Lompat ke isi

Gaya angkat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25721018; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gaya angkat''' adalah komponen dari gaya yang [[serenjang]] terhadap arah aliran [[fluida]].  Penyebab timbulnya gaya angkat adalah adanya aliran [[vorteks]] yang timbul akibat perbedaan dalam penyaluran [[Tekanan atmosfer|tekanan udara]]. Gaya angkat dapat dimanfaatkan pada [[ilmu terapan]] melalui [[airfoil]].
[[File:Wright_Glider_1902.jpg|thumb|right|280px|Wright Glider 1902]]
 
'''Gaya angkat''' adalah komponen dari gaya yang [[serenjang]] terhadap arah aliran [[fluida]].<ref>[http://www.grc.nasa.gov/WWW/K-12/airplane/lift1.html What is Lift?]. NASA Glenn Research Center.</ref> Penyebab timbulnya gaya angkat adalah adanya aliran [[vorteks]] yang timbul akibat perbedaan dalam penyaluran [[Tekanan atmosfer|tekanan udara]].<ref>Hari Muhammad. [http://journals.itb.ac.id/index.php/jtms/article/download/4937/2689 Prediksi dan Analisis Kestabilan Gerak Longtudinal Kapal Bersayap Wing-in-Surface Effect]. ''Mesin''. 2004. Vol. 19 (1). hlm. 22.</ref> Gaya angkat dapat dimanfaatkan pada [[ilmu terapan]] melalui [[airfoil]].


== Penerapan ==
== Penerapan ==
=== Sayap pesawat terbang ===
=== Sayap pesawat terbang ===
Gaya angkat diterapkan dalam pembuatan [[sayap]] [[pesawat terbang]] dengan memanfaatkan airfoil di seluruh bagian sayap. Dengan model ini, terjadi perbedaan tekanan di permukaan bawah dan permukaan atas sayap, sehingga aliran vorteks dapat terbentuk pada ujung sayap. Gerakan maju pesawat membawa aliran vorteks bergerak ke bagian belakang dan menyebabkan pengurangan gaya angkat dan penambahan [[gaya hambat]].  Ketika pesawat mulai [[terbang]], aliran udara yang melalui bagian atas airfoil akan memiliki kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan kecepatan aliran udara yang melalui bagian bawah airfoil. Akibatnya, tekanan pada permukaan bawah airfoil lebih besar daripada permukaan atasnya. Gaya angkat timbul akibat perbedaan tekanan ini dan membuat pesawat dapat terbang melayang di udara.
Gaya angkat diterapkan dalam pembuatan [[sayap]] [[pesawat terbang]] dengan memanfaatkan airfoil di seluruh bagian sayap. Dengan model ini, terjadi perbedaan tekanan di permukaan bawah dan permukaan atas sayap, sehingga aliran vorteks dapat terbentuk pada ujung sayap. Gerakan maju pesawat membawa aliran vorteks bergerak ke bagian belakang dan menyebabkan pengurangan gaya angkat dan penambahan [[gaya hambat]].<ref>Husnayati, N., dan Moelyadi, M.A. [http://jurnal.lapan.go.id/index.php/jurnal_tekgan/article/download/1879/1712 Analisis Aerodinamika dan Studi Parameter Sayap CN-235 Kondisi Terbang Jelajah]. ''Jurnal Teknologi Dirgantara''. Desember 2013. Vol. 11 (2). hlm. 128.</ref> Ketika pesawat mulai [[terbang]], aliran udara yang melalui bagian atas airfoil akan memiliki kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan kecepatan aliran udara yang melalui bagian bawah airfoil. Akibatnya, tekanan pada permukaan bawah airfoil lebih besar daripada permukaan atasnya. Gaya angkat timbul akibat perbedaan tekanan ini dan membuat pesawat dapat terbang melayang di udara.<ref>Kewas, J.C., dan Ali M. [http://ejournal.unima.ac.id/index.php/efrontiers/article/download/2139/1330 Analisis Gaya Angkat Akibat Perubahan Kecepatan Aliran Udara Dan Sudut Serang Pada Airfoil Naca 0015 Dalam Wind Tunnel Sub Sonic]. ''Frontiers: Jurnal Sains dan Teknologi''. April 2020. Vol. 3 (1). hlm. 73.</ref>


Gaya angkat juga berlaku pada sayap-sayap pembelok pesawat terbang. Pengendalian nilai gaya angkat dilakukan dengan mengatur [[sudut serang]]. Gerakan yang dihasilkan berupa gerakan ke atas, ke samping dan memutar.
Gaya angkat juga berlaku pada sayap-sayap pembelok pesawat terbang. Pengendalian nilai gaya angkat dilakukan dengan mengatur [[sudut serang]]. Gerakan yang dihasilkan berupa gerakan ke atas, ke samping dan memutar.


=== Kapal ===
=== Kapal ===
Prinsip gaya angkat diterapkan pada [[hidrofoil]] [[kapal]]. Kestabilan kapal ditentukan oleh sebuah hidrofoil yang terpasang di area bawah [[lambung kapal]]. Badan lambung kapal dapat terangkat ke atas permukaan air karena hidrofoil memberikan gaya angkat yang berubah-ubah. Berat kapal akan ditahan oleh foil ketika lambung kapal mulai terangkat dari air. Ini mengakibatkan mengecilnya luas hambatan yang terjadi akibat [[gaya gesek]] antara air dan lambung kapal. Selain itu, ketika kecepatan kapal meningkatk maka foil juga meningkatkan gaya angkat pada kapal.
Prinsip gaya angkat diterapkan pada [[hidrofoil]] [[kapal]]. Kestabilan kapal ditentukan oleh sebuah hidrofoil yang terpasang di area bawah [[lambung kapal]]. Badan lambung kapal dapat terangkat ke atas permukaan air karena hidrofoil memberikan gaya angkat yang berubah-ubah. Berat kapal akan ditahan oleh foil ketika lambung kapal mulai terangkat dari air. Ini mengakibatkan mengecilnya luas hambatan yang terjadi akibat [[gaya gesek]] antara air dan lambung kapal. Selain itu, ketika kecepatan kapal meningkatk maka foil juga meningkatkan gaya angkat pada kapal.<ref>Herraprastansi, E.H., Tauviqirrahman, M., dan Ismail, R. [https://jurnal.umk.ac.id/index.php/SNA/article/download/182/180 Analisis Hidrodinamika Hidrofoil dengan Menggunakan Perangkat Lunak CFD (Computational Fluid Dynamic)]. ''Prosiding SNATIF''. Fakultas Teknik, Universitas Muara Kudus. 2014. hlm. 105. ISBN 978-602-1180-04-4.</ref>


=== Kendaraan darat ===
=== Kendaraan darat ===
Baris 16: Baris 17:
=== Turbin angin ===
=== Turbin angin ===
Penerapan gaya angkat pada sudu-sudu [[rotor]] [[turbin angin]] juga memanfaatkan airfoil. Gaya angkat ini dimanfaatkan untuk memutar [[generator listrik]] yang terhubung dengan poros rotor turbin angin. Putaran rotor harus selalu berada dalam kisaran tertentu agar generator listrik dapat bekerja dengan baik dan aman. Rotor generator harus berputar dengan putaran minimal pembangkitan [[arus listrik]] dan putaran maksimal yang tidak menyebabkan kerusakan akibat panas. Kecepatan putaran rotor pada turbin angin harus dapat bekerja dalam kondisi tersebut dan menyesuaikan dengan [[kecepatan angin]] rata-rata di daerah pemakaian. Gaya angkat digunakan pada sistem pengaman turbin angin yang mengatur sudut serang pada sudu-sudu pada keadaan sudu tidak mampu lagi memutar rotor atau kecepatan rotor berlebihan akibat kecepatan angin yang melebihi batas putaran maksimal.
Penerapan gaya angkat pada sudu-sudu [[rotor]] [[turbin angin]] juga memanfaatkan airfoil. Gaya angkat ini dimanfaatkan untuk memutar [[generator listrik]] yang terhubung dengan poros rotor turbin angin. Putaran rotor harus selalu berada dalam kisaran tertentu agar generator listrik dapat bekerja dengan baik dan aman. Rotor generator harus berputar dengan putaran minimal pembangkitan [[arus listrik]] dan putaran maksimal yang tidak menyebabkan kerusakan akibat panas. Kecepatan putaran rotor pada turbin angin harus dapat bekerja dalam kondisi tersebut dan menyesuaikan dengan [[kecepatan angin]] rata-rata di daerah pemakaian. Gaya angkat digunakan pada sistem pengaman turbin angin yang mengatur sudut serang pada sudu-sudu pada keadaan sudu tidak mampu lagi memutar rotor atau kecepatan rotor berlebihan akibat kecepatan angin yang melebihi batas putaran maksimal.
== Referensi ==


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya+angkat&oldid=25721018 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25721018 (2024-05-16T16:51:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gaya+angkat&oldid=25721018 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25721018 (2024-05-16T16:51:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.56

Berkas:Wright Glider 1902.jpg
Wright Glider 1902

Gaya angkat adalah komponen dari gaya yang serenjang terhadap arah aliran fluida.[1] Penyebab timbulnya gaya angkat adalah adanya aliran vorteks yang timbul akibat perbedaan dalam penyaluran tekanan udara.[2] Gaya angkat dapat dimanfaatkan pada ilmu terapan melalui airfoil.

Penerapan

Sayap pesawat terbang

Gaya angkat diterapkan dalam pembuatan sayap pesawat terbang dengan memanfaatkan airfoil di seluruh bagian sayap. Dengan model ini, terjadi perbedaan tekanan di permukaan bawah dan permukaan atas sayap, sehingga aliran vorteks dapat terbentuk pada ujung sayap. Gerakan maju pesawat membawa aliran vorteks bergerak ke bagian belakang dan menyebabkan pengurangan gaya angkat dan penambahan gaya hambat.[3] Ketika pesawat mulai terbang, aliran udara yang melalui bagian atas airfoil akan memiliki kecepatan yang lebih besar dibandingkan dengan kecepatan aliran udara yang melalui bagian bawah airfoil. Akibatnya, tekanan pada permukaan bawah airfoil lebih besar daripada permukaan atasnya. Gaya angkat timbul akibat perbedaan tekanan ini dan membuat pesawat dapat terbang melayang di udara.[4]

Gaya angkat juga berlaku pada sayap-sayap pembelok pesawat terbang. Pengendalian nilai gaya angkat dilakukan dengan mengatur sudut serang. Gerakan yang dihasilkan berupa gerakan ke atas, ke samping dan memutar.

Kapal

Prinsip gaya angkat diterapkan pada hidrofoil kapal. Kestabilan kapal ditentukan oleh sebuah hidrofoil yang terpasang di area bawah lambung kapal. Badan lambung kapal dapat terangkat ke atas permukaan air karena hidrofoil memberikan gaya angkat yang berubah-ubah. Berat kapal akan ditahan oleh foil ketika lambung kapal mulai terangkat dari air. Ini mengakibatkan mengecilnya luas hambatan yang terjadi akibat gaya gesek antara air dan lambung kapal. Selain itu, ketika kecepatan kapal meningkatk maka foil juga meningkatkan gaya angkat pada kapal.[5]

Kendaraan darat

Gaya angkat diterapkan melalui kontur kendaraan darat. Kontur yang lebih panjang diterapkan pada bagian permukaan atas, sehingga kecepatan udara yang melewatinya lebih tinggi daripada kecepatan udara melewati permukaan bawahnya. Ini mengakibatkan tekanan statis pada permukaan bagian bawah lebih tinggi daripada tekanan statis pada permukaan bagian atas dan membuat arah gaya resultan aerodinamika menuju ke atas. Gaya angkat pun bertambah seiring bertambahnya kecepatan kendaraan dan mengurangi stabilitas serta traksinya. Pengurangan gaya angkat dilakukan dengan menambahkan airfoil pada bagian belakang permukaan atas dengan memperhatikan beda tekanan dan pengaturan sudut serang. Melalui airfoil, kendaraan darat akan tetap stabil dan terkendali meskipun dalam kecepatan tinggi.

Turbin angin

Penerapan gaya angkat pada sudu-sudu rotor turbin angin juga memanfaatkan airfoil. Gaya angkat ini dimanfaatkan untuk memutar generator listrik yang terhubung dengan poros rotor turbin angin. Putaran rotor harus selalu berada dalam kisaran tertentu agar generator listrik dapat bekerja dengan baik dan aman. Rotor generator harus berputar dengan putaran minimal pembangkitan arus listrik dan putaran maksimal yang tidak menyebabkan kerusakan akibat panas. Kecepatan putaran rotor pada turbin angin harus dapat bekerja dalam kondisi tersebut dan menyesuaikan dengan kecepatan angin rata-rata di daerah pemakaian. Gaya angkat digunakan pada sistem pengaman turbin angin yang mengatur sudut serang pada sudu-sudu pada keadaan sudu tidak mampu lagi memutar rotor atau kecepatan rotor berlebihan akibat kecepatan angin yang melebihi batas putaran maksimal.

Daftar pustaka

Referensi

  1. What is Lift?. NASA Glenn Research Center.
  2. Hari Muhammad. Prediksi dan Analisis Kestabilan Gerak Longtudinal Kapal Bersayap Wing-in-Surface Effect. Mesin. 2004. Vol. 19 (1). hlm. 22.
  3. Husnayati, N., dan Moelyadi, M.A. Analisis Aerodinamika dan Studi Parameter Sayap CN-235 Kondisi Terbang Jelajah. Jurnal Teknologi Dirgantara. Desember 2013. Vol. 11 (2). hlm. 128.
  4. Kewas, J.C., dan Ali M. Analisis Gaya Angkat Akibat Perubahan Kecepatan Aliran Udara Dan Sudut Serang Pada Airfoil Naca 0015 Dalam Wind Tunnel Sub Sonic. Frontiers: Jurnal Sains dan Teknologi. April 2020. Vol. 3 (1). hlm. 73.
  5. Herraprastansi, E.H., Tauviqirrahman, M., dan Ismail, R. Analisis Hidrodinamika Hidrofoil dengan Menggunakan Perangkat Lunak CFD (Computational Fluid Dynamic). Prosiding SNATIF. Fakultas Teknik, Universitas Muara Kudus. 2014. hlm. 105. ISBN 978-602-1180-04-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25721018 (2024-05-16T16:51:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.