Takhingga: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28486490; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Infinite.svg|thumb|right|280px|Simbol dari takhingga]] | |||
Dalam percakapan sehari-hari orang dapat mengartikan takhingga sebagai "sesuatu yang lebih besar dari segala yang mungkin". Sehingga kadang kata takhingga digunakan untuk menerangkan benda hingga tetapi seakan berterusan tak henti-henti atau sukar untuk menghitungnya. Kadang pula orang bergurau tentang sesuatu yang lebih besar dari takhingga, katakanlah takhingga tambah satu. Tetapi dalam matematika bilangan seperti itu terdefinisi dalam [[sistem bilangan]] tertentu, seperti [[bilangan transfinit]]. | '''Takhingga''', '''takterhingga''',<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Takhingga&oldid=28486490 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> '''ananta''', atau '''infinit''' () adalah konsep sesuatu yang tidak memiliki batas maupun ujung atau sesuatu yang lebih besar dari suatu batas yang ditetapkan.<ref>Bana G. Kartasasmita. [http://repositori.kemdikbud.go.id/2938/ Kamus Matematika : matematika dasar]. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1993. ISBN 978-979-459-017-1.</ref> Takhingga sering dilambangkan dengan [[∞|simbol ∞]]. | ||
Dalam percakapan sehari-hari orang dapat mengartikan takhingga sebagai "sesuatu yang lebih besar dari segala yang mungkin". Sehingga kadang kata takhingga digunakan untuk menerangkan benda hingga tetapi seakan berterusan tak henti-henti atau sukar untuk menghitungnya. Kadang pula orang bergurau tentang sesuatu yang lebih besar dari takhingga, katakanlah takhingga tambah satu.<ref>[http://www.roslynoxley9.com.au/news/releases/2011/10/06/208/ Angela Brennan - Infinity plus One, 2011 - Roslyn Oxley9 Gallery]. ''web.archive.org''. 2017-03-13.</ref> Tetapi dalam matematika bilangan seperti itu terdefinisi dalam [[sistem bilangan]] tertentu, seperti [[bilangan transfinit]]. | |||
Ada juga [[definisi]] lain dalam bidang [[teori himpunan]] yang mengatakan bahwa ''takhingga'' bukan benar-benar bilangan, tapi hanya merujuk kepada [[kardinalitas]], yaitu besarnya sejenis [[himpunan]]. | Ada juga [[definisi]] lain dalam bidang [[teori himpunan]] yang mengatakan bahwa ''takhingga'' bukan benar-benar bilangan, tapi hanya merujuk kepada [[kardinalitas]], yaitu besarnya sejenis [[himpunan]]. | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
== Peristilahan == | == Peristilahan == | ||
Banyak kata dalam [[bahasa Indonesia]] yang digunakan untuk menunjukkan maksud takhingga. Kata ketakhinggaan, ketakberhinggaan, ketakterhinggaan, ketidakberhinggaan semuanya memiliki maksud yang sama.<ref>Muhamad Sabirin. [https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/edumat/article/view/581 Konsep Ketakhinggaan dalam Matematika]. ''EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika''. 2016-05-18. Vol. 2 (1). doi:10.20527/edumat.v2i1.581.</ref> | |||
Ada juga ungkapan dalam [[bahasa Melayu Klasik]] yang dapat dimaknai sebagai takhingga, di antaranya adalah "tiada tepermanai", "tiada terkira-kira", dan "tiada terhisabkan".<ref>Shaharir bin Mohamad Zain. [https://books.google.co.id/books?id=SfqnCgAAQBAJ Istilah dan Konsep Pengukuran Tradisional Alam Melayu (Penerbit USM)]. Penerbit USM. 2012. ISBN 978-983-861-670-6.</ref> | |||
Ada juga ungkapan dalam [[bahasa Melayu Klasik]] yang dapat dimaknai sebagai takhingga, di antaranya adalah "tiada tepermanai", "tiada terkira-kira", dan "tiada terhisabkan". | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Takhingga&oldid=28486490 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28486490 (2025-11-14T09:46:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 09.09
Takhingga, takterhingga,[1] ananta, atau infinit () adalah konsep sesuatu yang tidak memiliki batas maupun ujung atau sesuatu yang lebih besar dari suatu batas yang ditetapkan.[2] Takhingga sering dilambangkan dengan simbol ∞.
Dalam percakapan sehari-hari orang dapat mengartikan takhingga sebagai "sesuatu yang lebih besar dari segala yang mungkin". Sehingga kadang kata takhingga digunakan untuk menerangkan benda hingga tetapi seakan berterusan tak henti-henti atau sukar untuk menghitungnya. Kadang pula orang bergurau tentang sesuatu yang lebih besar dari takhingga, katakanlah takhingga tambah satu.[3] Tetapi dalam matematika bilangan seperti itu terdefinisi dalam sistem bilangan tertentu, seperti bilangan transfinit.
Ada juga definisi lain dalam bidang teori himpunan yang mengatakan bahwa takhingga bukan benar-benar bilangan, tapi hanya merujuk kepada kardinalitas, yaitu besarnya sejenis himpunan.
Karena ia tidak berlaku seperti bilangan yang biasa kita pakai dalam aritmetika, ia dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat beberapa objek matematika. Contohnya, berapa digit yang ada dalam representasi desimal untuk bilangan π. Atau seperti yang mengatakan bahwa limit untuk adalah takhingga yang positif ketika menuju kepada 0 dari sisi positif.
Peristilahan
Banyak kata dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk menunjukkan maksud takhingga. Kata ketakhinggaan, ketakberhinggaan, ketakterhinggaan, ketidakberhinggaan semuanya memiliki maksud yang sama.[4]
Ada juga ungkapan dalam bahasa Melayu Klasik yang dapat dimaknai sebagai takhingga, di antaranya adalah "tiada tepermanai", "tiada terkira-kira", dan "tiada terhisabkan".[5]
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Bana G. Kartasasmita. Kamus Matematika : matematika dasar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1993. ISBN 978-979-459-017-1.
- ↑ Angela Brennan - Infinity plus One, 2011 - Roslyn Oxley9 Gallery. web.archive.org. 2017-03-13.
- ↑ Muhamad Sabirin. Konsep Ketakhinggaan dalam Matematika. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika. 2016-05-18. Vol. 2 (1). doi:10.20527/edumat.v2i1.581.
- ↑ Shaharir bin Mohamad Zain. Istilah dan Konsep Pengukuran Tradisional Alam Melayu (Penerbit USM). Penerbit USM. 2012. ISBN 978-983-861-670-6.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28486490 (2025-11-14T09:46:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.