Galvanometer dawai: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28422314; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Galvanometer dawai''' adalah sebuah pesawat pengukur denyutan jantung melalui tekanan arus listrik. Berbeda dengan [[Galvanometer]] biasa, alat ini menggunakan [[kawat]] yang direntangkan sebagai ganti kumparan. Goyangan [[kawat]] tergantung pada kekuatan arus. | [[File:Willem_Einthoven_ECG.jpg|thumb|right|280px|Willem Einthoven ECG]] | ||
'''Galvanometer dawai''' adalah sebuah pesawat pengukur denyutan jantung melalui tekanan arus listrik.<ref>Van Hoeve. ''Ensiklopedia Indonesia (7 jilid)''. Ichtiar Baru.</ref> Berbeda dengan [[Galvanometer]] biasa, alat ini menggunakan [[kawat]] yang direntangkan sebagai ganti kumparan.<ref>Van Hoeve. ''Ensiklopedia Indonesia (7 jilid)''. Ichtiar Baru.</ref> Goyangan [[kawat]] tergantung pada kekuatan arus.<ref>Van Hoeve. ''Ensiklopedia Indonesia (7 jilid)''. Ichtiar Baru.</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Sebelum menggunakan galvanometer dawai, para [[ilmuwan]] menggunakan sebuah mesin yang disebut kapiler [[Elektrometer]] untuk mengukur aktivitas [[jantung]], tetapi perangkat ini tidak mampu menghasilkan hasil diagnostik yang akurat. [[Willem Einthoven]] seorang profesor di bidang [[fisiologi]] di [[Universitas Leiden]], memulai penelitiannya di bidang EKG ([[Elektrokardiogram]]) dengan elektrometer kapiler merkuri, dan meningkatkan distorsi yang matematis sehingga ia akhirnya bisa mendaftarkan representasi yang baik dari EKG ([[Elektrokardiogram]]) sebelum awal abad kedua puluh. Pada tahun [[1901]], [[Willem Einthoven]] menerbitkan artikel pertama tentang Galvanometer Dawai dan diperinci lagi pada tahun [[1903]]. Meskipun beberapa pihak meragukan Einthoven menemukan galvanometer dawai, dia adalah yang giat dalam penerapan galvanometer dawai dalam bidang kedokteran. Pada tahun [[1924]], ia dianugerahi Penghargaan [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran|Nobel Fisikologi dan Kedokteran]]. | Sebelum menggunakan galvanometer dawai, para [[ilmuwan]] menggunakan sebuah mesin yang disebut kapiler [[Elektrometer]] untuk mengukur aktivitas [[jantung]], tetapi perangkat ini tidak mampu menghasilkan hasil diagnostik yang akurat.<ref>Moises Rivera-Ruiz. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2435435/ Einthoven's String Galvanometer]. ''Texas Heart Institute Journal''. 2008. Vol. 35 (2). hlm. 174–178.</ref> [[Willem Einthoven]] seorang profesor di bidang [[fisiologi]] di [[Universitas Leiden]], memulai penelitiannya di bidang EKG ([[Elektrokardiogram]]) dengan elektrometer kapiler merkuri, dan meningkatkan distorsi yang matematis sehingga ia akhirnya bisa mendaftarkan representasi yang baik dari EKG ([[Elektrokardiogram]]) sebelum awal abad kedua puluh. Pada tahun [[1901]], [[Willem Einthoven]] menerbitkan artikel pertama tentang Galvanometer Dawai dan diperinci lagi pada tahun [[1903]].<ref>S. Serge Barold. [https://doi.org/10.1023/A:1023667812925 Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago]. ''Cardiac Electrophysiology Review''. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.</ref> Meskipun beberapa pihak meragukan Einthoven menemukan galvanometer dawai, dia adalah yang giat dalam penerapan galvanometer dawai dalam bidang kedokteran.<ref>H B Burchell. [http://dx.doi.org/10.1136/hrt.57.2.190 Did Einthoven invent a string galvanometer?]. ''Heart''. 1987-02-01. Vol. 57 (2). hlm. 190. doi:10.1136/hrt.57.2.190.</ref> Pada tahun [[1924]], ia dianugerahi Penghargaan [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran|Nobel Fisikologi dan Kedokteran]].<ref>S. Serge Barold. [https://doi.org/10.1023/A:1023667812925 Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago]. ''Cardiac Electrophysiology Review''. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.</ref> | ||
== Mekanika == | == Mekanika == | ||
Galvanometer Einthoven terdiri dari filamen [[kuarsa]] berlapis perak berukuran tipis dengan massa yang dapat diabaikan. Alat ini mengalirkan arus listrik dari jantung. Filamen ini bereaksi akibat elektromagnet kuat yang ditempatkan di kedua sisinya, yang menyebabkan perpindahan filamen ke samping sebanding dengan arus yang dibawa karena [[medan elektromagnetik]]. Gerakan pada filamen diperbesar dan diproyeksikan melalui celah tipis ke pelat fotografi.<ref>S. Serge Barold. [https://doi.org/10.1023/A:1023667812925 Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago]. ''Cardiac Electrophysiology Review''. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.</ref> | |||
Filamen awalnya berasal dari filamen kaca cair. Untuk menghasilkan filamen yang cukup tipis dan panjang, panah ditembakkan ke kaca cair sehingga menarik filamen. Filamen yang dihasilkan kemudian dilapisi dengan perak untuk menyediakan jalur konduktif tempat arus mengalir. Dengan mengencangkan atau melonggarkan filamen, sensitivitas galvanometer dapat diatur dengan akurat.<ref>S. Serge Barold. [https://doi.org/10.1023/A:1023667812925 Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago]. ''Cardiac Electrophysiology Review''. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.</ref> Mesin awal membutuhkan pendingin air untuk elektromagnet yang kuat, dijalankan 5 operator dan beratnya sekitar 600 [[Pon (satuan)|pon]]. | |||
Filamen awalnya berasal dari filamen kaca cair. Untuk menghasilkan filamen yang cukup tipis dan panjang, panah ditembakkan ke kaca cair sehingga menarik filamen. Filamen yang dihasilkan kemudian dilapisi dengan perak untuk menyediakan jalur konduktif tempat arus mengalir. Dengan mengencangkan atau melonggarkan filamen, sensitivitas galvanometer dapat diatur dengan akurat. Mesin awal membutuhkan pendingin air untuk elektromagnet yang kuat, dijalankan 5 operator dan beratnya sekitar 600 [[Pon (satuan)|pon]]. | |||
=== Cara kerja === | === Cara kerja === | ||
Pasien duduk dengan kedua lengan dan kaki kiri dalam ember terpisah berisi larutan garam. Ember ini bertindak sebagai elektrode untuk mengalirkan arus dari permukaan kulit ke filamen. Tiga titik kontak elektrode pada anggota badan ini menghasilkan apa yang dikenal sebagai segitiga Einthoven, sebuah prinsip yang masih digunakan dalam perekaman EKG modern. | Pasien duduk dengan kedua lengan dan kaki kiri dalam ember terpisah berisi larutan garam. Ember ini bertindak sebagai elektrode untuk mengalirkan arus dari permukaan kulit ke filamen. Tiga titik kontak elektrode pada anggota badan ini menghasilkan apa yang dikenal sebagai segitiga Einthoven, sebuah prinsip yang masih digunakan dalam perekaman EKG modern.<ref>Steven Bowbrick. [https://books.google.co.id/books?id=Gis8GeKL2XwC&lpg=PP1&pg=PA10#v=onepage&q&f=false ECG Complete]. Elsevier Health Sciences. 2006-01-01. hlm. 10. ISBN 978-0-443-10183-0.</ref> | ||
== | |||
== Daftar Pustaka == | == Daftar Pustaka == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galvanometer+dawai&oldid=28422314 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28422314 (2025-11-12T07:26:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.56

Galvanometer dawai adalah sebuah pesawat pengukur denyutan jantung melalui tekanan arus listrik.[1] Berbeda dengan Galvanometer biasa, alat ini menggunakan kawat yang direntangkan sebagai ganti kumparan.[2] Goyangan kawat tergantung pada kekuatan arus.[3]
Sejarah
Sebelum menggunakan galvanometer dawai, para ilmuwan menggunakan sebuah mesin yang disebut kapiler Elektrometer untuk mengukur aktivitas jantung, tetapi perangkat ini tidak mampu menghasilkan hasil diagnostik yang akurat.[4] Willem Einthoven seorang profesor di bidang fisiologi di Universitas Leiden, memulai penelitiannya di bidang EKG (Elektrokardiogram) dengan elektrometer kapiler merkuri, dan meningkatkan distorsi yang matematis sehingga ia akhirnya bisa mendaftarkan representasi yang baik dari EKG (Elektrokardiogram) sebelum awal abad kedua puluh. Pada tahun 1901, Willem Einthoven menerbitkan artikel pertama tentang Galvanometer Dawai dan diperinci lagi pada tahun 1903.[5] Meskipun beberapa pihak meragukan Einthoven menemukan galvanometer dawai, dia adalah yang giat dalam penerapan galvanometer dawai dalam bidang kedokteran.[6] Pada tahun 1924, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisikologi dan Kedokteran.[7]
Mekanika
Galvanometer Einthoven terdiri dari filamen kuarsa berlapis perak berukuran tipis dengan massa yang dapat diabaikan. Alat ini mengalirkan arus listrik dari jantung. Filamen ini bereaksi akibat elektromagnet kuat yang ditempatkan di kedua sisinya, yang menyebabkan perpindahan filamen ke samping sebanding dengan arus yang dibawa karena medan elektromagnetik. Gerakan pada filamen diperbesar dan diproyeksikan melalui celah tipis ke pelat fotografi.[8]
Filamen awalnya berasal dari filamen kaca cair. Untuk menghasilkan filamen yang cukup tipis dan panjang, panah ditembakkan ke kaca cair sehingga menarik filamen. Filamen yang dihasilkan kemudian dilapisi dengan perak untuk menyediakan jalur konduktif tempat arus mengalir. Dengan mengencangkan atau melonggarkan filamen, sensitivitas galvanometer dapat diatur dengan akurat.[9] Mesin awal membutuhkan pendingin air untuk elektromagnet yang kuat, dijalankan 5 operator dan beratnya sekitar 600 pon.
Cara kerja
Pasien duduk dengan kedua lengan dan kaki kiri dalam ember terpisah berisi larutan garam. Ember ini bertindak sebagai elektrode untuk mengalirkan arus dari permukaan kulit ke filamen. Tiga titik kontak elektrode pada anggota badan ini menghasilkan apa yang dikenal sebagai segitiga Einthoven, sebuah prinsip yang masih digunakan dalam perekaman EKG modern.[10]
Daftar Pustaka
Referensi
- ↑ Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia (7 jilid). Ichtiar Baru.
- ↑ Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia (7 jilid). Ichtiar Baru.
- ↑ Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia (7 jilid). Ichtiar Baru.
- ↑ Moises Rivera-Ruiz. Einthoven's String Galvanometer. Texas Heart Institute Journal. 2008. Vol. 35 (2). hlm. 174–178.
- ↑ S. Serge Barold. Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago. Cardiac Electrophysiology Review. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.
- ↑ H B Burchell. Did Einthoven invent a string galvanometer?. Heart. 1987-02-01. Vol. 57 (2). hlm. 190. doi:10.1136/hrt.57.2.190.
- ↑ S. Serge Barold. Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago. Cardiac Electrophysiology Review. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.
- ↑ S. Serge Barold. Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago. Cardiac Electrophysiology Review. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.
- ↑ S. Serge Barold. Willem Einthoven and the Birth of Clinical Electrocardiography a Hundred Years Ago. Cardiac Electrophysiology Review. 2003-01-01. Vol. 7 (1). hlm. 101. doi:10.1023/A:1023667812925.
- ↑ Steven Bowbrick. ECG Complete. Elsevier Health Sciences. 2006-01-01. hlm. 10. ISBN 978-0-443-10183-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28422314 (2025-11-12T07:26:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.