Lompat ke isi

Halo (fenomena optis): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28984059; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
'''Halo''' (dari [[bahasa Yunani]] ) adalah [[fenomena optis]] berupa lingkaran [[cahaya]] di sekitar [[matahari]] dan [[bulan]], dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh [[kristal es]] pada [[awan cirrus]] (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas [[troposfer]]. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah [[kristal]] [[es]], cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk [[batang]] atau [[prisma]] sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek [[dispersi]] udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada [[pelangi]].
'''Halo''' (dari [[bahasa Yunani]] <ref>[http://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus:text:1999.04.0057:entry=a(/lws Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, ἅλως]. ''www.perseus.tufts.edu''.</ref>) adalah [[fenomena optis]] berupa lingkaran [[cahaya]] di sekitar [[matahari]] dan [[bulan]], dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh [[kristal es]] pada [[awan cirrus]] (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10&nbsp;km atau 3–6 mil di lapisan atas [[troposfer]]. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah [[kristal]] [[es]], cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk [[batang]] atau [[prisma]] sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek [[dispersi]] udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada [[pelangi]].


Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut [[debu berlian]]. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.
Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut [[debu berlian]]. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.


Sebelum ilmu [[meteorologi]] dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.
Sebelum ilmu [[meteorologi]] dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.<ref>[https://earthobservatory.nasa.gov/features/WxForecasting/wx2.php Weather Forecasting Through the Ages]. ''earthobservatory.nasa.gov''. 2002-02-25.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Penampakan halo telah tercatat sejak zaman dahulu. [[Penduduk Asli Amerika|Penduduk asli Amerika]] menggambarkan halo dalam [[petroglif]]. Di [[Tiongkok kuno]], seorang kaisar menulis sebuah buku bergambar tentang halo. Diyakini pula bahwa yang disebut sebagai 'mata [[Paganisme|pagan]]' dan obyek penyembahan [[Konstantinus Agung|Konstantin]] adalah fenomena penampakan halo yang dia saksikan pada 330 Masehi, sebagai tanda dari dewa Sol.<ref>Barbara Saylor Rodgers. [https://www.jstor.org/stable/44170618 CONSTANTINE'S PAGAN VISION]. ''Byzantion''. 1980. Vol. 50 (1). hlm. ;261.</ref><ref>Mila Zinkova. [https://rmets.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/wea.3237 Ice halos in weather lore and meteorology, and a rare halo display in San Francisco]. ''Weather''. 2018. Vol. 73 (8). hlm. 239. doi:10.1002/wea.3237.</ref>


Penampakan halo telah tercatat sejak zaman dahulu. [[Penduduk Asli Amerika|Penduduk asli Amerika]] menggambarkan halo dalam [[petroglif]]. Di [[Tiongkok kuno]], seorang kaisar menulis sebuah buku bergambar tentang halo. Diyakini pula bahwa yang disebut sebagai 'mata [[Paganisme|pagan]]' dan obyek penyembahan [[Konstantinus Agung|Konstantin]] adalah fenomena penampakan halo yang dia saksikan pada 330 Masehi, sebagai tanda dari dewa Sol.
[[Aristoteles]] telah meneliti halo dan fenomena langit lain di zamannya. Penggambaran halo yang rumit pertama kali di Eropa ditulis oleh [[Christoph Scheiner]] di [[Roma]] (sekitar 1630), [[Johannes Hevelius|Hevelius]] di [[Gdańsk|Danzig]] (1661), dan Tobias Lowitz di [[Sankt-Peterburg|St Petersburg]] (sekitar 1794). Pengamat Tiongkok telah mencatat penampakan halo selama berabad-abad. Dalam catatan "Sejarah Resmi Dinasti Chin" (''Chin Shu'') tahun 637 bab Astronomi, terdapat bagian berjudul 'Sepuluh Halo' (''shih yün''). Dalam bab tersebut, tercatat 26 istilah-sitilah yang berkaitan dengan penampakan halo di [[Tata Surya]].<ref>Ho Ping‐Yü. [https://rmets.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/j.1477-8696.1959.tb02450.x Ancient Chinese Observations of Solar Haloes and Parhelia]. ''Weather''. 1959. Vol. 14 (4). hlm. 124–134. doi:10.1002/j.1477-8696.1959.tb02450.x.</ref>
 
[[Aristoteles]] telah meneliti halo dan fenomena langit lain di zamannya. Penggambaran halo yang rumit pertama kali di Eropa ditulis oleh [[Christoph Scheiner]] di [[Roma]] (sekitar 1630), [[Johannes Hevelius|Hevelius]] di [[Gdańsk|Danzig]] (1661), dan Tobias Lowitz di [[Sankt-Peterburg|St Petersburg]] (sekitar 1794). Pengamat Tiongkok telah mencatat penampakan halo selama berabad-abad. Dalam catatan "Sejarah Resmi Dinasti Chin" (''Chin Shu'') tahun 637 bab Astronomi, terdapat bagian berjudul 'Sepuluh Halo' (''shih yün''). Dalam bab tersebut, tercatat 26 istilah-sitilah yang berkaitan dengan penampakan halo di [[Tata Surya]].
 
== Rujukan ==
 


== Daftar Pustaka ==
== Daftar Pustaka ==
 
*  
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
* [http://www.atoptics.co.uk/halosim.htm Halo explanations and image galleries]  at [http://www.atoptics.co.uk/ Atmospheric Optics]  
* [http://www.atoptics.co.uk/halosim.htm Halo explanations and image galleries]  at [http://www.atoptics.co.uk/ Atmospheric Optics]
* [http://www.meteoros.de/haloe.htm Meteoros AKM - Halo explanations and image galleries]  
* [http://www.meteoros.de/haloe.htm Meteoros AKM - Halo explanations and image galleries]
* [http://haloreports.blogspot.com Halo reports of interesting halo observations around the World]  
* [http://haloreports.blogspot.com Halo reports of interesting halo observations around the World]
* [http://www.astronomy.net.nz Southern Hemisphere Halo and other atmospheric phenomena]  
* [http://www.astronomy.net.nz Southern Hemisphere Halo and other atmospheric phenomena]
* [http://www.lumis.com/tag/Moon_Ring/page1/ Moon Halo Gallery]  
* [http://www.lumis.com/tag/Moon_Ring/page1/ Moon Halo Gallery]
* [http://valeriu.tihai.md/?p=280 Halo in Chisinau Moldova (photo and video]  
* [http://valeriu.tihai.md/?p=280 Halo in Chisinau Moldova (photo and video]
* [http://www.detiknews.com/read/2009/10/02/121219/1213668/10/fenomena-halo-muncul-di-kota-padang Sun Halo appeared in Padang after the earthquake]
* [http://www.detiknews.com/read/2009/10/02/121219/1213668/10/fenomena-halo-muncul-di-kota-padang Sun Halo appeared in Padang after the earthquake]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halo+%28fenomena+optis%29&oldid=28984059 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28984059 (2026-02-22T17:46:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Halo+%28fenomena+optis%29&oldid=28984059 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28984059 (2026-02-22T17:46:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 26 Agustus 2026 09.04

Halo (dari bahasa Yunani [1]) adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.[2]

Sejarah

Penampakan halo telah tercatat sejak zaman dahulu. Penduduk asli Amerika menggambarkan halo dalam petroglif. Di Tiongkok kuno, seorang kaisar menulis sebuah buku bergambar tentang halo. Diyakini pula bahwa yang disebut sebagai 'mata pagan' dan obyek penyembahan Konstantin adalah fenomena penampakan halo yang dia saksikan pada 330 Masehi, sebagai tanda dari dewa Sol.[3][4]

Aristoteles telah meneliti halo dan fenomena langit lain di zamannya. Penggambaran halo yang rumit pertama kali di Eropa ditulis oleh Christoph Scheiner di Roma (sekitar 1630), Hevelius di Danzig (1661), dan Tobias Lowitz di St Petersburg (sekitar 1794). Pengamat Tiongkok telah mencatat penampakan halo selama berabad-abad. Dalam catatan "Sejarah Resmi Dinasti Chin" (Chin Shu) tahun 637 bab Astronomi, terdapat bagian berjudul 'Sepuluh Halo' (shih yün). Dalam bab tersebut, tercatat 26 istilah-sitilah yang berkaitan dengan penampakan halo di Tata Surya.[5]

Daftar Pustaka

Pranala luar

Referensi

  1. Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, ἅλως. www.perseus.tufts.edu.
  2. Weather Forecasting Through the Ages. earthobservatory.nasa.gov. 2002-02-25.
  3. Barbara Saylor Rodgers. CONSTANTINE'S PAGAN VISION. Byzantion. 1980. Vol. 50 (1). hlm. ;261.
  4. Mila Zinkova. Ice halos in weather lore and meteorology, and a rare halo display in San Francisco. Weather. 2018. Vol. 73 (8). hlm. 239. doi:10.1002/wea.3237.
  5. Ho Ping‐Yü. Ancient Chinese Observations of Solar Haloes and Parhelia. Weather. 1959. Vol. 14 (4). hlm. 124–134. doi:10.1002/j.1477-8696.1959.tb02450.x.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28984059 (2026-02-22T17:46:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.