Ergonomika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25204420; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Ergonomika''' atau (kurang tepat) '''ergonomi''' adalah [[ilmu]] yang mempelajari interaksi antara [[manusia]] dengan elemen-elemen lain dalam suatu [[sistem]], serta [[profesi]] yang mempraktikkan [[teori]], [[prinsip]], [[data]], dan [[metode]] dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia. | '''Ergonomika''' atau (kurang tepat) '''ergonomi''' adalah [[ilmu]] yang mempelajari interaksi antara [[manusia]] dengan elemen-elemen lain dalam suatu [[sistem]], serta [[profesi]] yang mempraktikkan [[teori]], [[prinsip]], [[data]], dan [[metode]] dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia. | ||
Ergonomi berasal dari dua kata [[bahasa Yunani]]: ''ergon'' dan ''nomos'': ''ergon'' berarti kerja, dan ''nomos'' berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana ([[1979]]): ergonomi adalah [[ilmu]] atau kaidah yang mempelajari [[manusia]] sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nonfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien. | Ergonomi berasal dari dua kata [[bahasa Yunani]]: ''ergon'' dan ''nomos'': ''ergon'' berarti kerja, dan ''nomos'' berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana ([[1979]]): ergonomi adalah [[ilmu]] atau kaidah yang mempelajari [[manusia]] sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nonfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien.<ref>Untung Halajur. [https://www.google.co.id/books/edition/PROMOSI_KESEHATAN_DI_TEMPAT_KERJA/u4KGDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Pendapat+lain+diungkapkan+oleh+Sutalaksana+(1979):+ergonomi+adalah+ilmu+atau+kaidah+yang+mempelajari+manusia+sebagai+komponen+dari+suatu+sistem+kerja+mencakup+karakteristik+fisik+maupun+nonfisik,+keterbatasan+manusia,+dan+kemampuannya+dalam+rangka+merancang+suatu+sistem+yang+efektif,+aman,+sehat,+nyaman,+dan+efisien&pg=PT109&printsec=frontcover Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja]. Wineka Media. 2018. hlm. 103. ISBN 978-602-5973-20-8.</ref> | ||
Bentuk kata sifatnya adalah '''ergonomis'''. | Bentuk kata sifatnya adalah '''ergonomis'''. | ||
== Kasus Penggunaan Perangkat non Ergonomi == | == Kasus Penggunaan Perangkat non Ergonomi == | ||
Sudah disadari sejak lama, bahwa perangkat dan peralatan non ergonomi yang digunakan manusia memunculkan problematika tersendiri. Bernardino Ramazzini, seorang dokter berkebangsaan Italia, membahas hubungan antara ‘cedera repetitif fisik’ dengan pekerjaan yang dituangkan dalam publikasinya yang berjudul “De Morbis Artificum Diatriba” (diterjemahkan: Diseases of Workers dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan: penyakit para pekerja) pada tahun 1713.Menurutnya pekerjaan bisa memunculkan problematika ‘penyakit’ tersendiri. Ia menyarankan agar para dokter mengajukan pula pertanyaan perihal pekerjaan si pasien guna mendeteksi secara akurat penyakit yang dideritanya. Pernyataan Bernardino memang benar, berbagai masalah seperti Cumulative Trauma Disorders (CTD) atau Repetitive Strain Injuries (RSI) diderita karena penggunaan perangkat perangkat komputer dalam waktu lama yang memunculkan ketidaknyamanan yang terakumulasi dan berulang atau repetitif. | Sudah disadari sejak lama, bahwa perangkat dan peralatan non ergonomi yang digunakan manusia memunculkan problematika tersendiri. Bernardino Ramazzini, seorang dokter berkebangsaan Italia, membahas hubungan antara ‘cedera repetitif fisik’ dengan pekerjaan yang dituangkan dalam publikasinya yang berjudul “De Morbis Artificum Diatriba” (diterjemahkan: Diseases of Workers dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan: penyakit para pekerja) pada tahun 1713.Menurutnya pekerjaan bisa memunculkan problematika ‘penyakit’ tersendiri. Ia menyarankan agar para dokter mengajukan pula pertanyaan perihal pekerjaan si pasien guna mendeteksi secara akurat penyakit yang dideritanya. Pernyataan Bernardino memang benar, berbagai masalah seperti Cumulative Trauma Disorders (CTD) atau Repetitive Strain Injuries (RSI) diderita karena penggunaan perangkat perangkat komputer dalam waktu lama yang memunculkan ketidaknyamanan yang terakumulasi dan berulang atau repetitif.<ref>Feri Sulianta. ''Ergonomika dan manajemen IT''. Penerbit Andi. 2014. hlm. 9,10. ISBN 978-979-29-4662-8.</ref> | ||
Masih banyak kasus gangguan kesehatan yang didapati para pekerja kantoran dewasa ini dikarenakan penggunaan perangkat komputer yang terlalu lama yang tidak tepat, misalnya: | Masih banyak kasus gangguan kesehatan yang didapati para pekerja kantoran dewasa ini dikarenakan penggunaan perangkat komputer yang terlalu lama yang tidak tepat, misalnya: | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ergonomika&oldid=25204420 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25204420 (2024-01-22T12:38:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ergonomika&oldid=25204420 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25204420 (2024-01-22T12:38:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 04.00
Ergonomika atau (kurang tepat) ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.
Ergonomi berasal dari dua kata bahasa Yunani: ergon dan nomos: ergon berarti kerja, dan nomos berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana (1979): ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nonfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien.[1]
Bentuk kata sifatnya adalah ergonomis.
Kasus Penggunaan Perangkat non Ergonomi
Sudah disadari sejak lama, bahwa perangkat dan peralatan non ergonomi yang digunakan manusia memunculkan problematika tersendiri. Bernardino Ramazzini, seorang dokter berkebangsaan Italia, membahas hubungan antara ‘cedera repetitif fisik’ dengan pekerjaan yang dituangkan dalam publikasinya yang berjudul “De Morbis Artificum Diatriba” (diterjemahkan: Diseases of Workers dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan: penyakit para pekerja) pada tahun 1713.Menurutnya pekerjaan bisa memunculkan problematika ‘penyakit’ tersendiri. Ia menyarankan agar para dokter mengajukan pula pertanyaan perihal pekerjaan si pasien guna mendeteksi secara akurat penyakit yang dideritanya. Pernyataan Bernardino memang benar, berbagai masalah seperti Cumulative Trauma Disorders (CTD) atau Repetitive Strain Injuries (RSI) diderita karena penggunaan perangkat perangkat komputer dalam waktu lama yang memunculkan ketidaknyamanan yang terakumulasi dan berulang atau repetitif.[2]
Masih banyak kasus gangguan kesehatan yang didapati para pekerja kantoran dewasa ini dikarenakan penggunaan perangkat komputer yang terlalu lama yang tidak tepat, misalnya:
- Computer Vision Syndrome (CVS): problem kelelahan dan ketegangan pada mata karena menggunakan komputer dalam jangka waktu lama. Mata terus dipaksa menatap layar monior. Gejala yang diderita antara lain: mata terasa kering, mata merah, gatal, mata berair, kehilangan fokus, dalam kasus tertentu bisa juga memunculkan sakit kepala, nyeri puggung, nyeri pundak dan kejang otot.
- Carpal Tunnel Syndrome (CTS): maasalah nyeri pergelangan tangan karena saraf di bagian pergelangan tangan terhimpit lama. Dalam kasus ekstrem, penyembuhan dilakukan dengan metode pembedahan.
- Repetitive Strain Thumb Pain – DeQuervain: Nyeri pada ibu jari yang diakibatkan penggunaan mouse, keyboard, ‘texting’ menggunakan telepon seluler, atau PDA terus menerus.
- Neck Tension Syndrome: nyeri pada leher ini dapat memunculkan sakit kepala, kelelahan dan ketegangan pada mata.
- Tenosynovitis (Repetitive Strain Finger Pain): nyeri pada jari tangan disebabkan penggunaan mouse atau keyboard.
- Thoracic Outlet Syndrome: Nyeri pada dada.
Referensi
- ↑ Untung Halajur. Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja. Wineka Media. 2018. hlm. 103. ISBN 978-602-5973-20-8.
- ↑ Feri Sulianta. Ergonomika dan manajemen IT. Penerbit Andi. 2014. hlm. 9,10. ISBN 978-979-29-4662-8.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25204420 (2024-01-22T12:38:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.