Lompat ke isi

Otak di dalam wadah: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28654557; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[filsafat]], '''otak di dalam wadah''' adalah skenario yang digunakan dalam berbagai [[eksperimen pikiran]] yang dimaksudkan untuk menarik fitur tertentu dari pemaknaan manusia tentang [[pengetahuan]], [[kenyataan]], [[kebenaran]], [[Budi|pikiran]], [[kesadaran]], dan [[Arti (filsafat bahasa)|makna]]. Skenario ini adalah inkarnasi modern dari eksperimen pikiran [[iblis jahat]] [[René Descartes]] yang diawali pertama kali oleh [[Gilbert Harman]]. Ditemukan dalam banyak cerita fiksi ilmiah, skenario ini menguraikan cerita di mana seorang [[ilmuwan gila]], mesin, atau entitas lain mungkin mengambil [[otak]] seseorang dari tubuhnya, menggantungnya dalam wadah berisi cairan penopang kehidupan, dan [[Antarmuka otak-komputer|menghubungkan neuronnya dengan kabel]] ke [[superkomputer]] yang akan memberikan [[Potensial aksi|impuls listrik]] yang identik dengan yang biasanya diterima otak. Komputer kemudian akan [[Realitas tiruan|mensimulasikan realitas]] (termasuk tanggapan yang sesuai untuk output otak itu sendiri) dan otak yang tanpa tubuh ini akan terus memiliki pengalaman sadar yang sangat normal, seperti yang dialami seseorang dengan otak yang memiliki tubuh, tetapi tanpa berhubungan dengan objek atau kejadian di dunia nyata.
[[File:Braininvat.jpg|thumb|right|280px|Otak dalam wadah yang percaya bahwa ia sedang berjalan]]
 
Dalam [[filsafat]], '''otak di dalam wadah''' adalah skenario yang digunakan dalam berbagai [[eksperimen pikiran]] yang dimaksudkan untuk menarik fitur tertentu dari pemaknaan manusia tentang [[pengetahuan]], [[kenyataan]], [[kebenaran]], [[Budi|pikiran]], [[kesadaran]], dan [[Arti (filsafat bahasa)|makna]]. Skenario ini adalah inkarnasi modern dari eksperimen pikiran [[iblis jahat]] [[René Descartes]] yang diawali pertama kali oleh [[Gilbert Harman]].<ref>Harman, Gilbert 1973: Thought, Princeton/NJ, p.5.</ref> Ditemukan dalam banyak cerita fiksi ilmiah, skenario ini menguraikan cerita di mana seorang [[ilmuwan gila]], mesin, atau entitas lain mungkin mengambil [[otak]] seseorang dari tubuhnya, menggantungnya dalam wadah berisi cairan penopang kehidupan, dan [[Antarmuka otak-komputer|menghubungkan neuronnya dengan kabel]] ke [[superkomputer]] yang akan memberikan [[Potensial aksi|impuls listrik]] yang identik dengan yang biasanya diterima otak.<ref>Hilary Putnam. [https://philosophy.as.uky.edu/sites/default/files/Brains%20in%20a%20Vat%20-%20Hilary%20Putnam.pdf Brains in a Vat].</ref> Komputer kemudian akan [[Realitas tiruan|mensimulasikan realitas]] (termasuk tanggapan yang sesuai untuk output otak itu sendiri) dan otak yang tanpa tubuh ini akan terus memiliki pengalaman sadar yang sangat normal, seperti yang dialami seseorang dengan otak yang memiliki tubuh, tetapi tanpa berhubungan dengan objek atau kejadian di dunia nyata.


== Penerapan ==
== Penerapan ==
Penggunaan skenario otak di dalam wadah yang paling sederhana adalah sebagai [[argumen]] untuk [[skeptisisme filosofis]] dan [[solipsisme]]. Versi sederhana dari skenario ini berjalan sebagai berikut: Karena otak dalam wadah memberi dan menerima impuls yang sama persis seperti jika berada di dalam tengkorak, dan karena ini adalah satu-satunya cara untuk berinteraksi dengan lingkungannya, maka tidaklah mungkin untuk menyatakan bahwa, dari perspektif otak itu, apakah ia sedang berada di dalam tengkorak atau di dalam wadah. Namun dalam kasus pertama, sebagian besar kepercayaan orang tersebut mungkin benar (jika mereka percaya, katakanlah, bahwa mereka sedang berjalan-jalan, atau makan [[es krim]]); dalam kasus terakhir, keyakinan mereka salah. Karena argumen tersebut mengatakan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui apakah ia adalah otak di dalam wadah, maka ia tidak dapat mengetahui apakah sebagian besar dari apa yang ia percayai mungkin sepenuhnya salah. Karena pada prinsipnya, tidak mungkin mengesampingkan diri sendiri sebagai otak di dalam wadah, tidak ada alasan yang baik untuk memercayai salah satu hal yang diyakini seseorang; argumen skeptis akan berpendapat bahwa seseorang pasti tidak dapat mengetahuinya, mengangkat masalah dengan [[definisi pengetahuan]]. Filsuf lain telah memanfaatkan sensasi dari skenario ini dan hubungannya dengan makna untuk mempertanyakan apakah otak di dalam wadah benar-benar tertipu sama sekali, sehingga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas mengenai [[persepsi]], [[metafisika]], dan [[Filsafat Bahasa|filsafat bahasa]].
Penggunaan skenario otak di dalam wadah yang paling sederhana adalah sebagai [[argumen]] untuk [[skeptisisme filosofis]]<ref>Peter Klein. [http://plato.stanford.edu/entries/skepticism/ Skepticism]. ''Stanford Encyclopedia of Philosophy''. 2 June 2015.</ref> dan [[solipsisme]]. Versi sederhana dari skenario ini berjalan sebagai berikut: Karena otak dalam wadah memberi dan menerima impuls yang sama persis seperti jika berada di dalam tengkorak, dan karena ini adalah satu-satunya cara untuk berinteraksi dengan lingkungannya, maka tidaklah mungkin untuk menyatakan bahwa, dari perspektif otak itu, apakah ia sedang berada di dalam tengkorak atau di dalam wadah. Namun dalam kasus pertama, sebagian besar kepercayaan orang tersebut mungkin benar (jika mereka percaya, katakanlah, bahwa mereka sedang berjalan-jalan, atau makan [[es krim]]); dalam kasus terakhir, keyakinan mereka salah. Karena argumen tersebut mengatakan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui apakah ia adalah otak di dalam wadah, maka ia tidak dapat mengetahui apakah sebagian besar dari apa yang ia percayai mungkin sepenuhnya salah. Karena pada prinsipnya, tidak mungkin mengesampingkan diri sendiri sebagai otak di dalam wadah, tidak ada alasan yang baik untuk memercayai salah satu hal yang diyakini seseorang; argumen skeptis akan berpendapat bahwa seseorang pasti tidak dapat mengetahuinya, mengangkat masalah dengan [[definisi pengetahuan]]. Filsuf lain telah memanfaatkan sensasi dari skenario ini dan hubungannya dengan makna untuk mempertanyakan apakah otak di dalam wadah benar-benar tertipu sama sekali,<ref>O.K. Bouwsma. [http://home.sandiego.edu/~baber/analytic/Bouwsma1949.pdf Descartes' Evil Genius]. ''The Philosophical Review''. 1949. Vol. 58 (2). hlm. 149–151. doi:10.2307/2181388.</ref> sehingga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas mengenai [[persepsi]], [[metafisika]], dan [[Filsafat Bahasa|filsafat bahasa]].


Otak di dalam wadah adalah versi kontemporer dari argumen yang diberikan dalam [[Maya (ilusi)|ilusi Maya]] budaya [[Agama Hindu|Hindu]], [[Perumpamaan gua Plato|Alegori Gua]] [[Plato]], " [[Zhuangzi]] [[Zhuangzi (buku)|bermimpi dia adalah kupu-kupu]] " karya Zhuangzi, dan [[iblis jahat]] dalam karya [[René Descartes]], ''[[Meditasi pada Filsafat Pertama|Meditations on First Philosophy]]''.
Otak di dalam wadah adalah versi kontemporer dari argumen yang diberikan dalam [[Maya (ilusi)|ilusi Maya]] budaya [[Agama Hindu|Hindu]], [[Perumpamaan gua Plato|Alegori Gua]] [[Plato]], " [[Zhuangzi]] [[Zhuangzi (buku)|bermimpi dia adalah kupu-kupu]] " karya Zhuangzi, dan [[iblis jahat]] dalam karya [[René Descartes]], ''[[Meditasi pada Filsafat Pertama|Meditations on First Philosophy]]''.


Baru-baru ini, banyak filsuf kontemporer percaya bahwa [[realitas virtual]] akan secara serius memengaruhi otonomi manusia sebagai bentuk otak di dalam wadah. Namun, pandangan lain menyebutkan bahwa VR tidak akan menghancurkan struktur kognitif kita atau mengambil koneksi kita dengan kenyataan. Sebaliknya, VR akan memungkinkan kita memiliki lebih banyak proposisi baru, wawasan baru, dan perspektif baru untuk melihat dunia.
Baru-baru ini, banyak filsuf kontemporer percaya bahwa [[realitas virtual]] akan secara serius memengaruhi otonomi manusia sebagai bentuk otak di dalam wadah. Namun, pandangan lain menyebutkan bahwa VR tidak akan menghancurkan struktur kognitif kita atau mengambil koneksi kita dengan kenyataan. Sebaliknya, VR akan memungkinkan kita memiliki lebih banyak proposisi baru, wawasan baru, dan perspektif baru untuk melihat dunia.<ref>Jon Cogburn. [http://link.springer.com/10.1007/s13347-013-0137-4 Against Brain-in-a-Vatism: On the Value of Virtual Reality]. ''Philosophy & Technology''. 2014. Vol. 27 (4). hlm. 561–579. doi:10.1007/s13347-013-0137-4.</ref>


== Dalam kisah fiksi ==
== Dalam kisah fiksi ==
*''[[Agents of S.H.I.E.L.D.]]'', musim 4
*''[[Agents of S.H.I.E.L.D.]]'', musim 4
*''[[Alita: Battle Angel]]''
*''[[Alita: Battle Angel]]''
Baris 22: Baris 23:
*''[[The City of Lost Children]]''
*''[[The City of Lost Children]]''
*''[[Cold Lazarus]]''
*''[[Cold Lazarus]]''
*''[[The Colossus of New York]]''
*''[[The Colossus of New York]]''<ref>[http://monsterhuntermoviereviews.com/2013/09/27/the-colossus-of-new-york-1958/ The Colossus of New York (1958)]. ''monsterhuntermoviereviews.com''. MonsterHunter. September 27, 2013. (with photo).</ref>
*''[[Dark Star (film)|Dark Star]]''
*''[[Dark Star (film)|Dark Star]]''
*''[[Donovan's Brain (film)|Donovan's Brain]]''
*''[[Donovan's Brain (film)|Donovan's Brain]]''
Baris 65: Baris 66:
*"[[White Christmas (Black Mirror)#Part II|White Christmas - Part II]]", sebuah episode dari ''[[Black Mirror]]''
*"[[White Christmas (Black Mirror)#Part II|White Christmas - Part II]]", sebuah episode dari ''[[Black Mirror]]''
*''[[World on a Wire]]''
*''[[World on a Wire]]''
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*
*
*
*
* [http://chaospet.com/281-meaty-mouths/ Inverse "brain in a vat"]
* [http://chaospet.com/281-meaty-mouths/ Inverse "brain in a vat"]
* [https://books.google.com/books?id=-7wANgqooB4C&pg=PA1 Putnam's discussion] of the "brains in a vat" in chapter one of <cite class="citation book cs1">Cambridge: [[Cambridge University Press]]. 1981. p.&nbsp;222. [[International Standard Book Number|ISBN]]&nbsp;<nowiki><bdi>978-0-52129776-9</bdi></nowiki>.</cite>
* [https://books.google.com/books?id=-7wANgqooB4C&pg=PA1 Putnam's discussion] of the "brains in a vat" in chapter one of <cite class="citation book cs1">Cambridge: [[Cambridge University Press]]. 1981. p.&nbsp;222. [[International Standard Book Number|ISBN]]&nbsp;<nowiki><bdi>978-0-52129776-9</bdi></nowiki>.</cite>
Baris 81: Baris 77:
* [https://dx.doi.org/10.1007/978-3-540-78317-6_3 ''Architecture for Neuronal Cell Control of a Mobile Robot'']
* [https://dx.doi.org/10.1007/978-3-540-78317-6_3 ''Architecture for Neuronal Cell Control of a Mobile Robot'']


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otak+di+dalam+wadah&oldid=28654557 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28654557 (2025-12-03T01:15:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otak+di+dalam+wadah&oldid=28654557 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28654557 (2025-12-03T01:15:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 26 Agustus 2026 09.04

Otak dalam wadah yang percaya bahwa ia sedang berjalan

Dalam filsafat, otak di dalam wadah adalah skenario yang digunakan dalam berbagai eksperimen pikiran yang dimaksudkan untuk menarik fitur tertentu dari pemaknaan manusia tentang pengetahuan, kenyataan, kebenaran, pikiran, kesadaran, dan makna. Skenario ini adalah inkarnasi modern dari eksperimen pikiran iblis jahat René Descartes yang diawali pertama kali oleh Gilbert Harman.[1] Ditemukan dalam banyak cerita fiksi ilmiah, skenario ini menguraikan cerita di mana seorang ilmuwan gila, mesin, atau entitas lain mungkin mengambil otak seseorang dari tubuhnya, menggantungnya dalam wadah berisi cairan penopang kehidupan, dan menghubungkan neuronnya dengan kabel ke superkomputer yang akan memberikan impuls listrik yang identik dengan yang biasanya diterima otak.[2] Komputer kemudian akan mensimulasikan realitas (termasuk tanggapan yang sesuai untuk output otak itu sendiri) dan otak yang tanpa tubuh ini akan terus memiliki pengalaman sadar yang sangat normal, seperti yang dialami seseorang dengan otak yang memiliki tubuh, tetapi tanpa berhubungan dengan objek atau kejadian di dunia nyata.

Penerapan

Penggunaan skenario otak di dalam wadah yang paling sederhana adalah sebagai argumen untuk skeptisisme filosofis[3] dan solipsisme. Versi sederhana dari skenario ini berjalan sebagai berikut: Karena otak dalam wadah memberi dan menerima impuls yang sama persis seperti jika berada di dalam tengkorak, dan karena ini adalah satu-satunya cara untuk berinteraksi dengan lingkungannya, maka tidaklah mungkin untuk menyatakan bahwa, dari perspektif otak itu, apakah ia sedang berada di dalam tengkorak atau di dalam wadah. Namun dalam kasus pertama, sebagian besar kepercayaan orang tersebut mungkin benar (jika mereka percaya, katakanlah, bahwa mereka sedang berjalan-jalan, atau makan es krim); dalam kasus terakhir, keyakinan mereka salah. Karena argumen tersebut mengatakan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui apakah ia adalah otak di dalam wadah, maka ia tidak dapat mengetahui apakah sebagian besar dari apa yang ia percayai mungkin sepenuhnya salah. Karena pada prinsipnya, tidak mungkin mengesampingkan diri sendiri sebagai otak di dalam wadah, tidak ada alasan yang baik untuk memercayai salah satu hal yang diyakini seseorang; argumen skeptis akan berpendapat bahwa seseorang pasti tidak dapat mengetahuinya, mengangkat masalah dengan definisi pengetahuan. Filsuf lain telah memanfaatkan sensasi dari skenario ini dan hubungannya dengan makna untuk mempertanyakan apakah otak di dalam wadah benar-benar tertipu sama sekali,[4] sehingga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas mengenai persepsi, metafisika, dan filsafat bahasa.

Otak di dalam wadah adalah versi kontemporer dari argumen yang diberikan dalam ilusi Maya budaya Hindu, Alegori Gua Plato, " Zhuangzi bermimpi dia adalah kupu-kupu " karya Zhuangzi, dan iblis jahat dalam karya René Descartes, Meditations on First Philosophy.

Baru-baru ini, banyak filsuf kontemporer percaya bahwa realitas virtual akan secara serius memengaruhi otonomi manusia sebagai bentuk otak di dalam wadah. Namun, pandangan lain menyebutkan bahwa VR tidak akan menghancurkan struktur kognitif kita atau mengambil koneksi kita dengan kenyataan. Sebaliknya, VR akan memungkinkan kita memiliki lebih banyak proposisi baru, wawasan baru, dan perspektif baru untuk melihat dunia.[5]

Dalam kisah fiksi

Pranala luar

Referensi

  1. Harman, Gilbert 1973: Thought, Princeton/NJ, p.5.
  2. Hilary Putnam. Brains in a Vat.
  3. Peter Klein. Skepticism. Stanford Encyclopedia of Philosophy. 2 June 2015.
  4. O.K. Bouwsma. Descartes' Evil Genius. The Philosophical Review. 1949. Vol. 58 (2). hlm. 149–151. doi:10.2307/2181388.
  5. Jon Cogburn. Against Brain-in-a-Vatism: On the Value of Virtual Reality. Philosophy & Technology. 2014. Vol. 27 (4). hlm. 561–579. doi:10.1007/s13347-013-0137-4.
  6. The Colossus of New York (1958). monsterhuntermoviereviews.com. MonsterHunter. September 27, 2013. (with photo).

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28654557 (2025-12-03T01:15:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.