Lompat ke isi

Tau (partikel): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29586347; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Tau''' (τ), atau yang dikenal sebagai '''Lepton Tau''', '''Partikel Tau''', atau '''Tauon''', adalah [[partikel dasar]] yang mirip seperti elektron dengan [[muatan listrik]] negatif dan [[spin-½|spin ]]. Bersama-sama dengan [[elektron]], [[muon]], dan [[neutrino]] tergolong dalam [[lepton]]. Seperti pada [[partikel dasar]] tau memiliki anti-partikel yang sesuai dengan muatan yang berlawanan tetapi memiliki massa yang sama dan spin yang sama pula, yaitu '''antitau''' (atau disebut tau ''positif''). Partikel tau dilambangkan dengan  dan antitau dengan .
'''Tau''' (τ), atau yang dikenal sebagai '''Lepton Tau''', '''Partikel Tau''', atau '''Tauon''', adalah [[partikel dasar]] yang mirip seperti elektron dengan [[muatan listrik]] negatif dan [[spin-½|spin ]]. Bersama-sama dengan [[elektron]], [[muon]], dan [[neutrino]] tergolong dalam [[lepton]]. Seperti pada [[partikel dasar]] tau memiliki anti-partikel yang sesuai dengan muatan yang berlawanan tetapi memiliki massa yang sama dan spin yang sama pula, yaitu '''antitau''' (atau disebut tau ''positif''). Partikel tau dilambangkan dengan  dan antitau dengan .


Tau memiliki masa usia mencapai  dan massa sebesar  (dibandingkan dengan muon  dan elektron ). Karena interaksi mereka sangat mirip dengan elektron, tau dapat dianggap sebagai versi elektron yang lebih berat. Dikarenakan massa yang berat, partikel tau tidak memancarkan radiasi [[bremsstrahlung]] sebanyak elektron; yang menyebabkan mereka sangat berpotensi untuk menembus, jauh lebih banyak daripada elektron. Bagaimanapun juga, karena usia mereka yang singkat, kisaran tau ini terutama ditentukan oleh panjang peluruhan mereka, yang terlalu kecil bagi bremsstrahlung untuk diperhatikan: daya tembus mereka hanya muncul pada energi ultra tinggi (di atas energi PEV).
Tau memiliki masa usia mencapai  dan massa sebesar  (dibandingkan dengan muon  dan elektron ). Karena interaksi mereka sangat mirip dengan elektron, tau dapat dianggap sebagai versi elektron yang lebih berat. Dikarenakan massa yang berat, partikel tau tidak memancarkan radiasi [[bremsstrahlung]] sebanyak elektron; yang menyebabkan mereka sangat berpotensi untuk menembus, jauh lebih banyak daripada elektron. Bagaimanapun juga, karena usia mereka yang singkat, kisaran tau ini terutama ditentukan oleh panjang peluruhan mereka, yang terlalu kecil bagi bremsstrahlung untuk diperhatikan: daya tembus mereka hanya muncul pada energi ultra tinggi (di atas energi PEV).<ref>D. Fargion, P.G. De Sanctis Lucentini, M. De Santis, M. Grossi. [https://archive.org/details/sim_astrophysical-journal_2004-10-01_613_2/page/1285 Tau Air Showers from Earth]. ''The Astrophysical Journal''. 2004. Vol. 613 (2). hlm. 1285. doi:10.1086/423124.</ref>


Seperti kasus lepton bermuatan lainnya, memiliki asosiasi dengan Tau neutrino, dinotasikan dengan .
Seperti kasus lepton bermuatan lainnya, memiliki asosiasi dengan Tau neutrino, dinotasikan dengan .


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Tau pertama kali terdeteksi dalam rangkaian eksperimen antara tahun 1974 hingga 1977 oleh [[Martin Lewis Perl]] dengan rekan koleganya di grup [[SLLAC]]-[[Lawrence Berkeley National Laboratory|LBL]]. kemudian peralatan baru mereka terdiri dari tumbukan cincin SLAC –, dinamakan [[SPEAR]], dan detektor magnetik [[Lawrence Berkeley National Laboratory|LBL]]. Mereka bisa mendeteksi dan membedakan antara lepton, [[hadron]], dan [[photon]]. Mereka tidak mendeteksi tau secara langsung, melainkan menemukan peristiwa anomali:
Tau pertama kali terdeteksi dalam rangkaian eksperimen antara tahun 1974 hingga 1977 oleh [[Martin Lewis Perl]] dengan rekan koleganya di grup [[SLLAC]]-[[Lawrence Berkeley National Laboratory|LBL]].<ref>M. L. Perl. ''Evidence for Anomalous Lepton Production in Annihilation''. ''Physical Review Letters''. 1975. Vol. 35 (22). hlm. 1489. doi:10.1103/PhysRevLett.35.1489.</ref> kemudian peralatan baru mereka terdiri dari tumbukan cincin SLAC –, dinamakan [[SPEAR]], dan detektor magnetik [[Lawrence Berkeley National Laboratory|LBL]]. Mereka bisa mendeteksi dan membedakan antara lepton, [[hadron]], dan [[photon]]. Mereka tidak mendeteksi tau secara langsung, melainkan menemukan peristiwa anomali:


"''We have discovered 64 events of the form''"
"''We have discovered 64 events of the form''"
Baris 20: Baris 20:
Hal ini sangatlah sulit untuk diverifikasi, karena energi untuk membentuk pasangan  mirip dengan ambang batas untuk produksi [[meson D]]. Pekerjaan yang dilakukan di [[DESY]]-Hamburg, dan dengan counter Electron Langsung (DELCO) di [[SPEAR]], kemudian menentukan massa dan spin dari tau.
Hal ini sangatlah sulit untuk diverifikasi, karena energi untuk membentuk pasangan  mirip dengan ambang batas untuk produksi [[meson D]]. Pekerjaan yang dilakukan di [[DESY]]-Hamburg, dan dengan counter Electron Langsung (DELCO) di [[SPEAR]], kemudian menentukan massa dan spin dari tau.


Symbol τ berasal dari istilah Yunani ''τρίτον'' (''triton'', memiliki arti "ketiga"), sejak saat itu lepton generasi ketiga ditemukan.
Symbol τ berasal dari istilah Yunani ''τρίτον'' (''triton'', memiliki arti "ketiga"), sejak saat itu lepton generasi ketiga ditemukan.<ref>M.L. Perl. [http://slac.stanford.edu/pubs/slacpubs/1750/slac-pub-1923.pdf Evidence for, and properties of, the new charged heavy lepton]. 1977.</ref>


Martin Perl bersama [[Frederick Reines]] memperoleh [[Hadiah Nobel Fisika]] tahun 1995. Yang terakhir dianugerahi hadiah untuk percobaan penemuan [[neutrino]].
Martin Perl bersama [[Frederick Reines]] memperoleh [[Hadiah Nobel Fisika]] tahun 1995. Yang terakhir dianugerahi hadiah untuk percobaan penemuan [[neutrino]].
Baris 26: Baris 26:
== Lihat Juga ==
== Lihat Juga ==
* [[Formula Koide]]
* [[Formula Koide]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 35: Baris 32:
* [http://www.slac.stanford.edu/pubs/slacreports/reports01/ssi92-034.pdf A Tale of Three Papers] gives the covers of the three original papers announcing the discovery.
* [http://www.slac.stanford.edu/pubs/slacreports/reports01/ssi92-034.pdf A Tale of Three Papers] gives the covers of the three original papers announcing the discovery.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tau+%28partikel%29&oldid=29586347 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29586347 (2026-08-16T03:25:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tau+%28partikel%29&oldid=29586347 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29586347 (2026-08-16T03:25:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.07

Tau (τ), atau yang dikenal sebagai Lepton Tau, Partikel Tau, atau Tauon, adalah partikel dasar yang mirip seperti elektron dengan muatan listrik negatif dan spin . Bersama-sama dengan elektron, muon, dan neutrino tergolong dalam lepton. Seperti pada partikel dasar tau memiliki anti-partikel yang sesuai dengan muatan yang berlawanan tetapi memiliki massa yang sama dan spin yang sama pula, yaitu antitau (atau disebut tau positif). Partikel tau dilambangkan dengan dan antitau dengan .

Tau memiliki masa usia mencapai dan massa sebesar (dibandingkan dengan muon dan elektron ). Karena interaksi mereka sangat mirip dengan elektron, tau dapat dianggap sebagai versi elektron yang lebih berat. Dikarenakan massa yang berat, partikel tau tidak memancarkan radiasi bremsstrahlung sebanyak elektron; yang menyebabkan mereka sangat berpotensi untuk menembus, jauh lebih banyak daripada elektron. Bagaimanapun juga, karena usia mereka yang singkat, kisaran tau ini terutama ditentukan oleh panjang peluruhan mereka, yang terlalu kecil bagi bremsstrahlung untuk diperhatikan: daya tembus mereka hanya muncul pada energi ultra tinggi (di atas energi PEV).[1]

Seperti kasus lepton bermuatan lainnya, memiliki asosiasi dengan Tau neutrino, dinotasikan dengan .

Sejarah

Tau pertama kali terdeteksi dalam rangkaian eksperimen antara tahun 1974 hingga 1977 oleh Martin Lewis Perl dengan rekan koleganya di grup SLLAC-LBL.[2] kemudian peralatan baru mereka terdiri dari tumbukan cincin SLAC –, dinamakan SPEAR, dan detektor magnetik LBL. Mereka bisa mendeteksi dan membedakan antara lepton, hadron, dan photon. Mereka tidak mendeteksi tau secara langsung, melainkan menemukan peristiwa anomali:

"We have discovered 64 events of the form"

+ → + + setidaknya dua partikel yang tidak terdeteksi

for which we have no conventional explanation."

Kebutuhan untuk setidaknya dua partikel yang tidak terdeteksi ditunjukkan karena ketidakmampuan untuk menghemat energi dan momentum dengan hanya satu. Bagaimanapun, tidak ada yang terdeteksi selain muon, elektron, foton, atau hadron. Hal ini mengusulkan bahwa peristiwa ini adalah produksi dan peluruhan berikutnya dari sepasang partikel baru:

+ → + → + + 4

Hal ini sangatlah sulit untuk diverifikasi, karena energi untuk membentuk pasangan mirip dengan ambang batas untuk produksi meson D. Pekerjaan yang dilakukan di DESY-Hamburg, dan dengan counter Electron Langsung (DELCO) di SPEAR, kemudian menentukan massa dan spin dari tau.

Symbol τ berasal dari istilah Yunani τρίτον (triton, memiliki arti "ketiga"), sejak saat itu lepton generasi ketiga ditemukan.[3]

Martin Perl bersama Frederick Reines memperoleh Hadiah Nobel Fisika tahun 1995. Yang terakhir dianugerahi hadiah untuk percobaan penemuan neutrino.

Lihat Juga

Pranala luar

Referensi

  1. D. Fargion, P.G. De Sanctis Lucentini, M. De Santis, M. Grossi. Tau Air Showers from Earth. The Astrophysical Journal. 2004. Vol. 613 (2). hlm. 1285. doi:10.1086/423124.
  2. M. L. Perl. Evidence for Anomalous Lepton Production in Annihilation. Physical Review Letters. 1975. Vol. 35 (22). hlm. 1489. doi:10.1103/PhysRevLett.35.1489.
  3. M.L. Perl. Evidence for, and properties of, the new charged heavy lepton. 1977.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29586347 (2026-08-16T03:25:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.