Lompat ke isi

Partikel subatom: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29305278; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Partikel subatom''' atau '''zarah subatom''' dalam [[Fisika|ilmu fisika]] adalah partikel yang jauh lebih kecil dari [[atom]]. Ada dua jenis partikel subatom, yaitu [[partikel dasar]], yang berdasarkan teori saat ini, adalah partikel yang tidak terdiri atas partikel lain dan partikel ''komposit''. [[Fisika partikel]] dan [[fisika nuklir]] mempelajari partikel-partikel ini dan cara mereka [[Interaksi|berinteraksi]].
[[File:Helium_atom_(not_to_scale).svg|thumb|right|280px|Helium atom (not to scale)]]
 
'''Partikel subatom''' atau '''zarah subatom''' dalam [[Fisika|ilmu fisika]] adalah partikel yang jauh lebih kecil dari [[atom]].<ref>[http://www.ndt-ed.org/EducationResources/HighSchool/Radiography/subatomicparticles.htm Subatomic particles]. NTD.</ref> Ada dua jenis partikel subatom, yaitu [[partikel dasar]], yang berdasarkan teori saat ini, adalah partikel yang tidak terdiri atas partikel lain dan partikel ''komposit''.<ref>Alexander Bolonkin. ''Universe, Human Immortality and Future Human Evaluation''. Elsevier. 2011. hlm. 25. ISBN 9780124158016.</ref> [[Fisika partikel]] dan [[fisika nuklir]] mempelajari partikel-partikel ini dan cara mereka [[Interaksi|berinteraksi]].<ref>Harald Fritzsch. [http://books.google.com/?id=KFodZ8oHz2sC&printsec=frontcover Elementary Particles]. World Scientific. 2005. hlm. 11–20. ISBN 978-981-256-141-1.</ref>


Dalam fisika partikel, konsep dari sebuah partikel adalah salah satu dari beberapa konsep yang diturunkan dari [[fisika klasik]]. Namun, konsep itu juga mencerminkan pemahaman modern bahwa pada skala [[Mekanika kuantum|kuantum]], [[materi]] dan [[energi]] berperilaku sangat berbeda dari yang dipikirkan.
Dalam fisika partikel, konsep dari sebuah partikel adalah salah satu dari beberapa konsep yang diturunkan dari [[fisika klasik]]. Namun, konsep itu juga mencerminkan pemahaman modern bahwa pada skala [[Mekanika kuantum|kuantum]], [[materi]] dan [[energi]] berperilaku sangat berbeda dari yang dipikirkan.


Pemikiran mengenai partikel kembali menjadi hal yang serius ketika percobaan menunjukkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel (yang disebut [[foton]]) dan memperlihatkan besaran seperti gelombang. Ini mengarah pada konsep baru [[Dualitas gelombang-partikel|dualitas gelombang–partikel]] untuk merefleksikan bahwa "partikel-partikel" skala kuantum berperilaku baik partikel maupun gelombang (juga dikenal sebagai [[Dualitas gelombang-partikel|gelora]]). Konsep baru lain, yaitu [[Prinsip ketidakpastian Heisenberg|prinsip ketidakpastian]], menyatakan bahwa tidak dapat diukur secara tepat beberapa besaran secara bersamaan, misalnya [[Posisi (vektor)|posisi]] dan [[momentum]] partikel. Yang lebih baru lagi, dualitas gelombang–partikel telah terbukti berlaku tidak hanya untuk foton, tetapi juga untuk partikel yang semakin besar.
Pemikiran mengenai partikel kembali menjadi hal yang serius ketika percobaan menunjukkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel (yang disebut [[foton]]) dan memperlihatkan besaran seperti gelombang. Ini mengarah pada konsep baru [[Dualitas gelombang-partikel|dualitas gelombang–partikel]] untuk merefleksikan bahwa "partikel-partikel" skala kuantum berperilaku baik partikel maupun gelombang (juga dikenal sebagai [[Dualitas gelombang-partikel|gelora]]). Konsep baru lain, yaitu [[Prinsip ketidakpastian Heisenberg|prinsip ketidakpastian]], menyatakan bahwa tidak dapat diukur secara tepat beberapa besaran secara bersamaan, misalnya [[Posisi (vektor)|posisi]] dan [[momentum]] partikel.<ref>W. Heisenberg. ''Über den anschaulichen Inhalt der quantentheoretischen Kinematik und Mechanik''. ''Zeitschrift für Physik''. 1927. Vol. 43 (3–4). hlm. 172–198. doi:10.1007/BF01397280.</ref> Yang lebih baru lagi, dualitas gelombang–partikel telah terbukti berlaku tidak hanya untuk foton, tetapi juga untuk partikel yang semakin besar.<ref>Markus Arndt. ''Wave-particle duality of C60 molecules''. ''Nature''. 2000. Vol. 401 (6754). hlm. 680–682. doi:10.1038/44348.</ref>


Interaksi partikel dalam kerangka [[:en:Quantum field theory|teori medan kuantum]] dipahami sebagai penciptaan dan penghancuran ''kuantum'' dari [[interaksi dasar]] yang berkaitan. Ini memadukan fisika partikel dengan teori medan kuantum.
Interaksi partikel dalam kerangka [[:en:Quantum field theory|teori medan kuantum]] dipahami sebagai penciptaan dan penghancuran ''kuantum'' dari [[interaksi dasar]] yang berkaitan. Ini memadukan fisika partikel dengan teori medan kuantum.


== Klasifikasi ==
== Klasifikasi ==
=== Berdasarkan statistik ===
=== Berdasarkan statistik ===
Setiap partikel subatom, seperti setiap partikel dalam [[ruang]] 3 dimensi yang memenuhi hukum [[mekanika kuantum]], dapat berupa sebuah [[boson]] (sebuah [[spin]] integer) atau [[fermion]] (spin setengah integer).
Setiap partikel subatom, seperti setiap partikel dalam [[ruang]] 3 dimensi yang memenuhi hukum [[mekanika kuantum]], dapat berupa sebuah [[boson]] (sebuah [[spin]] integer) atau [[fermion]] (spin setengah integer).


=== Berdasarkan komposisi ===
=== Berdasarkan komposisi ===
Partikel dasar [[Model Standar]] meliputi:
Partikel dasar [[Model Standar]] meliputi:<ref>W. N. Cottingham. [http://books.google.com/?id=Dm36BYq9iu0C&printsec=frontcover An introduction to the standard model of particle physics]. Cambridge University Press. 2007. hlm. 1. ISBN 978-0-521-85249-4.</ref>
* Enam "[[:en:Flavour (particle physics)|citarasa]]" dari [[kuark]]: atas, bawah, dasar, puncak, asing, dan berpesona (u, d, b, t, s, c);
* Enam "[[:en:Flavour (particle physics)|citarasa]]" dari [[kuark]]: atas, bawah, dasar, puncak, asing, dan berpesona (u, d, b, t, s, c);
* Enam jenis [[lepton]]: [[elektron]], [[Neutrino elektron|elektron neutrino]], [[muon]], neutrino muon, [[Tau (partikel)|tau]], neutrino tau (e, V<sub>e</sub>, μ, V<sub>μ</sub>, τ, V<sub>τ</sub>);
* Enam jenis [[lepton]]: [[elektron]], [[Neutrino elektron|elektron neutrino]], [[muon]], neutrino muon, [[Tau (partikel)|tau]], neutrino tau (e, V<sub>e</sub>, μ, V<sub>μ</sub>, τ, V<sub>τ</sub>);
Baris 33: Baris 33:
* [[Materi gelap]]
* [[Materi gelap]]
* [[Daftar partikel]]
* [[Daftar partikel]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
; Umum
; Umum
* [[Richard Feynman|Feynman, R.P.]] & [[Steven Weinberg|Weinberg, S.]] (1987). ''Elementary Particles and the Laws of Physics: The 1986 Dirac Memorial Lectures''. Cambridge Univ. Press.
* [[Richard Feynman|Feynman, R.P.]] & [[Steven Weinberg|Weinberg, S.]] (1987). ''Elementary Particles and the Laws of Physics: The 1986 Dirac Memorial Lectures''. Cambridge Univ. Press.
*
*  
* Oerter, Robert (2006). ''The Theory of Almost Everything: The Standard Model, the Unsung Triumph of Modern Physics''. Plume.
* Oerter, Robert (2006). ''The Theory of Almost Everything: The Standard Model, the Unsung Triumph of Modern Physics''. Plume.
* Schumm, Bruce A. (2004). ''Deep Down Things: The Breathtaking Beauty of Particle Physics''. Johns Hopkins University Press. [[:en:Special:BookSources/080187971X|ISBN 0-8018-7971-X]].
* Schumm, Bruce A. (2004). ''Deep Down Things: The Breathtaking Beauty of Particle Physics''. Johns Hopkins University Press. [[:en:Special:BookSources/080187971X|ISBN 0-8018-7971-X]].
*
*  
; Buku teks
; Buku teks
* Coughlan, G. D., J. E. Dodd, and B. M. Gripaios (2006). ''The Ideas of Particle Physics: An Introduction for Scientists'', 3rd ed. Cambridge Univ. Press. An undergraduate text for those not majoring in physics.
* Coughlan, G. D., J. E. Dodd, and B. M. Gripaios (2006). ''The Ideas of Particle Physics: An Introduction for Scientists'', 3rd ed. Cambridge Univ. Press. An undergraduate text for those not majoring in physics.
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Partikel+subatom&oldid=29305278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29305278 (2026-06-02T00:59:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Partikel+subatom&oldid=29305278 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29305278 (2026-06-02T00:59:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.05

Helium atom (not to scale)

Partikel subatom atau zarah subatom dalam ilmu fisika adalah partikel yang jauh lebih kecil dari atom.[1] Ada dua jenis partikel subatom, yaitu partikel dasar, yang berdasarkan teori saat ini, adalah partikel yang tidak terdiri atas partikel lain dan partikel komposit.[2] Fisika partikel dan fisika nuklir mempelajari partikel-partikel ini dan cara mereka berinteraksi.[3]

Dalam fisika partikel, konsep dari sebuah partikel adalah salah satu dari beberapa konsep yang diturunkan dari fisika klasik. Namun, konsep itu juga mencerminkan pemahaman modern bahwa pada skala kuantum, materi dan energi berperilaku sangat berbeda dari yang dipikirkan.

Pemikiran mengenai partikel kembali menjadi hal yang serius ketika percobaan menunjukkan bahwa cahaya dapat berperilaku seperti aliran partikel (yang disebut foton) dan memperlihatkan besaran seperti gelombang. Ini mengarah pada konsep baru dualitas gelombang–partikel untuk merefleksikan bahwa "partikel-partikel" skala kuantum berperilaku baik partikel maupun gelombang (juga dikenal sebagai gelora). Konsep baru lain, yaitu prinsip ketidakpastian, menyatakan bahwa tidak dapat diukur secara tepat beberapa besaran secara bersamaan, misalnya posisi dan momentum partikel.[4] Yang lebih baru lagi, dualitas gelombang–partikel telah terbukti berlaku tidak hanya untuk foton, tetapi juga untuk partikel yang semakin besar.[5]

Interaksi partikel dalam kerangka teori medan kuantum dipahami sebagai penciptaan dan penghancuran kuantum dari interaksi dasar yang berkaitan. Ini memadukan fisika partikel dengan teori medan kuantum.

Klasifikasi

Berdasarkan statistik

Setiap partikel subatom, seperti setiap partikel dalam ruang 3 dimensi yang memenuhi hukum mekanika kuantum, dapat berupa sebuah boson (sebuah spin integer) atau fermion (spin setengah integer).

Berdasarkan komposisi

Partikel dasar Model Standar meliputi:[6]

Berbagai perluasan Model Standar memprediksi keberadaan sebuah partikel graviton dasar dan banyak partikel dasar lainnya.

Partikel subatom komposit (seperti proton atau nukleus atom) adalah dua atau lebih partikel dasar dalam keadaan terikat. Sebagai contoh, sebuah proton terdiri atas dua kuark atas dan satu kuark bawah, sementara nukleus atom helium-4 terdiri atas dua proton dan dua neutron. Neutron terdiri atas dua kuark bawah dan satu kuark atas. Partikel komposit mencakup semua hadron, termasuk barion (seperti proton dan neutron) dan meson (seperti pion dan kaon).

Berdasarkan massa

Dalam relativitas khusus, energi dari sebuah partikel pada keadaan diam sama dengan massanya dikali kuadrat kecepatan cahaya. Artinya, massa dapat diekspresikan dalam istilah energi dan sebaliknya. Jika sebuah partikel memiliki kerangka acuan tempat partikel itu berada pada keadaan diam, maka partikel itu memiliki massa diam positif dan disebut sebagai masif.

Semua partikel komposit masif. Barion (yang berarti "berat") cenderung memiliki massa yang lebih besar daripada meson (yang berarti "menengah"), yang pada gilirannya cenderung lebih berat daripada lepton (yang berarti "ringan"), tetapi lepton terberat (partikel tau) lebih berat daripada dua cita rasa barion paling ringan (nukleon). Diyakini juga bahwa setiap partikel dengan muatan listrik bersifat masif.

Semua partikel tak bermassa (partikel massa diamnya nol) adalah partikel dasar, termasuk foton dan gluon, meskipun yang terakhir tidak dapat terisolasi.

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Umum
  • Feynman, R.P. & Weinberg, S. (1987). Elementary Particles and the Laws of Physics: The 1986 Dirac Memorial Lectures. Cambridge Univ. Press.
  • Oerter, Robert (2006). The Theory of Almost Everything: The Standard Model, the Unsung Triumph of Modern Physics. Plume.
  • Schumm, Bruce A. (2004). Deep Down Things: The Breathtaking Beauty of Particle Physics. Johns Hopkins University Press. ISBN 0-8018-7971-X.
Buku teks
  • Coughlan, G. D., J. E. Dodd, and B. M. Gripaios (2006). The Ideas of Particle Physics: An Introduction for Scientists, 3rd ed. Cambridge Univ. Press. An undergraduate text for those not majoring in physics.

Referensi

  1. Subatomic particles. NTD.
  2. Alexander Bolonkin. Universe, Human Immortality and Future Human Evaluation. Elsevier. 2011. hlm. 25. ISBN 9780124158016.
  3. Harald Fritzsch. Elementary Particles. World Scientific. 2005. hlm. 11–20. ISBN 978-981-256-141-1.
  4. W. Heisenberg. Über den anschaulichen Inhalt der quantentheoretischen Kinematik und Mechanik. Zeitschrift für Physik. 1927. Vol. 43 (3–4). hlm. 172–198. doi:10.1007/BF01397280.
  5. Markus Arndt. Wave-particle duality of C60 molecules. Nature. 2000. Vol. 401 (6754). hlm. 680–682. doi:10.1038/44348.
  6. W. N. Cottingham. An introduction to the standard model of particle physics. Cambridge University Press. 2007. hlm. 1. ISBN 978-0-521-85249-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29305278 (2026-06-02T00:59:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.