Lompat ke isi

Fisika termal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29214829; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fisika termal''' adalah studi [[fisika]] yang menggabungkan antara [[termodinamika]], [[mekanika statistika]], dan [[teori kinetika gas]]. Subjek yang mendasari fisika termal biasanya dirancang untuk fisika dan fungsi untuk memberikan pengantar umum untuk masing-masing dari tiga ilmu dasar terkait termal inti. Sebagian penulis ada yang mendefinisikan fisika termal sebagai studi yang hanya dilandasi oleh termodinamika dan mekanika statistika. Fisika termal dapat dilihat sebagai ilmu yang mempelajari sistem dengan jumlah atom yang banyak, menggabungkan termodinamika dengan mekanika statistika.
[[File:Bose_Einstein_condensate.png|thumb|right|280px|Bose Einstein condensate]]
 
'''Fisika termal''' adalah studi [[fisika]] yang menggabungkan antara [[termodinamika]], [[mekanika statistika]], dan [[teori kinetika gas]]. Subjek yang mendasari fisika termal biasanya dirancang untuk fisika dan fungsi untuk memberikan pengantar umum untuk masing-masing dari tiga ilmu dasar terkait termal inti. Sebagian penulis ada yang mendefinisikan fisika termal sebagai studi yang hanya dilandasi oleh termodinamika dan mekanika statistika.<ref>Joon Chang Lee. [https://archive.org/details/thermalphysicsen0000leej Thermal Physics – Entropy and Free Energies]. World Scientific. 2001. ISBN 981-02-4874-1.</ref> Fisika termal dapat dilihat sebagai ilmu yang mempelajari sistem dengan jumlah atom yang banyak, menggabungkan termodinamika dengan mekanika statistika.


== Selayang pandang ==
== Selayang pandang ==
Baris 6: Baris 8:
Topik sentral dari fisika termal adalah . Sifat elektromagnetik dari [[foton]] dan [[fonon]] dipelajari dan memperlihatkan bahwa osilasi dari bidang elektromagnetik dan kekisi kristal memiliki kesamaan. Gelombang membentuk dasar pada kedua hal tersebut, memperbolehkan penggabungan dengan teori kuantum.
Topik sentral dari fisika termal adalah . Sifat elektromagnetik dari [[foton]] dan [[fonon]] dipelajari dan memperlihatkan bahwa osilasi dari bidang elektromagnetik dan kekisi kristal memiliki kesamaan. Gelombang membentuk dasar pada kedua hal tersebut, memperbolehkan penggabungan dengan teori kuantum.


Topik lainnya yang dipelajari pada fisika termal termasuk: [[potensial kimia]], sifat [[kuantum]] dan [[gas ideal]] (misalnya dalam bentuk [[fermion]] dan [[boson]]), [[kondensat Bose–Einstein]], [[energi bebas Gibbs]], [[energi bebas Helmholtz]], [[kesetimbangan kimia]], [[hukum fasa]], [[teorema ekuipartisi]], [[entropi]] di [[nol absolut]], dan proses pemindahan sebagai [[jalur bebas rerata]], [[kekentalan]], dan [[konduksi panas|konduksi]].
Topik lainnya yang dipelajari pada fisika termal termasuk: [[potensial kimia]], sifat [[kuantum]] dan [[gas ideal]] (misalnya dalam bentuk [[fermion]] dan [[boson]]), [[kondensat Bose–Einstein]], [[energi bebas Gibbs]], [[energi bebas Helmholtz]], [[kesetimbangan kimia]], [[hukum fasa]], [[teorema ekuipartisi]], [[entropi]] di [[nol absolut]], dan proses pemindahan sebagai [[jalur bebas rerata]], [[kekentalan]], dan [[konduksi panas|konduksi]].<ref>R. Ralph. ''Thermal Physics''. Cambridge University Press. 1999. ISBN 0-521-65838-1.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
*[[Teori informasi]]
*[[Teori informasi]]


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fisika+termal&oldid=29214829 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29214829 (2026-05-11T10:28:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fisika+termal&oldid=29214829 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29214829 (2026-05-11T10:28:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.59

Bose Einstein condensate

Fisika termal adalah studi fisika yang menggabungkan antara termodinamika, mekanika statistika, dan teori kinetika gas. Subjek yang mendasari fisika termal biasanya dirancang untuk fisika dan fungsi untuk memberikan pengantar umum untuk masing-masing dari tiga ilmu dasar terkait termal inti. Sebagian penulis ada yang mendefinisikan fisika termal sebagai studi yang hanya dilandasi oleh termodinamika dan mekanika statistika.[1] Fisika termal dapat dilihat sebagai ilmu yang mempelajari sistem dengan jumlah atom yang banyak, menggabungkan termodinamika dengan mekanika statistika.

Selayang pandang

Fisika termal, secara umum, adalah ilmu yang mempelajari statistika alami dari sistem fisika dari perspektif energi. Dimulai dengan daras kalor dan suhu, fisika termal menganalisis hukum pertama termodinamika dan hukum kedua termodinamika dari perspektif statistika. Analisis ini dalam hal jumlah keadaan mikro terhadap keadaan makro yang diberikan. Sebagai tambahan, konsep dari entropi dipelajari dengan teori kuantum.

Topik sentral dari fisika termal adalah . Sifat elektromagnetik dari foton dan fonon dipelajari dan memperlihatkan bahwa osilasi dari bidang elektromagnetik dan kekisi kristal memiliki kesamaan. Gelombang membentuk dasar pada kedua hal tersebut, memperbolehkan penggabungan dengan teori kuantum.

Topik lainnya yang dipelajari pada fisika termal termasuk: potensial kimia, sifat kuantum dan gas ideal (misalnya dalam bentuk fermion dan boson), kondensat Bose–Einstein, energi bebas Gibbs, energi bebas Helmholtz, kesetimbangan kimia, hukum fasa, teorema ekuipartisi, entropi di nol absolut, dan proses pemindahan sebagai jalur bebas rerata, kekentalan, dan konduksi.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. Joon Chang Lee. Thermal Physics – Entropy and Free Energies. World Scientific. 2001. ISBN 981-02-4874-1.
  2. R. Ralph. Thermal Physics. Cambridge University Press. 1999. ISBN 0-521-65838-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29214829 (2026-05-11T10:28:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.