Lompat ke isi

Beta saham: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28383537; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Beta saham,''' dalam bidang keuangan dimana beta (β) merupakan ukuran [[statistik]] yang digunakan untuk menggambarkan tingkat [[risiko sistematis]] suatu [[aset]] atau [[saham]] dibandingkan dengan [[risiko pasar]] secara keseluruhan. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio, karena berasal dari faktor-faktor [[makroekonomi]] seperti [[inflasi]], [[suku bunga]], dan kebijakan pemerintah. Nilai beta menunjukkan seberapa sensitif [[harga suatu saham]] terhadap perubahan di pasar. Apabila suatu saham memiliki β = 1, maka pergerakan [[harga saham]] tersebut akan searah dan sebanding dengan pasar. Sebaliknya, ketika β > 1 menandakan bahwa saham tersebut lebih volatil dibandingkan pasar, dimana ketika pasar naik, saham cenderung naik lebih besar, dan ketika pasar turun, saham juga akan turun lebih tajam. Sementara itu, β < 1 mengindikasikan bahwa saham relatif lebih [[stabil]] karena kurang peka terhadap [[fluktuasi pasar]].
'''Beta saham,''' dalam bidang keuangan dimana beta (β) merupakan ukuran [[statistik]] yang digunakan untuk menggambarkan tingkat [[risiko sistematis]] suatu [[aset]] atau [[saham]] dibandingkan dengan [[risiko pasar]] secara keseluruhan. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio, karena berasal dari faktor-faktor [[makroekonomi]] seperti [[inflasi]], [[suku bunga]], dan kebijakan pemerintah.<ref>William F. Sharpe. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1540-6261.1964.tb02865.x Capital Asset Prices: A Theory of Market Equilibrium Under Conditions of Risk]. ''The Journal of Finance''. 1964. Vol. 19 (3). hlm. 425–442. doi:10.1111/j.1540-6261.1964.tb02865.x.</ref> Nilai beta menunjukkan seberapa sensitif [[harga suatu saham]] terhadap perubahan di pasar. Apabila suatu saham memiliki β = 1, maka pergerakan [[harga saham]] tersebut akan searah dan sebanding dengan pasar. Sebaliknya, ketika β > 1 menandakan bahwa saham tersebut lebih volatil dibandingkan pasar, dimana ketika pasar naik, saham cenderung naik lebih besar, dan ketika pasar turun, saham juga akan turun lebih tajam. Sementara itu, β < 1 mengindikasikan bahwa saham relatif lebih [[stabil]] karena kurang peka terhadap [[fluktuasi pasar]].<ref>Eugene F Fama. [https://doi.org/10.1257/0895330042162430 The Capital Asset Pricing Model: Theory and Evidence]. ''Journal of Economic Perspectives''. 2004-08-01. Vol. 18 (3). hlm. 25–46. doi:10.1257/0895330042162430.</ref>


== Penggunaan beta saham ==
== Penggunaan beta saham ==
Secara praktis, nilai beta banyak digunakan oleh [[Analisis keuangan|analis keuangan]] dan [[manajer investasi]] untuk menilai sensitivitas portofolio terhadap kondisi pasar. Misalnya, saham perusahaan teknologi umumnya memiliki beta lebih besar dari 1 karena cenderung lebih fluktuatif, sementara saham perusahaan utilitas biasanya memiliki beta di bawah 1 karena lebih stabil. Dengan demikian, beta menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan investasi, terutama dalam menyeimbangkan antara risiko dan imbal hasil yang diharapkan.
Secara praktis, nilai beta banyak digunakan oleh [[Analisis keuangan|analis keuangan]] dan [[manajer investasi]] untuk menilai sensitivitas portofolio terhadap kondisi pasar. Misalnya, saham perusahaan teknologi umumnya memiliki beta lebih besar dari 1 karena cenderung lebih fluktuatif, sementara saham perusahaan utilitas biasanya memiliki beta di bawah 1 karena lebih stabil. Dengan demikian, beta menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan investasi, terutama dalam menyeimbangkan antara risiko dan imbal hasil yang diharapkan.<ref>Raphael Stahl. [https://doi.org/10.1007/978-3-658-12025-2_2 Grundlagen des klassischen Capital Asset Pricing Model]. Springer Fachmedien Wiesbaden. 2015-12-08. hlm. 3–11. ISBN 978-3-658-12024-5.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beta+saham&oldid=28383537 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28383537 (2025-11-08T12:54:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Beta+saham&oldid=28383537 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28383537 (2025-11-08T12:54:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.01

Beta saham, dalam bidang keuangan dimana beta (β) merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk menggambarkan tingkat risiko sistematis suatu aset atau saham dibandingkan dengan risiko pasar secara keseluruhan. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio, karena berasal dari faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan pemerintah.[1] Nilai beta menunjukkan seberapa sensitif harga suatu saham terhadap perubahan di pasar. Apabila suatu saham memiliki β = 1, maka pergerakan harga saham tersebut akan searah dan sebanding dengan pasar. Sebaliknya, ketika β > 1 menandakan bahwa saham tersebut lebih volatil dibandingkan pasar, dimana ketika pasar naik, saham cenderung naik lebih besar, dan ketika pasar turun, saham juga akan turun lebih tajam. Sementara itu, β < 1 mengindikasikan bahwa saham relatif lebih stabil karena kurang peka terhadap fluktuasi pasar.[2]

Penggunaan beta saham

Secara praktis, nilai beta banyak digunakan oleh analis keuangan dan manajer investasi untuk menilai sensitivitas portofolio terhadap kondisi pasar. Misalnya, saham perusahaan teknologi umumnya memiliki beta lebih besar dari 1 karena cenderung lebih fluktuatif, sementara saham perusahaan utilitas biasanya memiliki beta di bawah 1 karena lebih stabil. Dengan demikian, beta menjadi alat penting dalam pengambilan keputusan investasi, terutama dalam menyeimbangkan antara risiko dan imbal hasil yang diharapkan.[3]

Referensi

  1. William F. Sharpe. Capital Asset Prices: A Theory of Market Equilibrium Under Conditions of Risk. The Journal of Finance. 1964. Vol. 19 (3). hlm. 425–442. doi:10.1111/j.1540-6261.1964.tb02865.x.
  2. Eugene F Fama. The Capital Asset Pricing Model: Theory and Evidence. Journal of Economic Perspectives. 2004-08-01. Vol. 18 (3). hlm. 25–46. doi:10.1257/0895330042162430.
  3. Raphael Stahl. Grundlagen des klassischen Capital Asset Pricing Model. Springer Fachmedien Wiesbaden. 2015-12-08. hlm. 3–11. ISBN 978-3-658-12024-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28383537 (2025-11-08T12:54:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.