Perpustakaan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29325067; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Chambery_interieur_mediatheque_600px.jpg|thumb|right|280px|Chambery interieur mediatheque 600px]] | |||
Dalam arti tradisional, '''perpustakaan''' adalah sebuah koleksi [[buku]] dan [[majalah]]. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, tetapi perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah [[kota]] atau [[institusi]], serta dimanfaatkan oleh [[masyarakat]] yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku dengan biaya sendiri. Karena ada kaitannya dengan buku maka definisi perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku atau tempat yang berkaitan dengan buku. Definisi perpustakaan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari perkembangan koleksi perpustakaan. | Dalam arti tradisional, '''perpustakaan''' adalah sebuah koleksi [[buku]] dan [[majalah]]. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, tetapi perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah [[kota]] atau [[institusi]], serta dimanfaatkan oleh [[masyarakat]] yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku dengan biaya sendiri. Karena ada kaitannya dengan buku maka definisi perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku atau tempat yang berkaitan dengan buku. Definisi perpustakaan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari perkembangan koleksi perpustakaan. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Perpustakaan pertama yang diketahui berada di reruntuhan [[Dataran Niniwe]]. Lokasinya berada di sebuah kota kuno pada masa [[Asyur|Asiria]] yang terletak di tepi [[sungai Tigris]] bagian timur. Pada masa lalu kota tersebut merupakan ibu kota [[Kerajaan Asiria Baru|kerajaan Asiria]] purba. Situs kota purbakala ini bersebelahan dengan kota [[Mosul]], di [[Kegubernuran Ninawa|Provinsi Ninawa]], [[Irak]]. Perpustakaan ini dikenal sebagai [[Perpustakaan Asyurbanipal]]. Perpustakaan Asyurbanipal menyimpan banyak tablet tanah liat yang diukir sedemikian rupa hingga membentuk sebuah informasi. Informasi-informasi ini ditulis dalam huruf [[aksara paku]] yang berkembang di daerah [[Sumeria]]. | Perpustakaan pertama yang diketahui berada di reruntuhan [[Dataran Niniwe]]. Lokasinya berada di sebuah kota kuno pada masa [[Asyur|Asiria]] yang terletak di tepi [[sungai Tigris]] bagian timur. Pada masa lalu kota tersebut merupakan ibu kota [[Kerajaan Asiria Baru|kerajaan Asiria]] purba. Situs kota purbakala ini bersebelahan dengan kota [[Mosul]], di [[Kegubernuran Ninawa|Provinsi Ninawa]], [[Irak]].<ref>Usiono dan Retno Sayekti. [http://repository.uinsu.ac.id/6857/1/POTRET%20PENDIDIKAN%20ILMU%20PEPRUSTAKAAN.pdf Potret Pendidikan Ilmu Perpustakaan]. Perdana Publishing. 2018. hlm. 37.</ref> Perpustakaan ini dikenal sebagai [[Perpustakaan Asyurbanipal]].<ref>[https://www.history.com/news/8-impressive-ancient-libraries 8 Legendary Ancient Libraries]. ''HISTORY''. 2023-08-22.</ref> Perpustakaan Asyurbanipal menyimpan banyak tablet tanah liat yang diukir sedemikian rupa hingga membentuk sebuah informasi. Informasi-informasi ini ditulis dalam huruf [[aksara paku]] yang berkembang di daerah [[Sumeria]]. | ||
Dalam sumber lain ada beberapa periode terkait sejarah perkembangan perpustakaan. | Dalam sumber lain ada beberapa periode terkait sejarah perkembangan perpustakaan.<ref>[https://dinpusip.purworejokab.go.id/sejarah-perkembangan-perpustakaan SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN]. ''dinpusip.purworejokab.go.id''.</ref> | ||
=== Era kuno (3000 SM–500 M) === | === Era kuno (3000 SM–500 M) === | ||
Negeri Mesopotamia Kuno dikenal sebagai tempat terletaknya perpustakaan tertua sekitar 3000 SM. Diketahui dari catatan adminitrasi yang terbuat dari tablet tanah liat yang juga berisi teks-teks keagamaan. Perpustakaan yang ada di daerah tersebut: | Negeri Mesopotamia Kuno dikenal sebagai tempat terletaknya perpustakaan tertua sekitar 3000 SM. Diketahui dari catatan adminitrasi yang terbuat dari tablet tanah liat yang juga berisi teks-teks keagamaan. Perpustakaan yang ada di daerah tersebut:<ref>[https://dinpusip.purworejokab.go.id/sejarah-perkembangan-perpustakaan SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN]. ''dinpusip.purworejokab.go.id''.</ref> | ||
* Perpustakaan Ashurbanipal di Niniwe (abad ke-7 SM) yang menjadi perpustakaan pertamana dengan jumlah koleksi 30.000 tablet tanah liat. | * Perpustakaan Ashurbanipal di Niniwe (abad ke-7 SM) yang menjadi perpustakaan pertamana dengan jumlah koleksi 30.000 tablet tanah liat. | ||
| Baris 18: | Baris 20: | ||
=== Era pertengahan (500 SM–1500 M) === | === Era pertengahan (500 SM–1500 M) === | ||
Pada adab pertengahan, setelah peristiwa runtuhnya kekaisaran romawi, di Eropa perpustakaan mengalami kemunduran. Akan tetapi kegiatan seperti menyalindan melestarikan naskah tetap berlanjut di biara-biara. Sedangkan pada masa itu, ilmu pengetahuan peradaban islam mengalami masa keemas an: | Pada adab pertengahan, setelah peristiwa runtuhnya kekaisaran romawi, di Eropa perpustakaan mengalami kemunduran. Akan tetapi kegiatan seperti menyalindan melestarikan naskah tetap berlanjut di biara-biara. Sedangkan pada masa itu, ilmu pengetahuan peradaban islam mengalami masa keemas an:<ref>[https://dinpusip.purworejokab.go.id/sejarah-perkembangan-perpustakaan SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN]. ''dinpusip.purworejokab.go.id''.</ref> | ||
* Perpustakaan biara: yang menjadi pusat tempat penyalinan dan pelestariam naskah-naskah kuno | * Perpustakaan biara: yang menjadi pusat tempat penyalinan dan pelestariam naskah-naskah kuno | ||
| Baris 25: | Baris 27: | ||
=== Era renaisans dan pencerahan (1500–1800 M) === | === Era renaisans dan pencerahan (1500–1800 M) === | ||
Perkembangan teknologi percetakan dan pembelajaran klasik terjadi pada periode ini di antaranya: | Perkembangan teknologi percetakan dan pembelajaran klasik terjadi pada periode ini di antaranya:<ref>[https://dinpusip.purworejokab.go.id/sejarah-perkembangan-perpustakaan SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN]. ''dinpusip.purworejokab.go.id''.</ref> | ||
* Mesin Cetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg tahun 1440 | * Mesin Cetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg tahun 1440 | ||
* Bodleian library di Oxford (1602) merupakan perpustakaan akademik modern pertama | * Bodleian library di Oxford (1602) merupakan perpustakaan akademik modern pertama | ||
=== Era modern (1800 M–sekarang) === | === Era modern (1800 M–sekarang) === | ||
Era ini terjadi pada abad ke 19 dan 20 yang menjadi era perkembangan perpustakaan di ranah public dan ranah akademik: | Era ini terjadi pada abad ke 19 dan 20 yang menjadi era perkembangan perpustakaan di ranah public dan ranah akademik:<ref>[https://dinpusip.purworejokab.go.id/sejarah-perkembangan-perpustakaan SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN]. ''dinpusip.purworejokab.go.id''.</ref> | ||
* Perpustakaan Kongres AS (1800) saat ini menjadi salah satu perpustakaan terbesar di dunia | * Perpustakaan Kongres AS (1800) saat ini menjadi salah satu perpustakaan terbesar di dunia | ||
| Baris 38: | Baris 39: | ||
* Perpustakaan digital: pada akhir abad ke ke-20 ditandai dengan munculnya internet dan teknologi digital yang mampu mengubah wajah perpustakaan dan memungkinkan memberikan akses terbuka tanpa batas ruang dan waktu | * Perpustakaan digital: pada akhir abad ke ke-20 ditandai dengan munculnya internet dan teknologi digital yang mampu mengubah wajah perpustakaan dan memungkinkan memberikan akses terbuka tanpa batas ruang dan waktu | ||
Sejarah perkembangan yang terjadi ini telah menunjukkan bahawa perpustakaan telah dan akan selalu berevolusi dan berorientasi untuk kemajuan dan perkembangan teknologi sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Awalnya dari tablet tanah liat hingga saat ini berubah menjadi e-book, esensi perpustakaan yang menjadi pusat penjaga dan penyebar ilmu pengetahuan tidak pernah berubah. | Sejarah perkembangan yang terjadi ini telah menunjukkan bahawa perpustakaan telah dan akan selalu berevolusi dan berorientasi untuk kemajuan dan perkembangan teknologi sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Awalnya dari tablet tanah liat hingga saat ini berubah menjadi e-book, esensi perpustakaan yang menjadi pusat penjaga dan penyebar ilmu pengetahuan tidak pernah berubah.<ref>[https://dinpusip.purworejokab.go.id/sejarah-perkembangan-perpustakaan SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN]. ''dinpusip.purworejokab.go.id''.</ref> | ||
=== Indonesia === | === Indonesia === | ||
Pada pembagian di atas, tahun 1950 merupakan awal ancangan karena pada waktu itu pemerintah [[RI]] mulai menyebarkan perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dengan nama taman perpustakaan rakjat ke seluruh Indonesia. Perkembangan perpustakaan umum yang mula-mula menggembirakan itu akhirnya berakhir tragis dengan runtuhnya berbagai taman pustaka rakjat yang didirikan pada tahun 1950-an. Tonggak kebangkitan dimulai pada tahun 1969, dengan pembangunan lima tahun (pelita) pertama. Saat itu, kegiatan perpustakaan tercakup di dalam rencana pembangunan hingga sekarang. | Pada pembagian di atas, tahun 1950 merupakan awal ancangan karena pada waktu itu pemerintah [[RI]] mulai menyebarkan perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dengan nama taman perpustakaan rakjat ke seluruh Indonesia. Perkembangan perpustakaan umum yang mula-mula menggembirakan itu akhirnya berakhir tragis dengan runtuhnya berbagai taman pustaka rakjat yang didirikan pada tahun 1950-an. Tonggak kebangkitan dimulai pada tahun 1969, dengan pembangunan lima tahun (pelita) pertama. Saat itu, kegiatan perpustakaan tercakup di dalam rencana pembangunan hingga sekarang.<ref>Sulistyo. Basuki ''Periodisasi Perpustakaan Indonesia'' (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994) hlm. 6,7</ref> | ||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
=== Peran === | === Peran === | ||
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di [[sekolah]] tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang [[pendidikan]] dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan. | Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di [[sekolah]] tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang [[pendidikan]] dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.<ref>Sinaga, Dian ''Mengelola Perpustakaan Sekolah'' (Jakarta: Kreasi Media Utama, 2007) hlm. 15</ref> | ||
Perpustakaan merupakan jantungnya dunia pendidikan karena berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di perpustakaan. Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sarana rekreasi, informasi dan penelitian, pendidikan, kebudayaan, deposit, dan pelestarian. Namun demikian, seluruh fungsi perpustakaan tersebut tidak selalu terdapat di seluruh jenis perpustakaan. Hal ini tergantung dengan tujuan dan sasaran pemustaka di masing-masing perpustakaan. Layanan perpustakaan diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka secara tepat dan akurat, yaitu melalui penyediaan bahan pustaka dan penyediaan sarana penelusuran. | Perpustakaan merupakan jantungnya dunia pendidikan karena berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di perpustakaan. Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sarana rekreasi, informasi dan penelitian, pendidikan, kebudayaan, deposit, dan pelestarian. Namun demikian, seluruh fungsi perpustakaan tersebut tidak selalu terdapat di seluruh jenis perpustakaan. Hal ini tergantung dengan tujuan dan sasaran pemustaka di masing-masing perpustakaan.<ref>Lisda Rahayu. [http://repository.ut.ac.id/4183/1/PUST4104-M1.pdf PUST4104 – Layanan Perpustakaan : Dasar-dasar Layanan Perpustakaan]. ''Repositori UT''.</ref> Layanan perpustakaan diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka secara tepat dan akurat, yaitu melalui penyediaan bahan pustaka dan penyediaan sarana penelusuran. | ||
=== Kegunaan === | === Kegunaan === | ||
==== Koleksi Informasi ==== | ==== Koleksi Informasi ==== | ||
Semakin berkembangnya zaman, maka semakin berkembang juga lah media informasi yang ada. Dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke e-book, [[map]], [[Seni|berbagai jenis kesenian]], [[mikrofilm]], [[mikrofiche]], [[tape audio]], [[CD]], [[rekaman vinyl|LP]], [[tape video]], [[DVD]], [[Permainan video|video game]], [[Cakram Blu-ray|kaset blu-ray]], [[permainan papan]], [[Pangkalan data|database]], dan berbagai format lainnya. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data [[CD-ROM]] dan [[internet]]. | Semakin berkembangnya zaman, maka semakin berkembang juga lah media informasi yang ada. Dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan<ref>Feni Efendi. ''Perpustakaan : Dalam Fungsi Pendukung Pendidikan, Penelitian, Rekreasi, dan Merawat Naskah Kuno serta Mengelola Arsip''. Penerbit Fahmi Karya. 2024. ISBN 978-623-8646-17-3.</ref> kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke e-book, [[map]], [[Seni|berbagai jenis kesenian]], [[mikrofilm]], [[mikrofiche]], [[tape audio]], [[CD]], [[rekaman vinyl|LP]], [[tape video]], [[DVD]], [[Permainan video|video game]], [[Cakram Blu-ray|kaset blu-ray]], [[permainan papan]], [[Pangkalan data|database]], dan berbagai format lainnya. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data [[CD-ROM]] dan [[internet]]. | ||
==== Hubungan dengan Internet ==== | ==== Hubungan dengan Internet ==== | ||
Tidak jarang bagi perpustakaan menggunakan internet demi berbagai kebutuhan. Beberapa dari fungsinya adalah untuk membuat [[Situs web|''website''nya]] tersendiri atau; untuk membuat [[Katalog perpustakaan|katalog]] digital agar mempermudah [[Katalog perpustakaan|katalog buku]] dapat diakses secara publik. Melalui internet, pengunjung perpustakaan dapat mencari tahu di mana letak dari buku tertentu di sekian banyak perpustakaan, atau; untuk mencari tahu buku apa saja yang dapat ditemukan di suatu perpustakaan. Secara internasional, [[WorldCat]] cukup dikenal sebagai penyedia layanan katalog publik. Sementara itu, di Indonesia terdapat [[INLISlite]] (''Integrated Library System Lite'') yang dibangun dan dikembangkan oleh [[Perpustakaan Nasional Republik Indonesia|Perpusnas]] sejak tahun 2011. | Tidak jarang bagi perpustakaan menggunakan internet demi berbagai kebutuhan. Beberapa dari fungsinya adalah untuk membuat [[Situs web|''website''nya]] tersendiri atau; untuk membuat [[Katalog perpustakaan|katalog]] digital agar mempermudah [[Katalog perpustakaan|katalog buku]] dapat diakses secara publik. Melalui internet, pengunjung perpustakaan dapat mencari tahu di mana letak dari buku tertentu di sekian banyak perpustakaan, atau; untuk mencari tahu buku apa saja yang dapat ditemukan di suatu perpustakaan. Secara internasional, [[WorldCat]] cukup dikenal sebagai penyedia layanan katalog publik. Sementara itu, di Indonesia terdapat [[INLISlite]] (''Integrated Library System Lite'') yang dibangun dan dikembangkan oleh [[Perpustakaan Nasional Republik Indonesia|Perpusnas]] sejak tahun 2011.<ref>[https://www.perpusnas.go.id/berita/inlislite-dalam-arsitektur-aplikasi-spbe-nasional Perpustakaan Nasional Republik Indonesia]. ''www.perpusnas.go.id''.</ref> | ||
== Tujuan == | == Tujuan == | ||
| Baris 66: | Baris 65: | ||
* Dapat meningkatkan taraf kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya | * Dapat meningkatkan taraf kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya | ||
* Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antarbangsa | * Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antarbangsa | ||
* Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial. | * Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.<ref>Muchyidin, Suherlan. Mihardja, Iwa D Sasmita ''Perpustakaan'' (Bandung: PT Puri Pustaka 2008) hlm 41,42</ref> | ||
== Hubungan perpustakaan dengan bacaan == | == Hubungan perpustakaan dengan bacaan == | ||
Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan [[pustaka]] dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan. Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau ''book material'' dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa ''non-book material'' seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya.<ref>Sumpeno, Wahyudin ''Perpustakaan Mesjid'' (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994) hlm. 8</ref> | |||
Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan [[pustaka]] dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan. Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau ''book material'' dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa ''non-book material'' seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya. | |||
== Model pelayanan == | == Model pelayanan == | ||
Ada empat model pelayanan perpustakaan: | Ada empat model pelayanan perpustakaan: | ||
* Koleksi perpustakaan ada pada kampus cabang. | * Koleksi perpustakaan ada pada kampus cabang. | ||
* Berpusat pada layanan pinjam antar perpustakaan, resource sharing, serta mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan afiliasi. | * Berpusat pada layanan pinjam antar perpustakaan, resource sharing, serta mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan afiliasi. | ||
* Pengiriman materi dari instuasi induk kepada para mahasiswa | * Pengiriman materi dari instuasi induk kepada para mahasiswa | ||
* Berhubungan dengan penggunaan teknologi untuk mengakses sumber-sumber informasi elektronik. | * Berhubungan dengan penggunaan teknologi untuk mengakses sumber-sumber informasi elektronik.<ref>Buxbaum, ahari ''Library Services'' (Jakarta: Murni Kencana 2004) Hlm. 12</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 92: | Baris 86: | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [https://www.perpustakaan.org/ Perpustakaan Nasional Republik Indonesia] | * [https://www.perpustakaan.org/ Perpustakaan Nasional Republik Indonesia] | ||
* [http://www.ibiblio.org/librariesfaq/ Libraries : Frequently Asked Questions] | * [http://www.ibiblio.org/librariesfaq/ Libraries : Frequently Asked Questions] | ||
* [http://www.liblinks.org LibLinks - Directory of library resource links organized by US states] | * [http://www.liblinks.org LibLinks - Directory of library resource links organized by US states] | ||
* [http://www.jerryfielden.com/essays/privatelibs.htm Private Libraries in Ancient Rome] | * [http://www.jerryfielden.com/essays/privatelibs.htm Private Libraries in Ancient Rome] | ||
* [http://www.ifla.org/ International Federation of Library Associations and Institutions] | * [http://www.ifla.org/ International Federation of Library Associations and Institutions] | ||
| Baris 101: | Baris 94: | ||
*[https://www.perpusnas.go.id/law-detail.php?lang=id&id=170920114322Ir9g6HhRuc Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan] | *[https://www.perpusnas.go.id/law-detail.php?lang=id&id=170920114322Ir9g6HhRuc Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perpustakaan&oldid=29325067 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29325067 (2026-06-07T15:07:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.25

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, tetapi perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku dengan biaya sendiri. Karena ada kaitannya dengan buku maka definisi perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku atau tempat yang berkaitan dengan buku. Definisi perpustakaan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari perkembangan koleksi perpustakaan.
Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
Oleh karena itu perpustakaan modern telah diartikan kembali sebagai tempat untuk mengakses sebuah informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).
Sejarah
Perpustakaan pertama yang diketahui berada di reruntuhan Dataran Niniwe. Lokasinya berada di sebuah kota kuno pada masa Asiria yang terletak di tepi sungai Tigris bagian timur. Pada masa lalu kota tersebut merupakan ibu kota kerajaan Asiria purba. Situs kota purbakala ini bersebelahan dengan kota Mosul, di Provinsi Ninawa, Irak.[1] Perpustakaan ini dikenal sebagai Perpustakaan Asyurbanipal.[2] Perpustakaan Asyurbanipal menyimpan banyak tablet tanah liat yang diukir sedemikian rupa hingga membentuk sebuah informasi. Informasi-informasi ini ditulis dalam huruf aksara paku yang berkembang di daerah Sumeria.
Dalam sumber lain ada beberapa periode terkait sejarah perkembangan perpustakaan.[3]
Era kuno (3000 SM–500 M)
Negeri Mesopotamia Kuno dikenal sebagai tempat terletaknya perpustakaan tertua sekitar 3000 SM. Diketahui dari catatan adminitrasi yang terbuat dari tablet tanah liat yang juga berisi teks-teks keagamaan. Perpustakaan yang ada di daerah tersebut:[4]
- Perpustakaan Ashurbanipal di Niniwe (abad ke-7 SM) yang menjadi perpustakaan pertamana dengan jumlah koleksi 30.000 tablet tanah liat.
- Perpustakaan Alexandria di mesir (abad ke-3 SM) yang merupakan perpustakaan terbesar yang memiliki jumlah koleksi 40.000-400.000 gulungan papyrus.
- Perpustakaan Pergamum di asia kecil (abad ke 2 SM) yang menjadi perpustakaan penting di Alexandria dengan jumlah koleksi 200.000 gulungan
Era pertengahan (500 SM–1500 M)
Pada adab pertengahan, setelah peristiwa runtuhnya kekaisaran romawi, di Eropa perpustakaan mengalami kemunduran. Akan tetapi kegiatan seperti menyalindan melestarikan naskah tetap berlanjut di biara-biara. Sedangkan pada masa itu, ilmu pengetahuan peradaban islam mengalami masa keemas an:[5]
- Perpustakaan biara: yang menjadi pusat tempat penyalinan dan pelestariam naskah-naskah kuno
- Bayt al-hikmah di Baghdad (abad ke-8 M) yang dijadikan sebagai pusat penerjemahan dan penelitian yang menjadi kunci dalam penyebaran pengetahuan Yunani ke dunia Arab
- Perpustakaan Cordoba di Spanyol yang merupakan perpustakaan terbesar di kalangan dunia islam dengan jumlah koleksi mencapai 400.000.
Era renaisans dan pencerahan (1500–1800 M)
Perkembangan teknologi percetakan dan pembelajaran klasik terjadi pada periode ini di antaranya:[6]
- Mesin Cetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg tahun 1440
- Bodleian library di Oxford (1602) merupakan perpustakaan akademik modern pertama
Era modern (1800 M–sekarang)
Era ini terjadi pada abad ke 19 dan 20 yang menjadi era perkembangan perpustakaan di ranah public dan ranah akademik:[7]
- Perpustakaan Kongres AS (1800) saat ini menjadi salah satu perpustakaan terbesar di dunia
- Gerakan perpustakaan publik: dimulai di Inggris dan Amerika Serikat di pertengahan abad ke- 19 dengan memperluas akses pendidikan ke masyarakat luas
- Perpustakaan digital: pada akhir abad ke ke-20 ditandai dengan munculnya internet dan teknologi digital yang mampu mengubah wajah perpustakaan dan memungkinkan memberikan akses terbuka tanpa batas ruang dan waktu
Sejarah perkembangan yang terjadi ini telah menunjukkan bahawa perpustakaan telah dan akan selalu berevolusi dan berorientasi untuk kemajuan dan perkembangan teknologi sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Awalnya dari tablet tanah liat hingga saat ini berubah menjadi e-book, esensi perpustakaan yang menjadi pusat penjaga dan penyebar ilmu pengetahuan tidak pernah berubah.[8]
Indonesia
Pada pembagian di atas, tahun 1950 merupakan awal ancangan karena pada waktu itu pemerintah RI mulai menyebarkan perpustakaan, khususnya perpustakaan umum dengan nama taman perpustakaan rakjat ke seluruh Indonesia. Perkembangan perpustakaan umum yang mula-mula menggembirakan itu akhirnya berakhir tragis dengan runtuhnya berbagai taman pustaka rakjat yang didirikan pada tahun 1950-an. Tonggak kebangkitan dimulai pada tahun 1969, dengan pembangunan lima tahun (pelita) pertama. Saat itu, kegiatan perpustakaan tercakup di dalam rencana pembangunan hingga sekarang.[9]
Fungsi
Peran
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[10]
Perpustakaan merupakan jantungnya dunia pendidikan karena berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di perpustakaan. Perpustakaan memiliki fungsi sebagai sarana rekreasi, informasi dan penelitian, pendidikan, kebudayaan, deposit, dan pelestarian. Namun demikian, seluruh fungsi perpustakaan tersebut tidak selalu terdapat di seluruh jenis perpustakaan. Hal ini tergantung dengan tujuan dan sasaran pemustaka di masing-masing perpustakaan.[11] Layanan perpustakaan diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka secara tepat dan akurat, yaitu melalui penyediaan bahan pustaka dan penyediaan sarana penelusuran.
Kegunaan
Koleksi Informasi
Semakin berkembangnya zaman, maka semakin berkembang juga lah media informasi yang ada. Dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan[12] kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke e-book, map, berbagai jenis kesenian, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video, DVD, video game, kaset blu-ray, permainan papan, database, dan berbagai format lainnya. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
Hubungan dengan Internet
Tidak jarang bagi perpustakaan menggunakan internet demi berbagai kebutuhan. Beberapa dari fungsinya adalah untuk membuat websitenya tersendiri atau; untuk membuat katalog digital agar mempermudah katalog buku dapat diakses secara publik. Melalui internet, pengunjung perpustakaan dapat mencari tahu di mana letak dari buku tertentu di sekian banyak perpustakaan, atau; untuk mencari tahu buku apa saja yang dapat ditemukan di suatu perpustakaan. Secara internasional, WorldCat cukup dikenal sebagai penyedia layanan katalog publik. Sementara itu, di Indonesia terdapat INLISlite (Integrated Library System Lite) yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpusnas sejak tahun 2011.[13]
Tujuan
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
- Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesinambungan
- Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, dan politik
- Dapat memelihara kemerdekaan berpikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik
- Dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia
- Dapat meningkatkan taraf kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya
- Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antarbangsa
- Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[14]
Hubungan perpustakaan dengan bacaan
Perpustakaan dan bahan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah bahan pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca/pemakai perpustakaan. Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau book material dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa non-book material seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya.[15]
Model pelayanan
Ada empat model pelayanan perpustakaan:
- Koleksi perpustakaan ada pada kampus cabang.
- Berpusat pada layanan pinjam antar perpustakaan, resource sharing, serta mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan afiliasi.
- Pengiriman materi dari instuasi induk kepada para mahasiswa
- Berhubungan dengan penggunaan teknologi untuk mengakses sumber-sumber informasi elektronik.[16]
Lihat pula
Bacaan lanjutan
- Casson, Lionel. Libraries in the Ancient World. New Haven, Connecticut: Yale University Press, 2001.
- Lerner, Fred. The Story of Libraries: From the Invention of Writing to the Computer Ages. New York: The Continuum Publishing Company, 1998.
- McCabe, Gerard B.; Kennedy, James R. (2003) "Planning for the modern public library building", Libraries Unlimited, ISBN 0-313-32155-8
Pranala luar
- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
- Libraries : Frequently Asked Questions
- LibLinks - Directory of library resource links organized by US states
- Private Libraries in Ancient Rome
- International Federation of Library Associations and Institutions
- Professional Library Associations from Jenkins Law Library
- Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan
Referensi
- ↑ Usiono dan Retno Sayekti. Potret Pendidikan Ilmu Perpustakaan. Perdana Publishing. 2018. hlm. 37.
- ↑ 8 Legendary Ancient Libraries. HISTORY. 2023-08-22.
- ↑ SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN. dinpusip.purworejokab.go.id.
- ↑ SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN. dinpusip.purworejokab.go.id.
- ↑ SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN. dinpusip.purworejokab.go.id.
- ↑ SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN. dinpusip.purworejokab.go.id.
- ↑ SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN. dinpusip.purworejokab.go.id.
- ↑ SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN. dinpusip.purworejokab.go.id.
- ↑ Sulistyo. Basuki Periodisasi Perpustakaan Indonesia (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994) hlm. 6,7
- ↑ Sinaga, Dian Mengelola Perpustakaan Sekolah (Jakarta: Kreasi Media Utama, 2007) hlm. 15
- ↑ Lisda Rahayu. PUST4104 – Layanan Perpustakaan : Dasar-dasar Layanan Perpustakaan. Repositori UT.
- ↑ Feni Efendi. Perpustakaan : Dalam Fungsi Pendukung Pendidikan, Penelitian, Rekreasi, dan Merawat Naskah Kuno serta Mengelola Arsip. Penerbit Fahmi Karya. 2024. ISBN 978-623-8646-17-3.
- ↑ Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. www.perpusnas.go.id.
- ↑ Muchyidin, Suherlan. Mihardja, Iwa D Sasmita Perpustakaan (Bandung: PT Puri Pustaka 2008) hlm 41,42
- ↑ Sumpeno, Wahyudin Perpustakaan Mesjid (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994) hlm. 8
- ↑ Buxbaum, ahari Library Services (Jakarta: Murni Kencana 2004) Hlm. 12
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29325067 (2026-06-07T15:07:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.