Isaac Newton: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29449190; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:GodfreyKneller-IsaacNewton-1689.jpg|thumb|right|280px|GodfreyKneller-IsaacNewton-1689]] | |||
'''Sir Isaac Newton''' (<ref>Semasa hidup Newton, dua jenis kalender digunakan di Eropa: Julian ("penanggalan lama") yang berlaku untuk Protestan dan Ortodoks, termasuk area Britania Raya; dan Gregorian ("penanggalan baru") yang berlaku untuk Katolik Roma di Eropa. Saat kelahiran Newton, penanggalan Gregorian sepuluh hari lebih maju dari penanggalan Julian: lalu kelahirannya dicatatkan pada tanggal 25 Desember 1642 untuk penanggalan Julian dan dapat dikonversi menjadi 4 Januari 1643 untuk penanggalan Gregorian. Saat kematian Newton, perbedaan antara penanggalan bertambah menjadi sebelas hari: Ia meninggal di awal periode penggunaan penanggalan Gregorian pada 1 Januari, walaupun sebelumnya tahun baru pada penanggalan Julian adalah 25 Maret. Kematiannya dicatatkan pada 20 Maret 1726 untuk penanggalan Julian, tetapi tahunnya disesuaikan ke 1727. Untuk penanggalan Gregorian, dicatatkan pada 31 Maret 1727.</ref>) adalah seorang [[fisika]]wan, [[matematikawan]], ahli [[astronomi]], filsuf alam, alkimiawan, [[teologi|teolog]] dan [[penulis]] [[Inggris]] yang secara luas diakui sebagai salah satu matematikawan, fisikawan terbesar, dan ilmuwan paling berpengaruh sepanjang masa. Dia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu [[fisika]] klasik.<ref>[https://www.adherents.com/title-loans/ Title Loans | Auto Title Loans | Quick Decision And Fast Deposit].</ref> | |||
Karya bukunya ''[[Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica]]'' yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar [[mekanika klasik]]. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di [[Bumi]] dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama.<ref>Michael H. Hart. [https://books.google.co.id/books?id=w6lxCwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false 100 Tokoh Paling Berpengaruh: Dalam Sejarah]. Banana Books. 2016-01-14. hlm. 24-27.</ref> Dia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan [[heliosentrisme]] dan memajukan [[revolusi ilmiah]]. | |||
Dalam bidang | Dalam bidang [[mekanika]], Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan [[momentum]] dan [[momentum sudut]]. Dalam bidang [[optika]], dia berhasil membangun [[teleskop pemantul]] yang pertama<ref>[http://etoile.berkeley.edu/~jrg/TelescopeHistory/Early_Period.html The Early Period (1608–1672)]. James R. Graham's Home Page.</ref> dan mengembangkan teori [[warna]] berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya.<ref>Michael H. Hart. [https://books.google.co.id/books?id=w6lxCwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false 100 Tokoh Paling Berpengaruh: Dalam Sejarah]. Banana Books. 2016-01-14. hlm. 24-27.</ref> Dia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari [[kecepatan suara]]. | ||
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di [[Royal Society]] mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau [[Albert Einstein]], menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar. | Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya [[Gottfried Leibniz]] yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan [[kalkulus]] diferensial dan kalkulus integral.<ref>Michael H. Hart. [https://books.google.co.id/books?id=w6lxCwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false 100 Tokoh Paling Berpengaruh: Dalam Sejarah]. Banana Books. 2016-01-14. hlm. 24-27.</ref> Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian [[deret pangkat]]. | ||
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di [[Royal Society]] mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau [[Albert Einstein]], menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.<ref>[http://www.royalsoc.ac.uk/news.asp?id=3880 Newton beats Einstein in polls of scientists and the public]. ''The Royal Society''.</ref> | |||
== Biografi == | == Biografi == | ||
=== Masa-masa awal === | === Masa-masa awal === | ||
Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643 <nowiki>[</nowiki>[[Kalender Julian|KJ]]: 25 Desember 1642<nowiki>]</nowiki> di [[Woolsthorpe-by-Colsterworth]], sebuah ''hamlet'' (desa) di ''county'' [[Lincolnshire]]. Pada saat kelahirannya, Inggris masih mengadopsi [[kalender Julian]], sehingga hari kelahirannya dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara prematur; dilaporkan pula ibunya, [[Hannah Ayscough]], pernah berkata bahwa ia dapat muat ke dalam sebuah cangkir (≈ 1,1 liter). Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery Ayscough. Newton muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap ibunya karena menikahi pria tersebut, seperti yang tersingkap dalam pengakuan dosanya: "Threatening my father and mother Smith to burn them and the house over them."<ref>Cohen, I.B. (1970). Dictionary of Scientific Biography, Vol. 11, p.43. New York: Charles Scribner's Sons</ref> | |||
Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643 <nowiki>[</nowiki>[[Kalender Julian|KJ]]: 25 Desember 1642<nowiki>]</nowiki> di [[Woolsthorpe-by-Colsterworth]], sebuah ''hamlet'' (desa) di ''county'' [[Lincolnshire]]. Pada saat kelahirannya, Inggris masih mengadopsi [[kalender Julian]], sehingga hari kelahirannya dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara prematur; dilaporkan pula ibunya, [[Hannah Ayscough]], pernah berkata bahwa ia dapat muat ke dalam sebuah cangkir (≈ 1,1 liter). Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery Ayscough. Newton muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap ibunya karena menikahi pria tersebut, seperti yang tersingkap dalam pengakuan dosanya: "Threatening my father and mother Smith to burn them and the house over them." | |||
Berdasarkan pernyataan E.T. Bell (1937, Simon and Schuster) dan H. Eves: | Berdasarkan pernyataan E.T. Bell (1937, Simon and Schuster) dan H. Eves: | ||
Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah ''The King's School'' yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton tidak menyukai pekerjaan barunya.<ref>Westfall (1993) pp 16-19</ref> Kepala sekolah King's School kemudian meyakinkan ibunya untuk mengirim Newton kembali ke sekolah sehingga ia dapat menamatkan pendidikannya. Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan. | |||
Pada Juni 1661, Newton diterima di ''Trinity College'' [[Universitas Cambridge]] sebagai seorang ''sizar'' (mahasiswa yang belajar sambil bekerja).<ref>Michael White, ''Isaac Newton'' (1999) [http://books.google.com/books?id=l2C3NV38tM0C&pg=PA24&dq=storer+intitle:isaac+intitle:newton&lr=&num=30&as_brr=0&as_pt=ALLTYPES#PPA46,M1 page 46]</ref> Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran [[Aristoteles]], tetapi Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti [[René Descartes|Descartes]] dan [[astronom]] seperti [[Nicolaus Copernicus|Copernicus]], [[Galileo Galilei|Galileo]], dan [[Johannes Kepler|Kepler]]. Pada tahun 1665, ia menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi [[kalkulus]]. Segera setelah Newton mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup oleh karena adanya [[Wabah Besar London|Wabah Besar]]. Walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja, studi privat yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama dua tahun mendorongnya mengembangkan teori [[kalkulus]], [[optika]], dan [[hukum gravitasi]]. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isaac+Newton&oldid=29449190 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Pada Juni 1661, Newton diterima di ''Trinity College'' [[Universitas Cambridge]] sebagai seorang ''sizar'' (mahasiswa yang belajar sambil bekerja). Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran [[Aristoteles]], tetapi Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti [[René Descartes|Descartes]] dan [[astronom]] seperti [[Nicolaus Copernicus|Copernicus]], [[Galileo Galilei|Galileo]], dan [[Johannes Kepler|Kepler]]. Pada tahun 1665, ia menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi [[kalkulus]]. Segera setelah Newton mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup oleh karena adanya [[Wabah Besar London|Wabah Besar]]. Walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja, studi privat yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama dua tahun mendorongnya mengembangkan teori [[kalkulus]], [[optika]], dan [[hukum gravitasi]]. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity. | |||
=== Masa dewasa === | === Masa dewasa === | ||
| Baris 26: | Baris 25: | ||
Kebanyakan ahli sejarah percaya bahwa Newton dan [[Leibniz]] mengembangkan [[kalkulus]] secara terpisah. Keduanya pula menggunakan notasi matematika yang berbeda pula. Menurut teman-teman dekat Newton, Newton telah menyelesaikan karyanya bertahun-tahun sebelum Leibniz, tetapi tidak memublikasikannya sampai dengan tahun 1693. Dia baru menjelaskannya secara penuh pada tahun 1704, manakala pada tahun 1684, Leibniz sudah mulai memublikasikan penjelasan penuh atas karyanya. Notasi dan "metode diferensial" Leibniz secara universal diadopsi di [[Eropa|Daratan Eropa]], sedangkan [[Kerajaan Britania]] baru mengadopsinya setelah tahun 1820. | Kebanyakan ahli sejarah percaya bahwa Newton dan [[Leibniz]] mengembangkan [[kalkulus]] secara terpisah. Keduanya pula menggunakan notasi matematika yang berbeda pula. Menurut teman-teman dekat Newton, Newton telah menyelesaikan karyanya bertahun-tahun sebelum Leibniz, tetapi tidak memublikasikannya sampai dengan tahun 1693. Dia baru menjelaskannya secara penuh pada tahun 1704, manakala pada tahun 1684, Leibniz sudah mulai memublikasikan penjelasan penuh atas karyanya. Notasi dan "metode diferensial" Leibniz secara universal diadopsi di [[Eropa|Daratan Eropa]], sedangkan [[Kerajaan Britania]] baru mengadopsinya setelah tahun 1820. | ||
Dalam buku catatan Leibniz, dapat ditemukan adanya gagasan-gagasan sistematis yang memperlihatkan bagaimana Leibniz mengembangkan kalkulusnya dari awal sampai akhir, manakala pada catatan Newton hanya dapat ditemukan hasil akhirnya saja. Newton mengklaim bahwa ia enggan mempublikasi kalkulusnya karena takut ditertawakan. Newton juga memiliki hubungan dekat dengan matematikawan Swiss [[Nicolas Fatio de Duillier]]. Pada tahun 1691, Duillier merencanakan untuk mempersiapkan versi baru buku ''[[Philosophiae Naturalis Principia Mathematica]]'' Newton, tetapi tidak pernah menyelesaikannya. Pada tahun 1693 pula hubungan antara keduanya menjadi tidak sedekat sebelumnya. Pada saat yang sama, Duillier saling bertukar surat dengan Leibniz. | Dalam buku catatan Leibniz, dapat ditemukan adanya gagasan-gagasan sistematis yang memperlihatkan bagaimana Leibniz mengembangkan kalkulusnya dari awal sampai akhir, manakala pada catatan Newton hanya dapat ditemukan hasil akhirnya saja. Newton mengklaim bahwa ia enggan mempublikasi kalkulusnya karena takut ditertawakan. Newton juga memiliki hubungan dekat dengan matematikawan Swiss [[Nicolas Fatio de Duillier]]. Pada tahun 1691, Duillier merencanakan untuk mempersiapkan versi baru buku ''[[Philosophiae Naturalis Principia Mathematica]]'' Newton, tetapi tidak pernah menyelesaikannya. Pada tahun 1693 pula hubungan antara keduanya menjadi tidak sedekat sebelumnya. Pada saat yang sama, Duillier saling bertukar surat dengan Leibniz.<ref>Westfall 1980, pp 538–539</ref> | ||
Pada tahun 1699, anggota-anggota [[Royal Society]] mulai menuduh Leibniz menjiplak karya Newton. Perselisihan ini memuncak pada tahun 1711. Royal Society kemudian dalam suatu kajian memutuskan bahwa Newtonlah penemu sebenarnya dan mencap Leibniz sebagai penjiplak. Kajian ini kemudian diragukan karena setelahnya ditemukan bahwa Newton sendiri yang menulis kata akhir kesimpulan laporan kajian ini. Sejak itulah bermulainya perselisihan sengit antara Newton dengan Leibniz. Perselisihan ini berakhir sepeninggal Leibniz pada tahun 1716. | Pada tahun 1699, anggota-anggota [[Royal Society]] mulai menuduh Leibniz menjiplak karya Newton. Perselisihan ini memuncak pada tahun 1711. Royal Society kemudian dalam suatu kajian memutuskan bahwa Newtonlah penemu sebenarnya dan mencap Leibniz sebagai penjiplak. Kajian ini kemudian diragukan karena setelahnya ditemukan bahwa Newton sendiri yang menulis kata akhir kesimpulan laporan kajian ini. Sejak itulah bermulainya perselisihan sengit antara Newton dengan Leibniz. Perselisihan ini berakhir sepeninggal Leibniz pada tahun 1716.<ref>Ball 1908, p. 356ff</ref> | ||
Newton umumnya diakui sebagai penemu [[teorema binomial]] umum yang berlaku untuk semua eksponen. Ia juga menemukan [[identitas Newton]], [[metode Newton]], mengklasifikasikan kurva bidang kubik, memberikan kontribusi yang substansial pada teori [[beda hingga]], dan merupakan yang pertama untuk menggunakan pangkat berpecahan serta menerapkan [[geometri koordinat]] untuk menurunkan penyelesaian [[persamaan Diophantus]]. | Newton umumnya diakui sebagai penemu [[teorema binomial]] umum yang berlaku untuk semua eksponen. Ia juga menemukan [[identitas Newton]], [[metode Newton]], mengklasifikasikan kurva bidang kubik, memberikan kontribusi yang substansial pada teori [[beda hingga]], dan merupakan yang pertama untuk menggunakan pangkat berpecahan serta menerapkan [[geometri koordinat]] untuk menurunkan penyelesaian [[persamaan Diophantus]]. | ||
Ia dipilih untuk menduduki jabatan ''Lucasian Professor of Mathematics'' pada tahun 1669. Pada saat itu, para pengajar Cambridge ataupun pengajar [[Universitas Oxford|Oxford]] haruslah seorang pastor [[Anglikanisme|Anglikan]] yang telah ditahbiskan. Namun, jabatan profesor Lucasian mengharuskan pula pejabatnya tidak aktif dalam gereja. Oleh karena itu, Newton berargumen bahwa ia seharusnyalah dibebaskan dari keharusan penahbisan. Raja [[Charles II dari Inggris|Charles II]] menerima argumen ini dan memberikan persetujuan, sehingga konflik antara pandangan keagamaan Newton dengan gereja Anglikan dapat dihindari. | Ia dipilih untuk menduduki jabatan ''Lucasian Professor of Mathematics'' pada tahun 1669. Pada saat itu, para pengajar Cambridge ataupun pengajar [[Universitas Oxford|Oxford]] haruslah seorang pastor [[Anglikanisme|Anglikan]] yang telah ditahbiskan. Namun, jabatan profesor Lucasian mengharuskan pula pejabatnya tidak aktif dalam gereja. Oleh karena itu, Newton berargumen bahwa ia seharusnyalah dibebaskan dari keharusan penahbisan. Raja [[Charles II dari Inggris|Charles II]] menerima argumen ini dan memberikan persetujuan, sehingga konflik antara pandangan keagamaan Newton dengan gereja Anglikan dapat dihindari.<ref>White 1997, p. 151</ref> | ||
==== Optika ==== | ==== Optika ==== | ||
Dari tahun 1670 sampai dengan 1672, Newton mengajar bidang optika. Semasa periode ini, ia menginvestigasi [[refraksi]] cahaya, menunjukkan bahwa kaca [[prisma]] dapat membagi-bagi cahaya putih menjadi berbagai spektrum warna, serta [[lensa]] dan prisma keduanya akan menggabungkan kembali cahaya-cahaya tersebut menjadi cahaya putih.<ref>Ball 1908, p. 324</ref> | |||
Dia juga menunjukkan bahwa cahaya berwarna tidak mengubah sifat-sifatnya dengan memisahkan berkas berwarna dan menyorotkannya ke berbagai objek. Newton mencatat bahwa tidak peduli apakah berkas cahaya tersebut dipantulkan, dihamburkan atau ditransmisikan, warna berkas cahaya tidak berubah. Dengan demikian dia mengamati bahwa warna adalah interaksi objek dengan cahaya yang sudah berwarna, dan objek tidak menciptakan warna itu sendiri. Ini dikenal sebagai teori warna Newton<ref>Ball 1908, p. 325</ref> | |||
Dari usahanya ini dia menyimpulkan bahwa lensa teleskop refraksi akan mengalami gangguan akibat [[dispersi]] cahaya menjadi berbagai warna ([[aberasi kromatik]]). Sebagai bukti konsep ini dia membangun teleskop menggunakan cermin sebagai objektif untuk mengakali masalah tersebut. .<ref>White 1997, p170</ref> Pengerjaan rancangan ini, teleskop refleksi fungsional pertama yang dikenal, yang sekarang disebut sebagai [[teleskop Newton]]<ref>White 1997, p170</ref> melibatkan pemecahan masalah bagaimana menemukan bahan cermin yang cocok serta teknik pembentukannya. Newton menggosok cerminnya sendiri dari komposisi khusus logam spekulum yang sangat reflektif, menggunakan [[cincin Newton]] untuk menilai mutu optika teleskopnya. Pada akhir 1668<ref>Hall, Alfred Rupert. [http://books.google.com/?id=32IDpTdthm4C&pg=PA67&lpg=PA67&dq=newton+reflecting+telescope++1668+letter+1669&q=newton%20reflecting%20telescope%20%201668%20letter%201669 '''Isaac Newton: adventurer in thought''', by Alfred Rupert Hall, page 67]. Google Books. 1996. ISBN 9780521566698.</ref> dia berhasil memproduksi teleskop pantul pertamanya. Pada tahun 1671 Royal Society meminta demonstrasi teleskop pantulnya.<ref>White 1997, p168</ref> Minat mereka mendorongnya untuk menerbitkan catatannya, ''On Colour'' (''Tentang Warna''), yang kemudian dikembangkannya menjadi ''[[Opticks]]''. | |||
Ketika [[Robert Hooke]] mengkritik beberapa gagasan Newton, dia begitu tersinggung sehingga dia menarik diri dari depan publik. Newton dan Hooke berkomunikasi singkat pada tahun 1679-1680, ketika Hooke, yang ditunjuk untuk mengelola korespondensi Royal Society, menulis surat yang dimaksudkan untuk memperoleh sumbangan dari Newton untuk penerbitan Royal Society,<ref>See 'Correspondence of Isaac Newton, vol.2, 1676–1687' ed. H W Turnbull, Cambridge University Press 1960; at page 297, document #235, letter from Hooke to Newton dated 24 November 1679.</ref> yang mendorong Newton untuk menyelesaikan bukti bahwa orbit elips planet merupakan hasil dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari (lihat hukum gravitasi Newton) dan ''[[De motu corporum in gyrum]]''). Namun hubungan kedua ilmuwan tersebut umumnya tetap buruk sampai saat kematian Hooke.<ref>Iliffe, Robert (2007) Newton. A very short introduction, Oxford University Press 2007</ref> | |||
Ketika [[Robert Hooke]] mengkritik beberapa gagasan Newton, dia begitu tersinggung sehingga dia menarik diri dari depan publik. Newton dan Hooke berkomunikasi singkat pada tahun 1679-1680, ketika Hooke, yang ditunjuk untuk mengelola korespondensi Royal Society, menulis surat yang dimaksudkan untuk memperoleh sumbangan dari Newton untuk penerbitan Royal Society, yang mendorong Newton untuk menyelesaikan bukti bahwa orbit elips planet merupakan hasil dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari (lihat hukum gravitasi Newton) dan ''[[De motu corporum in gyrum]]''). Namun hubungan kedua ilmuwan tersebut umumnya tetap buruk sampai saat kematian Hooke. | |||
Newton berargumen bahwa cahaya terdiri dari partikel atau ''corpuscles'', yang direfraksikan dengan percepatan ke dalam medium yang lebih rapat. Dia condong kepada teori gelombang seperti suara untuk menerangkan pola berulang pemantulan dan transmisi oleh film tipis (Opticks Bk.II, Props. 12), tetapi masih mempertahankan teori 'fits' yang menentukan apakah ''corpuscles'' dipantulkan atau diteruskan. Para fisikawan kemudian lebih menyukai teori gelombang murni untuk cahaya untuk menjelaskan pola interferensi, dan fenomena umum [[difraksi]]. [[Mekanika kuantum]], [[foton]], dan [[dualisme gelombang-partikel]] dewasa ini hanya memiliki kemiripan sedikit saja dengan pemahaman Newton terhadap cahaya. | Newton berargumen bahwa cahaya terdiri dari partikel atau ''corpuscles'', yang direfraksikan dengan percepatan ke dalam medium yang lebih rapat. Dia condong kepada teori gelombang seperti suara untuk menerangkan pola berulang pemantulan dan transmisi oleh film tipis (Opticks Bk.II, Props. 12), tetapi masih mempertahankan teori 'fits' yang menentukan apakah ''corpuscles'' dipantulkan atau diteruskan. Para fisikawan kemudian lebih menyukai teori gelombang murni untuk cahaya untuk menjelaskan pola interferensi, dan fenomena umum [[difraksi]]. [[Mekanika kuantum]], [[foton]], dan [[dualisme gelombang-partikel]] dewasa ini hanya memiliki kemiripan sedikit saja dengan pemahaman Newton terhadap cahaya. | ||
Dalam ''Hypothesis of Light'' yang terbit pada tahun 1675, Newton mendalilkan keberadaan [[eter]] untuk menghantarkan gaya antarpartikel. Kontak dengan [[Henry More]], seorang [[teosofis]], membangkitkan minatnya dalam alkimia. Dia mengganti eter dengan gaya gaib yang didasarkan pada gagasan [[hermetisme|hermetis]] tentang gaya tarik dan tolak antara partikel. [[John Maynard Keynes]], yang memperoleh banyak tulisan Newton tentang alkimia, menyatakan bahwa "Newton bukanlah orang pertama dari Abad Pencerahan (''Age of Reason''): dia adalah ahli sihir terakhir." Minat Newton dalam alkimia tidak dapat dipisahkan dari sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan; tetapi tampaknya dia memang meninggalkan penelitian alkimianya.. (Ini adalah ketika tidak ada perbedaan yang jelas antara alkimia dan sains). Bila saja dia tidak mengandalkan gagasan gaib [[aksi pada suatu jarak]], dalam ruang hampa, dia mungkin tidak akan mengembangkan teori gravitasinya. (Lihat pula [[studi ilmu gaib Isaac Newton]]). | Dalam ''Hypothesis of Light'' yang terbit pada tahun 1675, Newton mendalilkan keberadaan [[eter]] untuk menghantarkan gaya antarpartikel. Kontak dengan [[Henry More]], seorang [[teosofis]], membangkitkan minatnya dalam alkimia. Dia mengganti eter dengan gaya gaib yang didasarkan pada gagasan [[hermetisme|hermetis]] tentang gaya tarik dan tolak antara partikel. [[John Maynard Keynes]], yang memperoleh banyak tulisan Newton tentang alkimia, menyatakan bahwa "Newton bukanlah orang pertama dari Abad Pencerahan (''Age of Reason''): dia adalah ahli sihir terakhir."<ref>John Maynard Keynes. ''The Collected Writings of John Maynard Keynes Volume X''. MacMillan St. Martin's Press. 1972. hlm. 363–4.</ref> Minat Newton dalam alkimia tidak dapat dipisahkan dari sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan; tetapi tampaknya dia memang meninggalkan penelitian alkimianya..<ref>Richard S. Westfall. [https://archive.org/details/neveratrestbiogr00west Never at Rest: A Biography of Isaac Newton]. Cambridge University Press. 1983. hlm. [https://archive.org/details/neveratrestbiogr00west/page/530 530]–1. ISBN 9780521274357.</ref> (Ini adalah ketika tidak ada perbedaan yang jelas antara alkimia dan sains). Bila saja dia tidak mengandalkan gagasan gaib [[aksi pada suatu jarak]], dalam ruang hampa, dia mungkin tidak akan mengembangkan teori gravitasinya. (Lihat pula [[studi ilmu gaib Isaac Newton]]). | ||
Pada tahun 1704 Newton menerbitkan ''[[Opticks]]'', yang menguraikan secara terperinci teori korpuskular tentang cahaya. Dia menganggap cahaya terbuat partikel-partikel (''corpuscles'') yang sangat halus, bahwa materi biasa terdiri dari partikel yang lebih kasar, dan berspekulasi bahwa melalui sejenis transmutasi alkimia "mungkinkah benda kasar dan cahaya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, ... dan mungkinkah benda-benda menerima aktivitasnya dari partikel cahaya yang memasuki komposisinya?" ("Are not gross Bodies and Light convertible into one another, ...and may not Bodies receive much of their Activity from the Particles of Light which enter their Composition?" ( | Pada tahun 1704 Newton menerbitkan ''[[Opticks]]'', yang menguraikan secara terperinci teori korpuskular tentang cahaya. Dia menganggap cahaya terbuat partikel-partikel (''corpuscles'') yang sangat halus, bahwa materi biasa terdiri dari partikel yang lebih kasar, dan berspekulasi bahwa melalui sejenis transmutasi alkimia "mungkinkah benda kasar dan cahaya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, ... dan mungkinkah benda-benda menerima aktivitasnya dari partikel cahaya yang memasuki komposisinya?" ("Are not gross Bodies and Light convertible into one another, ...and may not Bodies receive much of their Activity from the Particles of Light which enter their Composition?" ( <ref>J.T. Dobbs. ''Newton's Alchemy and His Theory of Matter''. ''Isis''. 1982. Vol. 73 (4). hlm. 523. doi:10.1086/353114. quoting ''Opticks''</ref> Newton juga membangun bentuk primitif generator elektrostatik gesek, menggunakan bulatan gelas (Optics, 8th Query). | ||
Di dalam artikel berjudul "Newton, prisms and the 'opticks' of tunable lasers diindikasikan bahwa Newton dalam bukunya ''[[Opticks]]'' adalah yang pertama kali menunjukkan diagram penggunaan prisma sebagai pengekspansi berkas cahaya. Dalam buku yang sama dia memerikan, lewat diagram, penggunaan susunan prisma berganda. Sekitar 278 tahun setelah diskusi oleh Newton, pengekspansi prisma berganda menjadi pokok dari pengembangan [[laser tertalakan lebargaris sempit]]. Penggunaan prisma pengekspansi berkas ini berakibat terhadap pengembangan [[teori dispersi prisma berganda]]. | Di dalam artikel berjudul "Newton, prisms and the 'opticks' of tunable lasers<ref>Duarte F. J. [http://www.opticsjournal.com/F.J.DuarteOPN%282000%29.pdf Newton, prisms, and the 'opticks' of tunable lasers]. ''Optics and Photonics News''. 2000. Vol. 11 (5). hlm. 24–25. doi:10.1364/OPN.11.5.000024.</ref> diindikasikan bahwa Newton dalam bukunya ''[[Opticks]]'' adalah yang pertama kali menunjukkan diagram penggunaan prisma sebagai pengekspansi berkas cahaya. Dalam buku yang sama dia memerikan, lewat diagram, penggunaan susunan prisma berganda. Sekitar 278 tahun setelah diskusi oleh Newton, pengekspansi prisma berganda menjadi pokok dari pengembangan [[laser tertalakan lebargaris sempit]]. Penggunaan prisma pengekspansi berkas ini berakibat terhadap pengembangan [[teori dispersi prisma berganda]].<ref>Duarte F. J. [http://www.opticsjournal.com/F.J.DuarteOPN%282000%29.pdf Newton, prisms, and the 'opticks' of tunable lasers]. ''Optics and Photonics News''. 2000. Vol. 11 (5). hlm. 24–25. doi:10.1364/OPN.11.5.000024.</ref> | ||
==== Mekanika dan gravitasi ==== | ==== Mekanika dan gravitasi ==== | ||
Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan [[mekanika benda langit]], yaitu [[gravitasi]] dan efeknya terhadap orbit [[planet|planet-planet]], dengan Referensi terhadap [[hukum Kepler]] tentang gerak planet. Ini dirangsang oleh pertukaran surat singkat pada masa 1679-80 dengan Hooke, yang telah ditunjuk untuk mengelola korespondensi [[Royal Society]], dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society.<ref>See 'Correspondence of Isaac Newton, vol.2, 1676–1687' ed. H W Turnbull, Cambridge University Press 1960; at page 297, document #235, letter from Hooke to Newton dated 24 November 1679.</ref> Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan rangsangan lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin 1680-1681,yang dibahasnya dalam korespondensi dengan [[John Flamsteed]].<ref>R S Westfall, 'Never at Rest', 1980, at pages 391-2.</ref> Setelah diskusi dengan Hooke, Newton menciptakan bukti bahwa bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke [[Edmond Halley]] dan ke Royal Society dalam ''[[De motu corporum in gyrum]]'', sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684<ref>D T Whiteside (ed.), 'Mathematical Papers of Isaac Newton', vol.6, 1684-1691, Cambridge University Press 1974, hal. 30.</ref> Risalah ini membentuk inti argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam ''Principia''. | |||
Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan [[mekanika benda langit]], yaitu [[gravitasi]] dan efeknya terhadap orbit [[planet|planet-planet]], dengan Referensi terhadap [[hukum Kepler]] tentang gerak planet. Ini dirangsang oleh pertukaran surat singkat pada masa 1679-80 dengan Hooke, yang telah ditunjuk untuk mengelola korespondensi [[Royal Society]], dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society. Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan rangsangan lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin 1680-1681,yang dibahasnya dalam korespondensi dengan [[John Flamsteed]]. Setelah diskusi dengan Hooke, Newton menciptakan bukti bahwa bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke [[Edmond Halley]] dan ke Royal Society dalam ''[[De motu corporum in gyrum]]'', sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684 Risalah ini membentuk inti argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam ''Principia''. | |||
''[[Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica|Principia]]'' dipublikasikan pada [[5 Juli]] [[1687]] dengan dukungan dan bantuan keuangan dari [[Edmond Halley]]. Dalam karyanya ini Newton menyatakan [[hukum gerak Newton]] yang memungkinkan banyak kemajuan dalam [[revolusi Industri]] yang kemudian terjadi. Hukum ini tidak direvisi lagi dalam lebih dari 200 tahun kemudian, dan masih merupakan fondasi dari teknologi non-relativistik dunia modern. Dia menggunakan kata [[bahasa Latin|Latin]] ''gravitas'' (berat) untuk efek yang kemudian dinamakan sebagai [[gravitasi]], dan mendefinisikan hukum gravitasi universal. | ''[[Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica|Principia]]'' dipublikasikan pada [[5 Juli]] [[1687]] dengan dukungan dan bantuan keuangan dari [[Edmond Halley]]. Dalam karyanya ini Newton menyatakan [[hukum gerak Newton]] yang memungkinkan banyak kemajuan dalam [[revolusi Industri]] yang kemudian terjadi. Hukum ini tidak direvisi lagi dalam lebih dari 200 tahun kemudian, dan masih merupakan fondasi dari teknologi non-relativistik dunia modern. Dia menggunakan kata [[bahasa Latin|Latin]] ''gravitas'' (berat) untuk efek yang kemudian dinamakan sebagai [[gravitasi]], dan mendefinisikan hukum gravitasi universal. | ||
| Baris 61: | Baris 57: | ||
Dalam karya yang sama, Newton mempresentasikan metode analisis geometri yang mirip dengan kalkulus, dengan 'nisbah pertama dan terakhir', dan menentukan analisis untuk menentukan (berdasarkan [[hukum Boyle]]) laju bunyi di udara, menentukan kepepatan bentuk sferoid Bumi, memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan gravitasi bulan pada kepepatan Bumi, memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak Bulan, memberikan teori penentuan orbit komet, dan masih banyak lagi. | Dalam karya yang sama, Newton mempresentasikan metode analisis geometri yang mirip dengan kalkulus, dengan 'nisbah pertama dan terakhir', dan menentukan analisis untuk menentukan (berdasarkan [[hukum Boyle]]) laju bunyi di udara, menentukan kepepatan bentuk sferoid Bumi, memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan gravitasi bulan pada kepepatan Bumi, memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak Bulan, memberikan teori penentuan orbit komet, dan masih banyak lagi. | ||
Newton memperjelas pandangan [[heliosentris]]nya tentang [[tata surya]], yang dikembangkan dalam bentuk lebih modern, karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat gravitasi tata surya Bagi Newton, titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam, tetapi seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi, Matahari dan Planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia", dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak beraturan dalam garis lurus". Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak bergerak. | Newton memperjelas pandangan [[heliosentris]]nya tentang [[tata surya]], yang dikembangkan dalam bentuk lebih modern, karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat gravitasi tata surya<ref>Lihat Curtis Wilson, "The Newtonian achievement in astronomy", hal 233-274 dalam R Taton & C Wilson (eds) (1989) ''The General History of Astronomy'', Volume, 2A', [http://books.google.com/books?id=rkQKU-wfPYMC&pg=PA233 at page 233].</ref> Bagi Newton, titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam, tetapi seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi, Matahari dan Planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia", dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak beraturan dalam garis lurus". Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak bergerak.<ref>Text quotations are from 1729 translation of Newton's ''Principia'', Book 3 (1729 vol.2) [http://books.google.com/books?id=6EqxPav3vIsC&pg=PA233 at pages 232-233].</ref> | ||
Postulat Newton aksi-pada-suatu-jarak yang tidak terlihat menyebabkan dirinya dikritik karena memperkenalkan "perantara gaib" ke dalam ilmu pengetahuan. Dalam edisi kedua ''Principia'' (1713) Newton tegas menolak kritik tersebut dalam bagian ''General Scholium'' di akhir buku. Dia menulis bahwa cukup menyimpulkan bahwa fenomena tersebut menyiratkan tarikan gravitasi, tetapi hal tersebut tidak menunjukkan sebabnya. Tidak perlu dan tidak layak merumuskan hipotesis hal-hal yang tidak tersirat oleh fenomena itu. Di sini Newton menggunakan ungkapannya yang kemudian terkenal, ''[[Hypotheses non fingo]]''. | Postulat Newton aksi-pada-suatu-jarak yang tidak terlihat menyebabkan dirinya dikritik karena memperkenalkan "perantara gaib" ke dalam ilmu pengetahuan.<ref>Edelglass et al., ''Matter and Mind'', ISBN 0-940262-45-2. hal. 54</ref> Dalam edisi kedua ''Principia'' (1713) Newton tegas menolak kritik tersebut dalam bagian ''General Scholium'' di akhir buku. Dia menulis bahwa cukup menyimpulkan bahwa fenomena tersebut menyiratkan tarikan gravitasi, tetapi hal tersebut tidak menunjukkan sebabnya. Tidak perlu dan tidak layak merumuskan hipotesis hal-hal yang tidak tersirat oleh fenomena itu. Di sini Newton menggunakan ungkapannya yang kemudian terkenal, ''[[Hypotheses non fingo]]''. | ||
Berkat ''Principia'', Newton diakui dunia internasional Dia mendapatkan lingkaran pengagum, termasuk matematikawan kelahiran [[Swiss]] [[Nicolas Fatio de Duillier]], yang menjalin hubungan yang intens dengannya sampai 1693, saat hubungan tersebut mendadak berakhir. Pada saat bersamaan Newton menderita gangguan saraf. | Berkat ''Principia'', Newton diakui dunia internasional<ref>Westfall 1980. Chapter 11.</ref> Dia mendapatkan lingkaran pengagum, termasuk matematikawan kelahiran [[Swiss]] [[Nicolas Fatio de Duillier]], yang menjalin hubungan yang intens dengannya sampai 1693, saat hubungan tersebut mendadak berakhir. Pada saat bersamaan Newton menderita gangguan saraf.<ref>Westfall 1980. pp 493–497 on the friendship with Fatio, pp 531–540 on Newton's breakdown.</ref> | ||
=== Masa tua === | === Masa tua === | ||
Pada dasawarsa 1690-an, Newton menulis sejumlah risalah keagamaan yang membahas penafsiran harfiah [[Alkitab]]. Kepercayaan [[Henry More]] tentang Alam Semesta dan penolakan [[dualisme Cartesian]] mungkin telah memengaruhi gagasan-gagasan keagamaan Newton. Naskah yang dia kirim ke [[John Locke]] yang berisi bantahan terhadap eksistensi [[Trinitas]] tidak pernah diterbitkan. Karya-karya akhirnya, ''[[The Chronology of Ancient Kingdoms Amended]]'' (1728) dan ''Observations Upon the Prophecies of Daniel and the Apocalypse of St. John'' (1733) diterbitkan setelah kematiannya. Dia juga mencurahkan waktu cukup banyak untuk studi [[alkimia]]. | Pada dasawarsa 1690-an, Newton menulis sejumlah risalah keagamaan yang membahas penafsiran harfiah [[Alkitab]]. Kepercayaan [[Henry More]] tentang Alam Semesta dan penolakan [[dualisme Cartesian]] mungkin telah memengaruhi gagasan-gagasan keagamaan Newton. Naskah yang dia kirim ke [[John Locke]] yang berisi bantahan terhadap eksistensi [[Trinitas]] tidak pernah diterbitkan. Karya-karya akhirnya, ''[[The Chronology of Ancient Kingdoms Amended]]'' (1728) dan ''Observations Upon the Prophecies of Daniel and the Apocalypse of St. John'' (1733) diterbitkan setelah kematiannya. Dia juga mencurahkan waktu cukup banyak untuk studi [[alkimia]]. | ||
Newton adalah anggota [[Parlemen Inggris]] dari tahun 1689 sampai 1690, dan pada tahun 1701. Namun menurut beberapa laporan komentarnya di parlemen hanyalah keluhan tentang aliran udara dingin dalam ruangan dan permintaan agar jendela ditutup. | Newton adalah anggota [[Parlemen Inggris]] dari tahun 1689 sampai 1690, dan pada tahun 1701. Namun menurut beberapa laporan komentarnya di parlemen hanyalah keluhan tentang aliran udara dingin dalam ruangan dan permintaan agar jendela ditutup.<ref>White 1997, p. 232</ref> | ||
Newton pindah ke London untuk menempati posisi pengawas Percetakan Uang Logam Kerajaan ([[Royal Mint]]) pada tahun 1696, posisi yang didapatkannya berkat dukungan [[Charles Montagu, Earl Pertama Halifax]], yang pada saat itu menjabat [[Chancellor of Exchequer]]. Dia bertanggung jawab atas pencetakan kembali uang logam Inggris, tugas yang sebenarnya tumpang tindih dengan Lord Lucas, Gubernur Menara London. Dia juga mendapatkan pekerjaan deputi pengawas cabang sementara Chester untuk [[Edmond Halley]]. Newton menjadi Empu Percetakan Uang Logam (Master of Mint) yang paling terkenal setelah kematian [[Thomas Neale]] pada tahun 1699, posisi yang tetap dijabatnya sampai akhir hayatnya. Penunjukan ini sebenarnya dimaksudkan sebagai pekerjaan ringan, tetapi Newton memperlakukannya sebagai tugas serius, dan pensiun dari kewajibannya di Cambridge pada tahun 1701, dan menggerakkan kekuasaannya untuk mereformasi mata uang dan menghukum pemalsu dan pemotong uang logam. | Newton pindah ke London untuk menempati posisi pengawas Percetakan Uang Logam Kerajaan ([[Royal Mint]]) pada tahun 1696, posisi yang didapatkannya berkat dukungan [[Charles Montagu, Earl Pertama Halifax]], yang pada saat itu menjabat [[Chancellor of Exchequer]]. Dia bertanggung jawab atas pencetakan kembali uang logam Inggris, tugas yang sebenarnya tumpang tindih dengan Lord Lucas, Gubernur Menara London. Dia juga mendapatkan pekerjaan deputi pengawas cabang sementara Chester untuk [[Edmond Halley]]. Newton menjadi Empu Percetakan Uang Logam (Master of Mint) yang paling terkenal setelah kematian [[Thomas Neale]] pada tahun 1699, posisi yang tetap dijabatnya sampai akhir hayatnya. Penunjukan ini sebenarnya dimaksudkan sebagai pekerjaan ringan, tetapi Newton memperlakukannya sebagai tugas serius, dan pensiun dari kewajibannya di Cambridge pada tahun 1701, dan menggerakkan kekuasaannya untuk mereformasi mata uang dan menghukum pemalsu dan pemotong uang logam. | ||
Sebagai Empu Percetakan Uang Logam pada tahun 1717 Newton memindahkan standar [[Poundsterling]] ke [[standar perak]] dari [[standar emas]], dengan menentukan hubungan bimetalik antara koin emas dan koin perak yang menguntungkan koin emas. Ini menyebabkan koin perak serling dilebur dan dikapalkan ke luar Britania. Newton diangkat sebagai Presiden [[Royal Society]] pada tahun 1703 dan menjadi rekan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis ([[Académie des Sciences]]). Pada kedudukannya di Royal Society, Newton menjadi bermusuhan dengan [[John Flamsteed]], Astronom Kerajaan, dengan menerbitkan secara prematur karya Flamsteed, ''Historia Coelestis Britannica'', yang telah digunakan oleh Newton dalam studinya. | Sebagai Empu Percetakan Uang Logam pada tahun 1717 Newton memindahkan standar [[Poundsterling]] ke [[standar perak]] dari [[standar emas]], dengan menentukan hubungan bimetalik antara koin emas dan koin perak yang menguntungkan koin emas. Ini menyebabkan koin perak serling dilebur dan dikapalkan ke luar Britania. Newton diangkat sebagai Presiden [[Royal Society]] pada tahun 1703 dan menjadi rekan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis ([[Académie des Sciences]]). Pada kedudukannya di Royal Society, Newton menjadi bermusuhan dengan [[John Flamsteed]], Astronom Kerajaan, dengan menerbitkan secara prematur karya Flamsteed, ''Historia Coelestis Britannica'', yang telah digunakan oleh Newton dalam studinya.<ref>White 1997, p.317</ref> | ||
Pada April 1705 Ratu Anne mengangkat Newton sebagai Kesatria pada saat kunjungan ke Trinity College, Cambridge. Pengangkatan ini kemungkinan didorong oleh perhitungan politik sehubungan dengan pemilihan Parlemen pada bulan Mei 1705, daripada pengakuan karya-karya ilmiah Newton ataupun jasanya sebagai Empu Percetakan Uang Logam.. Newton adalah ilmuwan kedua yang diangkat sebagai kesatria, setelah [[Francis Bacon]]. | Pada April 1705 Ratu Anne mengangkat Newton sebagai Kesatria pada saat kunjungan ke Trinity College, Cambridge. Pengangkatan ini kemungkinan didorong oleh perhitungan politik sehubungan dengan pemilihan Parlemen pada bulan Mei 1705, daripada pengakuan karya-karya ilmiah Newton ataupun jasanya sebagai Empu Percetakan Uang Logam..<ref>"The Queen's 'great Assistance' to Newton's election was his knighting, an honor bestowed not for his contributions to science, nor for his service at the Mint, but for the greater glory of party politics in the election of 1705." Westfall 1994 p.245</ref> Newton adalah ilmuwan kedua yang diangkat sebagai kesatria, setelah [[Francis Bacon]]. | ||
Mendekati akhir hayatnya, Newton bertempat tinggal di [[Cranbury Park]], dekat [[Winchester]] dengan kemenakan perempuan dan suaminya, sampai wafatnya pada tahun 1727. Newton wafat dalam tidurnya di London pada tanggal 31 Maret dan dikebumikan di [[Westminster Abbey]]. Kemenakannya [[Catherine Barton Conduitt]], bertindak sebagai tuan rumah pada saat-saat urusan sosial di rumahnya di [[Jermyn Street]] di London. Dia adalah "pamannya yang sangat penyayang," menurut surat Newton kepada Catherine Barton pada saat kemenakannya itu sedang memulihkan diri dari penyakit cacar. Newton yang tetap melajang telah membagi-bagikan sebagian besar harta miliknya kepada sanak keluarganya pada tahun-tahun terakhirnya, dan wafat tanpa meninggalkan warisan. | Mendekati akhir hayatnya, Newton bertempat tinggal di [[Cranbury Park]], dekat [[Winchester]] dengan kemenakan perempuan dan suaminya, sampai wafatnya pada tahun 1727.<ref>Charlotte M. Yonge. [http://www.online-literature.com/charlotte-yonge/john-keble/6/ Cranbury and Brambridge]. ''John Keble's Parishes – Chapter 6''. www.online-literature.com. 1898.</ref> Newton wafat dalam tidurnya di London pada tanggal 31 Maret dan dikebumikan di [[Westminster Abbey]]. Kemenakannya [[Catherine Barton Conduitt]],<ref>Westfall 1980, p. 44.</ref> bertindak sebagai tuan rumah pada saat-saat urusan sosial di rumahnya di [[Jermyn Street]] di London. Dia adalah "pamannya yang sangat penyayang,"<ref>Westfall 1980, p. 595</ref> menurut surat Newton kepada Catherine Barton pada saat kemenakannya itu sedang memulihkan diri dari penyakit cacar. Newton yang tetap melajang telah membagi-bagikan sebagian besar harta miliknya kepada sanak keluarganya pada tahun-tahun terakhirnya, dan wafat tanpa meninggalkan warisan. | ||
Setelah kematiannya, tubuh Newton ditemukan mengandung sejumlah besar [[raksa]], mungkin sebagai akibat studi alkimianya. [[Keracunan air raksa]] dapat menjelaskan keeksentrikan Newton di akhir hayatnya. | Setelah kematiannya, tubuh Newton ditemukan mengandung sejumlah besar [[raksa]], mungkin sebagai akibat studi alkimianya. [[Keracunan air raksa]] dapat menjelaskan keeksentrikan Newton di akhir hayatnya.<ref>[http://scienceworld.wolfram.com/biography/Newton.html Newton, Isaac (1642-1727)]. ''Eric Weisstein's World of Biography''.</ref> | ||
== Pandangan keagamaan == | == Pandangan keagamaan == | ||
T.C. Pfizenmaier berargumen bahwa Newton berpegang kepada pandangan [[Ortodoks Timur]] tentang [[trinitas]], bukannya pandangan Barat yang dipegang oleh [[Katolik Roma]], [[Anglikan]] dan kebanyakan [[Kristen Protestan]].<ref>T.C. Pfizenmaier. [https://archive.org/details/sim_journal-of-the-history-of-ideas_1997-01_58_1/page/57 Was Isaac Newton an Arian?]. ''Journal of the History of Ideas''. 1997. Vol. 58 (1). hlm. 57–80. doi:10.1353/jhi.1997.0001.</ref> Namun pandangan seperti ini "telah kehilangan pendukung akhir-akhir ini dengan ketersediaan risalah teologi Newton",<ref>Stephen D. Snobelen. [http://www.isaac-newton.org/heretic.pdf Isaac Newton, heretic: the strategies of a Nicodemite]. ''British Journal for the History of Science''. 1999. Vol. 32 (4). hlm. 381–419. doi:10.1017/S0007087499003751.</ref> dan saat ini kebanyakan sarjana mengidentifikasi Newton sebagai monoteis antitrinitarian.<ref>Avery Cardinal Dulles. The Deist Minimum.[http://www.firstthings.com/print.php?type=article&year=2008&date=08&title_link=the-deist-minimum--28] January 2005.</ref> "Di mata Newton, menyembah Kristus sebagai Tuhan sama dengan penyembahan berhala, yang di matanya merupakan dosa mendasar".<ref>Richard S. Westfall. ''The Life of Isaac Newton''. Cambridge University Press. 1994. hlm. 124. ISBN 0-521-47737-9.</ref> Sejarawan [[Stephen Snobelen]] menyebutkan, "Isaac Newton adalah [[ajaran sesat|pembelot]], Tetapi ... dia tidak pernah menyatakan kepercayaan pribadinya secara terbuka—yang akan dianggap oleh kaum ortodoks sebagai radikal ekstrem. Dia menyembunyikan kepercayaannya begitu baiknya sehingga para sarjana masih menguraikan seluk-beluk kepercayaan pribadinya."<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isaac+Newton&oldid=29449190 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Snobelen menyimpulkan Newton paling tidak adalah simpatisan [[Socinianisme]] (dia memiliki dan telah membaca dengan saksama paling tidak delapan buku Socinianisme.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isaac+Newton&oldid=29449190 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada masa yang terkenal tidak toleran beragama, hanya sedikit ekspresi publik pandangan radikal Newton, terutama penolakannya untuk menerima pentahbisan dan, di ranjang kematiannya, menerima [[sakramen]] yang ditawarkan kepadanya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isaac+Newton&oldid=29449190 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Meskipun hukum gerakan dan hukum gravitasi universalnya menjadi penemuan yang paling terkenal dari Newton, dia memperingatkan terhadap penggunaannya untuk memandang alam semesta hanya sebagai mesin, seperti jam besar. Dia mengatakan, "Gravitasi menerangkan gerakan planet-planet, tetapi tidak dapat menerangkan siapa yang menggerakkannya pertama kali. Tuhan mengatur semua hal dan mengetahui apa saja yang ada atau dapat dilakukan."<ref>J.H. Tiner. [https://archive.org/details/isaacnewton00john Isaac Newton: Inventor, Scientist and Teacher]. Mott Media. 1975. ISBN 0-915134-95-0.</ref> | |||
Beserta dengan kemasyhurannya di dunia ilmiah, studi Newton tentang [[Alkitab]] dan [[Bapa Gereja]] awal juga patut dicatat. Newton menulis karya-karya kritik tekstual, yang paling terkenal adalah ''[[An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture]]''. Dia menempatkan penyaliban [[Yesus Kristus]] pada tanggal 3 April 33 M, yang cocok dengan salah satu tanggal yang diterima secara tradisional.<ref>John P. Meier, ''A Marginal Jew'', v. 1, pp. 382–402 after narrowing the years to 30 or 33, provisionally judges 30 most likely.</ref> Dia juga berusaha tanpa hasil menemukan [[kode Alkitab|pesan-pesan tersembunyi di dalam Alkitab]]. | |||
Newton percaya terhadap dunia yang [[imanen]] secara rasional, tetapi dia menolak [[hilozoisme]] yang tersirat dalam pemikiran [[Gottfried Wilhelm Leibniz|Leibniz]] dan [[Baruch Spinoza]]. Alam yang teratur dan dimaklumkan secara dinamis dapat dipahami, dan mestinya dipahami, dengan akal aktif. Dalam surat-menyuratnya, Newton mengklaim bahwa dalam menulis ''Principia'' "Saya memandang prinsip-prinsip tersebut sebagai karya besar dengan mempertimbangkan manusia untuk kepercayaan terhadap Tuhan".<ref>Newton to Richard Bentley 10 December 1692, in Turnbull et al. (1959–77), vol 3, p. 233.</ref> Dia melihat tanda-tanda rancangan dalam sistem alam semesta: "keseragaman yang mengagumkan pada sistem planet haruslah membolehkan efek dari pilihan." Tetapi Newton bersikeras bahwa campur tangan ilahi akhirnya akan diperlukan untuk memulihkan sistem, karena pertumbuhan lambat-laun ketidakstabilan.<ref>Opticks, 2nd Ed 1706. Query 31.</ref> Karena ini, Leibniz mengejeknya: "Tuhan yang Mahakuasa ingin memutar lagi arlojinya dari waktu ke waktu: kalau tidak arloji itu akan berhenti bergerak. Dia tampaknya tidak memiliki pandangan jauh ke depan untuk membuatnya dapat bergerak selamanya.""<ref>H. G. Alexander (ed) ''The Leibniz-Clarke correspondence'', Manchester University Press, 1998, p. 11.</ref> Posisi Newton dengan gigih dipertahankan oleh pengikutnya [[Samuel Clarke]] dalam sebuah korespondensi terkenal. Seabad kemudian, karya [[Pierre-Simon Laplace]] ''Celestial Mechanics'' (Mekanika Benda Langit) memiliki penjelasan alami tentang alasan orbit planet tidak memerlukan campur tangan ilahi.<ref>Neil Degrasse Tyson. [http://www.haydenplanetarium.org/tyson/read/2005/11/01/the-perimeter-of-ignorance The Perimeter of Ignorance]. ''Natural History Magazine''. November 2005.</ref> | |||
Newton percaya terhadap dunia yang [[imanen]] secara rasional, tetapi dia menolak [[hilozoisme]] yang tersirat dalam pemikiran [[Gottfried Wilhelm Leibniz|Leibniz]] dan [[Baruch Spinoza]]. Alam yang teratur dan dimaklumkan secara dinamis dapat dipahami, dan mestinya dipahami, dengan akal aktif. Dalam surat-menyuratnya, Newton mengklaim bahwa dalam menulis ''Principia'' "Saya memandang prinsip-prinsip tersebut sebagai karya besar dengan mempertimbangkan manusia untuk kepercayaan terhadap Tuhan". Dia melihat tanda-tanda rancangan dalam sistem alam semesta: "keseragaman yang mengagumkan pada sistem planet haruslah membolehkan efek dari pilihan." Tetapi Newton bersikeras bahwa campur tangan ilahi akhirnya akan diperlukan untuk memulihkan sistem, karena pertumbuhan lambat-laun ketidakstabilan. Karena ini, Leibniz mengejeknya: "Tuhan yang Mahakuasa ingin memutar lagi arlojinya dari waktu ke waktu: kalau tidak arloji itu akan berhenti bergerak. Dia tampaknya tidak memiliki pandangan jauh ke depan untuk membuatnya dapat bergerak selamanya."" Posisi Newton dengan gigih dipertahankan oleh pengikutnya [[Samuel Clarke]] dalam sebuah korespondensi terkenal. Seabad kemudian, karya [[Pierre-Simon Laplace]] ''Celestial Mechanics'' (Mekanika Benda Langit) memiliki penjelasan alami tentang alasan orbit planet tidak memerlukan campur tangan ilahi. | |||
=== Dampak kepada pemikiran keagamaan === | === Dampak kepada pemikiran keagamaan === | ||
Filsafat mekanis Newton dan [[Robert Boyle]] diangkat oleh para pendebat rasionalis sebagai alternatif layak terhadap [[panteisme]] dan [[antusiasme]], dan diterima dengan ragu-ragu oleh para pengkhotbah ortodoks dan pemberontak seperti para [[latitudinarian]]. Kejelasan dan kesederhanaan sains dilihat sebagai cara untuk memerangi superlatif emosional dan [[metafisika|metafisis]] dari antusiasme tahyul dan ancaman [[ateisme]], dan pada saat bersamaan, gelombang kedua para [[deisme|deis]] Inggris menggunakan penemuan Newton untuk menunjukkan kemungkinan adanya "agama alamiah". | Filsafat mekanis Newton dan [[Robert Boyle]] diangkat oleh para pendebat rasionalis sebagai alternatif layak terhadap [[panteisme]] dan [[antusiasme]], dan diterima dengan ragu-ragu oleh para pengkhotbah ortodoks dan pemberontak seperti para [[latitudinarian]].<ref>Margaret C. Jacob. [https://archive.org/details/newtoniansen00marg The Newtonians and the English Revolution: 1689–1720]. Cornell University Press. 1976. hlm. [https://archive.org/details/newtoniansen00marg/page/37 37], 44. ISBN 0-85527-066-7.</ref> Kejelasan dan kesederhanaan sains dilihat sebagai cara untuk memerangi superlatif emosional dan [[metafisika|metafisis]] dari antusiasme tahyul dan ancaman [[ateisme]],<ref>Richard S. Westfall. [https://archive.org/details/sciencereligioni0000west Science and Religion in Seventeenth-Century England]. Yale University Press. 1958. hlm. [https://archive.org/details/sciencereligioni0000west/page/200 200]. ISBN 0-208-00843-8.</ref> dan pada saat bersamaan, gelombang kedua para [[deisme|deis]] Inggris menggunakan penemuan Newton untuk menunjukkan kemungkinan adanya "agama alamiah". | ||
Serangan terhadap "pemikiran magis" pra-[[abad Pencerahan|Pencerahan]] dan unsur-unsur mistisisme Kristen diberikan dasarnya dengan gambaran mekanis Boyle tentang alam semesta. Newton melengkapi gagasan Boyle melalui [[pembuktian matematika]], dan mungkin yang lebih penting, sangat berhasil dalam mempopulerkannya.<ref>Knud Haakonssen. [https://archive.org/details/enlightenmentrel0000unse Enlightenment and Religion: Rational Dissent in eighteenth-century Britain]. Cambridge University Press. 1996. hlm. [https://archive.org/details/enlightenmentrel0000unse/page/64 64]. ISBN 0-521-56060-8.</ref> | |||
Newton melihat Tuhan sebagai pencipta utama yang keberadaannya tidak dapat disangkal di depan keagungan segala ciptaan.<ref>Principia, Book III; cited in; Newton's Philosophy of Nature: Selections from his writings, p. 42, ed. H.S. Thayer, Hafner Library of Classics, NY, 1953.</ref><ref>A Short Scheme of the True Religion, manuscript quoted in Memoirs of the Life, Writings and Discoveries of Sir Isaac Newton by Sir David Brewster, Edinburgh, 1850; cited in; ibid, p. 65.</ref><ref>Webb, R.K. ed. Knud Haakonssen. "The emergence of Rational Dissent." Enlightenment and Religion: Rational Dissent in eighteenth-century Britain. Cambridge University Press, Cambridge: 1996. p19.</ref> Juru bicaranya, Clarke, menolak [[teodisi]] Leibniz yang membersihkan Tuhan dari tanggungjawab untuk [[masalah kejahatan]] dengan membuat Tuhan tidak lagi campur tangan dengan ciptaannya, karena seperti yang ditegaskan Clarke, tuhan seperti itu hanyalah namanya saja menjadi raja, dan paham seperti itu hanya selangkah lagi menuju ateisme.<ref>H. G. Alexander (ed) ''The Leibniz-Clarke correspondence'', Manchester University Press, 1998, p. 14.</ref> Tetapi akibat teologis yang tidak disangka-sangka terhadap keberhasilan sistem Newton pada abad berikutnya adalah semakin kuatnya kedudukan [[deisme]] yang dianjurkan oleh Leibniz.<ref>Westfall, 1958 p201.</ref> Pemahaman dunia sekarang dibawa turun ke aras akal sederhana manusia, dan manusia, seperti argumen Odo Marquard, menjadi bertanggung jawab terhadap perbaikan dan pemberantasan kejahatan.<ref>Marquard, Odo. "Burdened and Disemburdened Man and the Flight into Unindictability," in Farewell to Matters of Principle. Robert M. Wallace trans. London: Oxford UP, 1989.</ref> | |||
Newton melihat Tuhan sebagai pencipta utama yang keberadaannya tidak dapat disangkal di depan keagungan segala ciptaan. Juru bicaranya, Clarke, menolak [[teodisi]] Leibniz yang membersihkan Tuhan dari tanggungjawab untuk [[masalah kejahatan]] dengan membuat Tuhan tidak lagi campur tangan dengan ciptaannya, karena seperti yang ditegaskan Clarke, tuhan seperti itu hanyalah namanya saja menjadi raja, dan paham seperti itu hanya selangkah lagi menuju ateisme. Tetapi akibat teologis yang tidak disangka-sangka terhadap keberhasilan sistem Newton pada abad berikutnya adalah semakin kuatnya kedudukan [[deisme]] yang dianjurkan oleh Leibniz. Pemahaman dunia sekarang dibawa turun ke aras akal sederhana manusia, dan manusia, seperti argumen Odo Marquard, menjadi bertanggung jawab terhadap perbaikan dan pemberantasan kejahatan. | |||
=== Kiamat === | === Kiamat === | ||
Dalam naskah yang dia tulis tahun 1704 yang berisi deskripsi usahanya untuk menggali keterangan ilmiah dari [[Alkitab]], dia memperkirakan dunia akan berakhir paling cepat tahun 2060. Dalam meramalkan ini dia berkata "Ini saya sebutkan bukan untuk menegaskan kapan seharusnya waktu akan berakhir, tetapi untuk menghentikan dugaan gegabah dari orang-orang yang penuh angan-angan yang sering meramalkan kapan kiamat terjadi, dan dengan demikian menodai nubuat suci sesering kegagalan ramalan mereka." | Dalam naskah yang dia tulis tahun 1704 yang berisi deskripsi usahanya untuk menggali keterangan ilmiah dari [[Alkitab]], dia memperkirakan dunia akan berakhir paling cepat tahun 2060. Dalam meramalkan ini dia berkata "Ini saya sebutkan bukan untuk menegaskan kapan seharusnya waktu akan berakhir, tetapi untuk menghentikan dugaan gegabah dari orang-orang yang penuh angan-angan yang sering meramalkan kapan kiamat terjadi, dan dengan demikian menodai nubuat suci sesering kegagalan ramalan mereka."<ref>[http://www.christianpost.com/article/20070619/28049_Papers_Show_Isaac_Newton%27s_Religious_Side%2C_Predict_Date_of_Apocalypse.htm Papers Show Isaac Newton's Religious Side, Predict Date of Apocalypse]. 19 June 2007.</ref> | ||
== Daftar karya Newton == | == Daftar karya Newton == | ||
| Baris 117: | Baris 107: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Daftar Tokoh Inggris]] | * [[Daftar Tokoh Inggris]] | ||
* [[Newton]] | * [[Newton]] | ||
* [[Hukum Sains]] | * [[Hukum Sains]] | ||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* | |||
* | |||
* This well documented work provides, in particular, valuable information regarding Newton's knowledge of [[Patristics]] | * This well documented work provides, in particular, valuable information regarding Newton's knowledge of [[Patristics]] | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | |||
* | |||
* Bardi, Jason Socrates. ''The Calculus Wars: Newton, Leibniz, and the Greatest Mathematical Clash of All Time.'' 2006. 277 pp. [http://www.amazon.com/dp/1560259922 excerpt and text search] | * Bardi, Jason Socrates. ''The Calculus Wars: Newton, Leibniz, and the Greatest Mathematical Clash of All Time.'' 2006. 277 pp. [http://www.amazon.com/dp/1560259922 excerpt and text search] | ||
* . | * . | ||
| Baris 148: | Baris 131: | ||
* Berlinski, David. ''Newton's Gift: How Sir Isaac Newton Unlocked the System of the World.'' (2000). 256 pages. [http://www.amazon.com/dp/0743217764 excerpt and text search] ISBN 0-684-84392-7 | * Berlinski, David. ''Newton's Gift: How Sir Isaac Newton Unlocked the System of the World.'' (2000). 256 pages. [http://www.amazon.com/dp/0743217764 excerpt and text search] ISBN 0-684-84392-7 | ||
* Buchwald, Jed Z. and Cohen, I. Bernard, eds. ''Isaac Newton's Natural Philosophy.'' [[MIT Press]], 2001. 354 pages. [http://www.amazon.com/dp/0262524252 excerpt and text search] | * Buchwald, Jed Z. and Cohen, I. Bernard, eds. ''Isaac Newton's Natural Philosophy.'' [[MIT Press]], 2001. 354 pages. [http://www.amazon.com/dp/0262524252 excerpt and text search] | ||
* | * | ||
* See [http://www.amazon.com/dp/019530070X this site] for excerpt and text search. | * See [http://www.amazon.com/dp/019530070X this site] for excerpt and text search. | ||
* | * | ||
* Cohen, I. Bernard and Smith, George E., ed. ''The Cambridge Companion to Newton.'' (2002). 500 pp. focuses on philosophical issues only; [http://www.amazon.com/dp/0521656966 excerpt and text search]; [http://www.questia.com/read/105054986 complete edition online] | * Cohen, I. Bernard and Smith, George E., ed. ''The Cambridge Companion to Newton.'' (2002). 500 pp. focuses on philosophical issues only; [http://www.amazon.com/dp/0521656966 excerpt and text search]; [http://www.questia.com/read/105054986 complete edition online] | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* – Preface by Albert Einstein. Reprinted by Johnson Reprint Corporation, New York (1972). | * – Preface by Albert Einstein. Reprinted by Johnson Reprint Corporation, New York (1972). | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* [[Stephen Hawking|Hawking, Stephen]], ed. ''On the Shoulders of Giants''. ISBN 0-7624-1348-4 Places selections from Newton's ''Principia'' in the context of selected writings by Copernicus, Kepler, Galileo and Einstein | * [[Stephen Hawking|Hawking, Stephen]], ed. ''On the Shoulders of Giants''. ISBN 0-7624-1348-4 Places selections from Newton's ''Principia'' in the context of selected writings by Copernicus, Kepler, Galileo and Einstein | ||
* | * | ||
* Keynes took a close interest in Newton and owned many of Newton's private papers. | * Keynes took a close interest in Newton and owned many of Newton's private papers. | ||
* | * | ||
* Newton, Isaac. ''Papers and Letters in Natural Philosophy'', edited by [[I. Bernard Cohen]]. [[Harvard University Press]], 1958,1978. ISBN 0-674-46853-8. | * Newton, Isaac. ''Papers and Letters in Natural Philosophy'', edited by [[I. Bernard Cohen]]. [[Harvard University Press]], 1958,1978. ISBN 0-674-46853-8. | ||
* Newton, Isaac (1642–1727). ''The Principia'': a new Translation, Guide by I. Bernard Cohen ISBN 0-520-08817-4 University of California (1999) | * Newton, Isaac (1642–1727). ''The Principia'': a new Translation, Guide by I. Bernard Cohen ISBN 0-520-08817-4 University of California (1999) | ||
* | * | ||
* | * | ||
* Shapley, Harlow, S. Rapport, and H. Wright. ''A Treasury of Science''; "Newtonia" pp. 147–9; "Discoveries" pp. 150–4. Harper & Bros., New York, (1946). | * Shapley, Harlow, S. Rapport, and H. Wright. ''A Treasury of Science''; "Newtonia" pp. 147–9; "Discoveries" pp. 150–4. Harper & Bros., New York, (1946). | ||
* | * | ||
* (edited by A. H. White; originally published in 1752) | * (edited by A. H. White; originally published in 1752) | ||
* | * | ||
'''Agama''' | '''Agama''' | ||
| Baris 178: | Baris 160: | ||
* Dobbs, Betty Jo Tetter. ''The Janus Faces of Genius: The Role of Alchemy in Newton's Thought.'' (1991), links the alchemy to Arianism | * Dobbs, Betty Jo Tetter. ''The Janus Faces of Genius: The Role of Alchemy in Newton's Thought.'' (1991), links the alchemy to Arianism | ||
* Force, James E., and Richard H. Popkin, eds. ''Newton and Religion: Context, Nature, and Influence.'' (1999), 342pp . Pp. xvii + 325. 13 papers by scholars using newly opened manuscripts | * Force, James E., and Richard H. Popkin, eds. ''Newton and Religion: Context, Nature, and Influence.'' (1999), 342pp . Pp. xvii + 325. 13 papers by scholars using newly opened manuscripts | ||
* | * | ||
* Ramati, Ayval. "The Hidden Truth of Creation: Newton's Method of Fluxions" ''British Journal for the History of Science'' 34: 417–438. [http://www.jstor.org/stable/4028372 in JSTOR], argues that his calculus had a theological basis | * Ramati, Ayval. "The Hidden Truth of Creation: Newton's Method of Fluxions" ''British Journal for the History of Science'' 34: 417–438. [http://www.jstor.org/stable/4028372 in JSTOR], argues that his calculus had a theological basis | ||
* Snobelen, Stephen "'God of Gods, and Lord of Lords': The Theology of Isaac Newton's General Scholium to the Principia," ''Osiris,'' 2nd Series, Vol. 16, (2001), pp. 169–208 [http://www.jstor.org/stable/301985 in JSTOR] | * Snobelen, Stephen "'God of Gods, and Lord of Lords': The Theology of Isaac Newton's General Scholium to the Principia," ''Osiris,'' 2nd Series, Vol. 16, (2001), pp. 169–208 [http://www.jstor.org/stable/301985 in JSTOR] | ||
* | * | ||
* Wiles, Maurice. ''Archetypal Heresy. Arianism through the Centuries.'' (1996) 214 pages, with chapter 4 on eighteenth century England; pp. 77–93 on Newton, [http://books.google.com/books?id=DGksMzk37hMC&printsec=frontcover&dq=%22Arianism+through+the+Centuries%22 excerpt and text search]. | * Wiles, Maurice. ''Archetypal Heresy. Arianism through the Centuries.'' (1996) 214 pages, with chapter 4 on eighteenth century England; pp. 77–93 on Newton, [http://books.google.com/books?id=DGksMzk37hMC&printsec=frontcover&dq=%22Arianism+through+the+Centuries%22 excerpt and text search]. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* [http://scholar.google.com.au/citations?user=xJaxiEEAAAAJ&hl=en Newton's Scholar Google profile] | * [http://scholar.google.com.au/citations?user=xJaxiEEAAAAJ&hl=en Newton's Scholar Google profile] | ||
* [http://scienceworld.wolfram.com/biography/Newton.html ScienceWorld biography] by [[Eric Weisstein]] | * [http://scienceworld.wolfram.com/biography/Newton.html ScienceWorld biography] by [[Eric Weisstein]] | ||
| Baris 202: | Baris 181: | ||
* [http://www.tqnyc.org/NYC051308/index.htm "Newton's Castle"] - educational material | * [http://www.tqnyc.org/NYC051308/index.htm "Newton's Castle"] - educational material | ||
* [http://www.dlib.indiana.edu/collections/newton "The Chymistry of Isaac Newton"], research on his alchemical writings | * [http://www.dlib.indiana.edu/collections/newton "The Chymistry of Isaac Newton"], research on his alchemical writings | ||
* [http://hss.fullerton.edu/philosophy/GeneralScholium.htm The "General Scholium" to Newton's ''Principia''] | * [http://hss.fullerton.edu/philosophy/GeneralScholium.htm The "General Scholium" to Newton's ''Principia''] | ||
* Kandaswamy, Anand M. [http://www.math.rutgers.edu/courses/436/Honors02/newton.html "''The Newton/Leibniz Conflict in Context''"] | * Kandaswamy, Anand M. [http://www.math.rutgers.edu/courses/436/Honors02/newton.html "''The Newton/Leibniz Conflict in Context''"] | ||
* [http://www.phaser.com/modules/historic/newton/index.html Newton's First ODE] – A study by on how Newton approximated the solutions of a first-order ODE using infinite series | * [http://www.phaser.com/modules/historic/newton/index.html Newton's First ODE] – A study by on how Newton approximated the solutions of a first-order ODE using infinite series | ||
* | * | ||
* [http://www.ltrc.mcmaster.ca/newton/ "The Mind of Isaac Newton"] - images, audio, animations and interactive segments | * [http://www.ltrc.mcmaster.ca/newton/ "The Mind of Isaac Newton"] - images, audio, animations and interactive segments | ||
* [http://www.enlighteningscience.sussex.ac.uk/home Enlightening Science] Videos on Newton's biography, optics, physics, reception, and on his views on science and religion | * [http://www.enlighteningscience.sussex.ac.uk/home Enlightening Science] Videos on Newton's biography, optics, physics, reception, and on his views on science and religion | ||
* [http://www-history.mcs.st-andrews.ac.uk/Mathematicians/Newton.html Newton biography (University of St Andrews)] | * [http://www-history.mcs.st-andrews.ac.uk/Mathematicians/Newton.html Newton biography (University of St Andrews)] | ||
* Chisholm, Hugh, ed. (1911). "[[s:1911 Encyclopædia Britannica/Newton, Sir Isaac|Newton, Sir Isaac]]". ''[[Encyclopædia Britannica]]'' (11th ed.). Cambridge University Press. | * Chisholm, Hugh, ed. (1911). "[[s:1911 Encyclopædia Britannica/Newton, Sir Isaac|Newton, Sir Isaac]]". ''[[Encyclopædia Britannica]]'' (11th ed.). Cambridge University Press. | ||
* | * | ||
* | * | ||
* The [[Linda Hall Library]] has digitized [http://lhldigital.lindahall.org/cdm/search/searchterm/Canon%20Chronicus%20Aegyptiacus/field/title/mode/exact/conn/and/order/nosort Two copies of John Marsham's (1676) ''Canon Chronicus Aegyptiacus''], one of which was [http://lhldigital.lindahall.org/cdm/ref/collection/philsci/id/139 owned by Isaac Newton], who marked salient passages by dog-earing the pages so that the corners acted as arrows. The books can be compared side-by-side to show what interested Newton. | * The [[Linda Hall Library]] has digitized [http://lhldigital.lindahall.org/cdm/search/searchterm/Canon%20Chronicus%20Aegyptiacus/field/title/mode/exact/conn/and/order/nosort Two copies of John Marsham's (1676) ''Canon Chronicus Aegyptiacus''], one of which was [http://lhldigital.lindahall.org/cdm/ref/collection/philsci/id/139 owned by Isaac Newton], who marked salient passages by dog-earing the pages so that the corners acted as arrows. The books can be compared side-by-side to show what interested Newton. | ||
| Baris 217: | Baris 196: | ||
* [http://www.newtonproject.sussex.ac.uk/prism.php?id=43 Newton's works – full texts, at the Newton Project] | * [http://www.newtonproject.sussex.ac.uk/prism.php?id=43 Newton's works – full texts, at the Newton Project] | ||
* [http://web.nli.org.il/sites/NLI/English/collections/Humanities/Pages/newton.aspx The Newton Manuscripts at the National Library of Israel - the collection of all his religious writings] | * [http://web.nli.org.il/sites/NLI/English/collections/Humanities/Pages/newton.aspx The Newton Manuscripts at the National Library of Israel - the collection of all his religious writings] | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* [http://rack1.ul.cs.cmu.edu/is/newton/ "Newton's ''Principia''"] – read and search | * [http://rack1.ul.cs.cmu.edu/is/newton/ "Newton's ''Principia''"] – read and search | ||
* [http://www.earlymoderntexts.com/ ''Descartes, Space, and Body'' and ''A New Theory of Light and Colour''], modernised readable versions by Jonathan Bennett | * [http://www.earlymoderntexts.com/ ''Descartes, Space, and Body'' and ''A New Theory of Light and Colour''], modernised readable versions by Jonathan Bennett | ||
| Baris 230: | Baris 209: | ||
* (1749) [http://lhldigital.lindahall.org/cdm/ref/collection/color/id/35293 ''Optices libri tres''] - digital facsimile at the [[Linda Hall Library]] | * (1749) [http://lhldigital.lindahall.org/cdm/ref/collection/color/id/35293 ''Optices libri tres''] - digital facsimile at the [[Linda Hall Library]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isaac+Newton&oldid=29449190 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29449190 (2026-07-12T15:10:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 25 Agustus 2026 22.56

Sir Isaac Newton ([1]) adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, teolog dan penulis Inggris yang secara luas diakui sebagai salah satu matematikawan, fisikawan terbesar, dan ilmuwan paling berpengaruh sepanjang masa. Dia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik.[2]
Karya bukunya Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama.[3] Dia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.
Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, dia berhasil membangun teleskop pemantul yang pertama[4] dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya.[5] Dia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.
Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral.[6] Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.[7]
Biografi
Masa-masa awal
Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643 [KJ: 25 Desember 1642] di Woolsthorpe-by-Colsterworth, sebuah hamlet (desa) di county Lincolnshire. Pada saat kelahirannya, Inggris masih mengadopsi kalender Julian, sehingga hari kelahirannya dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari Natal. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara prematur; dilaporkan pula ibunya, Hannah Ayscough, pernah berkata bahwa ia dapat muat ke dalam sebuah cangkir (≈ 1,1 liter). Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery Ayscough. Newton muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap ibunya karena menikahi pria tersebut, seperti yang tersingkap dalam pengakuan dosanya: "Threatening my father and mother Smith to burn them and the house over them."[8]
Berdasarkan pernyataan E.T. Bell (1937, Simon and Schuster) dan H. Eves:
Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The King's School yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton tidak menyukai pekerjaan barunya.[9] Kepala sekolah King's School kemudian meyakinkan ibunya untuk mengirim Newton kembali ke sekolah sehingga ia dapat menamatkan pendidikannya. Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.
Pada Juni 1661, Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge sebagai seorang sizar (mahasiswa yang belajar sambil bekerja).[10] Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles, tetapi Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Pada tahun 1665, ia menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus. Segera setelah Newton mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup oleh karena adanya Wabah Besar. Walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja, studi privat yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama dua tahun mendorongnya mengembangkan teori kalkulus, optika, dan hukum gravitasi. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity.[11]
Masa dewasa
Matematika
Kebanyakan ahli sejarah percaya bahwa Newton dan Leibniz mengembangkan kalkulus secara terpisah. Keduanya pula menggunakan notasi matematika yang berbeda pula. Menurut teman-teman dekat Newton, Newton telah menyelesaikan karyanya bertahun-tahun sebelum Leibniz, tetapi tidak memublikasikannya sampai dengan tahun 1693. Dia baru menjelaskannya secara penuh pada tahun 1704, manakala pada tahun 1684, Leibniz sudah mulai memublikasikan penjelasan penuh atas karyanya. Notasi dan "metode diferensial" Leibniz secara universal diadopsi di Daratan Eropa, sedangkan Kerajaan Britania baru mengadopsinya setelah tahun 1820.
Dalam buku catatan Leibniz, dapat ditemukan adanya gagasan-gagasan sistematis yang memperlihatkan bagaimana Leibniz mengembangkan kalkulusnya dari awal sampai akhir, manakala pada catatan Newton hanya dapat ditemukan hasil akhirnya saja. Newton mengklaim bahwa ia enggan mempublikasi kalkulusnya karena takut ditertawakan. Newton juga memiliki hubungan dekat dengan matematikawan Swiss Nicolas Fatio de Duillier. Pada tahun 1691, Duillier merencanakan untuk mempersiapkan versi baru buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica Newton, tetapi tidak pernah menyelesaikannya. Pada tahun 1693 pula hubungan antara keduanya menjadi tidak sedekat sebelumnya. Pada saat yang sama, Duillier saling bertukar surat dengan Leibniz.[12]
Pada tahun 1699, anggota-anggota Royal Society mulai menuduh Leibniz menjiplak karya Newton. Perselisihan ini memuncak pada tahun 1711. Royal Society kemudian dalam suatu kajian memutuskan bahwa Newtonlah penemu sebenarnya dan mencap Leibniz sebagai penjiplak. Kajian ini kemudian diragukan karena setelahnya ditemukan bahwa Newton sendiri yang menulis kata akhir kesimpulan laporan kajian ini. Sejak itulah bermulainya perselisihan sengit antara Newton dengan Leibniz. Perselisihan ini berakhir sepeninggal Leibniz pada tahun 1716.[13]
Newton umumnya diakui sebagai penemu teorema binomial umum yang berlaku untuk semua eksponen. Ia juga menemukan identitas Newton, metode Newton, mengklasifikasikan kurva bidang kubik, memberikan kontribusi yang substansial pada teori beda hingga, dan merupakan yang pertama untuk menggunakan pangkat berpecahan serta menerapkan geometri koordinat untuk menurunkan penyelesaian persamaan Diophantus.
Ia dipilih untuk menduduki jabatan Lucasian Professor of Mathematics pada tahun 1669. Pada saat itu, para pengajar Cambridge ataupun pengajar Oxford haruslah seorang pastor Anglikan yang telah ditahbiskan. Namun, jabatan profesor Lucasian mengharuskan pula pejabatnya tidak aktif dalam gereja. Oleh karena itu, Newton berargumen bahwa ia seharusnyalah dibebaskan dari keharusan penahbisan. Raja Charles II menerima argumen ini dan memberikan persetujuan, sehingga konflik antara pandangan keagamaan Newton dengan gereja Anglikan dapat dihindari.[14]
Optika
Dari tahun 1670 sampai dengan 1672, Newton mengajar bidang optika. Semasa periode ini, ia menginvestigasi refraksi cahaya, menunjukkan bahwa kaca prisma dapat membagi-bagi cahaya putih menjadi berbagai spektrum warna, serta lensa dan prisma keduanya akan menggabungkan kembali cahaya-cahaya tersebut menjadi cahaya putih.[15]
Dia juga menunjukkan bahwa cahaya berwarna tidak mengubah sifat-sifatnya dengan memisahkan berkas berwarna dan menyorotkannya ke berbagai objek. Newton mencatat bahwa tidak peduli apakah berkas cahaya tersebut dipantulkan, dihamburkan atau ditransmisikan, warna berkas cahaya tidak berubah. Dengan demikian dia mengamati bahwa warna adalah interaksi objek dengan cahaya yang sudah berwarna, dan objek tidak menciptakan warna itu sendiri. Ini dikenal sebagai teori warna Newton[16]
Dari usahanya ini dia menyimpulkan bahwa lensa teleskop refraksi akan mengalami gangguan akibat dispersi cahaya menjadi berbagai warna (aberasi kromatik). Sebagai bukti konsep ini dia membangun teleskop menggunakan cermin sebagai objektif untuk mengakali masalah tersebut. .[17] Pengerjaan rancangan ini, teleskop refleksi fungsional pertama yang dikenal, yang sekarang disebut sebagai teleskop Newton[18] melibatkan pemecahan masalah bagaimana menemukan bahan cermin yang cocok serta teknik pembentukannya. Newton menggosok cerminnya sendiri dari komposisi khusus logam spekulum yang sangat reflektif, menggunakan cincin Newton untuk menilai mutu optika teleskopnya. Pada akhir 1668[19] dia berhasil memproduksi teleskop pantul pertamanya. Pada tahun 1671 Royal Society meminta demonstrasi teleskop pantulnya.[20] Minat mereka mendorongnya untuk menerbitkan catatannya, On Colour (Tentang Warna), yang kemudian dikembangkannya menjadi Opticks.
Ketika Robert Hooke mengkritik beberapa gagasan Newton, dia begitu tersinggung sehingga dia menarik diri dari depan publik. Newton dan Hooke berkomunikasi singkat pada tahun 1679-1680, ketika Hooke, yang ditunjuk untuk mengelola korespondensi Royal Society, menulis surat yang dimaksudkan untuk memperoleh sumbangan dari Newton untuk penerbitan Royal Society,[21] yang mendorong Newton untuk menyelesaikan bukti bahwa orbit elips planet merupakan hasil dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari (lihat hukum gravitasi Newton) dan De motu corporum in gyrum). Namun hubungan kedua ilmuwan tersebut umumnya tetap buruk sampai saat kematian Hooke.[22]
Newton berargumen bahwa cahaya terdiri dari partikel atau corpuscles, yang direfraksikan dengan percepatan ke dalam medium yang lebih rapat. Dia condong kepada teori gelombang seperti suara untuk menerangkan pola berulang pemantulan dan transmisi oleh film tipis (Opticks Bk.II, Props. 12), tetapi masih mempertahankan teori 'fits' yang menentukan apakah corpuscles dipantulkan atau diteruskan. Para fisikawan kemudian lebih menyukai teori gelombang murni untuk cahaya untuk menjelaskan pola interferensi, dan fenomena umum difraksi. Mekanika kuantum, foton, dan dualisme gelombang-partikel dewasa ini hanya memiliki kemiripan sedikit saja dengan pemahaman Newton terhadap cahaya.
Dalam Hypothesis of Light yang terbit pada tahun 1675, Newton mendalilkan keberadaan eter untuk menghantarkan gaya antarpartikel. Kontak dengan Henry More, seorang teosofis, membangkitkan minatnya dalam alkimia. Dia mengganti eter dengan gaya gaib yang didasarkan pada gagasan hermetis tentang gaya tarik dan tolak antara partikel. John Maynard Keynes, yang memperoleh banyak tulisan Newton tentang alkimia, menyatakan bahwa "Newton bukanlah orang pertama dari Abad Pencerahan (Age of Reason): dia adalah ahli sihir terakhir."[23] Minat Newton dalam alkimia tidak dapat dipisahkan dari sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan; tetapi tampaknya dia memang meninggalkan penelitian alkimianya..[24] (Ini adalah ketika tidak ada perbedaan yang jelas antara alkimia dan sains). Bila saja dia tidak mengandalkan gagasan gaib aksi pada suatu jarak, dalam ruang hampa, dia mungkin tidak akan mengembangkan teori gravitasinya. (Lihat pula studi ilmu gaib Isaac Newton).
Pada tahun 1704 Newton menerbitkan Opticks, yang menguraikan secara terperinci teori korpuskular tentang cahaya. Dia menganggap cahaya terbuat partikel-partikel (corpuscles) yang sangat halus, bahwa materi biasa terdiri dari partikel yang lebih kasar, dan berspekulasi bahwa melalui sejenis transmutasi alkimia "mungkinkah benda kasar dan cahaya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, ... dan mungkinkah benda-benda menerima aktivitasnya dari partikel cahaya yang memasuki komposisinya?" ("Are not gross Bodies and Light convertible into one another, ...and may not Bodies receive much of their Activity from the Particles of Light which enter their Composition?" ( [25] Newton juga membangun bentuk primitif generator elektrostatik gesek, menggunakan bulatan gelas (Optics, 8th Query).
Di dalam artikel berjudul "Newton, prisms and the 'opticks' of tunable lasers[26] diindikasikan bahwa Newton dalam bukunya Opticks adalah yang pertama kali menunjukkan diagram penggunaan prisma sebagai pengekspansi berkas cahaya. Dalam buku yang sama dia memerikan, lewat diagram, penggunaan susunan prisma berganda. Sekitar 278 tahun setelah diskusi oleh Newton, pengekspansi prisma berganda menjadi pokok dari pengembangan laser tertalakan lebargaris sempit. Penggunaan prisma pengekspansi berkas ini berakibat terhadap pengembangan teori dispersi prisma berganda.[27]
Mekanika dan gravitasi
Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan mekanika benda langit, yaitu gravitasi dan efeknya terhadap orbit planet-planet, dengan Referensi terhadap hukum Kepler tentang gerak planet. Ini dirangsang oleh pertukaran surat singkat pada masa 1679-80 dengan Hooke, yang telah ditunjuk untuk mengelola korespondensi Royal Society, dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society.[28] Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan rangsangan lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin 1680-1681,yang dibahasnya dalam korespondensi dengan John Flamsteed.[29] Setelah diskusi dengan Hooke, Newton menciptakan bukti bahwa bentuk elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Newton mengirimkan hasil kerjanya ini ke Edmond Halley dan ke Royal Society dalam De motu corporum in gyrum, sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684[30] Risalah ini membentuk inti argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam Principia.
Principia dipublikasikan pada 5 Juli 1687 dengan dukungan dan bantuan keuangan dari Edmond Halley. Dalam karyanya ini Newton menyatakan hukum gerak Newton yang memungkinkan banyak kemajuan dalam revolusi Industri yang kemudian terjadi. Hukum ini tidak direvisi lagi dalam lebih dari 200 tahun kemudian, dan masih merupakan fondasi dari teknologi non-relativistik dunia modern. Dia menggunakan kata Latin gravitas (berat) untuk efek yang kemudian dinamakan sebagai gravitasi, dan mendefinisikan hukum gravitasi universal.
Dalam karya yang sama, Newton mempresentasikan metode analisis geometri yang mirip dengan kalkulus, dengan 'nisbah pertama dan terakhir', dan menentukan analisis untuk menentukan (berdasarkan hukum Boyle) laju bunyi di udara, menentukan kepepatan bentuk sferoid Bumi, memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan gravitasi bulan pada kepepatan Bumi, memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak Bulan, memberikan teori penentuan orbit komet, dan masih banyak lagi.
Newton memperjelas pandangan heliosentrisnya tentang tata surya, yang dikembangkan dalam bentuk lebih modern, karena pada pertengahan 1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat gravitasi tata surya[31] Bagi Newton, titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat dianggap diam, tetapi seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi, Matahari dan Planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia", dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak beraturan dalam garis lurus". Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak bergerak.[32]
Postulat Newton aksi-pada-suatu-jarak yang tidak terlihat menyebabkan dirinya dikritik karena memperkenalkan "perantara gaib" ke dalam ilmu pengetahuan.[33] Dalam edisi kedua Principia (1713) Newton tegas menolak kritik tersebut dalam bagian General Scholium di akhir buku. Dia menulis bahwa cukup menyimpulkan bahwa fenomena tersebut menyiratkan tarikan gravitasi, tetapi hal tersebut tidak menunjukkan sebabnya. Tidak perlu dan tidak layak merumuskan hipotesis hal-hal yang tidak tersirat oleh fenomena itu. Di sini Newton menggunakan ungkapannya yang kemudian terkenal, Hypotheses non fingo.
Berkat Principia, Newton diakui dunia internasional[34] Dia mendapatkan lingkaran pengagum, termasuk matematikawan kelahiran Swiss Nicolas Fatio de Duillier, yang menjalin hubungan yang intens dengannya sampai 1693, saat hubungan tersebut mendadak berakhir. Pada saat bersamaan Newton menderita gangguan saraf.[35]
Masa tua
Pada dasawarsa 1690-an, Newton menulis sejumlah risalah keagamaan yang membahas penafsiran harfiah Alkitab. Kepercayaan Henry More tentang Alam Semesta dan penolakan dualisme Cartesian mungkin telah memengaruhi gagasan-gagasan keagamaan Newton. Naskah yang dia kirim ke John Locke yang berisi bantahan terhadap eksistensi Trinitas tidak pernah diterbitkan. Karya-karya akhirnya, The Chronology of Ancient Kingdoms Amended (1728) dan Observations Upon the Prophecies of Daniel and the Apocalypse of St. John (1733) diterbitkan setelah kematiannya. Dia juga mencurahkan waktu cukup banyak untuk studi alkimia.
Newton adalah anggota Parlemen Inggris dari tahun 1689 sampai 1690, dan pada tahun 1701. Namun menurut beberapa laporan komentarnya di parlemen hanyalah keluhan tentang aliran udara dingin dalam ruangan dan permintaan agar jendela ditutup.[36]
Newton pindah ke London untuk menempati posisi pengawas Percetakan Uang Logam Kerajaan (Royal Mint) pada tahun 1696, posisi yang didapatkannya berkat dukungan Charles Montagu, Earl Pertama Halifax, yang pada saat itu menjabat Chancellor of Exchequer. Dia bertanggung jawab atas pencetakan kembali uang logam Inggris, tugas yang sebenarnya tumpang tindih dengan Lord Lucas, Gubernur Menara London. Dia juga mendapatkan pekerjaan deputi pengawas cabang sementara Chester untuk Edmond Halley. Newton menjadi Empu Percetakan Uang Logam (Master of Mint) yang paling terkenal setelah kematian Thomas Neale pada tahun 1699, posisi yang tetap dijabatnya sampai akhir hayatnya. Penunjukan ini sebenarnya dimaksudkan sebagai pekerjaan ringan, tetapi Newton memperlakukannya sebagai tugas serius, dan pensiun dari kewajibannya di Cambridge pada tahun 1701, dan menggerakkan kekuasaannya untuk mereformasi mata uang dan menghukum pemalsu dan pemotong uang logam.
Sebagai Empu Percetakan Uang Logam pada tahun 1717 Newton memindahkan standar Poundsterling ke standar perak dari standar emas, dengan menentukan hubungan bimetalik antara koin emas dan koin perak yang menguntungkan koin emas. Ini menyebabkan koin perak serling dilebur dan dikapalkan ke luar Britania. Newton diangkat sebagai Presiden Royal Society pada tahun 1703 dan menjadi rekan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis (Académie des Sciences). Pada kedudukannya di Royal Society, Newton menjadi bermusuhan dengan John Flamsteed, Astronom Kerajaan, dengan menerbitkan secara prematur karya Flamsteed, Historia Coelestis Britannica, yang telah digunakan oleh Newton dalam studinya.[37]
Pada April 1705 Ratu Anne mengangkat Newton sebagai Kesatria pada saat kunjungan ke Trinity College, Cambridge. Pengangkatan ini kemungkinan didorong oleh perhitungan politik sehubungan dengan pemilihan Parlemen pada bulan Mei 1705, daripada pengakuan karya-karya ilmiah Newton ataupun jasanya sebagai Empu Percetakan Uang Logam..[38] Newton adalah ilmuwan kedua yang diangkat sebagai kesatria, setelah Francis Bacon.
Mendekati akhir hayatnya, Newton bertempat tinggal di Cranbury Park, dekat Winchester dengan kemenakan perempuan dan suaminya, sampai wafatnya pada tahun 1727.[39] Newton wafat dalam tidurnya di London pada tanggal 31 Maret dan dikebumikan di Westminster Abbey. Kemenakannya Catherine Barton Conduitt,[40] bertindak sebagai tuan rumah pada saat-saat urusan sosial di rumahnya di Jermyn Street di London. Dia adalah "pamannya yang sangat penyayang,"[41] menurut surat Newton kepada Catherine Barton pada saat kemenakannya itu sedang memulihkan diri dari penyakit cacar. Newton yang tetap melajang telah membagi-bagikan sebagian besar harta miliknya kepada sanak keluarganya pada tahun-tahun terakhirnya, dan wafat tanpa meninggalkan warisan.
Setelah kematiannya, tubuh Newton ditemukan mengandung sejumlah besar raksa, mungkin sebagai akibat studi alkimianya. Keracunan air raksa dapat menjelaskan keeksentrikan Newton di akhir hayatnya.[42]
Pandangan keagamaan
T.C. Pfizenmaier berargumen bahwa Newton berpegang kepada pandangan Ortodoks Timur tentang trinitas, bukannya pandangan Barat yang dipegang oleh Katolik Roma, Anglikan dan kebanyakan Kristen Protestan.[43] Namun pandangan seperti ini "telah kehilangan pendukung akhir-akhir ini dengan ketersediaan risalah teologi Newton",[44] dan saat ini kebanyakan sarjana mengidentifikasi Newton sebagai monoteis antitrinitarian.[45] "Di mata Newton, menyembah Kristus sebagai Tuhan sama dengan penyembahan berhala, yang di matanya merupakan dosa mendasar".[46] Sejarawan Stephen Snobelen menyebutkan, "Isaac Newton adalah pembelot, Tetapi ... dia tidak pernah menyatakan kepercayaan pribadinya secara terbuka—yang akan dianggap oleh kaum ortodoks sebagai radikal ekstrem. Dia menyembunyikan kepercayaannya begitu baiknya sehingga para sarjana masih menguraikan seluk-beluk kepercayaan pribadinya."[47] Snobelen menyimpulkan Newton paling tidak adalah simpatisan Socinianisme (dia memiliki dan telah membaca dengan saksama paling tidak delapan buku Socinianisme.[48] Pada masa yang terkenal tidak toleran beragama, hanya sedikit ekspresi publik pandangan radikal Newton, terutama penolakannya untuk menerima pentahbisan dan, di ranjang kematiannya, menerima sakramen yang ditawarkan kepadanya.[49]
Meskipun hukum gerakan dan hukum gravitasi universalnya menjadi penemuan yang paling terkenal dari Newton, dia memperingatkan terhadap penggunaannya untuk memandang alam semesta hanya sebagai mesin, seperti jam besar. Dia mengatakan, "Gravitasi menerangkan gerakan planet-planet, tetapi tidak dapat menerangkan siapa yang menggerakkannya pertama kali. Tuhan mengatur semua hal dan mengetahui apa saja yang ada atau dapat dilakukan."[50]
Beserta dengan kemasyhurannya di dunia ilmiah, studi Newton tentang Alkitab dan Bapa Gereja awal juga patut dicatat. Newton menulis karya-karya kritik tekstual, yang paling terkenal adalah An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture. Dia menempatkan penyaliban Yesus Kristus pada tanggal 3 April 33 M, yang cocok dengan salah satu tanggal yang diterima secara tradisional.[51] Dia juga berusaha tanpa hasil menemukan pesan-pesan tersembunyi di dalam Alkitab.
Newton percaya terhadap dunia yang imanen secara rasional, tetapi dia menolak hilozoisme yang tersirat dalam pemikiran Leibniz dan Baruch Spinoza. Alam yang teratur dan dimaklumkan secara dinamis dapat dipahami, dan mestinya dipahami, dengan akal aktif. Dalam surat-menyuratnya, Newton mengklaim bahwa dalam menulis Principia "Saya memandang prinsip-prinsip tersebut sebagai karya besar dengan mempertimbangkan manusia untuk kepercayaan terhadap Tuhan".[52] Dia melihat tanda-tanda rancangan dalam sistem alam semesta: "keseragaman yang mengagumkan pada sistem planet haruslah membolehkan efek dari pilihan." Tetapi Newton bersikeras bahwa campur tangan ilahi akhirnya akan diperlukan untuk memulihkan sistem, karena pertumbuhan lambat-laun ketidakstabilan.[53] Karena ini, Leibniz mengejeknya: "Tuhan yang Mahakuasa ingin memutar lagi arlojinya dari waktu ke waktu: kalau tidak arloji itu akan berhenti bergerak. Dia tampaknya tidak memiliki pandangan jauh ke depan untuk membuatnya dapat bergerak selamanya.""[54] Posisi Newton dengan gigih dipertahankan oleh pengikutnya Samuel Clarke dalam sebuah korespondensi terkenal. Seabad kemudian, karya Pierre-Simon Laplace Celestial Mechanics (Mekanika Benda Langit) memiliki penjelasan alami tentang alasan orbit planet tidak memerlukan campur tangan ilahi.[55]
Dampak kepada pemikiran keagamaan
Filsafat mekanis Newton dan Robert Boyle diangkat oleh para pendebat rasionalis sebagai alternatif layak terhadap panteisme dan antusiasme, dan diterima dengan ragu-ragu oleh para pengkhotbah ortodoks dan pemberontak seperti para latitudinarian.[56] Kejelasan dan kesederhanaan sains dilihat sebagai cara untuk memerangi superlatif emosional dan metafisis dari antusiasme tahyul dan ancaman ateisme,[57] dan pada saat bersamaan, gelombang kedua para deis Inggris menggunakan penemuan Newton untuk menunjukkan kemungkinan adanya "agama alamiah".
Serangan terhadap "pemikiran magis" pra-Pencerahan dan unsur-unsur mistisisme Kristen diberikan dasarnya dengan gambaran mekanis Boyle tentang alam semesta. Newton melengkapi gagasan Boyle melalui pembuktian matematika, dan mungkin yang lebih penting, sangat berhasil dalam mempopulerkannya.[58]
Newton melihat Tuhan sebagai pencipta utama yang keberadaannya tidak dapat disangkal di depan keagungan segala ciptaan.[59][60][61] Juru bicaranya, Clarke, menolak teodisi Leibniz yang membersihkan Tuhan dari tanggungjawab untuk masalah kejahatan dengan membuat Tuhan tidak lagi campur tangan dengan ciptaannya, karena seperti yang ditegaskan Clarke, tuhan seperti itu hanyalah namanya saja menjadi raja, dan paham seperti itu hanya selangkah lagi menuju ateisme.[62] Tetapi akibat teologis yang tidak disangka-sangka terhadap keberhasilan sistem Newton pada abad berikutnya adalah semakin kuatnya kedudukan deisme yang dianjurkan oleh Leibniz.[63] Pemahaman dunia sekarang dibawa turun ke aras akal sederhana manusia, dan manusia, seperti argumen Odo Marquard, menjadi bertanggung jawab terhadap perbaikan dan pemberantasan kejahatan.[64]
Kiamat
Dalam naskah yang dia tulis tahun 1704 yang berisi deskripsi usahanya untuk menggali keterangan ilmiah dari Alkitab, dia memperkirakan dunia akan berakhir paling cepat tahun 2060. Dalam meramalkan ini dia berkata "Ini saya sebutkan bukan untuk menegaskan kapan seharusnya waktu akan berakhir, tetapi untuk menghentikan dugaan gegabah dari orang-orang yang penuh angan-angan yang sering meramalkan kapan kiamat terjadi, dan dengan demikian menodai nubuat suci sesering kegagalan ramalan mereka."[65]
Daftar karya Newton
- Method of Fluxions (1671)
- De Motu Corporum (1684)
- Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica (1687)
- Opticks (1704)
- Reports as Master of the Mint (1701-1725)
- Arithmetica Universalis (1707)
- An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture(1754)
Lihat pula
Bibliografi
- This well documented work provides, in particular, valuable information regarding Newton's knowledge of Patristics
Bacaan lanjutan
- Bardi, Jason Socrates. The Calculus Wars: Newton, Leibniz, and the Greatest Mathematical Clash of All Time. 2006. 277 pp. excerpt and text search
- .
- .
- Berlinski, David. Newton's Gift: How Sir Isaac Newton Unlocked the System of the World. (2000). 256 pages. excerpt and text search ISBN 0-684-84392-7
- Buchwald, Jed Z. and Cohen, I. Bernard, eds. Isaac Newton's Natural Philosophy. MIT Press, 2001. 354 pages. excerpt and text search
- See this site for excerpt and text search.
- Cohen, I. Bernard and Smith, George E., ed. The Cambridge Companion to Newton. (2002). 500 pp. focuses on philosophical issues only; excerpt and text search; complete edition online
- – Preface by Albert Einstein. Reprinted by Johnson Reprint Corporation, New York (1972).
- Hawking, Stephen, ed. On the Shoulders of Giants. ISBN 0-7624-1348-4 Places selections from Newton's Principia in the context of selected writings by Copernicus, Kepler, Galileo and Einstein
- Keynes took a close interest in Newton and owned many of Newton's private papers.
- Newton, Isaac. Papers and Letters in Natural Philosophy, edited by I. Bernard Cohen. Harvard University Press, 1958,1978. ISBN 0-674-46853-8.
- Newton, Isaac (1642–1727). The Principia: a new Translation, Guide by I. Bernard Cohen ISBN 0-520-08817-4 University of California (1999)
- Shapley, Harlow, S. Rapport, and H. Wright. A Treasury of Science; "Newtonia" pp. 147–9; "Discoveries" pp. 150–4. Harper & Bros., New York, (1946).
- (edited by A. H. White; originally published in 1752)
Agama
- Dobbs, Betty Jo Tetter. The Janus Faces of Genius: The Role of Alchemy in Newton's Thought. (1991), links the alchemy to Arianism
- Force, James E., and Richard H. Popkin, eds. Newton and Religion: Context, Nature, and Influence. (1999), 342pp . Pp. xvii + 325. 13 papers by scholars using newly opened manuscripts
- Ramati, Ayval. "The Hidden Truth of Creation: Newton's Method of Fluxions" British Journal for the History of Science 34: 417–438. in JSTOR, argues that his calculus had a theological basis
- Snobelen, Stephen "'God of Gods, and Lord of Lords': The Theology of Isaac Newton's General Scholium to the Principia," Osiris, 2nd Series, Vol. 16, (2001), pp. 169–208 in JSTOR
- Wiles, Maurice. Archetypal Heresy. Arianism through the Centuries. (1996) 214 pages, with chapter 4 on eighteenth century England; pp. 77–93 on Newton, excerpt and text search.
Pranala luar
- Newton's Scholar Google profile
- ScienceWorld biography by Eric Weisstein
- Dictionary of Scientific Biography
- "The Newton Project"
- "The Newton Project – Canada"
- "Newton's Dark Secrets" - NOVA TV programme
- from The Stanford Encyclopedia of Philosophy:
- "Isaac Newton", by George Smith
- "Newton's Philosophiae Naturalis Principia Mathematica", by George Smith
- "Newton's Philosophy", by Andrew Janiak
- "Newton's views on space, time, and motion", by Robert Rynasiewicz
- "Newton's Castle" - educational material
- "The Chymistry of Isaac Newton", research on his alchemical writings
- The "General Scholium" to Newton's Principia
- Kandaswamy, Anand M. "The Newton/Leibniz Conflict in Context"
- Newton's First ODE – A study by on how Newton approximated the solutions of a first-order ODE using infinite series
- "The Mind of Isaac Newton" - images, audio, animations and interactive segments
- Enlightening Science Videos on Newton's biography, optics, physics, reception, and on his views on science and religion
- Newton biography (University of St Andrews)
- Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Newton, Sir Isaac". Encyclopædia Britannica (11th ed.). Cambridge University Press.
- The Linda Hall Library has digitized Two copies of John Marsham's (1676) Canon Chronicus Aegyptiacus, one of which was owned by Isaac Newton, who marked salient passages by dog-earing the pages so that the corners acted as arrows. The books can be compared side-by-side to show what interested Newton.
Tulisan karya Newton
- Newton's works – full texts, at the Newton Project
- The Newton Manuscripts at the National Library of Israel - the collection of all his religious writings
- "Newton's Principia" – read and search
- Descartes, Space, and Body and A New Theory of Light and Colour, modernised readable versions by Jonathan Bennett
- Opticks, or a Treatise of the Reflections, Refractions, Inflexions and Colours of Light, full text on archive.org
- "Newton Papers" - Cambridge Digital Library
- (1686) "A letter of Mr. Isaac Newton... containing his new theory about light and colors" Philosophical Transactions of the Royal Society, Vol. XVI, No. 179, p. 3057-3087. - digital facsimile at the Linda Hall Library
- (1704) Opticks - digital facsimile at the Linda Hall Library
- (1719) Optice - digital facsimile at the Linda Hall Library
- (1729) Lectiones opticae - digital facsimile at the Linda Hall Library
- (1749) Optices libri tres - digital facsimile at the Linda Hall Library
Referensi
- ↑ Semasa hidup Newton, dua jenis kalender digunakan di Eropa: Julian ("penanggalan lama") yang berlaku untuk Protestan dan Ortodoks, termasuk area Britania Raya; dan Gregorian ("penanggalan baru") yang berlaku untuk Katolik Roma di Eropa. Saat kelahiran Newton, penanggalan Gregorian sepuluh hari lebih maju dari penanggalan Julian: lalu kelahirannya dicatatkan pada tanggal 25 Desember 1642 untuk penanggalan Julian dan dapat dikonversi menjadi 4 Januari 1643 untuk penanggalan Gregorian. Saat kematian Newton, perbedaan antara penanggalan bertambah menjadi sebelas hari: Ia meninggal di awal periode penggunaan penanggalan Gregorian pada 1 Januari, walaupun sebelumnya tahun baru pada penanggalan Julian adalah 25 Maret. Kematiannya dicatatkan pada 20 Maret 1726 untuk penanggalan Julian, tetapi tahunnya disesuaikan ke 1727. Untuk penanggalan Gregorian, dicatatkan pada 31 Maret 1727.
- ↑ Title Loans | Auto Title Loans | Quick Decision And Fast Deposit.
- ↑ Michael H. Hart. 100 Tokoh Paling Berpengaruh: Dalam Sejarah. Banana Books. 2016-01-14. hlm. 24-27.
- ↑ The Early Period (1608–1672). James R. Graham's Home Page.
- ↑ Michael H. Hart. 100 Tokoh Paling Berpengaruh: Dalam Sejarah. Banana Books. 2016-01-14. hlm. 24-27.
- ↑ Michael H. Hart. 100 Tokoh Paling Berpengaruh: Dalam Sejarah. Banana Books. 2016-01-14. hlm. 24-27.
- ↑ Newton beats Einstein in polls of scientists and the public. The Royal Society.
- ↑ Cohen, I.B. (1970). Dictionary of Scientific Biography, Vol. 11, p.43. New York: Charles Scribner's Sons
- ↑ Westfall (1993) pp 16-19
- ↑ Michael White, Isaac Newton (1999) page 46
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Westfall 1980, pp 538–539
- ↑ Ball 1908, p. 356ff
- ↑ White 1997, p. 151
- ↑ Ball 1908, p. 324
- ↑ Ball 1908, p. 325
- ↑ White 1997, p170
- ↑ White 1997, p170
- ↑ Hall, Alfred Rupert. Isaac Newton: adventurer in thought, by Alfred Rupert Hall, page 67. Google Books. 1996. ISBN 9780521566698.
- ↑ White 1997, p168
- ↑ See 'Correspondence of Isaac Newton, vol.2, 1676–1687' ed. H W Turnbull, Cambridge University Press 1960; at page 297, document #235, letter from Hooke to Newton dated 24 November 1679.
- ↑ Iliffe, Robert (2007) Newton. A very short introduction, Oxford University Press 2007
- ↑ John Maynard Keynes. The Collected Writings of John Maynard Keynes Volume X. MacMillan St. Martin's Press. 1972. hlm. 363–4.
- ↑ Richard S. Westfall. Never at Rest: A Biography of Isaac Newton. Cambridge University Press. 1983. hlm. 530–1. ISBN 9780521274357.
- ↑ J.T. Dobbs. Newton's Alchemy and His Theory of Matter. Isis. 1982. Vol. 73 (4). hlm. 523. doi:10.1086/353114. quoting Opticks
- ↑ Duarte F. J. Newton, prisms, and the 'opticks' of tunable lasers. Optics and Photonics News. 2000. Vol. 11 (5). hlm. 24–25. doi:10.1364/OPN.11.5.000024.
- ↑ Duarte F. J. Newton, prisms, and the 'opticks' of tunable lasers. Optics and Photonics News. 2000. Vol. 11 (5). hlm. 24–25. doi:10.1364/OPN.11.5.000024.
- ↑ See 'Correspondence of Isaac Newton, vol.2, 1676–1687' ed. H W Turnbull, Cambridge University Press 1960; at page 297, document #235, letter from Hooke to Newton dated 24 November 1679.
- ↑ R S Westfall, 'Never at Rest', 1980, at pages 391-2.
- ↑ D T Whiteside (ed.), 'Mathematical Papers of Isaac Newton', vol.6, 1684-1691, Cambridge University Press 1974, hal. 30.
- ↑ Lihat Curtis Wilson, "The Newtonian achievement in astronomy", hal 233-274 dalam R Taton & C Wilson (eds) (1989) The General History of Astronomy, Volume, 2A', at page 233.
- ↑ Text quotations are from 1729 translation of Newton's Principia, Book 3 (1729 vol.2) at pages 232-233.
- ↑ Edelglass et al., Matter and Mind, ISBN 0-940262-45-2. hal. 54
- ↑ Westfall 1980. Chapter 11.
- ↑ Westfall 1980. pp 493–497 on the friendship with Fatio, pp 531–540 on Newton's breakdown.
- ↑ White 1997, p. 232
- ↑ White 1997, p.317
- ↑ "The Queen's 'great Assistance' to Newton's election was his knighting, an honor bestowed not for his contributions to science, nor for his service at the Mint, but for the greater glory of party politics in the election of 1705." Westfall 1994 p.245
- ↑ Charlotte M. Yonge. Cranbury and Brambridge. John Keble's Parishes – Chapter 6. www.online-literature.com. 1898.
- ↑ Westfall 1980, p. 44.
- ↑ Westfall 1980, p. 595
- ↑ Newton, Isaac (1642-1727). Eric Weisstein's World of Biography.
- ↑ T.C. Pfizenmaier. Was Isaac Newton an Arian?. Journal of the History of Ideas. 1997. Vol. 58 (1). hlm. 57–80. doi:10.1353/jhi.1997.0001.
- ↑ Stephen D. Snobelen. Isaac Newton, heretic: the strategies of a Nicodemite. British Journal for the History of Science. 1999. Vol. 32 (4). hlm. 381–419. doi:10.1017/S0007087499003751.
- ↑ Avery Cardinal Dulles. The Deist Minimum.[1] January 2005.
- ↑ Richard S. Westfall. The Life of Isaac Newton. Cambridge University Press. 1994. hlm. 124. ISBN 0-521-47737-9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ J.H. Tiner. Isaac Newton: Inventor, Scientist and Teacher. Mott Media. 1975. ISBN 0-915134-95-0.
- ↑ John P. Meier, A Marginal Jew, v. 1, pp. 382–402 after narrowing the years to 30 or 33, provisionally judges 30 most likely.
- ↑ Newton to Richard Bentley 10 December 1692, in Turnbull et al. (1959–77), vol 3, p. 233.
- ↑ Opticks, 2nd Ed 1706. Query 31.
- ↑ H. G. Alexander (ed) The Leibniz-Clarke correspondence, Manchester University Press, 1998, p. 11.
- ↑ Neil Degrasse Tyson. The Perimeter of Ignorance. Natural History Magazine. November 2005.
- ↑ Margaret C. Jacob. The Newtonians and the English Revolution: 1689–1720. Cornell University Press. 1976. hlm. 37, 44. ISBN 0-85527-066-7.
- ↑ Richard S. Westfall. Science and Religion in Seventeenth-Century England. Yale University Press. 1958. hlm. 200. ISBN 0-208-00843-8.
- ↑ Knud Haakonssen. Enlightenment and Religion: Rational Dissent in eighteenth-century Britain. Cambridge University Press. 1996. hlm. 64. ISBN 0-521-56060-8.
- ↑ Principia, Book III; cited in; Newton's Philosophy of Nature: Selections from his writings, p. 42, ed. H.S. Thayer, Hafner Library of Classics, NY, 1953.
- ↑ A Short Scheme of the True Religion, manuscript quoted in Memoirs of the Life, Writings and Discoveries of Sir Isaac Newton by Sir David Brewster, Edinburgh, 1850; cited in; ibid, p. 65.
- ↑ Webb, R.K. ed. Knud Haakonssen. "The emergence of Rational Dissent." Enlightenment and Religion: Rational Dissent in eighteenth-century Britain. Cambridge University Press, Cambridge: 1996. p19.
- ↑ H. G. Alexander (ed) The Leibniz-Clarke correspondence, Manchester University Press, 1998, p. 14.
- ↑ Westfall, 1958 p201.
- ↑ Marquard, Odo. "Burdened and Disemburdened Man and the Flight into Unindictability," in Farewell to Matters of Principle. Robert M. Wallace trans. London: Oxford UP, 1989.
- ↑ Papers Show Isaac Newton's Religious Side, Predict Date of Apocalypse. 19 June 2007.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29449190 (2026-07-12T15:10:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.