Teorema sumbu sejajar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22834372; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Teorema sumbu sejajar''' adalah salah satu [[teorema]] yang menyatakan bahwa besarnya [[momen inersia]] [[benda]] terhadap sumbu yang melewati pusat [[massa]] sama dengan jumlah momen inersia sumbu yang sejajar dengan sumbu pusat massa ditambah dengan massa benda tersebut. Pembuatan teorema ini didasarkan pada nilai momen inersia yang selalu ditentukan oleh posisi sumbu yang menjadi acuan dalam perhitungan. Dalam [[fisika]], teorema sumbu sejajar disebut juga sebagai '''teorema Huygens-Steiner.''' Teorema sumbu sejajar digunakan untuk menentukan [[momen inersia]] sebuah [[benda tegar]] terhadap sumbu apapun. Persyaratan yang diperlukan ialah diketahuinya momen inersia suatu objek terhadap sumbu yang melalui pusat massa yang sejajar dengan sumbu pertama, serta jarak [[serenjang]] antara kedua sumbu tersebut. | [[File:Parallelaxes.svg|thumb|right|280px|Kaidah sumbu sejajar untuk momen inersia suatu bidang]] | ||
'''Teorema sumbu sejajar''' adalah salah satu [[teorema]] yang menyatakan bahwa besarnya [[momen inersia]] [[benda]] terhadap sumbu yang melewati pusat [[massa]] sama dengan jumlah momen inersia sumbu yang sejajar dengan sumbu pusat massa ditambah dengan massa benda tersebut. Pembuatan teorema ini didasarkan pada nilai momen inersia yang selalu ditentukan oleh posisi sumbu yang menjadi acuan dalam perhitungan.<ref>Asraf, A., dan Kurniawan, B. [https://www.google.co.id/books/edition/Fisika_Dasar_untuk_Sains_dan_Teknik_Jili/n-UhEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=mekanika+Newton&printsec=frontcover Fisika Dasar untuk Sains dan Teknik: Jilid 1 Mekanika]. Bumi Aksara. 2021. hlm. 335. ISBN 978-602-444-954-4.</ref> Dalam [[fisika]], teorema sumbu sejajar disebut juga sebagai '''teorema Huygens-Steiner.''' Teorema sumbu sejajar digunakan untuk menentukan [[momen inersia]] sebuah [[benda tegar]] terhadap sumbu apapun. Persyaratan yang diperlukan ialah diketahuinya momen inersia suatu objek terhadap sumbu yang melalui pusat massa yang sejajar dengan sumbu pertama, serta jarak [[serenjang]] antara kedua sumbu tersebut. | |||
Misalkan: | Misalkan: | ||
''I''<sub>cm</sub> melambangkan momen inersia suatu objek terhadap pusat massanya | ''I''<sub>cm</sub> melambangkan momen inersia suatu objek terhadap pusat massanya | ||
''M'' adalah massa objek dan ''d'' jarak tegaklurus antara kedua sumbu | ''M'' adalah massa objek dan ''d'' jarak tegaklurus antara kedua sumbu | ||
Maka momen inersia di sekitar sumbu baru ''z'' diberikan oleh | Maka momen inersia di sekitar sumbu baru ''z'' diberikan oleh | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
Kaidah ini dapat diterapkan bersama-sama [[kaidah regangan]] dan [[teorema sumbu tegaklurus]] untuk menemukan momem inersia berbagai bentuk benda. | Kaidah ini dapat diterapkan bersama-sama [[kaidah regangan]] dan [[teorema sumbu tegaklurus]] untuk menemukan momem inersia berbagai bentuk benda. | ||
Aturan sumbu sejajar juga berlaku untuk momen inersia luas untuk bidang ''D'' | Aturan sumbu sejajar juga berlaku untuk momen inersia luas untuk bidang ''D'' | ||
| Baris 19: | Baris 20: | ||
In this formula, | In this formula, | ||
''I<sub>z</sub>'' adalah momen inersia bidang ''D'' terhadap sumbu sejajari | ''I<sub>z</sub>'' adalah momen inersia bidang ''D'' terhadap sumbu sejajari | ||
''I<sub>x</sub>'' adalah momen inersia ''D'' terhadap centroidnya | ''I<sub>x</sub>'' adalah momen inersia ''D'' terhadap centroidnya | ||
''A'' adalah luas bidang ''D'' dan | ''A'' adalah luas bidang ''D'' dan | ||
''d'' adalah jarak antara sumbu baru ''z'' terhadap centroid bidang ''D'' | ''d'' adalah jarak antara sumbu baru ''z'' terhadap centroid bidang ''D'' | ||
| Baris 26: | Baris 27: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
[ | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+sumbu+sejajar&oldid=22834372 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22834372 (2023-02-02T08:01:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.22
Teorema sumbu sejajar adalah salah satu teorema yang menyatakan bahwa besarnya momen inersia benda terhadap sumbu yang melewati pusat massa sama dengan jumlah momen inersia sumbu yang sejajar dengan sumbu pusat massa ditambah dengan massa benda tersebut. Pembuatan teorema ini didasarkan pada nilai momen inersia yang selalu ditentukan oleh posisi sumbu yang menjadi acuan dalam perhitungan.[1] Dalam fisika, teorema sumbu sejajar disebut juga sebagai teorema Huygens-Steiner. Teorema sumbu sejajar digunakan untuk menentukan momen inersia sebuah benda tegar terhadap sumbu apapun. Persyaratan yang diperlukan ialah diketahuinya momen inersia suatu objek terhadap sumbu yang melalui pusat massa yang sejajar dengan sumbu pertama, serta jarak serenjang antara kedua sumbu tersebut.
Misalkan:
Icm melambangkan momen inersia suatu objek terhadap pusat massanya M adalah massa objek dan d jarak tegaklurus antara kedua sumbu
Maka momen inersia di sekitar sumbu baru z diberikan oleh
Kaidah ini dapat diterapkan bersama-sama kaidah regangan dan teorema sumbu tegaklurus untuk menemukan momem inersia berbagai bentuk benda.
Aturan sumbu sejajar juga berlaku untuk momen inersia luas untuk bidang D
In this formula, Iz adalah momen inersia bidang D terhadap sumbu sejajari Ix adalah momen inersia D terhadap centroidnya A adalah luas bidang D dan d adalah jarak antara sumbu baru z terhadap centroid bidang D
Catatan: centroid D berhimpitan dengan pusat gravitasi (CG) lempengan fisik dengan bentuk yang sama, yang memiliki kerapatan tetap.
Referensi
- ↑ Asraf, A., dan Kurniawan, B. Fisika Dasar untuk Sains dan Teknik: Jilid 1 Mekanika. Bumi Aksara. 2021. hlm. 335. ISBN 978-602-444-954-4.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22834372 (2023-02-02T08:01:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.