Lompat ke isi

Teori identitas sosial: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587319; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Identitas sosial''' adalah bagian dari [[konsep diri]] individu yang berasal dari akibat persepsi yang sesuai dengan keanggotaan dalam suatu kelompok sosial. Konsep ini awalnya dirumuskan oleh [[Henri Tajfel]] dan [[John Turner]] di tahun 1970-an dan 1980-an. Teori identitas sosial memperkenalkan konsep identitas sosial sebagai cara untuk menjelaskan perilaku antar kelompok.
[[File:Emotion_Recognition_Deficit.jpg|thumb|right|280px|Emotion Recognition Deficit]]


'''Teori identitas sosial''' digambarkan sebagai teori yang memprediksi perilaku antar kelompok tertentu berdasarkan perbedaan status kelompok, [[legitimasi]] dan stabilitas yang dipersepsikan akibat adanya perbedaan status tersebut, dan kemampuan yang dipersepsikan dalam berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Hal ini berbeda dengan istilah 'teori identitas sosial' yang digunakan dalam menjelaskan tentang manusia sosial (identitas kolektif). walaupun beberapa peneliti telah menggunakannya untuk hal tersebut, teori identitas sosial tidak pernah dimaksudkan untuk membuat generalisasi [[kategorisasi]] sosial. Kesadaran akan terbatasnya lingkup teori identitas sosial, menyebabkan John Turner dan rekannya mengembangkan teori yang mirip dari bentuk teori kategorisasi diri, yang dibangun di atas wawasan teori identitas sosial untuk menghasilkan gagasan yang lebih umum tentang proses pembentukan diri dan [[Kelompok sosial|kelompok]] ini. Istilah 'pendekatan identitas sosial' atau 'perspektif identitas sosial', disarankan dapat menggambarkan kontribusi bersama antara teori identitas sosial dengan teori kategorisasi diri.
'''Identitas sosial''' adalah bagian dari [[konsep diri]] individu yang berasal dari akibat persepsi yang sesuai dengan keanggotaan dalam suatu kelompok sosial.<ref>John Turner. ''The significance of the social identity concept for social psychology with reference to individualism, interactionism and social influence''. ''British Journal of Social Psychology''. 1986. Vol. 25 (3). hlm. 237–252. doi:10.1111/j.2044-8309.1986.tb00732.x.</ref> Konsep ini awalnya dirumuskan oleh [[Henri Tajfel]] dan [[John Turner]] di tahun 1970-an dan 1980-an.<ref>Turner, J. C. & Reynolds, K. J. ''Rediscovering Social Identity: Core Sources''. Psychology Press. 2010.</ref> Teori identitas sosial memperkenalkan konsep identitas sosial sebagai cara untuk menjelaskan perilaku antar kelompok.<ref>Tajfel, H., & Turner, J. C. [https://archive.org/details/socialpsychology0000unse_s1d3 The social psychology of intergroup relations]. Brooks/Cole. 1979. hlm. [https://archive.org/details/socialpsychology0000unse_s1d3/page/32 33]–47.</ref><ref>Tajfel, H., & Turner, J. C. [https://archive.org/details/psychologyofinte00unse Psychology of Intergroup Relations]. Nelson-Hall. 1986. hlm. [https://archive.org/details/psychologyofinte00unse/page/7 7]–24.</ref><ref>J. C. Turner. ''Some current issues in research on social identity and self-categorization theories''. ''Social identity''. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.</ref>


== Catatan kaki ==
'''Teori identitas sosial''' digambarkan sebagai teori yang memprediksi perilaku antar kelompok tertentu berdasarkan perbedaan status kelompok, [[legitimasi]] dan stabilitas yang dipersepsikan akibat adanya perbedaan status tersebut, dan kemampuan yang dipersepsikan dalam berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya.<ref>Tajfel, H., & Turner, J. C. [https://archive.org/details/socialpsychology0000unse_s1d3 The social psychology of intergroup relations]. Brooks/Cole. 1979. hlm. [https://archive.org/details/socialpsychology0000unse_s1d3/page/32 33]–47.</ref><ref>J. C. Turner. ''Some current issues in research on social identity and self-categorization theories''. ''Social identity''. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.</ref> Hal ini berbeda dengan istilah 'teori identitas sosial' yang digunakan dalam menjelaskan tentang manusia sosial (identitas kolektif).<ref>S. A. Haslam. ''The social identity perspective today: An overview of its defining ideas''. ''Rediscovering social identity''. Psychology Press. 2010. hlm. 341–356.</ref> walaupun beberapa peneliti telah menggunakannya untuk hal tersebut,<ref>R. J. Brown. [https://archive.org/details/sim_european-journal-of-social-psychology_september-october-2006_36_5/page/649 Choice of comparisons in intergroup settings: the role of temporal information and comparison motives]. ''European Journal of Social Psychology''. 2006. Vol. 36 (5). hlm. 649–671. doi:10.1002/ejsp.311.</ref><ref>R. D. Ashmore. [https://archive.org/details/sim_psychological-bulletin_2004-01_130_1/page/80 An organizing framework for collective identity: Articulation and significance of multidimensionality]. ''Psychological Bulletin''. 2004. Vol. 130 (1). hlm. 80–114. doi:10.1037/0033-2909.130.1.80.</ref> teori identitas sosial tidak pernah dimaksudkan untuk membuat generalisasi [[kategorisasi]] sosial.<ref>Turner, J. C. & Reynolds, K. J. ''Rediscovering Social Identity: Core Sources''. Psychology Press. 2010.</ref> Kesadaran akan terbatasnya lingkup teori identitas sosial, menyebabkan John Turner dan rekannya mengembangkan teori yang mirip dari bentuk teori kategorisasi diri,<ref>John Turner. ''The significance of the social identity concept for social psychology with reference to individualism, interactionism and social influence''. ''British Journal of Social Psychology''. 1986. Vol. 25 (3). hlm. 237–252. doi:10.1111/j.2044-8309.1986.tb00732.x.</ref><ref>J. C. Turner. ''Some current issues in research on social identity and self-categorization theories''. ''Social identity''. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.</ref><ref>Haslam, A. S. (2001). Psychology in Organizations. London, SAGE Publications. p 26-57</ref> yang dibangun di atas wawasan teori identitas sosial untuk menghasilkan gagasan yang lebih umum tentang proses pembentukan diri dan [[Kelompok sosial|kelompok]] ini.<ref>Turner, J. C. & Reynolds, K. J. ''Rediscovering Social Identity: Core Sources''. Psychology Press. 2010.</ref><ref>J. C. Turner. ''Some current issues in research on social identity and self-categorization theories''. ''Social identity''. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.</ref> Istilah 'pendekatan identitas sosial' atau 'perspektif identitas sosial', disarankan dapat menggambarkan kontribusi bersama antara teori identitas sosial dengan teori kategorisasi diri.<ref>J. C. Turner. ''Some current issues in research on social identity and self-categorization theories''. ''Social identity''. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.</ref><ref>Haslam, A. S. (2001). Psychology in Organizations. London, SAGE Publications. p 26-57</ref><ref>Postmes, T. & Branscombe, N. (2010). "Sources of social identity". In T. Postmes & N. Branscombe (Eds). ''Rediscovering Social Identity: Core Sources''. Psychology Press.</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.bbc.co.uk/programmes/b00yw6km Mind Changers: Henri Tajfel's Minimal Groups]: Program Radio BBC tentang asal-usul teori tersebut.
* [http://www.bbc.co.uk/programmes/b00yw6km Mind Changers: Henri Tajfel's Minimal Groups]: Program Radio BBC tentang asal-usul teori tersebut.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+identitas+sosial&oldid=29587319 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587319 (2026-08-16T08:11:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori+identitas+sosial&oldid=29587319 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587319 (2026-08-16T08:11:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.06

Berkas:Emotion Recognition Deficit.jpg
Emotion Recognition Deficit

Identitas sosial adalah bagian dari konsep diri individu yang berasal dari akibat persepsi yang sesuai dengan keanggotaan dalam suatu kelompok sosial.[1] Konsep ini awalnya dirumuskan oleh Henri Tajfel dan John Turner di tahun 1970-an dan 1980-an.[2] Teori identitas sosial memperkenalkan konsep identitas sosial sebagai cara untuk menjelaskan perilaku antar kelompok.[3][4][5]

Teori identitas sosial digambarkan sebagai teori yang memprediksi perilaku antar kelompok tertentu berdasarkan perbedaan status kelompok, legitimasi dan stabilitas yang dipersepsikan akibat adanya perbedaan status tersebut, dan kemampuan yang dipersepsikan dalam berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya.[6][7] Hal ini berbeda dengan istilah 'teori identitas sosial' yang digunakan dalam menjelaskan tentang manusia sosial (identitas kolektif).[8] walaupun beberapa peneliti telah menggunakannya untuk hal tersebut,[9][10] teori identitas sosial tidak pernah dimaksudkan untuk membuat generalisasi kategorisasi sosial.[11] Kesadaran akan terbatasnya lingkup teori identitas sosial, menyebabkan John Turner dan rekannya mengembangkan teori yang mirip dari bentuk teori kategorisasi diri,[12][13][14] yang dibangun di atas wawasan teori identitas sosial untuk menghasilkan gagasan yang lebih umum tentang proses pembentukan diri dan kelompok ini.[15][16] Istilah 'pendekatan identitas sosial' atau 'perspektif identitas sosial', disarankan dapat menggambarkan kontribusi bersama antara teori identitas sosial dengan teori kategorisasi diri.[17][18][19]

Pranala luar

Referensi

  1. John Turner. The significance of the social identity concept for social psychology with reference to individualism, interactionism and social influence. British Journal of Social Psychology. 1986. Vol. 25 (3). hlm. 237–252. doi:10.1111/j.2044-8309.1986.tb00732.x.
  2. Turner, J. C. & Reynolds, K. J. Rediscovering Social Identity: Core Sources. Psychology Press. 2010.
  3. Tajfel, H., & Turner, J. C. The social psychology of intergroup relations. Brooks/Cole. 1979. hlm. 33–47.
  4. Tajfel, H., & Turner, J. C. Psychology of Intergroup Relations. Nelson-Hall. 1986. hlm. 7–24.
  5. J. C. Turner. Some current issues in research on social identity and self-categorization theories. Social identity. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.
  6. Tajfel, H., & Turner, J. C. The social psychology of intergroup relations. Brooks/Cole. 1979. hlm. 33–47.
  7. J. C. Turner. Some current issues in research on social identity and self-categorization theories. Social identity. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.
  8. S. A. Haslam. The social identity perspective today: An overview of its defining ideas. Rediscovering social identity. Psychology Press. 2010. hlm. 341–356.
  9. R. J. Brown. Choice of comparisons in intergroup settings: the role of temporal information and comparison motives. European Journal of Social Psychology. 2006. Vol. 36 (5). hlm. 649–671. doi:10.1002/ejsp.311.
  10. R. D. Ashmore. An organizing framework for collective identity: Articulation and significance of multidimensionality. Psychological Bulletin. 2004. Vol. 130 (1). hlm. 80–114. doi:10.1037/0033-2909.130.1.80.
  11. Turner, J. C. & Reynolds, K. J. Rediscovering Social Identity: Core Sources. Psychology Press. 2010.
  12. John Turner. The significance of the social identity concept for social psychology with reference to individualism, interactionism and social influence. British Journal of Social Psychology. 1986. Vol. 25 (3). hlm. 237–252. doi:10.1111/j.2044-8309.1986.tb00732.x.
  13. J. C. Turner. Some current issues in research on social identity and self-categorization theories. Social identity. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.
  14. Haslam, A. S. (2001). Psychology in Organizations. London, SAGE Publications. p 26-57
  15. Turner, J. C. & Reynolds, K. J. Rediscovering Social Identity: Core Sources. Psychology Press. 2010.
  16. J. C. Turner. Some current issues in research on social identity and self-categorization theories. Social identity. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.
  17. J. C. Turner. Some current issues in research on social identity and self-categorization theories. Social identity. Blackwell. 1999. hlm. 6–34.
  18. Haslam, A. S. (2001). Psychology in Organizations. London, SAGE Publications. p 26-57
  19. Postmes, T. & Branscombe, N. (2010). "Sources of social identity". In T. Postmes & N. Branscombe (Eds). Rediscovering Social Identity: Core Sources. Psychology Press.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587319 (2026-08-16T08:11:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.