Lompat ke isi

Ionosfer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27854849; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:AtmosphereWithIonosphere.gif|thumb|right|280px|Lapisan ionosfer di atmosfer]]
'''Ionosfer''' adalah bagian [[atmosfer]] yang [[ionisasi|terionisasi]] oleh radiasi [[matahari]]. Lapisan ini berperan penting bagi [[keelektrikan atmosfer]] dan membentuk batas dalam lapisan [[magnetosfer]]. Fungsi utamanya, di antara fungsi-fungsi yang dimilikinya, adalah memengaruhi [[rambatan radio]] ke tempat-tempat yang jauh di muka bumi.
'''Ionosfer''' adalah bagian [[atmosfer]] yang [[ionisasi|terionisasi]] oleh radiasi [[matahari]]. Lapisan ini berperan penting bagi [[keelektrikan atmosfer]] dan membentuk batas dalam lapisan [[magnetosfer]]. Fungsi utamanya, di antara fungsi-fungsi yang dimilikinya, adalah memengaruhi [[rambatan radio]] ke tempat-tempat yang jauh di muka bumi.


Baris 10: Baris 12:
2. Lapisan udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton.
2. Lapisan udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton.


3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200 °C .Meskipun bersuhu tinggi, pengamat atau objek akan mengalami suhu dingin di sini, karena kerapatan gas yang sangat rendah (hampa udara) sehingga tidak cukup bagi molekul untuk melakukan pemanasan. Termometer normal akan membaca suhu secara signifikan di bawah 0 °C , setidaknya pada malam hari, karena energi yang hilang oleh [[radiasi termal]] akan melebihi energi yang diperoleh dari gas atmosfer melalui kontak langsung. Secara umum suhu busa berkisar antara -72 °C sampai 228 °C
3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800&nbsp;km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200&nbsp;°C .Meskipun bersuhu tinggi, pengamat atau objek akan mengalami suhu dingin di sini, karena kerapatan gas yang sangat rendah (hampa udara) sehingga tidak cukup bagi molekul untuk melakukan pemanasan. Termometer normal akan membaca suhu secara signifikan di bawah 0&nbsp;°C , setidaknya pada malam hari, karena energi yang hilang oleh [[radiasi termal]] akan melebihi energi yang diperoleh dari gas atmosfer melalui kontak langsung. Secara umum suhu busa berkisar antara -72&nbsp;°C sampai 228&nbsp;°C <ref>https://study.com/academy/lesson/ionosphere-definition-facts-temperature-layers.html</ref>
== Referensi ==
 
 
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  [http://www.sec.noaa.gov/radio/radio.html SEC's Radio User's Page]  
*  [http://www.sec.noaa.gov/radio/radio.html SEC's Radio User's Page]
*  [http://geomag.usgs.gov USGS Geomagnetism Program]
*  [http://geomag.usgs.gov USGS Geomagnetism Program]
*  [http://www.sec.noaa.gov/SWN/ Current Space Weather Conditions]
*  [http://www.sec.noaa.gov/SWN/ Current Space Weather Conditions]  
*  [http://www.sec.noaa.gov/rt_plots/xray_1m.html Current Solar X-Ray Flux]
*  [http://www.sec.noaa.gov/rt_plots/xray_1m.html Current Solar X-Ray Flux]  
*  [http://superdarn.jhuapl.edu/ Super Dual Auroral Radar Network]
*  [http://superdarn.jhuapl.edu/ Super Dual Auroral Radar Network]
*  [http://www.eiscat.se/ European Inchorent Scatter radar system]
*  [http://www.eiscat.se/ European Inchorent Scatter radar system]
*  [http://haystack.mit.edu/atm/mho/index.html Millstone Hill incoherent scatter radar]
*  [http://haystack.mit.edu/atm/mho/index.html Millstone Hill incoherent scatter radar]  
*  [http://www.kuittho.edu.my/waras Equatorial Ionosonde Station]
*  [http://www.kuittho.edu.my/waras Equatorial Ionosonde Station]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ionosfer&oldid=27854849 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27854849 (2025-09-19T03:25:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ionosfer&oldid=27854849 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27854849 (2025-09-19T03:25:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.13

Lapisan ionosfer di atmosfer

Ionosfer adalah bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari. Lapisan ini berperan penting bagi keelektrikan atmosfer dan membentuk batas dalam lapisan magnetosfer. Fungsi utamanya, di antara fungsi-fungsi yang dimilikinya, adalah memengaruhi rambatan radio ke tempat-tempat yang jauh di muka bumi.

Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan udara ionosfer ini, maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebut Meteorit. Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini. Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfer Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juga disebut lapisan ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu:

1. Lapisan ozon Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan ozon. mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara di sini berkisar – 70 °C sampai +50 °C .

2. Lapisan udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton.

3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200 °C .Meskipun bersuhu tinggi, pengamat atau objek akan mengalami suhu dingin di sini, karena kerapatan gas yang sangat rendah (hampa udara) sehingga tidak cukup bagi molekul untuk melakukan pemanasan. Termometer normal akan membaca suhu secara signifikan di bawah 0 °C , setidaknya pada malam hari, karena energi yang hilang oleh radiasi termal akan melebihi energi yang diperoleh dari gas atmosfer melalui kontak langsung. Secara umum suhu busa berkisar antara -72 °C sampai 228 °C [1]

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27854849 (2025-09-19T03:25:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.