Argumen kiamat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28533245; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Population_curve.svg|thumb|right|280px|Population curve]] | |||
'''Argumen kiamat''' adalah argumen [[peluang (matematika)|probabilistik]] yang diklaim bisa memprediksi jumlah [[manusia]] yang akan dilahirkan di masa depan dengan perkiraan jumlah total manusia yang lahir sejauh ini. Sederhananya, dikatakan bahwa seandainya semua manusia dilahirkan dalam urutan acak, kemungkinan ada satu manusia yang lahir kira-kira di tengah. | '''Argumen kiamat''' adalah argumen [[peluang (matematika)|probabilistik]] yang diklaim bisa memprediksi jumlah [[manusia]] yang akan dilahirkan di masa depan dengan perkiraan jumlah total manusia yang lahir sejauh ini. Sederhananya, dikatakan bahwa seandainya semua manusia dilahirkan dalam urutan acak, kemungkinan ada satu manusia yang lahir kira-kira di tengah. | ||
Argumen ini pertama kali diusulkan secara eksplisit oleh astrofisikawan [[Brandon Carter]] pada tahun 1983, sehingga terkadang disebut juga '''bencana Carter'''; argumen tersebut kemudian didukung oleh [[filsuf]] [[John A. Leslie]] dan sejak saat itu telah ditemukan lagi secara independen oleh [[J. Richard Gott]] dan Holger Bech Nielsen. Prinsip-prinsip [[eskatologi]] yang serupa juga telah dikemukakan sebelumnya, salah satunya oleh [[Heinz von Foerster]]. Bentuk yang lebih umum juga bisa ditemukan dalam [[efek Lindy]], di mana untuk fenomena tertentu harapan hidup masa depan sebanding dengan (meskipun tidak harus sama dengan) usia saat ini, dan didasarkan pada penurunan angka kematian dari waktu ke waktu. | Argumen ini pertama kali diusulkan secara eksplisit oleh astrofisikawan [[Brandon Carter]] pada tahun 1983,<ref>Brandon Carter. ''The anthropic principle and its implications for biological evolution''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1983. Vol. A310 (1512). hlm. 347–363. doi:10.1098/rsta.1983.0096.</ref> sehingga terkadang disebut juga '''bencana Carter'''; argumen tersebut kemudian didukung oleh [[filsuf]] [[John A. Leslie]] dan sejak saat itu telah ditemukan lagi secara independen oleh [[J. Richard Gott]]<ref>J. Richard Gott, III. ''Implications of the Copernican principle for our future prospects''. ''Nature''. 1993. Vol. 363 (6427). hlm. 315–319. doi:10.1038/363315a0.</ref> dan Holger Bech Nielsen.<ref>Holger Bech Nielsen. ''Random dynamics and relations between the number of fermion generations and the fine structure constants''. ''Acta Physica Polonica''. 1989. Vol. B20. hlm. 427–468.</ref> Prinsip-prinsip [[eskatologi]] yang serupa juga telah dikemukakan sebelumnya, salah satunya oleh [[Heinz von Foerster]]. Bentuk yang lebih umum juga bisa ditemukan dalam [[efek Lindy]],<ref>[http://www.amstat.org/meetings/jsm/2014/onlineprogram/AbstractDetails.cfm?abstractid=313738 Predicting Future Lifespan: The Lindy Effect, Gott's Predictions and Caves' Corrections, and Confidence Intervals] , Colman Humphrey</ref> di mana untuk fenomena tertentu harapan hidup masa depan sebanding dengan (meskipun tidak harus sama dengan) usia saat ini, dan didasarkan pada penurunan angka kematian dari waktu ke waktu. | ||
Anggaplah ''N'' jumlah total manusia yang pernah atau akan pernah dilahirkan, [[Prinsip Kopernikus]] menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kemungkinan yang sama (bersama dengan manusia ''N''-1 lainnya) untuk menemukan diri mereka pada posisi ''n'' manapun dari total populasi ''N'', jadi setiap manusia bisa berasumsi bahwa posisi pecahan kita ''f''=''n''/''N'' didistribusikan secara seragam pada [[Interval (matematika)|interval]] [0, 1] [[peluang awal]] untuk mempelajari posisi absolut kita. | Anggaplah ''N'' jumlah total manusia yang pernah atau akan pernah dilahirkan, [[Prinsip Kopernikus]] menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kemungkinan yang sama (bersama dengan manusia ''N''-1 lainnya) untuk menemukan diri mereka pada posisi ''n'' manapun dari total populasi ''N'', jadi setiap manusia bisa berasumsi bahwa posisi pecahan kita ''f''=''n''/''N'' didistribusikan secara seragam pada [[Interval (matematika)|interval]] [0, 1] [[peluang awal]] untuk mempelajari posisi absolut kita. | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
''f'' didistribusikan secara seragam pada (0, 1) bahkan setelah mempelajari posisi absolut ''n''. Artinya, ada 95% kemungkinan f berada dalam interval (0,05, 1), yaitu ''f'' > 0,05. Dengan kata lain, kita dapat berasumsi bahwa kita dapat 95% yakin bahwa kita adalah 95% manusia terakhir dari semua manusia yang pernah dilahirkan. Jika kita mengetahui posisi absolut n kita, argumen ini menyiratkan batas atas kepercayaan 95% untuk N yang diperoleh dengan mengatur ulang ''n''/''N''> 0,05 untuk menghasilkan ''N'' < 20''n''. | ''f'' didistribusikan secara seragam pada (0, 1) bahkan setelah mempelajari posisi absolut ''n''. Artinya, ada 95% kemungkinan f berada dalam interval (0,05, 1), yaitu ''f'' > 0,05. Dengan kata lain, kita dapat berasumsi bahwa kita dapat 95% yakin bahwa kita adalah 95% manusia terakhir dari semua manusia yang pernah dilahirkan. Jika kita mengetahui posisi absolut n kita, argumen ini menyiratkan batas atas kepercayaan 95% untuk N yang diperoleh dengan mengatur ulang ''n''/''N''> 0,05 untuk menghasilkan ''N'' < 20''n''. | ||
Jika angka Leslie digunakan, maka sejauh ini telah lahir 60 miliar manusia, sehingga dapat diperkirakan 95% kemungkinan jumlah manusia ''N'' kurang dari 20 × 60 miliar = 1,2 triliun. Dengan asumsi bahwa populasi dunia stabil pada 10 miliar dan harapan hidup 80 tahun, dapat diperkirakan bahwa 1140 miliar manusia yang tersisa akan lahir dalam 9120 tahun. Bergantung pada proyeksi populasi dunia di abad-abad mendatang, perkiraan dapat bervariasi, tetapi poin utama dari argumen ini adalah bahwa tidak mungkin lebih dari 1,2 triliun manusia akan hidup. | Jika angka Leslie<ref>Jonathan Oliver. ''A Bayesian Analysis of the Doomsday Argument''. 1998.</ref> digunakan, maka sejauh ini telah lahir 60 miliar manusia, sehingga dapat diperkirakan 95% kemungkinan jumlah manusia ''N'' kurang dari 20 × 60 miliar = 1,2 triliun. Dengan asumsi bahwa populasi dunia stabil pada 10 miliar dan harapan hidup 80 tahun, dapat diperkirakan bahwa 1140 miliar manusia yang tersisa akan lahir dalam 9120 tahun. Bergantung pada proyeksi populasi dunia di abad-abad mendatang, perkiraan dapat bervariasi, tetapi poin utama dari argumen ini adalah bahwa tidak mungkin lebih dari 1,2 triliun manusia akan hidup. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 29: | Baris 28: | ||
* [https://www.youtube.com/watch?v=dSvgw9ZOK3I PBS Space Time The Doomsday Argument] | * [https://www.youtube.com/watch?v=dSvgw9ZOK3I PBS Space Time The Doomsday Argument] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Argumen+kiamat&oldid=28533245 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28533245 (2025-11-18T10:43:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.11
Argumen kiamat adalah argumen probabilistik yang diklaim bisa memprediksi jumlah manusia yang akan dilahirkan di masa depan dengan perkiraan jumlah total manusia yang lahir sejauh ini. Sederhananya, dikatakan bahwa seandainya semua manusia dilahirkan dalam urutan acak, kemungkinan ada satu manusia yang lahir kira-kira di tengah.
Argumen ini pertama kali diusulkan secara eksplisit oleh astrofisikawan Brandon Carter pada tahun 1983,[1] sehingga terkadang disebut juga bencana Carter; argumen tersebut kemudian didukung oleh filsuf John A. Leslie dan sejak saat itu telah ditemukan lagi secara independen oleh J. Richard Gott[2] dan Holger Bech Nielsen.[3] Prinsip-prinsip eskatologi yang serupa juga telah dikemukakan sebelumnya, salah satunya oleh Heinz von Foerster. Bentuk yang lebih umum juga bisa ditemukan dalam efek Lindy,[4] di mana untuk fenomena tertentu harapan hidup masa depan sebanding dengan (meskipun tidak harus sama dengan) usia saat ini, dan didasarkan pada penurunan angka kematian dari waktu ke waktu.
Anggaplah N jumlah total manusia yang pernah atau akan pernah dilahirkan, Prinsip Kopernikus menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kemungkinan yang sama (bersama dengan manusia N-1 lainnya) untuk menemukan diri mereka pada posisi n manapun dari total populasi N, jadi setiap manusia bisa berasumsi bahwa posisi pecahan kita f=n/N didistribusikan secara seragam pada interval [0, 1] peluang awal untuk mempelajari posisi absolut kita.
f didistribusikan secara seragam pada (0, 1) bahkan setelah mempelajari posisi absolut n. Artinya, ada 95% kemungkinan f berada dalam interval (0,05, 1), yaitu f > 0,05. Dengan kata lain, kita dapat berasumsi bahwa kita dapat 95% yakin bahwa kita adalah 95% manusia terakhir dari semua manusia yang pernah dilahirkan. Jika kita mengetahui posisi absolut n kita, argumen ini menyiratkan batas atas kepercayaan 95% untuk N yang diperoleh dengan mengatur ulang n/N> 0,05 untuk menghasilkan N < 20n.
Jika angka Leslie[5] digunakan, maka sejauh ini telah lahir 60 miliar manusia, sehingga dapat diperkirakan 95% kemungkinan jumlah manusia N kurang dari 20 × 60 miliar = 1,2 triliun. Dengan asumsi bahwa populasi dunia stabil pada 10 miliar dan harapan hidup 80 tahun, dapat diperkirakan bahwa 1140 miliar manusia yang tersisa akan lahir dalam 9120 tahun. Bergantung pada proyeksi populasi dunia di abad-abad mendatang, perkiraan dapat bervariasi, tetapi poin utama dari argumen ini adalah bahwa tidak mungkin lebih dari 1,2 triliun manusia akan hidup.
Pranala luar
- The Doomsday argument category on PhilPapers
- A non-mathematical, unpartisan introduction to the DA
- Nick Bostrom's response to Korb and Oliver
- Nick Bostrom's annotated collection of references
- Kopf, Krtouš & Page's early (1994) refutation based on the SIA, which they called "Assumption 2".
- The Doomsday argument and the number of possible observers by Ken Olum In 1993 J. Richard Gott used his "Copernicus method" to predict the lifetime of Broadway shows. One part of this paper uses the same reference class as an empirical counter-example to Gott's method.
- A Critique of the Doomsday Argument by Robin Hanson
- A Third Route to the Doomsday Argument by Paul Franceschi, Journal of Philosophical Research, 2009, vol. 34, pp. 263–278
- Chambers' Ussherian Corollary Objection
- Caves' Bayesian critique of Gott's argument. C. M. Caves, "Predicting future duration from present age: A critical assessment", Contemporary Physics 41, 143-153 (2000).
- C.M. Caves, "Predicting future duration from present age: Revisiting a critical assessment of Gott's rule.
- "Infinitely Long Afterlives and the Doomsday Argument" by John Leslie shows that Leslie has recently modified his analysis and conclusion (Philosophy 83 (4) 2008 pp. 519–524): Abstract—A recent book of mine defends three distinct varieties of immortality. One of them is an infinitely lengthy afterlife; however, any hopes of it might seem destroyed by something like Brandon Carter's ‘doomsday argument’ against viewing ourselves as extremely early humans. The apparent difficulty might be overcome in two ways. First, if the world is non-deterministic then anything on the lines of the doomsday argument may prove unable to deliver a strongly pessimistic conclusion. Secondly, anything on those lines may break down when an infinite sequence of experiences is in question.
- Mark Greenberg, "Apocalypse Not Just Now" in London Review of Books
- Laster: A simple webpage applet giving the min & max survival times of anything with 50% and 95% confidence requiring only that you input how old it is. It is designed to use the same mathematics as J. Richard Gott's form of the DA, and was programmed by sustainable development researcher Jerrad Pierce.
- PBS Space Time The Doomsday Argument
Referensi
- ↑ Brandon Carter. The anthropic principle and its implications for biological evolution. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1983. Vol. A310 (1512). hlm. 347–363. doi:10.1098/rsta.1983.0096.
- ↑ J. Richard Gott, III. Implications of the Copernican principle for our future prospects. Nature. 1993. Vol. 363 (6427). hlm. 315–319. doi:10.1038/363315a0.
- ↑ Holger Bech Nielsen. Random dynamics and relations between the number of fermion generations and the fine structure constants. Acta Physica Polonica. 1989. Vol. B20. hlm. 427–468.
- ↑ Predicting Future Lifespan: The Lindy Effect, Gott's Predictions and Caves' Corrections, and Confidence Intervals , Colman Humphrey
- ↑ Jonathan Oliver. A Bayesian Analysis of the Doomsday Argument. 1998.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28533245 (2025-11-18T10:43:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.