Lompat ke isi

Paradoks kepunahan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29574047; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[batas kecil panjang gelombang]], total hamburan penampang dari bola tak tertembus adalah dua kali area perpotongan geometris (yang merupakan nilai yang diperoleh dalam [[mekanika klasik]]).
Dalam [[batas kecil panjang gelombang]], total hamburan penampang dari bola tak tertembus adalah dua kali area perpotongan geometris (yang merupakan nilai yang diperoleh dalam [[mekanika klasik]]).<ref>Roger G. Newton. [https://archive.org/details/scatteringtheory0000newt_k7g7 Scattering Theory of Waves and Particles, second edition]. Dover Publications. 2002. hlm. [https://archive.org/details/scatteringtheory0000newt_k7g7/page/68 68]. ISBN 0-486-42535-5.</ref>


Beberapa penjelasan untuk fenomena ini telah diusulkan:
Beberapa penjelasan untuk fenomena ini telah diusulkan:<ref>[http://www.tpdsci.com/Ind/Ext.php#ExtPdxExpl TPDSci Ind Ext]. tpdsci.com.</ref>
* [[interferensi]] destruktif dalam partikel bayangan
* [[interferensi]] destruktif dalam partikel bayangan<ref>L. Brillouin. [https://archive.org/details/sim_journal-of-applied-physics_1949-11_20_11/page/1110 The Scattering Cross Section of Spheres for Electromagnetic Waves]. ''Journal of Applied Physics''. 1949. Vol. 20 (11). hlm. 1110. doi:10.1063/1.1698280.</ref>
* [[difraksi]] dan bayangan cahaya oleh partikel
* [[difraksi]] dan bayangan cahaya oleh partikel<ref>''Light Scattering by Small Particles''. ISBN 9780486642284.</ref>
* gelombang insiden harus dibatalkan dalam partikel
* gelombang insiden harus dibatalkan dalam partikel<ref>M. J. Berg. ''A new explanation of the extinction paradox''. ''Journal of Quantitative Spectroscopy and Radiative Transfer''. 2011. Vol. 112 (7). hlm. 1170. doi:10.1016/j.jqsrt.2010.08.024.</ref>
* [[Superposisi]] dari insiden dan tersebar di bidang
* [[Superposisi]] dari insiden dan tersebar di bidang<ref>H. M. Lai. ''Extinction paradox and actual power scattered in light beam scattering: A two-dimensional study''. ''Journal of the Optical Society of America A''. 2004. Vol. 21 (12). hlm. 2324. doi:10.1364/JOSAA.21.002324.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paradoks+kepunahan&oldid=29574047 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29574047 (2026-08-14T00:38:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paradoks+kepunahan&oldid=29574047 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29574047 (2026-08-14T00:38:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.24

Dalam batas kecil panjang gelombang, total hamburan penampang dari bola tak tertembus adalah dua kali area perpotongan geometris (yang merupakan nilai yang diperoleh dalam mekanika klasik).[1]

Beberapa penjelasan untuk fenomena ini telah diusulkan:[2]

Referensi

  1. Roger G. Newton. Scattering Theory of Waves and Particles, second edition. Dover Publications. 2002. hlm. 68. ISBN 0-486-42535-5.
  2. TPDSci Ind Ext. tpdsci.com.
  3. L. Brillouin. The Scattering Cross Section of Spheres for Electromagnetic Waves. Journal of Applied Physics. 1949. Vol. 20 (11). hlm. 1110. doi:10.1063/1.1698280.
  4. Light Scattering by Small Particles. ISBN 9780486642284.
  5. M. J. Berg. A new explanation of the extinction paradox. Journal of Quantitative Spectroscopy and Radiative Transfer. 2011. Vol. 112 (7). hlm. 1170. doi:10.1016/j.jqsrt.2010.08.024.
  6. H. M. Lai. Extinction paradox and actual power scattered in light beam scattering: A two-dimensional study. Journal of the Optical Society of America A. 2004. Vol. 21 (12). hlm. 2324. doi:10.1364/JOSAA.21.002324.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574047 (2026-08-14T00:38:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.