Lompat ke isi

Kaidah Simpson: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29449120; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Simpsons_method_illustration.png|thumb|right|280px|Simpsons method illustration]]
Dalam [[analisis numerik]], '''kaidah Simpson''' atau '''aturan Simpson''' adalah salah satu metode untuk mencari [[Penghampiran|hampiran]] numerik dari [[integral tentu]]. Metode ini berasal dari matematikawan [[Thomas Simpson]] (1710 – 1761), yang berasal dari Leicestershire, [[Inggris]]. Kaidah ini dinamai dengan kaidah tong dalam [[bahasa Jerman]] dan beberapa bahasa lainnya, lantaran [[Johannes Kepler]] berhasil menurunkan rumus ini pada tahun 1615 setelah melihat rumus ini digunakan pada tong anggur. Kaidah Simpson merupakan dua kasus spesial dari [[rumus Newton-Cotes]] tertutup.
Dalam [[analisis numerik]], '''kaidah Simpson''' atau '''aturan Simpson''' adalah salah satu metode untuk mencari [[Penghampiran|hampiran]] numerik dari [[integral tentu]]. Metode ini berasal dari matematikawan [[Thomas Simpson]] (1710 – 1761), yang berasal dari Leicestershire, [[Inggris]]. Kaidah ini dinamai dengan kaidah tong dalam [[bahasa Jerman]] dan beberapa bahasa lainnya, lantaran [[Johannes Kepler]] berhasil menurunkan rumus ini pada tahun 1615 setelah melihat rumus ini digunakan pada tong anggur. Kaidah Simpson merupakan dua kasus spesial dari [[rumus Newton-Cotes]] tertutup.


Salah satu penerapan kaidah Simpson adalah dalam [[arsitektur perkapalan]] untuk menghitung kapasitas kapal atau sekoci.
Salah satu penerapan kaidah Simpson adalah dalam [[arsitektur perkapalan]] untuk menghitung kapasitas kapal atau sekoci.<ref>McCall Pate. [http://books.google.com/books?id=bQc9AAAAYAAJ&pg=PA198 The naval artificer's manual: (The naval artificer's handbook revised) text, questions and general information for deck]. United States. Bureau of Reconstruction and Repair. 1918. hlm. 198.</ref>


== Kaidah Simpson 1/3 ==
== Kaidah Simpson 1/3 ==
== Salah satu perumusan paling sederhana dari kaidah ini adalah '''kaidah Simpson 1/3''', yaitu ==
== Salah satu perumusan paling sederhana dari kaidah ini adalah '''kaidah Simpson 1/3''', yaitu ==
:<math> \int_a^b f(x) \, dx \approx \frac{b - a}{6} \left( f(a) + 4 \, f \left( \frac{a + b}{2} \right) + f(b) \right)</math>
:<math> \int_a^b f(x) \, dx \approx \frac{b - a}{6} \left( f(a) + 4 \, f \left( \frac{a + b}{2} \right) + f(b) \right)</math>
Baris 38: Baris 39:


=== Galat ===
=== Galat ===
Galat dari hampiran integral menggunakan kaidah Simpson adalah
Galat dari hampiran integral menggunakan kaidah Simpson adalah
:<math>- \frac{1}{90} \left(\frac{b - a}{2}\right)^5 f^{(4)} ( \xi )</math>
:<math>- \frac{1}{90} \left(\frac{b - a}{2}\right)^5 f^{(4)} ( \xi )</math>


dengan <math>a < \xi < b</math>.
dengan <math>a < \xi < b</math>.<ref>Atkinson, equation (5.1.15); Süli and Mayers, Theorem 7.2</ref>


Perhatikan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebanding dengan <math>(b - a)^5</math>. Akan tetapi, penurunan rumus kaidah Simpson menunjukkan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebenarnya sebanding terhadap <math>(b - a)^4</math>. Orde tambahan ini diperoleh karena kaidah Simpson menggunakan titik-titik berjarak sama pada domain integrasi <math>[a, \, b]</math>.
Perhatikan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebanding dengan <math>(b - a)^5</math>. Akan tetapi, penurunan rumus kaidah Simpson menunjukkan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebenarnya sebanding terhadap <math>(b - a)^4</math>. Orde tambahan ini diperoleh karena kaidah Simpson menggunakan titik-titik berjarak sama pada domain integrasi <math>[a, \, b]</math>.
Baris 69: Baris 69:
Dalam penerapan nya, sering kali lebih menguntungkan apabila digunakan panjang interval yang berbeda, dan fokus pada lokasi dimana fungsinya kurang "berperilaku baik". Metode ini akan mengarah ke [[Metode Simpson adaptif]].
Dalam penerapan nya, sering kali lebih menguntungkan apabila digunakan panjang interval yang berbeda, dan fokus pada lokasi dimana fungsinya kurang "berperilaku baik". Metode ini akan mengarah ke [[Metode Simpson adaptif]].


{| role="presentation" class="wikitable mw-collapsible mw-collapsed"
|'''Contoh implementasi menggunakan [[Python (bahasa pemrograman)|Python]]'''
|-
|<syntaxhighlight lang="python">
import math
import numpy as np
def f(x) :
  return math.cos(x)    #mencari integral fungsi y = cos(x)
def aturan_simpson(a, b, n):
    if n % 2 != 0 :
        print("nilai n haruslah genap")
    else :
        h = (b - a) / n
        x = np.linspace(a, b, n+1)
        y = []
        for i in range(0, n+1) :
            y.append(f(a + i*h))
        return h/3 * (y[0] + 4*np.sum(y[1:-1:2]) + 2*np.sum(y[2:-1:2]) + y[-1])
</syntaxhighlight>
|}


==== Galat ====
==== Galat ====
Baris 109: Baris 131:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
*
*
*
*
*
*  .
*
*
*
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://math.fullerton.edu/mathews/n2003/SimpsonsRuleMod.html Kaidah Simpson untuk Pengintegralan Numerik]
*  [http://math.fullerton.edu/mathews/n2003/SimpsonsRuleMod.html Kaidah Simpson untuk Pengintegralan Numerik]
*  [https://web.archive.org/web/20071018044811/http://earthfilling.googlepages.com/Earthwork_volume.htm Penerapan kaidah Simpson - Earthwork Excavation]
*  [https://web.archive.org/web/20071018044811/http://earthfilling.googlepages.com/Earthwork_volume.htm Penerapan kaidah Simpson - Earthwork Excavation]
*
*  
*
*  
*  [https://nm.mathforcollege.com/NumericalMethodsTextbookUnabridged/chapter-07.03-simpsons-13rd-rule-of-integration.html Kaidah Simpson 1/3 untuk pengintegralan] pada [https://nm.mathforcollege.com Holistic Numerical Methods] (Metode Numerik Holistik)
*  [https://nm.mathforcollege.com/NumericalMethodsTextbookUnabridged/chapter-07.03-simpsons-13rd-rule-of-integration.html Kaidah Simpson 1/3 untuk pengintegralan] pada [https://nm.mathforcollege.com Holistic Numerical Methods] (Metode Numerik Holistik)
* Penjelasan rinci tentang implementasi komputer dijelaskan oleh Dorai Sitaram dalam ''Teach Yourself [[Scheme (bahasa pemrograman)|Scheme]] in Fixnum Days'', [http://www.ccs.neu.edu/home/dorai/t-y-scheme/t-y-scheme-Z-H-22.html#node_chap_C Appendix C]
* Penjelasan rinci tentang implementasi komputer dijelaskan oleh Dorai Sitaram dalam ''Teach Yourself [[Scheme (bahasa pemrograman)|Scheme]] in Fixnum Days'', [http://www.ccs.neu.edu/home/dorai/t-y-scheme/t-y-scheme-Z-H-22.html#node_chap_C Appendix C]  
*  [http://www.blikbit.com/article/44 Program dalam bahasa C untuk mengimplementasikan kaidah Simpson]
*  [http://www.blikbit.com/article/44 Program dalam bahasa C untuk mengimplementasikan kaidah Simpson]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah+Simpson&oldid=29449120 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29449120 (2026-07-12T14:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah+Simpson&oldid=29449120 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29449120 (2026-07-12T14:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.16

Simpsons method illustration

Dalam analisis numerik, kaidah Simpson atau aturan Simpson adalah salah satu metode untuk mencari hampiran numerik dari integral tentu. Metode ini berasal dari matematikawan Thomas Simpson (1710 – 1761), yang berasal dari Leicestershire, Inggris. Kaidah ini dinamai dengan kaidah tong dalam bahasa Jerman dan beberapa bahasa lainnya, lantaran Johannes Kepler berhasil menurunkan rumus ini pada tahun 1615 setelah melihat rumus ini digunakan pada tong anggur. Kaidah Simpson merupakan dua kasus spesial dari rumus Newton-Cotes tertutup.

Salah satu penerapan kaidah Simpson adalah dalam arsitektur perkapalan untuk menghitung kapasitas kapal atau sekoci.[1]

Kaidah Simpson 1/3

Salah satu perumusan paling sederhana dari kaidah ini adalah kaidah Simpson 1/3, yaitu

abf(x)dxba6(f(a)+4f(a+b2)+f(b))

Jika didefinisikan variabel h=ba2 yang disebut panjang langkah, maka kaidah Simpson 1/3 dapat dinyatakan sebagai

abf(x)dxh3(f(a)+4f(a+h)+f(a+2h))

Nilai hampiran di atas akan berubah menjadi eksak apabila fungsi f merupakan polinomial yang berderajat 3 atau kurang.

Penurunan Rumus

Interpolasi Kuadratik

Kaidah Simpson didasarkan pada interpolasi kuadratik yang dikonstruksikan dari titik {(a,f(a)),(a+b2,f(a+b2)),(b,f(b))}. Dengan menggunakan interpolasi polinomial Lagrange, maka diperoleh

abf(x)dxab(f(a)(xa+b2)(xb)(aa+b2)(ab)+f(aa+b2)(xa)(xb)(a+b2a)(a+b2b)+f(b)(xa)(xa+b2)(ba)(ba+b2))dx

Dengan menggunakan teknik integral substitusi, maka dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa

  • ab(xa+b2)(xb)(aa+b2)(ab)dx=ba6
  • ab(xa)(xb)(a+b2a)(a+b2b)dx=23(ba)
  • ab(xa)(xa+b2)(ba)(ba+b2)dx=ba6

Apabila hasil di atas dituliskan dalam variabel h=ba2, maka didapatkan

abf(x)dxh3(f(a)+4f(a+h)+f(a+2h))

Keberadaan faktor 13 pada rumus di atas mengakibatkan rumus tersebut disebut sebagai kaidah Simpson 1/3

Koefisien tak tentu

Dengan menebak bahwa

1baabf(x)dxC1f(a)+C2f(a+b2)+C3f(b)

maka nilai koefisien C1,C2,C3 di atas dapat diperoleh dengan mensyaratkan nilai hampiran di ruas kanan menjadi nilai eksak apabila fungsi f(x) merupakan fungsi kuadrat. Oleh karena nilai ba0, maka sistem persamaan yang dihasilkan memiliki penyelesaian yang tunggal, yaitu

[C1C2C3]=[1/62/31/6]

Pembuktian ini pada dasarnya adalah versi tak formal dari pembuktian interpolasi Lagrange, lantaran bentuk umum hampirannya ditebak di awal pembuktian.

Galat

Galat dari hampiran integral menggunakan kaidah Simpson adalah

190(ba2)5f(4)(ξ)

dengan a<ξ<b.[2]

Perhatikan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebanding dengan (ba)5. Akan tetapi, penurunan rumus kaidah Simpson menunjukkan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebenarnya sebanding terhadap (ba)4. Orde tambahan ini diperoleh karena kaidah Simpson menggunakan titik-titik berjarak sama pada domain integrasi [a,b].

Oleh karena galatnya sebanding dengan turunan keempat dari fungsi f pada titik x=ξ, maka kaidah Simpson 1/3 akan memberikan hasil eksak apabila fungsi f merupakan polinomial berderajat tiga atau kurang, sebab turunan keempat dari fungsi f adalah nol pada setiap titik.

Kaidah Simpson 1/3 Komposit

Jika domain integrasi [a,b] cukup "kecil" (dalam artian, fungsi yang akan diintegralkan relatif mulus pada interval [a,b]), maka kaidah Simpson dengan n=2 subinterval akan memberikan hampiran yang cukup dekat dengan nilai eksak integralnya. Untuk fungsi yang seperti itu, interpolasi kuadratik seperti yang digunakan dalam aturan Simpson akan memberikan hasil yang baik.

Akan tetapi, terkadang ditemukan kasus dimana fungsi yang akan diintegralkan tidaklah mulus pada interval yang diberikan. Biasanya, ini artinya fungsinya sangat berosilasi atau tidak memiliki turunan pada beberapa titik. Pada kasus-kasus tersebut, kaidah Simpson akan memberikan hasil yang buruk. Salah satu cara untuk menangani masalah ini adalah mempartisi interval [a,b] menjadi 2n subinterval yang sama panjangnya, lalu terapkan kaidah Simpson pada setiap subinterval. Nilai hampiran integralnya diperoleh dengan menjumlahkan hasil hampiran kaidah Simpson pada setiap subinterval. Pendekatan ini disebut sebagai kaidah Simpson 1/3 komposit, atau kaidah Simpson komposit saja.

Misalkan interval [a,b] dipartisi menjadi 2n subinterval dengan panjang yang sama. Apabila variabel h menyatakan panjang dari partisi [a,b], maka didapatkan h=ba2n. Andaikan titik partisinya ialah {x0,x1,x2,,x2n}, maka diperoleh persamaan xixi1=h. Sehingga, abf(x)dx=x0x2f(x)dx+x2x4f(x)dx++x2n2x2nf(x)dxabf(x)dxh3(f(x0)+4f(x1)+f(x2))+h3(f(x2)+4f(x3)+f(x4))++h3(f(x2n2)+4f(x2n1)+f(x2n))h3i=1n(f(x2i2)+4f(x2i1)+f(x2i))abf(x)dxh3(f(x0)+4f(x1)+f(x2))+h3(f(x2)+4f(x3)+f(x4))++h3(f(x2n2)+4f(x2n1)+f(x2n))h3(f(x0)+4f(x1)+f(x2)+f(x2)+4f(x3)+f(x4)++f(x2n2)+4f(x2n1)+f(x2n))h3(f(x0)+4f(x1)+2f(x2)+4f(x3)+2f(x4)++2f(x2n2)+4f(x2n1)+f(x2n))h3(f(x0)+4i=1nf(x2i1)+2i=1n1f(x2i)+f(x2n))

Jika dipilih n=1, maka kaidah Simpson komposit akan menjadi kaidah Simpson 1/3 biasa.

Dalam penerapan nya, sering kali lebih menguntungkan apabila digunakan panjang interval yang berbeda, dan fokus pada lokasi dimana fungsinya kurang "berperilaku baik". Metode ini akan mengarah ke Metode Simpson adaptif.

Galat

Nilai galat yang dihasilkan dari kaidah Simpson komposit ialah

1180h4(ba)f(4)(ξ)

dimana a<ξ<b dan h=ba2n adalah "panjang langkah". Ukuran galatnya diperoleh dari

1180h4(ba)supξ[a,b]|f(4)(ξ)|

Kaidah Simpson 3/8

Kaidah Simpson 3/8, disebut juga Kaidah kedua Simpson, adalah metode lain untuk melakukan pengintegralan numerik yang diajukan oleh Thomas Simpson. Metode ini didasari oleh interpolasi kubik yang dikonstruksikan dari titik {(a,f(a)),(2a+b3,f(a+2b3)),(b,f(b))}. Secara matematis, kaidah Simpson 3/8 dapat dinyatakan sebagai berikut: abf(x)dxba8(f(a)+3f(2a+b3)+3f(a+2b3)+f(b))=38h(f(a)+3f(a+h)+3f(a+2h)+f(a+3h)) dengan h=(ba)/3 sebagai panjang langkah. Keberadaan faktor 38 pada rumus di atas mengakibatkan rumus tersebut disebut sebagai kaidah Simpson 3/8

Galat

Galat yang dihasilkan melalui kaidah Simpson 3/8 ialah 380h5f(4)(ξ)=(ba)56480f(4)(ξ) dimana a<ξ<b. Sehingga, kaidah Simpson 3/8 dua kali lebih akurat daripada kaidah Simpson 1/3, tetapi metode ini memerlukan perhitungan nilai fungsi pada titik yang lebih banyak.

Kaidah Simpson 3/8 Komposit

Apabila interval [a,b] dipartisi menjadi 3n subinterval dengan panjang yang sama. Apabila variabel h menyatakan panjang dari partisi [a,b], maka didapatkan h=ba3n. Andaikan titik partisinya ialah {x0,x1,x2,,x3n}, maka diperoleh persamaan xixi1=h. Sehingga, abf(x)dx=x0x3f(x)dx+x3x6f(x)dx++x3n3x3nf(x)dx38h(f(x0)+3f(x1)+3f(x2)+f(x3))+38h(f(x3)+3f(x4)+3f(x5)+f(x6))++38h(f(x3n3)+3f(x3n2)+3f(x3n1)+f(x3n))38hi=1n(f(x3i3)+3f(x3i2)+3f(x3i1)+f(x3i))abf(x)dx38h(f(x0)+3f(x1)+3f(x2)+f(x3))+38h(f(x3)+3f(x4)+3f(x5)+f(x6))++38h(f(x3n3)+3f(x3n2)+3f(x3n1)+f(x3n))38h(f(x0)+3f(x1)+3f(x2)+f(x3)+f(x3)+3f(x4)+3f(x5)+f(x6)++f(x3n3)+3f(x3n2)+3f(x3n1)+f(x3n))38h(f(x0)+3f(x1)+3f(x2)+2f(x3)+3f(x4)+3f(x5)+2f(x6)++2f(x3n3)+3f(x3n2)+3f(x3n1)+f(x3n))38h(f(x0)+3k=1, 3knf(xk)+2i=1n1f(x3i)+f(x3n))

Jika dipilih n=1, maka kaidah Simpson 3/8 komposit akan menjadi kaidah Simpson 3/8 biasa.

Lihat juga

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. McCall Pate. The naval artificer's manual: (The naval artificer's handbook revised) text, questions and general information for deck. United States. Bureau of Reconstruction and Repair. 1918. hlm. 198.
  2. Atkinson, equation (5.1.15); Süli and Mayers, Theorem 7.2

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29449120 (2026-07-12T14:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.