Lompat ke isi

Angka Arab: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28586876; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
[[File:Numeral_Systems_of_the_World.svg|thumb|right|280px|Numeral Systems of the World]]
'''Angka Arab''' atau '''angka Arab barat''' () adalah sebutan untuk sepuluh buah digit angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9; yang menggunakan sistem [[Sistem bilangan Hindu-Arab|bilangan Hindu Arab]]. Dalam sistem ini dinyatakan bahwa bilangan "123" adalah satu kesatuan bilangan yang utuh, bukan angka sendiri-sendiri seperti pada sistem bilangan Romawi atau Cina. Angka Arab digunakan luas di seluruh dunia bersamaan dengan sistem penulisan huruf Latin.
'''Angka Arab''' atau '''angka Arab barat''' () adalah sebutan untuk sepuluh buah digit angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9; yang menggunakan sistem [[Sistem bilangan Hindu-Arab|bilangan Hindu Arab]]. Dalam sistem ini dinyatakan bahwa bilangan "123" adalah satu kesatuan bilangan yang utuh, bukan angka sendiri-sendiri seperti pada sistem bilangan Romawi atau Cina. Angka Arab digunakan luas di seluruh dunia bersamaan dengan sistem penulisan huruf Latin.


Baris 13: Baris 15:
Penggunaan Angka Arab tersebar ke seluruh dunia melalui perdagangan, buku dan [[kolonialisme]] Eropa. Saat ini, Angka Arab adalah simbol representasi angka yang paling umum digunakan di dunia.
Penggunaan Angka Arab tersebar ke seluruh dunia melalui perdagangan, buku dan [[kolonialisme]] Eropa. Saat ini, Angka Arab adalah simbol representasi angka yang paling umum digunakan di dunia.


Sesuai dengan sejarah mereka, angka-angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) juga dikenal sebagai '''Angka Hindu''' atau '''Angka Hindu-Arab'''. Alasan mereka lebih dikenal sebagai "Angka Arab" di Eropa dan Amerika adalah karena mereka diperkenalkan ke Eropa pada abad kesepuluh melalui bangsa Arab di Afrika Utara. Dahulu (dan sampai sekarang) digit-digit tersebut masih dipergunakan oleh orang Arab barat semenjak dari Libya hingga ke Maroko. Di sisi lain, orang-orang Arab menyebut sistem tersebut dengan nama "Angka [[Hindu]]", yang mengacu pada asal mereka di India. Namun, angka ini tidak boleh dirancukan dengan "Angka Hindu" yang dipergunakan orang-orang Arab di [[Timur Tengah]] (٠.١.٢.٣.٤.٥.٦.٧.٨.٩), yang disebut dengan nama lain [[Angka Arab Timur]]; atau dengan [[Sistem angka Hindu–Arab#Simbol|angka-angka lain]] yang saat ini dipergunakan di India (misalnya angka [[Dewanagari]]: ०.१.२.३.४.५.६.७.८.९).
Sesuai dengan sejarah mereka, angka-angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) juga dikenal sebagai '''Angka Hindu''' atau '''Angka Hindu-Arab'''. Alasan mereka lebih dikenal sebagai "Angka Arab" di Eropa dan Amerika adalah karena mereka diperkenalkan ke Eropa pada abad kesepuluh melalui bangsa Arab di Afrika Utara. Dahulu (dan sampai sekarang) digit-digit tersebut masih dipergunakan oleh orang Arab barat semenjak dari Libya hingga ke Maroko.<ref>[http://www-01.ibm.com/software/globalization/topics/locales/currency_examples.jsp Globalize your On Demand Business]. IBM.</ref> Di sisi lain, orang-orang Arab menyebut sistem tersebut dengan nama "Angka [[Hindu]]",<ref>Russ Rowlett. [http://www.unc.edu/~rowlett/units/roman.html Roman and "Arabic" Numerals]. University of North Carolina at Chapel Hill. 2004-07-04.</ref><ref>Joel Achenbach. [http://www.highbeam.com/doc/1P2-909875.html Article: Take a Number, Please]. The Washington Post. 1994-09-16.</ref> yang mengacu pada asal mereka di India. Namun, angka ini tidak boleh dirancukan dengan "Angka Hindu" yang dipergunakan orang-orang Arab di [[Timur Tengah]] (٠.١.٢.٣.٤.٥.٦.٧.٨.٩), yang disebut dengan nama lain [[Angka Arab Timur]]; atau dengan [[Sistem angka Hindu–Arab#Simbol|angka-angka lain]] yang saat ini dipergunakan di India (misalnya angka [[Dewanagari]]: ०.१.२.३.४.५.६.७.८.९).<ref>Ifrah, Georges. 1999. ''The Universal History of Numbers: From Prehistory to the Invention of the Computer'', Wiley. ISBN 0-471-37568-3.</ref>


Dalam bahasa Inggris, dengan demikian istilah Angka Arab dapat menjadi bermakna ganda. Ia paling sering digunakan untuk merujuk pada sistem bilangan digunakan secara luas di Eropa dan Amerika. Dalam hal ini, Angka Arab adalah nama konvensional untuk seluruh keluarga sistem angka Arab dan [[Angka India|India]]. Kemungkinan lainnya ialah ia dimaksudkan untuk angka-angka yang digunakan oleh orang Arab, dalam hal ini umumnya mengacu pada Angka Arab Timur.
Dalam bahasa Inggris, dengan demikian istilah Angka Arab dapat menjadi bermakna ganda. Ia paling sering digunakan untuk merujuk pada sistem bilangan digunakan secara luas di Eropa dan Amerika. Dalam hal ini, Angka Arab adalah nama konvensional untuk seluruh keluarga sistem angka Arab dan [[Angka India|India]]. Kemungkinan lainnya ialah ia dimaksudkan untuk angka-angka yang digunakan oleh orang Arab, dalam hal ini umumnya mengacu pada Angka Arab Timur.


Sistem desimal Angka Hindu-Arab ditemukan di India sekitar 500 Masehi. Sistem ini revolusioner dalam hal ia memiliki angka [[nol]] dan [[notasi posisional]]. Hal tersebut dianggap sebagai tonggak penting dalam pengembangan matematika. Seseorang dapat membedakan antara sistem posisi ini, yang identik seluruh keluarga angka Hindu-Arab, dan [[bentuk penulisan]] (''glyph'') tertentu yang digunakan untuk menulis angka, yang bervariasi secara regional. ''Glyph'' yang paling umum yang digunakan bersama-sama dengan [[Abjad Latin]] sejak [[Awal Eropa Modern|Abad Modern Awal]] adalah <big>[[0 (angka)|0]] [[1 (angka)|1]] [[2 (angka)|2]] [[3 (angka)|3]] [[4 (angka)|4]] [[5 (angka)|5]] [[6 (angka)|6]] [[7 (angka)|7]] [[8 (angka)|8]] [[9 (angka)|9]]</big>.
Sistem desimal Angka Hindu-Arab ditemukan di India sekitar 500 Masehi.<ref>Ifrah, Georges. 1999. ''The Universal History of Numbers: From Prehistory to the Invention of the Computer'', Wiley. ISBN 0-471-37568-3.</ref><ref>O'Connor, J.J. and E.F. Robertson. 2000. [http://www-gap.dcs.st-and.ac.uk/~history/HistTopics/Indian_numerals.html 'Indian Numerals'] , ''MacTutor History of Mathematics Archive'', School of Mathematics and Statistics, University of St. Andrews, Scotland.</ref> Sistem ini revolusioner dalam hal ia memiliki angka [[nol]] dan [[notasi posisional]]. Hal tersebut dianggap sebagai tonggak penting dalam pengembangan matematika. Seseorang dapat membedakan antara sistem posisi ini, yang identik seluruh keluarga angka Hindu-Arab, dan [[bentuk penulisan]] (''glyph'') tertentu yang digunakan untuk menulis angka, yang bervariasi secara regional. ''Glyph'' yang paling umum yang digunakan bersama-sama dengan [[Abjad Latin]] sejak [[Awal Eropa Modern|Abad Modern Awal]] adalah <big>[[0 (angka)|0]] [[1 (angka)|1]] [[2 (angka)|2]] [[3 (angka)|3]] [[4 (angka)|4]] [[5 (angka)|5]] [[6 (angka)|6]] [[7 (angka)|7]] [[8 (angka)|8]] [[9 (angka)|9]]</big>.


== Sistem angka yang lain ==
== Sistem angka yang lain ==
Baris 24: Baris 26:
* [[Angka Tionghoa]]
* [[Angka Tionghoa]]
* [[Sistem bilangan abjad]]
* [[Sistem bilangan abjad]]
== Catatan kaki ==
== Referensi ==
*
* .
* .
* .
* .
*Writing numbers in Arabic (2020). [https://combinesia.web.id/angka-dalam-bahasa-arab/ combinesia]
* .


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?historyid=ab34 Sejarah Sistem Hitung dan Bilangan]. Diakses [[11 Desember]] [[2005]].
* [http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?historyid=ab34 Sejarah Sistem Hitung dan Bilangan]. Diakses [[11 Desember]] [[2005]].
* [http://www.laputanlogic.com/articles/2003/06/01-95210802.html Evolusi Bilangan] . [[16 April]] [[2005]].
* [http://www.laputanlogic.com/articles/2003/06/01-95210802.html Evolusi Bilangan] . [[16 April]] [[2005]].
Baris 47: Baris 36:
** [http://www.archimedes-lab.org/numeral.html Sejarah dan hal-hal menarik tentang Bilangan dan Angka]:
** [http://www.archimedes-lab.org/numeral.html Sejarah dan hal-hal menarik tentang Bilangan dan Angka]:
** [https://web.archive.org/web/20060212072618/http://mathdl.maa.org/convergence/1/ Penggunaan awal Angka Hindu-Arab (oleh Gerbert d'Aurillac)] pada
** [https://web.archive.org/web/20060212072618/http://mathdl.maa.org/convergence/1/ Penggunaan awal Angka Hindu-Arab (oleh Gerbert d'Aurillac)] pada


'''Bold text'''
'''Bold text'''


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angka+Arab&oldid=28586876 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28586876 (2025-11-21T11:31:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angka+Arab&oldid=28586876 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28586876 (2025-11-21T11:31:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 25 Agustus 2026 14.00

Numeral Systems of the World

Angka Arab atau angka Arab barat () adalah sebutan untuk sepuluh buah digit angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9; yang menggunakan sistem bilangan Hindu Arab. Dalam sistem ini dinyatakan bahwa bilangan "123" adalah satu kesatuan bilangan yang utuh, bukan angka sendiri-sendiri seperti pada sistem bilangan Romawi atau Cina. Angka Arab digunakan luas di seluruh dunia bersamaan dengan sistem penulisan huruf Latin.

Angka Arab memiliki 2 (dua) varian yang berbeda, yakni Angka Arab Barat dan Timur. Di dunia Barat (Eropa & Amerika), istilah Angka Arab selalu identik dengan angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9; dikarenakan angka-angka ini diperkenalkan ke bangsa Eropa melalui Bangsa Arab. Namun di Indonesia, Angka Arab identik dengan angka-angka yang tercantum dalam kitab suci Alquran (angka Arab timur), yakni ٠, ١, ٢, ٣, ٤, ٥, ٦, ٧, ٨, ٩; dikarenakan Bangsa Indonesia terlebih dahulu mengenal angka-angka ini dari Bangsa Arab.

Asal-usul

Angka Arab barat adalah keturunan dari angka Arab timur, sedangkan angka Arab timur sendiri diadopsi dari angka India dan sistem angka Hindu-Arab yang dikembangkan oleh matematikawan India, yang membaca urutan angka seperti "975" sebagai satu bilangan yang utuh.

Angka India kemudian diadopsi oleh matematikawan Persia di India, dan diteruskan lebih lanjut kepada orang-orang Arab di sebelah barat yang kemudian dikenal dengan sebutan angka Arab timur, karena dipakai oleh orang-orang Arab bagian timur seperti Arab Saudi, Iraq, dan Levant. Bentuk angka-angka Arab timur kemudian mengalami perubahan saat mereka diteruskan ke wilayah Afrika Utara, melalui orang Arab di Afrika Utara tersebut akhirnya dikenal oleh orang-orang Eropa. Akhirnya mencapai bentuk Eropanya (bentuk yang sekarang) pada saat mencapai Afrika Utara, dari sana penggunaan mereka menyebar ke Eropa pada Abad Pertengahan.

Dikarenakan sistem angka ini dikenalkan kepada bangsa Eropa oleh orang-orang Arab, maka dalarn istilah bahasa Inggris angka ini dikenal dengan istilah angka Arab (Arabic numeral).

Penyebaran

Penggunaan Angka Arab tersebar ke seluruh dunia melalui perdagangan, buku dan kolonialisme Eropa. Saat ini, Angka Arab adalah simbol representasi angka yang paling umum digunakan di dunia.

Sesuai dengan sejarah mereka, angka-angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) juga dikenal sebagai Angka Hindu atau Angka Hindu-Arab. Alasan mereka lebih dikenal sebagai "Angka Arab" di Eropa dan Amerika adalah karena mereka diperkenalkan ke Eropa pada abad kesepuluh melalui bangsa Arab di Afrika Utara. Dahulu (dan sampai sekarang) digit-digit tersebut masih dipergunakan oleh orang Arab barat semenjak dari Libya hingga ke Maroko.[1] Di sisi lain, orang-orang Arab menyebut sistem tersebut dengan nama "Angka Hindu",[2][3] yang mengacu pada asal mereka di India. Namun, angka ini tidak boleh dirancukan dengan "Angka Hindu" yang dipergunakan orang-orang Arab di Timur Tengah (٠.١.٢.٣.٤.٥.٦.٧.٨.٩), yang disebut dengan nama lain Angka Arab Timur; atau dengan angka-angka lain yang saat ini dipergunakan di India (misalnya angka Dewanagari: ०.१.२.३.४.५.६.७.८.९).[4]

Dalam bahasa Inggris, dengan demikian istilah Angka Arab dapat menjadi bermakna ganda. Ia paling sering digunakan untuk merujuk pada sistem bilangan digunakan secara luas di Eropa dan Amerika. Dalam hal ini, Angka Arab adalah nama konvensional untuk seluruh keluarga sistem angka Arab dan India. Kemungkinan lainnya ialah ia dimaksudkan untuk angka-angka yang digunakan oleh orang Arab, dalam hal ini umumnya mengacu pada Angka Arab Timur.

Sistem desimal Angka Hindu-Arab ditemukan di India sekitar 500 Masehi.[5][6] Sistem ini revolusioner dalam hal ia memiliki angka nol dan notasi posisional. Hal tersebut dianggap sebagai tonggak penting dalam pengembangan matematika. Seseorang dapat membedakan antara sistem posisi ini, yang identik seluruh keluarga angka Hindu-Arab, dan bentuk penulisan (glyph) tertentu yang digunakan untuk menulis angka, yang bervariasi secara regional. Glyph yang paling umum yang digunakan bersama-sama dengan Abjad Latin sejak Abad Modern Awal adalah 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9.

Sistem angka yang lain

Pranala luar

Bold text

Referensi

  1. Globalize your On Demand Business. IBM.
  2. Russ Rowlett. Roman and "Arabic" Numerals. University of North Carolina at Chapel Hill. 2004-07-04.
  3. Joel Achenbach. Article: Take a Number, Please. The Washington Post. 1994-09-16.
  4. Ifrah, Georges. 1999. The Universal History of Numbers: From Prehistory to the Invention of the Computer, Wiley. ISBN 0-471-37568-3.
  5. Ifrah, Georges. 1999. The Universal History of Numbers: From Prehistory to the Invention of the Computer, Wiley. ISBN 0-471-37568-3.
  6. O'Connor, J.J. and E.F. Robertson. 2000. 'Indian Numerals' , MacTutor History of Mathematics Archive, School of Mathematics and Statistics, University of St. Andrews, Scotland.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28586876 (2025-11-21T11:31:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.