Lompat ke isi

Etika mesin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28751928; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Etika mesin''' merupakan seperangkat nilai yang mengatur dalam penggunaan teknologi secara menyeluruh, etika mesin berkaitan dengan memastikan bahwa perilaku mesin terhadap pengguna manusia, dan mungkin mesin lain, dapat diterima secara etis. Dalam era [[digital]] yang terus berkembang tuntutan kebutuhan pengetahuan dan informasi yang aktual sangat dibutuhkan oleh setiap orang, hal ini bisa dilakukan dengan cepat melalui proses pencarian informasi dari internet, dalam proses pencarian informasi di internet setiap orang tidak terlepas dari penggunaan teknologi [[mesin pencari web]] seperti Google. Dibalik kepopuleran dan kemudahan pencarian informasi dengan mesin pencari web [[Google]], ternyata tersimpan masalah yang timbul jika dilihat dari sudut pandang etika serta pengaruhnya.
'''Etika mesin''' merupakan seperangkat nilai yang mengatur dalam penggunaan teknologi secara menyeluruh, etika mesin berkaitan dengan memastikan bahwa perilaku mesin terhadap pengguna manusia, dan mungkin mesin lain, dapat diterima secara etis. Dalam era [[digital]] yang terus berkembang tuntutan kebutuhan pengetahuan dan informasi yang aktual sangat dibutuhkan oleh setiap orang, hal ini bisa dilakukan dengan cepat melalui proses pencarian informasi dari internet, dalam proses pencarian informasi di internet setiap orang tidak terlepas dari penggunaan teknologi [[mesin pencari web]] seperti Google. Dibalik kepopuleran dan kemudahan pencarian informasi dengan mesin pencari web [[Google]], ternyata tersimpan masalah yang timbul jika dilihat dari sudut pandang etika serta pengaruhnya.<ref>Dede Kurniadi. [http://dx.doi.org/10.33364/algoritma/v.14-1.19 Pengaruh Teknologi Mesin Pencari Google Terhadap Perkembangan Budaya dan Etika Mahasiswa]. ''Jurnal Algoritma''. 2017-03-01. Vol. 14 (1). hlm. 19–25. doi:10.33364/algoritma/v.14-1.19.</ref>


== Definisi etika dalam digital ==
== Definisi etika dalam digital ==
Etika digital merupakan seperangkat [[Nilai sosial|nilai]] yang mengatur pendekatan perusahaan dalam penggunaan teknologi secara keseluruhan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai cara bagi pekerja untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan strategi dan operasi bisnisnya. Lalu, dipaparkan pula berbagai regulasi hukum dan kerangka etika dalam menghadapi [[transformasi digital]]. Sebagai penutup, terlepas dari segala tantangan yang ada, transformasi digital turut memunculkan peluang, seperti keberadaan tugas dan peran baru, pekerja dengan kemampuan yang lebih tinggi, penerapan AI secara etis dan optimal, serta oportunitas simbiosis baru antara manusia dan mesin pada masa depan
Etika digital merupakan seperangkat [[Nilai sosial|nilai]] yang mengatur pendekatan perusahaan dalam penggunaan teknologi secara keseluruhan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai cara bagi pekerja untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan strategi dan operasi bisnisnya. Lalu, dipaparkan pula berbagai regulasi hukum dan kerangka etika dalam menghadapi [[transformasi digital]]. Sebagai penutup, terlepas dari segala tantangan yang ada, transformasi digital turut memunculkan peluang, seperti keberadaan tugas dan peran baru, pekerja dengan kemampuan yang lebih tinggi, penerapan AI secara etis dan optimal, serta oportunitas simbiosis baru antara manusia dan mesin pada masa depan<ref>Farizi Rizal. [https://feb.ugm.ac.id/id/berita/4143-risiko-etika-dan-dunia-digital-tiga-hal-yang-tak-terpisahkan Risiko, Etika, dan Dunia Digital: Tiga Hal yang Tak Terpisahkan]. ''FEB UGM''. 2023-07-10.</ref>


Di [[indonesia]] itu sendiri dinamika perkembangan dan kemajuan teknologi telah membuat perubahan yang nyata dalam berbagai sisi kehidupan manusia. [[Teknologi informasi]], [[media elektronik]], dan internet adalah [[kata kunci]] dalam kehidupan sehari-hari masyarakat global, termasuk masyarakat Indonesia. Khusus untuk penggunaan internet, tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, internet juga digunakan untuk kegiatan lainnya seperti sekolah, bekerja, pelayanan kesehatan, dan bahkan berpolitik. Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat melalui data yang dilansir pada laman [[Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Informatika.]] Pada tahun 2021, terdapat 202,6 juta pengguna internet di Indonesia atau meningkat sebanyak 11 persen dari tahun 2020 yang terdata sebanyak 175,4 juta pengguna [[internet]]. Namun demikian, menarik untuk diperhatikan apakah ada korelasi antara jumlah pengguna internet yang tinggi di Indonesia dengan kesadaran atas hak-hak asasi di bidang digital yang melekat pada pengguna tersebut sebagai subjek hukum.
Di [[indonesia]] itu sendiri dinamika perkembangan dan kemajuan teknologi telah membuat perubahan yang nyata dalam berbagai sisi kehidupan manusia. [[Teknologi informasi]], [[media elektronik]], dan internet adalah [[kata kunci]] dalam kehidupan sehari-hari masyarakat global, termasuk masyarakat Indonesia. Khusus untuk penggunaan internet, tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, internet juga digunakan untuk kegiatan lainnya seperti sekolah, bekerja, pelayanan kesehatan, dan bahkan berpolitik. Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat melalui data yang dilansir pada laman [[Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia|Kementerian Komunikasi dan Informatika.]] Pada tahun 2021, terdapat 202,6 juta pengguna internet di Indonesia atau meningkat sebanyak 11 persen dari tahun 2020 yang terdata sebanyak 175,4 juta pengguna [[internet]]. Namun demikian, menarik untuk diperhatikan apakah ada korelasi antara jumlah pengguna internet yang tinggi di Indonesia dengan kesadaran atas hak-hak asasi di bidang digital yang melekat pada pengguna tersebut sebagai subjek hukum.<ref>Humas. [https://setkab.go.id/perlindungan-hak-asasi-digital/ Perlindungan Hak Asasi Digital]. ''Sekretariat Kabinet Republik Indonesia''. 2022-08-13.</ref>


== Reverensi ==
== Reverensi ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Etika+mesin&oldid=28751928 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28751928 (2025-12-29T02:21:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Etika+mesin&oldid=28751928 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28751928 (2025-12-29T02:21:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 23.07

Etika mesin merupakan seperangkat nilai yang mengatur dalam penggunaan teknologi secara menyeluruh, etika mesin berkaitan dengan memastikan bahwa perilaku mesin terhadap pengguna manusia, dan mungkin mesin lain, dapat diterima secara etis. Dalam era digital yang terus berkembang tuntutan kebutuhan pengetahuan dan informasi yang aktual sangat dibutuhkan oleh setiap orang, hal ini bisa dilakukan dengan cepat melalui proses pencarian informasi dari internet, dalam proses pencarian informasi di internet setiap orang tidak terlepas dari penggunaan teknologi mesin pencari web seperti Google. Dibalik kepopuleran dan kemudahan pencarian informasi dengan mesin pencari web Google, ternyata tersimpan masalah yang timbul jika dilihat dari sudut pandang etika serta pengaruhnya.[1]

Definisi etika dalam digital

Etika digital merupakan seperangkat nilai yang mengatur pendekatan perusahaan dalam penggunaan teknologi secara keseluruhan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai cara bagi pekerja untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan strategi dan operasi bisnisnya. Lalu, dipaparkan pula berbagai regulasi hukum dan kerangka etika dalam menghadapi transformasi digital. Sebagai penutup, terlepas dari segala tantangan yang ada, transformasi digital turut memunculkan peluang, seperti keberadaan tugas dan peran baru, pekerja dengan kemampuan yang lebih tinggi, penerapan AI secara etis dan optimal, serta oportunitas simbiosis baru antara manusia dan mesin pada masa depan[2]

Di indonesia itu sendiri dinamika perkembangan dan kemajuan teknologi telah membuat perubahan yang nyata dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Teknologi informasi, media elektronik, dan internet adalah kata kunci dalam kehidupan sehari-hari masyarakat global, termasuk masyarakat Indonesia. Khusus untuk penggunaan internet, tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, internet juga digunakan untuk kegiatan lainnya seperti sekolah, bekerja, pelayanan kesehatan, dan bahkan berpolitik. Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat melalui data yang dilansir pada laman Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada tahun 2021, terdapat 202,6 juta pengguna internet di Indonesia atau meningkat sebanyak 11 persen dari tahun 2020 yang terdata sebanyak 175,4 juta pengguna internet. Namun demikian, menarik untuk diperhatikan apakah ada korelasi antara jumlah pengguna internet yang tinggi di Indonesia dengan kesadaran atas hak-hak asasi di bidang digital yang melekat pada pengguna tersebut sebagai subjek hukum.[3]

Reverensi

Referensi

  1. Dede Kurniadi. Pengaruh Teknologi Mesin Pencari Google Terhadap Perkembangan Budaya dan Etika Mahasiswa. Jurnal Algoritma. 2017-03-01. Vol. 14 (1). hlm. 19–25. doi:10.33364/algoritma/v.14-1.19.
  2. Farizi Rizal. Risiko, Etika, dan Dunia Digital: Tiga Hal yang Tak Terpisahkan. FEB UGM. 2023-07-10.
  3. Humas. Perlindungan Hak Asasi Digital. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2022-08-13.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28751928 (2025-12-29T02:21:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.