Lompat ke isi

Gravitasi kuantum: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29304426; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gravitasi kuantum''' adalah bidang [[fisika teori]] yang berusaha menjelaskan [[gravitasi]] menurut prinsip-prinsip [[mekanika kuantum]], ketika efek-efek kuantum tidak dapat diabaikan, misalnya objek-objek astrofisika padat yang saling berdekatan, di mana efek-efek gravitasi begitu kuat.
'''Gravitasi kuantum''' adalah bidang [[fisika teori]] yang berusaha menjelaskan [[gravitasi]] menurut prinsip-prinsip [[mekanika kuantum]], ketika efek-efek kuantum tidak dapat diabaikan,<ref>Carlo Rovelli. [http://www.scholarpedia.org/article/Quantum_gravity Quantum gravity – Scholarpedia]. ''www.scholarpedia.org''.</ref> misalnya objek-objek astrofisika padat yang saling berdekatan, di mana efek-efek gravitasi begitu kuat.


Pemahaman gravitasi sekarang ini didasarkan pada teori [[relativitas umum]]-nya [[Albert Einstein]], yang dirumuskan di dalam kerangka kerja [[fisika klasik]]. Di pihak lain, tiga [[interaksi dasar|gaya dasar]] fisika lainnya dijelaskan di dalam kerangka kerja [[mekanika kuantum]] dan [[teori medan kuantum]], formalisme-formalisme yang sangat jauh berbeda untuk menjelaskan gejala-gejala fisika. Kadang-kadang diargumentasikan bahwa penjelasan gravitasi secara mekanika kuantum adalah perlu, dengan alasan bahwa seseorang tidak dapat secara konsisten menggabungkan sistem klasik dengan kuantum. Meski demikian, [[Robert Wald]] tampak menolaknya dengan memberikan konstruksi eksplisit [[gravitasi semiklasik]] yang konsisten.
Pemahaman gravitasi sekarang ini didasarkan pada teori [[relativitas umum]]-nya [[Albert Einstein]], yang dirumuskan di dalam kerangka kerja [[fisika klasik]]. Di pihak lain, tiga [[interaksi dasar|gaya dasar]] fisika lainnya dijelaskan di dalam kerangka kerja [[mekanika kuantum]] dan [[teori medan kuantum]], formalisme-formalisme yang sangat jauh berbeda untuk menjelaskan gejala-gejala fisika.<ref>David J. Griffiths. ''Introduction to Quantum Mechanics''. Pearson Prentice Hall. 2004.</ref> Kadang-kadang diargumentasikan bahwa penjelasan gravitasi secara mekanika kuantum adalah perlu, dengan alasan bahwa seseorang tidak dapat secara konsisten menggabungkan sistem klasik dengan kuantum.<ref>Robert M. Wald. [https://archive.org/details/generalrelativit0000wald_f5a0 General Relativity]. University of Chicago Press. 1984. hlm. [https://archive.org/details/generalrelativit0000wald_f5a0/page/382 382].</ref> Meski demikian, [[Robert Wald]] tampak menolaknya dengan memberikan konstruksi eksplisit [[gravitasi semiklasik]] yang konsisten.<ref>Robert M. Wald. [https://archive.org/details/quantumfieldtheo0000wald Quantum Field Theory in Curved Spacetime and Black Hole Thermodynamics]. University of Chicago Press. 1994. ISBN 0-226-87027-8.</ref>


Sementara teori kuantum gravitasi diperlukan untuk merekonsiliasi relativitas umum dengan prinsip-prinsip mekanika kuantum, kesulitan muncul ketika seseorang berusaha menerapkan resep-resep teori medan kuantum terhadap gaya gravitasi melalui boson-boson [[graviton]]. Masalahnya adalah bahwa teori yang didapatkan oleh seseorang menurut cara ini tidaklah [[renormalisasi|ternormalkan kembali]] dan dengan demikian tidak dapat digunakan untuk membuat prediksi-prediksi fisika yang berguna. Hasilnya, para teoriwan telah mengambil pendekatan yang lebih radikal terhadap masalah gravitasi kuantum, pendekatan yang paling masyhur misalnya [[teori dawai]] dan [[gravitasi kuantum simpal]].
Sementara teori kuantum gravitasi diperlukan untuk merekonsiliasi relativitas umum dengan prinsip-prinsip mekanika kuantum, kesulitan muncul ketika seseorang berusaha menerapkan resep-resep teori medan kuantum terhadap gaya gravitasi melalui boson-boson [[graviton]].<ref>Anthony Zee. [https://archive.org/details/isbn_9780691140346 Quantum Field Theory in a Nutshell]. Princeton University Press. 2010. hlm. [https://archive.org/details/isbn_9780691140346/page/172 172].</ref> Masalahnya adalah bahwa teori yang didapatkan oleh seseorang menurut cara ini tidaklah [[renormalisasi|ternormalkan kembali]] dan dengan demikian tidak dapat digunakan untuk membuat prediksi-prediksi fisika yang berguna. Hasilnya, para teoriwan telah mengambil pendekatan yang lebih radikal terhadap masalah gravitasi kuantum, pendekatan yang paling masyhur misalnya [[teori dawai]] dan [[gravitasi kuantum simpal]].<ref>Roger Penrose. ''The road to reality : a complete guide to the laws of the universe''. Vintage. 2007. hlm. 1017.</ref>


Tegasnya, tujuan gravitasi kuantum hanya untuk menggambarkan perilaku kuantum medan gravitasi dan tidak boleh disalahartikan dengan tujuan untuk menyatukan [[teori penyatuan agung|semua interaksi dasar]] menjadi satu kerangka matematis tunggal. Sementara setiap perbaikan substantif menuju pemahaman gravitasi sekarang ini akan membantu pekerjaan lebih lanjut ke arah penyatuan, pengkajian tentang gravitasi kuantum adalah bidang yang memiliki hak tersendiri dengan berbagai cabang yang memiliki pendekatan-pendekatan berbeda untuk penyatuan. Meskipun beberapa teori gravitasi kuantum, seperti [[teori dawai]], berusaha menggabungkan gravitasi dengan [[interaksi dasar|gaya-gaya lain]], misalnya [[gravitasi kuantum simpal]], tidak membuat upaya itu; melainkan mereka berupaya untuk mengkuantisasi medan gravitasi sambil tetap memisahkan diri dari gaya-gaya lain. Teori kuantum gravitasi yang juga merupakan [[teori penyatuan agung]] dari semua gaya dasar yang diketahui kadang-kadang dirujuk sebagai [[teori segala sesuatu|teori segala-galanya]].
Tegasnya, tujuan gravitasi kuantum hanya untuk menggambarkan perilaku kuantum medan gravitasi dan tidak boleh disalahartikan dengan tujuan untuk menyatukan [[teori penyatuan agung|semua interaksi dasar]] menjadi satu kerangka matematis tunggal. Sementara setiap perbaikan substantif menuju pemahaman gravitasi sekarang ini akan membantu pekerjaan lebih lanjut ke arah penyatuan, pengkajian tentang gravitasi kuantum adalah bidang yang memiliki hak tersendiri dengan berbagai cabang yang memiliki pendekatan-pendekatan berbeda untuk penyatuan. Meskipun beberapa teori gravitasi kuantum, seperti [[teori dawai]], berusaha menggabungkan gravitasi dengan [[interaksi dasar|gaya-gaya lain]], misalnya [[gravitasi kuantum simpal]], tidak membuat upaya itu; melainkan mereka berupaya untuk mengkuantisasi medan gravitasi sambil tetap memisahkan diri dari gaya-gaya lain. Teori kuantum gravitasi yang juga merupakan [[teori penyatuan agung]] dari semua gaya dasar yang diketahui kadang-kadang dirujuk sebagai [[teori segala sesuatu|teori segala-galanya]].


Salah satu kesulitan gravitasi kuantum adalah bahwa efek-efek gravitasi kuantum hanya diharapkan menjadi jelas mendekati [[Panjang Planck]], sebuah skala yang sangat kecil dalam hal jarak (ekivalennya, sangat besar dalam hal energi) dibandingkan yang sekarang ini dapat diakses pada [[pemercepat partikel]] berenergi tinggi. Hasilnya, gravitasi kuantum adalah perusahaan teoretis utama, meskipun terdapat spekulasi tentang bagaimana cara efek-efek gravitasi kuantum dapat diamati dalam percobaan yang dapat dilakukan sekarang ini.
Salah satu kesulitan gravitasi kuantum adalah bahwa efek-efek gravitasi kuantum hanya diharapkan menjadi jelas mendekati [[Panjang Planck]], sebuah skala yang sangat kecil dalam hal jarak (ekivalennya, sangat besar dalam hal energi) dibandingkan yang sekarang ini dapat diakses pada [[pemercepat partikel]] berenergi tinggi. Hasilnya, gravitasi kuantum adalah perusahaan teoretis utama, meskipun terdapat spekulasi tentang bagaimana cara efek-efek gravitasi kuantum dapat diamati dalam percobaan yang dapat dilakukan sekarang ini.<ref>Quantum effects in the early universe might have an observable effect on the structure of the present universe, for example, or gravity might play a role in the unification of the other forces. Cf. the text by Wald cited above.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gravitasi+kuantum&oldid=29304426 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304426 (2026-06-01T15:07:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gravitasi+kuantum&oldid=29304426 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304426 (2026-06-01T15:07:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.57

Gravitasi kuantum adalah bidang fisika teori yang berusaha menjelaskan gravitasi menurut prinsip-prinsip mekanika kuantum, ketika efek-efek kuantum tidak dapat diabaikan,[1] misalnya objek-objek astrofisika padat yang saling berdekatan, di mana efek-efek gravitasi begitu kuat.

Pemahaman gravitasi sekarang ini didasarkan pada teori relativitas umum-nya Albert Einstein, yang dirumuskan di dalam kerangka kerja fisika klasik. Di pihak lain, tiga gaya dasar fisika lainnya dijelaskan di dalam kerangka kerja mekanika kuantum dan teori medan kuantum, formalisme-formalisme yang sangat jauh berbeda untuk menjelaskan gejala-gejala fisika.[2] Kadang-kadang diargumentasikan bahwa penjelasan gravitasi secara mekanika kuantum adalah perlu, dengan alasan bahwa seseorang tidak dapat secara konsisten menggabungkan sistem klasik dengan kuantum.[3] Meski demikian, Robert Wald tampak menolaknya dengan memberikan konstruksi eksplisit gravitasi semiklasik yang konsisten.[4]

Sementara teori kuantum gravitasi diperlukan untuk merekonsiliasi relativitas umum dengan prinsip-prinsip mekanika kuantum, kesulitan muncul ketika seseorang berusaha menerapkan resep-resep teori medan kuantum terhadap gaya gravitasi melalui boson-boson graviton.[5] Masalahnya adalah bahwa teori yang didapatkan oleh seseorang menurut cara ini tidaklah ternormalkan kembali dan dengan demikian tidak dapat digunakan untuk membuat prediksi-prediksi fisika yang berguna. Hasilnya, para teoriwan telah mengambil pendekatan yang lebih radikal terhadap masalah gravitasi kuantum, pendekatan yang paling masyhur misalnya teori dawai dan gravitasi kuantum simpal.[6]

Tegasnya, tujuan gravitasi kuantum hanya untuk menggambarkan perilaku kuantum medan gravitasi dan tidak boleh disalahartikan dengan tujuan untuk menyatukan semua interaksi dasar menjadi satu kerangka matematis tunggal. Sementara setiap perbaikan substantif menuju pemahaman gravitasi sekarang ini akan membantu pekerjaan lebih lanjut ke arah penyatuan, pengkajian tentang gravitasi kuantum adalah bidang yang memiliki hak tersendiri dengan berbagai cabang yang memiliki pendekatan-pendekatan berbeda untuk penyatuan. Meskipun beberapa teori gravitasi kuantum, seperti teori dawai, berusaha menggabungkan gravitasi dengan gaya-gaya lain, misalnya gravitasi kuantum simpal, tidak membuat upaya itu; melainkan mereka berupaya untuk mengkuantisasi medan gravitasi sambil tetap memisahkan diri dari gaya-gaya lain. Teori kuantum gravitasi yang juga merupakan teori penyatuan agung dari semua gaya dasar yang diketahui kadang-kadang dirujuk sebagai teori segala-galanya.

Salah satu kesulitan gravitasi kuantum adalah bahwa efek-efek gravitasi kuantum hanya diharapkan menjadi jelas mendekati Panjang Planck, sebuah skala yang sangat kecil dalam hal jarak (ekivalennya, sangat besar dalam hal energi) dibandingkan yang sekarang ini dapat diakses pada pemercepat partikel berenergi tinggi. Hasilnya, gravitasi kuantum adalah perusahaan teoretis utama, meskipun terdapat spekulasi tentang bagaimana cara efek-efek gravitasi kuantum dapat diamati dalam percobaan yang dapat dilakukan sekarang ini.[7]

Referensi

  1. Carlo Rovelli. Quantum gravity – Scholarpedia. www.scholarpedia.org.
  2. David J. Griffiths. Introduction to Quantum Mechanics. Pearson Prentice Hall. 2004.
  3. Robert M. Wald. General Relativity. University of Chicago Press. 1984. hlm. 382.
  4. Robert M. Wald. Quantum Field Theory in Curved Spacetime and Black Hole Thermodynamics. University of Chicago Press. 1994. ISBN 0-226-87027-8.
  5. Anthony Zee. Quantum Field Theory in a Nutshell. Princeton University Press. 2010. hlm. 172.
  6. Roger Penrose. The road to reality : a complete guide to the laws of the universe. Vintage. 2007. hlm. 1017.
  7. Quantum effects in the early universe might have an observable effect on the structure of the present universe, for example, or gravity might play a role in the unification of the other forces. Cf. the text by Wald cited above.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29304426 (2026-06-01T15:07:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.