Lompat ke isi

Perisai Data Kaktus: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29614088; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Perisai Data Kaktus''' (Bahasa Inggris [[:en:Cactus Data Shield|Cactus Data Shield]]) adalah bentuk [[Perlindungan Salinan Cakram Padat dan DVD|perlindungan salinan CD/DVD]] untuk [[cakram padat]] audio yang dikembangkan oleh perusahaan [[Israel]] [[Midbar Technologies]]. Ini telah digunakan secara luas oleh EMI (selanjutnya diakuisisi oleh [[Sony Music]]) dan BMG serta [[anak perusahaan]] mereka. Perisai Data Kaktus pada dasarnya bergantung pada dua komponen: Navigasi Cakram yang Salah dan Korupsi Data. Sejak September 2006, semua produk perlindungan salinan CD Macrovision, termasuk Perisai Data Kaktus, diam-diam menghilang dari situs web mereka. [[Billboard (majalah)|Billboard]] edisi Desember 2006 mengumumkan bahwa [[EMI]] telah memutuskan untuk meninggalkan kontrol penyalinan di seluruh dunia.
== Navigasi Cakram yang Salah ==
== Navigasi Cakram yang Salah ==
Cakram Perisai Data Kaktus berisi sesi [[audio]] awal, mirip dengan cakram yang tidak dilindungi. Selain itu, cakram berisi sesi (data) kedua dan pemutar perangkat lunak yang dikonfigurasi untuk pemutaran otomatis dengan versi audio terkompresi berkualitas rendah agar dapat diputar.
Cakram Perisai Data Kaktus berisi sesi [[audio]] awal,<ref>[https://www.cdrinfo.com/Sections/Reviews/PrintWithComments.aspx?ArticleId=5095 Cactus Data Shield 200 - Printer Friendly version with Comments]. ''www.cdrinfo.com''.</ref> mirip dengan cakram yang tidak dilindungi. Selain itu, cakram berisi sesi (data) kedua dan pemutar perangkat lunak yang dikonfigurasi untuk pemutaran otomatis dengan versi audio terkompresi berkualitas rendah agar dapat diputar.


Sesi kedua pada cakram menyebabkan beberapa pemutar [[CD]]/[[DVD]] eror, biasanya beberapa pemutar mobil (Diduga penggunaan mekanisme penggerak [[CD-ROM]]) dan beberapa pemutar [[MP3]] tidak dapat memproses data sesi kedua. Sesi kedua telah dielakkan dengan metode lain, yaitu dengan menempatkan [[selotip]] di sekitar cakram dekat tepi, atau menandai strip di samping tepi dengan spidol permanen. Karena ini adalah cakram multi-sesi, metode ini akan menyembunyikan sesi kedua, sehingga hanya sesi audio pertama yang terlihat. Pada sistem operasi [[Windows]] yang lebih lama, menonaktifkan pemutaran otomatis saat sedang terjadi pemrosesan cakram dapat menghentikan peluncuran/pengaktifan pemutar [[perangkat lunak]]. Versi Windows yang lebih baru sejak [[Vista]] telah memperbaiki kerentanan ''auto-run'' sehingga yang perlu dilakukan pengguna hanyalah memilih untuk tidak menjalankan perangkat lunak. Efek samping dari sesi kedua yang berisi musik dalam bentuk terkompresi adalah durasi maksimum musik pada cakram Perisai Data Kaktus berkurang, menjadi sekitar 70 menit serta ruang yang tersisa digunakan untuk audio terkompresi.
Sesi kedua pada cakram menyebabkan beberapa pemutar [[CD]]/[[DVD]] eror,<ref>[https://www.cdrinfo.com/Sections/Reviews/PrintWithComments.aspx?ArticleId=5095 Cactus Data Shield 200 - Printer Friendly version with Comments]. ''www.cdrinfo.com''.</ref> biasanya beberapa pemutar mobil (Diduga penggunaan mekanisme penggerak [[CD-ROM]]) dan beberapa pemutar [[MP3]] tidak dapat memproses data sesi kedua. Sesi kedua telah dielakkan dengan metode lain, yaitu dengan menempatkan [[selotip]] di sekitar cakram dekat tepi, atau menandai strip di samping tepi dengan spidol permanen. Karena ini adalah cakram multi-sesi, metode ini akan menyembunyikan sesi kedua, sehingga hanya sesi audio pertama yang terlihat. Pada sistem operasi [[Windows]] yang lebih lama, menonaktifkan pemutaran otomatis saat sedang terjadi pemrosesan cakram dapat menghentikan peluncuran/pengaktifan pemutar [[perangkat lunak]]. Versi Windows yang lebih baru sejak [[Vista]] telah memperbaiki kerentanan ''auto-run'' sehingga yang perlu dilakukan pengguna hanyalah memilih untuk tidak menjalankan perangkat lunak. Efek samping dari sesi kedua yang berisi musik dalam bentuk terkompresi adalah durasi maksimum musik pada cakram Perisai Data Kaktus berkurang, menjadi sekitar 70 menit serta ruang yang tersisa digunakan untuk audio terkompresi.


== Korupsi Data ==
== Korupsi Data ==
Aspek kedua dari Perisai [[Data]] Kaktus adalah rentan akan kerusakan data [[audio]], seperti yang dijelaskan dalam paten Midbar "Pencegahan pembajakan cakram" nomor paten AS6.425.098.  Singkatnya, metode mendeteksi selama proses [[Pengindukan (audio)|mastering]] (audio) ketika bentuk gelombang musik mendekati “garis lurus” (informasi pada cakram dikodekan dalam blok atau sektor, setiap sektor berisi 98 bingkai musik untuk cakram CDDA) dan menandai frame serta menggantinya dengan data yang salah yang melanggar T.sub.max (menurut [[Komisi Elektroteknik Internasional|IEC]] 908) di mana tidak ada transisi antara level data tinggi dan data rendah (1 ke 0 atau 0 ke 1). Ini menghasilkan kesalahan [[DSV (perusahaan)|DSV]] (Nilai Jumlah Digital) pada cakram. Kerusakan data tambahan yang dijelaskan dalam paten termasuk menambahkan entri duplikat TOC (Daftar isi) dari sesi audio ke data sesi kedua. Beberapa drive CD lama hanya akan melihat kesalahan sesi kedua (seperti waktu dan jenis trek) dan tidak dapat menyalin atau memutarnya. Metode lain adalah mengubah waktu mulai Lead-Out (akhir cakram) ke waktu yang salah di TOC. Proses paten lainnya termasuk mengubah waktu di saluran Q sehingga menahan, mempercepat, atau memutar media secara mundur.
Aspek kedua dari Perisai [[Data]] Kaktus adalah rentan akan kerusakan data [[audio]], seperti yang dijelaskan dalam paten Midbar "Pencegahan pembajakan cakram" nomor paten AS6.425.098.<ref>Sinquin, Patrice; Philippe Selve & Ran Alcalay, "Prevention of disk piracy", https://drive.google.com/file/d/1Z4B2K-QQETHSrXErl7EVGfu52vfUutUb/view?usp=sharing. Diakses 2021-12-10</ref> Singkatnya, metode mendeteksi selama proses [[Pengindukan (audio)|mastering]] (audio) ketika bentuk gelombang musik mendekati “garis lurus” (informasi pada cakram dikodekan dalam blok atau sektor, setiap sektor berisi 98 bingkai musik untuk cakram CDDA) dan menandai frame serta menggantinya dengan data yang salah yang melanggar T.sub.max (menurut [[Komisi Elektroteknik Internasional|IEC]] 908) di mana tidak ada transisi antara level data tinggi dan data rendah (1 ke 0 atau 0 ke 1). Ini menghasilkan kesalahan [[DSV (perusahaan)|DSV]] (Nilai Jumlah Digital) pada cakram. Kerusakan data tambahan yang dijelaskan dalam paten termasuk menambahkan entri duplikat TOC (Daftar isi) dari sesi audio ke data sesi kedua. Beberapa drive CD lama hanya akan melihat kesalahan sesi kedua (seperti waktu dan jenis trek) dan tidak dapat menyalin atau memutarnya. Metode lain adalah mengubah waktu mulai Lead-Out (akhir cakram) ke waktu yang salah di TOC. Proses paten lainnya termasuk mengubah waktu di saluran Q sehingga menahan, mempercepat, atau memutar media secara mundur.


== Impretasi Data yang Rusak ==
== Impretasi Data yang Rusak ==
Pemutar CD kuno membaca subkode dengan benar melihat bingkai audio yang hilang dan [[Interpolasi (matematika)|menginterpolasi]] informasi yang hilang yang tidak dapat diperbaiki menggunakan informasi dari bingkai lain. Karena frame yang hilang ini terjadi pada titik-titik di mana bentuk gelombang hampir merupakan garis lurus, [[interpolasi]] ini sangat akurat dan umumnya [[Transparansi (kompresi data)|transparan]] bagi pengguna. Apa yang terjadi dengan drive komputer sangat spesifik untuk perangkat keras dan [[Perangkat tegar|firmware]] drive yang bersangkutan, dengan asumsi mereka setidaknya telah melihat sesi data kedua dan dapat memutar sesi audio. Beberapa drive lama mengabaikan subkode dan "memutar" bingkai data, menghasilkan gangguan audio yang keras. Beberapa diliputi oleh jumlah kesalahan yang memerlukan koreksi dan interpolasi, dan drive ini kemudian dapat menghasilkan gangguan sesekali. Ripping pada kecepatan minimum drive dapat mengurangi atau menghilangkan efek ini. Mayoritas drive baru dapat berhasil memperbaiki dan menginterpolasi semua audio yang hilang bahkan pada kecepatan ripping maksimum.
Pemutar CD kuno membaca subkode dengan benar melihat bingkai audio yang hilang dan [[Interpolasi (matematika)|menginterpolasi]] informasi yang hilang yang tidak dapat diperbaiki menggunakan informasi dari bingkai lain. Karena frame yang hilang ini terjadi pada titik-titik di mana bentuk gelombang hampir merupakan garis lurus, [[interpolasi]] ini sangat akurat dan umumnya [[Transparansi (kompresi data)|transparan]] bagi pengguna. Apa yang terjadi dengan drive komputer sangat spesifik untuk perangkat keras dan [[Perangkat tegar|firmware]] drive yang bersangkutan, dengan asumsi mereka setidaknya telah melihat sesi data kedua dan dapat memutar sesi audio. Beberapa drive lama mengabaikan subkode dan "memutar" bingkai data, menghasilkan gangguan audio yang keras. Beberapa diliputi oleh jumlah kesalahan yang memerlukan koreksi dan interpolasi, dan drive ini kemudian dapat menghasilkan gangguan sesekali. Ripping pada kecepatan minimum drive dapat mengurangi atau menghilangkan efek ini.<ref>[https://www.cdrinfo.com/Sections/Reviews/PrintWithComments.aspx?ArticleId=5095 Cactus Data Shield 200 - Printer Friendly version with Comments]. ''www.cdrinfo.com''.</ref> Mayoritas drive baru dapat berhasil memperbaiki dan menginterpolasi semua audio yang hilang bahkan pada kecepatan ripping maksimum.


== Dampak ==
== Dampak ==
Teknik yang digunakan pada cakram Perisai Data Kaktus berarti cakram tersebut tidak sesuai dengan [[Compact Disc Digital Audio|standar Red Book Audio Digital Compact Disc]], dan oleh karena itu tidak memiliki logo Red Book. Untuk alasan ini mereka tidak boleh disebut sebagai CDDA (''[[Compact Disc Digital Audio]]''). Ada juga masalah etika/hukum seputar penjualan cakram yang tidak dapat diputar secara andal di semua pemutar, di mana kesalahan tambahan membuat cakram lebih mudah terpengaruh oleh akumulasi kerusakan seumur hidup, dan di mana data audio aktual telah dihilangkan. Salah satu CD yang dirilis paling awal menggunakan perlindungan salinan adalah ''White Lilies Island'' oleh [[Natalie Imbruglia]], yang menggunakan Perisai Data Kaktus dan dirilis pada November 2001. Dengan hanya sedikit menyebutkan CD dalam cetakan kecil dari kotak CD, album ini menjadi subjek banyak keluhan dari konsumen yang menemukan bahwa mereka tidak dapat memutar CD pada komputer non-Windows, konsol game dan beberapa perangkat lainnya. Kasus termasuk [[Xbox (konsol)|Xbox]] berulang kali hanya memainkan sebagian kecil trek 1, sementara [[PlayStation 2|pengguna PlayStation 2]] dapat memutar trek 2 tetapi tidak dapat memutar trek 1. [[Bertelsmann Music Group|BMG]] kemudian memberikan salinan CD ini kepada konsumen. Hanya rilis [[Eropa]] awal yang dilindungi dari salinan.
Teknik yang digunakan pada cakram Perisai Data Kaktus berarti cakram tersebut tidak sesuai dengan [[Compact Disc Digital Audio|standar Red Book Audio Digital Compact Disc]], dan oleh karena itu tidak memiliki logo Red Book. Untuk alasan ini mereka tidak boleh disebut sebagai CDDA (''[[Compact Disc Digital Audio]]''). Ada juga masalah etika/hukum seputar penjualan cakram yang tidak dapat diputar secara andal di semua pemutar, di mana kesalahan tambahan membuat cakram lebih mudah terpengaruh oleh akumulasi kerusakan seumur hidup, dan di mana data audio aktual telah dihilangkan. Salah satu CD yang dirilis paling awal menggunakan perlindungan salinan adalah ''White Lilies Island'' oleh [[Natalie Imbruglia]], yang menggunakan Perisai Data Kaktus dan dirilis pada November 2001. Dengan hanya sedikit menyebutkan CD dalam cetakan kecil dari kotak CD, album ini menjadi subjek banyak keluhan dari konsumen yang menemukan bahwa mereka tidak dapat memutar CD pada komputer non-Windows, konsol game dan beberapa perangkat lainnya. Kasus termasuk [[Xbox (konsol)|Xbox]] berulang kali hanya memainkan sebagian kecil trek 1, sementara [[PlayStation 2|pengguna PlayStation 2]] dapat memutar trek 2 tetapi tidak dapat memutar trek 1. [[Bertelsmann Music Group|BMG]] kemudian memberikan salinan CD ini kepada konsumen. Hanya rilis [[Eropa]] awal yang dilindungi dari salinan.<ref>Barry Fox. [https://www.newscientist.com/article/dn1586-fans-get-free-replacement-of-copy-protected-cd/ Fans get free replacement of copy-protected CD]. ''New Scientist''. 2001-11-20.</ref>


== Kontroversi ==
== Kontroversi ==
[[Macrovision]] membuat sejumlah klaim kontroversial tentang perangkat lunak yang kemudian terbukti salah:
[[Macrovision]] membuat sejumlah klaim kontroversial tentang perangkat lunak yang kemudian terbukti salah:


''"This Macrovision technology does NOT install spyware or vaporware of any kind on a users PC. In fact, CDS-200 does not install software applications of any kind on a user's PC. All the copy protection in CDS-200 is hardware based, meaning that it is dependent on the physical properties and the format of the CD. None of the copy protection in CDS-200 requires software applications to be installed onto a computer."''
''"This Macrovision technology does NOT install spyware or vaporware of any kind on a users PC. In fact, CDS-200 does not install software applications of any kind on a user's PC. All the copy protection in CDS-200 is hardware based, meaning that it is dependent on the physical properties and the format of the CD. None of the copy protection in CDS-200 requires software applications to be installed onto a computer."<ref>Thomas C. Greene. [https://www.theregister.com/2004/06/28/wee_timorous_beastie/ Beastie Boys claim no virus on crippled CD]. ''www.theregister.com''.</ref><ref>[http://www.newscientist.com/news/news.jsp?id=ns99996063 New Scientist]. ''web.archive.org''. 2004-07-05.</ref>''


Pada saat yang sama, laporan yang beredar luas bahwa perangkat lunak Macrovision berperilaku dengan cara yang tidak dapat dibedakan dari [[virus komputer]] juga terbukti salah, seperti anggapan bahwa perangkat lunak tersebut menyediakan perlindungan salinan yang substansial.
Pada saat yang sama, laporan yang beredar luas bahwa perangkat lunak Macrovision berperilaku dengan cara yang tidak dapat dibedakan dari [[virus komputer]] juga terbukti salah, seperti anggapan bahwa perangkat lunak tersebut menyediakan perlindungan salinan yang substansial.<ref>Paolo Attivissiom. [https://www.theregister.com/2004/08/16/beastie_boys_not_viral/ On the Beastie Boys 'virus' CD: Does not attempt world domination]. The Register. 2004-08-16.</ref>


Perangkat lunak Perisai Data Kaktus Macrovision pada dasarnya ada dalam dua versi, "Perisai Data Kaktus-200" danberikutnya "Perisai Data Kaktus-300".
Perangkat lunak Perisai Data Kaktus Macrovision pada dasarnya ada dalam dua versi, "Perisai Data Kaktus-200" danberikutnya "Perisai Data Kaktus-300".<ref>Tony Smith. [https://www.theregister.com/2004/07/26/macrovision_cds300_7/ Macrovision preps '99% effective' CD lock-in tech]. The Register. 2004-07-26.</ref>


== Versi ==
== Versi ==
Versi pertama dari sistem ini adalah Perisai Data Kaktus-100 dan Perisai Data Kaktus-200. Pada Perisai Data Kaktus-100 hanya mencegah semua pemutaran PC, sedangkan di Perisai Data Kaktus-200 dapat dilakukan pemutaran penuh pada pemutar audio dan PC tanpa mengizinkan penyalinan. Kemudian, sistem Perisai Data Kaktus-300 yang memiliki fitur perlindungan perangkat lunak aktif diperkenalkan.
Versi pertama dari sistem ini adalah Perisai Data Kaktus-100 dan Perisai Data Kaktus-200.<ref>[http://midbartech.com/cactus-data-shield/ Cactus Data Shield – Music and Audio].</ref> Pada Perisai Data Kaktus-100 hanya mencegah semua pemutaran PC, sedangkan di Perisai Data Kaktus-200 dapat dilakukan pemutaran penuh pada pemutar audio dan PC tanpa mengizinkan penyalinan.<ref>Matthew Broersma. [https://www.zdnet.com/article/cds-now-protected-against-felt-tips/ CD's now protected against felt-tips]. ''ZDNet''.</ref> Kemudian, sistem Perisai Data Kaktus-300 yang memiliki fitur perlindungan perangkat lunak aktif diperkenalkan.<ref>[https://www.theregister.co.uk/2004/07/26/macrovision_cds300_7/ Macrovision preps '99% effective' CD lock-in tech]. ''The Register''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perisai+Data+Kaktus&oldid=29614088 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29614088 (2026-08-22T06:47:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perisai+Data+Kaktus&oldid=29614088 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29614088 (2026-08-22T06:47:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.25

Cakram Perisai Data Kaktus berisi sesi audio awal,[1] mirip dengan cakram yang tidak dilindungi. Selain itu, cakram berisi sesi (data) kedua dan pemutar perangkat lunak yang dikonfigurasi untuk pemutaran otomatis dengan versi audio terkompresi berkualitas rendah agar dapat diputar.

Sesi kedua pada cakram menyebabkan beberapa pemutar CD/DVD eror,[2] biasanya beberapa pemutar mobil (Diduga penggunaan mekanisme penggerak CD-ROM) dan beberapa pemutar MP3 tidak dapat memproses data sesi kedua. Sesi kedua telah dielakkan dengan metode lain, yaitu dengan menempatkan selotip di sekitar cakram dekat tepi, atau menandai strip di samping tepi dengan spidol permanen. Karena ini adalah cakram multi-sesi, metode ini akan menyembunyikan sesi kedua, sehingga hanya sesi audio pertama yang terlihat. Pada sistem operasi Windows yang lebih lama, menonaktifkan pemutaran otomatis saat sedang terjadi pemrosesan cakram dapat menghentikan peluncuran/pengaktifan pemutar perangkat lunak. Versi Windows yang lebih baru sejak Vista telah memperbaiki kerentanan auto-run sehingga yang perlu dilakukan pengguna hanyalah memilih untuk tidak menjalankan perangkat lunak. Efek samping dari sesi kedua yang berisi musik dalam bentuk terkompresi adalah durasi maksimum musik pada cakram Perisai Data Kaktus berkurang, menjadi sekitar 70 menit serta ruang yang tersisa digunakan untuk audio terkompresi.

Korupsi Data

Aspek kedua dari Perisai Data Kaktus adalah rentan akan kerusakan data audio, seperti yang dijelaskan dalam paten Midbar "Pencegahan pembajakan cakram" nomor paten AS6.425.098.[3] Singkatnya, metode mendeteksi selama proses mastering (audio) ketika bentuk gelombang musik mendekati “garis lurus” (informasi pada cakram dikodekan dalam blok atau sektor, setiap sektor berisi 98 bingkai musik untuk cakram CDDA) dan menandai frame serta menggantinya dengan data yang salah yang melanggar T.sub.max (menurut IEC 908) di mana tidak ada transisi antara level data tinggi dan data rendah (1 ke 0 atau 0 ke 1). Ini menghasilkan kesalahan DSV (Nilai Jumlah Digital) pada cakram. Kerusakan data tambahan yang dijelaskan dalam paten termasuk menambahkan entri duplikat TOC (Daftar isi) dari sesi audio ke data sesi kedua. Beberapa drive CD lama hanya akan melihat kesalahan sesi kedua (seperti waktu dan jenis trek) dan tidak dapat menyalin atau memutarnya. Metode lain adalah mengubah waktu mulai Lead-Out (akhir cakram) ke waktu yang salah di TOC. Proses paten lainnya termasuk mengubah waktu di saluran Q sehingga menahan, mempercepat, atau memutar media secara mundur.

Impretasi Data yang Rusak

Pemutar CD kuno membaca subkode dengan benar melihat bingkai audio yang hilang dan menginterpolasi informasi yang hilang yang tidak dapat diperbaiki menggunakan informasi dari bingkai lain. Karena frame yang hilang ini terjadi pada titik-titik di mana bentuk gelombang hampir merupakan garis lurus, interpolasi ini sangat akurat dan umumnya transparan bagi pengguna. Apa yang terjadi dengan drive komputer sangat spesifik untuk perangkat keras dan firmware drive yang bersangkutan, dengan asumsi mereka setidaknya telah melihat sesi data kedua dan dapat memutar sesi audio. Beberapa drive lama mengabaikan subkode dan "memutar" bingkai data, menghasilkan gangguan audio yang keras. Beberapa diliputi oleh jumlah kesalahan yang memerlukan koreksi dan interpolasi, dan drive ini kemudian dapat menghasilkan gangguan sesekali. Ripping pada kecepatan minimum drive dapat mengurangi atau menghilangkan efek ini.[4] Mayoritas drive baru dapat berhasil memperbaiki dan menginterpolasi semua audio yang hilang bahkan pada kecepatan ripping maksimum.

Dampak

Teknik yang digunakan pada cakram Perisai Data Kaktus berarti cakram tersebut tidak sesuai dengan standar Red Book Audio Digital Compact Disc, dan oleh karena itu tidak memiliki logo Red Book. Untuk alasan ini mereka tidak boleh disebut sebagai CDDA (Compact Disc Digital Audio). Ada juga masalah etika/hukum seputar penjualan cakram yang tidak dapat diputar secara andal di semua pemutar, di mana kesalahan tambahan membuat cakram lebih mudah terpengaruh oleh akumulasi kerusakan seumur hidup, dan di mana data audio aktual telah dihilangkan. Salah satu CD yang dirilis paling awal menggunakan perlindungan salinan adalah White Lilies Island oleh Natalie Imbruglia, yang menggunakan Perisai Data Kaktus dan dirilis pada November 2001. Dengan hanya sedikit menyebutkan CD dalam cetakan kecil dari kotak CD, album ini menjadi subjek banyak keluhan dari konsumen yang menemukan bahwa mereka tidak dapat memutar CD pada komputer non-Windows, konsol game dan beberapa perangkat lainnya. Kasus termasuk Xbox berulang kali hanya memainkan sebagian kecil trek 1, sementara pengguna PlayStation 2 dapat memutar trek 2 tetapi tidak dapat memutar trek 1. BMG kemudian memberikan salinan CD ini kepada konsumen. Hanya rilis Eropa awal yang dilindungi dari salinan.[5]

Kontroversi

Macrovision membuat sejumlah klaim kontroversial tentang perangkat lunak yang kemudian terbukti salah:

"This Macrovision technology does NOT install spyware or vaporware of any kind on a users PC. In fact, CDS-200 does not install software applications of any kind on a user's PC. All the copy protection in CDS-200 is hardware based, meaning that it is dependent on the physical properties and the format of the CD. None of the copy protection in CDS-200 requires software applications to be installed onto a computer."[6][7]

Pada saat yang sama, laporan yang beredar luas bahwa perangkat lunak Macrovision berperilaku dengan cara yang tidak dapat dibedakan dari virus komputer juga terbukti salah, seperti anggapan bahwa perangkat lunak tersebut menyediakan perlindungan salinan yang substansial.[8]

Perangkat lunak Perisai Data Kaktus Macrovision pada dasarnya ada dalam dua versi, "Perisai Data Kaktus-200" danberikutnya "Perisai Data Kaktus-300".[9]

Versi

Versi pertama dari sistem ini adalah Perisai Data Kaktus-100 dan Perisai Data Kaktus-200.[10] Pada Perisai Data Kaktus-100 hanya mencegah semua pemutaran PC, sedangkan di Perisai Data Kaktus-200 dapat dilakukan pemutaran penuh pada pemutar audio dan PC tanpa mengizinkan penyalinan.[11] Kemudian, sistem Perisai Data Kaktus-300 yang memiliki fitur perlindungan perangkat lunak aktif diperkenalkan.[12]

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29614088 (2026-08-22T06:47:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.