Wahyu Dhyatmika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29405027; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Wahyu Dhyatmika''' atau Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika adalah seorang jurnalis profesional yang kini menjabat sebagai CEO [[Tempo Inti Media|Info Media Digital (Tempo Digital)]] dan aktivis [[Aliansi Jurnalis Independen|Aliansi Jurnalis Independen (AJI)]]. Selain itu, ia juga menjabat sebagai ketua umum [[Asosiasi Media Siber Indonesia|Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).]] Ia merupakan alumnus program studi Ilmu Komunikasi (1996), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), [[Universitas Airlangga]]. | '''Wahyu Dhyatmika''' atau Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika adalah seorang jurnalis profesional yang kini menjabat sebagai CEO [[Tempo Inti Media|Info Media Digital (Tempo Digital)]] dan aktivis [[Aliansi Jurnalis Independen|Aliansi Jurnalis Independen (AJI)]]. Selain itu, ia juga menjabat sebagai ketua umum [[Asosiasi Media Siber Indonesia|Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).]]<ref>Mochamad Januar Rizki. [https://www.hukumonline.com/berita/a/duet-wahyu-dhyatmika-dan-maryadi-pimpin-amsi-4-tahun-ke-depan-lt64e81da541351/ Duet Wahyu Dhyatmika dan Maryadi Pimpin AMSI 4 Tahun Ke Depan]. ''hukumonline.com''.</ref> Ia merupakan alumnus program studi Ilmu Komunikasi (1996), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), [[Universitas Airlangga]].<ref>Ari Diaz. [https://www.rri.co.id/iptek/878948/kisah-alumnus-unair-sukses-di-dunia-jurnalistik Kisah Alumnus UNAIR, Sukses di Dunia Jurnalistik]. ''RRI.co''. 2024-08-05.</ref><ref>[https://alumni.unair.ac.id/profile/0ceabbfe-bc37-4f70-bd76-09584790e2a1 Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika]. ''Alumnipedia Universitas Airlangga''. Universitas Airlangga.</ref> | ||
== Karier == | == Karier == | ||
Wahyu memulai kariernya di bidang [[Kewartawanan|jurnalistik]] pada tahun 2002 sebagai seorang jurnalis lapangan di Tempo. Kemudian pada tahun 2004, ia melanjutkan pendidikan masternya di program studi International Journalism at Media di [[Universitas Westminster|University of Westminster]]. Setelah lulus di program magister, ia kembali bekerja di Tempo dan menjadi redaktur pelaksana hingga tahun 2014. | Wahyu memulai kariernya di bidang [[Kewartawanan|jurnalistik]] pada tahun 2002 sebagai seorang jurnalis lapangan di Tempo. Kemudian pada tahun 2004, ia melanjutkan pendidikan masternya di program studi International Journalism at Media di [[Universitas Westminster|University of Westminster]]. Setelah lulus di program magister, ia kembali bekerja di Tempo dan menjadi redaktur pelaksana hingga tahun 2014.<ref>[https://alumnipedia.unair.ac.id/profile/0ceabbfe-bc37-4f70-bd76-09584790e2a1 Alumnipedia - Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika]. ''alumnipedia.unair.ac.id''.</ref> | ||
Selama menjalani karier sebagai seorang [[Wartawan|jurnalis]], Wahyu pernah mendapatkan kesempatan dari [[The International Consortium of Investigative Journalists|The International Consortium of Investigative Journalists (ICI)]] untuk mengungkap kasus penggelapan dan penghindaran pajak besar dalam Panama Papers. Bersama lebih dari 400 jurnalis dari 80 negara di dunia, ia menyelidiki jutaan dokumen finansial sebesar 2,6 tera-bite dari [[Mossack Fonseca]], firma hukum asal Panama, yang bocor sehingga mengungkap jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, hingga buronan yang disembunyikan di [[surga bebas pajak]] atau ''tax haven''. | Selama menjalani karier sebagai seorang [[Wartawan|jurnalis]], Wahyu pernah mendapatkan kesempatan dari [[The International Consortium of Investigative Journalists|The International Consortium of Investigative Journalists (ICI)]] untuk mengungkap kasus penggelapan dan penghindaran pajak besar dalam Panama Papers. Bersama lebih dari 400 jurnalis dari 80 negara di dunia, ia menyelidiki jutaan dokumen finansial sebesar 2,6 tera-bite dari [[Mossack Fonseca]], firma hukum asal Panama, yang bocor sehingga mengungkap jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, hingga buronan yang disembunyikan di [[surga bebas pajak]] atau ''tax haven''.<ref>[https://alumnipedia.unair.ac.id/profile/0ceabbfe-bc37-4f70-bd76-09584790e2a1 Alumnipedia - Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika]. ''alumnipedia.unair.ac.id''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wahyu+Dhyatmika&oldid=29405027 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29405027 (2026-06-30T19:19:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wahyu+Dhyatmika&oldid=29405027 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29405027 (2026-06-30T19:19:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 09.10
Wahyu Dhyatmika atau Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika adalah seorang jurnalis profesional yang kini menjabat sebagai CEO Info Media Digital (Tempo Digital) dan aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Selain itu, ia juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).[1] Ia merupakan alumnus program studi Ilmu Komunikasi (1996), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga.[2][3]
Karier
Wahyu memulai kariernya di bidang jurnalistik pada tahun 2002 sebagai seorang jurnalis lapangan di Tempo. Kemudian pada tahun 2004, ia melanjutkan pendidikan masternya di program studi International Journalism at Media di University of Westminster. Setelah lulus di program magister, ia kembali bekerja di Tempo dan menjadi redaktur pelaksana hingga tahun 2014.[4]
Selama menjalani karier sebagai seorang jurnalis, Wahyu pernah mendapatkan kesempatan dari The International Consortium of Investigative Journalists (ICI) untuk mengungkap kasus penggelapan dan penghindaran pajak besar dalam Panama Papers. Bersama lebih dari 400 jurnalis dari 80 negara di dunia, ia menyelidiki jutaan dokumen finansial sebesar 2,6 tera-bite dari Mossack Fonseca, firma hukum asal Panama, yang bocor sehingga mengungkap jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, hingga buronan yang disembunyikan di surga bebas pajak atau tax haven.[5]
Referensi
- ↑ Mochamad Januar Rizki. Duet Wahyu Dhyatmika dan Maryadi Pimpin AMSI 4 Tahun Ke Depan. hukumonline.com.
- ↑ Ari Diaz. Kisah Alumnus UNAIR, Sukses di Dunia Jurnalistik. RRI.co. 2024-08-05.
- ↑ Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika. Alumnipedia Universitas Airlangga. Universitas Airlangga.
- ↑ Alumnipedia - Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika. alumnipedia.unair.ac.id.
- ↑ Alumnipedia - Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika. alumnipedia.unair.ac.id.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29405027 (2026-06-30T19:19:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.