoleh dengan modifikasi tambahan. Tanda air spektrum luas dikenal cukup kuat, tetapi juga memiliki kapasitas informasi yang rendah karena host interferensi.

Metode watermarking digital dikatakan tipe kuantisasi jika sinyal yang ditandai diperoleh dengan kuantisasi. Tanda air kuantisasi menderita ketahanan yang rendah, tetapi memiliki kapasitas informasi yang tinggi karena penolakan terhadap gangguan host.

Metode watermarking digital disebut sebagai amplitudo modulasi jika sinyal yang ditandai tertanam oleh modifikasi aditif yang mirip dengan metode spread spektrum, tetapi khususnya tertanam dalam domain spasial.

Evaluasi dan pembandingan

Evaluasi skema watermarking digital dapat memberikan informasi terperinci untuk perancang watermark atau untuk pengguna akhir, oleh karena itu, ada berbagai strategi evaluasi. Sering digunakan oleh perancang watermark adalah evaluasi sifat tunggal untuk menunjukkan, misalnya, peningkatan. Sebagian besar, pengguna akhir tidak tertarik pada informasi terperinci. Mereka ingin tahu apakah algoritma watermarking digital yang diberikan dapat digunakan untuk skenario aplikasi mereka, dan jika demikian, set parameter mana yang tampaknya menjadi yang terbaik.

Kamera

Epson dan Kodak telah menghasilkan kamera dengan fitur keamanan seperti Epson PhotoPC 3000Z dan Kodak DC-290. Kedua kamera menambahkan fitur yang tidak dapat dihapus ke gambar yang mendistorsi gambar asli, membuatnya tidak dapat diterima untuk beberapa aplikasi seperti bukti forensik di pengadilan. Menurut Blythe dan Fridrich, "salah satu kamera dapat memberikan bukti yang tak terbantahkan tentang asal gambar atau pembuatnya".[13] Kamera digital aman (SDC) diusulkan oleh Saraju Mohanty, dkk. pada tahun 2003 dan diterbitkan pada bulan Januari 2004. Ini bukan pertama kali diusulkan.[14] Blythe dan Fridrich juga telah bekerja di SDC pada tahun 2004 [15] untuk kamera digital yang akan menggunakan watermarking tanpa kerugian untuk menanamkan pengidentifikasi biometrik bersama dengan hash kriptografi.[16]

Menyembunyikan data yang dapat dibalik

Penyembunyian data yang dapat dibalik adalah teknik yang memungkinkan gambar untuk diautentikasi dan kemudian dikembalikan ke bentuk aslinya dengan menghapus tanda air digital dan mengganti data gambar yang telah ditimpa. Ini akan membuat gambar dapat diterima untuk tujuan hukum. Angkatan Darat AS juga tertarik pada teknik ini untuk otentikasi gambar pengintaian.[17][18]

Watermarking untuk database relasional

Digital watermarking untuk database relasional telah muncul sebagai solusi kandidat untuk memberikan perlindungan hak cipta, deteksi kerusakan, penelusuran pengkhianat, dan menjaga integritas data relasional. Banyak teknik watermarking telah diusulkan dalam literatur untuk mengatasi tujuan ini. Sebuah survei dari state-of-the-art saat ini dan klasifikasi teknik yang berbeda sesuai dengan niat mereka, cara mereka mengekspresikan tanda air, tipe penutup, tingkat granularitas, dan verifikasi diterbitkan pada 2010 oleh Halder et al. dalam Jurnal Ilmu Komputer Universal.[19]

Referensi

  1. Frank Y. Shih: Digital watermarking and steganography: fundamentals and techniques. Taylor & Francis, Boca Raton, FL, USA, 2008
  2. Frank Y. Shih: Digital watermarking and steganography: fundamentals and techniques. Taylor & Francis, Boca Raton, FL, USA, 2008
  3. A.Z.Tirkel, G.A. Rankin, R.M. Van Schyndel, W.J.Ho, N.R.A.Mee, C.F.Osborne. “Electronic Water Mark”. DICTA 93, Macquarie University. p.666-673
  4. Siddhartha Bhattacharyya. Intelligent Innovations in Multimedia Data Engineering and Management. IGI Global. 2019. hlm. 2. ISBN 9781522571087.
  5. Isninda Situmorang. Implementasi Watermark dalam Citra Menggunakan Metode Spread Spectrum. Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas. Desember 2018. Vol. 3 (2). hlm. 83.
  6. Arti Kata Watermark. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.
  7. Ayu Rifka Sitoresmi. Watermark Adalah Tanda Samar dalam Karya, Ketahui Fungsi dan Cara Membuatnya. Liputan 6. 8 November 2021.
  8. Yudhi Wicaksono. Membongkar File PDF. Elex Media Komputindo. 2008. hlm. 77. ISBN 9789792733099.
  9. Athanasios Zigomitros. Social network content management through watermarking. 25 June 2012. hlm. 1381–1386. doi:10.1109/TrustCom.2012.264. ISBN 978-1-4673-2172-3.
  10. Asifullah Khan. Genetic perceptual shaping: Utilizing cover image and conceivable attack information during watermark embedding. Information Fusion. October 2007. Vol. 8 (4). hlm. 354–365. doi:10.1016/j.inffus.2005.09.007.
  11. Ingemar J. Cox: Digital watermarking and steganography. Morgan Kaufmann, Burlington, MA, USA, 2008
  12. CPTWG Home Page. cptwg.org.
  13. Paul BLYTHE. Secure digital camera. Digital Forensic Research Workshop. August 2004. hlm. 11–13.
  14. Saraju P. Mohanty. VLSI Implementation of Visible Watermarking for a Secure Digital Still Camera Design. IEEE Computer Society. 5 January 2004. hlm. 1063–1068. doi:10.1109/ICVD.2004.1261070. ISBN 0-7695-2072-3.
  15. Paul BLYTHE. Secure digital camera. Digital Forensic Research Workshop. August 2004. hlm. 11–13.
  16. Toshikazu Wada. Advances in Image and Video Technology. 2009. hlm. 340–341. ISBN 978-3-540-92956-7.
  17. Unretouched by human hand. The Economist. December 12, 2002.
  18. Unretouched by human hand. Technology Quarterly. The Economist. December 12, 2002.
  19. Raju Halder. Watermarking Techniques for Relational Databases: Survey, Classification and Comparison. Journal of Universal Computer Science. 2010. Vol. 16 (21). hlm. 3164–3190, 2010.hell0.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28696651 (2025-12-13T23:56:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.