Petir: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577264; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
== Distribusi dan frekuensi == | == Distribusi dan frekuensi == | ||
Tempat di Bumi yang paling sering mengalami petir adalah sebuah lokasi dekat desa kecil bernama [[Kifuka]] di pegunungan sisi timur [[Republik Demokratik Kongo]]. Tempat tersebut memiliki ketinggian sekitar . [[Danau Maracaibo]] di [[Venezuela]] rata-rata memiliki aktivitas terkait petir selama 297 hari dalam satu tahun, sebagai efek dari [[Petir Catatumbo]]. | Tempat di Bumi yang paling sering mengalami petir adalah sebuah lokasi dekat desa kecil bernama [[Kifuka]] di pegunungan sisi timur [[Republik Demokratik Kongo]].<ref>[http://www.wondermondo.com/Countries/Af/CongoDR/SudKivu/Kifuka.htm Kifuka – place where lightning strikes most often]. Wondermondo. 2010-11-07.</ref> Tempat tersebut memiliki ketinggian sekitar . [[Danau Maracaibo]] di [[Venezuela]] rata-rata memiliki aktivitas terkait petir selama 297 hari dalam satu tahun, sebagai efek dari [[Petir Catatumbo]].<ref>Fischetti, M. (2016) [https://www.scientificamerican.com/article/the-world-s-top-lightning-hotspot-is-lake-maracaibo-in-venezuela/ Lightning Hotspots], Scientific American 314: 76 (May 2016)</ref> | ||
== Riset awal == | == Riset awal == | ||
Pada awal penyelidikan listrik melalui [[tabung Leyden]] dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, [[Abbé Nollet]]) mengusulkan [[spark]] skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan petir. | Pada awal penyelidikan listrik melalui [[tabung Leyden]] dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, [[Abbé Nollet]]) mengusulkan [[spark]] skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan petir. | ||
| Baris 17: | Baris 16: | ||
== Riset modern == | == Riset modern == | ||
Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa petir adalah sebuah discharge dari [[listrik statis]], hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk [[Penelitian|riset]] baru berasal dari bidang [[teknik tenaga]]: [[jalur transmisi (teknik tenaga)|jalur transmisi tenaga]] digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang petir. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena petir, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat. | Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa petir adalah sebuah discharge dari [[listrik statis]], hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk [[Penelitian|riset]] baru berasal dari bidang [[teknik tenaga]]: [[jalur transmisi (teknik tenaga)|jalur transmisi tenaga]] digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang petir. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena petir, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat. | ||
| Baris 30: | Baris 28: | ||
* [[Petir, Dramaga, Bogor]] | * [[Petir, Dramaga, Bogor]] | ||
* [[Petir, Rongkop, Gunungkidul]] | * [[Petir, Rongkop, Gunungkidul]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.bindaz.com/harishpalaniappan/blog/archives/2005/09/lightning_and_e.html Lightning and The Empire State Building NYC] | * [http://www.bindaz.com/harishpalaniappan/blog/archives/2005/09/lightning_and_e.html Lightning and The Empire State Building NYC] | ||
* [http://www.newscientist.com/channel/fundamentals/mg18624981.200 How cosmic rays trigger lightning strikes] | * [http://www.newscientist.com/channel/fundamentals/mg18624981.200 How cosmic rays trigger lightning strikes] | ||
| Baris 46: | Baris 35: | ||
* [http://www.airhive.net/modules.php?op=modload&name=4nAlbum&file=index&do=showpic&pid=11&orderby=dateD Video: Lightning protection for an Antenna] | * [http://www.airhive.net/modules.php?op=modload&name=4nAlbum&file=index&do=showpic&pid=11&orderby=dateD Video: Lightning protection for an Antenna] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Petir&oldid=29577264 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577264 (2026-08-14T13:41:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Petir&oldid=29577264 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577264 (2026-08-14T13:41:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.07
Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Petir merupakan gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa, saat lempeng pertama berupa awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng keduanya adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud Interconnected cloud) yang salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena gerakannya yang terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya itu, dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Distribusi dan frekuensi
Tempat di Bumi yang paling sering mengalami petir adalah sebuah lokasi dekat desa kecil bernama Kifuka di pegunungan sisi timur Republik Demokratik Kongo.[1] Tempat tersebut memiliki ketinggian sekitar . Danau Maracaibo di Venezuela rata-rata memiliki aktivitas terkait petir selama 297 hari dalam satu tahun, sebagai efek dari Petir Catatumbo.[2]
Riset awal
Pada awal penyelidikan listrik melalui tabung Leyden dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, Abbé Nollet) mengusulkan spark skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan petir.
Benjamin Franklin, yang juga menemukan penangkal petir, berusaha mengetes teori ini dengan menggunakan sebuah tiang yang didirikan di Philadelphia. Selagi dia menunggu penyelesaian tiang tesebut, beberapa orang lainnya (Dalibard dan De Lors) melakukan di Marly di Prancis apa yang kemudian dikenal sebagai eksperimen Philadelphia yang Franklin usulkan di bukunya.
Franklin biasanya mendapatkan kredit untuk menjadi yang pertama mengusulkan eksperimen ini, karena dia tertarik dalam cuaca.
Riset modern
Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa petir adalah sebuah discharge dari listrik statis, hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk riset baru berasal dari bidang teknik tenaga: jalur transmisi tenaga digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang petir. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena petir, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat.
Perlindungan terhadap Sambaran Petir
Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tetapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.
Lihat pula
- Penangkal petir
- Badai petir
- Kota Depok (Julukan Kota Petir terganas)
- Pondok Petir, Bojongsari, Depok
- Petir, Dramaga, Bogor
- Petir, Rongkop, Gunungkidul
Pranala luar
- Lightning and The Empire State Building NYC
- How cosmic rays trigger lightning strikes
- Article from How Stuff Works
- Video: Lightning protection for an Antenna
Referensi
- ↑ Kifuka – place where lightning strikes most often. Wondermondo. 2010-11-07.
- ↑ Fischetti, M. (2016) Lightning Hotspots, Scientific American 314: 76 (May 2016)
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577264 (2026-08-14T13:41:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.