Lompat ke isi

Positron: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29578119; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:PositronDiscovery.jpg|thumb|right|280px|PositronDiscovery]]
'''Positron''' atau '''anti elektron''' adalah [[antipartikel]] atau [[antimateri]] dari [[elektron]]. Positron memiliki [[muatan listrik]] sebesar +1e, [[spin]] ½, dan memiliki massa sama seperti [[elektron]]. Ketika positron berenergi rendah bertumbukan dengan elektron energi rendah, pemusnahan terjadi, yang menghasilkan foton sinar gamma.
'''Positron''' atau '''anti elektron''' adalah [[antipartikel]] atau [[antimateri]] dari [[elektron]]. Positron memiliki [[muatan listrik]] sebesar +1e, [[spin]] ½, dan memiliki massa sama seperti [[elektron]]. Ketika positron berenergi rendah bertumbukan dengan elektron energi rendah, pemusnahan terjadi, yang menghasilkan foton sinar gamma.


Baris 4: Baris 6:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pada tahun 1928, [[Paul Dirac]] memublikasikan makalah yang mengusulkan bahwa elektron dapat memiliki dua muatan positif dan energi negatif. Makalah ini berisi [[Persamaan Dirac]], perpaduan antara mekanika kuantum, [[relativitas khusus]], dan kemudian konsep baru spin elektron untuk menjelaskan [[efek Zeeman]]. Makalah tersebut tidak memprediksi kehadiran partikel baru, tetapi memungkinkan elektron untuk memiliki energi positif atau negatif sebagai solusi. Solusi energi positif menjelaskan hasil percobaan, tetapi Dirac dibingungkan dengan berlaku persamaan penyetaraan solusi energi-negatif bahwa dalam model matematika diperbolehkan. Sedangkan dalam mekanika kuantum tidak di izinkan solusi energi negatif hanya diabaikan begitu saja. sebagaimana mekanika klasik sering dilakukan dalam persamaan tersebut.
Pada tahun 1928, [[Paul Dirac]] memublikasikan makalah<ref>P. A. M. Dirac. [http://rspa.royalsocietypublishing.org/content/117/778/610.full.pdf The quantum theory of the electron].</ref> yang mengusulkan bahwa elektron dapat memiliki dua muatan positif dan energi negatif. Makalah ini berisi [[Persamaan Dirac]], perpaduan antara mekanika kuantum, [[relativitas khusus]], dan kemudian konsep baru spin elektron untuk menjelaskan [[efek Zeeman]]. Makalah tersebut tidak memprediksi kehadiran partikel baru, tetapi memungkinkan elektron untuk memiliki energi positif atau negatif sebagai solusi. Solusi energi positif menjelaskan hasil percobaan, tetapi Dirac dibingungkan dengan berlaku persamaan penyetaraan solusi energi-negatif bahwa dalam model matematika diperbolehkan. Sedangkan dalam mekanika kuantum tidak di izinkan solusi energi negatif hanya diabaikan begitu saja. sebagaimana mekanika klasik sering dilakukan dalam persamaan tersebut.


=== Penemuan ===
=== Penemuan ===
[[Dmitri Skobeltsyn]] pertama kali mengamati positron pada tahun 1929. Sambil menggunakan bilik awan Wilson berusaha untuk mendeteksi [[radiasi gamma]] di [[sinar kosmik]]. Skobeltsyn mendeteksi keberadaan partikel yang memiliki sifat seperti elektron tetapi dilengkungkan ke arah yang berlawanan dalam penerapan medan magnetik.
[[Dmitri Skobeltsyn]] pertama kali mengamati positron pada tahun 1929.<ref>Frank Close. ''Antimatter''. Oxford University Press. hlm. 50–52. ISBN 978-0-19-955016-6.</ref><ref>[http://books.google.com/books?id=lF4OAAAAQAAJ&pg=PA660 general chemistry]. Taylor & Francis. 1943. hlm. 660.</ref> Sambil menggunakan bilik awan Wilson<ref>Eugene Cowan. ''The Picture That Was Not Reversed''. ''Engineering & Science''. 1982. Vol. 46 (2). hlm. 6–28.</ref> berusaha untuk mendeteksi [[radiasi gamma]] di [[sinar kosmik]]. Skobeltsyn mendeteksi keberadaan partikel yang memiliki sifat seperti elektron tetapi dilengkungkan ke arah yang berlawanan dalam penerapan medan magnetik.<ref>[http://books.google.com/books?id=lF4OAAAAQAAJ&pg=PA660 general chemistry]. Taylor & Francis. 1943. hlm. 660.</ref>


Demikian juga, pada tahun 1929 [[Chung-Yao Chao]], seorang mahasiswa pascasarjana di [[Caltech]], memperhatikan beberapa hasil anomali yang mengindikasikan partikel berperilaku mirip elektron, tetapi dengan muatan positif, meskipun hasilnya tidak meyakinkan dan fenomena ini tidak dapat dijelaskan.
Demikian juga, pada tahun 1929 [[Chung-Yao Chao]], seorang mahasiswa pascasarjana di [[Caltech]], memperhatikan beberapa hasil anomali yang mengindikasikan partikel berperilaku mirip elektron, tetapi dengan muatan positif, meskipun hasilnya tidak meyakinkan dan fenomena ini tidak dapat dijelaskan.<ref>Jagdish Mehra, Helmut Rechenberg. [http://books.google.com/?id=9l61Dy9FBfYC&pg=PA804&lpg=PA804&dq=Chung-Yao+Chao+positron&q=Chung-Yao%20Chao%20positron The Historical Development of Quantum Theory, Volume 6: The Completion of. Quantum Mechanics 1926–1941]. Springer. 2000. hlm. 804. ISBN 978-0-387-95175-1.</ref>


[[Carl D. Anderson]] menemukan positron pada 2 Agustus 1932, yang ia menangkan dalam [[Penghargaan Nobel Fisika]] pada tahun 1936. Anderson tidak menciptakan istilah kata '''''positron''''', tetapi mengizinkannya atas saran penyunting jurnal ''[[Physical Review]]'', tempat ia mengirimkan makalah penemuannya pada akhir tahun 1932. Positron merupakan bukti pertama dari eksistensi [[antimateri]] dan ditemukan ketika Anderson memungkinkan sinar kosmik untuk melewati bilik awan dan piring timbal. Sebuah magnet dikelilingi alat ini, menyebabkan partikel untuk membengkok ke arah yang berbeda berdasarkan muatan listrik mereka. Jejak ion tertinggal oleh masing-masing positron yang muncul di pelat fotografi dengan kelengkungan yang cocok dengan rasio massa terhadap muatan elektron, tetapi dengan arah yang bermuatan positif.
[[Carl D. Anderson]] menemukan positron pada 2 Agustus 1932,<ref>Carl D. Anderson. [https://archive.org/details/sim_physical-review_1933-03-15_43_6/page/491 The Positive Electron]. ''Physical Review''. 1933. Vol. 43 (6). hlm. 491–494. doi:10.1103/PhysRev.43.491.</ref> yang ia menangkan dalam [[Penghargaan Nobel Fisika]] pada tahun 1936.<ref>[http://nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1936/index.html The Nobel Prize in Physics 1936].</ref> Anderson tidak menciptakan istilah kata '''''positron''''', tetapi mengizinkannya atas saran penyunting jurnal ''[[Physical Review]]'', tempat ia mengirimkan makalah penemuannya pada akhir tahun 1932. Positron merupakan bukti pertama dari eksistensi [[antimateri]] dan ditemukan ketika Anderson memungkinkan sinar kosmik untuk melewati bilik awan dan piring timbal. Sebuah magnet dikelilingi alat ini, menyebabkan partikel untuk membengkok ke arah yang berbeda berdasarkan muatan listrik mereka. Jejak ion tertinggal oleh masing-masing positron yang muncul di pelat fotografi dengan kelengkungan yang cocok dengan rasio massa terhadap muatan elektron, tetapi dengan arah yang bermuatan positif.<ref>GILMER, PENNY J. [http://www.chem.fsu.edu/~gilmer/PDFs/Ch%202_Irene_Curie_Penny_Gilmer_6-19-11_pg_mh.pdf IRÈNE JOLIOT-CURIE, A NOBEL LAUREATE IN ARTIFICIAL RADIOACTIVITY]. 19 July 2011. hlm. 8.</ref>


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Beberapa jenis eksperimen [[pemercepat partikel]] yang melibatkan tabrakan positron dan elektron pada kecepatan relativistik. Energi tinggi dan pemusnahan dari [[materi]]/[[antimateri]] yang berlawanan menghasilkan pancaran partikel subatomik yang beragam.
Beberapa jenis eksperimen [[pemercepat partikel]] yang melibatkan tabrakan positron dan elektron pada kecepatan relativistik. Energi tinggi dan pemusnahan dari [[materi]]/[[antimateri]] yang berlawanan menghasilkan pancaran partikel subatomik yang beragam.


Sinar gamma, dipancarkan secara tidak langsung oleh emisi radionuklida positron, yang terdeteksi oleh pemindai [[tomografi emisi positron]] (PET) digunakan di dalam rumah sakit. pemindai PET menghasilkan gambar 3 dimensi aktivitas metabolisme dalam tubuh manusia secara mendetail.
Sinar gamma, dipancarkan secara tidak langsung oleh emisi radionuklida positron, yang terdeteksi oleh pemindai [[tomografi emisi positron]] (PET) digunakan di dalam rumah sakit. pemindai PET menghasilkan gambar 3 dimensi aktivitas metabolisme dalam tubuh manusia secara mendetail.<ref>[http://www.stolaf.edu/academics/positron/intro.htm Introduction to Positron Research]. ''St. Olaf College''.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
Baris 29: Baris 30:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
== Referensi Lainnya ==
== Referensi Lainnya ==
* [http://www.positron.edu.au/faq.html Apakah Positron?]  (dari Frequently Asked Questions:: Pusat studi Antimateri-Materi)
* [http://www.positron.edu.au/faq.html Apakah Positron?]  (dari Frequently Asked Questions:: Pusat studi Antimateri-Materi)
* [http://discover.positron.edu.au Website mengenai positron dan antimateri]
* [http://discover.positron.edu.au Website mengenai positron dan antimateri]  
* [http://www-search.slac.stanford.edu:8765/query.html?qt=positron Pencarian informasi Positron di SLAC]
* [http://www-search.slac.stanford.edu:8765/query.html?qt=positron Pencarian informasi Positron di SLAC]  
* [http://positronannihilation.net Pemusnahan positron sebagai metode fisika eksperimental yang digunakan dalam penelitian material.]
* [http://positronannihilation.net Pemusnahan positron sebagai metode fisika eksperimental yang digunakan dalam penelitian material.]  
* [https://publicaffairs.llnl.gov/news/news_releases/2008/NR-08-11-03.html Metode produksi baru untuk menghasilkan jumlah besar positron]
* [https://publicaffairs.llnl.gov/news/news_releases/2008/NR-08-11-03.html Metode produksi baru untuk menghasilkan jumlah besar positron]  
* [http://www.como.polimi.it/positron Website tentang antimateri (positron, positronium and antihidrogen). Laboratorium positron, Como, Italy]
* [http://www.como.polimi.it/positron Website tentang antimateri (positron, positronium and antihidrogen). Laboratorium positron, Como, Italy]
* [http://aegis.web.cern.ch/aegis/home.html Website AEgIS: Percobaan Antimateri: Gravitasi, Interferometri, Spektroskopi, CERN]
* [http://aegis.web.cern.ch/aegis/home.html Website AEgIS: Percobaan Antimateri: Gravitasi, Interferometri, Spektroskopi, CERN]  
* [http://physics.aps.org/synopsis-for/10.1103/PhysRevLett.110.255002 Synopsis: Partikel akselrator] ... Metode baru untuk menghasilkan aliran elektron-positron.
* [http://physics.aps.org/synopsis-for/10.1103/PhysRevLett.110.255002 Synopsis: Partikel akselrator] ... Metode baru untuk menghasilkan aliran elektron-positron.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Positron&oldid=29578119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578119 (2026-08-14T17:20:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Positron&oldid=29578119 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578119 (2026-08-14T17:20:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.02

Berkas:PositronDiscovery.jpg
PositronDiscovery

Positron atau anti elektron adalah antipartikel atau antimateri dari elektron. Positron memiliki muatan listrik sebesar +1e, spin ½, dan memiliki massa sama seperti elektron. Ketika positron berenergi rendah bertumbukan dengan elektron energi rendah, pemusnahan terjadi, yang menghasilkan foton sinar gamma.

Positron dihasilkan dari emisi peluruhan radioaktif positron (melalui Interaksi lemah) atau melalui sepasang produksi dari foton yang berenergi.

Sejarah

Pada tahun 1928, Paul Dirac memublikasikan makalah[1] yang mengusulkan bahwa elektron dapat memiliki dua muatan positif dan energi negatif. Makalah ini berisi Persamaan Dirac, perpaduan antara mekanika kuantum, relativitas khusus, dan kemudian konsep baru spin elektron untuk menjelaskan efek Zeeman. Makalah tersebut tidak memprediksi kehadiran partikel baru, tetapi memungkinkan elektron untuk memiliki energi positif atau negatif sebagai solusi. Solusi energi positif menjelaskan hasil percobaan, tetapi Dirac dibingungkan dengan berlaku persamaan penyetaraan solusi energi-negatif bahwa dalam model matematika diperbolehkan. Sedangkan dalam mekanika kuantum tidak di izinkan solusi energi negatif hanya diabaikan begitu saja. sebagaimana mekanika klasik sering dilakukan dalam persamaan tersebut.

Penemuan

Dmitri Skobeltsyn pertama kali mengamati positron pada tahun 1929.[2][3] Sambil menggunakan bilik awan Wilson[4] berusaha untuk mendeteksi radiasi gamma di sinar kosmik. Skobeltsyn mendeteksi keberadaan partikel yang memiliki sifat seperti elektron tetapi dilengkungkan ke arah yang berlawanan dalam penerapan medan magnetik.[5]

Demikian juga, pada tahun 1929 Chung-Yao Chao, seorang mahasiswa pascasarjana di Caltech, memperhatikan beberapa hasil anomali yang mengindikasikan partikel berperilaku mirip elektron, tetapi dengan muatan positif, meskipun hasilnya tidak meyakinkan dan fenomena ini tidak dapat dijelaskan.[6]

Carl D. Anderson menemukan positron pada 2 Agustus 1932,[7] yang ia menangkan dalam Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1936.[8] Anderson tidak menciptakan istilah kata positron, tetapi mengizinkannya atas saran penyunting jurnal Physical Review, tempat ia mengirimkan makalah penemuannya pada akhir tahun 1932. Positron merupakan bukti pertama dari eksistensi antimateri dan ditemukan ketika Anderson memungkinkan sinar kosmik untuk melewati bilik awan dan piring timbal. Sebuah magnet dikelilingi alat ini, menyebabkan partikel untuk membengkok ke arah yang berbeda berdasarkan muatan listrik mereka. Jejak ion tertinggal oleh masing-masing positron yang muncul di pelat fotografi dengan kelengkungan yang cocok dengan rasio massa terhadap muatan elektron, tetapi dengan arah yang bermuatan positif.[9]

Aplikasi

Beberapa jenis eksperimen pemercepat partikel yang melibatkan tabrakan positron dan elektron pada kecepatan relativistik. Energi tinggi dan pemusnahan dari materi/antimateri yang berlawanan menghasilkan pancaran partikel subatomik yang beragam.

Sinar gamma, dipancarkan secara tidak langsung oleh emisi radionuklida positron, yang terdeteksi oleh pemindai tomografi emisi positron (PET) digunakan di dalam rumah sakit. pemindai PET menghasilkan gambar 3 dimensi aktivitas metabolisme dalam tubuh manusia secara mendetail.[10]

Lihat juga

Catatan

Referensi Lainnya

Referensi

  1. P. A. M. Dirac. The quantum theory of the electron.
  2. Frank Close. Antimatter. Oxford University Press. hlm. 50–52. ISBN 978-0-19-955016-6.
  3. general chemistry. Taylor & Francis. 1943. hlm. 660.
  4. Eugene Cowan. The Picture That Was Not Reversed. Engineering & Science. 1982. Vol. 46 (2). hlm. 6–28.
  5. general chemistry. Taylor & Francis. 1943. hlm. 660.
  6. Jagdish Mehra, Helmut Rechenberg. The Historical Development of Quantum Theory, Volume 6: The Completion of. Quantum Mechanics 1926–1941. Springer. 2000. hlm. 804. ISBN 978-0-387-95175-1.
  7. Carl D. Anderson. The Positive Electron. Physical Review. 1933. Vol. 43 (6). hlm. 491–494. doi:10.1103/PhysRev.43.491.
  8. The Nobel Prize in Physics 1936.
  9. GILMER, PENNY J. IRÈNE JOLIOT-CURIE, A NOBEL LAUREATE IN ARTIFICIAL RADIOACTIVITY. 19 July 2011. hlm. 8.
  10. Introduction to Positron Research. St. Olaf College.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29578119 (2026-08-14T17:20:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.