Lompat ke isi

Akar fungsi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26652008; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[matematika]], '''akar fungsi''' atau '''nilai-nilai nol fungsi''''''' adalah nilai ''x'' di dalam suatu fungsi yang menghasilkan angka nol (0). Dalam kata lain:
[[File:X-intercepts.svg|thumb|right|280px|X-intercepts]]
 
Dalam [[matematika]], '''akar fungsi''' atau '''nilai-nilai nol fungsi''<ref>Rinaldi Munir. ''Metode Numerik''. Informatika. 2015.</ref>''''' adalah nilai ''x'' di dalam suatu fungsi yang menghasilkan angka nol (0).<ref>Paul A. Foerster. [https://www.amazon.com/Algebra-Trigonometry-Functions-Applications-Prentice/dp/0131657100 Algebra and Trigonometry: Functions and Applications, Teacher's Edition]. Prentice Hall. 2006. hlm. 535. ISBN 0-13-165711-9.</ref> Dalam kata lain:
:
:


'''Akar''' dari sebuah [[polinomial]] adalah nol dari [[fungsi polinomial]] yang sesuai. [[Teorema dasar aljabar]] menyatakan bahwa setiap [[polinomial|sukubanyak]] yang bukan nol memiliki paling akar riil paling banyak sama dengan [[Derajat polinomial|derajat]] sukubanyak tersebut, dan akar kompleks sebanyak derajat sukubanyak tersebut. Contohnya polinomial ''f'' berderajat dua yang didefinisikan sebagai <math display="inline">f(x)=x^2-5x+6</math> memiliki dua akar, yaitu 2 dan 3, karena:
'''Akar''' dari sebuah [[polinomial]] adalah nol dari [[fungsi polinomial]] yang sesuai.<ref>[http://tutorial.math.lamar.edu/Classes/Alg/ZeroesOfPolynomials.aspx Algebra - Zeroes/Roots of Polynomials]. ''tutorial.math.lamar.edu''.</ref> [[Teorema dasar aljabar]] menyatakan bahwa setiap [[polinomial|sukubanyak]] yang bukan nol memiliki paling akar riil paling banyak sama dengan [[Derajat polinomial|derajat]] sukubanyak tersebut, dan akar kompleks sebanyak derajat sukubanyak tersebut. Contohnya polinomial ''f'' berderajat dua yang didefinisikan sebagai <math display="inline">f(x)=x^2-5x+6</math> memiliki dua akar, yaitu 2 dan 3, karena:
:<math>f(2) = 2^2 - 5 \cdot 2 + 6 = 0 \quad \textstyle{\rm {dan} }\quad f(3) = 3^2 - 5 \cdot 3 + 6 = 0.</math>
:<math>f(2) = 2^2 - 5 \cdot 2 + 6 = 0 \quad \textstyle{\rm {dan} }\quad f(3) = 3^2 - 5 \cdot 3 + 6 = 0.</math>


Untuk mencari akar suatu [[fungsi polinomial]], diperlukan metode [[aproksimasi]] (seperti [[metode Newton]]). Namun, beberapa fungsi polinomial dengan derajat yang tidak lebih tinggi dari 4 dapat dicari akarnya dengan menggunakan [[aljabar]].
Untuk mencari akar suatu [[fungsi polinomial]], diperlukan metode [[aproksimasi]] (seperti [[metode Newton]]). Namun, beberapa fungsi polinomial dengan derajat yang tidak lebih tinggi dari 4 dapat dicari akarnya dengan menggunakan [[aljabar]].  


Jika fungsi memetakan bilangan real ke bilangan real, maka akarnya adalah nilai kordinat-<math> x </math> titik perpotongan [[Grafik fungsi|grafik]] dengan [[Sistem koordinat Cartesius|sumbu-''x'']].
Jika fungsi memetakan bilangan real ke bilangan real, maka akarnya adalah nilai kordinat-<math> x </math> titik perpotongan [[Grafik fungsi|grafik]] dengan [[Sistem koordinat Cartesius|sumbu-''x'']].  


== Solusi persamaan ==
== Solusi persamaan ==
Baris 17: Baris 19:


== Akar polinomial ==
== Akar polinomial ==
Setiap polinomial real dengan [[Derajat polinomial|derajat]] ganjil memiliki jumlah akar real yang ganjil (menghitung [[Multiplisitas (matematika)#Keragaman dari sebuah akar polinomial|multiplisitas]]). Demikian pula, polinomial real dengan derajat genap harus memiliki jumlah akar real yang genap. Akibatnya, polinomial real dengan derajat ganjil harus memiliki setidaknya satu akar real (karena [[bilangan bulat]] ganjil terkecil adalah 1), sedangkan polinomial genap mungkin tidak memilikinya. Prinsip ini dapat dibuktikan dengan mengacu pada [[teorema nilai tengah]]: karena fungsi polinomial adalah [[Fungsi kontinu|kontinu]], nilai fungsi harus melewati nol, dalam proses perubahan dari negatif ke positif atau sebaliknya (yang selalu terjadi untuk [[Fungsi ganjil dan genap|fungsi ganjil]]).
Setiap polinomial real dengan [[Derajat polinomial|derajat]] ganjil memiliki jumlah akar real yang ganjil (menghitung [[Multiplisitas (matematika)#Keragaman dari sebuah akar polinomial|multiplisitas]]). Demikian pula, polinomial real dengan derajat genap harus memiliki jumlah akar real yang genap. Akibatnya, polinomial real dengan derajat ganjil harus memiliki setidaknya satu akar real (karena [[bilangan bulat]] ganjil terkecil adalah 1), sedangkan polinomial genap mungkin tidak memilikinya. Prinsip ini dapat dibuktikan dengan mengacu pada [[teorema nilai tengah]]: karena fungsi polinomial adalah [[Fungsi kontinu|kontinu]], nilai fungsi harus melewati nol, dalam proses perubahan dari negatif ke positif atau sebaliknya (yang selalu terjadi untuk [[Fungsi ganjil dan genap|fungsi ganjil]]).


[[Teorema dasar aljabar]] menyatakan bahwa setiap polinomial derajat <math> n </math> memiliki <math> n </math> akar kompleks, dihitung dengan kelipatannya. Akar yang tidak real dari polinomial dengan koefisien real berasal dari pasangan [[konjugasi kompleks|konjugasi]]. [[Rumus Vieta]] menghubungkan koefisien polinomial dengan jumlah dan hasil kali akarnya.
[[Teorema dasar aljabar]] menyatakan bahwa setiap polinomial derajat <math> n </math> memiliki <math> n </math> akar kompleks, dihitung dengan kelipatannya. Akar yang tidak real dari polinomial dengan koefisien real berasal dari pasangan [[konjugasi kompleks|konjugasi]].<ref>Paul A. Foerster. [https://www.amazon.com/Algebra-Trigonometry-Functions-Applications-Prentice/dp/0131657100 Algebra and Trigonometry: Functions and Applications, Teacher's Edition]. Prentice Hall. 2006. hlm. 535. ISBN 0-13-165711-9.</ref> [[Rumus Vieta]] menghubungkan koefisien polinomial dengan jumlah dan hasil kali akarnya.


== Himpunan akar ==
== Himpunan akar ==
Dalam berbagai bidang matematika, '''himpunan akar''' suatu [[fungsi (matematika)|fungsi]] adalah himpunan dari semua akar fungsinya. Lebih akurat lagi, jika <math>f:X\to\mathbb{R}</math> adalah [[fungsi bernilai real]] (atau lebih umumnya fungsi yang mengambil nilai di suatu [[grup Abelian|grup aditif]]), himpunan akarnya adalah <math>f^{-1}(0)</math>, [[peta invers]] dari <math>\{0\}</math> di <math>X</math>.
Dalam berbagai bidang matematika, '''himpunan akar''' suatu [[fungsi (matematika)|fungsi]] adalah himpunan dari semua akar fungsinya. Lebih akurat lagi, jika <math>f:X\to\mathbb{R}</math> adalah [[fungsi bernilai real]] (atau lebih umumnya fungsi yang mengambil nilai di suatu [[grup Abelian|grup aditif]]), himpunan akarnya adalah <math>f^{-1}(0)</math>, [[peta invers]] dari <math>\{0\}</math> di <math>X</math>.


Baris 32: Baris 31:
Dalam [[geometri aljabar]], definisi pertama dari [[varietas aljabar]] adalah melalui himpunan akar. Secara khusus, suatu [[himpunan aljabar afin]] adalah [[Irisan (matematika)|irisan]] dari himpunan akar dari beberapa polinomial, dalam [[gelanggang polinomial]] <math>k\left[x_1,\ldots,x_n\right]</math> atas [[Lapangan (matematika)|lapangan]]. Dalam konteks ini, himpunan akar terkadang disebut'' zero locus''.
Dalam [[geometri aljabar]], definisi pertama dari [[varietas aljabar]] adalah melalui himpunan akar. Secara khusus, suatu [[himpunan aljabar afin]] adalah [[Irisan (matematika)|irisan]] dari himpunan akar dari beberapa polinomial, dalam [[gelanggang polinomial]] <math>k\left[x_1,\ldots,x_n\right]</math> atas [[Lapangan (matematika)|lapangan]]. Dalam konteks ini, himpunan akar terkadang disebut'' zero locus''.


Dalam [[Analisis matematika|analisis]] dan [[geometri]], setiap [[himpunan tertutup]] dari <math>\mathbb{R}^n</math> adalah himpunan akar dari suatu [[fungsi mulus]] yang didefinisikan pada semua <math>\mathbb{R}^n</math>. Himpunna ini meluas ke setiap [[manifold halus]] sebagai korolari dari [[Ruang parakompak|parakompak]].
Dalam [[Analisis matematika|analisis]] dan [[geometri]], setiap [[himpunan tertutup]] dari <math>\mathbb{R}^n</math> adalah himpunan akar dari suatu [[fungsi mulus]] yang didefinisikan pada semua <math>\mathbb{R}^n</math>. Himpunna ini meluas ke setiap [[manifold halus]] sebagai korolari dari [[Ruang parakompak|parakompak]].  


Dalam [[geometri diferensial]], himpunan akar sering digunakan untuk menentukan [[manifold]]. Kasus khusus terpenting adalah bahwa <math> f </math> adalah [[fungsi mulus]] dari <math>\mathbb{R}^p</math> ke <math>\mathbb{R}^n</math>. Jika akarnya adalah [[nilai reguler]] dari <math> f </math>, maka himpunan akar dari <math> f </math> adalah manifold mulus berdimensi <math>m=p-n</math> menurut [[Perendaman (matematika)#Bentuk normal lokal|teorema nilai reguler]].
Dalam [[geometri diferensial]], himpunan akar sering digunakan untuk menentukan [[manifold]]. Kasus khusus terpenting adalah bahwa <math> f </math> adalah [[fungsi mulus]] dari <math>\mathbb{R}^p</math> ke <math>\mathbb{R}^n</math>. Jika akarnya adalah [[nilai reguler]] dari <math> f </math>, maka himpunan akar dari <math> f </math> adalah manifold mulus berdimensi <math>m=p-n</math> menurut [[Perendaman (matematika)#Bentuk normal lokal|teorema nilai reguler]].
Baris 45: Baris 44:
* [[Nol persilangan]]
* [[Nol persilangan]]
* [[Nol dan kutub]]
* [[Nol dan kutub]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjut ==
== Bacaan lanjut ==
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akar+fungsi&oldid=26652008 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26652008 (2024-12-16T12:26:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akar+fungsi&oldid=26652008 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26652008 (2024-12-16T12:26:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.12

X-intercepts

Dalam matematika, akar fungsi atau nilai-nilai nol fungsi[1] adalah nilai x di dalam suatu fungsi yang menghasilkan angka nol (0).[2] Dalam kata lain:

Akar dari sebuah polinomial adalah nol dari fungsi polinomial yang sesuai.[3] Teorema dasar aljabar menyatakan bahwa setiap sukubanyak yang bukan nol memiliki paling akar riil paling banyak sama dengan derajat sukubanyak tersebut, dan akar kompleks sebanyak derajat sukubanyak tersebut. Contohnya polinomial f berderajat dua yang didefinisikan sebagai f(x)=x25x+6 memiliki dua akar, yaitu 2 dan 3, karena:

f(2)=2252+6=0danf(3)=3253+6=0.

Untuk mencari akar suatu fungsi polinomial, diperlukan metode aproksimasi (seperti metode Newton). Namun, beberapa fungsi polinomial dengan derajat yang tidak lebih tinggi dari 4 dapat dicari akarnya dengan menggunakan aljabar.

Jika fungsi memetakan bilangan real ke bilangan real, maka akarnya adalah nilai kordinat-x titik perpotongan grafik dengan sumbu-x.

Solusi persamaan

Setiap persamaan dalam variabel x yang tidak diketahui dapat ditulis ulang sebagai

f(x)=0

dengan mengelompokkan kembali semua suku di ruas kiri persamaan. Oleh karena itu, solusi dari persamaan tersebut pastinya merupakan akar dari fungsi f. Dengan kata lain, "akar fungsi" tepatnya adalah "solusi persamaan yang diperoleh dengan menyamakan fungsi dengan 0", dan kajian tentang fungsi nol pastinya sama dengan kajian solusi persamaan.

Akar polinomial

Setiap polinomial real dengan derajat ganjil memiliki jumlah akar real yang ganjil (menghitung multiplisitas). Demikian pula, polinomial real dengan derajat genap harus memiliki jumlah akar real yang genap. Akibatnya, polinomial real dengan derajat ganjil harus memiliki setidaknya satu akar real (karena bilangan bulat ganjil terkecil adalah 1), sedangkan polinomial genap mungkin tidak memilikinya. Prinsip ini dapat dibuktikan dengan mengacu pada teorema nilai tengah: karena fungsi polinomial adalah kontinu, nilai fungsi harus melewati nol, dalam proses perubahan dari negatif ke positif atau sebaliknya (yang selalu terjadi untuk fungsi ganjil).

Teorema dasar aljabar menyatakan bahwa setiap polinomial derajat n memiliki n akar kompleks, dihitung dengan kelipatannya. Akar yang tidak real dari polinomial dengan koefisien real berasal dari pasangan konjugasi.[4] Rumus Vieta menghubungkan koefisien polinomial dengan jumlah dan hasil kali akarnya.

Himpunan akar

Dalam berbagai bidang matematika, himpunan akar suatu fungsi adalah himpunan dari semua akar fungsinya. Lebih akurat lagi, jika f:X adalah fungsi bernilai real (atau lebih umumnya fungsi yang mengambil nilai di suatu grup aditif), himpunan akarnya adalah f1(0), peta invers dari {0} di X.

Co-zero set dari suatu fungsi f:X adalah komplemen dari himpunan akar f (seperti subhimpunan dari X yang nilai f tak nol).

Aplikasi

Dalam geometri aljabar, definisi pertama dari varietas aljabar adalah melalui himpunan akar. Secara khusus, suatu himpunan aljabar afin adalah irisan dari himpunan akar dari beberapa polinomial, dalam gelanggang polinomial k[x1,,xn] atas lapangan. Dalam konteks ini, himpunan akar terkadang disebut zero locus.

Dalam analisis dan geometri, setiap himpunan tertutup dari n adalah himpunan akar dari suatu fungsi mulus yang didefinisikan pada semua n. Himpunna ini meluas ke setiap manifold halus sebagai korolari dari parakompak.

Dalam geometri diferensial, himpunan akar sering digunakan untuk menentukan manifold. Kasus khusus terpenting adalah bahwa f adalah fungsi mulus dari p ke n. Jika akarnya adalah nilai reguler dari f, maka himpunan akar dari f adalah manifold mulus berdimensi m=pn menurut teorema nilai reguler.

Sebagai contoh, m-sphere berunit pada m+1 adalah himpunan akar dari fungsi bernilai real f(x)=x21.

Lihat pula

Bacaan lanjut

Referensi

  1. Rinaldi Munir. Metode Numerik. Informatika. 2015.
  2. Paul A. Foerster. Algebra and Trigonometry: Functions and Applications, Teacher's Edition. Prentice Hall. 2006. hlm. 535. ISBN 0-13-165711-9.
  3. Algebra - Zeroes/Roots of Polynomials. tutorial.math.lamar.edu.
  4. Paul A. Foerster. Algebra and Trigonometry: Functions and Applications, Teacher's Edition. Prentice Hall. 2006. hlm. 535. ISBN 0-13-165711-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26652008 (2024-12-16T12:26:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.