Lompat ke isi

Elektrokinetika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28428176; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Elektrokinetika''' merupakan kajian ilmu [[fisika]] yang mempelajari mengenai gerakan [[partikel]] yang ber[[Muatan listrik|muatan]]. Muatan pada partikel timbul akibat [[ionisasi]] dalam pelarut [[Polaritas (kimia)|polar]]. Partikel-partikel yang telah bermuatan bergerak sesuai lingkungannya atau sesuai [[medium]] di sekitarnya. Elektrokinetika diamati pertama kali pada tahun 1809 oleh [[Reuss]], dibuatkan [[teori]] oleh [[Hermann von Helmholtz|Helmholtz]] pada tahun 1879 dan diterapkan pada tahun 1935 oleh [[Casagrande]]. Empat [[fenomena]] yang teramati pada elektrokinetika yaitu [[elektroforesis]], [[elektromigrasi]], aliran potensial, dan [[Elektrosmosis|elektroosmosis]]. Elektrokintika dimanfaatkan untuk membersihkan tanah dari [[logam berat]].
'''Elektrokinetika''' merupakan kajian ilmu [[fisika]] yang mempelajari mengenai gerakan [[partikel]] yang ber[[Muatan listrik|muatan]]. Muatan pada partikel timbul akibat [[ionisasi]] dalam pelarut [[Polaritas (kimia)|polar]]. Partikel-partikel yang telah bermuatan bergerak sesuai lingkungannya atau sesuai [[medium]] di sekitarnya.<ref>J R Melcher. [http://dx.doi.org/10.1146/annurev.fl.01.010169.000551 Electrohydrodynamics: A Review of the Role of Interfacial Shear Stresses]. ''Annu. Rev. Fluid Mech''. Annual Reviews. 1969. Vol. 1 (1). hlm. 111. doi:10.1146/annurev.fl.01.010169.000551.</ref> Elektrokinetika diamati pertama kali pada tahun 1809 oleh [[Reuss]], dibuatkan [[teori]] oleh [[Hermann von Helmholtz|Helmholtz]] pada tahun 1879 dan diterapkan pada tahun 1935 oleh [[Casagrande]].<ref>Permadi, W., Pradipta, B.K., Hardiyati, S., dan Pardoyo, B. [https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkts/article/download/12624/12253 Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Godongpurwodadi KM 50 Menggunakan Proses Elektrokinetik dengan Stabilisator Accu Zuur dan Kapur]. ''Jurnal Karya Teknik Sipil''. 2016. Vol. 5 (2). hlm. 139.</ref> Empat [[fenomena]] yang teramati pada elektrokinetika yaitu [[elektroforesis]], [[elektromigrasi]], aliran potensial, dan [[Elektrosmosis|elektroosmosis]].<ref>Atmaja, Y.R., Surjandari, N.S., dan As’ad, S. [https://jurnal.uns.ac.id/matriks/article/download/37488/24717 Pengaruh Penggunaan Elektroosmosis terhadap Parameter Kuat Geser Tanah Lempung]. ''Matriks Teknik Sipil''. Desember 2013. Vol. 1 (4). hlm. 31.</ref> Elektrokintika dimanfaatkan untuk membersihkan tanah dari [[logam berat]].<ref>Wahyu Purwanta. [http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/view/348/248 Penyisihan Timbal (Pb) dari Tanah Terkontaminasi dengan Proses Elektromigrasi]. ''Jurnal Teknik Lingkungan''. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 424.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pada tahun 1809, Reuss mengamati peristiwa pengaliran [[air tanah]] sebagai akibat adanya [[Arus searah|arus listrik searah]] di sekitarnya. Ia menggunakan pipa [[Kapilaritas|kapiler]] dan [[Membran semipermeabel|membran]]. Pada tahun 1879, peristiwa ini kemudian dijelaskan secara teori oleh Helmholtz melalui konsep [[lapisan elektrik ganda]]. Penerapan praktis baru dilakukan pada tahun 1935 oleh Casagrande untuk perbaikan sifat-sifat teknis pada tanah. Dari penerapan ini kemudian berkembang teori elektrokinetik. Penerapannya kemudian diketahui hanya pada tanah [[Tanah liat|lempung]] yang mengandung [[mineral]] dengan kondisi jenuh air.
Pada tahun 1809, Reuss mengamati peristiwa pengaliran [[air tanah]] sebagai akibat adanya [[Arus searah|arus listrik searah]] di sekitarnya. Ia menggunakan pipa [[Kapilaritas|kapiler]] dan [[Membran semipermeabel|membran]]. Pada tahun 1879, peristiwa ini kemudian dijelaskan secara teori oleh Helmholtz melalui konsep [[lapisan elektrik ganda]]. Penerapan praktis baru dilakukan pada tahun 1935 oleh Casagrande untuk perbaikan sifat-sifat teknis pada tanah. Dari penerapan ini kemudian berkembang teori elektrokinetik. Penerapannya kemudian diketahui hanya pada tanah [[Tanah liat|lempung]] yang mengandung [[mineral]] dengan kondisi jenuh air.<ref>Permadi, W., Pradipta, B.K., Hardiyati, S., dan Pardoyo, B. [https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkts/article/download/12624/12253 Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Godongpurwodadi KM 50 Menggunakan Proses Elektrokinetik dengan Stabilisator Accu Zuur dan Kapur]. ''Jurnal Karya Teknik Sipil''. 2016. Vol. 5 (2). hlm. 139.</ref>


== Fenomena ==
== Fenomena ==
Elektrokinetika terbagi menjadi empat fenomena yaitu elektroforesis, elektromigrasi, aliran potensial, dan elektroosmosis. Fenomena ini merupakan akibat dari keberadaan [[Gaya gerak proton|beda potensial]] listrik di antara aliran listrik dan aliran [[fluida]] yang bekerja bersamaan. Elektroforesis merupakan peristiwa penarikan [[elektroda]] negatif ke elektrode positif secara [[Elektrostatika|elektrostatik]] akibat adanya aliran listrik. Setelahnya terjadi elektromigrasi, yaitu pergerakan ion-ion yang bermuatan ke elektrode dengan muatan yang berlawanan. Aliran potensial yang timbul kemudian menimbulkan proses pengaliran listrik dari elektrode positif ke elektrode negatif yang disebut elektroosmosis. Potensial elektrokinetik berasal dari [[elektrolit]] dalam aliran air tanah dan fluida lainnya akibat patahan atau pengeroposan.
Elektrokinetika terbagi menjadi empat fenomena yaitu elektroforesis, elektromigrasi, aliran potensial, dan elektroosmosis. Fenomena ini merupakan akibat dari keberadaan [[Gaya gerak proton|beda potensial]] listrik di antara aliran listrik dan aliran [[fluida]] yang bekerja bersamaan. Elektroforesis merupakan peristiwa penarikan [[elektroda]] negatif ke elektrode positif secara [[Elektrostatika|elektrostatik]] akibat adanya aliran listrik. Setelahnya terjadi elektromigrasi, yaitu pergerakan ion-ion yang bermuatan ke elektrode dengan muatan yang berlawanan. Aliran potensial yang timbul kemudian menimbulkan proses pengaliran listrik dari elektrode positif ke elektrode negatif yang disebut elektroosmosis.<ref>Atmaja, Y.R., Surjandari, N.S., dan As’ad, S. [https://jurnal.uns.ac.id/matriks/article/download/37488/24717 Pengaruh Penggunaan Elektroosmosis terhadap Parameter Kuat Geser Tanah Lempung]. ''Matriks Teknik Sipil''. Desember 2013. Vol. 1 (4). hlm. 31.</ref> Potensial elektrokinetik berasal dari [[elektrolit]] dalam aliran air tanah dan fluida lainnya akibat patahan atau pengeroposan.<ref>Delia Meldra. [http://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/rsi/article/download/499/346/ Rancangan Area Serapan Air pada Pemodelan Potensial Listrik Topografi Landai]. ''Jurnal Rekayasa Sistem Industri''. Mei 2018. Vol. 3 (2). hlm. 143.</ref>


== Pemanfaatan ==
== Pemanfaatan ==
=== Pembersihan tanah dari logam berat ===
=== Pembersihan tanah dari logam berat ===
Pengangkatan logam-logam berat yang mencemari tanah dan merusak lingkungan dapat dilakukan dengan teknik remediasi elektrokinetik. Arus searah dilewatkan pada tanah yang tercemar oleh logam, sehingga logam berpindah ke elektrode. Elektrode dimasukkan ke dalam tanah sehingga [[hidroksil]] pada [[katode]] bergerak ke tanah dan meningkatkan [[pH]] di sekitar katode. Logam akan berkumpul pada pH yang tinggi sehingga akan berkumpul di tanah sekitar katode. Penerapan elektrokinetik telah digunakan pada [[kadmium]], [[kromium]], [[timbal]], [[seng]], [[raksa]], [[asam asetat]] dan [[fenol]].
Pengangkatan logam-logam berat yang mencemari tanah dan merusak lingkungan dapat dilakukan dengan teknik remediasi elektrokinetik. Arus searah dilewatkan pada tanah yang tercemar oleh logam, sehingga logam berpindah ke elektrode. Elektrode dimasukkan ke dalam tanah sehingga [[hidroksil]] pada [[katode]] bergerak ke tanah dan meningkatkan [[pH]] di sekitar katode. Logam akan berkumpul pada pH yang tinggi sehingga akan berkumpul di tanah sekitar katode. Penerapan elektrokinetik telah digunakan pada [[kadmium]], [[kromium]], [[timbal]], [[seng]], [[raksa]], [[asam asetat]] dan [[fenol]].<ref>Wahyu Purwanta. [http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/view/348/248 Penyisihan Timbal (Pb) dari Tanah Terkontaminasi dengan Proses Elektromigrasi]. ''Jurnal Teknik Lingkungan''. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 424.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrokinetika&oldid=28428176 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28428176 (2025-11-12T11:03:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrokinetika&oldid=28428176 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28428176 (2025-11-12T11:03:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.10

Elektrokinetika merupakan kajian ilmu fisika yang mempelajari mengenai gerakan partikel yang bermuatan. Muatan pada partikel timbul akibat ionisasi dalam pelarut polar. Partikel-partikel yang telah bermuatan bergerak sesuai lingkungannya atau sesuai medium di sekitarnya.[1] Elektrokinetika diamati pertama kali pada tahun 1809 oleh Reuss, dibuatkan teori oleh Helmholtz pada tahun 1879 dan diterapkan pada tahun 1935 oleh Casagrande.[2] Empat fenomena yang teramati pada elektrokinetika yaitu elektroforesis, elektromigrasi, aliran potensial, dan elektroosmosis.[3] Elektrokintika dimanfaatkan untuk membersihkan tanah dari logam berat.[4]

Sejarah

Pada tahun 1809, Reuss mengamati peristiwa pengaliran air tanah sebagai akibat adanya arus listrik searah di sekitarnya. Ia menggunakan pipa kapiler dan membran. Pada tahun 1879, peristiwa ini kemudian dijelaskan secara teori oleh Helmholtz melalui konsep lapisan elektrik ganda. Penerapan praktis baru dilakukan pada tahun 1935 oleh Casagrande untuk perbaikan sifat-sifat teknis pada tanah. Dari penerapan ini kemudian berkembang teori elektrokinetik. Penerapannya kemudian diketahui hanya pada tanah lempung yang mengandung mineral dengan kondisi jenuh air.[5]

Fenomena

Elektrokinetika terbagi menjadi empat fenomena yaitu elektroforesis, elektromigrasi, aliran potensial, dan elektroosmosis. Fenomena ini merupakan akibat dari keberadaan beda potensial listrik di antara aliran listrik dan aliran fluida yang bekerja bersamaan. Elektroforesis merupakan peristiwa penarikan elektroda negatif ke elektrode positif secara elektrostatik akibat adanya aliran listrik. Setelahnya terjadi elektromigrasi, yaitu pergerakan ion-ion yang bermuatan ke elektrode dengan muatan yang berlawanan. Aliran potensial yang timbul kemudian menimbulkan proses pengaliran listrik dari elektrode positif ke elektrode negatif yang disebut elektroosmosis.[6] Potensial elektrokinetik berasal dari elektrolit dalam aliran air tanah dan fluida lainnya akibat patahan atau pengeroposan.[7]

Pemanfaatan

Pembersihan tanah dari logam berat

Pengangkatan logam-logam berat yang mencemari tanah dan merusak lingkungan dapat dilakukan dengan teknik remediasi elektrokinetik. Arus searah dilewatkan pada tanah yang tercemar oleh logam, sehingga logam berpindah ke elektrode. Elektrode dimasukkan ke dalam tanah sehingga hidroksil pada katode bergerak ke tanah dan meningkatkan pH di sekitar katode. Logam akan berkumpul pada pH yang tinggi sehingga akan berkumpul di tanah sekitar katode. Penerapan elektrokinetik telah digunakan pada kadmium, kromium, timbal, seng, raksa, asam asetat dan fenol.[8]

Referensi

  1. J R Melcher. Electrohydrodynamics: A Review of the Role of Interfacial Shear Stresses. Annu. Rev. Fluid Mech. Annual Reviews. 1969. Vol. 1 (1). hlm. 111. doi:10.1146/annurev.fl.01.010169.000551.
  2. Permadi, W., Pradipta, B.K., Hardiyati, S., dan Pardoyo, B. Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Godongpurwodadi KM 50 Menggunakan Proses Elektrokinetik dengan Stabilisator Accu Zuur dan Kapur. Jurnal Karya Teknik Sipil. 2016. Vol. 5 (2). hlm. 139.
  3. Atmaja, Y.R., Surjandari, N.S., dan As’ad, S. Pengaruh Penggunaan Elektroosmosis terhadap Parameter Kuat Geser Tanah Lempung. Matriks Teknik Sipil. Desember 2013. Vol. 1 (4). hlm. 31.
  4. Wahyu Purwanta. Penyisihan Timbal (Pb) dari Tanah Terkontaminasi dengan Proses Elektromigrasi. Jurnal Teknik Lingkungan. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 424.
  5. Permadi, W., Pradipta, B.K., Hardiyati, S., dan Pardoyo, B. Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Godongpurwodadi KM 50 Menggunakan Proses Elektrokinetik dengan Stabilisator Accu Zuur dan Kapur. Jurnal Karya Teknik Sipil. 2016. Vol. 5 (2). hlm. 139.
  6. Atmaja, Y.R., Surjandari, N.S., dan As’ad, S. Pengaruh Penggunaan Elektroosmosis terhadap Parameter Kuat Geser Tanah Lempung. Matriks Teknik Sipil. Desember 2013. Vol. 1 (4). hlm. 31.
  7. Delia Meldra. Rancangan Area Serapan Air pada Pemodelan Potensial Listrik Topografi Landai. Jurnal Rekayasa Sistem Industri. Mei 2018. Vol. 3 (2). hlm. 143.
  8. Wahyu Purwanta. Penyisihan Timbal (Pb) dari Tanah Terkontaminasi dengan Proses Elektromigrasi. Jurnal Teknik Lingkungan. 2005. Vol. 6 (3). hlm. 424.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28428176 (2025-11-12T11:03:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.