Lompat ke isi

Induktansi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28478004; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Faraday-Millikan-Gale-1913.jpg|thumb|right|280px|Faraday-Millikan-Gale-1913]]
'''Induktansi''' adalah sifat dari [[rangkaian elektronika]] yang menyebabkan timbulnya [[Tegangan listrik|potensial listrik]] secara proporsional terhadap [[arus listrik|arus]] yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini disebut sebagai '''induktansi sendiri,''' sedangkan apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian ditimbulkan oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai '''induktansi bersama'''.
'''Induktansi''' adalah sifat dari [[rangkaian elektronika]] yang menyebabkan timbulnya [[Tegangan listrik|potensial listrik]] secara proporsional terhadap [[arus listrik|arus]] yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini disebut sebagai '''induktansi sendiri,''' sedangkan apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian ditimbulkan oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai '''induktansi bersama'''.


Definisi kuantitatif dari '''induktansi sendiri''' (simbol: ''L'') adalah:<math>\displaystyle v= L\frac{di}{dt}</math> di mana ''v'' adalah [[Gaya Gerak Listrik|GGL]] yang ditimbulkan dalam volt dan ''i'' adalah arus listrik dalam ampere. Bentuk paling sederhana dari rumus tersebut terjadi ketika arus konstan sehingga tidak ada [[Gaya gerak listrik|GGL]] yang dihasilkan atau ketika arus berubah secara konstan (linier) sehingga GGL yang dihasilkan konstan (tidak berubah-ubah).
Definisi kuantitatif dari '''induktansi sendiri''' (simbol: ''L'') adalah:<math>\displaystyle v= L\frac{di}{dt}</math> di mana ''v'' adalah [[Gaya Gerak Listrik|GGL]] yang ditimbulkan dalam volt dan ''i'' adalah arus listrik dalam ampere. Bentuk paling sederhana dari rumus tersebut terjadi ketika arus konstan sehingga tidak ada [[Gaya gerak listrik|GGL]] yang dihasilkan atau ketika arus berubah secara konstan (linier) sehingga GGL yang dihasilkan konstan (tidak berubah-ubah).


Istilah 'induktansi' sendiri pertama kali digunakan oleh [[Oliver Heavside]] pada Februari 1886. Sedang penggunaan simbol ''L'' kemungkinan ditujukan sebagai penghormatan kepada [[Heinrich Lenz]], seorang fisikawan ternama.
Istilah 'induktansi' sendiri pertama kali digunakan oleh [[Oliver Heavside]] pada Februari 1886.<ref>Heaviside, O. Electrician. Feb. 12, 1886, p. 271. See [http://books.google.com/books?id=bywPAAAAIAAJ&printsec=frontcover&dq=elecrrical+papers+heavyside reprint]</ref> Sedang penggunaan simbol ''L'' kemungkinan ditujukan sebagai penghormatan kepada [[Heinrich Lenz]], seorang fisikawan ternama.<ref>Glenn Elert. [http://hypertextbook.com/physics/electricity/inductance/ The Physics Hypertextbook: Inductance]. 1998-2008.</ref><ref>Michael W. Davidson. [http://micro.magnet.fsu.edu/electromag/electricity/inductance.html Molecular Expressions: Electricity and Magnetism Introduction: Inductance]. 1995-2008.</ref>
Satuan induktansi dalam [[Satuan Internasional]] adalah [[weber]] per [[ampere]] atau dikenal pula sebagai '''[[henry (satuan)|henry]]''' (H), untuk menghormati [[Joseph Henry]] seorang peneliti yang berkontribusi besar terhadap ilmu tentang magnetisme. 1&nbsp;H = 1&nbsp;[[weber (unit)|Wb]]/[[ampere|A]].
Satuan induktansi dalam [[Satuan Internasional]] adalah [[weber]] per [[ampere]] atau dikenal pula sebagai '''[[henry (satuan)|henry]]''' (H), untuk menghormati [[Joseph Henry]] seorang peneliti yang berkontribusi besar terhadap ilmu tentang magnetisme. 1&nbsp;H = 1&nbsp;[[weber (unit)|Wb]]/[[ampere|A]].


Baris 14: Baris 16:


== Jenis ==
== Jenis ==
Induktansi ada dua jenis, yaitu [[Induktansi diri|induktansi sendiri]] dan induktansi bersama. Induktansi diri terbentuk sebagai sifat dari [[rangkaian listrik]] yang memunculkan nilai tegangan listrik yang sebanding dengan nilai arus listrik yang mengalir. Sedangkan induktansi bersama adalah perubahan nilai tegangan listrik akibat dari perubahan arus listrik yang terjadi di luar rangkaian listrik.
Induktansi ada dua jenis, yaitu [[Induktansi diri|induktansi sendiri]] dan induktansi bersama. Induktansi diri terbentuk sebagai sifat dari [[rangkaian listrik]] yang memunculkan nilai tegangan listrik yang sebanding dengan nilai arus listrik yang mengalir. Sedangkan induktansi bersama adalah perubahan nilai tegangan listrik akibat dari perubahan arus listrik yang terjadi di luar rangkaian listrik.<ref>Puriyanto, R. D., dan Rosyady, P. A. [https://www.google.co.id/books/edition/Dasar_Dasar_Pengukuran_Besaran_Listrik/RnIyEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Besaran+listrik&printsec=frontcover Dasar-Dasar Pengukuran Besaran Listrik]. UAD Press. 2021. hlm. 9. ISBN 978-602-0737-44-7.</ref>


== Penerapan Persamaan Maxwell untuk induktansi ==
== Penerapan Persamaan Maxwell untuk induktansi ==
Baris 26: Baris 28:


== Induktansi dan Energi Medan Magnet ==
== Induktansi dan Energi Medan Magnet ==
Dengan mengalikan persamaan ''v<sub>m</sub>'' di atas dengan ''i<sub>m</sub>dt'' dan menjumlahkan untuk semua ''m'' maka kita dapatkan energi yang di transfer sistem ini dalam satu satuan waktu ''dt'',
Dengan mengalikan persamaan ''v<sub>m</sub>'' di atas dengan ''i<sub>m</sub>dt'' dan menjumlahkan untuk semua ''m'' maka kita dapatkan energi yang di transfer sistem ini dalam satu satuan waktu ''dt'',
:<math>\displaystyle
:<math>\displaystyle
Baris 32: Baris 33:
\overset{!}{=}\sum\limits_{n=1}^{K}\frac{\partial W\left( i\right) }{\partial i_{n}}di_{n}.</math>
\overset{!}{=}\sum\limits_{n=1}^{K}\frac{\partial W\left( i\right) }{\partial i_{n}}di_{n}.</math>


Hal ini harus tetap sesuai dengan perubahan energi medan magnet ''W'' yang ditimbulkan oleh arus listrik. Integritas
Hal ini harus tetap sesuai dengan perubahan energi medan magnet ''W'' yang ditimbulkan oleh arus listrik.<ref>The kinetic energy of the drifting electrons is many orders of magnitude smaller than W, except for nanowires.</ref> Integritas
:<math>\displaystyle\partial ^{2}W/\partial i_{m}\partial i_{n}=\partial ^{2}W/\partial i_{n}\partial i_{m}</math>
:<math>\displaystyle\partial ^{2}W/\partial i_{m}\partial i_{n}=\partial ^{2}W/\partial i_{n}\partial i_{m}</math>
mengharuskan ''L<sub>m,n</sub>=L<sub>n,m</sub>''. Sehingga ''L<sub>m,n</sub>'' harus merupakan matriks simetris.
mengharuskan ''L<sub>m,n</sub>=L<sub>n,m</sub>''. Sehingga ''L<sub>m,n</sub>'' harus merupakan matriks simetris.
Baris 41: Baris 42:


== Induktor yang Berpasangan (Kopling Induktor) ==
== Induktor yang Berpasangan (Kopling Induktor) ==
Dua garis vertikal di antara induktor menunjukkan ''inti padat'' yang mana pada inti ini kawat lilitan induktor dililitkan. "n:m" menunjukkan perbandingan jumlah lilitan antara induktor sebelah kiri dengan yang sebelah kanan. Gambar ini juga menunjukkan [[konvensi titik]].]]
Dua garis vertikal di antara induktor menunjukkan ''inti padat'' yang mana pada inti ini kawat lilitan induktor dililitkan. "n:m" menunjukkan perbandingan jumlah lilitan antara induktor sebelah kiri dengan yang sebelah kanan. Gambar ini juga menunjukkan [[konvensi titik]].]]


Baris 73: Baris 72:
:''M'' adalah nilai induktansi bersama.
:''M'' adalah nilai induktansi bersama.


Tanda minus muncul karena menurut konvensi titik, kedua arus yang mengalir pada masing-masing induktor saling berlawanan arah.
Tanda minus muncul karena menurut konvensi titik, kedua arus yang mengalir pada masing-masing induktor saling berlawanan arah.<ref>Mahmood Nahvi, Joseph Edminister. [http://books.google.com/?id=nrxT9Qjguk8C&pg=PA338 Schaum's outline of theory and problems of electric circuits]. McGraw-Hill Professional. 2002. hlm. 338. ISBN 0071393072.</ref>


Jika suatu induktor dipasangkan secara berdekatan dengan induktor lain dengan menggunakan prinsip induktansi bersama, seperti dalam [[transformer]], maka tegangan, arus, dan jumlah lilitan dapat dihubungkan sebagai berikut:
Jika suatu induktor dipasangkan secara berdekatan dengan induktor lain dengan menggunakan prinsip induktansi bersama, seperti dalam [[transformer]], maka tegangan, arus, dan jumlah lilitan dapat dihubungkan sebagai berikut:
Baris 102: Baris 101:
=== Induktansi bersama ===
=== Induktansi bersama ===
Induktansi bersama dalam rangkaian kumparan ''i'' kepada rangkaian ''j'' dinyatakan dalam integral ganda ''Rumus Neumann''
Induktansi bersama dalam rangkaian kumparan ''i'' kepada rangkaian ''j'' dinyatakan dalam integral ganda ''Rumus Neumann''
:<math> M_{ij} = \frac{\mu_0}{4\pi} \oint_{C_i}\oint_{C_j} \frac{d\mathbf{x}_i\cdot d\mathbf{x}_j} </math>
:<math> M_{ij} = \frac{\mu_0}{4\pi} \oint_{C_i}\oint_{C_j} \frac{d\mathbf{x}_i\cdot d\mathbf{x}_j}{|\mathbf{x}_{i}-\mathbf{x}_{j}|} </math>
Simbol μ<sub>0</sub> menunjukkan[[konstanta magnetik]] (4π×10<sup>−7</sup> H/m), 'C''<sub>i</sub> dan ''C''<sub>j</sub> adalah panjang kawat, |'''''x'''''<sub>i</sub>-'''''x'''''<sub>j</sub>| adalah jarak antara dua induktor.
Simbol μ<sub>0</sub> menunjukkan[[konstanta magnetik]] (4π×10<sup>−7</sup> H/m), 'C''<sub>i</sub> dan ''C''<sub>j</sub> adalah panjang kawat, |'''''x'''''<sub>i</sub>-'''''x'''''<sub>j</sub>| adalah jarak antara dua induktor.


=== Induktansi sendiri ===
=== Induktansi sendiri ===
Pada dasarnya induktansi sendiri dari kumparan kawat dapat dinyatakan pula dengan persamaan di atas dengan menganggap ''i''=''j''. Masalahnya, ''1''/|'''''x'''''-'''''x''''''| menjadi tidak terdefinisi, sehingga perlu menyatakan penampang ''a'' sebagai penampang kawat dan memperhatikan pula distribusi arus pada kawat tersebut. Sehingga ada integral untuk semua titik di mana |'''''x'''''-'''''x''''''| ≥ ''a''/2,
Pada dasarnya induktansi sendiri dari kumparan kawat dapat dinyatakan pula dengan persamaan di atas dengan menganggap ''i''=''j''. Masalahnya, ''1''/|'''''x'''''-'''''x''''''| menjadi tidak terdefinisi, sehingga perlu menyatakan penampang ''a'' sebagai penampang kawat dan memperhatikan pula distribusi arus pada kawat tersebut. Sehingga ada integral untuk semua titik di mana |'''''x'''''-'''''x''''''| ≥ ''a''/2,<ref>R. Dengler. ''Self inductance of a wire loop as a curve integral''. ''Advanced Electromagnetics''. 2016. Vol. 5 (1). hlm. 1-8. doi:10.7716/aem.v5i1.331.</ref>
:<math> M_{ii} = L \approx \left (\frac{\mu_0}{4\pi} \oint_{C}\oint_{C'} \frac{d\mathbf{x}\cdot d\mathbf{x}'}\right )_{|\mathbf{x}-\mathbf{x'}| \ge a/2}
:<math> M_{ii} = L \approx \left (\frac{\mu_0}{4\pi} \oint_{C}\oint_{C'} \frac{d\mathbf{x}\cdot d\mathbf{x}'}{|\mathbf{x}-\mathbf{x'}|}\right )_{|\mathbf{x}-\mathbf{x'}| \ge a/2}
+ \frac{\mu_0}{4\pi}lY</math>
+ \frac{\mu_0}{4\pi}lY</math>


Baris 113: Baris 112:


=== Hubungan induktansi dan kapasitansi ===
=== Hubungan induktansi dan kapasitansi ===
Induktansi per satuan panjang L' dan [[kapasitansi]] per satuan panjang C' saling berhubungan dalam beberapa kasus [[jalur transmisi]] yang terdiri dari dua konduktor sempurna yang saling sejajar,
Induktansi per satuan panjang L' dan [[kapasitansi]] per satuan panjang C' saling berhubungan dalam beberapa kasus [[jalur transmisi]] yang terdiri dari dua konduktor sempurna yang saling sejajar,<ref>J. D. Jackson. [https://archive.org/details/classicalelectro00jack_0 Classical Electrodynamics]. Wiley. 1975. hlm. [https://archive.org/details/classicalelectro00jack_0/page/262 262].</ref>
:<math>\displaystyle L'C'={\varepsilon \mu}.</math>
:<math>\displaystyle L'C'={\varepsilon \mu}.</math>


Baris 123: Baris 122:
* [[Induktor]]
* [[Induktor]]
* [[Transformator]]
* [[Transformator]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
# http://putrajagad-physics.blogspot.com/2009/12/induktansi.html
# http://putrajagad-physics.blogspot.com/2009/12/induktansi.html


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induktansi&oldid=28478004 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28478004 (2025-11-14T05:57:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induktansi&oldid=28478004 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28478004 (2025-11-14T05:57:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.02

Faraday-Millikan-Gale-1913

Induktansi adalah sifat dari rangkaian elektronika yang menyebabkan timbulnya potensial listrik secara proporsional terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini disebut sebagai induktansi sendiri, sedangkan apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian ditimbulkan oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai induktansi bersama.

Definisi kuantitatif dari induktansi sendiri (simbol: L) adalah:v=Ldidt di mana v adalah GGL yang ditimbulkan dalam volt dan i adalah arus listrik dalam ampere. Bentuk paling sederhana dari rumus tersebut terjadi ketika arus konstan sehingga tidak ada GGL yang dihasilkan atau ketika arus berubah secara konstan (linier) sehingga GGL yang dihasilkan konstan (tidak berubah-ubah).

Istilah 'induktansi' sendiri pertama kali digunakan oleh Oliver Heavside pada Februari 1886.[1] Sedang penggunaan simbol L kemungkinan ditujukan sebagai penghormatan kepada Heinrich Lenz, seorang fisikawan ternama.[2][3] Satuan induktansi dalam Satuan Internasional adalah weber per ampere atau dikenal pula sebagai henry (H), untuk menghormati Joseph Henry seorang peneliti yang berkontribusi besar terhadap ilmu tentang magnetisme. 1 H = 1 Wb/A.

Induktansi muncul karena adanya medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik (dijelaskan oleh Hukum Ampere). Supaya suatu rangkaian elektronika mempunyai nilai induktansi, sebuah komponen bernama induktor digunakan di dalam rangkaian tersebut, induktor umumnya berupa kumparan kabel/tembaga untuk memusatkan medan magnet dan memanfaatkan GGL yang dihasilkannya.

Bentuk umum dari K buah rangkaian dengan arus im dan tegangan vm adalah

vm=n=1KLm,ndindt.

Koefisien L yang digunakan pada rumus di atas merupakan matriks simetris, rumus tersebut berlaku selama tidak menggunakan bahan yang bisa menjadi magnet, jika tidak maka besaran L merupakan fungsi dari besaran arus (induktansi non-linier).

Jenis

Induktansi ada dua jenis, yaitu induktansi sendiri dan induktansi bersama. Induktansi diri terbentuk sebagai sifat dari rangkaian listrik yang memunculkan nilai tegangan listrik yang sebanding dengan nilai arus listrik yang mengalir. Sedangkan induktansi bersama adalah perubahan nilai tegangan listrik akibat dari perubahan arus listrik yang terjadi di luar rangkaian listrik.[4]

Penerapan Persamaan Maxwell untuk induktansi

Rumus umum di atas merupakan penerapan dari Persamaan Maxwell jika rangkaian tersebut menggunakan kabel tipis.

Misal suatu rangkaian yang terdiri dari K buah kumparan kabel, masing-masing terdiri dari satu atau beberapa lilitan. Fluks magnetik yang timbul akan terangkai sebesar

NmΦm=n=1KLm,nin.

Di mana Nm merupakan jumlah lilitan dalam kumparan m, Φm adalah fluks magnetik yang melalui kumparan, dan Lm,n adalah konstanta. Persamaan ini diturunkan dari Hukum Ampere—medan magnet dan fluks magnetik merupakan fungsi linier dari arus listrik. Dengan menggunakan Hukum Faraday dapat diperoleh

vm=NmdΦmdt=n=1KLm,ndindt,

di mana vm merupakan GGL yang terinduksi dalam rangkaian m. Rumus tersebut sesuai dengan definisi di atas bahwa koefisien Lm,n dapat diidentifikasi sebagai koefisien induktansi. Karena seluruh arus Nnin berperan menimbulkan fluks Φm, dapat pula dimengerti bahwa Lm,n sebanding dengan perkalian jumlah lilitan NmNn.

Induktansi dan Energi Medan Magnet

Dengan mengalikan persamaan vm di atas dengan imdt dan menjumlahkan untuk semua m maka kita dapatkan energi yang di transfer sistem ini dalam satu satuan waktu dt,

mKimvmdt=m,n=1KimLm,ndin=!n=1KW(i)indin.

Hal ini harus tetap sesuai dengan perubahan energi medan magnet W yang ditimbulkan oleh arus listrik.[5] Integritas

2W/imin=2W/inim

mengharuskan Lm,n=Ln,m. Sehingga Lm,n harus merupakan matriks simetris.

Integral dari energi yang ditransfer adalah energi medan magnet sebagai fungsi dari arus,

W(i)=12m,n=1KimLm,nin.

Persamaan ini juga merupakan konsekuensi dari linearitas Persamaan Maxwell. Supaya mudah mengingat perlu diperhatikan bahwa perubahan arus listrik berhubungan langsung dengan perubahan energi medan magnet. Energi ini memerlukan sumber tegangan (jika negatif, energi diambil) atau menghasilkan tegangan (jika energi positif, disalurkan). Analoginya dalam energi mekanis untuk K = 1 dengan energi medan magnetik (1/2)Li2 adalah sebuah benda dengan masa M, dengan laju u dan energi kinetiknya (1/2)Mu2. Energi dari perubahan laju (dalam hal elektronika, arus listrik) dikalikan masa benda (induktansi) diperoleh dari gaya (jika energi kinetik bertambah) atau menghasilkan gaya (jika energi kinetik berkurang).

Induktor yang Berpasangan (Kopling Induktor)

Dua garis vertikal di antara induktor menunjukkan inti padat yang mana pada inti ini kawat lilitan induktor dililitkan. "n:m" menunjukkan perbandingan jumlah lilitan antara induktor sebelah kiri dengan yang sebelah kanan. Gambar ini juga menunjukkan konvensi titik.]]

Induktansi bersama muncul ketika perubahan arus dalam satu induktor menginduksi (memengaruhi) timbulnya GGL di induktor lain yang ada di dekatnya. Mekanisme ini merupakan dasar yang sangat penting dalam cara kerja transformer, tetapi kadang kala induksi bersama yang bisa terjadi antara konduktor yang berdekatan malah menjadi hal yang harus dihindari dalam suatu rangkaian.

Induktansi bersama, M, juga merupakan ukuran saling induksi antara dua buah induktor. Induktansi bersama oleh rangkaian i kepada rangkaian j dihitung menggunakan integral ganda Rumus Neumann.

Induktansi bersama memiliki hubungan persamaan:

M21=N1N2P21

di mana

M21 adalah nilai induktansi bersama, dan tanda 21 menunjukkan keterkaitan GGL yang terinduksi dalam kumparan 2 disebabkan oleh perubahan arus dalam kumparan 1.
N1 adalah jumlah lilitan pada kumparan 1,
N2 adalah jumlah lilitan pada kumparan 2,
P21 adalah permeansi ruang di mana fluks magnetik berada.

Induktansi bersama juga memiliki keterkaitan dengan koefisien kopling. Koefisien kopling bernilai antara 1 dan 0, koefisien kopling digunakan sebagai indikator keterkaitan antara induktor yang dipasangkan (dikopling).

M=kL1L2

di mana

k adalah koefisien kopling dan 0 ≤ k ≤ 1,
L1 adalah nilai induktansi kumparan pertama, dan
L2 adalah nilai induktansi kumparan kedua.

Jika nilai induktansi bersama, M, sudah diketahui, maka nilai ini dapat digunakan untuk memprediksi sifat dari suatu rangkaian:

V1=L1dI1dtMdI2dt

di mana

V1 adalah tegangan dalam induktor yang dihitung,
L1 adalah induktansi dalam induktor yang dihitung,
dI1/dt adalah arus (diturunkan atas waktu) yang mengalir dalam induktor yang dihitung,
dI2/dt adalah arus (diturunkan atas waktu) yang mengalir dalam induktor yang dikopling (diinduksi oleh induktor pertama), dan
M adalah nilai induktansi bersama.

Tanda minus muncul karena menurut konvensi titik, kedua arus yang mengalir pada masing-masing induktor saling berlawanan arah.[6]

Jika suatu induktor dipasangkan secara berdekatan dengan induktor lain dengan menggunakan prinsip induktansi bersama, seperti dalam transformer, maka tegangan, arus, dan jumlah lilitan dapat dihubungkan sebagai berikut:

Vs=NsNpVp

di mana

Vs adalah tegangan pada induktor sekunder,
Vp adalah tegangan pada induktor primer (yaitu yang terhubung dengan sumber listrik),
Ns adalah jumlah lilitan pada induktor sekunder, dan
Np adalah jumlah lilitan pada induktor primer.

Begitu pula untuk arus:

Is=NpNsIp

di mana

Is adalah arus yang mengalir dalam induktor sekunder,
Ip adalah arus yang mengalir dalam induktor sekunder (yaitu yang terhubung dengan sumber listrik),
Ns adalah jumlah lilitan pada induktor sekunder, dan
Np adalah jumlah lilitan pada induktor primer.

Perlu diperhatikan bahwa daya dari kedua induktor tersebut adalah sama. Juga persamaan di atas tidak berlaku jika kedua induktor memiliki sumber energi sendiri-sendiri (keduanya induktor primer).

Jika kedua sisi transformer merupakan rangkaian LC yang mana frekuensi tegangan menjadi penting, nilai induktansi bersama antara dua lilitan ini menentukan bentuk dari kurva renspon frekuensi. Walaupun batas-batas nilai indutansi bersama ini tidak didefinisikan, tetapi sering disebut sebagai loose-coupling, critical-coupling, dan over-coupling. Jika rangkaian tersebut melalui transformer yang loose-coupling, bandwidth-nya akan sempit. Ketika nilai induktansi bersama ditingkatkan, bandwidth-nya ikut naik pula. Ketika nilai induktansi bersama telah melampaui titik kritis, respon bandwidth akan mulai menurun, frekuensi-frekuensi tengah akan teratuentasi lebih dibanding frekuensi-frekuensi samping. Kondisi ini disebut over-coupling.

Rumus Perhitungan

Umumnya, induktansi dapat dihitung menggunakan persamaan Maxwell. Pada banyak skenario perhitungan dapat disederhanakan dari persamaan Maxwell. Jika menginginkan induksi dengan arus berfrekuensi tinggi, dengan efek kulit, arus listrik dan medan magnet pada permukaan konduktor dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Laplace. Walaupun konduktor yang digunakan adalah kawat tipis, induktansi sendiri masih bergantung pada jari-jari penampang kawat dan distribusi arus dalam kawat tersebut. Distribusi arus ini rata-rata konstan (pada permukaan atau badan kawat) untuk kawat tipis.

Induktansi bersama

Induktansi bersama dalam rangkaian kumparan i kepada rangkaian j dinyatakan dalam integral ganda Rumus Neumann

Mij=μ04πCiCjd𝐱id𝐱j|𝐱i𝐱j|

Simbol μ0 menunjukkankonstanta magnetik (4π×10−7 H/m), 'Ci dan Cj adalah panjang kawat, |xi-xj| adalah jarak antara dua induktor.

Induktansi sendiri

Pada dasarnya induktansi sendiri dari kumparan kawat dapat dinyatakan pula dengan persamaan di atas dengan menganggap i=j. Masalahnya, 1/|x-x'| menjadi tidak terdefinisi, sehingga perlu menyatakan penampang a sebagai penampang kawat dan memperhatikan pula distribusi arus pada kawat tersebut. Sehingga ada integral untuk semua titik di mana |x-x'| ≥ a/2,[7]

Mii=L(μ04πCCd𝐱d𝐱|𝐱𝐱|)|𝐱𝐱|a/2+μ04πlY

Disini a dan l menunjukkan jari-jari penampang kawat dan panjang kawat, dan Y adalah konstanta yang tergantung pada distribusi arus dalam kawat: Y = 0 ketika arus mengalir pada permukaan kawat (efek kulit), Y = 1/2 ketika arus tersebar rata dalam kawat. Nilai-nilai ini hanya perkiraan tetapi cukup akurat jika kawat yang dipergunakan tipis dan panjang.

Hubungan induktansi dan kapasitansi

Induktansi per satuan panjang L' dan kapasitansi per satuan panjang C' saling berhubungan dalam beberapa kasus jalur transmisi yang terdiri dari dua konduktor sempurna yang saling sejajar,[8]

LC=εμ.

Disini ε dan µ mewakili konstanta dielektik dan konstanta permeabilitas magnetik milik konduktor yang digunakan. Dalam hal ini tidak ada arus listrik dan medan magnet di dalam konduktor (efek kulit murni, frekuensi tinggi). Arus mengalir dari satu jalur menuju jalur yang lain. Kecepatan propagasi sinyal sejalan dengan kecepatan propagasi gelombang elektromagnetik.

Lihat pula

Pranala luar

  1. http://putrajagad-physics.blogspot.com/2009/12/induktansi.html

Referensi

  1. Heaviside, O. Electrician. Feb. 12, 1886, p. 271. See reprint
  2. Glenn Elert. The Physics Hypertextbook: Inductance. 1998-2008.
  3. Michael W. Davidson. Molecular Expressions: Electricity and Magnetism Introduction: Inductance. 1995-2008.
  4. Puriyanto, R. D., dan Rosyady, P. A. Dasar-Dasar Pengukuran Besaran Listrik. UAD Press. 2021. hlm. 9. ISBN 978-602-0737-44-7.
  5. The kinetic energy of the drifting electrons is many orders of magnitude smaller than W, except for nanowires.
  6. Mahmood Nahvi, Joseph Edminister. Schaum's outline of theory and problems of electric circuits. McGraw-Hill Professional. 2002. hlm. 338. ISBN 0071393072.
  7. R. Dengler. Self inductance of a wire loop as a curve integral. Advanced Electromagnetics. 2016. Vol. 5 (1). hlm. 1-8. doi:10.7716/aem.v5i1.331.
  8. J. D. Jackson. Classical Electrodynamics. Wiley. 1975. hlm. 262.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28478004 (2025-11-14T05:57:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.